Anda di halaman 1dari 11

Citrus hystrix

1.1 TINJAUAN BOTANI


1.1.1 KLASIFIKASI / TAKSONOMI
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Sapindales
Famili : Rutaceae (suku jeruk-jerukan)
Genus : Citrus
Spesies : Citrus hystrix

Nama Daerah : Jeruk Purut

1.1.2 Deskripsi Tumbuhan
A. Habitus
Pohonnya rendah atau perdu, namun bila dibiarkan tumbuh alami dapat mencapai
ketinggian 12 m.


B. Batang
Batang yang tua berbentuk hijau tua, berbentuk bulat, polos, atau berbintik-bintik.
Tata letak tajuk tanaman tidak beraturan dan cabang-cabangnya rapat. Dahan dan
ranting-rantingnya bersudut tajam, berwarna hijau tua, berbintik-bintik, dan berduri di
ketiak daun. Duri-durinya pendek, kaku, hitam, ujungnya coklat, dan panjangnya 0,2
cm 1,0 cm. Arah tumbuh batang tegak lurus (erectus), percabangannya monopodial.
Merupakan batang berkayu (lignosus) dengan bentuk bulat.

C. Daun
Letak daun Jeruk purut terpencar atau silih berganti dan bertangkai agak panjang
serta bersayap lebar. Bentuk daun terbagi dua bulat telur, ujungnya tumpul, berbau
sedap, mengkilap, dan berwarna hijau kekuning-kuningan. Panjang 4-5,5 cm, lebar 2-
2,5 cm, tangkai bersayap, panjang 2-5 cm, hijau, pertulangan menyirip, permukaan
berbintik.

D. Bunga
Tanaman Jeruk purut berbunga majemuk menyebutkan daun Jeruk purut memiliki
panjang 8-12 cm dan lebar 3-5 cm. Bunganya terletak di ketiak daun atau di ujung
tangkai, tajuk bunga berjumlah 4-5 lembar, dan benang sari berjumlah 24 30 helai.
Buah Jeruk purut berbentuk bulat sampai bundar, ukurannya kecil, kulit buah tidak
rata, rasanya asam dan berbau sedap. Buah Jeruk purut cocok sebagai jeruk peras.

E. Buah
Buah Jeruk purut berbentuk bulat sampai bundar, diameter 4-5 cm, ukurannya
kecil, kulit buah tidak rata ( berkerut ), hijau, rasanya asam dan berbau sedap. Buah
Jeruk purut cocok sebagai jeruk peras.

F. Biji
Bulat telur, putih. Apabila dibelah secara melintang dapt terlihat terbentuknya
ruangan yang ada bijinya dan sekat sekat yang memisahkan. Biji jeruk mengalami
poliembrioni, jika dari satu biji yang berkecambah kemudian muncul lebih dari satu
tumbuhan baru.

G. Akar
Sistem perakaran tanaman jeruk ialah tunggang. Merupakan sistem akar tunggang
sebab akar lembaga tumbuh terus menjadi akar pokok yang bercabangcabang
menjadi akarakar yang lebih kecil. Akar tunggangnya bercabang.

H. Habitat
Pada umumnya tanaman jeruk menghendaki tanah gembur, subur dan air tanah
dangkal, akan tetapi tidak menggenang. Oleh karena itu pengaturan pengairan pada
tanaman jeruk sangat penting. Tanah tanah yang sangat cepat kehilangan air
(porous) tidak baik untuk tanaman jeruk. Jeruk-jeruk jepun, citrus, kesturi, nipis,
kumquat, dan lain sebagianya dapat hidup baik di dataran rendah maupun tinggi,
pegunungan. Akan tetapi jeruk purut hanya dapat hidup di dataran rendah dengan
iklim basah sekalipun. Oleh karena itu tumbuh baik di daerah dataran.
Dari sejumlah ekspedisi Nikolal Ivonovih Vovilov (1887-1942) seorang botani
soviet memastikan bahwa tanaman jeruk purut berasal dari kawasan Indo-Malaya
yang mencangkup Indo-China , Malaysia, Indonesia, dan Filipina (Asia Tenggara).
Penyebaran tanaman Jeruk purut ke berbagai negara di dunia telah berlangsung
ratusan tahun yang lalu. Di Indonesia, tanaman Jeruk purut banyak ditanam di
berbagai daerah, baik sebagai tanaman pengisi lahan kebun (tegalan) maupun di
halaman rumah


1.2 TINJAUAN KIMIA

Dari literatur yang di dapat,hasil fitokimia dari Citrus hystrix ini adalah :
Sampel Metabolit
Sekunder
Daun Kulit buah Kulit batang
Flavonoid + ++ ++
Fenolik ++ +++ +
Saponin - - -
Steroid +++ - +
Terpenoid - +++ +
Alkaloid + - -
Kumarin - + +
Tabel 1. Hasil Fitokimia Berdasarkan literature

Dari tabel dapat terlihat bahwa senyawa kimia yang dominan ada pada bagian-bagian
tanaman jeruk ini adalah flavonoid, fenolik, terpenoid dan yang terdapat pada ketiga bagian jeruk
purut. Pada tanaman jeruk ini juga tidak terdapat saponin.
Namun hasil yang didapat oleh praktikan pada uji fitokimia dalam kegiatan kuliah lapangan
ini menunjukkan hasil yang berbeda. Dimana praktikan hanya menguji kandungan pada daun
Citrus hystrix, hasil yang didapatkan yaitu :
Senyawa Metabolit Daun
Sekunder
Flavonoid +
Fenolik -
Saponin -
Steroid -
Terpenoid +
Alkaloid -
Tabel 2. Hasil uji fitokimiaoleh praktikan

Setelah dibandingkan, ternyata kandungan fitokimia yang didapat oleh praktikan berbeda
dengan yang telah ada di literature. Dimana uji fitokimia yang dilakukan oleh praktikan tidak
menunjukkan hasil yang positif terhadap senyawa golongan fenolik, alkaloid dan steroid,
sementara pada literature menunjukkan hasil yang positif terhadap senyawa itu. Selain itu uji
yang dilakukan praktikan menunjukkan hasil yang positif terhadap terpenoid, sementara dari
literature menunjukkan hasil yang negative. Perbedaan hasil ini mungkin bisa disebabkan oleh
beberapa faktor seperti :
Sampel yang digunakan yaitu, daun Citrus hystrix sudah tidak segar lagi. Dimana untuk
uji fitokimia terutama untuk uji alkaloid sebaiknya menggunakan sampel yang segar,
karena jika tidak itu bisa mempengaruhi hasil yang didapat.
Tidak teliti dalam melaksanakan prosedur kerja yang ada. Bisa saja praktikan salah
memasukkan reagen atau jumlah reagen yang dimasukkan tidak pas.
Pada uji fenol, susah menentukan perubahan warna yang terjadi untuk yang positif fenol.
Karena sampelnya sendiri warna nya juga hijau, sama dengan warna yang ditunjukkan
jika uji kita menunjukkan positif fenol.

1.3 AKTIVITAS
A. SECARA TRADISIONAL
Jeruk purut merupakan buah yang dikenal luas oleh masyarakat Indonesia, dan memiliki
banyak kegunaan. Baik daun maupun buahnya banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional.
a. Bagian Daun
Bagian daun berkhasiat stimulan dan penyegar, biasanya digunakan untuk mengatasi
badan letih dan lelah sehabis sakit berat, yaitu dengan cara sediakan dua genggam
daun jeruk purut yang masih segar. Lalu rebuslah dalam tiga liter air hingga mendidih
atau selama kurang lebih 10 menit. Setelah itu, campurkan ramuan tersebut ke dalam
seember air hangat, lalu gunakan untuk mandi.
Untuk penyedap masakan dan untuk menutupi bau amis ikan. Ikan yang sudah
dibersihkan biasanya ditetesi perasan buahnya untuk mengurangi aroma amis
Minyak daun jeruk purut juga dipercaya mampu menyuburkan rambut.
Di Malaysia daun jeruk purut sering digunakan sebagai bahan utama dalam obat-obat
tradisional dan sebagai cleansing agent pencuci rambut, bagian tubuh dan peralatan.

b. Bagian Kulit Buah
Kulit buah jeruk purut digunakan sebagai obat bisul, panas dalam, radang kulit,
radang payudara, kulit bersisik dan kulit mengelupas .
Selain itu kulit buah jeruk purut digunakan untuk penyedap masakan, pembuatan kue
dan dibuat manisan.
Kulit buah ini dapat dimanfaatkan untuk bahan shampoo pencuci rambut. Sebagai
food flavoring pada berbagai upacara adat.

c. Bagian Buah
Buahnya lebih banyak digunakan untuk perawatan tubuh dan kulit daripada
digunakan untuk makanan.,
Mengatasi influenza, yaitu dengan cara potonglah sebuah jeruk purut yang sudah
masak dan banyak airnya, lalu peras. Seduh air perasannya dengan 60 cc air panas
kemudian diminum sekaligus selagi hangat
Amandel
Siapkan 3 buah jeruk nipis, ambil bagian kulitnya saja kemudian dicuci bersih dan
dipotong-potong. Rebus dengan 2 gelas air hingga tersisa bagian. Gunakan air
rebusan tersebut untuk berkumur, lakukan secara rutin 3-4 kali sehari
Batu Ginjal
Ambil 2 buah jeruk nipis kampung, diperas sarinya dan diencerkan dengan 2 gelas air
hangat. Minum ramuan ini secar rutin selama 10 hari sehabis makan malam.
Badan terasa lelah,
Untuk rambut kepala yang bau (mewangikan kulit), kulit bersisik dan mengelupas.
Dengan cara Cuci 1 buah jeruk purut masak sampai bersih, lalu parut. Tambahkan 1
sendok makan air bersih, lalu remas dan saring. Gunakan air saringannya untuk
menggosok rambut setelah keramas.
Air daging buah Citrus hystrix berkhasiat sebagai obat batuk

d. Akar
Ambeien
Ambil 10 gr akar pohon jeruk nipis, cuci bersih. Rebus dengan 1 liter air selama
kurang lebih 30 menit, saring. Diminum 3 kali sehari dalam keadaan hangat-hangat.

B. KEGUNAAN SELAIN OBAT
Beberapa wewangian juga memakai minyak jeruk purut (diperoleh dari daun atau kulit
buahnya) sebagai komponennya. Karakteristik minyak daunnya terutama didominasi oleh
minyak atsiri (-)-(S)-citronelal (80%), sisanya adalah citronelol (10%), nerol dan limonena.
Jeruk purut adalah istimewa karena pada jeruk-jeruk lainnya yang mendominasi adalah
enantiomernya, (+)-(R)-citronelal (juga dapat ditemukan pada serai). Kulit buahnya memiliki
komponen yang serupa dengan kulit buah jeruk nipis, dengan komponen utama adalah
limonene.

C. BIOAKTIVITAS BERDASARKAN UJI
Aktivitas Antioksidan
Dari literatur, secara keseluruhan aktivitas antioksidan tertinggi terdapat pada jeruk
purut dengan nilai %inhibisi terdapat pada bagian sampel kulit batang dengan pelarut etil
asetat. Dibandingkan dengan nilai %inhibisi pada asam askorbat nilai ini hampir mendekati
aktivitas antioksidan asam askorbat yaitu 96,7%. Jeruk purut merupakan tanaman dengan
aktivitas antioksidan yang sangat tinggi sehingga banyak dimafaatkan dalam kebutuhan
sehari-hari, baik dalam medis, industry, maupun rumah tangga. Dari hasil uji fitokimia
didapat bahwa jeruk purut sangat banyak mengandung senyawa metabolit sekunder.
Senyawa-senyawa ini bertindak aktif dalam aktivitas antioksidan terutama flavonoid.
walaupun juga ada senyawa fenolik, namun tidak bisa dijadikan pembanding, bahwa
senyawa yang mengandung fenolik sudah pasti tinggi aktivitas antioksidannya.

Sebagai Biolarvasida Terhadap Kematian Larva Instar Iii Nyamuk Aedes aegypti L.
Data uji LC90 ekstrak daun jeruk purut (citrus hystrix D.C). Ekstrak daun jeruk purut
(Citrus hystrix D.C) memiliki nilai toksisitas larvasida (LC90) sebagai biolarvasida terhadap
larva instar III nyamuk Aeades aegypti L. sebesar 4000 ppm dan dapat membunuh larva
instar III nyamuk Aedes aegypti L. rata-rata sebanyak 18,33 ekor. Uji LT90 menunjukan
bahwa nilai LT90 kematian larva instar III nyamuk Aedes aegypti L. akibat pemberian
ekstrak daun jeruk purut (Citrus hystrix D.C) konsentrasi 4000 ppm dengan rata-rata 12,67
jam.
Menurut Utraningsih dan Purwanti, 2010 dalam Faiqotul, 2011, senyawa limonoida
(limonoida aglicones) yang diekstrak dari daun jeruk menyebabkan rasa pahit dan
mempunyai efek larvasida. Ekstrak daun jeruk purut (Citrus hystrix D.C) tidak hanya
menghasilkan senyawa limonoida saja, namun menghasilkan minyak atsiri dan menghasilkan
senyawa yang tidak aktif, tapi senyawa-senyawa tersebut dapat membantu meningkatkan
aktivitas ekstrak tersebut secara keseluruhan, hal ini memungkinkan serangga tidak mudah
menjadi resisten. Pada larutan ekstrak daun jeruk purut (Citrus hystrix D.C) akan
menimbulkan lapisan minyak, yang dimana minyak itu adalah minyak atsiri. Lapisan minyak
itu akan menghalangi larva dalam mencari udara, ketika larva menempel pada permukaan air
(larutan ekstrak), siphon larva akan tertutupi oleh lapisan minyak, sehingga menghalangi
proses difusi masuknya oksigen dalam tubuh yang dibutuhkan oleh larva, maka larva tersebut
akan mati. Dan cara kerja ini, termasuk racun pernapasan (fumigant) yang merupakan racun
yang masuk melalui pernafasan serangga (Sungkar dkk, 2008).
Penghambat Pembentukan Gas NO Dalam Sel
Jeruk purut mengandung 3 senyawa kumarin yaitu bergamottin (1), oksipeucedanain
(2) dan 5- [(6,7-dihidroksi-3,7-dimetil-2-oktenil)oksi] psoralen (3) yang berfungsi sebagai
inhibitor dan penghambat pembentukan gas NO dalam sel. Gas NO merupakan radikal bebas
yang dapat mengakibatkan mutagenesis deaminasi basa DNA.
Promotor Anti-tumor
Dua senyawa gliserolglikolipid yang terkandung dalam daun Jeruk purut, 1,2-di-O--
linolenoyl-3-O-b-galactopyranosyl-sn-glycerol (DLGG) and 1-O--linolenoyl-2-O-
palmitoyl-3-O-b-galactopyranosyl-sn-glycerol (LPGG), berpotensi menghambat aktivitas
virus Epstein-Barr yang berfungsi menginduksi promotor tumor. DLGG menunjukkan
aktivitas anti-tumor , bahkan melalui pemberian dosis sepuluh kali lebih kecil dibandingkan
dosis pemberian Asam a-linoleat pada dua stage eksperimen yang melibatkan pemberian
dimetil benzena antrasena (DMBA) dan 12-O-tetradecanoilforbol 13-asetat (TPA) pada kulit
tikus. Efek ini mungkin terkait dengan proses penghambatan sintesis asam arakidonat.
Aktivitas Anti-bakteri
Minyak atsiri dari daun , buah , dan kulit buah, serta ekstrak metanolik akar, daun,
kalus, kulit buah , dan benih Citrus hystrix menunjukkan aktivitas penghambatan terhadap
bakteri gram positif. Melalui teknik broth mikro-dilusi, pemberian ekstrak Citrus
hystrix mempengaruhi pertumbuhan Propionibacterium acnes dengan nilai KHM (Kadar
Hambat Minimum) dan KBM (Kadar Bunuh Minimum) sebesar 5 l/mL.
Aktivitas Anti-Inflamasi
Efek anti-inflamasi Citrus hystrix ditentukan melalui uji penghambatan 5-
lipooksigenase. Melalui pengujian ini, didapatkan nilai IC
50
sebesar 0.05 l/mL. Aktivitas
anti-inflamasi ini dimungkinkan karena adanya minyak atsiri, d-limonene dalam Citrus
hystrix.

DAFTAR PUSTAKA

Anggraini, Anita dkk, Uji Efektivitas Ekstrak Daun Jeruk Purut (citrus hystrix d.c) dan Daun
Jeruk Kalamondin (citrus mitis blanco) sebagai Biolarvasida terhadap Kematian Larva Instar
iii Nyamuk aedes aegypti l, 30 April 2014
Aziman, Nurain dkk, Phytochemical Constituents and In Vitro Bioactivity of Ethanolic
Aromatic Herb Extracts, Sains Malaysiana 41(11)(2012): 14371444, 2 Mei 2014
Copryadi, Jimmi dkk, Mei 2005, Isolasi dan Karakterisasi Senyawa Kumarin dari Kulit Buah
Jeruk Purut (citrus hystrix dc). Jurnal Biogenesis Vol. 2(1):13-15, 2005, 30 April 2014
Rahmi, Unzila dkk, Mei 2013, Profil Fitokimia Metabolit Sekunder dan Uji Aktivitas
Antioksidan Tanaman Jeruk Purut (citrus histrix dc) dan Jeruk Bali (citrus maxima (burm.f.)
Merr), Jurnal Kimia Unand (ISSN No. 2303-3401), Volume 2 Nomor 2, 30 April 2014









Ridjanovi, Midhat. PhD, J uly 2013, "Naive Translation Equivalent". Translation J ournal. Volume
17, No. 3, http://translationjournal.net/journal/65naive.htm, 10 July 2013.