Anda di halaman 1dari 10

TITRASI KOMPLEKSOMETRI

I. Hari, tanggal :
Praktikum ini dilaksanakan pada :
hari : Kamis
tanggal : 03 Januari 2013
tempat : Laboratorium Kimia Analitik jurusan analis kesehatan
II. Tujuan
1. Memahami dan melakukan titrasi kompleksometri dengan baik dan benar.
2. Mengetahui konsentrasi EDTA yang dititrasi oleh ZnSO
4.

III. Dasar Teori
Titrasi kompleksometri merupakan titrasi yang berdasarkan atas
pembentukan persenyawaan kompleks (ion kompleks atau garam yang sukar
mengion).Salah satu cara penetapan kadar suatu ion logam berdasarkan
terbentuknya suatu senyawa kompleks antar ion logam dengan senyawa
pembentuk kompleks ialah dengan kompleksometri. Senyawa pembentuk
kompleks sebagai donor elektron sedangkan ion logam yang bertindak sebagai
akseptor elektron. Dalam larutan alkali, pembentukan kompleks lebih efisien dan
lebih stabil. Namun, jika terlalu alkali, perlu diwaspadai akan terbentuknya
endapan logam teroksidasi.
Kompleksometri dapat melibatkan reaksi pembentukan kompleks, atau reaksi
ligan (dimana ligan pada ion pusat atau logam digantikan oleh ligan lain).Ada
beberapa faktor yang mempengaruhi reaksi kompleks diantaranya kestabilan ion
kompleks dan kereaktifan ligan. Kestabilan ion logam dicirikan oleh harga
ketetapan ketakstabilan kompleks. Salah satu reagen yang sangat serbaguna
sebagai zat pengompleks adalah EDTA atau bentuk garamnya serta tersedianya
berbagai jenis indikator ion logam yang efektif pada pH tertentu.
Reagen yang digunakan adalah EDTA dan EBT.
a. EDTA
EDTA adalah reagensia yang sangat reaktif karena ia berkompleks dengan
banyak sekali kation di -,tri -,tetra valen.EDTA sebagai asam memiliki valensi 4
dengan harga pKa yaitu 2;2,7;6,2;10,3.Dari harga pKa ini maka pembentukan
kompleks dapat berjalan pada suasana asam,netral,atau alkalis.Jika sebagai garam
natrium,EDTA dengan rumus Na
2
H
2
C
10
H
12
O
8
N
2
.2H
2
O (BME 372,25)
b. INDIKATOR EBT
Indikator yang dibutuhkan dalam titrasi kompleksometri adalah indicator ion
logam.Pada prinsipnya indicator ion logambereaksi membuat senyawa kompleks
dengan ion logam membentuk kompleks yang berwarna lain dengan warna
indicator dalam bentuk bebas.Indikator yang dipakai contohnya adalah EBT
Eriocrom Black T = Hitam Solokrom.EBT merupakan indicator yang sesuai
untuk titrasi Zn dengan EDTA dalam buffer amoniak pH 9.EBT tidak stabil
dalam larutan dan larutannya harus dibuat baru agar memperoleh perubahan
warna yang benar.
Reaksi antara ion Mg
2+
dengan EDTA tanpa adanya penambahan indikator adalah
:
Mg
2+
+ H2Y
2-
MgY
2-
+ 2H
+

Jika sebelum titrasi ditambahkan indikator maka indicator akan membentuk
kompleks dengan Mg
2+
(berwarna merah) kemudian Mg
2+
dalam komplek akan
bereaksi dengan EDTA yang ditambahkan.Jika semua Mg
2+
sudah bereaksi
dengan EDTA maka warna merah akan hilang selanjutnya kelebihan sedikit
EDTA akan menyebabkan terjadinya titik akhir titrasi yaitu terbentuknya warna
biru.
Mg Ind
-
+ H
2
Y
2-
MgY
2-
+ H Ind
2-
+ H
+

(merah) (tak berwarna) (biru)
IV. Alat dan Bahan
A. Alat
1. Nereca analitik
2. Botol timbang
3. Sendok
4. Batang pengaduk
5. Pipet volum
6. Pipet tetes
7. Gelas kimia
8. Labu ukur
9. Labu erlenmeyer
10. Gelas ukur
11. Corong
12. Pengaduk
13. Statif
14. Buret
15. Kertas saring
16. Tisue
B. Bahan
1. EDTA
2. Buffer NH
4
Cl
3. EBT 1 %
4. NaCl
5. ZnSO
4.
7H
2
O
6. Aquades
V. Cara Kerja
A. Menimbang ZnSO
4
0,2875 gram menggunakan nereca analitik
1. Massa ZnSO
4
yang akan ditimbang dihitung.
2. Alat dan bahan disiapkan.
3. Nereca dihubungkan dengan daya listrik untuk proses warming-up selama
5-10 menit.
4. Nereca dihidupkan dengan menekan tombol ON.
5. Nereca dipastikan dalam keadaan datar.
6. Nereca dipastikan dalam keadaan 0,00 g.
7. Nereca dibuka, botol timbang diletakkan di dalam nereca, membuka tutup
botol timbang dan tutup botol timbang juga diletakkan di dalam nereca,
nereca ditutup.
8. Berat kosong dicatat setelah skala menunjukkan stabil.
9. Perhitungan dilakukan secara tepat.
10. ZnSO
4
ditambahkan secara kontinyu dengan menggunakan sendok.
11. Penambahan dihentikan pada kurang lebih 10 % berat yang ditimbang.
12. Botol timbang ditutup.
13. Nereca ditutup.
14. Berat total dicatat setelah nereca menunjukkan stabil.
B. Melarutkan ZnSO
4
0,01 M 100 mL pada labu ukur
1. Alat dan bahan disiapkan.
2. Semua alat gelas dibilas dengan aquades sebanyak tiga kali.
3. Corong diletakkan pada labu ukur dengan sedikit memberi celah antara
keduanya menggunakan tissue.
4. Aquades ditambahkan pada botol timbang yang telah terisi ZnSO
4
kira-
kira sampai 1/3 dari volume botol timbang.
5. ZnSO
4
diaduk menggunakan pengaduk sampai larut.
6. Larutan dimasukkan ke dalam labu ukur ditempatkan pada batang
pengaduk supaya tidak tercecer.
7. Langkah 4,5 dan 6 diulang sampai seluruh ZnSO
4
larut dan tidak
tertinggal dalam botol timbang.
8. Botol timbang dan pengaduk dibilas diatas labu ukur.
9. Corong dibilas di atas labu ukur, diambil.
10. Aquades ditambahkan sampai volume labu ukur, digoyangkan.
11. Aquades ditambahkan sampai volume labu ukur, digoyangkan.
12. Aquades ditambahkan sampai di bawah tanda tera.
13. Dinding labu ukur dikeringkan menggunakan kertas saring.
14. Aquades ditambahkan sedikit demi sedikit menggunakan pipet tetes
sampai batas tanda tera.
15. Labu ukur ditutup kemudian dihomogenkan.
C. Titrasi
1. Alat dan bahan disiapkan.
2. Buret dibilas sebanyak tiga kali menggunakan aquades kemudian dibilas
menggunakan EDTA.
3. EDTA dituangkan pada buret menggunakan corong.
4. Dinding bagian dalam buret dibersihkan.
5. Volume EDTA pada buret dicatat.
6. Labu erlenmeyer diisi 25,0 mL ZnSO
4
dengan cara dipipet menggunakan
pipet volum.
7. Ditambahkan buffer 1 mL.
8. Ditambahkan EBT 1 % sepucuk sendok.
9. Labu erlenmeyer yang telah berisi ZnSO
4
25 mL + bufffer 1 mL + EBT 1
% sepucuk sendok diletakkan di bawah statif.
10. Titrasi dilakukan dengan kran pada statif dibuka sampai mengeluarkan
tetesan-tetesan EDTA sambil labu erlenmeyer digoyangkan.
11. Kegiatan tersebut dilakukan sampai larutan ZnSO
4
pada erlenmeyer
menunjukan perubahan warna.
12. Kran ditutup ketika larutan ZnSO
4
telah menunjukkan perubahan warna.
13. Volume EDTA pada buret dicatat.
14. Titrasi dilakukan sebanyak tiga kali.
VI. Hail Praktikum
A. Hasil penimbang ZnSO
4

Benda yang ditimbang Berat
Botol timbang g
ZnSO
4
g
Berat total

yang dihasilkan g
Berat ZnSO
4
yang dihasilkan g

B. Hasil titrasi
Titrasi Volume awal (ml) Volume akhir (ml) Volume titrasi (ml)
I
II
III

VII. Pembahasan
A. Menimbang ZnSO
4

Massa ZnSO
4
yang diperlukan untuk membuat larutan ZnSO
4
0,01 M
sebanyak 100 mL diperoleh dari perhitungan :
M =



0,01 =



massa = 0,2875 gram

Menimbang ZnSO
4
0,2875 gram
Berat botol timbang = gram
Perhitungan
Toleransi 10 % berat ZnSO
4
10 % x 0,2875 = 0,02875
Taksiran berat total
0,02875 =
+ 0,02875 =
Penimbangan dihentikan pada kisaran antara sampai dan
menghasilkan berat total gram. Sedangkan massa ZnSO
4
yang
dihasilkan adalah gram.
B. Menghitung konsentrasi ZnSO
4

M =



M =


M = M

C. Menentukan konsentrsi EDTA
1. Titrasi I
M primer x ml primer = Msekunder x ml sekunder
M
ZnSO4
x ml
ZnSO4
= M
EDTA
x ml
EDTA
x 25 = M
EDTA
x


M
EDTA
=

2. Titrasi II
M primer x ml primer = M sekunder x ml sekunder
M
ZnSO4
x ml
ZnSO4
= M
EDTA
x ml
EDTA
x 25 = M
EDTA
x


M
EDTA
=

3. Titrasi III
M primer x ml primer = Mekunder x ml sekunder
M
ZnSO4
x ml
ZnSO4
= M
EDTA
x ml
EDTA
x 25 = M
EDTA
x


M
EDTA
=



Menentukan konsentrasi rata-rata EDTA

=

Menentukan selisih rata-rata
S
I
= M
I
Mr = =
S
II
= M
II
Mr = =
S
III
= M
III
Mr = =

Selisih rata-rata =

=

Menentukan BTR



=


=

















VIII. Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum, konsentrasi EDTA adalah M
dengan BTR

IX. Daftar Pustaka
Vogel. 1994. Buku Ajar Vogel : Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik. EGC :
Jakarta .
R. A,Day,Underwood.1992.Analisa Kuantitatif.Jakarta:Erlangga.


Yogyakarta, 03 Januari 2012
Mengetahui,
Pembimbing Praktikan


1. Sujono, SKM. M,Sc Nelly Ristanti
2. Narendra Yoga M, ST, M. Biotech














LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK
TITRASI KOMPLEKSOMETRI





Disusun oleh :

NELLY RISTANTI
P07134112023
REGULER A
SEMESTER I




POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
2012/2013