Anda di halaman 1dari 5

Hipoglikemi Pada Bayi

1. Pengertian
Istilah hypoglikemi digunakan bila kadar gula darah bayi secara bermakna dibawah rata-
rata bayi seusia dan berat badan yang sama. Sebagai batasannya pada bayi aterm (cukup bulan)
dengan berat badan 25 gram atau lebih! kadar glukosa plasma darah lebih rendah dari " mg#dl
dalam $2 %am pertama dan & mg#dl pada hari berikutnya! sedangkan pada berat badan lahir
rendah dibawah 25 mg#dl.
'lukosa merupakan sumber energi utama selama kehidupan %anin! walaupun asam amino
dan laktat ikut berperan pada kehamilan lan%ut. (ecepatan glukosa yang diambil %anin tergantung
dari kadar gula darah ibu! kadar gula darah %anin sekitar dua pertiga dari kadar gula darah ibu.
(arena terputusnya hubungan plasenta dan %anin! maka terhenti pula pemberian glukosa. )ayi
aterm dapat mempertahankan kadar gula darah sekitar 5-* mg#dl selama $2 %am pertama!
sedangkan bayi berat lahir rendah ())+,) dalam kadar & mg#dl.
-ikatakan %uga hipoglikemi apabila kadar gula darah kurang dari " mg#dl pada semua
neonatus tanpa menilai masa gestasi atau ada tidaknya ge%ala hipoglikemi. )iasanya terdapat
pada bayi makrosomia. .mumnya hipoglikemi ter%adi pada neonatus berumur 1-2 %am. /al ini
disebabkan oleh karena bayi tidak lagi mendapatkan glukosa dari ibu! sedangkan insulin plasma
masih tinggi dengan kadar glukosa darah yang menurun. /ipoglikemi %arang ter%adi pada ibu
yang dipantau glukosa darahnya dengan baik.
0erdapat & kelompok besar bayi neonatal yang secara pato1isiologik mempunyai resiko
tinggi mengalami hipoglikemi! yaitu 2
a. )ayi yang dilahirkan oleh ibu yang menderita diabetes melitus atau menderita diabetes selama
kehamilan dan bayi yang menderita penyakit eritroblastosis 1etalis berat! bayi demikian
cenderung menderita hiperinsulinisme.
b. )ayi dengan berat badan lahir rendah yang mungkin mengalami malnutrisi intrauterin! yang
mengakibatkan cadangan glikogen hati dan lemak tubuh total menurun. ))+, yang termasuk
rawan adalah bayi kecil menurut usia kehamilan! salah satu bayi kembar yang lebih kecil (berat
badan berbeda 253 atau lebih! berat badan lahir kurang 2 kg! bayi yang menderita
polisitemia! bayi yang dilahirkan oleh ibu yang menderita toksemia dan bayi dengan plasenta
yang abnormal! terutama sangat peka dan mudah terkena gangguan ini. 4aktor-1aktor lain yang
%uga berperan akan timbulnya hipoglikemia pada kelompok ini mencakup respon insulin yang
tidak normal! gangguan glikoneogenesis! asam lemak bebas yang rendah! rasio berat otak#hati
yang meningkat! kecepatan produksi kortisol yang rendah dan mungkin kadar insulin yang
meningkat serta respon keluaran epine1rin yang menurun.
c. )ayi yang sangat imatur (kecil) atau yang sedang sakit berat dapat menderita hipoglikemia
karena meningkatnya kebutuhan metabolisme yang melebihi cadangan kalori! dan bayi dengan
berat badan lahir rendah yang menderita sindrom gawat na1as! as1iksia perinatal! polisitemia!
hipotermia dan in1eksi sistemik dan bayi yang mengalami kelainan %antung bawaan sianotik yang
menderita gagal %antung.
d. Pada bayi yang menderita kelainan genetik atau gangguan metabolisme primer (%arang ter%adi)
seperti galaktosemia! penyakit penyimpanan glikogen! intoleransi 1ruktosa! propionat asidemia!
metilmalonat asidemia! tirosinemia! penyakit sirop mapel! sensiti5itas leusin! insulinoma!
nesidioblastosis sel beta! hiperplasia 1ungsional sel beta 1ungsional! panhipopituitarisme dan
sindrom beckwith serta bayi raksasa.
2. Insiden
4rekuensi keseluruhan hipoglikemia adalah 2-"#1 kelahiran hidup! tetap secara cukup
berarti lebih tinggi dikalangan bayi dengan berat badan lahir rendah! %ika dihubungkan dengan
usia kehamilan mereka terutama bayi yang memperlihatkan kesulitan prenatal atau yang
mengalami sakit berat. Insiden di kalangan bayi yang dilahirkan oleh ibu yang menderita
diabetes dapat sampai sebesar $53. Insiden lebih rendah pada bayi yang dilahirkan oleh ibu
yang menderita diabetes kehamilan dan lebih rendah! tetapi masih meningkat dikalangan bayi
dengan berat badan lahir rendah.
". (lasi1ikasi hipoglikemi
6mpat kelompok pato1isiologi bayi neonatus resiko tinggi untuk menderita hipoglikemia adalah 2
a) )ayi-bayi dari ibu yang menderita diabetes melitus atau diabetes selama kehamilan! bayi dengan
eritroblastosis 1oetalis berat! insulinoma! nesidioblastosis sel 7! hiperplasia sel 7 1ungsional!
mutasi gen reseptor sul1onilurea! sindrom beckwith! dan panhipopituitarisme yang tampaknya
menderita hiperinsulinisme
b) )ayi dengan retardasi pertumbuhan intrauterine atau bayi preterm mungkin mengalami
malnutrisi intrauterine sehingga mengakibatkan penurunan penyimpanan glikogen hati dan
lemak tubuh total 2 bayi kembar ! bayi polisitemia! bayi dari ibu toksemia! dan bayi dengan
kelainan plasenta adalah yang rentan terhadap hipoglikemia
c) )ayi yang amat imatur atau sakit berat dapat menderita hipoglikemia karena kenaikan kebutuhan
metabolik yang tidak seimbang dalam menyimpan substrat dan kalori yang tersedia. )ayi dengan
))+, yang menderita sindrom gawat na1as! aspiksia! hipotermia! polisitemia! dan in1eksi
sistemik. In1us intra5ena yang terganggu terutama mereka yang kadar glukosanya tinggi akan
cepat ter%adinya hipoglikemia.
d) )ayi dengan de1ek metabolik genetik atau primer seperti galaktosemia! penyakit penyimpanan
glikogen! intoleransi 1ruktosa! asidemia propionat! dll
&. Penyebab
/ipoglikemi pada neonatus dapat disebabkan oleh berbagai kondisi dalam klasi1ikasi
diatas! demikian %uga oleh 1aktor-1aktor lain yang belum begitu %elas.
5. 8ani1estasi klinis
(e%adian hipoglikemi sukar diketahui karena ge%alanya %uga di%umpai bila disertai
keadaan lain seperti in1eksi terutama sepsis dan meningitis! kelainan perdarahan dan edema
susunan sara1 pusat! as1iksia! penghentian obat! apnea pada prematuritas! kelainan %antung
bawaan! polisitemia dan %uga dapat di%umpai pada bayi sehat normoglikemik.
*. 0anda dan 'e%ala
Saat timbulnya ge%ala ber5ariasi dari beberapa hari sampai satu minggu setelah lahir.
)erikut ini merupakan ge%ala klinis yang disusun mulai dengan 1rekuensi tersering! yaitu gemetar
atau tremor! serangan sianosis! apati! ke%ang! serangan apnea intermiten atau takipnea! tangis
yang melemah atau melengking! kelumpuhan atau letargi! kesulitan minum dan terdapat gerakan
putar mata. -apat pula timbul keringat dingin! pucat! hipotermia! gagal %antung dan henti
%antung. Sering berbagai ge%ala timbul bersama-sama. (arena ge%ala klinis tersebut dapat
disebabkan oleh bermacam-macam sebab! maka bila ge%ala tidak menghilang setelah pemberian
glukosa yang adekuat! perlu dipikirkan penyebab lain.
$. ,encana tindakan atau penanganan segera
1. Pertahankan suhu tubuh bayi dalam keadaan normal (penanganan hipotermia).
2. Penyuntikkan larutan glukosa 15-23 sebanyak 2 ml#kg )) melalui 5ena peri1er.
". Selan%utnya larutan glukosa 13 sebanyak *-93 ml#kg ))#2& %am.
&. )ila dalam waktu *-12 %am pertama kadar gula darah tetap dibawah " mg3 penderita harus
diberi 2
/idrokortison 5 mg#kg ))#hari
:;0/ & unit#kg ))#hari
-eksametason !5 mg#kg ))
5. )ila tidak ada serangan ke%ang! bolus glukosa 13 intra5ena 2 mg#kg (2 m+#kg) e1ekti1 untuk
menaikkan kadar glukosa darah. )ila ada ke%ang & m+#kg in%eksi bolus glukosa 13 terindikasi.
9. Penatalaksanaan
1. -engan memperhatikan tanda atau ge%ala tersebut diatas! maka diambil tindakan segera yaitu 2
a. )eri air gula kira-kira " cc satu kali pemberian dan obser5asi keadaannya.
b. Pertahankan suhu tubuh dengan cara membungkus bayi dengan kain hangat! %auhkan dari hal-hal
yang dapat menyerap panas bayi.
c. Segera beri :SI (:ir Susu Ibu).
d. <bser5asi keadaan bayi! yaitu tanda-tanda 5ital! warna kulit! re1lek dan semua ge%ala yang ada
diatas.
e. )ila tidak ada perubahan selama = 2& %am dalam ge%ala-ge%ala tersebut segera ru%uk ke rumah
sakit.
2. 'lukosa darah >25 mg#dl (1!1 mmol#l) atau terdapat tanda hipoglikemi! maka 2
a. Pasang %alur I?! berikan glukosa 13 2 ml#kg )) secara pelan dlam 5 menit.
b. In1us glukosa 23 sesuai kebutuhan rawatan.
c. Periksa kadar glukosa darah 1 %am setelah bolus glukosa dan kemudian " %am sekali
@ika kadar glukosa darah masih >25 mg#dl (1!1 mmol#l) ulangi pemberian bolus glukosa sperti
tersebut diatas dan lan%utkan pemberian in1us.
@ika kadar glukosa darah 2&-25 mg#dl (1!1-2!* mmol#l) lan%utkan in1us dan ulangi pemeriksaan
kadar glukosa setiap " %am sampai kadar glukosa &5 mg#dl (2!* mmol#l) atau lebih.
@ika kadar gluosa darah &5 mg#dl (2!* mmol#l) atau lebih dalam dua kali pemberian berturut-
turut! ikuti petun%uk tentang 1rekuensi pemeriksaan kadar glukosa darah kembali normal.
d. :n%urkan ibu menyusui! bila bayi tidak menyusu berikan :SI peras dengan menggunakan salah
satu alternati1 cara pemberian minum.
e. )ila kemampuan minum bayi meningkat! turunkan pemberian cairan in1us setiap hari secara
bertahap! %angan menghentikan in1us glukosa secara tiba-tiba.
". 'lukosa darah 25-&5 mg#dl (1!1- 2!* mmol#l) tanpa tanda hipoglikemi.
a. :n%urkan ibu menyusui! bila bayi tidak menyusu berikan :SI peras dengan menggunakan salah
satu alternati1 cara pemberian minum.
b. Pantau tanda hipoglikemi dan bila di%umpai tanda tersebut tangani seperti tersebut diatas.
c. Periksa kadar glukosa darah dalam setiap " %am atau sebelum pemberian minum berikutnya 2
@ika kadar glukosa darah masih >25 mg#dl (1!1 mmol#l) atau terdapat tanda hipoglikemi tangani
seperti tersebut diatas.
@ika kadar glukosa darah masih antara 2&-&5 mg#dl (1!1-2!* mmol#l) naikkan 1rekuensi
pemberian :SI atau naikkan 5olume pemberian minum dengan menggunakan alternati1 cara
pemberian minum.
@ika kadar glukosa darah &5 mg#dl (2!* mmol#l) atau lebih! lihat tentang 1rekuensi pemeriksaan
kadar glukosa darah.