Anda di halaman 1dari 2

Prinsip kerja spektrofotometer UV-VIS didasarkan pada pengukuran serapan sinar

monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombang spesifik
dengan menggunakan monokromator prisma atau kisi difraksi dengan detektor
fototube. Cahaya dari sumber cahaya diuraikan oleh monokromator, kemudian cahaya
monokromator dilewatkan pada sampel. Cahaya ini sebagian diserap oleh sampel dan
sebagian lagi dilewatkan yang kemudian ditangkap oleh detektor yang diubah menjadi
sinyal-sinyal listrik yang kemudian diterjemahkan oleh alat pengukur dan kemudian
ditampilkan dengan kuantitasnya.

Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh gugus fungsi kromofor
dan ausokrom terhadap panjang gelombang maksimum dan membandingkan puncak
serapan maksimum benzene dengan senyawa aromatic lainnya. Senyawa aromatic
yang digunakan dalam praktikum ini yaitu aniline, nitrobenzene, dan fenol. Gugus
kromofor adalah gugus yang menyebabkan molekul menjadi berwarna dan gugus
memberi daya ikat terhadap serat yang diwarnainya. Molekul zat warna merupakan
gabungan dari zat organic yang tidak jenih, kromofor sebagai pembawa warna dan
ausokrom sebagai pengikat antara warna dan serat. Ausokrom merupakan gugus yang
dapat meningkatkan daya kerja kromofor, sebagai optimal dalam pengikatan.
Ausokrom terdiri dari golongan yang salah satunya NH
2
, sedangkan golongan
anionnya yaitu salah satunya OH. Ausokrom juga merupakan radikal yang
memudahkan terjadinya pelarutan COOH atau SO
3
H, dapat juga berupa kelompok
NH
2
atau OH (www.che-ist-ry.org).
Anilin, nitrobenzene, dan fenol ditambahkan dengan etanol, sehingga
terbentuk gugus ausokrom dankromofornya. Fenol dan aniline setelah ditambahkan
etanol, menghasilkan larutan berwarna merah, dan nitrobenzene setelah ditambahkan
etanol, menjadi larutan berwarna hijau. Konsebtrasi larutan berwarna diukur dengan
melihat absorbansi planar. Pada daerah tampak konsentrasi dapat ditentukan dengan 3
teknik, yaitu kolonmeter atau kalorimetri visual, fotometri, dan spektrofotometer.
Pada praktikum, digunakan teknik ketiga. Teknik spektrofotometer dapat digunakan
untuk mengukur absorbansi dalam daerah tampak dan ultraviolet. Spektrofotometer
menghasilkan sinar dari spectrum dengan panjang gelombang tertentu dan fotometer
adalah alat pengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau yang ditransmisikan
atau yang diabsorppsi (Khopkar. 2008:214-225).
Panjang gelombang cahaya UV dan tampak jauh lebih pendek daripada
panjang gelombang radiasi inframerah. Pada UV-VIS, sample simasukkan ke kuvet
dan pada hasilnya didapatkan transmitan, absorben, dan panjang gelombangnya.
Ontuk aniline, fenol, nitrobenzene, dan benzene masing-masing didapatkna untuk
absorbannya 28,5%, 32%, 125% dan 125%. Sedangkan untuk panjang gelombangnya
dipakai yang sama yaitu 563nm. Baik radiasi UV maupun radiasi cahaya tampak
berenergi lebih tinggi daripada radiasi inframerah. Absorpsi cahaya UV atau cahaya
tampak mengakibatkan transisi-elektronik, yaitu promosi electron-elekron dari orbital
keadaan dasar yang berenergi rendah ke orbital keadaaan tereksitasi berenergi lebih
tinggi.Panjang gelombang cahaya UV atau cahaya tampak bergantung pada
mudahnya promosi electron. Molekul-molekul yang memerlukan lebih banyak energi
untuk promosi electron akan menyerap pada panjang gelombang yang lebih pendek.
Molekul yang memerlukan energi lebih sedikit akan menyerap pada panjang
gelombang yang lebih panjang. Senyawa yang menyerap cahaya pada dalam daerah
tampak (yakni senyawa berwarna) mempunyai electron yang lebih mudah
dipromosikan daripada senyawa yang menyerap panjang gelombang UV yang lebih
pendek. Pada hasil didapatkan absorban yang berbeda-beda. Absorban suatu senyawa
pada suatu panjang gelombang tertentu bertambah dengan banyaknya molekul yang
mengalami transisi. Oleh karena itu absorban bergnatung pada struktur elektronik
senyawa dan juga kepekatan sample dan sel sample. Benzena dan senyawa aromatic
lain memperagakan spectrum yang lebih kompleks daripada yang diterangkan oleh
transisi -
*
. Komponen itu disebabkan oleh adanya beberapa keadaan eksitasi
rendah. Benzena menyerapdengan kuat pada 184nm dan pada 27nm dan mempunyai
sederet pita absorpsi antara 230-270 nm. Absorpsi radiasi UV oleh senyawa aromatic
yang terdiri cincin benzene terpadu bergeser ke oanjang gelombang yang lebih
panjang dengan bertambahnya cincin (Fessenden. 1986 :442).