Anda di halaman 1dari 4

RABIES

Penyakit Rabies merupakan penyakit yang menakutkan. Manusia dapat tertular penyakit ini
lewat gigitan hewan perantara pengidap penyakit Rabies. Penyakit Rabies ini adalah penyakit
menular yang akut dan menyerang susunan syaraf pusat, yang dicirikan dengan geala syaraf,
agresif, ph!t!ph!bia "takut terhadap sinar#, hydr!ph!bia "takut terhadap air# dan selalu diakhiri
dengan kematian. $i Ind!nesia, hewan yang peka terhadap penyakit Rabies adalah aning,
kucing dan kera. Biasanya hewan yang mengidap penyakit Rabies cenderung menyerang siapa
saa yang dianggap mengganggunya atau berada di dekatnya, terutama benda yang bergerak.
Penyebab penyakit Rabies adalah %irus R&A berbentuk peluru yang terg!l!ng dalam 'enus
(yssa%irus dan )amilia Rhabd!%iridae.
EPI$EMI*(*'I $A& E+*(*'I
a. Rabies pada manusia
Masa inkubasi rabies "masa masuknya %irus Rabies ke dalam tubuh hingga menimbulkan geala#
pada manusia umumnya teradi berkisar antara , sampai - minggu. .etapi inipun masih terdapat
keragaman yang besar antara satu kasus dengan kasus lainnya yaitu antara /0 hari "yang
tercepat# sampai hingga - bulan.
'eala klinis pada masa pr!dr!mal "masa antara 1 sampai 2 hari setelah infeksi# adalah pusing
kepala dan adanya sedikit kenaikan suhu badan antara / sampai 1 !3, malaise "perasaan tidak
enak badan yang tidak elas# dan gelisah, sedangkan pada tempat infeksi terasa aneh. +emudian
ada geala stimulasi syaraf simpatis sehingga terlihat adanya ins!mnia. Air liur yang berlebih
"hypersali%asi# teradi karena susah atau tidak bisa menelan ludah dan bila berusaha menelan
akan tercekik sehingga terlihat geala hidr!f!bia. Angka kematian "4case fatality rate5# mencapai
/006 dan karenanya penyakit Rabies dikenal sebagai penyakit yang sangat menakutkan karena
hampir selalu menimbulkan kematian "4alm!st always fatal5# bila telah timbul geala klinis.
'eala penyakit Rabies pada manusia hampir sama dengan penyakit lain yang menyerang
susunan syaraf pusat "3entral &er%e System# seperti misalnya .etanus, tetapi pada penyakit
.etanus masa inkubasinya hanya antara 7 sampai /2 hari.
Meskipun penyakit Rabies ini sangat berbahaya, penularan dari manusia ke manusia melalui
gigitan tidak pernah dilap!rkan teradi karena dibandingkan dengan air liur aning, air liur
manusia sangat sedikit mengandung %irus rabies. Penularan dari !rang ke !rang pernah
dilap!rkan teradi karena transplantasi k!rnea mata dari d!n!r penderita Rabies dan hal ini
menyebabkan kematian pada asept!r k!rnea tersebut. 8alaupun demikian, secara alamiah
manusia tetap dianggap sebagai 4dead end5 "4cul de sac5# dari penyakit ini.
(angkah pertama yang perlu dilakukan apabila ada !rang yang tergigit aning 9
/. 3uci segera luka gigitan dengan sabun atau detergen, kemudian dibilas dengan air bersih
"air mengalir#, setelah itu dicuci dengan Alk!h!l 706. Setelah kering !lesi luka dengan :!dium
.incture.
1. Segera bawa penderita ke d!kter, Puskesmas terdekat untuk menerima peng!batan lebih
lanut.
,. (ap!rkan segera kepada Petugas $inas Peternakan setempat tentang aning yang
menggigit "nama pemilik dan alamat tinggalnya#
(angkah pertama yang perlu dilakukan bagi pemilik aning yang menggigit !rang 9
/. Aning segera diis!lir, dirantai atau dikandangkan tersendiri.
1. Segera periksakan aning tersebut kepada petugas $inas Peternakan setempat "Bandung;
Bi! )arma#.
,. Siapkan dan Bawalah kartu atau buku %aksinasi Rabies "bila hewan sudah pernah
di%aksinasi sebelumnya#.
2. Bila aning yang menggigit mati mendadak dalam waktu kurang dari / minggu sesudah
menggigit, bangkainya harus segera diserahkan kepada $inas Peternakan setempat untuk
diadakan tes ui guna mengetahui apakah p!sitif terserang dan mati karena penyakit Rabies
$emi keselamatan bersama, sebaiknya aning yang menggigit !rang harus langsung dibawa ke
$inas Peternakan setempat untuk diperiksa dan di!bser%asi dengan teliti, bila dicurigai, akan
dikarantina selama 7 sampai /2 hari dan bila negati%e dapat diambil dan dibawa pulang kembali.
b. Rabies pada hewan
Penyakit ini dapat menyerang semua hewan berdarah panas, tetapi di alam yang terserang pada
umumnya adalah bangsa 3arni%!ra "pemakan daging# dan 3hir!ptera "bangsa kelelawar#.
R!dentia tidak berperan dalam pemeliharaan mekanisme infeksi di alam.
'eala;geala penyakit Rabies pada aning dikenal dalam , stadium 9
/. Stadium Pertama 9 pada stadium ini sifat aning sudah berubah sifat dari kebiasaanya
"lincah menadi pendiam, tenang menadi gelisah#, menadi penakut, pendiam, gelisah, sering
menyendiri,bersifat dingin tetapi agresif. +adang;kadang terlihat malas, nafsu makan berkurang,
temperature tubuh agak naik, senang bersembunyi di tempat gelap dan teduh, tidak menurut
perintah atau panggilan pemiliknya kadangkala terlihat geram "pipi mengkerut;kerut seperti mau
menangkap sesuatu di depannya#, kadangkala bertingkah seperti mau menangkap sesuatu,
kadang lari kian kemari bila terkeut dan berusaha untuk menggigit "hypersensiti%e#
1. Stadium +edua 9 pada stadium ini aning menadi lebih agresif, takut sinar dan air, senang
bersembunyi di bawah k!l!ng, senang memakan atau menggigit benda;benda asing seperti besi,
batu, kayu, dll. Bila dirantai akan berusaha ber!ntak menggigiti rantai agar bisa lepas,
mengg!ngg!ng dan suaranya berubah menadi lebih parau, kadang;kadang suaranya seperti
l!l!ngan serigala, dan karena teradi kelumpuhan !t!tnya maka aning akan sulit untuk menelan.
Bila aning itu lepas, maka ia akan melarikan diri dan beralan terus sepanang hari dan akan
menyerang apa saa yang terlihat bergerak bila ia merasa terganggu, berakhir dengan kelelahan
dan semp!y!ngan. +eang;keang, telinga lebih kaku, ek!r lebih kaku dan menulur ke bawah
selangkangan.
,. Stadium +etiga "akhir# 9 $alam stadium ini kelumpuhan mulai menalar pada !t!t bagian
kepala sehingga terlihat mulut sulit untuk menutup, lidah terulur terus sehingga air liurnya selalu
menetes, menggantung dan berbusa, mata menadi agak uling atau malah menadi tambah
mel!t!t, kelumpuhan berlanut pada !t!t;!t!t tubuh sehingga terlihat semp!y!ngan, keang;
keang, melanut kelumpuhan pada kaki, k!ma dan antara 1 sampai 2 hari kemudian mati, karena
kelumpuhan pada !t!t pernafasannya.
+epentingan dari rabies dalam kepentingan masyarakat bukanlah ditentukan !leh banykanya
kasus p!sitif per tahun, dimana sangat kecil bila dibandingkan dengan penyakit;penyakit lain,
tetapi yang perlu diingat adalah aning selalu dekat dengan manusia atau sudah dianggap sebagai
"4man<s best friend5#. Angka kematian yang sangat tinggi uga dipertimbangkan karena
mencapai /006 yang menyebabkan penyakit ini sangat ditakuti, sehingga menimbulkan akibat
mental dan em!si!nal berupa penderitaan dan kegelisahan dari !rang yang digigit aning karena
takut mendapatkan penyakit fatal ini. Selain itu waktu, biaya dan bahaya enchepalitis "radang
!tak# akibat peng!batan antirabies setelah penggigitan "peng!batan p!st;e=p!sure#
Rabies telah diis!lasikan dari tikus dan r!dentia lainnya tetapi p!tensial penularannya ke
manusia sangatlah kecil. Sedangkan rabies di kelelawar merupakan pr!blem tersendiri yang
lepas dari dari siklus infeksi di mamalia lainnya dan kepentingannya hanya terungkap di Benua
Amerika. +epentingan infeksinya uga berbeda antara kelelawar penghisap darah dan g!l!ngan
bukan pemangsa darah. Rabies pada kelelawar bukan penghisap darah dilap!rkan teradi di
Amerika >tara dan Amerika Selatan dan telah dibuktikan adanya di beberapa species, baik
pemakan buah;buahan, insekti%!ra maupun pemakan ikan. Rabies pada kelelawar enis %ampire
merupakan pr!blema yang hanya melibatkan Amerika (atin, .rinidad dan .!bag!. )ungsi
%ampire sebagai carrier penyakit ini masih diragukan. ?ewan ini akan lebih sering sembuh
sendiri daripada hewan lain, tetapi belumlah elas apakah ia menyebarkan %irus setelah sembuh
dari rabies.
)A+.*R @A&' MEMPE&'AR>?I PE&>(ARA&
.empat gigitan 9 bila !rang atau hewan tergigit di tangan "kaki depan#, kepala atau leher maka ia
akan mudah danAatau lebih cepat terkena rabies. ?al ini teradi bukan karena auh atau dekatnya
tempat gigitan tersebut dengan susunan syaraf pusat "3&S#, tetapi karena lebih banyaknya
umlah syaraf perifer yang ada di bagian;bagian tersebut sehingga memudahkan penyebaran
%irus karena sifat neur!tr!pik dari %irus Rabies.
ME.*$E PE&'E&$A(IA& $A& PE&3E'A?A&
Pencegahan dapat dilakukan dengan cara 9
; Melakukan pr!gram %aksinasi penyakit Rabies secara teratur setahun sekali ke $inas
Peternakan setempat atau ke $!kter ?ewan terdekat.
; Pemeliharaan aning sebaik mungkin, pengamatan sifat kebiasaan sehari;hari, bila terlihat
perubahan;perubahan secara mendadak dalam sifat;sifat diluar kebiasaannya, segera periksakan
pada d!kter hewan praktek terdekat.
; Sebaiknya aning tidak selalu dibiarkan berkeliaran di luar rumah tanpa dapat
dikendalikan.
; Aning yang dicurigai atau agak berubah perangainya sebaiknya diis!lir dan tidak
dicampur dengan aning lainnya.
; +arena ganas dan berbahayanya penyakit Rabies, maka pencegahan dan
pemberantasannya harus dilakukan secara intensif dan sedini mungkin.
$alam pengendalian penyakit ini yang paling utama untuk dilakukan adalah pencegahan
penyakit pada manusia dan pengendalian atau eradikasi penyakit pada hewan. >ntuk mencapai
tuuan tersebut dipakai , prinsip pr!gram yaitu 9
/. Pencegahan keterpaparan "4e=p!sure5# ke hewan rabies.
1. Peng!batan setelah terpapar.
,. Imunisasi pada indi%idu;indi%idu yang beresik! tinggi terhadap penyakit Rabies seperti
d!kter hewan, pemegang hewan, teknisi lab!rat!rium dan lainnya.
>ntuk melaksanakan hal;hal diatas maka perlu dilakukan 9
/. Pengendalian ?ewan Piara
a. Prapaparan 9 sebelum hewan;hewan yang ada pemiliknya "betuanAhewan piara# terpapar
Rabies maka perlu dilakukan imunisasi. $i beberapa negara, imunisasi Rabies diwaibkan
terutama pada aning dan kucing, sedangkan di Ind!nesia, kera uga diwaibkan untuk di
imunisasi karena hewan ini banyak dipelihara dan sering uga dilap!rkan melakukan penggigitan
terhadap manusia.
b. Pemberantasan hewan tak bertuan 9 terutama pada aning dan kucing liar. $ilakukan
dengan alan penangkapan hewan liar "4stray animals5#, menahannya untuk beberapa hari
kemudian memusnahkannya apabila ternyata tidak diakui !leh pemiliknya atau malah tidak
berpemilik sama sekali. +emudian uga dilakukan peracunan terhadap hewan;hewan liar tersebut
yang berkeliaran di tempat;tempat tertentu, misalnya di tempat pembuangan sampah, dll.
1. Pengendalian Satwa (iar 9 dilakukan reduksi secara selektif terhadap satwa dengan
p!pulasi yang berlebihan. $engan sendirinya harus dilakukan kerasama dengan pihak;pihak
k!nser%asi alam "$epartemen +ehutanan, misalnya# danAatau pihak lain yang terkait.
,. >paya Internasi!nal 9 untuk daerah;daerah bebas Rabies dilakukan larangan yang ketat
untuk mengimp!rt aning. $apat uga dilakukan karantina terhadap hewan;hewan peka dalam
angka waktu lama. Batas darat antara daerah bebas dan daerah tidak bebas dilakukan peraturan
sebagai berikut 9
a. Sebulan sebelum memasuki daerah bebas tersebut, aning, kucing atau hewan peka
lainnya harus di%aksinasi terlebih dahulu.
b. Bila ternyata hewan yang akan dimasukkan tersebut belum di%aksinasi, maka pada saat
kedatangannya dilakukan %aksinasi dan karantina selama 2B hari. Bila pada masa karantina sulit
untuk diawasi karena angka waktunya yang terlalu lama, maka aning b!leh dibawa pulang !leh
pemiliknya dengan syarat harus terikat selama angka waktu tersebut.