Anda di halaman 1dari 8

Sediaan Steril

Sterilisasi adalah proses yang dirancang untuk menciptakan keadaan steril. Secara tradisional
keaadan steril adalah kondisi mutlak yang tercipta sebagai akibat penghancuran dan
penghilangan semua mikroorganisme hidup. Konsep ini menyatakan bahwa steril adalah istilah
yang mempunyai konotasi relative, dan kemungkinan menciptakan kondisi mutlak bebas dari
mikroorganisme hanya dapat diduga atas dapat proyeksi kinetis angka kematian
mikroba.(Lachman hal.1254)
Produk steril adalah sediaan terapetis dalam bentuk terbagi-bagi yang bebas dari
mikroorganisme hidup. Pada prinsip ini termasuk sediaan parenteral mata dan iritasi. Sediaan
parenteral ini merupakan sediaan yang unik diantara bentuk obat terbagi-bagi, karena sediaan ini
disuntikan melalui kulit atau membran mukosa kebagian dalam tubuh. karena sediaan
mengelakkan garis pertahanan pertama dari tubuh yang paling efisien, yakni membran kulit dan
mukosa, sediaan tersebut harus bebas dari kontaminasi mikroba dan dari komponen toksis,dan
harus mempunyai tingkat kemurnian tinggi atau luar biasa. Semua komponen dan proses yang
terlibat dalam penyediaan dalam produk ini harus dipilih dan dirancang untuk menghilangkan
semua jenis kontaminasi apakah fisik, kimia, mikrobiologis. (Lachman hal 1292)
Ampul adalah wadah berbentuk silindris yang terbuat dari gelas yang memiliki ujung runcing
(leher) dan bidang dasar datar. Ukuran nominalnya adalah 1, 2, 5, 10, 20 kadang-kadang juga 25
atau 30 ml. Ampul adalah wadah takaran tunggal, oleh karena total jumlah cairannya ditentukan
pemakaian dalam satu kali pemakaiannya untuk satu kali injeksi. Menurut peraturan ampul
dibuat dari gelas tidak berwarna, akan tetapi untuk bahan obat peka cahaya dapat dibuat dari
bahan gelas berwarna coklat tua. Ampul gelas berleher dua ini sangat berkembang pesat sebagai
ampul minum untuk pemakaian peroralia (R. Voigt hal. 464)
Ampul merupakan wadah takaran tunggal sehingga penggunaannya untuk satu kali injeksi.
Ampul dibuat dari bahan gelas tidak berwarna akan tetapi untuk bahan obat yang peka terhadap
cahaya, dapat digunakan ampul yang terbuat dari bahan gelas berwarna coklat tua.
Hal-hal yang perlu diperhatikan antara dalam keadaan:
1. Tidak perlu pengawet karena merupakan takaran tunggal
2. Tidak perlu isotonis
3. Diisi melalui buret yang ujungnya disterilkan terlebih dahulu dengan
alkohol 70 %
4. Buret dibilas dengan larutan obat sebelum diisi
Injeksi telah digunakan untuk pertama kalinya pada manusia sejak tahun 1660, meskipun
demikian perkembangan pertama injeksi semprot baru berlangsung pada tahun 1852, khususnya
pada saat dikenalkannya ampul gelas, untuk mengembangkannya bentuk aplikasi ini lebih lanjut.
Ampul gelas secara serempak dirumuskan oleh apoteker LIMOUSIN (Perancis) dan
FRIEDLAENDER (Jerman) pada tahun 1886.
Injeksi adalah sediaan steril yang disuntikkan dengan cara merobek jaringan ke dalam kulit
atau melalui kulit atau melalui selaput lender. Umumnya hanya larutan obat dalam air yang bisa
diberikan secara intravena. Suspensi tidak bisa diberikan karena bahaya hambatan pembuluh
kapiler. Suspensi air, minyak dan larutan minyak biasanya tidak dapat diberikan secara subkutan,
karena akan timbul rasa sakit dan iritasi. Jaringan otot mentolerasi minyak dan partikel-partikel
yang tersuspensi cukup baik, di dalam minyak sehingga jaringan tersebut merupakan satu-
satunya rute yang biasanya cocok untuk minyak dan suspensi dalam minyak.
Persyaratan dalam larutan injeksi :
Kerja optimal dan sifat tersatukan dari larutan obat yang diberikan secara parenteral hanya
akan diperoleh jika persyaratan berikut terpenuhi :
- Sesuainya kandungan bahan obat yang dinyatakan di dalam etiket dan yang ada dalam sediaan,
tidak terjadi penggunaan efek selama penyimpanan akibat perusakan obat secara kimia dan
sebagainya.
- Penggunaan wadah yang cocok, yang tidak hanya memungkinkan sediaan tetap steril tetapi
juga mencegah terjadinya antaraksi antarbahan obat dan material dinding wadah.
- Tersatukan tanpa terjadinya reaksi. Untuk beberapa faktor yang paling menentukan: bebas
kuman, bebas pirogen, bebas pelarut yang secara fisiologis, isotonis , isohidris, bebas bahan
melayang.
Intravena
Merupakan larutan, dapat mengandung cairan yang tidak menimbulkan iritasi yang dapat
bercampur dengan air, volume 1 ml sampai 10 ml. Larutan ini biasanya isotonis dan hipertonis.
Bila larutan hipertonis maka disuntikkan perlahan-lahan. Larutan injeksi intravena harus jernih
betul, bebas dari endapan atau partikel padat, karena dapat menyumbat kapiler dan menyebabkan
kematian. Penggunaan injeksi intravena tidak boleh mengandung bakterisida dan jika lebih dari
10 ml harus bebas pirogen.
Pemberian obat intramuscular menghasilkan efek obat yang kurang cepat, tetapi biasanya
efek berlangsung lebih lama dari yang dihasilkan oleh pemerian lewat IV.
Syarat pemerian obat secara IM :
1. dapat berupa larutan, air, minyak, atau suspensi. Biasanya dalam bentuk air lebih cepat diabsorbsi
dari pada bentuk suspensi dan minyak.
2. dilakukan dengan cara memasukkan ke dalam otot rangka
3. tempat penyuntikan sebaiknya sejauh mungkin dari syaraf- syaraf utama dan pembuluh-pembuluh
darah utama.
4. pada orang dewasa, tempat yang paling sering digunakan utnuk suntik IM, adalah seperempat
bagian atas luar otot gluteus max. pada bayi, daerah glutel sempit dan komponen utama adalah
lemak, Bukan otot
5. tempat suntikan lebih baik dibagian atas atau bawah deltoid, karena lebih jauh dari syaraf radial.
6. Volume yang umum diberikan IM, sebaiknya dibatasi maximal 5 mili, bila disuntuikan didaerah
glutel dan 2 ml bila di deltoid.
Injeksi Antibiotik untuk Meningitis
Meningitis merupakan peradangan meningen biasanya disebabkan bakteri atau virus.Bakteri
yang dapat menimbulkan penyakit ini adalah antara lain : Haemophilus influenzae, Neisseria
meningitidis, Streptococcus pneumoniae, Mycobacterium tuberculosis. Sedangkan virus yang
dapat menyebabkan meningitis antara lain: virus coxsackie, virus gondongan dan virus
koriomeningitis limfositik.
Ampisilin merupakan salah satu antibiotik yang dapat digunakan untuk mengobati
meningitis. Penggunaanya biasa dikombinasi dengan sulbaktam untuk meningkatkan aktivitas
nya. Dosis lazim yang digunakan adalah: 1,5 gr 3gr kombinasi antara ampisilin dengan
sulbaktam dengan perbandingan 2:1. berdasarkan literatur 375 mg kombinasi tersebut larut
dalam 1 ml air. Sehingga bentuk sediaan yang dipakai adalah ampul rekonstitusi karena
ampisilin tidak stabil pada air pada waktu yang lama.
Injeksi Antibiotik Golongan Beta Laktam
Suspensi kering adalah sediaan khusus dengan preparat berbentuk serbuk kering yang baru
dirubah menjadi suspensi dengan penambahan airr sesaat sebelum digunakan.
Kebanyakan dari obat-obat yang dibuat dari campuran kering untuk suspensi oral adalah
obat-obat anatibiotik karena obat-obat seperti antibiotik tidak stabil untuk disimpan dalam
periode tertentu dengan adanya cairan pembawa air maka lebih sering diberikan sebagai
campuran serbuk keringuntuk dibuat suspensi pada waktu pada waktu akan diberikan. Alasan
pembuatan suspensi kering salah satunya adalah karena obat-obat tertentu tidak stabil secara
kimia bila ada dalam larutan tapi stabil bila disuspensi.
Suspensi kering dibuat dengan granulasi maupun tanpa granukasi. Granulasi adalah suatu
metode yang memperbesar ukuran partikel serbuk guna memperbaiki sifat alir serbuk.
Persyaratan pada sebuah granulat sebaiknya :
1. Dalam bentuk dan warana yang sedapat mungkin teratur
2. Memiliki sifat alir yang baik
3. Tidak terlalu kering
4. Hancur baik dalam air
5. Menunjukkan kekompakan mekanis yang memuaskan
Injeksi Antiasma
Asma adalah suatu penyakit alergi yang bercirikan peradangan steril kronis yang disertai
serangan sesak napas akut secara berkala mudah tersengal-sengal dan batuk (dengan bunyi khas).
Ciri lain adalah hipersekresi dahak yang biasanya lebih parah pada malam hari dan
meningkatkan ambang rangsang (hiperreaktivitas) bronchi terhadap rangsangan alergis maupun
non alergis.
Aminofilin digunakan sebagai antiasma golongan beta2-mimetika yang mempunyai indikasi
sama dengan teofilin sebagai bronkodilator. Pada bronkospasme yang akut aminofilin diberikan
melalui intravena secara injeksi atau infuse. (Obat-Obat Penting)
Injeksi Aminofilin
Teofilin secara langsung merelaksasi otot polos pada saluran pernafasan, menyebabkan
bronkodilatasi serta meningkatkan sirkulasi pernafasan dan kapasitas vital paru-paru.
Injeksi Amikasin
Amikasin merupakan antibiotik golongan aminoglikosida yang memiliki khasiat untuk
mengatasi basil gram negatif terutama Pseudomonas. Zat ini terutama digunakan untuk terapi
singkat pada infeksi yang resisten terhadap aminoglikosida lain.
Injeksi Antihipertensi Golongan Beta Bloker
Propanolol HCl adalah bentuk garam dari Propanolol yang lebih mudah larut dalam air.
Memiliki khasiat sebagai anti hipertensi (-blocker) yang digunakan secara intra vena (i.v).
Propanolol HCl merupakan obat antiaritmia dari kelas II -bloker. Propanolol HCl
memperlihatkan dua efek langsung lain yang berkaitan dengan efek antiaritmia, yaitu
meningkatkan arus masuk ion K
+
dan pada kadar yang tinggi menekan arus masuk ion Na
+
yang
dikenal sebagai efek stabilitas membran. Dalam keadaan darurat, propanolol dapat diberikan
secara intravena dengan dosis 1-3 mg diberikan dalam beberapa menit. (farmakologi dan terapi
hal 308).
Injeksi Vitamin C
Vitamin C tidak boleh diberikan secara oral kepada pasien dalam kondisi tertentu seperti
pasien penderita maag. Namun pada keaadaan defisiensi vitamin C pasien tersebut harus segera
diberikan suplemen vitamin C. Oleh sebab itu vitamin c dibuat dalam bentuk sediaan injeksi.
Injeksi intravena vitamin C dapat menyebabkan pusing dan pingsan, oleh sebab itu vitamin C
dibuat dalam bentuk injeksi intra muscular, walaupun pemmberian secara IM akan meninggalkan
rasa sakit ditempat suntikan. Pemerian obat IM memberikan efek obat yang kurang tepat, tetapi
biasanya efek berlangsung lebih lama dari yang dihasilkan oleh pemberian lewat IV.
Injeksi Atropin Sulfat
Injeksi atropin sulfat adalah larutan steril atropine sulfat dlam air untuk injeksi yang telah dibuat
isotonic dengan penambahan NaCl (FI IV hal 117).
Persyaratan : Mengandung atropine sulfat (C17H23NO3)2.H2SO4.H20 , tidak kurang dari 93,0
% dan tidak lebih dari 107,0 % dari jumlah yang tertera pada etiket.
Farmakologi : Pengaruh atropine sulfat terhadap jantung bifasik, atropine juga dapat
menghambat bradikardia, yang ditimbulkan oleh obat kolinergik. Atropine tidak mempengaruhi
tekanan darah secara langsung. Atropine juga ttidak berefek terhadap sirkulasi darah bila
diberikan sendiri.
Injeksi Oxytocin (Intramuskular)
Oksitosin (k's-t'sn) (bahasa Yunani: "kelahiran cepat") adalah hormon pada manusia yang
berfungsi untuk merangsang kontraksi yang kuat pada dinding rahim/uterus sehingga
mempermudah dalam membantu proses kelahiran.
Injeksi oksitosin adalah larutan steril dalam pelarut yang sesuai, bahan yang mengandung
hormon polipeptida yang mempunyai sifat yang menyebabkan kontraksi otot rahim, otot
vaskular, dan otot halus lain, yang dibuat dengan sintesis atau diperoleh dari globus posterior
kelenjar pituitaria hewan peliharaan sehat yang biasa dimakan.
Injeksi Ampicilin
Salah satu zat aktif yang dapat dibuat kedalam sediaan injeksi adalah ampisillin. Ampisillin
merupakan suatu antibiotik. Umumnya injeksi ampisillin diberikan melalui rute intravena (i.v)
atau melalui rute intramuskular (i.m). Efek yang dihasilkan secara intravena lebih cepat bila
dibandingkan dengan pemberian secara intramuskular. Pemberian dengan cara parenteral
dilakukan bila diinginkan kerja obat yang lebih cepat. Rute ini diberikan jika penderita tidak
sadarkan diri, tidak dapat menerima obat melalui oral atau bila obat tersebut tidak efektif dengan
cara pemberian lain.
Injeksi Vitamin A ( Intramuscular )
Vitamin A, dikenal dengan nama Retinol atau Asam Retinoik. Vitamin A adalah salah satu
vitamin yang larut dalam lemak. Molekul lemak pulalah yang mengantarkan vitamin ini ke
seluruh bagian tubuh. Artinya bila kita tidak mengkonsumsi lemak sama sekali, maka kita tidak
bisa mendapatkan manfaat vitamin tersebut
Mengingat bahwa tubuh kita tidak bisa memproduksi vitamin A, maka satu-satunya cara
adalah mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A. Vitamin ini bisa didapat dari
makanan yang berasal dari hewan maupun dari tumbuhan. Sebenarnya bukan vitamin A yang
dikandung sayuran tersebut, tapi beta karoten. Beta karoten inilah yang kemudian diubah tubuh
menjadi vitamin A.
Vitamin A sangat berguna untuk penglihatan, terutama di malam hari. Juga bermanfaat untuk
kekebalan tubuh, pembentukan dan pemeliharaan sel-sel kulit, saluran pencernaan dan selaput
kulit. Meski tak banyak orang yang tahu, vitamin A sebenarnya ikut mempengaruhi pertumbuhan
gigi dan tulang belulang yang sehat.
Vitamin A dibuat dalam bentuk sediaan injeksi dan digunakan oleh pasien yang memerlukan
efeknya secara cepat. Injeksi adalah sediaan steril yang disuntikkan dengan cara merobek
jaringan kedalam kulit atau melalui selaput lendir. Injeksi dapat berupa larutan, emulsi, suspensi
atau serbuk steril yang harus dilarutkan atau disuspensikan lebih dahulu sebelum digunakan.
Injeksi Epinefrin HCl
Zat aktif yang digunakan adalah kortison, tetapi dikarenakan zat tersebut sukar larut dalam
pelarut air, maka digunakan bentuk garamnya sebagai zat aktif yaitu, hidrokortison Na asetat,
dengan dosis yang digunakan adalah 100mg/hari. Dan proses sterilisasi secara aseptis.
Pada injeksi ini digunakan pemakaian dosis ganda, sehingga diperlukan penambahan
pengawet. Karena dalam pengambilannya selalu berulang sehingga kemungkinan terkontaminasi
dengan udara sangat mudah. Pengawet yang digunakan yaitu Benzalkonium klorida yang
berfungsi sebagai anti mikrobal.
Hal-hal yang harus diperhatikan :
1. Tidak perlu pengawet, karena merupakan takaran tunggal
2. Tidak perlu isotonis, kecepatan untuk subkengan udara panas suhuutan dan i.v volume besar
3. Tidak perlu dapar untuk mempertahankan stabilitas pHnya. Dicari cara sterilisasi yang sama, jika
pH yang lewat asam, basa itu dikhawatirkan bila tidak ada dapar. Misalnya pH 5/9 sebaiknya
didapar
4. Isi melalui buret, dimana ujungnya disterilkan dulu dengan alkohol 70% dengan kapas
5. Bilas buret dengan larutan obat sebelum diisi
Injeksi Propanolol (Intravena)
Propanolol HCl merupakan obat antiaritmia dari kelas II -bloker. Propanolol HCl
memperlihatkan dua efek langsung lain yang berkaitan dengan efek antiaritmia, yaitu
meningkatkan arus masuk ion K
+
dan pada kadar yang tinggi menekan arus masuk ion Na
+
yang
dikenal sebagai efek stabilitas membran. Dalam keadaan darurat, propanolol dapat diberikan
secara intravena dengan dosis 1-3 mg diberikan dalam beberapa menit. (farmakoligi dan terapi
hal 308)
Injeksi Digoksin ( Intravena )
Injeksi Digoxin adalah larutan steril digoksin dalam pelarut yang sesuai. Digoksin merupakan
glikosida kardiotonik yang diperoleh dari daun Digitalis lanata. Digoksin, manfaatnya pada
gagal jantung kongestif terutama karena efek peningkatan kontraktilitas jantung, sehingga
menyebabkan peningkatan curah jantung sehingga tekanan vena berkurang dan akan mengurangi
gejala bendungan. Selain itu juga menyebabkan perlambatan denyut ventrikel dan fibrilasi dan
flutter atrium, namun pada dosis toksik dapat menimbulkan aritmia. Injeksi digoksin dibuat
dalam bentuk suspensi, karena digoksin merupakan zat aktif yang tidak larut dalam air. Agar
larut dan stabil maka digunakan zat tambahan yaitu suspending agent. Suspending agent yang
digunakan adalah CMC Na (Carboxymetylcellulosa natrium) dengan konsentrasi 0,05 0,75 %,
digunakan dalam konsentrasi yang rendah agar dapat bercampur dengan darah dan tidak
menghambat aliran darah.
Zat pengisotonis tidak digunakan dalam sediaan ini karena voleme sediaan kecil yaitu 1 ml. Zat
pengawet juga tidak digunakan karena sediaan ini merupakan dosis tunggal. Sebelum dicampur
dengan suspending agent, digoksin digerus terlebih dahulu agar ukuran partikelnya lebih kecil
dan seragam sehingga lebih mudah terdispersi dan tidak mengendap ketika digunakan. Rute
pemberian adalah secara intravena yang menimbulkan efek lebih cepat daripada intramuscular
atau subcutan karena digoksin merupakan obat jantung yang efeknya harus cepat selain itu
pemberian intramuscular dapat menimbulkan nyeri yang hebat dan nekrosis.
Injeksi Diazepam ( Intravena )
Diazepam merupakan obat golongan anastesi umum yang digunakan untuk menghilangkan rasa
sakit disertai hilangnya kesadaran. Diazepam dibuat dalam bentuk sediaan injeksi yang ditujukan
dalam keadaan darurat katrena dapat mencapai efek yang cepat.
Injeksi Strikinin NO3 ( Intravena )
FARMAKOLOGI
Striknin bekerja dengan cara mengadakan antagonisme kompetitif terhadap transmitor
penghambatan yaitu glisin di daerah penghambatan pasca sinaps. Striknin menyebabkan
perangsangan pada semua bagian SSP. Obat ini merupakan konvulsan kuat dengan sifat kejang
yang khas. Sifat khas yang lainnya dari kejang striknin ialah kontraksi ekstensor yang simetris
yang diperkuat oleh rangsangan sensorik yaitu pendengaran, penglihatan dan perabaan.
Injeksi Vitamin D ( Intravena )
Salah satu zat aktif yang dapat digunakan pada sediaan injeksi adalah vit.D. dalam praktikum ini
akan dibuat sediaan injeksi yang mengandung calcitriol yaitu 1,25- dihidroksikolekalsiferol yang
merupakan analog dari vitamin D.injeksi calcitriol adalah larutan obat steril dan isotonis yang
mempunyai pH mendekati 7, berkhasiat sebagai hipokalsemia.
Injeksi Klopromazin (Intramuscular)
Injeksi klorpromazin adalah sediaan larutan steril yang mengandung klorpromazin hidroklorida
dalam air injeksi (British Pharmacopeia 2007, hal. 2419) yang diberikan melalui rute
intramuskular (BNF 37, hal169).
Injeksi Hidrokortison
Pemberian hidrokortison bertujuan untuk memperbaiki kekurangan akibat insufisiensi sekresi
korteks adrenal akibat gangguan fungsi atau struktur adrenal sendiri (insufisiensi primer) atau
hipofisis (insufisiensi sekunder). Hidrokortison juga diberikan pada pasien reumatoid yang
sifatnya progesif, dengan pembengkakan dan nyeri sendi yang hebat sehingga mengganggu
sosio-ekonomi pasien, meskipun telah diberikan istirahat, terapi fisik, dan obat golongan anti-
inflamasi nonsteroid. Hidrokortison bekerja dengan mempengaruhi kecepatan sintesis protein.
Molekul hormon memasuki sel jaringan melalui membran plasma secara difusi pasif di jaringan
target, kemudian bereaksi dengan reseptor protein yang spesifik dalam sitoplasma sel jaringan
dan membentuk kompleks reseptor-steroid. Kompleks ini mengalami perubahan konformasi, lalu
bergerak menuju nukleus dan berikatan dengan kromatin. Ikatan ini menstimulasi traskripsi RNA
dan sintesis protein spesifik. Induksi sintesis protein ini merupakan perantara efek fisiologik
steroid. (Farmakologi dan terapi ed 4 hal 485, 496)
Injeksi Gagal Jantung (Intravena)
Digoksin adalah glikosida jantung yang diekstraksi dari daun Digitalis lanata. Pengaruh glikosida
jantung terhadap otot jantung tergantung dosis dan berupa efek langsung terhadap otot jantung
serta sistem konduksi dan efek tidak langsung terhadap sistem kardiovaskuler yang dihantarkan
melalui sistem saraf otonom
Injeksi Hipoglikemia
Injeksi hipoglikemia adalah injeksi yang digunakan untuk menurunkan kadar gula darah.
Biasanya digunakan pada penderita yang mengalami kelebihan gula darah. Keadaan ini biasanya
disebut dengan diabetes. Antidiabetik merupakan kelompok obat yang digunakan dalam
pengobatan diabetes mellitus (DM) dan dibedakan atas insulin dan antidiabetik oral. Insulin
tergolong hormon polipeptida yang awalnya diekstraksi dari pankreas babi maupun sapi tetapi
kini telah dapat disintesis dengan teknologi rekombinan DNA menggunakan E.coli.
Berdasarkan mula dan lama kerjanya jenis insulin dibedakan atas :
1. Insulin kerja singkat (short acting) disebut juga soluble, regular insulin
2. Insulin kerja sedang (intermediate acting)
3. Insulin kerja sedang dengan mula kerja singkat
4. Insulin kerja lama (long acting)
Insulin diberikan subkutan dengan tujuan mempertahankan kadar gula darah dalam batas normal
sepanjang hari yaitu 80-120 mg% dan saat puasa 80-160 mg% setelah makan. Untuk usia di atas
60 tahun, batas ini lebih tinggi yaitu puasa kurang dari 150 mg% dan kurang dari 200 mg%
seteleh makan.
Dosis dan frekuensi penyuntikan ditentukan berdasarkan kebutuhan setiap pasien akan insulin,
oleh karena itu pasien harus diajarkan memantau kadar gula darahnya sendiri.
Injeksi Anti Radang Anti Rematik
Dexamethason mempunyai kegunaan sebagai anti inflamasi. Dexamethason dibuat sediaan
injeksi karena untuk mendapatkan efek yang lebih cepat. Wadah yang digunakan berbentuk
ampul karena sediaan injeksi dexamethason merupakan sediaan dosis tunggal dimana
pemakaiannya hanya untuk satu kali. Pengawet harus ditambahkan untuk menjaga tumbuhnya
mikroba sehingga sterilitas tetap terjaga.
Injeksi Teofilin


- Aminofilin merupakan kompleks 2:1 dari Teofilin dan etilendiamin (Handbook on Injectabe hal
85)
- Teofilin sebagai z.a untuk antiasma
- Etilendiamin digunakan agar terbentuk kompleks aminofilin yang mudah larut dalam air
- Bentuk pemberian adalah injeksi iv yang digunakan dalam wadah dosis tunggal ampul
- Tidak perlu ditambahkan pengawet karena sediaan dalam wadah dosis tunggal
- Sterilisasi akhir dengan autoklaf karena zat tetap stabil pada pemanasan tinggi