Anda di halaman 1dari 8

Ferdinandus 212.13.

0038
2014

1
Hidrogeologi Intrusi Air Laut
INTRUSI AIR LAUT

Apabila keseimbangan hidrostatik antara air bawah tanah tawar dan air bawah
tanah asin di daerah pantai terganggu,maka terjadi pergerakan air bawah tanah
asin/air dari laut ke arah daratan.
Intrusi air laut telah terdeteksi di daerah pantai Jakarta, Semarang, Denpasar,
Medan dan daerah-daerah pantai lainnya, dimana telah terjadi pemanfaatan air bawah
tanah secara berlebihan.

A. Cekungan Jakarta
Batas sebaran zona air bawah tanah payau/asin pada setiap sistem akuifer,
perubahannnya yakni adalah sebagai berikut :
Zona Air bawah tanah Payau/Asin pada Sistem Akuifer tidak tertekan (< 40
m)
Batas antara air bawah tanah payau/asin dengan air bawah tanah tawar pada
sistem akuifer ini kurang lebih melewati daerah Pakuaji Salembaran
Cengkareng Grogol Pulogadung Tambun Rawarengas selatan
Babelan. Sebaran zone ini secara umum relatif meluas ke arah timur.

Jarak batas zona air bawah tanah payau/asin dengan air bawah tanah
tawar di beberapa lokasi adalah :
Daerah Cengkareng Pedongkelan Grogol Gambir antara 5,0 6,0
km
Daerah Pulogadung Cakung TambunRawarengas antara 8,0 11,5
km

Ferdinandus 212.13.0038
2014

2
Hidrogeologi Intrusi Air Laut
Dibandingkan dengan sebelumnya, sebaran zone ini mempunyai pola
yang relatif sama, namun di beberapa tempat menunjukkan pergeseran sebagai
berikut :
Di daerah Pulogadung, Cakung dan Tambun Rawarengas batas zona
bergeser ke arah darat antara 0,5 1,5 km, dengan pergeseran terbesar
terjadi di Pulogadung.
Di sekitar Babelan, pergeseran ke arah darat mencapai sekitar 3,0 km.
Di tempat lain, khususnya di bagian barat daerah pantai, batas zona
relatif tidak berubah.

Zona Air bawah tanah Payau/Asin pada Sistem Akuifer tertekan atas (40 -
140 m)
Batas zona air bawah tanah payau/asin dengan air bawah tanah tawar
melewati daerah : selatan Pekayon- selatan Bandara Soekarno Hatta- selatan
Cengkareng Pedongkelan Gambir Kelapagading- Bojongkaratan. Jarak
garis batas ini, dari garis pantai, adalah :
Daerah antara Pekayon Bandara Soekarno Hatta antara 5,0 13 km.
Cengkareng Pedongkelan - Grogol- Kelapagading antara 8,0 10 km.
Di bagian timur di sekitar Bojongkaratan antara 3,0 6,0 km.

Selama dua tahun terakhir, yakni antara1991 hingga 1993 garis batas
ini menunjukkan pergeseran ke arah darat. Dibandingkan dengan hasil survei
pada Juni-Agustus 1993, pergeseran yang mencolok terjadi dibagian barat
dataran pantai, yaitu antara daerah Pekayon sampai Cengkareng (Bandara
Soekarno Hatta). Namun hal ini disebabkan perluasan daerah studi pada
1993 dan penambahan perolehan data. Adapun pergeseran batas zona yang
disebabkan oleh perubahan salinitas air bawah tanah adalah:
Ferdinandus 212.13.0038
2014

3
Hidrogeologi Intrusi Air Laut
Daerah antara Cengkareng Pedongkelan dan grogol terjadi pergeseran
ke arah darat antara 0,25 1,5 km.
Daerah antara Kelapagading Bojongkaratan bergeser 0,75 6,0 km
ke arah darat.

Zona Air bawah tanah Payau/Asin pada Sistem Akuifer tertekan bawah
(>140 m)
Sebaran zona ini hanya terbatas di dataran pantai antara Kapuk, Jakarta
Kota, dan Cilincing. Sebaran di bagian barat, yakni antara Kapuk dan Jakarta
Kota relatif lebih luas dibandingkan di bagian timur. Jarak batas zona air
bawah tanah payau/asin dengan air bawah tanah tawar, didaerah Kapuk
Jakarta Kota mencapai 5,75 km, sementara didaerah Walang- Cilincing
sekitar 2,5 km.
Pergeseran batas zona air bawah tanah payau/asin ke arah darat di dataran
antara Kapuk dan Jakarta Kota, pada antara 1991-1993 mencapai sekitar
0,50 km. Namun antara 1992-1993, sebarannya cukup meluas mulai dari
Tamansari sampai daerah Cilincing.

B. Cekungan Semarang
Daerah Semarang bagian utara penyusupan air asin semakin meningkat
sejak beberapa tahun terakhir, terutama pada daerah pemukiman pusat perkotaan,
dan di beberpa wilayah industri di bagian utara, miksalnya daerah sekitar Muara
Kali Garang, Tanah Mas, Pengapon, Simpang Lima. Data penyusupan air asin
tersebut diatas adalah berdasarkan hasil pemantauan dari beberapa sumur gali
penduduk yang tersebar, maupun dari kualitas sumur bor di beberapa tempat.
Didaerah Semarang penyusupan air asin ini diperkirakan sudah mencapai sejauh
2 km ke arah selatan garis pantai.
Ferdinandus 212.13.0038
2014

4
Hidrogeologi Intrusi Air Laut
Daerah Kendal penyusupan air asin, dideteksi di utara Kaliwungu,
Murorejo, Kumpulrejo sampai sekitar Sukolilan. Sumurboryang dikelola oleh
PDAM Kendal yakni di Kamp. Pegandon air bawah tanahnya sudah dipengaruhi
oleh penyusupan air asin, yang diperkirakan berasal dari aliran air sungai K.
Bodri, akibat kurang sempurnanya sistem konstruksi sumurbor. Nilai (DHL) air
sumurbor tersebut melebihi 2000 umhos/cm, dengan jarak lokasi sumurbor dari
garis pantai kurang lebih 5 km.

1. Masalah
Pada dekade terakhir ini telah terjadi pertumbuhan penduduk yang sangat
pesat di dunia, dan hal tersebut menyebabkan eksploitasi air bawah tanah terus
meningkat dengan pesat. Fenomena ini telah menyebabkan dampak negatif terhadap
kuantitas maupun kualitas Air bawah tanah, antara lain penurunan muka Air bawah
tanah, fluktuasi yang semakin besar serta penurunan kualitas air bawah tanah, serta
terjadinya intrusi air laut di beberapa wilayah. Dengan demikian perlu dilakukan
upaya nyata dan terpadu untuk meminimalkan dampak negatif tersebut, baik oleh
pemerintah, masyarakat maupun swasta.

2. Intrusi Air Asin
Intrusi atau penyusupan air asin ke dalam akuifer di daratan pada dasarnya
adalah proses masuknya air laut di bawah permukaan tanah melalui akuifer di daratan
atau daerah pantai. Dengan pengertian lain, yaitu proses terdesaknya air bawah tanah
tawar oleh air asin/air laut di dalam akuifer pada daerah pantai. Apabila
keseimbangan hidrostatik antara air bawah tanah tawar dan air bawah tanah asin di
daerah pantai terganggu, maka akan terjadi pergerakan air bawah tanah asin/air laut
ke arah darat dan terjadilah intrusi air laut.
Terminologi intrusi pada hakekatnya digunakan hanya setelah ada aksi, yaitu
pengambilan air bawah tanah yang mengganggu keseimbangan hidrostatik. Adanya
Ferdinandus 212.13.0038
2014

5
Hidrogeologi Intrusi Air Laut
intrusi air laut ini merupakan permasalahan pada pemanfaatan air bawah tanah di
daerah pantai, karena berakibat langsung pada mutu air bawah tanah. Air bawah
tanah yang sebelumnya layak digunakan untuk air minum, karena adanya intrusi air
laut, maka terjadi degradasi mutu, sehingga tidak layak lagi digunakan untuk air
minum.

1) Intrusi air laut ini dapat terjadi antara lain akibat :
a) Penurunan muka air bawah tanah atau
bidang pisometrik di daerah pantai.
b) Pemompaan air bawah tanah yang
berlebihan di daerah pantai.
c) Masuknya air laut ke daratan melalui
sungai, kanal, saluran, rawa, atau pun
cekungan lainnya.
d) Pemangkasan hutan mangrove di pesisir
pantai.
e) Pemanasan global.
f) Turunnya muka air tanah akibat proses
geologi (pergeseran lempeng tektonik).

Berat jenis air asin sedikit lebih besar daripada berat jenis air tawar, maka air laut
akan mendesak air tawar di dalam tanah lebih ke hulu. Tetapi karena tinggi
tekanan piezometric airtanah lebih tinggi daripada muka air laut, desakan
tersebut dapat dinetralisir dan aliran air yang terjadi adalah dari daratan kelautan,
sehingga terjadi keseimbangan antara air laut dan airtanah, sehingga tidak terjadi
intrusi air laut. Intrusi air laut terjadi bila keseimbangan terganggu. Aktivitas
yang menyebabkan intrusi air laut diantaranya pemompaan yang berlebihan,
karakteristik pantai dan batuan penyusun, kekuatan airtanah ke laut, serta
fluktuasi airtanah di daerah pantai. Proses intrusi makin panjang bisa dilakukan
Ferdinandus 212.13.0038
2014

6
Hidrogeologi Intrusi Air Laut
pengambilan airtanah dalam jumlah berlebihan. Bila intrusi sudah masuk pada
sumur, maka sumur akan menjadi asing sehingga tidak dapat lagi dipakai untuk
keperluan sehari-hari.

2) Pengaruh intrusi air laut pada kualitas air
Akibat intrusi air laut ini maka akan menyebabkan turunnya kualitas air tanah di
sekitar pantai tersebut, karena air laut akan membuat air menjadi asin dan tidak
baik untuk digunakan untuk kegiatan konsumsi dan lain lain. Air bawah tanah
yang merupakan sumberdaya alam terbarukan (renewable natural resources) saat
ini telah memainkan peran penting pada penyediaan pasokan kebutuhan air bagi
berbagai keperluan, sehingga hal tersebut menyebabkan terjadinya pergeseran
nilai terhadap air bawah tanah itu sendiri. Masyarakat, baik perseorangan
maupun kelompok membutuhkan air untuk keperluan sehari-hari dan untuk
kebutuhan lainnya. Dari berbagai macam kebutuhan tersebut, maka air untuk
keperluan air minum merupakan prioritas utama, di atas segala keperluan yang
lain. Hal ini berarti fungsi air sebagai air minum harus diupayakan sebaikbaiknya
agar memenuhi persyaratan kualitas dan kuantitasnya, serta digunakan
sebaikbaiknya bagi kebutuhan mahkluk hidup. Mengingat peran air bawah tanah
semakin penting, maka pemanfaatan air bawah tanah harus didasarkan pada
keseimbangan dan kelestarian air bawah tanah itu sendiri,atau dengan kata lain
pemanfaatan air bawah tanah harus berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
Penyusupan air asin/air laut pada akuifer pantai, mengakibatkan perubahan
komposisi kimiawi air bawah tanah. Perubahan ini dapat terjadi dengan cara :
1. Reaksi antara air laut dengan mineral-mineral yang terdapat dalam akuifer.
2. Reaksi sulfat dan penambahan karbon atau asam lemah yang lain.
3. Terjadi pelarutan dan pengendapan.

3) Cara mengatasi terjadinya intrusi air laut
a) Mengurangi pemompaan di daerah pantai
Ferdinandus 212.13.0038
2014

7
Hidrogeologi Intrusi Air Laut
Pemompaan air bawah tanah yang berlebihan akan menggangu
kesetimbangan, sehingga muka air bawah tanah atau bidang pisometrik akan
turun dan dengan mudah air laut mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh
air bawah tanah tawar, maka dapat terjadi penyusupan tersebut.

b) Membuat pengisian air bawah tanah secara buatan
Pengisian air bawah tanah secara buatan dilakukan dengan cara memasukkan
kembali air yang ada di permukaan ke dalam akuifer dengan melalui beberapa
metoda, antara lain dengan cara:
1. Spreading adalah cara pengisian air bawah tanah secara buatan yang
dilakukan dengan cara menyebarkan kelebihan air permukaan melalui
parit-parit yang dibuat di daerah pantai, sehingga melalui parit tersebut
terjadi penambahan air bawah tanah.
2. Sumur pengisian atau sumur injeksi adalah cara pengisian air bawah tanah
secara buatan dengan membuat sumur dalam yang menembus akuifer dan
menginjeksi atau memasukkan air permukaan ke dalam akuifer tersebut.

c) Memompa air laut yang terletak pada akuifer pantai
Dilakukan dengan cara pemboran di daerah pantai dan pada akuifer yang
berisi air asin dikonstruksi/dipasang pipa saringan seperti halnya konstruksi
sumur produksi biasa. Bedanya, pada kasus ini yang dipompa adalah air asin,
dan dengan keluarnya air asin, maka air bawah tanah tawar akan mengisi
kekosongan yang ditinggalkan oleh air asin, akibatnya bidang batas antara air
asin dan air bawah tanah tawar pada akuifer tersebut bergeser ke arah laut.
d) Membuat Penghalang di bawah tanah di daerah pantai
Penghalang yang dibuat dengan tujuan untuk menjaga tekanan pematang air
bawah tanah yang dekat atau sejajar dengan pantai, tetap berada di atas muka
laut, sehingga tidak terjadi pendesakan air bawah tanah tawar oleh air asin.
Penghalang ini dapat dibuat dengan :
Ferdinandus 212.13.0038
2014

8
Hidrogeologi Intrusi Air Laut
1. Menyebarkan air tawar di permukaan dan air tersebut akan meresap ke
dalam tanah, sehingga di bawah tempat penyebaran air tawar tersebut akan
menjadi tinggi seolah-olah seperti penghalang.
2. Menginjeksi air tawar ke dalam akuifer di tepi pantai.

e) Menjaga dan melestarikan kembali hutan mangrove di pesisir pantai.

4) Saran
Menurut saya cara cara yang dilakukan untuk menanggulangi intrusi air laut
tersebut di atas sudah cukup baik namun pada prosesnya harus dipantau dan
diawasi agar dapat mengoptimumkan hasil yang diinginkan pada pengendalian
intrusi air laut sehingga air bawah tanah dapat terjaga kualitasnya. Dengan
meningkatnya permasalahan air bawah tanah di Indonesia yang semakin
komplek, khususnya mulai terjadinya intrusi air asin ke daerah pantai, yaitu
seperti yang terjadi di kota-kota besar sudah selayaknya dilakukan usaha-usaha
pengendalian dan pengawasan terhadap kelestarian lingkungan berupa program
penyelamatan yang mendesak yaitu :
1. Mengurangi pemompaan air bawah tanah di daerah-daerah tertentu misalnya
daerah pantai.
2. Memperketat pemberian izin pembuatan sumur bor.
3. Meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan pembuatan sumur bor.
4. Menambah cadangan air bawah tanah dengan pengisian buatan ("artificial
recharge").
5. Membuat sumur bor pantau di tempat-tempat tertentu yang dilengkapi dengan
pencatat muka air bawah tanah ("water level recorder").