Anda di halaman 1dari 15

METODE PELAKSANAAN

1. ACUAN YANG DIGUNAKAN


A. Dokumen Lelang
B. Spesifikasi Umum Bidang J alan dan J embatan Edisi Tahun 2010 Revisi 2
C. Spesifikasi Khusus Seksi 6.3.A Campuran Beraspal Panas Dengan Asbuton
D. Gambar standar pekerjaan jalan dan jembatan Nomor 004-A/PW/2004
E. Pedoman Pelaksanaan lapis campuran beraspal panas pengganti dari SNI 03-
1737-1989
F. Standar Nomor : 003/T/BNKT/1990 tentang Petujuk Perambuan Sementara
Selama Pelaksanaan Pekerjaan J alan
G. Dokumen lainnya sesuai persetujuan PPK


2. Umum
- Mobilisasi dilaksanakan paling lambat 3 Minggu setelah Surat Penyerahan
Lapangan diterbitkan. Sedangkan demobilisasi dilaksanakan di minggu terakhir
pada bulan terakhir.
- Dalam periode mobilisasi akan dilaksanakan :
a. Pengiriman alat berat dan alat bantu
b. Pengiriman personil
c. Staking out
d. Pembangunan Fasilitas Kontraktor, Lab, Direksi, Gudang dll yang bersifat
sementara
- Untuk manajemen keselamatan lalu lintas, alat alat pendukung disiapkan dalam
periode mobilisasi
- Seluruh hal yang berkaitan dengan manajemen mutu sudah disiapkan sesuai
jadwal mobilisasi

3. Pekerjaan Tanah dan Drainase
Pekerjaan galian dan timbunan dilakukan dengan cara mekanis yaitu menggunakan
alat berat.
- Pemasangan gorong gorong akan dilakukan dalam durasi paling lama 1 hari
dengan cara sebagai berikut :
a. Pekerjaan diupayakan dilaksanakan pada jam sepi
b. Gorong gorong (pra cetak) disiapkan dengan di posisikan di bahu jalan pada
kedua sisi di lokasi yang akan dipasang gorong gorong
c. Material agregat sesuai kebutuhan juga sudah di tempatkan di lokasi gorong
gorong..
d. Sebuah Unit truck crane akan siap dilokasi untuk mengangkat dan
memposisikan gorong gorong.
e. Sebuah unit mesin gilas akan siap dilokasi.
f. Excavator menggali badan jalan untuk posisi gorong gorong dalam 2 tahap
yaitu tahap 1 sampai dengan separuh lebar badan jalan.
g. Selanjutnya crane akan mengangkut dan memposisikan gorong gorong
pada lokasi galian.
h. Setelah setengah lebar badan jalan sudah di tempatkan gorong gorong,
maka selanjutnya ditutup dengan material agregat dan dipadatkan sesuai
ketentuan.
i. Selanjutnya untuk setengah lebar badan jalan sisanya dilakukan seperti pada
langkah diatas.
j. Pelaksanaan dilakukan dalam batas waktu maksimal 10 jam dengan posisi
akhir perkerasan baru sampai dengan lapis pondasi aggregate.
k. Selama pelaksanaan akan diatur lalu lintas oleh petugas sesuai pedoman
yang berlaku.

- Untuk galian saluran dan biasa alat untuk mengeruk digunakan excavator yang
langsung memuat ke Dump Truck untuk selanjutnya hasil galian dbuang ke lokasi
yang telah disetujui oleh PPK. Galian saluran akan dilakukan dengan panjang
maksimal galian yang terbuka setiap hari nya adalah 200 m. Sejumlah pekerja
akan memasang mortar ataupun saluran pre-cast (sesuai volume dalam kontrak).
Dengan demikian hal ini dapat mengurangi gangguan lalu lintas. Rambu rambu
akan dipasang sesuai ketentuan dalam standar Nomor : 003/T/BNKT/1990
tentang Petujuk Perambuan Sementara Selama Pelaksanaan Pekerjaan J alan

- Untuk Galian aspal tanpa cold miling, pembongkaran lapisan hotmix lama
dilakukan menggunakan jack hammer dan compressor sebagai pembersih.
Galian aspal hasil bongkaran dibuang kelokasi yang sudah disetujui.

- Galian beton dilakukan dengan menggunakan jack hammer atau dengan
excavator yang dimodifikasi.

Galian atau material tanah tidak boleh menumpuk lebih dari 2 x 24 jam.Pengaturan
lalu lintas dilakukan untuk mengurangi dampak akibat pengurangan lajur.
Galian dan timbunan dilakukan menggunakan alat berat (mekanis).

Pengerjaan galian tanah untuk pelebaran (jika ada) akan di atur sedemikian rupa
sehingga panjang maksimal galian yang terbuka yaitu 500 m per satu sisi. Artinya
setiap 500 m galian akan diikuti dengan lapis perkerasan sesuai kontrak.


4. Perkerasan Aspal
Proses pencampuran aspal panas dilakukan sepenuhnya di lokasi AMP (di
Tangerang). Selanjutnya campuran akan diangkut ke lokasi pekerjaan dengan dump
truck. Untuk menjaga suhu campuran tetap memenuhi syarat, maka dalam proses
pengangkutan bak truk akan ditutup terpal kedap air.
Pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan sebelumnya melakukan koordinasi dengan
aparat setempat untuk pengaturan lalu lintas.
Pelaksanaan mengacu kepada standar bina marga mulai dari rujukan, kesiapan
bahan, alatm uji mutu, pelaksanaan dan pembayaran.

1 Pekerjaan dilakukan secara mekanis untuk keperluan pathcing(tambalan) pada
bagian-bagian tertentu badan jalan

2 Aspal panas (Hotmix) AC-BC leveling diangkut dari lokasi AMP ke lokasi
pekerjaan menggunakan dump truk yang mempunyai bak terbuat dari logam yang
rapat, bersih dan rata yang telah disemprot minyak parafin untuk mencegah
melekatnya campuran aspal pada bak truck.

3 Sebelum pengirimam campuran aspal dikirim kelapangan truk harus ditimbang
dan setiap muatan harus dicatat berat kotor, berat kosong dan berat netto, saat
campuran aspal diserahkan ke alat penghampar temperatur harus dalam rentang
tidak kurang 110 derajat celsius.

4 Sesaat sebelum penghamparan, permukaan yang akan dihampar harus
dibersihkan dari bahan yang lepas dan tidak dikehendaki dengan sapu mekanis
yang dibantu dengan menggunakan cara manual bila diperlukan.

5 kemudian dilakukan penyemprotan prime coat atau tack coat sesuai dengan
kebutuhan dilapangan dan spesifikasi yang disyaratkan.

6 Seluruh campuran Hotmix yang akan dihampar harus sesuai dengan job mix
dalam spesifikasi teknis yang disyaratkan.

7 Sebelum memulai penghamparan, sepatu (screed) alat penghampar harus
dipanaskan, penghamparan harus dimulai dari lajur yang lebih rendah menuju
lajur yang lebih tinggi bilamana pekerjaan yang dilaksanakan lebih dari satu lajur,
mesin vibrasi pada alat pengahampar harus dijalankan selama penghamparan.

8 Penampung alat penghampar (Asphalt finisher) tidak boleh dikosongkan, tetapi
temperatur sisa campuran harus terjaga dari temperatur yang disyaratkan,
kecepatan alat harus dijaga agar tidak menyebabkan retak permukaan, koyakan,
atau bentuk ketidakrataan lainnya, jika terjadi segregasi, koyakan atau lainnya
maka alat harus dihentikan dan dicari penyebabnya serta harus diperbaiki.

9 Setelah campuran aspal dihampar dan diratakan, sebelum dipadatkan campuran
aspal tersebut harus diperiksa dan setiap ketidak sempurnaan harus diperbaiki,
dimana temperatur aspal dalam keadaan gembur harus dipantau dan penggilasan
harus dimulai dalam rentang viskositas aspal sesuai spesifikasi.

10 Penggilasan awal harus menggunakan alat pemadat roda baja kemudian diikuti
dengan alat pemadat roda karet. Dimana setiap titik perkerasan harus menerima
minimum dua lintasan penggilasan awal, penggilasan kedua atau utama harus
dilaksanakan dengan alat pemadat roda karet sedekat mungkin dibelakang
penggilasan awal, penggilasan akhir atau penyelesaian harus dilaksanakan
dengan alat pemadat roda baja tanpa penggetar (Vibrasi).

11 Kecepatan alat pemadat tidak boleh lebih dari dari 4 Km/jam untuk roda baja dan
10 km/jam untuk roda karet dan harus dijaga rendah sehingga tidak
mengakibatkan bergesernya campuran panas tersebut.

12 Penggilasan harus dilaksanakan secara terus menerus untuk memperoleh
pemadatan yang merata saat campuran aspal masih dalam kondisi mudah
dikerjakan sehingga bekas jejak roda dan ketidakrataan dapat dihilangkan.

13 Roda alat pemadat harus dibasahi secara terus menerus untuk mencegah
pelekatan campuran aspal pada roda alat pemadatan tetapi air yang berlebihan
tidak diperkenankan.

14 Sewaktu Permukaan sedang dipadatkan dan diselesaikan, kontraktor harus
memangkas tepi perkerasan agar bergaris rapi, Bahan yang berlebihan harus
dipotong tegak lurus setelah penggilasan akhir dan dibuang di luar daerah milik
jalan

15 Lalu lintas kendaraan diperbolehkan melintas diatas permukaan hasil pemadatan
minimal 2 jam setelah pemadatan akhir dilaksanakan.

16 Hasil pemadatan lapangan harus diadakan pengujian / pengendalian mutu dan
pemeriksaan lapangan yang mana hasilnya harus disesuaikan kembali dengan
hasil pengujian J ob Mix Formula (J MF) untuk setiap benda uji hasil core drill,
stabilitas, kelelehan, marshall quotient, kadar aspal, gradasi agregat hasil
ekstrasi, rongga dalam campuran pada kepadatan membal, aspal ticknes, dan
kadar aspal yang terserap agregat yang dihitung berdasarkan campuran
maksimum campuran perkerasan aspal.


5. Struktur
Beton mutu sedang dengan fc=20 MPa (K-250) untuk Pelebaran jalan
Sesuai Gambar pada Dokumen Lelang dimana terdapat pekerjaan pelebaran jalan
dari semula lebar 4,50 m menjadi 6,00 m



Pencampuran adukan beton seluruhnya dilakukan di batching plant yang rencana
berokasi di Cilegon (Ciwandan). J arak ke lokasi pekerjaan +/- 117 Km. Pegangkutan
akan dilakukan paling awal sekitar jam 15:00 sehinga pengecoran / penghamparan
beton dilokasi pekerjaan akan dimulai paling cepat sekitar jam 17:00. Pengecoran
dilakukan mulai menjelang malam untuk menghindari penambahan panas pada
beton yang sudah terhampar supaya tidak terjadi retak.

Penghamparan beton dilakukan setelah bekisting, pekerjaan lapis pondasi aggregate
kelas B setebal 15 cm selesai dan persiapan lainnya selesai dan telah mendapat
persetujuan direksi. Bekisting akan dipasang pada kesua sisi supaya mendapat hasil
yang rata (lebar yang sama). Celah celah antara beton baru dengan perkerasan
lama akan diisi oleh filler atau screening atau atas persetujuan direksi.

Dalam setiap waktunya tidak akan ada galian pelebaran lebih dari 500 m yang
terbuka. Artinya pekerjaan galian akan diikuti langsung oleh pelapisan agregat B dan
penghamparan beton dengan menyisakan panjang galian terbuka paling besar 500
m.




Peta Lokasi Batching Plant dengan Lokasi Pekerjaan



Pasangan Batu (TPT)
Pembuatan tembok penahan tanah mengacu kepada Gambar rencana atau standar
pekerjaan jalan dan jembatan Nomor 004-A/PW/2004atau atas persetujuan direksi.

6. Pengembalian Kondisi dan pekerjaan Minor
Sebelum pekerjaan pengaspalan dilakukan pada 2 bulan periode pertama akan
dilakukan pengembalian kondisi jalan sehingga didapatkan kondisi eksisting yang
sudah baik.
Pemarkaan dilakukan di akhir pelaksanaan sesuai ketentuan teknis yang berlaku
Penempatan rambu jalan akan dikoordinasikan dengan pihak terkait dan atas
persetujuan direksi.









Perambuan selama Pekerjaan

J enis Rambu








SKEMA PEMASANGAN RAMBU






















Untuk item minor (pekerjaan kecil, tersebar)