Anda di halaman 1dari 31

SMF/Lab Obstetri dan Ginekologi

Fakultas Kedokteran
Universitas Mulawarman
REFLEKSI KASUS
isusun Ole!
G!ea Ananta Adrian
"#"$$#%$&#
'embimbing
dr( Erwin Ginting) S*(OG
ibawakan alam Rangka +ugas Ke*aniteraan Klinik 'ada
SMF/Laboratorium Obstetri dan Ginekologi
Fakultas Kedokteran
Universitas Mulawarman
#$",
-A- I
'E.A/ULUA.
"(" Latar -elakang
Aborsi di dunia dan di Indonesia khususnya tetap menimbulkan banyak
persepsi dan bermacam interpretasi, tidak saja dari sudut pandang kesehatan,
tetapi juga dari sudut pandang hukum dan agama. Aborsi merupakan masalah
kesehatan masyarakat karena memberi dampak pada kesakitan dan kematian ibu.
Sebagaimana diketahui penyebab kematian ibu yang utama adalah perdarahan,
infeksi dan eklampsia.
Diperkirakan diseluruh dunia setiap tahun terjadi 20 juta kasus aborsi tidak
aman, 70 ribu perempuan meninggal akibat aborsi tidak aman dan dari !
kematian ibu disebabkan oleh aborsi tidak aman. "#$ %" dari 20 kasus aborsi
tidak aman& dintaranya bahkan terjadi di negara berkembang.
Di Indonesia setiap tahunnya terjadi kurang lebih 2 juta kasus aborsi,
artinya '( kasus)00 kelahiran hidup %sensus 2000&. Angka tersebut memberikan
gambaran bah*a masalah aborsi di Indonesia masih cukup besar %+ijono 2000&.
Suatu hal yang dapat kita tengarai, kematian akibat infeksi aborsi ini justru
banyak terjadi di negara,negara dimana aborsi dilarang keras oleh undang,
undang.
-A- II
LA'ORA. KASUS
Anamnesis dan pemeriksaan fisik dilakukan pada hari Selasa, -ei 20'
pukul .#0 *ita di ruang ./ 0S1D A+. Sjahranie Samarinda.
Anamnesis2
Identitas pasien2
3ama 2 3y. D4
1mur 2 25 tahun
Agama 2 Islam
6endidikan 2 D(
6ekerjaan 2 6era*at
Suku 2 7a*a
Alamat 2 /ota 8angun
-asuk 0S %-0S& 2 7 -ei 20'
Identitas suami2
3ama 2 9n. S
1mur 2 2" tahun
Agama 2 Islam
6endidikan 2 S
6ekerjaan 2 S*asta
Suku 2 7a*a
Alamat 2 /ota 8angun
/eluhan 1tama2
/eluar air dari jalan lahir
2
0i*ayat 6enyakit Sekarang2
6asien datang dengan keluhan keluar air dari jalan lahir. /eluhan ini
dirasakan sejak hari sebelum masuk rumah sakit. Diketahui bah*a pasien telah
melakukan perjalanan jauh kurang lebih ( hari sebelumnya. 6asien juga
mengeluhkan perutnya terasa mules sejal satu malam sebelum masuk rumah sakit.
:6:9 2 2" ) ) (. 96 2 05 ) 0" ) '
0i*ayat 6enyakit Dahulu2
6asien mengaku tidak ada ri*ayat penyakit sebelumnya
0i*ayat 6enyakit /eluarga
Dari pengakuan pasien orang tua pasien tidak memiliki ri*ayat hipertensi
%,& . D- %,& . 6enyakit ;ain %,&
0i*ayat :aid2
, -enarche usia ' tahun
, ;ama haid < # hari
, 7umlah darah haid 2 2 = ( > ganti pembalut per hari
0i*ayat 6erka*inan2
6erka*inan yang pertama, lama menikah yang sekarang tahun, pertama kali
menikah usia 2# tahun.
3
0i*ayat ?bstetrik2
.o
+a!un
'artus
+em*at
'artus
Umur
ke!amilan
0enis
'ersalinan
'enolong
'ersalinan
0enis
Kelamin
Anak/ --
Keadaan Anak
Sekarang

:amil
ini
/ontrasepsi2
6asien mengaku tidak pernah menggunakan alat kontrasepsi
6emeriksaan ?bstetri 2
, Inspeksi 2 perdarahan per@aginam %<&
, 6alpasi 2
. 941 2 Sepusat
2. D77 2 !7 > ) menit
(. :is 2 2 > 0 menit A (0 detik
'. 6emeriksaan ;eopold 2 %,&
#. .aginal toucher 2 .ul@a ) @agina normal. portio 2 konsistensi ;unak
tebal , 6embukaan cm keadaan ketuban 2 %,&
bagian terba*ah janin 2 8okong. 8agian ba*ah
janin belum masuk panggul.
6engeluaran 2 ;endir %<& , darah %<&
4
6emeriksaan fisik 2
. 8erat badan 2 #' kg, 9inggi badan 2 '7 cm
2. /eadaan 1mum 2 8aik
(. /esadaran 2 Bomposmentis
'. 9anda @ital2
9ekanan darah 2 00 ) 70 mm:g
4rekuensi nadi 2 !' >)menit
4rekuensi napas 2 20 >)menit
Suhu 2 (5,'CB
#. Status generalis2
/epala 2 dalam batas normal
-ata 2 konjungti@a anemis %,),&, ikterik
%,),&
9elinga)hidung)tenggorokan 2 tidak ditemukan kelainan
;eher 2 6embesaran /D8 %,&
9hora>2
7antung 2 SS2 tunggal, reguler, murmur %,&, gallop %,&
6aru 2 @esikuler, rhonki %,),&, *heeEing %,),&
Abdomen 2 hepar2 pembesaran %,&, limpa2 pembesaran %,&
Fkstremitas 2 akral hangat, edema %,),&
6emeriksaan 9ambahan 2
;aboratorium Darah ;engkap
a. ;eukosit 2 22."00)mm
(
5
b. :b 2 ,2 gr)dl
c. :B9 2 ( $
d. 9rombosit 2 (7.000 ) mm
(
e. 89 2 ( menit
f. B9 2 " menit
g. Dula darah se*aktu %DDS& 2 (7 mg)dl
h. 1reum 2 2,! mg)dl
i. /reatinin 2 0,# mg)dl
Diagnosis /erja2
D

6
0
A
0
Dra@id 2( = 2' minggu, 7anin 9unggal :idup Intrauterine < /6D
6enatalaksanaan
, Inj. Beftria>one 2 > gr
, -isoprostol 200 mcg ) 5 jam
6
-A- III
+I.0AUA. 'US+AKA
"( EFI.ISI
Abortus merupakan pengeluaran hasil konsepsi pada usia kehamilan
kurang dari 25 minggu atau berat janin kurang dari #00 gram. Atau buah
kehamilan belum mampu untuk hidup diluar kandungan.
6engguguran kandungan atau aborsi atau abortus menurut2
a& -edis 2 abortus adalah berakhirnya kehamilan melalui cara apapun sebelum
janin mampu bertahan hidup pada usia kehamilan sebelum 20 minggu didasarkan
pada tanggal hari pertama haid normal terakhir atau berat janin kurang dari #00
gram % ?bstetri +illiams, 2005&.
b& /amus 8esar 8ahasa Indonesia 2 terjadi keguguran janin, melakukan abortus
%dengan sengaja karena tidak menginginkan bakal bayi yang dikandung itu&.
c& /eguguran adalah pegeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar
kandungan %0ustam -uchtar, ""!&.
d& Istilah abortus dipakai untuk menunjukkan pengeluaran hasil konsepsi sebelum
janin dapat hidup di luar kandungan. Sampai saat ini janin yang terkecil, yang
dilaporkan dapat hidup di luar kandungan, mempunyai berat badan 2"7 gram
*aktu lahir. Akan tetapi, karena jarangnya janin yang dilahirkan dengan berat
badan di ba*ah #00 gram dapat hidup terus, maka abortus ditentukan sebagai
pengakhiran kehamilan sebelum janin mencapai berat #00 gram atau kurang dari
20 minggu %Sar*ono, 200#&.
#( E+IOLOGI
6ada kehamilan muda abortus tidak jarang didahului oleh kematian
mudigah. Sebaliknya pada kehamilan lebih lanjut biasanya janin dikeluarkan
dalam keadaan masih hidup. :al,hal yang menyebabkan abortus dapat disebabkan
7
oleh hal,hal berikut ini2
a. /elainan pertumbuhan hasil konsepsi dapat menyebabkan kematian janin atau
cacat kelainan berat biasanya menyebabkan kematian mudigah pada hamil muda.
4aktor,faktor yang menyebabkan kelainan dalam pertumbuhan ialah sebagai
berikut2
, /elainan kromosom, terutama trisomi autosom dan monosomi G.
, ;ingkungan sekitar tempat implantasi kurang sempurna.
, 6engaruh dari luar akibat radiasi, @irus, obat,obatan.
b. /elainan pada plasenta misalnya endarteritis dapat terjadi dalam @illi koriales
dan menyebabkan oksigenisasi plasenta terganggu, sehingga menyebabkan
gangguan pertumbuhan dan kematian janin.
c. 6enyakit Ibu
6enyakit mendadak seperti pneumonia, tifus abdominalis, anemia berat, dan
keracunan.
d. /elainan 9raktus Denitalis
-ioma uteri, kelainan ba*aan uterus dapat menyebabkan abortus. Sebab lain
abortus dalam trisemester ke 2 ialah ser@ik inkompeten yang dapat disebabkan
oleh kelemahan ba*aan pada ser@iks, dilatasi ser@iks berlebihan, konisasi,
amputasi atau robekan ser@iks luar yang tidak dijahit.
Abortus yang terjadi pada minggu,minggu pertama kehamilan umumnya
disebabkan oleh faktor ovofetal, pada minggu,minggu berikutnya % = 2
minggu&, abortus yang terjadi disebabkan oleh faktor maternal %Sayidun, 200&.
Faktor ovofetal 1
6emeriksaan 1SD janin dan histopatologis selanjutnya menunjukkan
bah*a pada 70$ kasus, o@um yang telah dibuahi gagal untuk berkembang atau
terjadi malformasi pada tubuh janin. 6ada '0$ kasus, diketahui bah*a latar
belakang kejadian abortus adalah kelainan chromosomal. 6ada 20$ kasus,
terbukti adanya kegagalan trofoblast untuk melakukan implantasi dengan
adekuat.
Faktor maternal 1
8
Sebanyak 2$ peristi*a abortus disebabkan oleh adanya penyakit sistemik
maternal %systemic lupus erythematosis& dan infeksi sistemik maternal tertentu
lainnya. !$ peristi*a abortus berkaitan dengan abnormalitas uterus % kelainan
uterus kongenital, mioma uteri submukosa, inkompetensia servik&. 9erdapat
dugaan bah*a masalah psikologis memiliki peranan pula dengan kejadian abortus
meskipun sulit untuk dibuktikan atau dilakukan penilaian lanjutan. 6enyebab
abortus dapat dibagi menjadi ( faktor yaitu2
. 4aktor janin
4aktor janin penyebab keguguran adalah kelainan genetik, dan ini terjadi pada
#0$,50$ kasus keguguran.
2. 4aktor ibu2
a. /elainan endokrin %hormonal& misalnya kekurangan tiroid, kencing manis.
b. 4aktor kekebalan %imunologi&, misalnya pada penyakit lupus, Anti phospholipid
syndrome.
c. Infeksi, diduga akibat beberapa @irus seperti cacar air, campak jerman,
toksoplasma, herpes, klamidia.
d. /elemahan otot leher rahim
e. /elainan bentuk rahim.
(. 4aktor Ayah2 kelainan kromosom dan infeksi sperma diduga dapat
menyebabkan abortus.
Selain ( faktor yang sudah disebutkan di atas, faktor penyebab lain dari kehamilan
abortus adalah2
. 4aktor genetik
Sekitar # $ abortus terjadi karena faktor genetik. 6aling sering ditemukannya
kromosom trisomi dengan trisomi 5.
6enyebab yang paling sering menimbulkan abortus spontan adalah
abnormalitas kromosom pada janin. ;ebih dari 50$ abortus spontan yang terjadi
pada trimester pertama menunjukkan beberapa tipe abnormalitas genetik.
Abnormalitas genetik yang paling sering terjadi adalah aneuploidi %abnormalitas
komposisi kromosom& contohnya trisomi autosom yang menyebabkan lebih dari
#0$ abortus spontan. 6oliploidi menyebabkan sekitar 22$ dari abortus spontan
9
yang terjadi akibat kelainan kromosom. Sekitar (,#$ pasangan yang memiliki
ri*ayat abortus spontan yang berulang salah satu dari pasangan tersebut
memba*a sifat kromosom yang abnormal. Identifikasi dapat dilakukan dengan
pemeriksaan kariotipe dimana bahan pemeriksaan diambil dari darah tepi
pasangan tersebut. 9etapi tentunya pemeriksaan ini belum berkembang di
Indonesia dan biayanya cukup tinggi.
2. 4aktor anatomi
4aktor anatomi kongenital dan didapat pernah dilaporkan timbul pada 0,# $
*anita dengan abortus spontan yang rekuren.
& ;esi anatomi kongenital yaitu kelainan duktus -ullerian %uterus bersepta&.
Duktus mullerian biasanya ditemukan pada keguguran trimester kedua.
2& /elainan kongenital arteri uterina yang membahayakan aliran darah
endometrium.
(& /elainan yang didapat misalnya adhesi intrauterin %synechia&, leimioma, dan
endometriosis.
Abnormalitas anatomi maternal yang dihubungkan dengan kejadian abortus
spontan yang berulang termasuk inkompetensi ser@iks, kongenital dan defek
uterus yang didapatkan %acHuired&. -alformasi kongenital termasuk fusi duktus
-ulleri yang inkomplit yang dapat menyebabkan uterus unikornus, bikornus atau
uterus ganda. Defek pada uterus yang acHuired yang sering dihubungkan dengan
kejadian abortus spontan berulang termasuk perlengketan uterus atau sinekia dan
leiomioma. Adanya kelainan anatomis ini dapat diketahui dari pemeriksaan
ultrasonografi % 1SD &, histerosalfingografi % :SD &, histeroskopi dan laparoskopi
% prosedur diagnostik &.
6emeriksaan yang dapat dianjurkan kepada pasien ini adalah pemeriksaan 1SD
dan :SD. Dari pemeriksaan 1SD sekaligus juga dapat mengetahui adanya suatu
mioma terutama jenis submukosa. -ioma submukosa merupakan salah satu faktor
mekanik yang dapat mengganggu implantasi hasil konsepsi.
(. 4aktor endokrin2
a. 4aktor endokrin berpotensial menyebabkan aborsi pada sekitar 0,20 $ kasus.
10
b. Insufisiensi fase luteal % fungsi corpus luteum yang abnormal dengan tidak
cukupnya produksi progesteron &.
c. :ipotiroidisme, hipoprolaktinemia, diabetes dan sindrom polikistik o@arium
merupakan faktor kontribusi pada keguguran.
/enaikan insiden abortus bisa disebabkan oleh hipertiroidismus, diabetes melitus
dan defisisensi progesteron. :ipotiroidismus tampaknya tidak berkaitan dengan
kenaikan insiden abortus % Sutherland dkk, "! &.
6engendalian glukosa yang tidak adekuat dapat menaikkan insiden abortus
% Sutherland dan 6ritchard, "!5 &. Defisiensi progesteron karena kurangnya
sekresi hormon tersebut dari korpus luteum atau plasenta, mempunyai kaitan
dengan kenaikan insiden abortus. /arena progesteron berfungsi mempertahankan
desidua, defisiensi hormon tersebut secara teoritis akan mengganggu nutrisi pada
hasil konsepsi dan dengan demikian turut berperan dalam peristi*a kematiannya.
'. 4aktor infeksi
Infeksi termasuk infeksi yang diakibatkan oleh 9?0B: %9oksoplasma, 0ubella,
Bytomegalo@irus, :erpes& dan malaria. Infeksi intrauterin sering dihubungkan
dengan abortus spontan berulang. ?rganisme,organisme yang sering diduga
sebagai penyebab antara lain Bhlamydia, 1reaplasma, -ycoplasma,
Bytomegalo@irus, ;isteria monocytogenes dan 9o>oplasma gondii. Infeksi aktif
yang menyebabkan abortus spontan berulang masih belum dapat dibuktikan.
3amun untuk lebih memastikan penyebab, dapat dilakukan pemeriksaan kultur
yang bahannya diambil dari cairan pada ser@ikal dan endometrial.
#. 4aktor imunologi
9erdapat antibodi kardiolipid yang mengakibatkan pembekuan darah dibelakang
ari,ari sehingga mengakibatkan kematian janin karena kurangnya aliran darah dari
ari,ari tersebut.
4aktor imunologis yang telah terbukti signifikan dapat menyebabkan abortus
spontan yang berulang antara lain2 antibodi antinuklear, antikoagulan lupus dan
antibodi cardiolipin. Adanya penanda ini meskipun gejala klinis tidak tampak
dapat menyebabkan abortus spontan yang berulang. Inkompatibilitas golongan
11
darah A, 8, ?, dengan reaksi antigen antibodi dapat menyebabkan abortus
berulang, karena pelepasan histamin mengakibatkan @asodilatasi dan peningkatan
fragilitas kapiler.
5. 6enyakit,penyakit kronis yang melemahkan
6ada a*al kehamilan, penyakit,penyakit kronis yang melemahkan keadaan ibu,
misalnya penyakit tuberkulosis atau karsinomatosis jarang menyebabkan abortusA
sebaliknya pasien penyakit tersebut sering meninggal dunia tanpa melahirkan.
Adanya penyakit kronis %diabetes melitus, hipertensi kronis, penyakit li@er ) ginjal
kronis& dapat diketahui lebih mendalam melalui anamnesa yang baik. 6enting juga
diketahui bagaimana perjalanan penyakitnya jika memang pernah menderita
infeksi berat, seperti apakah telah diterapi dengan tepat dan adekuat. 1ntuk
eksplorasi kausa, dapat dikerjakan beberapa pemeriksaan laboratorium seperti
pemeriksaan gula darah, tes fungsi hati dan tes fungsi ginjal untuk menilai apakah
ada gangguan fungsi hepar dan ginjal atau diabetes melitus yang kemudian dapat
menimbulkan gangguan pada kehamilan seperti persalinan prematur.
7. 4aktor 3utrisi
-alnutrisi umum yang sangat berat memiliki kemungkinan paling besar menjadi
predisposisi abortus. -eskipun demikian, belum ditemukan bukti yang
menyatakan bah*a defisisensi salah satu ) semua nutrien dalam makanan
merupakan suatu penyebab abortus yang penting.
!. ?bat,obat rekreasional dan toksin lingkungan.
6eranan penggunaan obat,obatan rekreasional tertentu yang dianggap teratogenik
harus dicari dari anamnesa seperti tembakau dan alkohol, yang berperan karena
jika ada mungkin hal ini merupakan salah satu yang berperan.
". 4aktor psikologis.
Dibuktikan bah*a ada hubungan antara abortus yang berulang dengan keadaan
mental akan tetapi belum dapat dijelaskan sebabnya. Iang peka terhadap
terjadinya abortus ialah *anita yang belum matang secara emosional dan sangat
penting dalam menyelamatkan kehamilan. 1saha,usaha dokter untuk mendapat
12
kepercayaan pasien, dan menerangkan segala sesuatu kepadanya, sangat
membantu.
6ada penderita ini, penyebab yang menetap pada terjadinya abortus spontan yang
berulang masih belum dapat dipastikan. Akan lebih baik bagi penderita untuk
melakukan pemeriksaan lengkap dalam usaha mencari kelainan yang mungkin
menyebabkan abortus yang berulang tersebut, sebelum penderita hamil guna
mempersiapkan kehamilan yang berikutnya.
2( 'A+OGE.ESIS
6ada a*al abortus terjadi pendarahan dalam desidua basalis, kemudian
diikuti oleh nekrosis jaringan disekitarnya yang menyebabkan hasil konsepsi
terlepas dan dianggap benda asing dalam uterus. /emudian uterus berkontraksi
untuk mengeluarkan benda asing tersebut. 6ada kehamilan kurang dari ! minggu
@ili korialis belum menembus desidua secara dalam, jadi hasil konsepsi dapat
dikeluarkan seluruhnya. 6ada kehamilan ! sampai ' minggu penembusan sudah
lebih dalam hingga plasenta tidak dilepaskan sempurna dan menimbulkan banyak
pendarahan.
6ada kehamilan lebih ' minggu, janin dikeluarkan lebih dahulu dari pada
plasenta. 6endarahan tidak banyak jika plasenta segera dilepas dengan lengkap.
6eristi*a abortus ini menyerupai persalinan dalam bentuk miniatur. :asil
konsepsi pada abortus dapat dikeluarkan dalam berbagai bentuk. Ada kalanya
kantong amnion kosong atau tampak kecil tanpa bentuk yang jelas, mungkin pula
janin telah mati lama, mola kruenta, maserasi, fetus kompresus.
-ekanisme a*al terjadinya abortus adalah lepasnya sebagian atau seluruh
bagian embrio akibat adanya perdarahan minimal pada desidua. /egagalan fungsi
plasenta yang terjadi akibat perdarahan subdesidua tersebut menyebabkan
terjadinya kontraksi uterus dan menga*ali proses abortus. 6ada kehamilan kurang
dari ! minggu, embrio rusak atau cacat yang masih terbungkus dengan sebagian
desidua dan villi chorialis cenderung dikeluarkan secara in toto , meskipun
sebagian dari hasil konsepsi masih tertahan dalam ca@um uteri atau di canalis
servicalis. 6erdarahan per@aginam terjadi saat proses pengeluaran hasil konsepsi.
6ada kehamilan ! = ' minggu, mekanisme diatas juga terjadi atau dia*ali
13
dengan pecahnya selaput ketuban lebih dulu dan diikuti dengan pengeluaran janin
yang cacat namun plasenta masih tertinggal dalam cavum uteri. 6lasenta mungkin
sudah berada dalam kanalis servikalis atau masih melekat pada dinding cavum
uteri. 7enis ini sering menyebabkan perdarahan per@aginam yang banyak. 6ada
kehamilan minggu ke ' = 22, 7anin biasanya sudah dikeluarkan dan diikuti
dengan keluarnya plasenta beberapa saat kemudian. /adang,kadang plasenta
masih tertinggal dalam uterus sehingga menyebabkan gangguan kontraksi uterus
dan terjadi perdarahan per@aginam yang banyak. 6erdarahan umumnya tidak
terlalu banyak namun rasa nyeri lebih menonjol. Dari penjelasan di atas jelas
bah*a abortus ditandai dengan adanya perdarahan uterus dan nyeri dengan
intensitas beragam %6ra*irohardjo, 2002&.
,( MA.IFES+ASI KLI.IK
-anifestasi klinik abortus antara lain2
, 9erlambat haid atau amenore kurang dari 20 minggu
, 6ada pemeriksaan fisik2 keadaan umum tampak lemah atau kesadaran
menurun, tekanan darah normal atau menurun, denyut nadi normal atau
cepat dan kecil, suhu badan normal atau meningkat.
, 6endarahan per@aginam, mungkin disertai keluarnya jaringan hasil
konsepsi.
, 0asa mulas atau keram perut didaerah atas simfisis, sering disertai nyeri
pinggang akibat kontraksi uterus.
, 6emeriksaan Dinekologi
a. Inspeksi .ul@a2 6endarahan per@aginaan ada atau tidaknya jaringan
hasil konsepsi, tercium atau tidak bau busuk dari @ul@a.
b. Inspekulo2 6endarahan dari ka@um uteri, ostium uteri terbuka atau
sudah tertutup ada atau tidaknya jaringan keluar dari ostium, ada atau
tidaknya cairan atau jaringan berbau busuk dari ostium.
c. Bolok .agina2 6orsio terbuka atau sudah tertutup, teraba atau tidak
jaringan dalam ka@um uteri, besar uterus sesuai atau lebih kecil dari
usia kehamilan, tidak nyeri saat porsio digoyang, tidak nyeri pada
perabaan adneksa, ka@um douglasi tidak menonjol dan tidak nyeri.
14
&( KLASIFIKASI A-OR+US
Abortus dapat dibagi atas dua golongan yaitu2
-enurut terjadinya dibedakan atas2
. Abortus spontan yaitu abortus yang terjadi dengan sendirinya tanpa disengaja
atau dengan tidak didahului faktor,faktor mekanis atau medisinalis, semata,mata
disebabkan oleh faktor,faktor alamiah.
2. Abortus pro@okatus %induksi abortus& adalah abortus yang disengaja dilakukan
tindakan, baik dengan memakai obat,obatan maupun dengan alat,alat.
Abortus pro@okatus terbagi lagi menjadi2
& Abortus medisinalis %abortus therapeutica& yaitu abortus karena tindakan kita
sendiri, dengan alasan bila kehamilan dilanjutkan, dapat membahayakan ji*a ibu
%berdasarkan indikasi medis&. 8iasanya perlu mendapat persetujuan 2 sampai (
tim dokter ahli.
2& Abortus kriminalis yaitu abortus yang terjadi oleh karena tindakan,tindakan
yang tidak legal atau tidak berdasarkan indikasi medis dan biasanya dilakukan
secara sembunyi,sembunyi oleh tenaga tradisional.
6embagian abortus secara klinis adalah sebagai berikut 2
. Abortus Iminens merupakan tingkat permulaan dan ancaman terjadinya
abortus, ditandai perdarahan per@aginam, ostium uteri masih tertutup dan hasil
konsepsi masih baik dalam kandungan.
2. Abortus Insipiens adalah abortus yang sedang mengancam ditandai dengan
serviks telah mendatar dan ostium uteri telah membuka, akan tetapi hasil konsepsi
15
masih dalam kavum uteri dan dalam proses pengeluaran.
(. Abortus Inkompletus adalah sebagian hasil konsepsi telah keluar dari kavum
uteri dan masih ada yang tertinggal.

'. Abortus /ompletus adalah seluruh hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri
pada kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari #00 gram.
#. -issed Abortion adalah abortus yang ditandai dengan embrio atau fetus telah
meninggal dalam kehamilan sebelum kehamilan 20 minggu dan hasil konsepsi
seluruhnya masih tertahan dalam kandungan.
5. Abortus :abitualis ialah abortus spontan yang terjadi ( kali atau lebih berturut,
turut.
7. Abortus Infeksious ialah abortus yang disertai infeksi pada alat genitalia.
!. Abortus 9erapeutik adalah abortus dengan induksi medis %6ra*irohardjo,
200"&.
16

Abortus S*ontan
A( e3inisi
Abortus yang terjadi tanpa tindakan mekanis atau medis untuk mengosongkan
uterus, maka abortus tersebut dinamai abortus spontan. /ata lain yang luas
digunakan adalah keguguran %miscarriage& %Bunningham, 2000&.
/eguguran adalah setiap kehamilan yang berakhir secara spontan sebelum janin
dapat bertahan. Sebuah keguguran secara medis disebut sebagai aborsi spontan.
17
+:? mendefinisikan tidak dapat bertahan hidup sebagai embrio atau janin
seberat #00 gram atau kurang, yang biasanya sesuai dengan usia janin %usia
kehamilan& dari 20 hingga 22 minggu atau kurang.
-( Mani3estasi Klinik
Adapun manifestasi klinik dari abortus spontan sebagai berikut2
. 6endarahan mungkin hanya bercak sedikit, atau bisa cukup parah. Dokter akan
bertanya tentang berapa banyak pendarahan yang terjadi,biasanya jumlah
pembalut yang telah dipakai selama pendarahan. Anda juga akan ditanya tentang
gumpalan darah atau apakah Anda melihat jaringan apapun.
2. 3yeri dan kram terjadi di perut bagian ba*ah. -ereka hanya satu sisi, kedua
sisi, atau di tengah. 0asa sakit juga dapat masuk ke punggung ba*ah, bokong, dan
alat kelamin.
(. Anda mungkin tidak lagi memiliki tanda,tanda kehamilan seperti mual atau
payudara bengkak ) nyeri jika Anda telah mengalami keguguran %.icken Sepilian,
2007&.
4( iagnosis Abortus S*ontan
. Anamnesis
a. Adanya amenore pada masa reproduksi.
b. 6erdarahan per@aginam disertai jaringan hasil konsepsi.
c. 0asa sakit atau keram perut di daerah atas simpisis.
2. 6emeriksaan 4isik
'emeriksaan *anggul( 6emeriksaan dilakukan untuk melihat apakah leher rahim
sudah mulai membesar.
(. 6emeriksaan penunjang2
a& 'emeriksaan USG 5Ultrasonogra3i6( :al ini membantu dokter untuk
memeriksa detak jantung janin dan menentukan apakah embrio berkembang
normal.
b& 'emeriksaan dara!( 7ika mengalami keguguran, pengukuran hormon
kehamilan, :BD beta.
c& 'emeriksaan 7aringan. 7ika telah mele*ati jaringan, dapat dikirim ke
18
laboratorium untuk mengkonfirmasi bah*a keguguran telah terjadi dan bah*a
gejala tidak berhubungan dengan penyebab lain dari perdarahan kehamilan
%.icken Sepilian, 2007&.
Aspek klinis abortus spontan dibagi menjadi lima sub kelompok, yaitu2
a& +!reatened Mis8arriage 5Abortus Iminens6( Iang pertama kali muncul
biasanya adalah perdarahan, dan beberapa jam sampai beberapa hari kemudian
terjadi nyeri kram perut. 3yeri abortus mungkin terasa di anterior dan jelas
bersifat ritmisA nyeri dapat berupa nyeri punggung ba*ah yang menetap disertai
perasaan tertekan di panggulA atau rasa tidak nyaman atau nyeri tumpul di garis
tengah suprapubis.
b& Inevitable Mis8arriage 5Abortus +idak +er!indarkan6( Abortus tidak
terhindarkan %ine@itable& ditandai oleh pecah ketuban yang nyata disertai
pembukaan ser@iks.
c& In8om*lete Mis8arriage 5Abortus tidak lengka*6( 6ada abortus yang terjadi
sebelum usia gestasi 0 minggu, janin dan plasenta biasanya keluar bersama,
sama, tetapi setelah *aktu ini keluar secara terpisah. Apabila seluruh atau
sebagian plasenta tertahan di uterus, cepat atau lambat akan terjadi perdarahan
yang merupakan tanda utama abortus inkomplet.
d& Missed Abortion( :al ini didefenisikan sebagai retensi produk konsepsi yang
telah meninggal in utero selama beberapa minggu. Setelah janin meninggal,
mungkin terjadi perdarahan per @aginam atau gejala lain yang mengisyaratkan
abortus iminens, mungkin juga
tidak. 1terus tampaknya tidak mengalami perubahan ukuran, tetapi perubahan,
perubahan pada payudara biasanya kembali seperti semula.
e& Re8urrent Mis8arriage 5Abortus -erulang6( /eadaan ini didefinisikan
menurut berbagai kriteria jumlah dan urutan, tetapi definisi yang paling luas
diterima adalah abortus spontan berturut,turut selama tiga kali atau lebih
%Bunningham, 2000&.
( iagnosis -anding
19
/ehamilan ektopik terganggu, mola hidatidosa, kehamilan dengan
kelainan ser@iks. Abortus iminens perlu dibedakan dengan perdarahan implantasi
yang biasanya sedikit, ber*arna merah cepat berhenti, dan tidak disertai mules,
mules.
E( Kom*likasi Abortus S*ontan
/omplikasi yang mungkin timbul %8udiyanto dkk, ""7& adalah2
a. 'erdara!an akibat luka pada jalan lahir, atonia uteri, sisa jaringan tertinggal,
diatesa hemoragik dan lain,lain. 6erdarahan dapat timbul segera pasca tindakan,
dapat pula timbul lama setelah tindakan.
b( S9ok akibat refleks @aso@agal atau neurogenik. /omplikasi ini dapat
mengakibatkan kematian yang mendadak. Diagnosis ini ditegakkan bila setelah
seluruh pemeriksaan dilakukan tanpa memba*a hasil. :arus diingat kemungkinan
adanya emboli cairan amnion, sehingga pemeriksaan histologik harus dilakukan
dengan teliti.
8( Emboli udara dapat terjadi pada teknik penyemprotan cairan ke dalam uterus.
:al ini terjadi karena pada *aktu penyemprotan, selain cairan juga gelembung
udara masuk ke dalam uterus, sedangkan pada saat yang sama sistem @ena di
endometrium dalam keadaan terbuka. 1dara dalam jumlah kecil biasanya tidak
menyebabkan kematian, sedangkan dalam jumlah 70,00 ml dilaporkan sudah
dapat memastikan dengan segera.
d( In!ibisi vagus) hampir selalu terjadi pada tindakan abortus yang dilakukan
tanpa anestesi pada ibu dalam keadaan stress, gelisah, dan panik. :al ini dapat
terjadi akibat alat yang digunakan atau suntikan secara mendadak dengan cairan
yang terlalu panas atau terlalu dingin.
e( Kera8unan obat / :at abortivum) termasuk karena anestesia. Antiseptik lokal
seperti /mn?' pekat, Ag3?(, /,/lorat, 7odium dan Sublimat dapat
mengakibatkan cedera yang hebat atau kematian. Demikian pula obat,obatan
seperti kina atau logam berat. 6emeriksaan adanya -et,:b, pemeriksaan
histologik dan toksikologik sangat diperlukan untuk menegakkan diagnosis.
F( 'rognosis Abortus S*ontan
6rognosis keberhasilan kehamilan tergantung dari etiologi aborsi spontan
20
sebelumnya %-anuaba, ""!&.
. 6erbaikan endokrin yang abnormal pada *anita dengan abotus yang rekuren
mempunyai prognosis yang baik sekitar J "0 $.
2. 6ada *anita keguguran dengan etiologi yang tidak diketahui, kemungkinan
keberhasilan kehamilan sekitar '0,!0 $.
(. Sekitar 77 $ angka kelahiran hidup setelah pemeriksaan akti@itas jantung janin
pada kehamilan # sampai 5 minggu pada *anita dengan 2 atau lebih aborsi
spontan yang tidak jelas.
G( 'enatalaksanaan Abortus S*ontan
. Abortus iminens
Istirahat baring agar aliran darah ke uterus bertambah dan rangsang
mekanik berkurang.
6eriksa denyut nadi dan suhu badan dua kali sehari bila pasien
tidak panas dan tiap empat jam bila pasien panas.
9es kehamilan dapat dilakukan. 8ila hasil negatif, mungkin janin
sudah mati. 6emeriksaan 1SD untuk menentukan apakah janin
masih hidup.
8erikan obat penenang, biasanya fenobarbital ( > (0 mg. 8erikan
preparat hematinik misalnya sulfas ferosus 500 = 000 mg.
Diet tinggi protein dan tambahan @itamin B.
8ersihkan @ul@a minimal dua kali sehari dengan cairan antiseptik
untuk mencegah infeksi terutama saat masih mengeluarkan cairan
coklat.
2. Abortus insipiens
8ila perdarahan tidak banyak, tunggu terjadinya abortus spontan
21
tanpa pertolongan selama (5 jam dengan diberikan morfin.
6ada kehamilan kurang dari 2 minggu, yang biasanya disertai
perdarahan, tangani dengan pengosongan uterus memakai kuret
@akum atau cunam abortus, disusul dengan kerokan memakai kuret
tajam. Suntikkan ergometrin 0,# mg intramuskular.
6ada kehamilan lebih dari 2 minggu, berikan infus oksitosin 0
I1 dalam dekstrose # $ #00 ml dimulai ! tetes per menit dan
naikkan sesuai kontraksi uterus sampai terjadi abortus komplit.
8ila janin sudah keluar, tetapi plasenta masih tertinggal, lakukan
pengeluaran plasenta secara manual.
(. Abortus inkomplit
8ila disertai syok karena perdarahan, berikan infus cairan 3aBl
fisiologis atau ringer laktat dan selekas mungkin ditransfusi darah.
Setelah syok diatasi, lakukan kerokan dengan kuret tajam lalu
suntikkan ergometrin 0,2 mg intramuskular.
8ila janin sudah keluar, tetapi plasenta masih tertinggal, lakukan
pengeluaran plasenta secara manual.
8erikan antibiotik untuk mencegah infeksi.
'. Abortus /omplit
8ila kondisi pasien baik, berikan ergometrin (> tablet selama (
sampai # hari.
8ila pasien anemia, berikan hematinik seperti sulfas ferosus atau
transfusi darah.
22
8erikan antibiotik untuk mencegah infeksi.
Anjurkan pasien diet tinggi protein, @itamin dan mineral.
5. Missed abortion
8ila kadar fibrinogen normal, segera keluarkan jaringan konsepsi
dengan cunam o@um lalu dengan kuret tajam.
8ila kadar fibrinogen rendah, berikan fibrinogen kering atau segar
sesaat sebelum atau ketika mengeluarkan konsepsi.
6ada kehamilan kurang dari 2 minggu, lakukan pembukaan
ser@iks dengan gagang laminaria selama 2 jam lalu dilakukan
dilatasi ser@iks dengan dilatator :egar. /emudian hasil konsepsi
diambil dengan cunam o@um lalu dengan kuret tajam.
6ada kehamilan lebih dari 2 minggu, berikan dietilstilbestrol ( > #
mg lalu infus oksitosin 0 I1 dalam dekstrose # $ sebanyak #00
ml mulai 20 tetes per menit dan naikkan dosis sampai ada
kontraksi uterus. ?ksitosin dapat diberikan sampai 00 I1 dalam !
jam. 8ila tidak berhasil, ulang infus oksitosin setelah pasien
istirahat satu hari.
8ila tinggi fundus uteri sampai 2 jari ba*ah pusat, keluarkan hasil
konsepsi dengan menyuntik larutan garam 20 $ dalam ka@um uteri
melalui dinding perut.
5. Abortus septik
Abortus septik harus dirujuk ke rumah sakit.
6enanggulangan infeksi 2
23
a. ?bat pilihan pertama 2 penisilin prokain !00.000 I1
intramuskular tiap 2 jam ditambah kloramfenikol g peroral
selanjutnya #00 mg peroral tiap 5 jam.
b. ?bat pilihan kedua 2 ampisilin g peroral selanjutnya #00 g
tiap ' jam ditambah metronidaEol #00 mg tiap 5 jam.
c. ?bat pilihan lainnya 2 ampisilin dan kloramfenikol, penisilin
dan metronidaEol, ampisilin dan gentamisin, penisilin dan
gentamisin.
9ingkatkan asupan cairan
8ila perdarahan banyak, lakukan transfusi darah.
Dalam 2' jam sampai '! jam setelah perlindungan antibiotik atau
lebih cepat lagi bila terjadi perdarahan, sisa konsepsi harus
dikeluarkan dari uterus.
6ada pasien yang menolak dirujuk, beri pengobatan sama dengan yang
diberikan pada pasien yang hendak dirujuk, selama 0 hari.
Di rumah sakit 2
0a*at pasien di ruangan khusus untuk kasus infeksi.
8erikan antibiotik intra@ena, penisilin 0,20 juta I1 dan
streptomisin 2 g.
Infus cairan 3aBl fisiologis atau ringer laktat disesuaikan
kebutuhan cairan.
6antau ketat keadaan umum, tekanan darah, denyut nadi, dan suhu
badan.
?ksigenasi bila diperlukan, kecepatan 5,! liter per menit.
6asang kateter 4olley untuk memantau produksi urin.
24
6emeriksaan laboratorium 2 darah lengkap, hematokrit, golongan
darah serta reaksi silang, analisis gas darah, kultur darah, dan tes
resistensi.
Apabila kondisi pasien sudah membaik dan stabil, segera lakukan
pengangkatan sumber infeksi.
Abortus septik dapat mengalami komplikasi menjadi syok septik
yang tanda,tandanya ialah panas tinggi atau hipotermi, bradikardi,
ikterus, kesadaran menurun, tekanan darah menurun dan sesak
napas.
Set kuretase pada abortus
. Satu cunam tampon
2. Satu tenakulum
(. Dua klem o@um % Forester / Fenster clamp ) lurus dan lengkung
'. Satu set sendok kuret
#. Satu penala ka@um uteri % Sonde 1terus &
5. Dua spekulum SimKs atau ;
7. Satu kateter karet
Bara /uretase 2
. 6asien dalam posisi litotomi
2. Suntikkan @alium 0 mg dan atropin sulfat 0,2# mg intra@ena.
25
(. 9indakan a dan antisepsis genitalia eksterna, @agina dan ser@iks.
'. /osongkan kandung kemih
#. 6asang spekulum @agina, selanjutnya ser@iks dipresentasikan dengan
tenakulum menjepit dinding depan porsio pada jam 2. Angkat
spekulum depan dan spekulum belakang dipegang oleh seorang
asisten.
5. -asukkan sonde uterus dengan hati,hati untuk menentukan besar dan
arah uterus.
7. /eluarkan jaringan dengan cunam abortus, dilanjutkan dengan kuret
tumpul secara sistematis menurut putaran jarum jam. 1sahakan
seluruh ka@um uteri dikerok.
!. Setelah diyakini tak ada perdarahan, tindakan dihentikan. A*asi tanda
@ital # = (0 menit pasca tindakan.
26

27
ilatasi dan Kuretase
Aborsi bedah sebelum ' minggu dilakukan mula,mula dengan membuka
ser@iks, kemudian mengeluarkan kehamilan dengan secara mekanis mengerok
keluar isi uterus %kuretase tajam&, dengan aspirasi @akum %kuretase isap&, atau
keduanya. Setelah 5 minggu, dilakukan dilatasi dan e@akuasi %DLF&. 9indakan
ini berupa pembukaan se@iks secara lebar diikuti oleh dekstruksi mekanis dan
e@akuasi bagian janin. Setelah janin dikeluarkan secara lengkap maka digunakan
kuret @akum berlubang besar untuk mengeluarkan plasenta dan jaringan yang
tersisa. Dilatasi dan Burretase %DLB& serupa dengan DLF kecuali pada DLB,
bah*a sebagian dari janin mula,mula dikuretase melalui ser@iks yang telah
membuka untuk mempermudah tindakan.
ilator /igrosko*ik
8atang laminaria sering digunakan untuk membantu membuka ser@iks
sebelum aborsi bedah. Alat ini menarik air dari jaringan ser@iks sehingga ser@iks
melunak dan membuka. Dilator higroskopik sintetik juga dapat digunakan.
;amicel adalah suatu spons polimer alkohol poli@inil yang mengandung
magnesium sulfat anhidrosa. 9rauma akibat dilatasi mekanis dapat diperkecil
dengan menggunakan dilator higroskopik. +anita yang sudah dipasangi dilator
osmotik sebelum suatu aborsi elektif, tetapi kemudian berubah pikiran umumnya
tidak menderita morbiditas infeksi setelah dilator dikeluarkan.
28
29
AF+AR 'US+AKA
Iayasan 8ina 6ustaka Sar*ono 6ra*irohardjo. 8agian /ebidanan dan
/andungan. Abortus :al (02,(2. 7akarta 2 balai penerbit 4/ 1I, """
/apita Selekta. 7akarta 2 balai penerbit 4/ 1I, 200
Iayasan 8ina 6ustaka Sar*ono 6ra*iroharjo. 6elayanan /esehatan -aternal dan
3eonatal. Abortus hal '#,#. 7akarta 2 balai penerbit 4/ 1I, 2002
Diktat 13AI0 Ilmu 6enyakit /ebidanan dan /andungan2 Abortus. Surabaya2
balai penerbit 4/ 13AI0, 2000
Iayasan 8ina 6ustaka Sar*ono 6ra*iroharjo 8agian Ilmu /andungan. Abortus
hal 2'5,2'". 7akarta2 8alai penerbit 4/ 13AI0, """
4. D Bunningham, /7. ;e@eno, S;. 8loom. Abortion in +illiam ?bstetrics, 22nd
edition. -c,Dra* :ill, 200#
-c6hee S, ?bsterics and obstretrics disoders,Burrent medical diagnosis and
treatment, 200" edition, -c Dra* :ill, 200!
Sar*ono pra*iroharhdjo.6erdarahan pada kehamilan muda dalam Ilmu
/andungan, edisi 200!
Saifuddin A. 6erdarahan pada kehamilan muda dalam 8uku 6anduan 6raktis
6elayanan /esehatan -aternal dan 3eonatal,Iayasan 8ina 6ustaka
Sar*ono 6ra*irohardjo, 7akarta,2005 :al -",-7
Standard 6elayanan -edis Ilmu /ebidanan dan /andungan, 0S Ffarina Ftaham,
200!, ms ((,(#
Abortus Incomplete. A@ailable at http2))***.je@uska.com)2007)0'))abortus,
inkomplit accessed on Disember #, 200"
Daufberg 4, Abortion 9reatened, A@ailable at
http2))emedicine.medscape.com)article)7"#(#" o@er@ie* , accessed on 7
Desember 200"
Daufberg 4, Abortion Septic, A@ailable at
http2))emedicine.medscape.com)article)7"#'(" o@er@ie* ,accessed on 7
Disember 200"
30