Anda di halaman 1dari 9

Dikdo prastowo

10215310176
Antena (radio)

Dibidang elektronika definisi antena adalah "transformator / struktur transmisi
antara gelombang terbimbing (saluran transmisi) dengan gelombang ruang bebas atau sebaliknya.
Sekarang antena adalah salah satu elemen penting yang harus ada pada
sebuah teleskop radio, TV, radar, dan semua alat komunikasi lainnya yang menggunakan sinyal".
Sebuah antena adalah bagian vital dari suatu pemancar atau penerima yang berfungsi untuk
menyalurkan sinyal radio ke udara.Bentuk antena bermacam macam sesuai dengan desain, pola
penyebaran dan frekuensi dan gain. Panjang antenna secara efektif adalah panjang
gelombang frekuensi radio yang dipancarkannya. Antenna setengah gelombang adalah sangat poluler
karena mudah dibuat dan mampu memancarkan gelombang radio secara efektif.
Fungsi
Fungsi antena adalah untuk mengubah sinyal listrik menjadi sinyal elektromagnetik, lalu meradiasikannya
(Pelepasan energy elektromagnetik ke udara / ruang bebas). Dan sebaliknya, antena juga dapat
berfungsi untuk menerima sinyal elektromagnetik (Penerima energy elektromagnetik dari ruang bebas )
dan mengubahnya menjadi sinyal listrik. Pada radar atau sistem komunikasi satelit, sering dijumpai
sebuah antena yang melakukan kedua fungsi (peradiasi dan penerima) sekaligus. Namun, pada
sebuah teleskop radio, antena hanya menjalankan fungsi penerima saja.
Karakter antena
+Ada beberapa karakter penting antena yang perlu dipertimbangkan dalam memilih jenis antena untuk
suatu aplikasi (termasuk untuk digunakan pada sebuah teleskop radio), yaitu pola radiasi,
directivity, gain, dan polarisasi. Karakter-karakter ini umumnya sama pada sebuah antena, baik ketika
antena tersebut menjadi peradiasi atau menjadi penerima, untuk suatu frekuensi, polarisasi, dan bidang
irisan tertentu. Misalnya, David Welkinson (0806322514) ingin membeli antena maka untuk mendapatkan
antena yang sesuai dengan fungsi yang dinginkan, ia harus memimilih antena dengan karakter yang
sesuai dengan fungsi yang dia inginkan.
Dikdo prastowo
10215310176



Pola radiasi
Pola radiasi antena adalah plot 3-dimensi distribusi sinyal yang dipancarkan oleh sebuah antena, atau
plot 3-dimensi tingkat penerimaan sinyal yang diterima oleh sebuah antena. Pola radiasiantenadibentuk
oleh dua buah pola radiasi berdasar bidang irisan, yaitu pola radiasi pada bidang irisan arah elevasi (pola
elevasi) dan pola radiasi pada bidang irisan arah azimuth (pola azimuth).
Kedua pola di atas akan membentuk pola 3-dimensi. Pola radiasi 3-dimensi inilah yang umum disebut
sebagai pola radiasi antena dipol. Sebuah antena yang meradiasikan sinyalnya sama besar ke segala
arah disebut sebagai antena isotropis. Antena seperti ini akan memiliki pola radiasi
berbentuk bola Namun, jika sebuah antena memiliki arah tertentu, di mana pada arah tersebut distribusi
sinyalnya lebih besar dibandingkan pada arah lain, maka antena ini akan memiliki directivity Semakin
spesifik arah distribusi sinyal oleh sebuah antena, maka directivity antena tersebut.
Antena dipol termasuk non-directive antenna. Dengan karakter seperti ini, antena dipol banyak
dimanfaatkan untuk sistem komunikasi dengan wilayah cakupan yang luas. Pada astronomi radio, antena
dipol digunakan pada teleskop radio untuk melakukan pengamatan pada rentang High Frekuensi (HF).
Bentuk data yang dapat diperoleh adalah variabilitas intensitas sinyal yang dipancarkan oleh sebuah
objek astronomi. Namun, karena antena dipol tidak memiliki directivity pada arah tertentu, teleskop radio
elemen tunggal yang menggunakan antena jenis ini tidak dapat digunakan untuk melakukan pencitraan.

Gain
Gain (directive gain) adalah karakter antena yang terkait dengan kemampuan antena
mengarahkan radiasi sinyalnya, atau penerimaan sinyal dari arah tertentu. Gain bukanlah kuantitas yang
dapat diukur dalam satuan fisis pada umumnya seperti watt, ohm, atau lainnya, melainkan suatu bentuk
perbandingan. Oleh karena itu, satuan yang digunakan untuk gain adalah desibel.

Polarisasi
Polarisasi didefinisikan sebagai arah rambat dari medan listrik. Antena dipol memiliki polarisasi linear
vertikal . Mengenali polarisasi antena amat berguna dalam sistem komunikasi, khususnya untuk
mendapatkan efisiensi maksimum pada transmisi sinyal. Pada astronomi radio, tujuan mengenali
polarisasi sinyal yang dipancarkan oleh sebuah objek astronomi adalah untuk mempelajari medan
magnetik dari objek tersebut.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pola radiasi, yang pertama adalah Half-power
Beamwidth (HPBW), atau yang biasa dikenal sebagai beanwidth suatu antena. Dalam astronomi radio,
beamwidth adalah resolusi spasial dari sebuah teleskop radio, yaitu diameter sudut minimun dari dua
buah titik yang mampu dipisahkan oleh teleskop radio tersebut. Secara teori, beamwidth untuk antena
yang berbentuk parabola dapat ditentukan.

Dikdo prastowo
10215310176
Penggunaan antena
Penggunaan antena pada radio
Antena adalah salah satu elemen penting yang harus ada pada sebuah teleskop radio. Fungsinya adalah
untuk mengubah sinyal listrik menjadi sinyal elektromagnetik, lalu meradiasikannya. Dan sebaliknya,
antena juga dapat berfungsi untuk menerima sinyal elektromagnetik dan mengubahnya
menjadi sinyal listrik. Sehinnya sinyal radio yang dipancarkan oleh stasiun radio dapat ditangkap
oleh radio.

Penggunaan antena pada televisi
Berdasarkan peraturan internasional yang berkaitan dengan pengaturan penggunaan frekwensi
(Radio Regulation) untuk penyiaran televisi pada pita frekwensi VHF dan UHF. Sejarah pertelevisian
diIndonesia diawali pada tahun 1962 oleh TVRI di Jakarta dengan menggunakan pemancar televisi VHF.
Pembangunan pemancar TVRI berjalan dengan cepat terutama setelah diluncurkannya satelite palapa
pada tahun 1975. Pada tahun 1987, yaitu lahirnya stasiun penyiaran televisi swasta pertama
di Indonesia, stasiun pemancar TVRI telah mencapai jumlah kurang lebih 200 stasiun pemancar yang
keseluruhannya menggunakan frekwensi VHF, dan pemancar TV swasta pertama tersebut diberikan
alokasi frekuensi pada pita UHF. Kebijaksanaan penggunaan pita frekwensi VHF untuk TVRI dan UHF
untuk swasta. Sehingga untuk menagkap siran TV digunakan antena VHF dan UHF.

Penggunaan antena pada radar
Radar atau Radio Detection and Ranging adalah suatu alat yang sistemnya memancarkan gelombang
elektromagnetik berupa gelombang radio dan gelombang mikro. Pantulan dari gelombang yang
dipancarkan tadi digunakan untuk mendeteksi obyek. Radar menggunakan spektrum gelombang
elektromagnetik pada rentang frekuensi 300 MHz hingga 30 GHz atau
panjang gelombang 1 cm hingga1 meter. Komponen sistem radar :
1. Transmiter untuk membangkitkan sinyal radio dari osilator.
2. Waveguide adalah penghubung antara Transmiter dan Antena.
3. Receiver adalah penerima pantulan sinyal radio
4. Signal processor adalah peralatan yang mengubah sinyal analog ke sinyal digital.
5. Radar Controller adalah penghubung yang akan mengantarkan informasi ke user

Berdasarkan fungsi
Berdasarkan fungsinya antena dibedakan menjadi antena pemancar, antena penerima, dan antena
pemancar sekaligus penerima. Di Indonesia antena pemancar banyak dimanfaatkan pada staisun-satsiun
radio dan televisi. Selanjutnaya antena penerima, antena penerima ini bisanya digunakan pada alat-alat
seperti radio, tv, dan alat komunikasi lainnya.

Dikdo prastowo
10215310176
Berdasarkan gainnya
Berdasarkan besarnya Gainnya antena dibedakan menjadi antena VHF dan UHF yang biasanya
digunakan pa TV. Kiranya semua orang tahu bahwa besarnya daya pancar, akan memengaruhi besarnya
signal penerimaan siaran televisi disuatu tempat tertentu pada jarak tertentu dari stasiun pemancar
televisi. Semakin tinggi daya pancar semakin besar level kuat medan penerimaan siaran televisi. Namun
demikina besarnya penerimaan siaran televisi tidak hanya dipengaruhi oleh besarnya daya pancar. Untuk
memperbesar daya pancar pada stasiun Tv dan daya terima pada Tv maka perlu digunakan antena.
Besarnya Gain antena dipengaruhi oleh jumlah dan susunan antena serta frekuensi yang digunakan.
Antena pemancarUHF tidak mungkin digunakan untuk pemancar TV VHF dan sebaliknya, karena akan
menimbulkan VSWR yang tinggi. Sedangkan antena penerima VHF dapat saja untuk menerima signal
UHF dan sebaliknya, namun Gain antenanya akan sangat mengecil dari yang seharusnya. Kualitas hasil
pencaran dari pemancar VHF dibandingkan dengan kualitas hasil pancaran dari pemancar UHF adalah
sama asalkan keduanya memenuhi persyaratan dan spesifikasi yang telah ditentukan.
Berdasarkan polarisasinya
Berdasarkan polarisasinya antena dibedakan menjadi dua yaitu antena dipol dan monopol. Antena dipol
memiliki polarisasi linear vertikal, sedangkan antena monopol polarisasinya hanya pada satu arah.
Dengan karakter seperti ini, antena dipol banyak dimanfaatkan untuk sistem komunikasi dengan wilayah
cakupan yang luas. Antena Directional dan antena Omnidirectional Antenna Directional adalah antenna
yang pola radiasi pancarannya terarah sehingga efektifitas pancaran radio hanya ke satu arah
saja,sedangkan antenna Omnidirectional dapat memancarkan gelombang ke segala arah.Yang termasuk
Antenna Directional adalah antena model Yagi seperti kebanyakan yang dipakai sebagai antena
penerima siaran TV.Contoh antena omnidirectional adalah antena modelgroundplane.

Berdasarkan bentuknya
Antena berdasarkan bentuknya antara lain: mikrostrip, parabola, vee, horn, helix, dan loop. Walaupun
amat sering dijumpai teleskop radio yang menggunakan antena berbentuk parabola, ada beberapa jenis
antena lainnya yang juga sering digunakan pada sebuah teleskop radio atau interferometer. Misalnya,
Mauritius Radio Telescope(MRT) yang menggunakan 1084 buah antena berbentuk helix . Contoh lainnya
adalah teleskop radio yang menggunakan antena berbentuk horn, yang digunakan oleh Arno
Penzias dan Robert Woodrow Wilson ketika menemukan Cosmic Microwave Background(CMB). Contoh
antena berdasarkan bentuknya adalah antena parabola, Antena parabola merupakan antena yang
berbentuk parabola, pancaran sinyal akan dikonsentrasikan pada titik tengah antenna. Antenna parabola
biasanya didesain untuk Frekuensi Ultra Tinggi UHF, penerima siaran TV Satelit, dan
transmisi gelombang mikro.





Dikdo prastowo
10215310176

1. Directional
2. Omni Directional

Fungsi antena adalah untuk mengubah sinyal listrik menjadi sinyal elektromagnetik, lalu
meradiasikannya (Pelepasan energy elektromagnetik ke udara / ruang bebas). Dan
sebaliknya, antena juga dapat berfungsi untuk menerima sinyal elektromagnetik
(Penerima energy elektromagnetik dari ruang bebas ) dan mengubahnya menjadi sinyal
listrik. Pada radar atau sistem komunikasi satelit, sering dijumpai sebuah antena yang
melakukan kedua fungsi (peradiasi dan penerima) sekaligus. Namun, pada sebuah
teleskop radio, antena hanya menjalankan fungsi penerima saja.

Karakter antena

Ada beberapa karakter penting antena yang perlu dipertimbangkan dalam memilih jenis
antena untuk suatu aplikasi (termasuk untuk digunakan pada sebuah teleskop radio), yaitu
pola radiasi, directivity, gain, dan polarisasi. Karakter-karakter ini umumnya sama pada
sebuah antena, baik ketika antena tersebut menjadi peradiasi atau menjadi penerima,
untuk suatu frekuensi, polarisasi, dan bidang irisan tertentu. Misalnya, David Welkinson
(0806322514) ingin membeli antena maka untuk mendapatkan antena yang sesuai dengan
fungsi yang dinginkan, ia harus memimilih antena dengan karakter yang sesuai dengan
fungsi yang dia inginkan.

Pola radiasi

Pola radiasi antena adalah plot 3-dimensi distribusi sinyal yang dipancarkan oleh sebuah
antena, atau plot 3-dimensi tingkat penerimaan sinyal yang diterima oleh sebuah antena.
Pola radiasiantena dibentuk oleh dua buah pola radiasi berdasar bidang irisan, yaitu pola
radiasi pada bidang irisan arah elevasi (pola elevasi) dan pola radiasi pada bidang irisan
arah azimuth (pola azimuth).Kedua pola di atas akan membentuk pola 3-dimensi. Pola
radiasi 3-dimensi inilah yang umum disebut sebagai pola radiasi antena dipol. Sebuah
antena yang meradiasikan sinyalnya sama besar ke segala arah disebut sebagai antena
isotropis. Antena seperti ini akan memiliki pola radiasi berbentuk bola Namun, jika
sebuah antena memiliki arah tertentu, di mana pada arah tersebut distribusi sinyalnya
lebih besar dibandingkan pada arah lain, maka antena ini akan memiliki directivity
Semakin spesifik arah distribusi sinyal oleh sebuah antena, maka directivity antena
tersebut.Antena dipol termasuk non-directive antenna. Dengan karakter seperti ini, antena
dipol banyak dimanfaatkan untuk sistem komunikasi dengan wilayah cakupan yang luas.
Dikdo prastowo
10215310176
Pada astronomi radio, antena dipol digunakan pada teleskop radio untuk melakukan
pengamatan pada rentang High Frekuensi (HF). Bentuk data yang dapat diperoleh adalah
variabilitas intensitas sinyal yang dipancarkan oleh sebuah objek astronomi. Namun,
karena antena dipol tidak memiliki directivity pada arah tertentu, teleskop radio elemen
tunggal yang menggunakan antena jenis ini tidak dapat digunakan untuk melakukan
pencitraan.

Gain

Gain (directive gain) adalah karakter antena yang terkait dengan kemampuan antena
mengarahkan radiasi sinyalnya, atau penerimaan sinyal dari arah tertentu. Gain bukanlah
kuantitas yang dapat diukur dalam satuan fisis pada umumnya seperti watt, ohm, atau
lainnya, melainkan suatu bentuk perbandingan. Oleh karena itu, satuan yang digunakan
untuk gain adalah desibel.

Polarisasi

Polarisasi didefinisikan sebagai arah rambat dari medan listrik. Antena dipol memiliki
polarisasi linear vertikal . Mengenali polarisasi antena amat berguna dalam sistem
komunikasi, khususnya untuk mendapatkan efisiensi maksimum pada transmisi sinyal.
Pada astronomi radio, tujuan mengenali polarisasi sinyal yang dipancarkan oleh sebuah
objek astronomi adalah untuk mempelajari medan magnetik dari objek tersebut.Ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pola radiasi, yang pertama adalah Half-
power Beamwidth (HPBW), atau yang biasa dikenal sebagai beanwidth suatu antena.
Dalam astronomi radio, beamwidth adalah resolusi spasial dari sebuah teleskop radio,
yaitu diameter sudut minimun dari dua buah titik yang mampu dipisahkan oleh teleskop
radio tersebut. Secara teori, beamwidth untuk antena yang berbentuk parabola dapat
ditentukan.

Antena Directional

Antena jenis ini merupakan jenis antena dengan narrow beamwidth, yaitu punya sudut
pemancaran yang kecil dengan daya lebih terarah, jaraknya jauh dan tidak bisa
menjangkau area yang luas, antena directional mengirim dan menerima sinyal radio
hanya pada satu arah, umumnya pada fokus yang sangat sempit, dan biasanya digunakan
untuk koneksi point to point, atau multiple point, macam antena direktional seperti antena
grid, dish "parabolic", yagi, dan antena sectoral.

Antena Omni-Directional

Antena ini mempunyai sudut pancaran yang besar (wide beamwidth) yaitu 3600; dengan
daya lebih meluas, jarak yang lebih pendek tetapi dapat melayani area yang luas Omni
antena tidak dianjurkan pemakaian-nya, karena sifatnya yang terlalu luas se-hingga ada
kemungkinan mengumpulkan sinyal lain yang akan menyebabkan inter-ferensi. antena
omnidirectional mengirim atau menerima sinyal radio dari semua arah secara sama,
biasanya digunakan untuk koneksi multiple point atau hotspot.
Dikdo prastowo
10215310176

Type Antena

1. Antena Omni directional

Sebuah antena Omni directional adalah antena daya sistem yang memancar secara
seragam dalam satu pesawat dengan bentuk pola arahan dalam bidang tegak lurus. This
pattern is often described as "donut shaped". Pola ini sering digambarkan sebagai "donat
berbentuk". Omnidirectional antenna can be used to link multiple directional antenna in
outdoor point-to-multipoint communication systems including cellular phone connections
and TV broadcasts. Antena Omnidirectional dapat digunakan untuk menghubungkan
beberapa antena directional di outdoor point-to-multipoint komunikasi systems termasuk
sambungan telepon selular dan siaran TV.Antena omni mempunyai sifat umum radiasi
atau pancaran sinyal 360-derajat yang tegak lurus ke atas. Omnidirectional antena secara
normal mempunyai gain sekitar 3-12 dBi. Yang digunakan untuk hubungan Point-To-
Multi-Point ( P2Mp) atau stu titik ke banyak titik di sekitar daerah pancaran. Yang baik
bekerja dari jarak 1-5 km, akan menguntungkan jika client atau penerima menggunalan
directional antenna atau antenna yang ter arah.Yang ditunjukkan di bawah adalah pola
pancaran khas RFDG 140 omnidirectional antena. Radiasi yang horisontal dengan
pancaran 360-derjat. Radiasi yang horisontal pada dasarnya E-Field.yang berbeda
dengan, polarisasi yang vertikal adalah sangat membatasi potongan sinyal yang di
pancarkan. Antena ini akan melayani atau hanya memberi pancaran sinyal pada
sekelilingnya atau 360 derjat, sedamgkan pada bagian atas antena tidak memiliki sinyal
radiasi.
Pola radiasi dari antenna Omni

2. Antena Grid

Antena ini merupakan salah satu antena wifi yang populer. Sudut pola pancaran antena
ini lebih fokus pada titik tertentu sesuai pemasangannya.

Dikdo prastowo
10215310176
3. Antena Parabolik

Pola radiasi antenna parabolic

Dipakai untuk jarak menengah atau jarak jauh

Gain-nya bisa antara 18 sampai 28 dBi
Pola radiasi dari antena ParabolikKelebihan antenna parabola
Dapat digunakan untuk menerima 3 satellite sekaligus tanpa harus menggerakkan
antenna.
Dapat menampilkan gambar dari semua TV dari satelit yang ditangkap dalam sekejap.
Kondisi permanent sehingga tidak gampang goyah terhadap posisi.
Signal quality dapat maksimumKekurangan antenna parabola
Tidak dapat digunakan menangkap satelit lebih dari 5
Membutuhkan lebih banyak LNBF
Channel yang diterima lebih sedikit


Dikdo prastowo
10215310176
3. Antena Sectoral

pola radiasi antenna sectoral

Antena Sectoral hampir mirip dengan antena omnidirectional. Yang juga digunakan
untuk Access Point to serve a Point-to-Multi-Point (P2MP) links. Beberapa antenna
sectoral dibuat tegak lurus , dan ada juga yang horizontal.Antena sectoral mempunyai
gain jauh lebih tinggi dibanding omnidirectional antena di sekitar 10-19 dBi. Yang
bekerja pada jarak atau area 6-8 km. Sudut pancaran antenna ini adalah 45-180 derajat
dan tingkat ketinggian pemasangannya harus diperhatikan agar tidak terdapat kerugian
dalam penangkapan sinyal.Pola pancaran yang horisontal kebanyakan memancar ke arah
mana antenna ini di arahkan sesuai dengan jangkauan dari derajat pancarannya,
sedangkan pada bagian belakang antenna tidak memiliki sinyal pancaran.Antenna
sectoral ini jika di pasang lebih tinggi akan menguntungkan penerimaan yang baik pada
suatu sector atau wilayah pancaran yang telah di tentukan.