Anda di halaman 1dari 7

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Zink Oksida
Pemerian berupa serbuk amorf, sangat halus,putih atau putih kekuningan,
tidak berbau, tidak berasa, lambat laun menyerap karbon dioksidadari udara. Zink
Oksida meliki kelarutan yakni praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol
(95%), Pelarut dalam asam mineral encer dan larut dalam larutan alkali
hidroksida. Zink oksida digunakan sebagai antiseptikum lokal (epkes !", #9$9).
2.2 Tabir Surya
%ediaan tabir surya adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk
membaurkan atau menyerap cahaya matahari secara efektif, terutama daerah emisi
gelombang ultra&iolet dan inframerah, sehingga dapat mencegah ter'adinya
gangguan kulit karena cahaya matahari. (abir surya dapat dibuat dalam berbagai
bentuk sediaan, asalkan dapat dioleskan pada kulit, misalnya bentuk larutan dalam
air atau alkohol, emulsi, krim, dan semi padat yang merupakan sediaan lipid non)
air, gel, dan aerosol (it'en PO*, #9+5).
,da - macam tabir surya, yaitu.
a. (abir surya kimia
*erupakan bahan)bahan yang dapat melindungi kulit dengan mengabsorbsi
radiasi /0 dan mengubahnya men'adi energi panas. eri&at sintesis senya1a ini
dapat dibagi dalam - kategori besar, yaitu pengabsorbsi kimia /02 (-93)4-3 nm)
dan /0, (4-3)533 nm). (abir surya kimia yang biasa digunakan adalah
oktilmetoksisinamat sebagai /02 filter yang paling banyak digunakan. /0,
filter termasuk ben6ofenon. Oksibenson adalah ben6ofenon yang paling luas
digunakan, mengabsorbsi /0, dan /02. 7edua bahan ini memiliki kekurangan
yaitu bersifat fotolabil serta terdegradasi dan teroksidasi (8guyen 9 !igel, -335).
b. (abir surya fisik
(abir surya fisik beker'a dengan memantulkan dan menghamburkan radiasi
/0. (abir surya fisik secara umum adalah oksida logam. 2ahan ini menun'ukkan
perlindungan yang lebih tinggi dibandingkan bahan kimia karena memberikan
perlindungan terhadap /0, dan /02, dan 'uga merupakan bahan yang tidak larut
dalam air. %ebagai pembanding, bahan ini kurang diterima oleh kebanyakan orang
karena bahan ini biasanya membentuk lapisan film penghalang pada kulit yang
menimbulkan rasa kurang nyaman. Zink oksida merupakan tabir surya fisik yang
lebih efektif dibandingkan titanium dioksida. %ediaan dengan bahan yang mampu
memantulkan cahaya dapat lebih efektif bagi mereka yang terpapar radiasi /0
yang berlebihan, misalnya para pendaki gunung. Popularitas bahan ) bahan ini
meningkat belakangan ini karena toksisitasnya yang rendah. Zat6at yang beker'a
secara fisik sebenarnya lebih aman, karena tidak mengalami reaksi kimia yang
tidak kita ketahui akibatnya. 2ahan ini 'uga stabil terhadap cahaya dan tidak
menun'ukkan reaksi fototoksik atau fotoalergik (8guyen 9 !igel, -335).
/ntuk mengoptimalkan kemampuan dari tabir surya sering dilakukan
kombinasi antara tabir surya kimia dan tabir surya fisik, bahkan ada yang
menggunakan beberapa macam tabir surya dalam suatu sediaan kosmetika
(:asitaatmad'a, #99$).
2.3 Sediaan Krim
;mulsi farmasi biasanya terdiri dari campuran fasa berair dengan berbagai
minyak dan < atau lilin. =ika tetesan minyak yang tersebar melalui fase cair emulsi
disebut minyak dalam air (o < 1). %ebuah sistem di mana air tersebar dalam
minyak adalah (1 < o) emulsi air dalam minyak (,ulton, -33#).
7rim adalah sediaan setengah padat berupa emulsi kental mengandung tidak
kurang dari>3% air, dimaksudkan untuk pemakaian luar. (ipe krim ada yaitu.
krim tipe air minyak (,<*) dan krim minyak air (*<,). /ntuk membuat krim
digunakan 6at pengemulsi, umumnya berupa surfaktan )surfaktan anionik,
kationik, dan nonionik.
(,nief, -339)
7rim adalah bentuk sediaan setengah padat berupa emulsi yang mengandung
satu atauy lebih bahan obat terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai
(mengandung air tidak kurang dari >3%). 7rim ada dua tipe yakni krim tipe *<,
dan tipe ,<*. 7rim yang dapat dicuci dengan air (*<,) ditu'ukan untuk
penggunaan kosmetika dan estetika. 7rim dapat digunakan untuk pemberian obat
melalui &agina.
%tabilitas krim akan rusak 'ika sistem campurannya terganggu oleh
perubahan suhu dan perubahan komposisi (adanya penambahan salah satu fase
secara berlebihan). Pengenceran krim hanya dapat dilakukan 'ika sesuai
pengenceran yang cocok, yang harus dilalkukan dengan teknik aseptis. 7rim yang
sudah diencerkan harus digunakan dalam dalam 1aktu # bulan.
2ahan pengemulsi krim harus harus disesuaikkan dengan 'enis dan sifat
krim yang dikehendaki. %ebagai bahan pengemulsi krim dapat digunakan
emulgid, lemak bulu domba, setasium, setil alkohol, stearil alkohol, golongan
sorbitan, polisorbat, P;? dan sabun.
2ahan penga1et yang sering digunakan umumnya metil paraben(nipagin)
3,#-)3,#+%, propilparaben (nipasol) 3,3-)3,335 %. @ara pembuatan krim yaitu
bagian lemak dilebur di atas tangas air kemudian ditambahkan bagian airnya
dengan 6at pengemulsi, aduk sampai ter'adi suatu campuran berbentuk krim.
(%yamsuni, -33>)
2asis yang dapat dicuci dengan air adalah emulsi minyak dalam air, dan
dikenal sebagai krim. 2asis &anishing cream termasuk dalam golongan ini
(Aachman, #995). 2asis krim (&anishing cream) disukai pada penggunaan sehari)
hari karena memiliki keuntungan yaitu memberikan efek dingin pada kulit, tidak
berminyak serta memiliki kemampuan penyebaran yang baik. 0anishing cream
mengandung air dalam persentase yang besar dan asam stearat. %etelah pemakaian
krim, air menguap meninggalkan sisa berupa selaput asam stearat yang tipis
(,nsel, #9+9).
2.4 Bahan Tambahan
a. %orbitan monostearat
!umus molekul @
-5
B
5>
O
>.
Pemerian berupa krim mengkilat ber1arna coklat,
berbentuk serpihan atau keras seperti lilin padat dengan bau yang sedikit khas.
7elarutannya yaitu larut dalam suhu diatas titik leleh pada toluena, karbon
tetraklorida, eter, etanol, metanol dan anilin. Aarut dalam petroleum eter dan
aseton, tidak larut dalam airdingin tapi terdispersi dalam air hangat, larut pada
suhu diatas 53
o
@, dalam minyak mineral dan etil asetat. *emiliki titik didih lebih
dari #33
o
@ dan titik leleh 54
o
@.
%orbitan monostearat inkompatibilitas terhadap perubahan 1arna dan atau
curah hu'an, terpengaruh dengan 6at aktif lain seperti fenolik, tanin, tar dan dapat
mengurangi akti&itas antimikroba seperti penga1et metil paraben. Cungsi dari
sorbitan monostearat diantaranya adalah emulsifier, suspending agent, solubili6ing
agent dan 1etting agent.
(!aymond, -339)
b. PolyoDyethylene -3 sorbitan monostearat
!umus molekul @
>5
B
#->
O
->.
Polisorbat merupakan campuran ester sterat dan
palmitat dari sorbitol dan anhidridanya berkopomerasi denganlebih kurang -3
molekul etilen oksida untuk tiap molekul sorbitol dan anhidrida sorbitol (2ritish
pharmacopeia, -339)
Pemerian berupa cairan seperti minyak atau semi gel, kuning hingga 'ingga
berbau khas lemah. 7elarutannya yaitu larut dalam air, etilasetat, toluen, tidak
larut dalam minyak mineral (epkes, #995).
c. *ethyl paraben
!umus molekul @
+
B
+
O
4.
Pemerian berupa kristal tak ber1arna, kristalin
putih, bubur, tidak berbau hampir tidak berbau. *emiliki kelarutan yakni larut
dalam 53 bagian etanol 95%, larut dalam # atau - bagian air, praktis tidak larut
dalam minyak. *emiliki titik lebur #-5)#-+
o
@.
*ethyl paraben inkompatibel dengan bahan lain seperti bentonit,
magnesium trisiklit, bedak, tragakan, natriumalginat, minyak essensial sorbitol,
dan atropin,bereaksi dengan berbagai gula, akti&itas antimikroba berkurang
dengan adanya surfaktan non)ionik, dapat dihidrolisis oleh basa lemah dan asam
kuat. Cungsi dari methyl paraben diantaranya adalah sebagai antimikrobial.
(!aymond, -339)
d. Propyl paraben
!umus molekul @
#3
B
#-
O
4.
Pemerian ber1arna putih, kristal tidak berbau,
bubuk tidak berasa. 7elarutannya yaitu # bagian larut dalam #,# etanol 95%, #
dalam 5,> bagian etanol 53%, bebas larut dalam eter, larut # dalam -53 bagian
gliserin, # dalam 4,9 propilenglikol, # dalam ##3 propilenglikol (53%), dan larut #
dalam 5453 bagian air pada suhu #5
O
@, # dalam -533 bagian air dan # dalam --5
bagian air pada suhu +3
o
@. *emiliki titik didih -95
o
@.
,kti&itas antimikroba dari propyl paraben berkurang langsung dengan adanya
surfaktan non)ionik membentuk misel. ,bsorbsi propil paraben tidak kompatibel
dengan bahan lain seperti bentonit, magnesium trisiklat, bedan, tragakan, natrium
alginat, minyak esensial serta dapat dihidrolisis oleh basa lemah dan basa kuat.
Cungsi dari propyl paraben diantaranya adalah sebagai antimikrobial (!aymond,
-339).
e. Propilenglikol
!umus molekul @
4
B
+
O
-
. Pemerian berupa cairan kental, 'ernih,tidak
ber1arna,tidak berbau, rasa agak manis, dan higroskopis. 7elarutannya yaitu
dapat bercampur dengan air, dengan etanol (95%) P, dan dengan kloroform P, larut
dalam > bagian eter P, tidak dapat campur dengan eter minyak tanah P, dan dengan
minyak lemak. Propilenglikol inkompatibel dengan agen pengoksidasi seperti
potassium permanganate. Cungsi dari propilenglikol diantaranya adalah sebagai
kosol&en dan penga1et (!aymond, -339).
f. %tearyl alcohol
!umus molekul @
#+
B
4+
O. Pemerian ber1arna putih, keras, sebagian berbentuk
lilin dengan granul, dan terang. 7elarutannya yaitu larut dalam kloroform, etanol
95%, eter heksan, propilenglikol, ben6ena, aseton, dan minyak tumbuhan, serta
praktis tidak larut dalam air. *emiliki titik didih yaitu -#3,5
o
@. %tearyl alkohol
inkompatibel dengan bahan pengoksidasi kuat dan asam kuat. Cungsi dari stearyl
alkohol diantaranya adalah sebagai stiffening agent, peningkat penetrasi, dan
emulsifier (!aymond, -339).
g. %etil alkohol
Pemerian berupa lilin, granul,bau khasyang samar dan rasahambar.
7elarutannya yaitu larut dalam etanol, praktis tidak larut dalam air. *emiliki titik
leleh 55)5-
o
@. %etil alkohol inkompatibel dengan bahan pengoksidasi kuat. Cungsi
setil alkohol diantaranya yaitu emulsifying agent dan stiffening agent ((!aymond,
-339).
h. @astor Oil
Pemerian yakni 'elas, hampir tidak ber1arna, minyak kental ber1arna kuning
pucat, bau dan rasa ta'am. 7elarutannya yakni larut dalamkloroform, dietil eter,
etanol glasial, asam asetat dan metanol,bebas larut dalam etanol 95% P, dan
petroleum eter, praktis tidak larut dalam air, praktis tidak larut dalam minyak
mineral kecuali dicampur dengan minyak sayur lainnya.
*inyak 'arak stabil dan tidak berubah tengik kecuali mengalami panas
yang berlebihan. Pada pemanasan suhu 433
o
@ selama beberapa 'am, minyak 'arak
berpolimerasasi dan men'adi larut dalam minyak mineral ketika didinginkan
sampai 3
o
@ men'adi lebih kental minyak 'arak harus disimpan pada suhu
tidakmelebihi -5
o
@ dan disimpan dalam 1adah kedap udara dan terlindung dari
cahaya matahari. *inyak 'arak inkompatibel dengan bahan pengoksidator kuat.
(!aymond, -339)
i. 0itamin ;
0itamin ; (@
44
O
5
B
55
(@B
-
@B
-
O) dengan pemerian berbentuk cairan seperti
minyak, putih, coklat muda, lilin padat dan praktis hambar. 7elarutannya yakni
larut dalam semua bagian air. 0itamin ; stabil pada ruangan suhu ambient selama
5 tahun, bereaksi dengan alkali dan asam stabil pada rentang pB 5,5 ) $,5 dan
stabil dengan propilenglikol. 0itamin ; inkompatibel dengan asam kuat dan basa
kuat. Cungsi dari &itamin ; yakni sebagai antioksidan, pelarut dan pengemulsi.
(!aymond, -339)
A!TA" PUSTAKA
,nief,*, -33>. Ilmu Meracik Obat. ?ad'ah *ada /ni&ersity press. Eogyakarta.
,nsel. #9+9. Pengantar 2entuk %ediaan Carmasi. ;disi 7eempat. Penerbit
/ni&ersitas "ndonesia. =akarta.
,ulton. -33#. Pharmaceutics, The Science of Dosage Form Design Second
Edition. @hurchill Ai&ingstone.
epkes !". #9$9. Farmakope Indonesia Edisi III. epartemen 7esehatan
!epublik "ndonesia. =akarta.
epkes !". #995. Farmakope Indonesia Edisi IV epartemen 7esehatan
!epublik "ndonesia. =akarta.
1i, %eptima1anto. -3#-. Obat!Obat Penting. Carmasi *asyarakat 2agian
farmasetika /ni&ersitas ?ad'ah *ada . Eogyakarta.
Aachman, A., Aieberman, B.,dan 7aning, =.l. #995. Teori dan Praktek Farmasi
Industri Edisi "etiga #ilid "edua. Penerbit /")Press. =akarta.
8guyen, 8., 9 !igel, .%. -335. Photoprotection and the Pre$ention of
Photocarcinogenesis In Sunscreens % &egulation and 'ommercial
De$elopment Eds% Shaat, () Third Edition. epartment of ermatology,
8e1 Eork /ni&ersity %chool of *edicine. 8e1 Eork.
!aymond,!,-339. *andbook Of Pharmaceutical E+cipients. Pharmaceutical Press
. :ashington c.
%etiabudy, !ianto. -33$. Farmakologi dan Terapi edisi ,. epartemen
Carmakologi dan (erapeutik Cakultas 7edokteran /ni&ersitas "ndonesia.
=akarta.
%yamsuni. -33>. Ilmu &esep. Penerbit 2uku 7edokteran ;?@. =akarta.
:asitaatmad'a, %.*. #99$. Penuntun Ilmu "osmetik Medik. Penerbit /")Press.
=akarta.