Anda di halaman 1dari 22

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kehadirat Allah SWT, dimana atas segala rahmat dan izin-nya, kami
dapat menyelesaikan makalah tentang peran perawat dalam pengobatan.
Shalawat serta salam tak lupa penulis haturkan kepada junjungan kita Nabi semesta
alam Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan para pengikutnya hingga akhir zaman.
Alhamdulillah, kami dapat menyelesaikan makalah ini, walaupun penulis menyadari
bahwa masih banyak kekurangan dan kesalahan didalam makalah ini. ntuk itu kami
berharap adanya kritik dan saran yang membangun guna keberhasilan penulisan yang akan
datang.
Akhir kata, kami mengu!apkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu hingga terselesainya makalah ini semoga segala upaya yang telah di!urahkan
mendapat berkah dari Allah SWT. Amin.
Sukabumi, " #uni $%&'
(elompok )
1
DAFTAR ISI
(ATA *+N,ANTA-...............................&
/A0TA- 1S1.....................................$
2A2 1 *+N/A34AN
&.& 4atar 2elakang.........................."
&.$ -umusan Masalah..........................."
&." Tujuan................................."
&.' Man5aat...............................'
2A2 11 *+M2A3ASAN
$.& *eran perawat dalam pengobatan .......................)
$.$ 0ungsi perawat dalam pengobatan ........................6
$." *eran perawat dalam pemberian obat ....................7
2A2 111 *+NT*
".& (esimpulan.............................&8
".$ Saran.................................&8
/A0TA- *STA(A..............................&7
2
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
*erawat mempunyai peran dan 5ungsi yang penting dalam dunia kesehatan karena ia
merupakan perantara dokter yang berhubungan langsung dengan pasien dan membantu atau
melayani berbagai kebutuhan pasien, salah satunya adalah dalam terapi medis dan !ara
pemberian obat kepada pasien. *erawat adalah mata rantai terakhir dalam proses pemberian
obat kepada pasien. /ia yang lebih mengetahui tentang keadaan pasien sampai pada keluhan-
keluhan pasien.
*erawat memiliki peran yang utama dalam meningkatkan dan mempertahankan
dengan mendorong klien untuk proakti5 jika membutuhkan pengobatan. *engobatan atau
medikasi adalah obat yang diberikan untuk tujuan terapeutik atau menyembuhkan. 9bat dapat
diklasi5ikasikan melalui beberapa !ara, antara lain berdasarkan bahan kimia penyusunnya,
e5ek yang ditimbulkan oleh tubuh manusia.
(arena obat dapat menyembuhkan atau merugikan pasien, maka pemberian obat
menjadi tugas perawat yang paling penting. Tidak semua pasien tahu tentang obat dan !ara
kerja obat, ini disebabkan adanya beberapa 5a!tor diantaranya gangguan :isual, pendengaran,
intelektual, atau motorik yang mungkin membuat pasien sukar untuk minum obat. 9leh
karena itu, perawat bertanggung jawab bahwa obat itu benar diminum atau tidak. *erawat
yang paling tahu tentang kebutuhan dan respon pasien dalam terapi medis dan !ara
pemberian obat yang tepat.
1.2 Rumusan asala!
2erdasarkan latar belakang, maka dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai
berikut ;
3
Seperti apa peran perawat dalam pengobatan itu <
Seperti apa 5ungsi perawat dalam pengobatan itu <
Seperti apa peran perawat dalam pemberian obat itu <
1." Tu#uan
ntuk memenuhi tugas ilmu dasar keperawatan ) =0armakologi>.
Memahami peran perawat dalam pengobatan.
Memahami 5ungsi perawat dalam pengobatan.
Memahami peran perawat dalam pemberian obat.
1.$ an%aat
Makalah ini di buat oleh kami agar kami memahami dan dapat mengaplikasikan
langsung di lapangan tentang peran perawat dalam pengobatan.
4
BAB II
PEBAHASAN
2.1 Peran Pera&at
*eran adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap
seseorang sesuai kedudukannya dalam suatu system. *eran dipengaruhi oleh keadaan sosial
baik dari dalam maupun dari luar dan bersi5at stabil. *eran adalah bentuk dari perilaku yang
diharapkan dari seesorang pada situasi sosial tertentu. =(ozier 2arbara, &77);$&>.
*eran perawat yang dimaksud adalah !ara untuk menyatakan akti5itas perawat dalam
praktik, dimana telah menyelesaikan pendidikan 5ormalnya yang diakui dan diberi
kewenangan oleh pemerintah untuk menjalankan tugas dan tanggung keperawatan se!ara
pro5essional sesuai dengan kode etik pro5essional. /imana setiap peran yang dinyatakan
sebagai !iri terpisah demi untuk kejelasan.
Menurut (onsorsium 1lmu (esehatan Tahun &787 peran perawat terdiri dari ;
5
a. Sebagai pemberi asuhan keperawatan
*eran ini dapat dilakukan perawat dengan memperhatikan keadaan kebutuhan dasar
manusia yang dibutuhkan melalui pemberian pelayanan keperawatan. *emberian asuhan
keperawatan ini dilakukan dari yang sederhana sampai dengan kompleks.
*ada peran ini perawat diharapkan mampu ;
&. Memberikan pelayanan keperawatan kepada indi:idu, keluarga , kelompok atau
masyarakat sesuai diagnosis masalah yang terjadi mulai dari masalah yang bersi5at sederhana
sampai pada masalah yang kompleks.
$. Memperhatikan indi:idu dalam konteks sesuai kehidupan klien, perawat harus
memperhatikan klien berdasrkan kebutuhan signi5i!an dari klien.
b. Sebagai ad:okat klien
*eran ini dilakukan perawat dalam membantu klien dan keluarga dalam
menginterpretasikan berbagai in5ormasi dari pemberi pelayanan khususnya dalam
pengambilan persetujuan atas tindakan keperawatan.
6
*erawat juga berperan dalam mempertahankan dan melindungi hak-hak pasien. Tugas
perawat antara lain ;
&. 2ertanggung jawab membantu klien dan keluarga dalam menginterpretasikan in5ormasi
dari berbagai pemberi pelayanan dan dalam memberikan in5ormasi lain yang diperlukan
untuk mengambil persetujuan =in5orm !on!ern> atas tindakan keperawatan yang diberikan
kepadanya.
$. Mempertahankan dan melindungi hak-hak klien, harus dilakukan karena klien yang sakit
dan dirawat di rumah sakit akan berinteraksi dengan banyak petugas kesehatan. *erawat
adalah anggota tim kesehatan yang paling lama kontak dengan klien, sehingga diharapkan
perawat harus mampu membela hak-hak klien.
Seorang pembela klien adalah pembela dari hak-hak klien. *embelaan termasuk
didalamnya peningkatan apa yang terbaik untuk klien, memastikan kebutuhan klien terpenuhi
dan melindungi hak-hak klien =/isparty, &778 ;&'%>.
!. Sebagai edu!ator.
*eran ini dilakukan dengan membantu klien dalam meningkatkan tingkat pengetahuan
kesehatan, gejala penyakit bahkan tindakan yang diberikan sehingga terjadi perubahan
perilaku dari klien setelah dilakukan pendidikan kesehatan.
d. Sebagai koordinator.
7
*eran ini dilaksanakan dengan mengarahkan, meren!anakan serta mengorganisasi
pelayanan kesehatan dari tim kesehatan sehingga pemberi pelayanan kesehatan dapat terarah
serta sesuai dengan kebutuhan klien.
e. Sebagai kolaborator.
*eran ini dilakukan karena perawat bekerja melalui tim kesehatan yang terdiri dari
dokter, 5isioterapi, ahli gizi dengan berupaya mengidenti5ikasi pelayanan keperawatan yang
diperlukan.
5. Sebagai ?onselor
(onseling adalah proses membantu klien untuk menyadari dan mengatasi tekanan
psikologis atau masalah sosial untuk membangun hubungan interpersonal yang baik dan
untuk meningkatkan perkembangan seseorang. /idalamnya diberikan dukungan emosional
dan intelektual. *eran perawat antara lain ;
&. Mengidenti5ikasi perubahan pola interaksi klien terhadap keadaan sehat sakitnya.
$. *erubahan pola interaksi merupakan @/asarA dalam meren!anakan metode untuk
meningkatkan kemampuan adaptasinya.
". Memberikan konseling atau bimbingan penyuluhan kepada indi:idu atau keluarga dalam
mengintegrasikan pengalaman kesehatan dengan pengalaman yang lalu.
8
'. *eme!ahan masalah di 5okuskan pada masalah keperawatan.
g. Sebagai pembaharu.
*erawat mengadakan peren!anaan, kerjasama, perubahan yang sistematisdan terarah
sesuai dengan metode pemberian pelayanan keperawatan.
2.2 Fungs' Pera&at ( PK ST. )ar*lus 1+," -
a. 0ungsi *okok
Membantu indi:idu, keluarga dan masyarakat baik sakit maupun sehat dalam melaksanakan
kegiatan yang menunjang kesehatan, penyembuhan atau menghadapi kematian dengan tenang
sesuai dengan martabat manusia yang pada hakekatnya dapat mereka laksanakan tanpa
bantuan.
b. 0ungsi Tambahan
Membantu indi:idu, keluarga dan masyarakat dalam melaksanakan ren!ana pengobatan yang
ditentukan oleh dokter.
9
!. 0ungsi (olaborati5
Sebagai anggota tim kesehatan, bekerja sama saling membantu dalam meren!anakan dan
melaksanakan program kesehatan se!ara keseluruhan yang meliputi pen!egahan penyakit,
peningkatkan kesehatan, penyembuhan dan rehabilitasi.
/idalam menjalankan 5ungsinya maka seorang perawat kesehtan kerja
melakukan $ kelompok pekerjaan yang besar yaitu ;
B *enatalaksanaan kasus adalah dalam menerapkan proses keperawatan dan prinsip-prinsip
kesehatan masyarakat pada pekerja dan tempat kerja. /engan kata lain penatalaksanaan kasus
adalah penerapan standar pelayanan klinis keperawatan pada tenaga kerja.
B *enatalaksanaan program adalah penerapan 5ungsi-5ungsi administrasi pada program-
program kesehatan dan keselamatan kerja.
Menurut kozier =&77&> mengemukakan 5ungsi perawat ;
&. 0ungsi Mandiri =1ndependen>
Merupakan 5ungsi mandiri C tidak tergantung pada orang lain, dimana perawat dalam
melaksanakan tugasnya dilakukan se!ara sendiri dengan keputusan sendiri dalam melakukan
tindakan untuk memenuhi (/M.
10
$. 0ungsi (etergantungan =/ependen>
Merupakan 5ungsi perawat dalam melaksanakan kegiatannya atas pesan atau instruksi
dari perawat lain sebagai tindakan pelimpahan tugas yang diberikan. 2iasanya dilakukan oleh
perawat spesialis kepada perawat umum, atau dari perawat primer ke perawat pelaksana.
". 0ungsi (olaborati5 =1nterdependen>
0ungsi ini dilakukan dalam kelompok tim yang bersi5at saling ketergantungan
diantara tim satu dengan yang lainnya. 0ungsi ini dapat terjadi apabila bentuk pelayanan
membutuhkan kerjasama tim dalam pemebrian pelayanan. (eadaan ini tidak dapat diatasi
dengan tim perawat saja melainkan juga dari dokter ataupun lainnya.
2." Peran .era&at /alam .em0er'an *0at
A. Peran .era&at /alam .em0er'an *0at
*erawat harus terampil dan tepat saat memberikan obat, tidak sekedar memberikan pil
untuk diminum =oral> atau injeksi obat melalui pembuluh darah =parenteral>, namun juga
mengobser:asi respon klien terhadap pemberian obat tersebut. *engetahuan tentang man5aat
dan e5ek samping obat sangat penting dimiliki oleh perawat. *erawat memiliki peran yang
utama dalam meningkatkan dan mempertahankan kesehatan klien dengan mendorong klien
11
untuk lebih proakti5 jika membutuhkan pengobatan. *erawat berusaha membantu klien dalam
membangun pengertian yang benar dan jelas tentang pengobatan, mengkonsultasikan setiap
obat yang dipesankan dan turut serta bertanggungjawab dalam pengambilan keputusa tentang
pengobatan bersama dengan tenaga kesehatan lain. *erawat dalam memberikan obat juga
harus memperhatikan resep obat yang diberikan harus tepat, hitungan yang tepat pada dosis
yang diberikan sesuai resep dan selalu menggunakan prinsip &$ benar, yaitu;
&. 2enar (lien
D Selalu dipastikan dengan memeriksa identitas pasien dengan memeriksa gelang identi5ikasi
dan meminta menyebutkan namanya sendiri.
D (lien berhak untuk mengetahui alasan obat
D (lien berhak untuk menolak penggunaan sebuah obat
D Membedakan klien dengan dua nama yang sama
$. 2enar 9bat
D (lien dapat menerima obat yang telah diresepkan
D *erawat bertanggung jawab untuk mengikuti perintah yang tepat
D *erawat harus menghindari kesalahan, yaitu dengan memba!a label obat minimal tiga kali;
&. *ada saat melihat botol atau kemasan obat,
$. Sebelum menuangEmenghisap obat
". Setelah menuangE mengisap obat
12
D Memeriksa apakah perintah pengobatan lengkap dan sah
D Mengetahui alasan mengapa klien menerima obat tersebut
D Memberikan obat-obatan tanda; nama obat, tanggal kadaluarsa
". 2enar /osis 9bat
D /osis yang diberikan klien sesuai dengan kondisi klien.
D /osis yang diberikan dalam batas yang direkomendasikan untuk obat yang bersangkutan.
D *erawat harus teliti dalam menghitung se!ara akurat jumlah dosis yang akan diberikan,
dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut; tersedianya obat dan dosis obat yang
diresepkanE diminta, pertimbangan berat badan klien =mgE(g22Ehari>, jika ragu-ragu dosisi
obat harus dihitung kembali dan diperiksa oleh perawat lain.
D Melihat batas yang direkomendasikan bagi dosis obat tertentu.
'. 2enar Waktu *emberian
D *emberian obat harus sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
D /osis obat harian diberikan pada waktu tertentu dalam sehari. Misalnya seperti dua kali
sehari, tiga kali sehat, empat kali sehari dan F kali sehari sehingga kadar obat dalam plasma
tubuh dapat dipertimbangkan.
D *emberian obat harus sesuai dengan waktu paruh obat =t G >. 9bat yang mempunyai waktu
paruh panjang diberikan sekali sehari, dan untuk obat yang memiliki waktu paruh pendek
diberikan beberapa kali sehari pada selang waktu tertentu.
D *emberian obat juga memperhatikan diberikan sebelum atau sesudah makan atau bersama
makanan
D Memberikan obat obat-obat seperti kalium dan aspirin yang dapat mengiritasi mukosa
lambung bersama-sama dengan makanan.
D Menjadi tanggung jawab perawat untuk memeriksa apakah klien telah dijadwalkan untuk
13
memeriksa diagnostik, seperti tes darah puasa yang merupakan kontraindikasi pemeriksaan
obat.
). 2enar ?ara *emberian =rute>
D Memperhatikan proses absorbsi obat dalam tubuh harus tepat dan memadai.
D Memperhatikan kemampuan klien dalam menelan sebelum memberikan obat-obat peroral
D Menggunakan teknik aseptik sewaktu memberikan obat melalui rute parenteral
D Memberikan obat pada tempat yang sesuai dan tetap bersama dengan klien sampai obat oral
telah ditelan.
D rute yang lebih sering dari absorpsi adalah ;
&. oral = melalui mulut >; !airan , suspensi ,pil , kaplet , atau kapsul . H
$. sublingual = di bawah lidah untuk absorpsi :ena > H
". bukal =diantara gusi dan pipi>
'. topikal = dipakai pada kulit > H
). inhalasi = semprot aerosol > H
F. instilasi = pada mata, hidung, telinga, rektum atau :agina > H
6. parenteral ; intradermal , subkutan , intramuskular , dan intra:ena.
F. 2enar /okumentasikan.
*emberian obat sesuai dengan standar prosedur yang berlaku di rumah sakit. /an
selalu men!atat in5ormasi yang sesuai mengenai obat yang telah diberikan serta respon klien
terhadap pengobatan.
6. 2enar pendidikan kesehatan perihal medikasi klien
*erawat mempunyai tanggungjawab dalam melakukan pendidikan kesehatan pada
pasien, keluarga dan masyarakat luas terutama yang berkaitan dengan obat seperti man5aat
obat se!ara umum, penggunaan obat yang baik dan benar, alasan terapi obat dan kesehatan
14
yang menyeluruh, hasil yang diharapkan setelah pembeian obat, e5ek samping dan reaksi
yang merugikan dari obat, interaksi obat dengan obat dan obat dengan makanan, perubahan-
perubahan yang diperlukan dalam menjalankan akti:itas sehari-hari selama sakit, dsb.
8. 3ak klien untuk menolak
(lien berhak untuk menolak dalam pemberian obat. *erawat harus memberikan
1n5orm !onsent dalam pemberian obat.
7. 2enar pengkajianiksa TTI =Tanda-tanda :ital> sebelum pemberian obat.
*erawat selalu memer
&%. 2enar e:aluasi
*erawata selalu melihatE memantau e5ek kerja dari obat setelah pemberiannya.
&&. 2enar reaksi terhadap makanan
9bat memiliki e5ekti:itas jika diberikan pada waktu yang tepat. #ika obat itu harus
diminum sebelum makan =ante !imum atau a.!> untuk memperoleh kadar yang diperlukan
harus diberi satu jam sebelum makan misalnya tetrasiklin, dan sebaiknya ada obat yang harus
diminum setelah makan misalnya indometasin.
&$. 2enar reaksi dengan obat lain
*ada penggunaan obat seperti !hlorampheni!ol diberikan dengan omeprazol
penggunaan pada penyakit kronis
15
Hak 1 Hak Kl'en /alam Pem0er'an 20at
&. 3ak (lien Mengetahui Alasan *emberian 9bat
3ak ini adalah prinsip dari memberikan persetujuan setelah mendapatkan in5ormasi
= 1n5ormed !on!ent > , yang berdasarkan pengetahuan indi:idu yang diperlukan untuk
membuat suatu keputusan .
$. 3ak (lien untuk Menolak *engobatan
(lien dapat menolak untuk pemberian suatu pengobatan . Adalah tanggung jawab perawat
untuk menentukan , jika memungkinkan , alasan penolakan dan mengambil langkah J
langkah yang perlu untuk mengusahakan agar klien mau menerima pengobatan . #ika suatu
pengobatan ditolak , penolakan ini harus segera didokumentasikan. *erawat yang
bertanggung jawab, perawat primer, atau dokter harus diberitahu jika pembatalan pemberian
obat ini dapat membahayakan klien, seperti dalam pemberian insulin. Tindak lanjut juga
diperlukan jika terjadi perubahan pada hasil pemeriksaan laboratorium , misalnya pada
pemberian insulin atau war5arin = Taylor, 4illis and 4eMone, &77" H (ee and 3ayes, &77F >.
2erdasarkan hal-hal tersebut di atas, jelaslah bahwa pemberian obat pada klien merupakan
5ungsi dasar keperawatan yang membutuhkan ketrampilan teknik dan pertimbangan terhadap
perkembangan klien. *erawat yang memberikan obat-obatan pada klien diharapkan
mempunyai pengetahuan dasar mengenai obat dan prinsip-prinsip dalam pemberian obat.
Tidak sekedar memberikan pil untuk diminum atau injeksi obat melalui pembuluh
darah, namun juga mengobser:asi respon klien terhadap pemberian obat tersebut.
*engetahuan tentang man5aat dan e5ek samping obat sangat penting untuk dimiliki perawat.
*erawat memiliki peran yang utama dalam meningkatkan dan mempertahankan dengan
mendorong klien untuk proakti5 jika membutuhkan pengobatan.
16
/engan demikian ; perawat membantu klien membangun pengertian yang benar dan jelas
tentang pengobatan, mengkonsultasikan setiap obat yang dipesankan, dan turut bertanggung
jawab dalam pengambilan keputusan tentang pengobatan bersama tenaga kesehatan lainnya.
9bat adalah substansi yang berhubungan 5ungsi 5isiologis tubuh dan berpotensi
mempengaruhi status kesehatan. *engobatan E medikasi adalah obat yang diberikan untuk
tujuan terapeutik E menyembuhkan. 9bat dapat diklasi5ikasikan melalui beberapa !ara, antara
lain berdasarkan ; bahan kimia penyusunnya, e5ek yang ditimbulkan baik didalam
laboratorium maupun tubuh manusia.
B. Peran Dalam en/ukung Kee%ekt'%'tasan 20at
/engan memiliki pengetahuan yang memadai tentang daya kerja dan e5ek terapeutik obat,
perawat harus mampu melakukan obser:asi untuk menge:aluasi e5ek obat dan harus
melakukan upaya untuk meningkatkan kee5ekti5itasan obat. *emberian obat tidak boleh
dipandang sebagai pengganti perawatan, karena upaya kesehatan tidak dapat terlaksana
dengan pemberian obat saja. *emberian obat harus dikaitkan dengan tindakan perawatan.
Ada berbagai pendekatan yang dapat dipakai dalam menge:aluasi kee5ekti5itasan obat yang
diberikan kepada pasien. Namun, laporan langsung yang disampaikan oleh pasien dapat
digunakan pada berbagai keadaan. Sehingga, perawat penting untuk bertanya langsung
kepada pasien tentang kee5ekti5itasan obat yang diberikan.
). Peran /alam meng*0ser3as' e%ek sam.'ng /an alerg' *0at
*erawat mempunyai peran yang penting dalam mengobser:asi pasien terhadap
kemungkinan terjadinya e5ek samping obat.untuk melakukan hal ini, perawat harus
mengetahui obat yang diberikan pada pasien serta kemungkinan e5ek samping yang dapat
terjadi. 2eberapa e5ek samping obat khususnya yang menimbulkan kera!unan memerlukan
tindakan segera misalnya dengan memberikan obat-obatan emergensi, menghentikan obat
17
yang diberikan dan se!epatnya memberitahu dokter. *erawat harus memberitahu pasien yang
memakaiE minum obat di rumah mengenai tanda-tanda atau gejala e5ek samping obat yang
harus dilaporkan pada dokter atau perawat. Setiap pasien mempunyai ketahanan yang
berbeda terhadap obat. 2eberapa pasien dapat mengalami alergi terhadap obat-obat tertentu.
*erawat mempunyai peran penting untuk men!egah terjadinya alergi pada pasien akibat
pemberian obat. /ata tentang alergi harus diperoleh sewaktu perawat melakukan
pengumpulan data riwayat kesehatan.
D. Peran Pera&at /alam en4'm.an5 en4'a.kan5 /an5 Pen6atatan
/alam menyimpan obat harus diperhatikan tiga 5aktor utama, yaitu ;
&. Su!u, adalah 5aktor terpenting, karena pada umumnya obat itu bersi5at
termolabil =rusak atau berubah karena panas>, untuk itu perhatikan !ara penyimpanan
masing-masing obat yang berbeda-beda. Misalnya insulin, supositoria disimpan di
tempat sejuk K &)L? =tapi tidak boleh beku>, :aksin ti5oid antara $ - &%L?, :aksin
!a!ar air harus K )L?.
$. P*s's'5 pada tempat yang terang, letak setinggi mata, bukan tempat umum dan
terkun!i.
". Ke/alu&arsa, dapat dihindari dengan !ara rotasi stok, dimana obat baru
diletakkan dibelakang, yang lama diambil duluan. *erhatikan perubahan warna =dari
bening menjadi keruh> pada tablet menjadi basah E bentuknya rusak.
Pers'a.an 7
B ?u!i tangan sebelum menyiapkan obat
B *eriksa riwayat, kardek dan riwayat alergi obat
B *eriksa perintah pengobatan
B *eriksa label tempat obat sebanyak " kali
18
B *eriksa tanggal kadaluarsa
B *eriksa ulang perhitungan dosis obat dengan perawat lain
B *astikan kebenaran obat yang bersi5at toksik dengan perawat lain atauahli 0armasi
B uang tablet atau kapsul kedalam tempat obat. #ika dosis obat dalam unit,buka obat disisi
tempat tidur pasien setelah memastikan kebenaran identi5ikasi pasien
B Tuang !airan setinggi mata. Miniskus atau lengkung terendah dari !airan harus berada
pada garis dosis yang diminta
B +n!erkan obat-obat yang mengiritasi mukosa lambung =kalium, aspirin> atau berikan
bersama-sama dengan makanan
Pen6atatan 7
B 4aporkan kesalahan obat dengan segera kepada dokter dan perawat super:isor. 4engkapi
laporan peristiwa
B Masukkan kedalam kolom, !atatan obat yang diberikan, dosis, waktu rute, dan inisial
Anda.
B ?atat obat segera setelah diberikan, khususnya dosis stat
B 4aporkan obat-obat yang ditolak dan alasan penolakan.
E. Peran .era&at /alam melakukan .en/'/'kan kese!atan tentang *0at
*erawat mempunyai tanggung jawab dalam melakukan pendidikan kesehatan pada
pasien, keluarga, dan masyarakat luas. 3al ini termasuk pendidikan yang berkaitan dengan
obat. *erawat dapat memberikan penyuluhan tentang man5aat obat se!ara umum, sedangkan
in5ormasi yang lebih terperin!i bukan merupakan tanggung jawab perawat tetapi tanggung
jawab dokter.
19
BAB III
PENUTUP
".1 Kes'm.ulan
*eran perawat yang dimaksud adalah !ara untuk menyatakan akti5itas perawat dalam
praktik, dimana telah menyelesaikan pendidikan 5ormalnya yang diakui dan diberi
kewenangan oleh pemerintah untuk menjalankan tugas dan tanggung keperawatan se!ara
pro5essional sesuai dengan kode etik pro5essional.
20
*erawat harus terampil dan tepat saat memberikan obat, tidak sekedar memberikan pil
untuk diminum =oral> atau injeksi obat melalui pembuluh darah =parenteral>, namun juga
mengobser:asi respon klien terhadap pemberian obat tersebut. *engetahuan tentang man5aat
dan e5ek samping obat sangat penting dimiliki oleh perawat. *erawat memiliki peran yang
utama dalam meningkatkan dan mempertahankan kesehatan klien dengan mendorong klien
untuk lebih proakti5 jika membutuhkan pengobatan.
".2 Saran
Sebagai mahasiswa keperawatan sudah seharusnya kita memahami dan
mengaplikasikan langsung pada saat proses keperawatan mengenai peran perawat dalam
pengobatan agar ter!iptanya keperawatan pro5essional.
DAFTAR PUSTAKA
-amdan * Musup.$%&$.*engetahuan /asar 9bat ntuk *erawan.2andung;4?N *ress
+ntrepreneur
http;EEwww.5kep.unpad.a!.idE$%%8E&&Eperan-perawat-dalam-pemberian-obatE
21
=/iakses *ada Tanggal " #uni $%&'>.
http;EEsuharbara.wordpress.!omE$%&$E%)E%&Eperanan-perawat-dalam-pemberian-obatE
=/iakses *ada Tanggal " #uni $%&'>.
22