Anda di halaman 1dari 99

ANALISIS KINERJA APLIKASI FTP

(FI LE TRANSFER PROTOCOL)


PADA JARINGAN IPv4 DAN JARINGAN IPv6
MENGGUNAKAN MEKANISME DUAL I P STACK

KOMPETENSI JARINGAN


SKRIPSI










I PUTU ERY HANDIKA
NIM. 0908605031

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
JURUSAN ILMU KOMPUTER
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS UDAYANA
BUKIT JIMBARAN
2014
ii

ANALISIS KINERJA APLIKASI FTP
(FI LE TRANSFER PROTOCOL)
PADA JARINGAN IPv4 DAN JARINGAN IPv6
MENGGUNAKAN MEKANISME DUAL I P STACK

KOMPETENSI
JARINGAN KOMPUTER


[SKRIPSI]


Sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Komputer pada
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Udayana

Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang belum pernah dipublikasikan


I Putu Ery Handika
NIM. 0908605031







Pembimbing I




I Komang Ari Mogi, S.Kom., M.Cs.
NIP. 19840924 200801 1 007

Pembimbing II




Drs. I Wayan Santiyasa, M.Si
NIP. 19670414 199203 1 002
iii

LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR

Judul : Analisis Kinerja Aplikasi FTP (File Transfer Protocol)
Pada Jaringan IPv4 dan Jaringan IPv6 Menggunakan
Mekanisme Dual IP Stack
Kompetensi : Jaringan
Nama : I Putu Ery Handika
NIM : 0908605031
Tanggal Seminar : 11 April 2014
Disetujui Oleh :










Pembimbing I



I Komang Ari Mogi, S.Kom., M.Cs.
NIP. 19840924 200801 1 007

Pembimbing II



Drs. I Wayan Santiyasa, M.Si.
NIP. 19670414 199203 1 002

Penguji I



Dra. Luh Gede Astuti, M.Kom.
NIP. 19640114 199402 2 001

Penguji II



Agus Muliantara, S.Kom., M.Kom.
NIP. 19800616 200501 1 001
Penguji III



I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan,S.Kom.,M.Cs.
NIP. 19890127 201212 1 001

Mengetahui,
Ketua Jurusan Ilmu Komputer FMIPA UNUD,




Drs. I Wayan Santiyasa, M.Si.
NIP. 19670414 199203 1 002

iv

Judul : Analisis Kinerja Aplikasi FTP (File Transfer
Protocol) Pada Jaringan IPv4 dan Jaringan IPv6
Menggunakan Mekanisme Dual I P Stack
Nama : I Putu Ery Handika
NIM : 0908605031
Jurusan : Jurusan Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan
Ilmu Alam, Universitas Udayana
Pembimbing : 1. I Komang Ari Mogi, S.Kom., M.Cs.
2. Drs. I Wayan Santiyasa, M.Si.
.
ABSTRAK
Seiring dengan meningkatnya pengguna internet, pengalamatan IPv4
diprediksi sudah tidak memadai dalam menghadapi banyaknya permintaan akan
kebutuhan alamat IP. IPv6 merupakan protokol internet baru yang dikembangkan
pada tahun 1994 oleh Internet Engineering Task Force (IETF) untuk
menggantikan IPv4. IPv6 memiliki panjang alamat 128-bit yang mampu
mengakomodasi sebanyak 2
128
buah alamat lebih banyak dari IPv4 yang
memiliki panjang alamat IP sebesar 32-bit atau sebanyak 2
32
buah alamat.
Untuk dapat menerapkan IPv6 terdapat permasalahan yaitu cara untuk
melakukan transisi dari IPv4 ke IPv6. Solusi yang dapat digunakan adalah
mengimplementasikan mekanisme Dual IP Stack. Mekanisme ini mecakup dua
protokol yang beroperasi secara paralel dan mendukung dalam melakukan
komunikasi baik melalui jaringan IPv4 dan jaringan IPv6, sehingga jaringan IPv6
yang telah diterapkan secara bertahap mampu diimplementasikan beriringan
dengan sistem pengalamatan IPv4 yang sudah ada sebelumnya.
Dari hasil penelitian, kinerja jaringan IPv4 dan jaringan IPv6 dengan
mekanisme Dual IP Stack untuk aplikasi FTP yaitu : pada parameter throughput,
IPv6 memiliki nilai rata-rata yang sama dengan IPv4 pada pengujian
menggunakan satu client baik saat download dan upload. Pengujian menggunakan
dua client, throughput IPv6 lebih besar dari IPv4 dengan selisih 0,001 Mbps saat
download dan 0,002 Mbps saat upload. Pengujian menggunakan empat client,
throughput IPv6 lebih besar dari IPv4 dengan selisih 0,010 Mbps saat download
dan 0,004 Mbps saat upload. Untuk parameter transfer time saat proses download,
IPv4 lebih kecil dari IPv6 dengan selisih 10.137 s menggunakan satu client dan
27.392 s menggunakan dua client. Pengujian menggunakan empat client rata-rata
transfer time IPv4 lebih besar dari IPv6 dengan selisih 42.511s. Pada pengujian
upload, transfer time IPv4 lebih kecil dari IPv6 dengan selisih 5.792 s
mengggunakan satu client; 6.754 s menggunakan dua client; dan 75.631 s
menggunakan empat client. Untuk parameter packet loss IPv4 lebih baik dari IPv6
dengan selisih 17 packet saat download dan 45 packet saat upload menggunakan
satu client; 44 packet saat download dan 60 packet saat upload menggunakan dua
client; 90 packet saat download dan 12 saat upload menggunakan empat client.
Kata kunci : Dual IP Stack, IPv4, IPv6, FTP

v

Tilte : Analisis Kinerja Aplikasi FTP (File Transfer
Protocol) Pada Jaringan IPv4 dan Jaringan IPv6
Menggunakan Mekanisme Dual I P Stack
Name : I Putu Ery Handika
Registration : 0908605031
Department : Jurusan Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan
Ilmu Alam, Universitas Udayana
Supervisors : 1. I Komang Ari Mogi, S.Kom., M.Cs.
2. Drs. I Wayan Santiyasa, M.Si.
.
ABSTRACT
Along with the increase of Internet users, IPv4 is predicted to be
inadequate in facing the demand of the needs of IP address. IPv6 is a new Internet
protocol that was developed in 1994 by the Internet Engineering Task Force
(IETF) to replace IPv4. IPv6 has 128-bit address length that is able to
accommodate 2
128
pieces more addresses than IPv4, the IP address that has length
32-bits or as many as 2
32
pieces of the address.
To be able implementing IPv6, there are some concerns such as the way to
make the transition from IPv4 to IPv6. Solutions that can be used is by
implementing a mechanism Dual IP Stack. This mechanism includes two
protocols that operate in parallel and support the communication network through
IPv4 and IPv6 networks, so that the IPv6 network that has been implemented
gradually will be able to be implemented in conjunction with IPv4 addressing
system that already exists.
From the research, the performance of IPv4 and IPv6 networks with Dual
IP Dual mechanism for FTP applications, that is : in parameters of throughput,
IPv6 has an average value equal to IPv4 on testing using the current client both on
downloading and uploading. In the test using two clients, the throughput of IPv6
is greater than IPv4, with difference 0.001 Mbps when downloading and 0.002
Mbps when uploading. In the test using four client, IPv6 throughput is greater
than IPv4, the difference is 0.010 Mbps when downloading and 0.004 Mbps when
uploading. For the parameters of the transfer time when downloading, IPv4 is
smaller than IPv6 with difference up to 10.137s using a single client and 27,392 s
using two clients. In the tests using four clients, the average of transfer time of
IPv4 is greater than IPv6 with difference up to 42.511s. In testing the uploading,
transfer time of Ipv4 is smaller than IPv6 with difference up to 5,792 s by using
traditional client; 6,754 s by using two clients; and 75 631 s by using four client.
Parameters for packet loss of IPv4 is better than IPv6 with difference up to 17
packets when downloading and 45 packet when uploading by using a single
client; 44 60 packet when downloading and 60 packet when uploading by using
two clients; 90 packet when downloading and 12 packet when uploading by using
four client.

Keywords : Dual IP Stack, IPv4, IPv6, FTP

vi

KATA PENGANTAR
Penelitian dengan judul Analisis Kinerja Aplikasi FTP (File Transfer
Protocol) pada Jaringan IPv4 dan Jaringan IPv6 Menggunakan Mekanisme Dual
IP Stack disusun dalam rangkaian kegiatan pelaksanaan Tugas Akhir di Jurusan
Ilmu Komputer FMIPA UNUD. Penelitian ini dilaksanakan pada periode
Desember 2013 hingga Maret 2014 di Universitas Udayana.
Sehubungan dengan telah terselesaikannya penelitian ini maka diucapkan
terima kasih dan penghargaan kepada berbagai pihak yang telah membantu
pengusul, antara lain:
1. I Komang Ari Mogi, S.Kom, M.Kom, sebagai Pembimbing I yang telah
banyak membantu dalam menyempurnakan penelitian ini;
2. Drs. I Wayan Santiyasa, M.Si., sebagai Pembimbing II yang senantiasa
yang telah bersedia mengkritisi, memeriksa dan menyempurnakan
penelitian ini;
3. Bapak dan Ibu dosen Ilmu Komputer yang telah memberikan masukan,
dukungan serta arahan kepada penulis;
4. Seluruh teman-teman mahasiswa Jurusan Ilmu Komputer FMIPA
Universitas Udayana yang telah memberikan bantuan dan dukungan moral
dalam penyelesaian penelitian ini;
5. Semua orang yang telah memberikan kontribusi untuk membantu penulis
dalam menyelesaikan penelitian ini, yang tidak dapat penulis sebutkan satu
persatu.
Disadari pula bahwa sudah tentu penelitian ini masih mengandung
kelemahan dan kekurangan. Memperhatikan hal ini, maka masukan dan saran-
saran untuk penyempurnaan sangat diharapkan.

Bukit Jimbaran, April 2014


Penulis,

vii

DAFTAR ISI

LEMBAR JUDUL .................................................................................................. ii
LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................... iii
ABSTRAK ............................................................................................................. iv
KATA PENGANTAR ........................................................................................... vi
DAFTAR ISI ......................................................................................................... vii
DARTAR TABEL ................................................................................................. ix
DAFTAR GAMBAR .............................................................................................. x
DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................................... xi

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1
1.1. Latar Belakang ......................................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah .................................................................................... 2
1.3. Tujuan Penelitian ...................................................................................... 2
1.4. Batasan Penelitian .................................................................................... 2
1.5. Manfaat Penelitian .................................................................................... 3
1.6. Metodelogi Penelitian .............................................................................. 3
1.6.1. Variabel Penelitian ............................................................................ 3
1.6.2. Perlakuan Penelitian .......................................................................... 3
1.6.3. Metode Evaluasi ................................................................................ 3
1.6.4. Pengambilan Data ............................................................................. 4
1.6.5. Teknik Pengambilan Data ................................................................. 4
1.6.6. Skenario Pengujian ........................................................................... 8
1.6.7. Tempat Penelitian ........................................................................... 10
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................ 11
2.1. TCP/IP .................................................................................................... 11
2.1.1. Network Interface Layer ................................................................. 11
2.1.2. Internet Layer .................................................................................. 11
2.1.3. Transport layer ............................................................................... 12
2.1.4. Application layer ............................................................................. 12
2.2. Internet Protocol IPv4 ............................................................................ 12
2.2.1. Pengalamatan IPv4 .......................................................................... 12
2.2.2. Struktur Header IPv4 ...................................................................... 14
2.3. Internet Protocol IPv6 ............................................................................ 15
2.3.1. Struktur Header IPv6 ...................................................................... 16
2.3.2. Pengalamatan IPv6 .......................................................................... 18
2.3.3. Jenis Pengalamatan IPv6 ................................................................. 20
2.4. Perbandingan IPv4 dan IPv6 .................................................................. 21
2.5. Mekanisme Transisi IPv4 dengan IPv6 .................................................. 23
2.5.1. Tunneling ........................................................................................ 23
2.5.2. NAT-PT .......................................................................................... 24
2.5.3. Mekanisme Dual IP Stack............................................................... 24
2.6. FTP (File Transfer Protocol) ................................................................. 25
2.6.1. Fungsi FTP ...................................................................................... 25

viii

2.6.2. Cara Keja FTP ................................................................................. 26
2.6.3. Akses dalam FTP ............................................................................ 27
2.7. Throughput ............................................................................................. 27
2.8. Transfer Time ......................................................................................... 28
2.9. Packet Loss ............................................................................................. 28
2.10. Penelitian Terdahulu .............................................................................. 28
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM ..................................... 31
3.1. Analisis Kebutuhan Sistem .................................................................... 31
3.2. Model Rancangan Eksperimental Penelitian .......................................... 33
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................. 38
4.1. Tahap Implementasi ............................................................................... 38
4.2. Pengujian Kinerja Jaringan Untuk Aplikasi FTP ................................... 42
4.2.1. Pengujian Throughput ..................................................................... 43
4.2.2. Pengujian Transfer Time ................................................................. 47
4.2.3. Pengujian Packet loss ..................................................................... 51
4.2.4. Pengujian FTP Stress Test .............................................................. 55
4.3. Analisa .................................................................................................... 57
BAB V PENUTUP ............................................................................................. 60
5.1. Kesimpulan ............................................................................................. 60
5.2. Saran ....................................................................................................... 61
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 62
LAMPIRAN .......................................................................................................... 64

ix

DARTAR TABEL

Tabel Halaman

2.1. Perbandingan IPv4 dan IPv6 ..................................................................... 21
3.1. Spesifikasi hardware sistem pengujian ...................................................... 31
3.2. Perangkat Lunak Sistem Pengujian ........................................................... 32
3.3. Perangkat yang Digunakan dalam Penelitian ............................................ 33
4.1. Nilai Rata-Rata Throughput Download File ............................................. 44
4.2. Nilai Rata-Rata Throughput Upload File .................................................. 46
4.3. Nilai Rata-Rata Transfer Time Download File ......................................... 48
4.4. Nilai Rata-Rata Transfer Time Upload File .............................................. 50
4.5. Nilai Rata-Rata Packet Loss Download File ............................................. 52
4.6. Nilai Rata-Rata Packet Loss Upload File ................................................. 54
4.7. FTP Stress Test menggunakan JMeter ...................................................... 56


x

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman
1.1. Contoh Hasil Filtering ............................................................................ 5
1.2. Sumary Filtering Mencari Nilai Throughput .......................................... 6
1.3. Sumary Filtering Mencari Nilai Transfer Time ...................................... 7
1.4. Sumary Mencari Nilai Packet Loss ......................................................... 8
2.1. Pembagian Kelas IPv4 .......................................................................... 13
2.2. Struktur Header IPv4 ............................................................................ 14
2.3. Struktur Header IPv6 ............................................................................ 16
2.4. Skema Tunneling 6to4 .......................................................................... 23
2.5. Arsitektur NAT-PT Sederhana.............................................................. 24
2.6. Skema Dual IP Stack ............................................................................ 25
2.7. Transfer File dalam FTP ....................................................................... 26
2.8. Control dan Data Connection ............................................................... 27
3.1. Rancangan Penelitian FTP menggunakan Dual IP Stack ..................... 33
3.2. Dual IP Stack ........................................................................................ 34
3.3. Flowchart Proses Download pada FTP ................................................ 35
3.4. Flowchart Proses Upload pada FTP ..................................................... 36
4.1. Grafik Throughput Download File ....................................................... 45
4.2. Grafik Throughput Upload File ............................................................ 47
4.3. Grafik Transfer Time Download File .................................................. 49
4.4. Grafik Transfer Time Upload File ........................................................ 51
4.5. Grafik Packet Loss Download File ....................................................... 53
4.6. Grafik Packet Loss Upload File ........................................................... 55
4.7. Grafik Rata-Rata Response Time ......................................................... 56
4.8. Persentase Eror ..................................................................................... 57





xi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran
1. Pengukuran Throughput Download File Menggunakan 1 FTP Client IPv4
2. Pengukuran Delay Download File Menggunakan 1 FTP Client IPv4
3. Pengukuran Packet Loss Download File Menggunakan 1 FTP Client IPv4
4. Pengukuran Throughput Download File Menggunakan 1 FTP Client IPv6
5. Pengukuran Delay Download File Menggunakan 1 FTP Client IPv6
6. Pengukuran Packet Loss Download File Menggunakan 1 FTP Client IPv6
7. Pengukuran Throughput Download File Menggunakan 2 FTP Client
8. Pengukuran Delay Download File Menggunakan 2 FTP Client
9. Pengukuran Packet Loss Download File Menggunakan 2 FTP Client
10. Pengukuran Throughput Download File Menggunakan 4 FTP Client, 2
FTP Client IPv4 dan 2 FTP Client IPv6
11. Pengukuran Delay Download File Menggunakan 4 FTP Client, 2 FTP
Client IPv4 dan 2 FTP Client IPv6
12. Pengukuran Packet Loss Download File Menggunakan 4 FTP Client, 2
FTP Client IPv4 dan 2 FTP Client IPv6
13. Pengukuran Throughput Upload File Menggunakan 1 FTP Client IPv4
14. Pengukuran Delay Upload File Menggunakan 1 FTP Client IPv4
15. Pengukuran Packet Loss Upload File Menggunakan 1 FTP Client IPv4
16. Pengukuran Throughput Upload File Menggunakan 1 FTP Client IPv6
17. Pengukuran Delay Upload File Menggunakan 1 FTP Client IPv6
18. Pengukuran Packet Loss Upload File Menggunakan 1 FTP Client IPv6
19. Pengukuran Throughput Upload File Menggunakan 2 FTP Client
20. Pengukuran Delay Upload File Menggunakan 2 FTP Client
21. Pengukuran Packet Loss Upload File Menggunakan 2 FTP Client
22. Pengukuran Throughput Upload File Menggunakan 4 FTP Client, 2 FTP
Client IPv4 dan 2 FTP Client IPv6
23. Pengukuran Delay Upload File Menggunakan 4 FTP Client, 2 FTP Client
IPv4 dan 2 FTP Client IPv6
24. Pengukuran Packet Loss Upload File Menggunakan 4 FTP Client, 2 FTP
Client IPv4 dan 2 FTP Client IPv6


1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Internet protocol atau IP merupakan salah satu protokol yang banyak di
gunakan di dunia. Sebagaian besar protokol IP yang digunakan saat ini mengikuti
standar protokol IPv4. Seiring dengan meningkatnya pengguna internet,
pengalamatan IPv4 di prediksi sudah tidak memadai dalam menghadapi
banyaknya permintaan akan kebutuhan alamat IP. Untuk mengatasi permasalahan
tersebut dibuatlah standar protokol baru yang disebut IPv6. IPv6 merupakan
protokol internet baru yang dikembangkan pada tahun 1994 oleh Internet
Engineering Task Force (IETF) untuk menggantikan IPv4 yang saat ini tengah
mendekati ambang batas alokasi alamatnya (Huston, 2005).
IPv4 memiliki panjang alamat IP sebesar 32-bit yang artinya mampu
mengakomodasi sebanyak 2
32
buah alamat (Postel 1981). Sedangkan IPv6
dengan panjang alamat 128-bit mampu mengakomodasi sebanyak 2
128
buah
alamat (Deering & Hinden 1998). Salain ruang alamat mengalami peningkatan,
dengan keberadaan field flow label sebagai field baru pada header standar IPv6
menunjukkan dukungan IPv6 terhadap QoS. Field flow label digunakan untuk
mengidentifikasi paket-paket yang membutuhkan perlakuan khusus dalam
jaringan, sehingga IPv6 akan menjadi jaringan yang lebih reliable terutama untuk
data-data yang bersifat real time (Deering & Hinden 1998).
Untuk dapat menerapkan IPv6 terdapat permasalahan yaitu cara yang tepat
untuk melakukan transisi dari IPv4 ke IPv6. Oleh karena itu, yang menjadi
perhatian utama pada masa ini adalah bagaimana jaringan IPv6 yang telah
diterapkan secara bertahap mampu diimplementasikan beriringan dengan sistem
pengalamatan IPv4 yang sudah ada sebelumnya. Solusi yang dapat digunakan
adalah mengimplementasikan mekanisme Dual IP Stack. Mekanisme ini mecakup
dua protokol yang beroperasi secara paralel dan mendukung dalam melakukan
komunikasi baik melalui jaringan IPv4 dan jaringan IPv6. Mekanisme ini juga
2


memungkinkan node pada jaringan IPv4 atau IPv6 dapat beroprasi pada waktu
yang bersamaan (R. Gilligan. Agustus 2000).
FTP (File Transfer Protocol) merupakan suatu protokol yang berfungsi
untuk pertukaran file dalam suatu jaringan komputer yang mendukung protokol
TCP/IP. FTP berjalan di level aplikasi yang merupakan standar untuk proses
transfer file antar mesin dalam sebuah network. FTP menyediakan transfer data
yang reliable karena menggunakan protokol transport TCP serta transfer file yang
lebih cepat dan efisien dibanding penggunaan web base file manager, hal ini
karena command ftp dibuat dalam DOS (sumber: www.jaringankomputer.org/ftp).
Pada penelitian ini dengan menggunakan mekanisme Dual IP Stack akan
dibandingkan kinerja FTP (File Transfer Protocol) pada jaringan IPv4 dan
jaringan IPv6 berdasarkan parameter throughput, transfer time, dan packet loss.
1.2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang penulis gunakan sebagai acuan dalam penelitian
ini adalah bagaimana kinerja aplikasi FTP (File Transfer Protocol) pada jaringan
IPv4 dan jaringan IPv6 menggunakan mekanisme Dual IP Stack
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja aplikasi FTP
(File Transfer Protocol) pada jaringan IPv4 dan jaringan IPv6 menggunakan
mekanisme Dual IP Stack.
1.4. Batasan Penelitian
Batasan-batasan dalam melakukan penelitian antara lain:
a. Besaran bandwidth yang digunakan adalah 1 Mbps.
b. Jumlah client yang digunakan sebanyak 4 buah.
c. Besaran file yang digunakan 16 MB, 31 MB, 65 MB, 129 MB, dan 256
MB.
3


1.5. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk pengembangan riset
jaringan IPv6 khususnya untuk aplikasi FTP (File Transfer Protocol) serta
memberikan gambaran umum dalam melakukan transisi dari IPv4 ke IPv6.
1.6. Metodelogi Penelitian
Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan metode riset
eksperimental. Riset eksperimental merupakan penelitian yang memungkinkan
untuk menentukan penyebab dari suatu prilaku (Zainal, 2007).
1.6.1. Variabel Penelitian
Dalam penelitian ini penulis bertujuan untuk mengetahui kinerja dari
aplikasi FTP pada jaringan IPv4 dan IPv6 dengan menggunakan mekanisme Dual
IP Stack. Variabel independen yang digunakan dalam penilitian ini adalah
penerapan internet protokol untuk transfer data pada FTP. Variabel dependen
penelitian ini adalah kinerja dari FTP pada jaringan IPv4 dan IPv6.
1.6.2. Perlakuan Penelitian
Perlakuan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melakukan
penambahan besaran file saat download maupun upload. Besaran file yang
digunakan adalah 16 MB, 31 MB, 65 MB, 129 MB, dan 256 MB. Pengamatan
yang dilakukan adalah melihat kinerja dari aplikasi FTP pada jaringan IPv4 dan
IPv6 dengan mengukur throughput, transfer time, dan packet loss dari proses
transfer file baik download maupun upload dengan besaran file yang telah
ditentukan.
1.6.3. Metode Evaluasi
Metode evaluasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi
langsung terhadap objek penelitian.
4


1.6.4. Pengambilan Data
Konfigurasi menggunakan dua jenis protokol yaitu IPv4 dan IPv6, dimana
kedua protokol tersebut diimplementasikan dalam satu perangkat pada router
mikrotik menggunakan mekanisme Dual IP Stack. Pengambilan data bertujuan
untuk membandingkan kinerja aplikasi FTP pada jaringan IPv4 dan IPv6. Data
yang akan di analisis yaitu throughput, transfer time, dan packet loss.
Pengambilan data pertama dilakukan dengan pengunduhan file oleh FTP
Client dari FTP Server. Proses transfer file nantinya akan di capture oleh aplikasi
wireshark pada sisi FTP Client. Pengambilan data kedua dilakukan dengan
pengiriman file oleh FTP Client ke FTP Server. Selanjutnya proses transfer file
nantinya akan di capture oleh aplikasi wireshark pada sisi FTP Server. Ukuran
besaran file dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. File 1 dengan ukuran 16 MB
2. File 2 dengan ukuran 31 MB
3. File 3 dengan ukuran 65 MB
4. File 4 dengan ukuran 129 MB
5. File 5 dengan ukuran 256 MB
Pemilihan ukuran file yang bervariasi bertujuan untuk melihat ada atau
tidaknya pengaruh dari ukuran file yang berbeda dengan parameter yang diamati
yaitu throughput, transfer time, dan packet loss. Bandwidth yang digunakan saat
pengujian adalah 1 Mbps. Percobaan download dan upload dilakukan 10 kali
untuk masing-masing file dalam jaringan IPv4 dan IPv6.
1.6.5. Teknik Pengambilan Data
Pengambilan data dilakukan pada dua sisi yaitu pada sisi client saat proses
download dan sisi server saat proses upload. Alasan dalam pengambilan data saat
download di sisi client karena untuk mencari nilai throughput, transfer time dan
packet loss maka harus mengetahui apakah packet yang direquest dari server
sampai di tujuan (client), sehingga pengambilan data dilakukan pada sisi client.
Sedangkan alasan pengambilan data di sisi server untuk proses upload yaitu untuk
5


mencari nilai throughput, transfer time dan packet loss maka harus mengetahui
apakah packet yang di upload oleh client sampai ke tujuan (server).
Pengambilan data throughput dapat dicari dengan menghitung besar
packet yang dikirim dibagi dengan waktu pengiriman packet. Pada pengambilan
data menggunakan apliakasi wireshark, diperlukan beberapa query wireshark
yang digunakan untuk melakukan filtering terhadap data yang diinginkan. Pada
pengambilan data throughput saat proses download yang dilakukan adalah
mencari IP tujuan dan protocol yang digunakan dari transfer file oleh FTP server.
Query yang digunakan yaitu ip.dst == (IP yang dituju ) && (protocol yang
digunakan) contoh : ip.dst == 192.168.10.200 && tcp && ftp-
data. Sedangkan proses pengambilan data throughput saat proses upload yaitu
mencari IP sumber packet yang dikirim beserta protocol yang digunakan. Query
yang digunakan yaitu ip.src == (IP sumber pengirim packet ) && (protocol yang
digunakan) contoh : ip.src == 192.168.10.200 && tcp && ftp-
data.

Gambar 1.1. Contoh Hasil Filtering


6



Gambar 1.2. Sumary Filtering Mencari Nilai Throughput
Dari Gambar 1.2. diatas, setelah melakukan filtering nilai throughput
dapat dilihat pada menu summary dan yang dicari adalah nilai display pada traffic
Avg. Mbit/sec. Nilai dari Avg. Mbit/sec didapat dari ukuran data yang dikirim
(bytes dikonversi ke bit) dibagi dengan waktu pengiriman packet (between first
and last packet).
Pada pengambilan data transfer time, dapat dicari dengan menghitung
waktu total dari awal packet dikirim sampai packet terakhir terkirim. Pada
pengambilan data menggunakan wireshark, diperlukan beberapa query wireshark
yang digunakan untuk melakukan filtering terhadap data yang diinginkan.
Pengambilan data transfer time saat proses download yang dilakukan adalah
mencari IP tujuan dan protocol yang digunakan dari transfer file oleh FTP server.
Query yang digunakan yaitu ip.dst == (IP yang dituju ) && (protocol yang
digunakan) contoh : ip.dst == 192.168.10.200 && tcp && ftp-
data. Sedangkan proses pengambilan data transfer time saat proses upload yaitu
mencari IP sumber packet yang dikirim beserta protocol yang digunakan. Query
yang digunakan yaitu ip.src == (IP sumber pengirim packet ) && (protocol yang
digunakan) contoh : ip.src == 192.168.10.200 && tcp && ftp-
data.
7



Gambar 1.3. Sumary Filtering Mencari Nilai Transfer Time
Dari Gambar 1.3. diatas, setelah melakukan filtering nilai transfer time
dapat diketahui dari nilai display between first and last packet.
Pada pengambilan data packet loss, nilai packet loss dapat dicari dengan
menghitung total packet yang dikirim dikurangi dengan total packet yang sampai
pada tujuan. Pada pengambilan data dengan menggunakan wireshark, diperlukan
beberapa query wireshark yang digunakan untuk melakukan filtering terhadap
data yang diinginkan. Pengambilan data packet loss saat proses download dengan
menggunakan query yaitu ip.dst == (IP yang dituju ) && (protocol yang
digunakan) && (analysis lost segment), contoh : ip.dst ==
192.168.10.200 && tcp && ftp-data &&
tcp.analysis.lost_segment. Sedangkan proses pengambilan data packet
loss saat proses upload menggunakan query yaitu ip.src == (IP sumber pengirim
packet ) && (protocol yang digunakan) && (analyisis lost segmet), contoh :
ip.src == 192.168.10.200 && tcp && ftp-data &&
tcp.analysis.lost_segment.
8



Gambar 1.4. Sumary Mencari Nilai Packet Loss
Dari Gambar 1.4. diatas, setelah melakukan filtering nilai packet loss
dapat dilihat pada menu summary dan yang dicari adalah nilai display pada traffic
packets.
1.6.6. Skenario Pengujian
Pada penelitian ini akan dilakukan pengujian kinerja FTP pada jaringan
IPv4 dan IPv6 dengan menggunakan mekanisme Dual IP Stack. Proses pengujian
dan pengambilan data dilakukan pada jaringan lokal. Skenario pengujian dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Skenario Pengujian I
Pada skenario ini, akan dilakukan proses upload dan download ke FTP
server menggunakan satu FTP client IPv4. Besaran file yang akan
digunakan dalam pengujian ini adalah 16 MB, 31 MB, 65 MB, 129 MB,
dan 256 MB. Percobaan dilakukan sebanyak 10 kali untuk masing-masing
file yang sudah ditentukan. Proses transfer file nantinya akan di capture
oleh aplikasi wireshark pada sisi FTP server untuk proses upload dan pada
sisi FTP client untuk proses download. Parameter yang akan di ukur yaitu
throughput, transfer time, dan packet loss.


9


2. Skenario Pengujian II
Pada skenario ini, akan dilakukan proses upload dan download ke FTP
server menggunakan satu FTP client IPv6. Besaran file yang akan
digunakan dalam pengujian ini adalah 16 MB, 31 MB, 65 MB, 129 MB,
dan 256 MB. Percobaan dilakukan sebanyak 10 kali untuk masing-masing
file yang sudah ditentukan. Proses transfer file nantinya akan di capture
oleh aplikasi wireshark pada sisi FTP server untuk proses upload dan pada
sisi FTP client untuk proses download. Parameter yang akan di ukur yaitu
throughput, transfer time, dan packet loss.
3. Skenario Pengujian III
Pada skenario ini, akan dilakukan proses upload dan download ke FTP
server menggunakan dua FTP client yang terdiri dari satu FTP client IPv4
dan satu FTP client IPv6. Besaran file yang akan digunakan dalam
pengujian ini adalah 16 MB, 31 MB, 65 MB, 129 MB, dan 256 MB.
Percobaan dilakukan sebanyak 10 kali untuk masing-masing file yang
sudah ditentukan. Proses transfer file nantinya akan di capture oleh
aplikasi wireshark pada sisi FTP server untuk proses upload dan pada sisi
FTP client untuk proses download. Parameter yang akan di ukur yaitu
throughput, transfer time, dan packet loss.
4. Skenario Pengujian IV
Pada skenario ini, akan dilakukan proses upload dan download ke FTP
server menggunakan empat client yang terdiri dari dua FTP client IPv4
dan dua FTP client IPv6. Besaran file yang akan digunakan dalam
pengujian ini adalah 16 MB, 31 MB, 65 MB, 129 MB, dan 256 MB.
Percobaan dilakukan sebanyak 10 kali untuk masing-masing file yang
sudah ditentukan. Proses transfer file nantinya akan di capture oleh
aplikasi wireshark pada sisi FTP server untuk proses upload dan pada sisi
FTP client untuk proses download. Parameter yang akan di ukur yaitu
throughput, transfer time, dan packet loss.


10


5. Skenario Pengujian V
Pada skenario ini, akan dilakukan pengujian FTP stress test pada FTP
server menggunakan software J-Meter. J-Meter akan digunakan untuk
melakukan performance test pada FTP server dengan memberikan request
dalam jumlah yang banyak secara bersamaan dalam satu waktu
1.6.7. Tempat Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada jaringan internal Universitas
Udayana.


11

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. TCP/IP
TCP dan IP merupakan salah satu standard protokol yang dirancang untuk
melakukan fungsi-fungsi komunikasi data dalam jaringan internet. TCP/IP terdiri
atas sekumpulan protokol yang masing-masing bertanggung jawab atas bagian-
bagian tertentu dalam komunikasi data. Dengan prinsip ini maka tugas masing-
masing protokol menjadi jelas dan sederhana, sehingga mudah untuk
diimplementasikan di seluruh perangkat lunak jaringan dan juga mudah dalam
melakukan proses trouble shooting (Onno W. Purbo). Arsitektur TCP/IP dapat
dimodelkan dalam empat lapisan TCP/IP, yaitu
2.1.1. Network I nterface Layer
Merupakan lapisan terbawah yang bertanggung jawab untuk mengirim dan
menerima data ke dan dari media fisik. Oleh karena protokol dalam layer ini harus
mampu merubah bit-bit informasi menjadi sinyal listrik. Contoh dari protokol
dalam layer ini adalah PPP, SLIP dan Ethernet (Onno W. Purbo). PPP (Point to
Point Protocol) adalah protocol yang biasa dipakai pada komunikasi router to
router dan host to network diatas jaringan asynchronous dan synchronous. SLIP
(Serial Line in Protocol) adalah protokol sebelum PPP dimana teknik
enkapsulasinya lebih sederhana dari PPP. Ethernet adalah standard IEEE 802.3
untuk komunikasi dua komputer atau lebih. Ethernet menggunakan CSMA/CD
(Carrier Sense Multiple Access/Collusion Detection) yaitu metode agar tidak
saling menggirimkan informasi secara bersamaan. Setiap ethernet card
mempunyai 48 bit sebagai alamatnya.
2.1.2. I nternet Layer
Merupakan protokol yang bertanggung jawab dalam proses pengiriman
paket ke alamat yang tepat dan bersifat unreliable dan connectionless. Pada layer
ini terdapat tiga macam protokol yaitu IP, ARP dan ICMP (Onno W. Purbo).
12



Internet protocol berfungsi untuk menyampaikan paket data ke alamat
yang tepat. ARP (Address Resolution Protocol) ialah protokol yang digunakan
untuk menemukan alamat hardware dari LAN card
2.1.3. Transport layer
Merupakan protokol yang bertugas untuk mengadakan hubungan dan
mengatur transportasi data antara dua host/komputer. Protokol dalam lapisan ini,
yaitu TCP dan UDP (Onno W. Purbo). TCP (Transmission Control Protocol)
bersifat reliable dan connection oriented, Sedangkan UDP (Unit Datagram
Protocol) bersifat connectionless dan unreliable.
2.1.4. Application layer
Merupakan lapisan teratas yang berisi semua aplikasi berbasis TCP & IP
dan berhubungan langsung dengan pemakai. Aplikasi tersebut misalnya FTP,
HTTP dan Telnet (Onno W. Purbo).
2.2. I nternet Protocol IPv4
IPv4 merupakan jenis pengalamatan yang digunakan di dalam protokol
jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP. IPv4 pertama kali
dikembangkan pada awal tahun 80-an dan rancangan final protokol ini termuat
dalam RFC 791 yang dikeluarkan oleh IETF (http://www.ietf.org/rfc/rfc791.txt).
2.2.1. Pengalamatan IPv4
Pengalamatan IPv4 mengikuti format IP addres berdasarkan standar RFC
1166 (Internet Numbers, S. Kirkpatrick). Sistem pengalamatan IPv4
menggunakan notasi biner sebesar 32 bits. Sistem pengalamatan ini dipetakan
secara oktet (8 bits) untuk mempermudah pembacaannya. Jadi secara umum,
selain dikatakan sebagai sistem pengalamatan 32 bits, IPv4 juga sering disebut
sebagai sistem pengalamatan 4-oktet atau pengalamatan 4-bytes (1 byte = 8 bits).
Berikut merupakan contoh pengalamatan IPv4 :
11000000.10101000.00000001.00000001
Jika di konversi ke desimal maka akan menjadi 192.168.1.1
13



Format alamat IPv4 terdiri dari 2 bagian, yaitu Net ID dan Host ID. Net ID
dinyatakan alamat jaringan, sedangkan Host ID menyatakan alamat lokal.
Berdasarkan hal tersebut IPv4 dibagi menjadi 5 kelas alamat dari kelas A sampai
kelas E .

a. Kelas A menggunakan 7 bit alamat network dan 24 bit untuk alamat host.
b. Kelas B menggunakan 14 bit alamat network dan 16 bit untuk alamat host.
c. Kelas C menggunakan 21 bit alamat network dan 8 bit untuk alamat host.
d. Kelas D digunakan untuk multicast.
e. Kelas E tidak umum digunakan hanya untuk penelitian selanjutnya.


Gambar 2.1. Pembagian Kelas IPv4
( Sumber : Microsoft 2011; Mitchell n.d )









14



2.2.2. Struktur Header IPv4
Berikut ini merupakan struktur header IPv4 ditunjukan pada gambar 2.2.

Gambar 2.2. Struktur Header IPv4
( Sumber : Ford, et al. 1999 )
Leon-Garcia dan Widjaja (2003) menjelaskan masing-masing field header
pada Gambar 2.2. sebagai berikut:
1. Version (4-bit), mengindikasikan versi Internet Protocol, bernilai 4.
2. Internet Header Length (4-bit), merupakan panjang header Internet.
3. Type of Service (8-bit), menandakan jenis layanan yang di inginkan oleh
paket bersangkutan.
4. Total Length (16-bit), merupakan panjang total paket IPv4 yang terdiri
dari header dan data.
5. Identification (16-bit), mengidentifikasikan nilai yang ditetapkan pengirim
untuk membantu reassembly fragmen data.
6. Flags (3-bit), menandakan flag-flag untuk proses fragmentasi.
7. Fragment Offset (13-bit), mengindikasikan posisi fragmen.
8. Time to Live (8-bit), jumlah jalur maksimal di mana paket IPv4 dapat
berjalan sebelum dibuang.
9. Protocol (8-bit), mengidentifikasikan protokol di lapisan yang lebih tinggi.
15



10. Header Checksum (16-bit), member kemampuan pengecekan error
terhadap header IPv4 saja.
11. Source Address (32-bit), menyimpan alamat pengirim.
12. Destionation Address (32-bit), menyimpan alamat penerima.
13. Options + Padding (32-bit), memungkinkan paket untuk meminta opsi
layanan tambahan.
2.3. I nternet Protocol IPv6
IETF mengembangkan IPv6 pada awal90-an dengan tujuan utama
mengatasi masalah ruang alamat internet yang lambat laun semakin berkurang,
karena perkembangan jumlah pengguna internet yang tak terkendali. Ada
beberapa tujuan utama dikembangkannya IPv6 ini (Tanenbaum, 2003):
1. Mendukung bermilyar-milyar host, bahkan dengan alokasi pengalamatan
yang tidak efisien.
2. Mengurangi ukuran tabel routing.
3. Menyederhanakan protokol agar router dapat memproses paket lebih
cepat.
4. Menyediakan aspek keamanan yang lebih baik dari pada IPv4,
5. Mengizinkan protokol yang lama dan baru tetap eksis bersama selama
beberapa tahun transisi.
Sistem pengalamatan IPv6 disebut juga dengan IPng (Internet Protocol,
next generation) karena merupakan generasi terbaru pengganti IPv4 sebagai
standar IP. IPv6 menggunakan sistem pengalamatan 128 bits, 4 kali lebih besar
daripada IPv4 yang artinya mampu menghasilkan alokasi alamat sebesar 2
(128-32)
kali lebih besar daripada IPv4. Sistem pengalamatan ini dipetakan secara heksa
(16 bits) untuk mempermudah pembacaannya. Setiap 16 bits tersebut ditampilkan
dalam bentuk section secara heksadesimal 4 digit dengan dipisahkan oleh tanda
titik dua.
Walaupun ditampilkan secara heksadesimal, IPv6 dirasa terlalu rumit
untuk diingat karena panjangnya mencapai 32 digit angka. Selain itu, IPv6
seringkali terdiri dari banyak angka nol sehingga dianggap kurang efisien. Pada
16



kasus tersebut, IPv6 memiliki kelonggaran untuk memperpendek alamatnya
dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Angka nol yang mengawali setiap section dapat dihilangkan.
2. Section minimal memiliki satu digit angka.
3. Section yang berurutan dan hanya terdiri dari angka nol dapat diganti
dengan tanda titik dua yang ditulis rangkap. Ketentuan ini hanya berlaku
satu kali penulisan.
2.3.1. Struktur Header IPv6
Datagram IPv6 terbagi menjadi dua bagian utama yaitu header dan
payload. Header IPv6 memiliki ukuran yang tetap yakni 40 bytes. Akan tetapi,
terdapat header tambahan (extension) untuk meningkatkan fungsionalitasnya di
bagian payload. Dengan demikian, payload berisikan data paket beserta header
tambahan tersebut.

Gambar 2.3. Struktur Header IPv6
( Sumber : Deering & Hinden, 1998 )
Leon-Garcia dan Widjaja (2003) menjelaskan masing-masing field header
IPv6 dalam Gambar 2.3. sebagai berikut:
1. Version (4-bit), mengindikasikan versi Internet Protocol, bernilai 6.
2. Traffic Class (8-bit), mengindikasikan kelas prioritas paket.
3. Flow Label (20-bit), digunakan pengirim untuk memberi urutan rangkaian
paket-paket.
17



4. Payload Length (16-bit), merupakan panjang data yang dibawa setelah
header.
5. Next Header (8-bit), mengidentifikasikan tipe header selanjutnya setelah
header IPv6 utama.
6. Hop Limit (8-bit), merupakan jumlah jalur maksimal di mana paket IPv6
dapat berjalan sebelum dibuang.
7. Source Address (128-bit), menyimpan alamat pengirim.
8. Destination Address (128-bit), menyimpan alamat penerima.
Extension header pada IPv6 merupakan header yang menggantikan fungsi
field option pada header IPv4. Extension header merupakan header tambahan
diluar dari header standar IPv6, artinya sebuah paket IPv6 bisa memiliki extension
header bisa juga tidak. Paket yang tidak memiliki extension header akan di proses
lebih cepat dibandingkan dengan paket yang memiliki extension header. Berbeda
dengan IPv4 dimana field option menjadi bagian dari format header standar IPv4
sehingga setiap node pada jaringan memproses paket lebih lama. Dengan
demikian keberadaan extension header sebagi pilihan pada IPv6 dapat
meningkatkan efisiensi proses routing pada jaringan IPv6 (Mohammad Isa 2008).
Setiap paket IPv6 dapat terdiri dari nol, satu ataupun beberapa extension
header sekaligus. Berdasarkan RFC 2460 terdapat 6 jenis extension header IPv6,
yaitu :
a. Hop-by-hop Option Header digunakan untuk mengidentifikasi paket yang
harus diproses disetiap router jaringan yang dilewati. Hop-by-hop Option
header memiliki next header = 0
b. Destination Options Header digunakan untuk memuat informasi tambahan
untuk diproses pada node tujuan. Apabila destination options header
muncul sebelum routing header, maka header tersebut harus di proses
oleh router yang tercantum pada routing header. Apabila destination
options header muncul sebelum upper-layer header, maka header tersebut
harus diproses oleh node tujuan paket. Destination options header
memiliki nilai next header = 60
18



c. Routing Header digunakan untuk mencantumkan satu atau lebih node
intermediate yang harus dilewati paket sebelum sampai ke tujuannya.
Routing header memiliki nilai next header = 43.
d. Fragment Header digunakan oleh node tujuan untuk mengidentifikasi
apakah paket merupakan bagian dari suatu fragment atau tidak. Berbeda
dengan IPv4, pada IPv6 router intermediate tidak diperbolehkan
melakukan fragmentasi paket. Fragmentasi paket hanya dapat dilakukan
oleh node pengirim setelah mengetahui ukuran maksimum MTU
(Maximum Transfer Unit) yang dapat di dukung jaringan sampai node
yang dituju. Fragment header memiliki nilai next header = 44.
e. Authentication Header digunakan untuk mengidentifikasi autentikasi,
integritas data serta anti-replay protection. Authentication header memiliki
nilai next header = 51
f. Encapsulating Security Payload Header digunakan untuk mengidentifikasi
autentikasi, integritas data serta anti-replay protection khusus untuk paket
yang dienkaspsulasi. Encapsulating Security Payload Header memiliki
nilai next header = 50.
2.3.2. Pengalamatan IPv6
Pada dasarnya, IPv6 terdiri dari 2 bagian utama yaitu prefiks yang
menunjukkan tipe pengalamatan dan sisanya mengikuti sistem yang digunakan
prefiks tersebut. Provider-based unicast address merupakan tipe prefiks yang
umum digunakan sebagai pengalamatan unicast pada host yang spesifik.
Pengalamatan unicast memungkinkan suatu host berkomunikasi dengan satu host
yang lain.
Provider-based unicast address menggunakan prefiks 3 bits berupa 010
dengan diikuti sistem pengalamatannya sebagai berikut (Forouzan 2003):
1. Registry identifier, 5 bits penunjuk agensi pusat IPv6 yang telah
mengalokasikan alamatnya. Sebagai contoh, untuk kawasan Asia-Pasifik
dengan agensi pusat APNIC menggunakan kode 10100.
19



2. Provider identifier, menunjukkan ISP (Internet Service Provider) yang
digunakan. Umumnya menggunakan 16 bits.
3. Subscriber identifier, menunjukkan kode berlangganan terhadap ISP
tertentu. Umumnya menggunakan 24 bits.
4. Subnet identifier, menunjukkan subnet (sub jaringan) spesifik yang berada
di bawah manajemen pengguna. Umumnya menggunakan 32 bits.
5. Node identifier, menunjukkan alamat spesifik suatu host di bawah subnet
tertentu. Umumnya menggunakan 48 bits.
Dalam IPv6, alamat 128-bit akan dibagi kedalam 8 blok berukuran 16-bit,
yang dapat dikonversikan kedalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit.
Setiap blok bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik
dual (:). Untuk memudahkan penulisan angka 0 maka blok yang bernilai 0000
dapat dituliskan dengan sebuah 0. Notasi ini hanya diperbolehkan ditulis satu
kali setiap pengalamatan IPv6 (Mohammad Isa). Berikut contoh penulisan alamat
IPv6 :

0010000111011010 : 0000000011010011 : 0000000000000000 :
0010111100111011 : 0000001010101010 : 0000000011111111 :
1111111000101000 : 1001110001011010
Bentuk heksadesimal biner diatas :
21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A
Setelah disederhanakan menjadi :
21DA:DE:0:2F3B:2AA:FF:FE28:9C5A
Alamat IPv6 dapat disederhanakan juga dengan menggunakan zero
compression yang merupakan suatu metode dengan menghilangkan 0 jika terdapat
deretan 0 dengan panjang 16 bit dan diganti dengan notasi dual colon ::.
Misalnya : FF02:0:0:0:0:0:2 menjadi FF02::2
Dalam IPv4 sebuah alamat dalam notasi dotted-decimal format dapat
dipresentasikan dengan menggunakan angka prefix yang merujuk kepada subnet
mask. IPv6 juga memiliki angka prefix, tetapi tidak digunakan untuk merujuk
kepada subnet mask, karena IPv6 tidak mendukung subnet mask.
20



Prefiks adalah sebuah bagian dari alamat IP, dimana bit-bit memiliki nilai-
nilai yang tetap atau bit-bit tersebut merupakan bagian dari sebuah rute atau
subnet identifier. Prefiks dalam IPv6 di representasikan dengan cara yang sama
seperti prefix alamt IPv4 yaitu [alamat]/[angka panjang prefiks]. Panjang prefiks
menentukan jumlah bit terbesar paling kiri yang membuat prefiks subnet. Contoh
prefiks alamat IPv6 dapat direpresentasikan sebagai berikut :
3ABE:2700:DA05:C22C::/64
Pada contoh diatas, 64 bit pertama dari alamat tersebut dianggap sebagai
prefiks alamat, sementara 64 bit sisanya dianggap sebagai interface ID.
2.3.3. Jenis Pengalamatan IPv6
Seperti yang telah diketahui, pada IPv4 terdapat suatu pengalamatan IP
yang dibagi menjadi lima kelas yaitu kelas A samapi kelas E. dimana diantara
kelima kelas tersebut hanya kelas A, B ,dan C yang bisa dugunakan karena kelas
D digunakan untuk keperluan multicasting dan kelas E untuk keperluan
eksperimental. Berbeda dengan IPv6, pada IPv6 tidak dikenal sistem pengkelasan
seperti pada IPv4 melainkan pada IPv6 hanya menyediakan tiga jenis
pengalamatan yaitu Unicast, Anycast, dan Multicast.
a. Unicast
Pengalamatan unicast mirip dengan IPv4 yaitu dengan sekumpulan alamat
dengan sejumlah bit kontinyu yang sama sesuai dengan alamat subnet-nya dan
Class-less Interdomain Routing (CIDR). Ada banyak jenis pengalamatan
unicast pada IPv6 sesuai dengan tipenya seperti :
1. Alamat Link Local : alamat yang digunakan di dalam satu link yaitu
jaringan lokal yang saling tersambung dalam satu level.
2. Alamat Site Local : setara dengan alamat private, yang dipakai terbatas
dalam satu site sehingga terbatas penggunaanya hanya didalam satu site
sehingga tidak dapat digunakan untuk mengirimkan alamat diluar site ini.
3. Alamat Global : alamat yang dipakai misalnya untuk ISP (Internet Service
Provider).

21



b. Anycast
Pengalamatan anycast digunakan untuk mengirimkan paket ke salah satu
anggota dari anycast yang terdekat. Jadi sebuah alamat anycast digunakan
oleh beberapa interface dan setiap paket anycast akan terkirim ke interface
anggota yang terdekat. Model pengalamatan pada anycast hampir sama
dengan model unicast. Jadi secara sintaksis alamat anycast sama saja dengan
unicast, hanya saja sebuah alamat anycast digunakan oleh lebih dari 1 host.
Syarat dari pengalamatan anycast:
1. Sebuah alamat anycast tidak boleh digunakan sebagai alamat sumber
dari sebuah paket IPv6.
2. Sebuah alamat anycast tidak boleh digunakan sebagai alamat interface
pada router.
c. Multicast
Alamat multicast IPv6 digunakan sebagai identitas sebuah group node. Jika
paket dikirim ke alamat multicast, maka paket tersebut akan diterima oleh
semua node anggota dari group tersebut. Sebuah node dapat menjadi anggota
banyak group multicast.
2.4. Perbandingan IPv4 dan IPv6
Secara garis bersar, perbandingan mendasar antara IPv4 dengan IPv6
ditunjukkan pada tabel 2.1. berikut ini :
Tabel 2.1. Perbandingan IPv4 dan IPv6
( Sumber : Micosoft Corporation, 2008 )
IPv4 Address IPv6 Address
Format pengalamatan 32 bit (4byte). Format pengalamatan 128 bit (16 byte).
Dukungan IPsec merupakan pilihan. Mendukung IPsec.
Tidak ada identifikasi aliran paket
untuk penanganan QoS oleh router
yang dimasukkan ke dalam header
IPv4.
Identifikasi aliran paket untuk
penanganan QoS oleh router
dimasukkan ke dalam header IPv6
menggunakan Flow Label Field.
22



Fragmentasi dilakukan oleh kedua
router dan host pengirim.
Fragmentasi tidak dilakukan oleh
router, hanya oleh host pengirim.
Header mengandung checksum. Header tidak mengandung checksum.
Header mengandung options. Semua options dipindahkan ke
extension headers.
Address Resolution Protocol (ARP)
menggunakan frame Broadcast ARP
Request untuk mengubah alamat IPv4
menjadi link layer.
ARP diganti dengan Multicast
Neighbor Solication messages.
Internet Group Management Protocol
(IGMP) digunakan untuk mengatur
kumpulan local subnet group.
IGMP diganti dengan Multicast
Listener Discovery (MLD) messages.
ICMP Router Discovery digunakan
untuk mencari default gateway yang
terbaik dan hal ini merupakan pilihan.
ICMP Router Discovery diganti dengan
ICMPv6 Router Solicitation dan Router
Advertisement messages, dan hal ini
memang dibutuhkan.
Terdapat alamat broadcast. Tidak ada alamat broadcast.
Harus dikonfigurasi secara manual
ataupun DHCP.
Tidak membutuhkan konfigurasi secara
manual ataupun DHCP.
Menggunakan alamat host (A) yang
tercatat pada Domain Name System
(DNS) untuk memetakan hostname
pada alamat IPV4.
Menggunakan alamat host (AAAA)
yang tercatat pada Domain Name
System (DNS) untuk memetakan
hostname pada alamat IPv6.
Menggunakan pointer (PTR) yang
tercatat pada domain IN-ADDR. ARPA
DNS untuk memetakan alamat IPv4 ke
hostname.
Menggunakan pointer (PTR) yang
tercatat pada IPv6. ARPA DNS untuk
memetakan alamat IPv6 ke hostname.
Mendukung sampai 576-byte ukuran
paket.
Mendukung sampai 1280-byte ukuran
paket.


23



2.5. Mekanisme Transisi IPv4 dengan IPv6
Mekanisme transisi secara umum didefinisikan sebagai sekumpulan teknik
yang dapat diimplementasikan oleh node IPv6 untuk dapat kompatibel dengan
node IPv4 yang sudah eksis sebelumnya (Chown 2002). Mekanisme transisi IPv6
dengan IPv4 dapat dilakukan dalam beberapa metode, yaitu: Tunneling, NAT-PT,
dan Dual IP Stack.
2.5.1. Tunneling
Tunnel merupakan sebuah mekanisme enkapsulasi suatu protokol dengan
protokol lainnya untuk dapat melewati jaringan yang belum dapat dilewati
protokol tersebut secara normal. Metode tunneling bekerja dengan
menghubungkan 2 buah node IPv6 melalui jaringan IPv4 yang sudah ada. Dalam
hal ini jaringan IPv4 berperan sebagai perantara diantara kedua host IPv6 dengan
membentuk semacam virtual tunnel didalam jaringannya. Prinsip dasar proses
tunneling IPv6 dapat dilakukan dengan cara menambahkan informasi IPv4 header
pada paket IPv6. Paket ini kemudian dicek kesesuaian dengan netwok-nya dan
jika sesuai maka paket IPv6 di teruskan melalui jaringan IPv4. Pada titik keluar
header IPv4 akan di buang dan paket akan diteruskan melalui interface dengan
informasi alamat IPv6 (Silvia Hagen). Beberapa implementasi dari metode transisi
tunneling yang umum dikenal antara lain 6to4, 6over4, ISATAP, serta Teredo.
Berikut skema sederhana arsitektur tunneling 6to4.

Gambar 2.4. Skema Tunneling 6to4
( Sumber : GAO, 2005)

24



2.5.2. NAT-PT
Network Address Translation-Protocol Translation (NAT-PT) yang
didefinisikan dalam RFC 2766 memungkinkan host dan aplikasi IPv6 untuk dapat
berhubungan dengan host dan aplikasi IPv4, dan sebaliknya dengan
mengimplementasikan router NAT-PT (Tsirtsis & Srisuresh 2000). Salah satu
keuntungan implementasi NAT-PT adalah tidak dibutuhkannya perubahan pada
sisi host karena semua konfigurasi dilakukan pada router NAT-PT.NAT (Network
Address Translation) dalam NAT-PT mengacu pada penerjemahan dari alamat
IPv4 ke IPv6 dan sebaliknya, sedangkan PT (Protocol Translation) menyediakan
penerjemahan paket IPv4 menjadi paket yang secara semantik sama dengan paket
IPv6 dan sebaliknya. Router NAT-PT berada di batas antara jaringan IPv4 dan
IPv6, dan menggunakan sekumpulan alamat IPv4 untuk diberikan kepada node
IPv6 secara statis atau dinamis, yang berlaku sementara (Atwood et al. 2003).
Skema sederhana arsitektur NAT-PT ditunjukkan oleh Gambar 2.5.


Gambar 2.5. Arsitektur NAT-PT Sederhana
( Sumber : GAO, 2005 )
2.5.3. Mekanisme Dual I P Stack
Dual IP Stack merupakan mekanisme implementasi yang
mempersyaratkan dukungan terhadap IPv6 dan IPv4 di perangkat yang sama. Jika
komunikasi menggunakan IPv4 maka antar muka akan bertindak antar muka IPv4
murni, dan jika komunikasi menggunakan IPv6 maka antar muka akan bertindak
sebagai antar muka IPv6 murni. Mekanisme ini dapat dilihat pada Gambar 2.6.
25




Gambar 2.6. Skema Dual IP Stack
(Sumber : GAO, 2005)

Dalam sebuah jaringan dual stack, host dan router
mengimplementasikan IPv4 dan IPv6. Gambar 2.6. menggambarkan bagaimana
tumpukan jaringan ganda dapat mendukung kedua layanan IPv4 dan IPv6 selama
periode transisi (Silvia Hagen).
2.6. FTP (File Transfer Protocol)
FTP adalah suatu protokol yang berfungsi untuk pertukaran file dalam
suatu jaringan komputer yang mendukung protokol TCP/IP. Dua hal pokok pada
FTP yaitu FTP server dan FTP client. FTP juga merupakan salah satu protokol
internet yang berjalan di dalam level aplikasi yang merupakan standar untuk
proses transfer file antar mesin komputer dalam sebuah framework. Sebuah server
FTP diakses menggunakan Universal Resource Indentifier (URI) dengan format
ftp://namaserver. FTP client dapat terkoneksi ke FTP server dengan membuka
URI tersebut. (sumber : www.jaringankomputer.org/ftp).
2.6.1. Fungsi FTP
Fungsi FTP adalah melakukan transfer file antara komputer yang
terhubung melalui jaringan, termasuk internet. FTP dikenal sebagai protokol
jaringan yang memungkinkan transfer file antara komputer yang tersambung pada
TCP/IP yang berbasis jaringan.
FTP server memiliki fungsi menjalankan perangkat lunak yang digunakan
untuk pertukaran file atau file exchange, yang selalu siap memberikan layanan
26



FTP apabila mendapat request atau permintaan dari FTP client. FTP client
berfungsi sebagai komputer yang meminta koneksi ke FTP server untuk tujuan
tukar menukar file baik itu upload maupun download. (sumber :
www.jaringankomputer.org/ftp).
2.6.2. Cara Keja FTP
Cara kerja FTP yaitu dengan menggunakan TCP sebagai protocol
transport. FTP server menerima koneksi melalui port 20 dan 21. Pada FTP server
dan FTP client terdapat protocol interpreter (PI), data transfer process (DTP),
dan user interface. Sebelum melakukan proses transfer data, FTP client dan FTP
server akan membuat sesi komunikasi dimana port TCP 21 di sisi server FTP
akan mendengarkan percobaan koneksi dari FTP client. Sesi komunikasi ini
akan berfungsi sebagai port pengatur (control port). Apabila connection control
telah dibuat maka FTP server akan membuka TCP port 21 untuk membuat
koneksi baru dengan FTP client yang berfungsi dalam melakukan transfer data
baik upload maupun download.

Gambar 2.7. Transfer File dalam FTP
(Sumber : Kurose, 2010)
27




Gambar 2.8. Control dan Data Connection
(Sumber : Kurose, 2010)

2.6.3. Akses dalam FTP
Untuk dapat mengakses FTP server, user dibagi hak aksesnya menjadi dua
jenis, antara lain :
1. FTP User
FTP User merupakan suatu hak akses yang dapat mengakses data dalam
FTP server dan memiliki ijin dan membutuhkan suatu autentifikasi apabila
user akan masuk kedalam FTP server. User yang terlah terdaftar akan
memiliki akses full terhadap direktori yang ada di FTP server sehingga
user dapat membuat direktori, upload data ataupun menghapus data.
2. FTP Anonymous
FTP Anonymous merupakan hak akses user untuk masuk ke FTP server
tanpa proses autentifikasi. Untuk dapat login, secara umum biasanya
dengan menggunakan nama pengguna anonymous dan password yang diisi
dengan menggunakan alamat email. User FTP anonymous memiliki
keterbatasasan dalam hak aksesnya dimana hanya dapat mengambil atau
mendownload suatu file.
2.7. Throughput
Throughput adalah kemampuan suatu jaringan dalam melakukan
pengiriman data dan biasanya dispesifikasikan dalam bits per second (bps)
28



(Kurose, James F, Keith W. Ross 2010). Besarnya throughput dapat di ukur
menggunakan rumus :

ukuran paket data
Throughput =
t
Throughput secara umum merupakan ukuran aktifitas dalam suatu
komunikasi. Nilai throughput yang besar menunjukkan kinerja jaringan yang
tinggi.
2.8. Transfer Time
Transfer time merupakan waktu yang dubutuhkan oleh suatu jaringan
untuk mengirim data dari sumber ke tujuan. Besarnya transfer time akan sangat
dipengaruhi oleh throughput jaringan. Apabila nilai transfer time semakin kecil
maka akan semakin baik kinerja dari jaringan tersebut.
2.9. Packet Loss
Packet loss dapat didefinisikan sebagai hilangnya packet dalam jaringan
(Kurose, James F, Keith W. Ross 2010). Packet loss dapat disebabkan oleh faktor
seperti penurunan signal dalam media jaringan, packet corrupt yang menolak
untuk transit, kesalahan hardware jaringan, faktor antrian (queue) yang melebihi
batas waktu atau kapasitas yang tersedia dan ukuran packet yang terlalu besar.
Perhitungan untuk mencari presentase jumlah paket yang hilang selama proses
transmisi adalah sebagai berikut :
L = A - B
Dimana, L = Jumlah Packet Loss
A = Jumlah packet yang dikirim
B = jumlah packet yang diterima
2.10. Penelitian Terdahulu
Penerapan mekanisme Dual IP Stack dalam analisis kinerja jaringan IPv4
dan jaringan IPv6 untuk aplikasi FTP (File Transfer Protocol) masih jarang
29



dibicarakan. Berikut ini merupakan beberapa penelitian terdahulu yang membahas
kinerja pada jaringan IPv4 dan IPv6.
Mochammad Syarif Averoes, analisis unjuk kerja aplikasi video streaming
pada jaringan IPv6 murni dan IPv6-Dual Stack dengan menggunakan PC router
dan emulator GNS3. Parameter kualitas layangan video streaming yang akan di
uji yaitu latency, paket loss, dan throughput. Dari mengujian menunjukkan bahwa
kualitas yang paling baik adalah saat menggunakan IPv6 murni dengan
menggunakan PC router. Memiliki QOS yang lebih baik dengan nilai throughput
27,82% lebih besar dibandingkan IPv6 murni yang menggunakan emulator GNS3
sehingga memiliki latency yang kecil dan nilai packet loss yang lebih kecil
0.037% dibandingkan dengan IPv6 murni yang menggunakan GNS3.
Ahmed , Mt al, membandingkan QOS IPv4 dan IPv6 yang di ukur dengan
delay, throughput, jitter, dan packet loss dan digunakan aplikasi video streaming.
Konfigurasi yang digunakan dalam percobaan adalah model dual stack dengan
tiga skenario test-bed jaringan yaitu host-to-host host-to-host hybrid connection,
dan host-network bridge connection. Dari hasil percobaan yang dilakukan dapat
disimpulkan bahwa IPv6 lebih baik dibanding dengan IPv4.
Renny Indah Lestari, menganalisa kinerja antara metode Tunneling 6to4
dengan metode Dual Stack berbasis protokol IPv6 menggunakan router mikrotik.
Dari penelitian itu dapat disimpulkan bahwa metode yang cocok
diimplementasikan ketika akan melakukan transisi dari IPv4 ke IPv6 adalah
metode dual ip stack karena dengan menggunakan metode ini konfigurasi router
yang digunakan saat ini hanya ditambahkan dengan IPv6 pada interface yang
sama sehingga tidak perlu menghapus konfigurasi yang ada.
Reny Dwi Wijayanti, perbandingan performansi aplikasi FTP pada
jaringan IPv4 dan IPv6 dengan MPLS. Pada penelitian tersebut parameter yang
diuji adalah delay paket, transfer time dan throughput. Dari hasil pengujian
didapatkan delay MPLS IPv4 lebih kecil 92.65% - 98,3% dibanding MPLS IPv6.
Transfer time MPLS IPv4 lebih cepat 95,26% - 105.15% dibanding MPLS IPv6.
Throughput MPLS IPv4 lebih besar 96,17% - 96.35% dibanding MPLS IPv6.
30



Agung Sediyono, Puguh Adryanto. Perbandingan QOS jaringan dual stack
dan IPv6 over IPv4 tunneling. Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa
mekanisme transisi IPv4 ke IPv6 dapat dilakukan dengan baik dengan mekanisme
dual stack dibanding dengan tunneling, baik itu pada protokol UDP maupun TCP
untuk berbagai ukuran paket. Hal ini ditunjukkan dengan tingkat delay dan jitter
yang lebih rendah, serta throughput maksimum yang lebih besar.
Dari beberapa penelitian tersebut belum ada yang melakukan penelitian
untuk analisis kinerja FTP pada jaringan IPv4 dan IPv6 yang menggunakan
mekanisme dual IP stack. Oleh karena itu perlu dilakukan ujicoba untuk melihat
kinerja dari aplikasi FTP pada jaringan IPv4 dan IPv6 yang menggunakan
konfigurasi dual IP stack sehingga dapat diputuskan apakah aplikasi FTP baik
digunakan pada jaringan IPv4 dan IPv6 dengan menerapkan mekanisme dual IP
stack jika dilihat dari parameter throughput, transfer time dan packet loss.
31


BAB III
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
3.1. Analisis Kebutuhan Sistem
Penelitian ini akan menganalisis kinerja dari aplikasi FTP pada jaringan
IPv4 dan jaringan IPv6 dengan penerapan mekanisme Dual IP Stack. Sistem uji
akan dibangun dengan menggunakan dua buah router, dua buah komputer/laptop
untuk FTP Client, dan satu buah komputer/laptop untuk FTP Server. Spesifikasi
dari hardware tersebut tercantum dalam tabel 3.1.
Tabel 3.1. Spesifikasi hardware sistem pengujian
No. Hardware Spesifikasi
1. Router Mikrotik RB750 CPU AR7241 400MHz, RAM 32 MB,
Storage 64 MB, Lan Port 5, License level 4.
2. Router Mikrotik RB450 CPU Atheros 680MHz, RAM 256 MB,
Storage 512 MB, Lan Port 5, License level 4.
3. FTP Server Intel Core 2 Duo 2.5 GHz, RAM 2 GB,
Hardisk 250 GB .
4. FTP Client 1 AMD Dual Core 1,4 GHz, RAM 2 GB,
Hardisk 320 GB.
5. FTP Client 2 AMD Dual Core 1,33 GHz, RAM 2 GB,
Hardisk 320 GB.
6. FTP Client 3 Intel Core i3 2.4 GHz, RAM 2 GB, Hardisk
320 GB.
7. FTP Client 4 Intel Atom 1,86 GHz, RAM 2 GB, Hardisk
289 GB.




32


Selain perangkat keras diatas, di perlukan beberapa perangkat lunak pada
penelitian ini. Perangkat lunak yang dipakai dapat dilihat pada tabel 3.2.
Tabel 3.2. Perangkat Lunak Sistem Pengujian
No. Perangkat Lunak Keterangan
1. Windows 7 Sistem operasi yang digunakan pada FTP
Client.
2. Linux Ubuntu 11.10 Sistem operasi yang digunakan pada FTP
Server.
3. Vsftpd Aplikasi untuk FTP Server yang
mendukung IPv4 dan IPv6.
4. Filezilla Aplikasi untuk menjalankan FTP Client
yang bisa mendukung protocol IPv4 dan
IPv6.
5. Wireshark Aplikasi Network Analyzer untuk
menganalisa kinerja jaringan.
6. J-Meter Aplikasi yang berfungsi untuk pengujian
stress test pada FTP server.
33


3.2. Model Rancangan Eksperimental Penelitian

Gambar 3.1. Rancangan Penelitian FTP menggunakan Dual IP Stack
Sesuai dengan gambar 3.1. rancangan eksperimental yang dibuat terdiri
dari beberapa perangkat, yaitu : Router Mikrotik, FTP Server, dan FTP Client.
Masing-masing perangkat mempunyai fungsi tersendiri, untuk lebih jelas dapat
dilihat pada tabel 3.3.
Tabel 3.3. Perangkat yang Digunakan dalam Penelitian

No. Komponen Keterangan
1. Router Mikrotik Berfungsi sebagai router untuk
implementasi jaringan IPv4 dan IPv6.
2. FTP Server Berfungsi untuk melayani permintaan
layanan FTP dari FTP Client.
3. FTP Client Berfungsi untuk melakukan permintaan
layanan FTP dari FTP Server.


34



Gambar 3.2. Dual IP Stack
Sesuai dengan Gambar 3.2 lapisan terbawah yaitu network interface layer
menggunakan ethernet. Ethernet akan bertangung jawab untuk mengirim dan
menerima data ke dan dari media fisik. Pada internet layer terdapat dua protocol
IP yaitu IPv4 dan IPv6 dimana kedua protocol ini berfungsi untuk menyampaikan
paket data ke alamat tujuan. Untuk mengadakan hubungan dan mengatur
transportasi data antara host/komputer digunakan protocol TCP. Lapisan teratas
yaitu application layer menggunakan FTP untuk berkomunikasi dengan
user/client.
35



Gambar 3.3. Flowchart Proses Download pada FTP
Pada Gambar 7.2. digambarkan diagram alir (flowchart) dari proses
download pada aplikasi FTP. Mengacu dengan gambar tersebut, proses download
pada FTP adalah sebagai berikut :
1. FTP menggunakan protokol Transmission Control Protocol (TCP) untuk
komunikasi data antara FTP Client dan FTP Server, sehingga diantara
kedua komponen tersebut akan dibuat sebuah sesi komunikasi sebelum
transfer file dimulai.
2. Sebelum membuat koneksi, port TCP nomor 21 di sisi FTP server akan
mendengarkan percobaan koneksi dari sebuah FTP client yang
kemudian akan digunakan sebagai port pengatur (control port).
36


3. Selanjutnya FTP client melakukan login ke FTP server melalui port nomor
21.
4. FTP server akan melakukan otentikasi dari FTP client. Apabila otentikasi
berhasil maka koneksi kontrol melalui port nomor 21 dapat berjalan.
5. Setelah koneksi kontrol berjalan, FTP server akan mulai membuka TCP
port 20 untuk membentuk sebuah koneksi baru dengan FTP client
6. Selanjutnya FTP client akan memilih file yang akan di download.
7. Jika download berhasil maka proses selesai.


Gambar 3.4. Flowchart Proses Upload pada FTP
Pada Gambar 3.4. digambarkan diagram alir (flowchart) dari proses
upload pada aplikasi FTP. Mengacu dengan gambar tersebut, proses upload pada
FTP adalah sebagai berikut :
37


1. FTP menggunakan protokol Transmission Control Protocol (TCP) untuk
komunikasi data antara FTP Client dan FTP Server, sehingga diantara
kedua komponen tersebut akan dibuat sebuah sesi komunikasi sebelum
transfer file dimulai.
2. Sebelum membuat koneksi, port TCP nomor 21 di sisi FTP server akan
mendengarkan percobaan koneksi dari sebuah FTP client yang
kemudian akan digunakan sebagai port pengatur (control port).
3. Selanjutnya FTP client melakukan login ke FTP server melalui port nomor
21.
4. FTP server akan melakukan otentikasi dari FTP client. Apabila otentikasi
berhasil maka koneksi kontrol melalui port nomor 21 dapat berjalan.
5. Setelah koneksi kontrol berjalan, FTP server akan mulai membuka TCP
port 20 untuk membentuk sebuah koneksi baru dengan FTP client
6. Selanjutnya FTP client akan memilih file yang akan di upload.
7. Jika upload berhasil maka proses selesai.

Langkah-langkah perancangan eksperimental penelitian ini antara lain :
1. Pembangunan jaringan IPv4 dan IPv6 menggunakan mekanisme Dual IP
Stack pada router mikrotik.
2. Pembangunan FTP server dan FTP client untuk proses transfer file.
3. Terdapat variabel kontrol meliputi :
a. FTP client yang digunakan sebanyak empat client yang terdiri dari dua
FTP client dengan IPv4 dan dua FTP client dengan IPv6.
b. Besaran file yang dioperasikan untuk pengujian parameter throughput,
transfer time, dan packet loss adalah 16 MB, 31 MB, 65 MB, 129 MB,
dan 256 MB.
c. FTP server berjumlah satu menggunakan vsftpd dengan sistem operasi
ubuntu 11.04.
d. FTP client berjumlah 4 menggunakan filezilla dengan sistem operasi
windows 7.
e. Bandwidth yang digunakan adalah 1 Mbps.

38

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Tahap Implementasi
Pada tahap ini dilakukan instalasi dan konfigurasi baik dari hardware
maupun software yang digunakan dalam analisis kinerja aplikasi FTP (File
Transfer Protocol) pada jaringan IPv4 dan jaringan IPv6 menggunakan
mekanisme dual IP stack.
4.1.1. Instalasi
Instalasi yang dilakukan adalah instalasi sistem operasi dan juga paket-
paket aplikasi yang digunakan dalam dalam analisis kinerja aplikasi FTP (File
Transfer Protocol) pada jaringan IPv4 dan jaringan IPv6 menggunakan
mekanisme dual IP stack. Instalasi yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Instalasi Sistem Operasi Linux Ubuntu 11.10
Sistem operasi yang digunakan sebagai sistem operasi yang akan
menjalankan FTP server (Vsftpd).
2. Instalasi Sistem Operasi Windows 7
Sistem operasi yang digunakan sebagai sistem operasi yang akan
menjalankan FTP client (Filezilla).
3. Instalasi Vsftpd
Aplikasi untuk membangun FTP server di lingkungan GNU/Linux dengan
lisensi GPL.
4. Instalasi Filezilla Client
Aplikasi yang digunakan client FTP untuk transfer file via protokol FTP
5. Instalasi Wireshark
Tools yang digunakan untuk melakukan capture saat proses transfer file
baik download maupun upload dari FTP client ke FTP server.
6. Instalasi J-Meter
Tools yang dipergunakan untuk stress testing pada FTP server.
39


#Router 1
ip address add address = 10.10.10.1/30
interface = ether5-Core
ip address add address = 10.10.10.5/30
interface = ether2-FTPserver
ip address add address = 192.168.10.1/24
interface = ether4-Client1
ipv6 address add address = 2403:10:10:10::1/126
interface = ether5-Core
ipv6 address add address = 2403:10:10:10::5/126
interface = ether2-FTPserver
ipv6 address add address = 2403:aaaa:aaaa:aaaa::a/64
interface = ether3-Client2
ip route add dst-address = 192.168.20.0/24
gateway = 10.10.10.2
ipv6 route add dst-address = 2403:bbbb:bbbb:bbbb::/64
gateway 2403:10:10:10::2
4.1.2. Konfigurasi
Konfigurasi dilakukan untuk mengimplementasikan IPv4 dan IPv6 pada
router mikrotik menggunakan mekanisme dual IP stack. Selain itu konfigurasi
juga dilakukan untuk melakukan transfer file baik upload maupun download dari
FTP client ke FTP server. Konfigurasi yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Pada konfigurasi ini menggunakan mekanisme dual IP stack yang dapat
mengimplementasikan IPv6 dan IPv4 di perangkat yang sama. Konfigurasi
dilakukan pada router 1 dan router 2.






















40


# Router 2
ip address add address = 10.10.10.2/30
interface = ether5-Core
ip address add address = 192.168.20.1/24
interface = ether4-Client3
ipv6 address add address = 2403:10:10:10::2/126
interface = ether5-Core
ipv6 address add address = 2403:bbbb:bbbb:bbbb::b/64
interface = ether3-Client4
ip route add dst-address = 192.168.10.0/24
gateway = 10.10.10.1
ip route add dst-address = 192.168.10.4/30
gateway = 10.10.10.1
ipv6 route add dst-address = 2403:aaaa:aaaa:aaaa::/64
gateway 2403:10:10:10::1
ipv6 route add dst-address = 2403:10:10:10::4/126
gateway 2403:10:10:10::1

2. Konfigurasi FTP Server
Konfigurasi vsftpd dilakukan dengan menggunakan perintah nano
/etc/vsftpd.conf. Berikut merupakan konfigurasi untuk FTP
server menggunakan vsftpd.






#menjalankan ipv6
listen_ipv6=YES
#user anonymous tidak dapat menggunakan ftp
anonymous_enable=NO
#user local dapat login menggunakan ftp protokol
local_enable=YES
41






#user dapat menulis dapat menulis ke suatu direktori
write_enable=YES
#hak akses user local
local_umask=000
#mengaktifkan pesan direktori
dirmessage_enable=YES
use_localtime=YES
#mengaktifkan log saat download/upload
xferlog_enable=YES
#menentukan nama dan direktori file log
xferlog_file=/var/log/vsftpd.log
#mengaktifkan file log standar
xferlog_std_format=YES
#mengaktifkan port transfer
connect_from_port_20=YES
#data dapat di transfer dalam mode ASCII
ascii_upload_enable=YES
ascii_download_enable=YES
#banner FTp saat login
ftpd_banner=Selamat Datang Di Tugas Akhir FTP Server
#membatasi user pada direktori home
chroot_local_user=YES
chroot_list_enable=YES
chroot_list_file=/etc/vsftpd.chroot_list
#menampilkan direktori secara rekursif
ls_recurse_enable=YES
#user tidak dapat melakukan akses ke filesystem
secure_chroot_dir=/var/run/vsftpd/empty
#pam service
pam_service_name=vsftpd
#sertifikat enkripsi koneksi
rsa_cert_file=/etc/ssl/private/vsftpd.pem


42


3. Membuat direktori FTP
Direktori dari FTP digunakan untuk menempatkan file-file yang akan di
upload dan di download oleh FTP client. Perintah yang digunakan yaitu
mkdir /home/FTPserver.
4. Memberikan permission direktori FTP
Perintah yang digunakan yaitu : chmod 777 /home/FTPserver.
5. Membuat user FTP client
Perintah yang digunakan yaitu :
a. adduser user1 password ****
b. adduser user2 password ****
c. adduser user3 password ****
d. adduser user4 password ****
e. adduser user5 password ****
6. Mengarahkan user yang dibuat untuk melakukan upload dan download di
direktori FTP server. Perintah yang digunakan yaitu : nano
/etc/passwd. Konfigurasi yang dilakukan sebagai berikut
a. User1: /home/ftpserver:/bin/bash
b. User1: /home/ftpserver:/bin/bash
c. User2: /home/ftpserver:/bin/bash
d. User3: /home/ftpserver:/bin/bash
e. User4: /home/ftpserver:/bin/bash
f. User5: /home/ftpserver:/bin/bash
4.2. Pengujian Kinerja Jaringan Untuk Aplikasi FTP
Pengujian kinerja aplikasi FTP (File Transfer Protocol) dilakukan dengan
menjalankan aplikasi Vsftpd sebagai FTP server dan Filezilla sebagai FTP client
pada jaringan IPv4 dan IPv6 yang di implementasikan menggunakan mekanisme
Dual IP Stack. Dual IP Stack merupakan mekanisme implementasi yang
mempersyaratkan dukungan terhadap IPv4 dan IPv6 di perangkat yang sama.
Pada prosesnya, jika FTP client berkomunikasi dengan FTP server menggunakan
antar muka IPv4 maka komunikasi dilakukan pada jaringan IPv4. Apabila FTP
43


client berkomunikasi dengan FTP server menggunakan antar muka IPv6 maka
komunikasi dilakukan pada jaringan IPv6.
Parameter yang diamati dalam pengujian ini yaitu throughput, transfer
time, dan packet loss. File yang akan di download dan di upload melalui FTP
ukuran beserta jenis filenya bervariasi yaitu file1 sebesar 16 MB, file2 sebesar 31
MB, file3 sebesar 65 MB, file4 sebesar 129 MB, dan file5 sebesar 256 MB.
Masing-masing file akan di download dan di upload sebanyak 10 kali dan akan
dicari nilai rata-rata dari pengujian yang dilakukan. Pada saat pengujian proses
transfer file akan di capture menggunakan aplikasi wireshark untuk mendapatkan
nilai dari parameter yang akan diamati.
4.2.1. Pengujian Throughput
Throughput adalah kemampuan sebenarnya suatu jaringan dalam
melakukan pengiriman data, dan biasanya dispesifikasikan dalam bit per second
(bps). Throughput dalam penelitian ini diukur saat packet data dikirim melewati
jaringan dari FTP server menuju FTP client saat proses download dan FTP client
menuju FTP server saat proses upload. Nilai throughput diperoleh dari jumlah bit
data yang dikirim dibagi dengan waktu pengiriman data. Query yang digunakan
saat proses download untuk filtering hasil capture oleh aplikasi wireshark yaitu
ip.dst == (IP yang dituju ) && (protocol yang digunakan) contoh : ip.dst
== 192.168.10.200 && tcp && ftp-data. Sedangkan Query yang
digunakan saat proses upload yaitu ip.src == (IP sumber pengirim packet ) &&
(protocol yang digunakan) contoh : ip.src == 192.168.10.200 &&
tcp && ftp-data.
Setelah melakukan filtering nilai throughput dapat dilihat pada menu
summary dan yang dicari adalah nilai display pada traffic Avg. Mbit/sec. Nilai dari
Avg. Mbit/sec didapat dari ukuran data yang dikirim (bytes dikonversi ke bit)
dibagi dengan waktu pengiriman packet (between first and last packet). Hasil
selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 1, 4, 7, 10, 13, 16, 19 dan 22. Pada tabel
4.1 dan 4.2 di bawah ini merupakan nilai rata-rata throughput dari pengujian yang
44


dilakukan sebanyak 10 kali dengan variasi besaran file, dan jumlah user yang
melakukan download dan upload file.
Tabel 4.1. Nilai Rata-Rata Throughput Download File
Ukuran
&
Jenis File
Throughput (Mbps)
IPv4 IPv6
Satu
Client
FTP
Dua
Client
FTP
Empat
Client
FTP
Satu
Client
FTP
Dua
Client
FTP
Empat
Client
FTP
File1 (16 MB) 1,011 0,520 0,288 1,011 0,521 0,298
File2 (31MB) 1,012 0,514 0,261 1,012 0,516 0,273
File3 ( 65 MB) 1,012 0,515 0,234 1,012 0,512 0,243
File4 (129 MB) 1,012 0,513 0,235 1,012 0,515 0,252
File5 (256 MB) 1,012 0,510 0,238 1,012 0,510 0,241
Rata-Rata 1.012 0,514 0,251 1,012 0,515 0,261
Dari Tabel 4.1 diatas dapat dilihat bahwa nilai throughput saat download
tidak mengalami perubahan secara signifikan seiring dengan kenaikan besaran file
yang di transfer. Nilai throughput dari file1, file2, file3, file4, dan file5 pada
pengujian menggunakan satu client FTP, IPv6 dan IPv4 memilki nilai yang sama.
Pada pengujian menggunakan dua client FTP, IPv6 lebih besar dari IPv4 dengan
selisih 0,001 Mbps untuk file1, 0,002 Mbps untuk file2, 0,002 Mbps untuk file4.
Sedangkan untuk file3 IPv4 lebih baik dari IPv6 dengan selisih 0.003 Mbps dan
untuk file5 IPv4 dan IPv6 memiliki nilai throughput yang sama. Pada pengujian
menggunakan empat client FTP, IPv6 juga lebih besar dari IPv4 dengan selisih
0,010 Mbps untuk file1, 0,012 Mbps untuk file2, 0,009 Mbps untuk file3, 0,017
Mbps untuk file4, dan 0,003 Mbps untuk file5.
45



Gambar 4.1. Grafik Throughput Download File

Berdasarkan grafik pada Gambar 4.1, rata-rata nilai throughput saat
melakukan proses download dengan besaran file yang berbeda, throughput
jaringan IPv6 lebih besar dari throughput jaringan IPv4 yang sama-sama
diimplementasikan menggunakan mekanisme Dual IP Stack dengan selisih 0,001
Mbps pada pengujian menggunakan dua client, 0,010 Mbps menggunakan empat
client, dan saat pengujian menggunakan satu client nilai throughput IPv4 dan IPv6
sama.













0
0.2
0.4
0.6
0.8
1
1.2
Satu Client FTP Dua Client FTP Empat Client FTP
T
h
r
o
u
g
h
p
u
t


(
M
b
p
s
)

IPv4
IPv6
46


Tabel 4.2. Nilai Rata-Rata Throughput Upload File
Ukuran
&
Jenis File
Throughput (Mbps)
IPv4 IPv6
Satu
Client
FTP
Dua
Client
FTP
Empat
Client
FTP
Satu
Client
FTP
Dua
Client
FTP
Empat
Client
FTP
File1 (16 MB) 1,010 0,522 0,248 1.010 0,522 0,248
File2 (31MB) 1,011 0,515 0,248 1.011 0,517 0,250
File3 ( 65 MB) 1,012 0,512 0,246 1.012 0,514 0,253
File4 (129 MB) 1,012 0,509 0,247 1.012 0,511 0,247
File5 (256 MB) 1,012 0,507 0,243 1.012 0,510 0,250
Rata-Rata 1,011 0,513 0,246 1,011 0,515 0,250
Dari Tabel 4.2 diatas dapat dilihat bahwa nilai throughput saat upload
tidak mengalami perubahan secara signifikan seiring dengan kenaikan besaran file
yang di transfer. Nilai throughput dari file1, file2, file3, file4, dan file5 pada
pengujian menggunakan satu client FTP, IPv6 dan IPv4 memiliki nilai throughput
sama. Pada pengujian menggunakan dua client FTP, IPv6 lebih besar dari IPv4
dengan selisih 0,002 Mbps untuk file2, 0,002 Mbps untuk file3, 0,002 Mbps untuk
file4, 0,003 Mbps untuk file5, sedangkan untuk file1 nilai throughput IPv4 dan
IPv6 sama. Pada pengujian menggunakan empat client FTP, IPv6 juga lebih besar
dari IPv4 dengan selisih 0,002 Mbps untuk file2, 0,007 Mbps untuk file3, 0,007
Mbps untuk file5. Sedangkan untuk file1 dan file4 nilainya throughput IPv4 dan
IPv6 sama.
47



Gambar 4.2 Grafik Throughput Upload File
Berdasarkan grafik pada Gambar 4.2, rata-rata nilai throughput saat
melakukan proses upload dengan besaran file yang berbeda, throughput jaringan
IPv6 lebih besar dari throughput jaringan IPv4 yang sama-sama
diimplementasikan menggunakan mekanisme Dual IP Stack dengan selisih 0,002
Mbps pada pengujian menggunakan dua client, dan 0,004 Mbps menggunakan
empat client, dan memiliki nilai throughput sama pada pengujian menggunakan
satu client.
4.2.2. Pengujian Transfer Time
Pada pengujian transfer time, dapat dicari dengan menghitung total waktu
dari awal packet dikirim sampai packet terakhir terkirim. Query yang digunakan
untuk filtering hasil capture oleh aplikasi wireshark yaitu ip.dst == (IP yang
dituju ) && (protocol yang digunakan) contoh : ip.dst ==
192.168.10.200 && tcp && ftp-data. Sedangkan proses pengambilan
data transfer time saat proses upload yaitu mencari IP sumber packet yang dikirim
beserta protocol yang digunakan. Query yang digunakan yaitu ip.src == (IP
sumber pengirim packet ) && (protocol yang digunakan) contoh : ip.src ==
192.168.10.200 && tcp && ftp-data. Setelah melakukan filtering
nilai transfer time dapat diketahui dari nilai display between first and last packet.
Hasil selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 2, 5, 8, 11, 14, 17, 20, dan 23.
0
0.2
0.4
0.6
0.8
1
1.2
Satu Client FTP Dua Client FTP Empat Client FTP
T
h
r
o
u
g
h
p
u
t

(
M
b
p
s
)

IPv4
IPv6
48


Pada tabel 4.3 dan 4.4 di bawah ini merupakan nilai rata-rata transfer time dari
pengujian yang dilakukan sebanyak 10 kali dengan variasi besaran file, dan
jumlah user yang melakukan download dan upload file.
Tabel 4.3. Nilai Rata-Rata Transfer Time Download File
Ukuran
&
Jenis File
Transfer Time(s)
IPv4 IPv6
Satu
Client
FTP
Dua
Client
FTP
Empat
Client
FTP
Satu
Client
FTP
Dua
Client
FTP
Empat
Client
FTP
File1 (16 MB) 137.664 267.805 491.150 139.445 267.224 497.559
File2 (31MB) 267.138 524.448 1083.182 270.954 529.749 1019.346
File3 ( 65 MB) 568.830 1099.649 2919.736 567.726 1122.542 2547.734
File4 (129 MB) 1112.263 2192.083 4825.096 1127.731 2238.037 4560.959
File5 (256 MB) 2204.248 4364.291 9008.205 2234.970 4427.682 9489.218
Rata-Rata 858.028 1689.655 3665.474 868.165 1717.047 3622.963`
Dari Tabel 4.3 diatas dapat dilihat bahwa nilai transfer time saat download
mengalami perubahan seiring dengan kenaikan besaran file yang di transfer. Nilai
transfer time pada pengujian menggunakan satu client IPv4 lebih kecil dari IPv6
dengan selisih 1.781 s untuk file1, 3.816 s untuk file2, 15.468 s untuk file4, dan
30.722 s untuk file5. Sedangkan untuk file3 IPv6 lebih baik dari IPv4 dengan
selisih 1.104 s. Pada pengujian menggunakan dua client IPv4 lebih kecil dari IPv6
dengan selisih 5.301 untuk file2, 22.893 s untuk file3, 45.954 untuk file4, dan
63.391 s untuk file5. Sedangkan untuk file1 IPv6 lebih baik dari IPv4 dengan
selisih 0.581 s. Pada pengujian menggunakan empat client IPv4 lebih kecil dari
IPv6 dengan selisih 6.409 s untuk file1, dan 481.013 s untuk file5. Sedangkan
49


untuk file2, file3, dan file4 IPv6 lebih baik dari IPv4 dengan selisih 63.836 s untuk
file2, 371.649 s untuk file3, dan 264.237 s untuk file4.

Berdasarkan grafik pada Gambar 4.3, rata-rata nilai nilai transfer time
saat melakukan proses download dengan besaran file yang berbeda, transfer time
jaringan IPv4 lebih kecil dari IPv6 yaitu dengan selisih 10.137 s menggunakan
satu client, 27.392 menggunakan dua client . Sedangkan pengujian menggunakan
empat client IPv6 lebih kecil dari IPv4 dengan selisih 42.511 s.












0
500
1000
1500
2000
2500
3000
3500
4000
Satu Client FTP Dua Client FTP Empat Client FTP
T
r
a
n
s
f
e
r

T
i
m
e


(
s
)

IPv4
IPv6
Gambar 4.3. Grafik Transfer Time Download File
50


Tabel 4.4. Nilai Rata-Rata Transfer Time Upload File
Ukuran
&
Jenis File
Transfer Time(s)
IPv4 IPv6
Satu
Client
FTP
Dua
Client
FTP
Empat
Client
FTP
Satu
Client
FTP
Dua
Client
FTP
Empat
Client
FTP
File1 (16 MB) 137.716 256.936 541.464 139.763 270.294 571.847
File2 (31MB) 267.399 529.057 1087.725 271.214 530.223 1171.704
File3 ( 65 MB) 560.159 1103.238 2334.729 567.828 1124.575 2365.092
File4 (129 MB) 1114.463 2211.631 4754.402 1127.943 2236.785 4876.960
File5 (256 MB) 2233.254 4443.257 9388.242 2235.204 4415.969 9499.112
Rata-Rata 862.598 1708.824 3621.312 868.390 1715.569 3696.943
Dari Tabel 4.4 diatas dapat dilihat bahwa nilai transfer time saat upload
mengalami perubahan seiring dengan kenaikan besaran file yang di transfer. Nilai
transfer time pada pengujian menggunakan satu client FTP, IPv4 lebih kecil dari
IPv6 dengan selisih 2.047 s untuk file1, 3.842 s untuk file2, 7.669 s untuk file3,
13.490 untuk file4, dan 1.950 s untuk file5. Pada pengujian menggunakan dua
client FTP, IPv4 lebih kecil dari IPv6 dengan selisih 13.358 s untuk file1, 1.166 s
untuk file2, 21.337 s untuk file3, dan 25.154 untuk file4. Sedangkan untuk file5
IPv6 lebih kecil dari IPv4 dengan seisih 27.288 s. Pada pengujian menggunakan
empat client FTP, IPv4 lebih kecil dari IPv6 dengan selisih 30.383 s untuk file1,
83,979 s untuk file2, 30.363 s untuk file3, 122.558 untuk file4, dan 110.87 s untuk
file5.
51



Gambar 4.4. Grafik Transfer Time Upload File
Berdasarkan grafik pada Gambar 4.4, nilai transfer time saat melakukan
proses upload dengan besaran berbeda, transfer time jaringan IPv4 lebih kecil dari
IPv6, yaitu dengan selisih 5.792 s pada pengujian menggunakan satu client, 6.754
s menggunakan dua client, dan 75.631 s menggunakan empat client.
4.2.3. Pengujian Packet loss
Packet loss dapat didefinisikan sebagai hilangnya packet dalam jaringan
yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti penurunan signal dalam media
jaringan, packet corrupt yang menolak untuk transit, kesalahan hardware
jaringan, faktor antrian (queue) yang melebihi batas waktu atau kapasitas yang
tersedia dan ukuran paket yang terlalu besar. Pada pengujian ini, nilai packet loss
dapat dicari dengan menghitung total packet yang dikirim dikurangi dengan total
packet yang diterima.
Pengambilan data packet loss saat proses download dengan menggunakan
query yaitu ip.dst == (IP yang dituju ) && (protocol yang digunakan) &&
(analysis lost segment), contoh : ip.dst == 192.168.10.200 && tcp
&& ftp-data && tcp.analysis.lost_segment. Sedangkan proses
pengambilan data packet loss saat proses upload menggunakan query yaitu
ip.src == (IP sumber pengirim packet ) && (protocol yang digunakan) &&
0
500
1000
1500
2000
2500
3000
3500
4000
Satu Client FTP Dua Client FTP Empat Client FTP
T
r
a
n
s
f
e
r

T
i
m
e


(
s
)

IPv4
IPv6
52


(analyisis lost segmet), contoh : ip.src == 192.168.10.200 && tcp
&& ftp-data && tcp.analysis.lost_segment.
Setelah melakukan filtering nilai packet loss dapat dilihat pada menu
summary dan yang dicari adalah nilai display pada traffic packets. Hasil
selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, dan 24. Pada
tabel 4.5 dan 4.6 di bawah ini merupakan nilai rata-rata packet loss dari pengujian
yang dilakukan sebanyak 10 kali dengan variasi besaran file, jenis file, dan jumlah
user yang melakukan download dan upload file.
Tabel 4.5. Nilai Rata-Rata Packet Loss Download File
Ukuran
&
Jenis File
Packet Loss
IPv4 IPv6
Satu
Client
FTP
Dua
Client
FTP
Empat
Client
FTP
Satu
Client
FTP
Dua
Client
FTP
Empat
Client
FTP
File1 (16 MB) 146 348 595 153 378 606
File2 (31MB) 283 715 1193 289 725 1237
File3 ( 65 MB) 593 1475 2469 608 1485 2536
File4 (129 MB) 1184 2968 4952 1206 3017 5148
File5 (256 MB) 2332 5893 8381 2371 6017 8513
Rata-Rata 908 2280 3518 925 2324 3608
Dari Tabel 4.5 diatas dapat dilihat bahwa nilai packet loss saat download
mengalami perubahan seiring dengan kenaikan besaran file yang di transfer. Nilai
packet loss pada pengujian menggunakan satu client FTP dari file1, file2, file3,
file4 dan file5, IPv4 lebih kecil dari IPv6 dengan selisih 7 packet untuk file1, 6
packet untuk file2, 15 packet untuk file3, 22 packet untuk file4 dan 39 packet
53


untuk file5. Pada pengujian menggunakan dua client FTP IPv4 lebih kecil dari
IPv6 dengan selisih 30 packet untuk file1, 10 packet untuk file2, 49 packet untuk
file3 dan 124 packet file5. Pada pengujian menggunakan empat client FTP packet
loss IPv4 lebih kecil dari IPv6 dengan selisih 11 packet untuk file1, 44 packet
untuk file2, 67 packet untuk file3, 196 packet untuk file4 packet dan 132 packet
untuk file5.

Gambar 4.5. Grafik Packet Loss Download File
Berdasarkan grafik pada Gambar 4.5, nilai packet loss saat melakukan
proses download file, jaringan IPv4 lebih kecil dari packet loss pada jaringan IPv6
yang sama-sama diimplementasikan menggunakan mekanisme Dual IP Stack
dengan selisih 17 packet pada pengujian menggunakan satu client, 44 packet
menggunakan dua client, dan 90 packet menggunakan empat client.





0
500
1000
1500
2000
2500
3000
3500
4000
Satu Client FTP Dua Client FTP Empat Client FTP
P
a
c
k
e
t

L
o
s
s


IPv4
IPv6
54



Tabel 4.6. Nilai Rata-Rata Packet Loss Upload File
Ukuran
&
Jenis File
Packet Loss
IPv4 IPv6
Satu
Client
FTP
Dua
Client
FTP
Empat
Client
FTP
Satu
Client
FTP
Dua
Client
FTP
Empat
Client
FTP
File1 (16 MB) 286 605 949 283 617 950
File2 (31MB) 553 1220 1798 541 1223 1777
File3 ( 65 MB) 1150 2547 3680 1122 2599 3105
File4 (129 MB) 2272 5107 7278 2205 5183 7231
File5 (256 MB) 4498 10099 13122 4382 10252 13823
Rata-Rata 1751 3915 5365 1706 3975 5377
Dari Tabel 4.6 diatas dapat dilihat bahwa nilai packet loss saat upload
mengalami perubahan seiring dengan kenaikan besaran file yang di transfer. Nilai
packet loss pada pengujian menggunakan satu client FTP dari file1, file2, file3,
file4 dan file5, IPv6 lebih kecil dari IPv4 dengan selisih 3 packet untuk file1, 12
packet untuk file2, 28 packet untuk file3, 67 packet untuk file4, dan 116 packet
untuk file5. Pada pengujian menggunakan dua client FTP, IPv4 lebih kecil dari
IPv4 dengan selisih 9 packet untuk file1, 3 packet untuk file2, 52 packet untuk
file3, 76 packet untuk file4, dan 153 packet untuk file5. Pada pengujian
menggunakan empat client FTP packet loss IPv4 lebih kecil dari IPv6 dengan
selisih 1 packet untuk file1, 21 packet untuk file2, dan 701 packet untuk file5.
Sedangkan untuk file3 dan file4 IPv6 lebih kecil dari IPv4 dengan selisih 575
packet untuk file3 dan 47 packet untuk file4.
55



Gambar 4.6. Grafik Packet Loss Upload File
Berdasarkan grafik pada Gambar 4.6, packet loss saat melakukan proses
upload file pada mekanisme Dual IP Stack, jaringan IPv4 memiliki nilai packet
loss lebih kecil dari jaringan IPv6 dengan selisih 45 packet untuk pengujian satu
client FTP, 60 packet menggunakan dua client FTP dan 12 packet untuk
pengujian empat client FTP.
4.2.4. Pengujian FTP Stress Test
Stress test dilakukan untuk mengetahui kemampuan FTP Server jika diberi
beban berlebih, sehingga nantinya akan diketahui bagaimana kinerja dari server
FTP dalam mendapat request dengan jumlah yang besar dan dalam waktu yang
bersamaan. Software yang digunakan dalam stress test yaitu JMeter. JMeter dapat
membangkitkan request dalam jumlah yang banyak dengan selang waktu yang
dapat diatur. Average response time dapat langsung terlihat pada Jmeter. Hasil
dari pengujian FTP server stress test dapat dilihat pada tabel 4.7.







0
1000
2000
3000
4000
5000
6000
Satu Client FTP Dua Client FTP Empat Client FTP
P
a
c
k
e
t

L
o
s
s


IPv4
IPv6
56


Tabel 4.7. FTP Stress Test menggunakan JMeter
NO
Jumlah
Request
Average Response Time(ms) Eror (%)
IPv4 IPv6 IPv4 IPv6
1. 10 140 137 0 0
2. 20 258 255 0 0
3. 40 711 713 0 0
4. 63 1270 1225 6,35 5.93
5. 80 1459 1469 22,50 23,65
6. 160 3135 3112 28,12 28,05
7. 320 7890 7756 47,50 45,65
8. 640 13412 13327 67,34 66,21
9. 1280 17116 17103 81,56 80,04
10. 2560 19043 18842 91,21 89,97
11 4775 25332 25231 95,54 95,63


Gambar 4.7. Grafik Rata-Rata Response Time
0
5000
10000
15000
20000
25000
30000
10 20 40 63 80 160 320 640 1280 2560 4775
A
v
e
r
a
g
e

R
e
s
p
o
n
s
e


T
i
m
e

(
m
s
)

Jumlah Request
Response Time
IPv4
IPv6
57




Gambar 4.8. Persentase Eror
Berdasarkan grafik pada Gambar 4.8 dapat dilihat bahwa semakin banyak
dilakukan request ke FTP server maka nilai response time semakin besar. Selain
banyaknya jumlah request yang memperlambat response time, faktor lain yang
mempengaruhi yaitu kecepatan transmisi, jenis transmisi, media transmisi, dan
spesifikasi hardware yang digunakan. Pada penelitian ini kecepatan transmisinya
adalah 100 Mbps dengan menggunakan jenis transmisi kabel UTP tetapi
kecepatan transmisinya dibatasi sebesar 1 Mbps. Dengan semakin tinggi
kecepatan transmisi akan sangat berpengaruh terhadap response time dalam
jaringan.
4.3. Analisa
Dalam sebuah jaringan Dual IP Stack, host dan router
mengimplementasikan IPv4 dan IPv6, dimana akan terjadi tumpukan jaringan
ganda yang mendukung kedua layanan IPv4 dan IPv6. Dari pengujian yang sudah
dilakukan untuk mengetahui kinerja aplikasi FTP (File Transfer Protocol) pada
jaringan IPv4 dan IPv6 menggunakan mekanisme Dual IP Stack, bahwa secara
0
20
40
60
80
100
120
10 20 40 63 80 160 320 640 1280 2560 4775
P
e
r
s
e
n
t
a
s
e

E
r
o
r

(
%
)

Jumlah Request
Besar Eror
IPv4
IPv6
58


keseluruhan IPv6 lebih baik dari IPv4 untuk parameter throughput. Untuk
parameter transfer time IPv4 lebih kecil dari IPv6, dan parameter packet loss,
IPv4 lebih kecil dari IPv6 baik saat download ataupun upload file
Dari penelitian yang sudah dilakukan, pada pengujian menggunakan satu
client, throughput IPv6 tidak ada perbedaan yang sigifikan dengan IPv4, nilai
rata-rata yang didapat sama. Namun saat pengujian menggunakan dua client dan
empat client, throughput IPv6 lebih baik dari IPv4 saat proses download dan
upload. Hal ini dikarenakan IPv4 dan IPv6 diterapkan pada jaringan Dual IP
Stack dimana adannya tumpukan jaringan ganda. Selain itu IPv6 memiliki field
header yang lebih sederhana apabila di bandingkan dengan IPv4. Penyederhanaan
format header dari IPv6 dapat mengurangi waktu untuk memproses packet.
Besarnya nilai throughput akan membuat kinerja jaringan semakin baik.
Dalam jaringan Dual IP Stack akan menyebabkan terjadinya tumpukan
jaringan ganda yaitu IPv4 dan IPv6 di perangkat yang sama sehingga akan terjadi
antrian dalam pengiriman packet. Dari data transfer time yang didapat saat
download dan upload, rata-rata nilai transfer time IPv4 lebih baik dari IPv6.
Walaupun IPv6 memiliki field header yang sederhana dibandingkan IPv4, untuk
transfer time IPv4 lebih baik dari IPv6 apabila kedua protokol tersebut
diimplementasikan pada mekanisme Dual IP Stack. Apabila nilai transfer time
semakin kecil maka kinerja dari jaringan semakin baik.
Nilai packet loss atau hilangnya packet dalam jaringan dipengaruhi oleh
antrian (queue) pada packet yang melebihi batas waktu atau kapasitas yang
tersedia dan ukuran packet yang teralu besar. Berdasarkan teori, header IPv6 lebih
sederhana dari IPv4 dan IPv6 memiliki flow label sehingga kemungkinan adanya
packet loss IPv6 lebih kecil dari IPv4. Namun dari data hasil penelitian saat
download dan upload nilai rata-rata packet loss IPv6 lebih besar dari IPv4, karena
IPv6 di implementasian pada jaringan Dual IP Stack. Besarnya rata-rata nilai
packet loss pada IPv6 dikarenakan pada jaringan Dual IP Stack terjadi tumpukan
jaringan ganda dari IPv4 dan IPv6 pada perangkat yang sama, sehingga pada saat
pengiriman packet terjadi antrian yang melebihi batas waktu atau kapasitas yang
59


tersedia yang menyembabkan hilangnya packet. Dengan nilai packet loss yang
semakin kecil maka kinerja dari jaringan semakin baik.
Kinerja FTP server dalam penelitian ini mampu melayani request tanpa
adanya eror sebanyak 62 request dengan delay dibawah 1270 ms untuk IPv4 dan
1225 untuk IPv6 dengan Jumah request maksimal sebesar 4775 request. Eror
mulai terjadi saat request sebesar 63 dengan persentase 6.35 % untuk IPv4 dan
5,93% untuk IPv6. Pada IPv4 eror tertinggi sebesar 95.54% dengan request
sebanyak 4775 dan response time rata-ratanya 25332 ms. Pada IPv6 eror tertinggi
sebesar 95.63% dengan request sebanyak 4775 dan response time rata-ratanya
25231 ms. Selain banyaknya jumlah request yang memperlambat response time,
faktor lain yang mempengaruhi yaitu kecepatan transmisi dimana dalam
penelitian ini dibatasi sebesar 1 Mbps, jenis transmisi, media transmisi, dan
spesifikasi hardware yang digunakan. Untuk besarnya eror dalam melakukan
request ke server FTP dipengaruhi oleh faktor banyaknya request dalam waktu
bersamaan dan adanya pembatasan bandwidth yang digunakan yaitu sebesar 1
Mbps.
Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan, mekanisme Dual IP Stack
dapat di implementasikan sebagai transisi dari IPv4 ke IPv6. Dual IP Stack dapat
digunakan apabila ingin melakukan transisi dari IPv4 ke IPv6 tanpa merubah
konfigurasi IPv4 yang sudah diterapkan sebelumnya dan hanya menambahkan
konfigurasi dari IPv6 di device yang sama, dengan catatan perangkat tersebut
support akan IPv6. Dengan Dual IP Stack, IPv4 dan IPv6 dapat berjalan
beriringan. Jika dibandingkan, IPv6 lebih baik dari IPv4 untuk parameter
throughput namun parameter packet loss, IPv6 lebih besar dari IPv4. Sedangkan
untuk parameter transfer time, secara keseluruhan IPv4 lebih kecil dengan IPv6.

60


BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Dari hasil pengujian dan analisis data pada penelitian ini, dapat diambil
beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Pada pengujian download menggunakan satu FTP client, IPv6 memiliki
nilai rata-rata throughput yang sama dengan IPv4. Pada pengujian
menggunakan dua FTP client, throughput IPv6 lebih besar dari IPv4
dengan selisih 0,001 Mbps. Pada pengujian menggunakan empat FTP
client, throughput IPv6 lebih besar dari IPv4 dengan selisih 0,010 Mbps
2. Pada pengujian upload menggunakan satu FTP client, IPv6 memiliki nilai
rata-rata throughput yang sama dengan IPv4. Pada pengujian
menggunakan dua FTP client, throughput IPv6 lebih besar dari IPv4
dengan selisih 0,002 Mbps. Pada pengujian menggunakan empat FTP
client, throughput IPv6 lebih besar dari IPv4 dengan selisih 0,004 Mbps.
3. Pada pengujian download menggunakan satu FTP client, IPv4 memiliki
nilai rata-rata transfer time yang lebih kecil dari IPv6 dengan selisih
10.137 s. Pada pengujian menggunakan dua FTP client, transfer time IPv4
lebih kecil dari IPv6 dengan selisih 27.392 s. Pada pengujian
menggunakan empat FTP client, transfer time IPv4 lebih besar dari IPv6
dengan selisih 42.511 Mbps.
4. Pada pengujian upload menggunakan satu FTP client, IPv4 memiliki nilai
rata-rata transfer time lebih kecil dari IPv4 dengan selisih 5.792 s. Pada
pengujian menggunakan dua FTP client, transfer time IPv4 lebih kecil dari
IPv6 dengan selisih 6.754 s. Pada pengujian menggunakan empat FTP
client, transfer time IPv4 lebih kecil dari IPv6 dengan selisih 75.631 s.
5. IPv4 saat proses download memiliki rata-rata packet loss lebih kecil dari
IPv6 dengan selisih 17 packet pada pengujian menggunakan satu client, 44
packet menggunakan dua client, dan 90 packet menggunakan empat client.
61


6. IPv4 saat proses upload memiliki rata-rata packet loss lebih kecil dari IPv6
dengan selisih 45 packet pada pengujian menggunakan satu client, 60
packet menggunakan dua client, dan 12 packet menggunakan empat
client
7. Kinerja FTP server dalam penelitian ini mampu melayani request tanpa
adanya eror sebanyak 62 request dengan response time dibawah 1270 ms
untuk IPv4 dan 1225 untuk IPv6 dengan Jumah request maksimal sebesar
4775 request. Eror terjadi saat request sebanyak 63 dengan persentase
6.35 % untuk IPv4 dan 5,93% untuk IPv6. Pada IPv4 eror tertinggi
sebesar 95.54% dengan request sebanyak 4775 dan response time rata-
ratanya 25332 ms. Pada IPv6 eror tertinggi sebesar 95.63% dengan
request sebanyak 4775 dan response time rata-ratanya 25231 ms.
5.2. Saran
Adapun saran dari penulis untuk penelitian dan pengembangan lebih lanjut
yaitu:
1. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dalam penerapan mekanisme Dual
IP Stack karena penelitian ini masih terbatas pada jaringan local (test bed).
Penelitian ini belum dilakukan pada jaringan yang sesungguhnya sehingga
ada kemungkinan akan mendapatkan hasil yang berbeda.
2. Perlu dilakukan penelitian untuk memaksimalkan flow label dari field
tambahan IPv6 yang merupakan dukunagan terhadap QoS sehingga
mengurangi kemungkinan adanya packet loss pada IPv6 pada mekanisme
Dual IP Stack.
3. Penerapan Dual IP Stack pada penelitian ini dilakukan untuk melihat
kinerja dari IPv4 dan IPv6 untuk aplikasi FTP. Selanjutnya perlu
dikembangkan untuk aplikasi lain seperti audio streaming atau video
streaming.
62


DAFTAR PUSTAKA

Ahmed, dkk. 2007. Evaluating QoS Performance of Streaming Video on Both
Ipv4 and IPv6 Protocols.
Arwood. J.W, Kedar C.D, Haddad I. 2003. NAT-PT: Providing IPv4/IPv6 and
IPv4/IPv6 Address Translations. Ericsson.
http://www.linux.ericsson.ca/ipv6/v4_v6_translation.pdf
Chown T, Feng M, Saywell M. 2002. Review of IPv6 Transition Scenarios for
European Academic Network. University of Southampton
Isa, M. 2008. Komparasi Unjuk Kerja File Transfer Protocol Pada Jaringan Test-
Bed IPv6 VPN Terhadap Teredo dan IPv4 Murni. Teknik Elekto.
Universitas Indonesia.
Jon Postel. September 1981. Internet Protocol. RFC 791, IETF.
Kurose, James F.., Keith W. Ross. 2010. Computer Networking: A Top-Down
Approach, United States of America: Addison-Wesley
Lestari, R.I. 2011. Menganalisa Kinerja Antara Metode Tunneling 6to4 dengan
Metode Dual Stack Berbasis Protokol IPv6 Menggunakan Router
Mikrotik. Teknik Informatika. STMIK AMIKOM Yogyakarta.
Microsoft Corporations. February 2008. Introduction to IP Version 6.
Mochammad Syarif Averoes. Desember 2012. Analisis Unjuk Kerja Aplikasi
Video Streaming Pada jaringan IPv6 dan IPv6-Dual Stack Dengan
Menggunakan PC Router & Emulator GNS3. Teknik Elektro. Universitas
Indonesia.
Onno, W. Purbo. 2001. TCP/IP. Elex Media Computindo. Jakarta.
R. Gilligan. August 2000. Transition Mechanisms for IPv6 Host and Routers.
RFC2893, IETF.
S. Deering, R. Hidden. December 1998. Internet Protocol Version 6 (IPv6)
Specification. RFC 2460, IETF.
S. Kirkpatrick, M. Stahl, M. Recker. July 1990. Internet Numbers. RFC 1166,
IETF.
63


Sediyono, A. dan Adryanto, P. Perbandingan QoS Jaringan Dual Stack dan IPv6
over IPv4 Tunneling. Teknik Informatika. Universitas Trisakti.
Silvia Hagen. Mei 2006. IPv6 Essentials : Second Edition. OReilly. USA.
Tanenbaum, Andrew S, David J. Wetherall. 2011. Computer Networks. Fifth
Editon.
Tsirtsis G, Srisuresh P. 2000. Network Address Translation-Protocol Translation
(NAT-PT). RFC 2766. IETF. http://www.ietf.org/rfc/rfc2766.txt
Wijayanti, R.D. 2009. Perbandingan Performansi Aplikasi FTP pada Jaringan
IPv4 dan IPv6 dengan MPLS. Teknik Elektro. Universitas Indonesia.
www.jaringankomputer.org/ftp. Diakses tanggal 30 Oktober 2013.













LAMPIRAN






Lampiran 1. Pengukuran Throughput Download File Menggunakan 1 FTP Client IPv4

Percobaan
Ke-
Nama dan Ukuran File
File 1. (16 MB) File 2. (31 MB) File 3. (65 MB) File 4. (129 MB) File 5. (256 MB)
1 1.012 1.011 1.012 1.012 1.012
2 1.012 1.012 1.012 1.012 1.012
3 1.008 1.012 1.012 1.012 1.012
4 1.010 1.012 1.012 1.012 1.012
5 1.012 1.012 1.012 1.012 1.012
6 1.012 1.012 1.012 1.012 1.012
7 1.010 1.012 1.012 1.012 1.012
8 1.009 1.011 1.011 1.011 1.011
9 1.012 1.012 1.012 1.012 1.012
10 1.012 1.012 1.012 1.012 1.012
Rata-Rata 1.0109 1.0118 1.0119 1.0119 1.0119



Lampiran 2. Pengukuran Transfer Time Download File Menggunakan 1 FTP Client IPv4
Percobaan
Ke-
Nama dan Ukuran File
File 1. (16 MB) File 2. (31 MB) File 3. (65 MB) File 4. (129 MB) File 5. (256 MB)
1 137.503 267.402 559.806 1112.486 2204.388
2 137.502 267.070 559.803 1112.175 2204.746
3 138.022 267.076 650.116 1112.166 2204.115
4 137.811 267.074 559.800 1112.485 2204.421
5 137.494 267.071 559.803 1112.166 2204.099
6 137.496 267.078 559.800 1112.196 2204.417
7 137.809 267.072 559.796 1112.463 2204.009
8 138.011 267.393 559.802 1112.167 2204.102
9 137.501 267.074 559.779 1112.168 2204.096
10 137.494 267.072 559.802 1112.167 2204.096
Rata-Rata 137.664 267.138 568.830 1112.263 2204.248




Lampiran 3. Pengukuran Packet Loss Download File Menggunakan 1 FTP Client IPv4
Percobaan
Ke-
Nama dan Ukuran File
File1 (16 MB) File2 (31 MB) File3 (65 MB) File4 (129 MB) File5 (256 MB)
1 147 282 593 1179 2333
2 146 284 593 1179 2308
3 146 283 594 1178 2336
4 146 282 593 1178 2335
5 146 283 593 1178 2334
6 146 282 592 1180 2335
7 145 282 592 1189 2333
8 146 282 594 1198 2335
9 146 282 592 1189 2336
10 146 283 593 1190 2333
Rata-Rata 146 283 593 1184 2332




Lampiran 4. Pengukuran Throughput Download File Menggunakan 1 FTP Client IPv6

Percobaan
Ke-
Nama dan Ukuran File
File 1. (16 MB) File 2. (31 MB) File 3. (65 MB) File 4. (129 MB) File 5. (256 MB)
1 1.012 1.011 1.012 1.012 1.012
2 1.012 1.012 1.011 1.012 1.012
3 1.008 1.012 1.011 1.012 1.011
4 1.010 1.012 1.012 1.012 1.012
5 1.012 1.012 1.012 1.012 1.012
6 1.010 1.012 1.012 1.012 1.012
7 1.010 1.011 1.012 1.012 1.012
8 1.009 1.012 1.012 1.012 1.012
9 1.012 1.011 1.012 1.012 1.012
10 1.012 1.012 1.011 1.012 1.012
Rata-Rata 1.011 1.012 1.012 1.012 1.012




Lampiran 5. Pengukuran Transfer Time Download File Menggunakan 1 FTP Client IPv6

Percobaan
Ke-
Nama dan Ukuran File
File 1. (16 MB) File 2. (31 MB) File 3. (65 MB) File 4. (129 MB) File 5. (256 MB)
1 139.411 271.112 567.594 1127.644 2234.717
2 139.414 270.790 567.918 1127.643 2234.718
3 139.410 271.114 567.917 1127.942 2236.050
4 139.409 270.794 567.895 1127.639 2234.798
5 139.422 270.796 567.601 1127.636 2234.763
6 139.732 270.801 567.596 1127.934 2235.063
7 139.410 271.109 567.601 1127.646 2234.749
8 139.413 270.795 567.603 1127.659 2234.747
9 139.412 271.117 567.609 1127.641 2235.046
10 139.423 271.120 567.930 1127.935 2235.056
Rata-Rata 139.445 270.954 567.726 1127.731 2234.970



Lampiran 6. Pengukuran Packet Loss Download File Menggunakan 1 FTP Client IPv6
Percobaan
Ke-
Nama dan Ukuran File
File 1. (16 MB) File 2. (31 MB) File 3. (65 MB) File 4. (129 MB) File 5. (256 MB)
1 154 293 609 1200 2371
2 154 289 618 1210 2392
3 157 296 614 1205 2275
4 154 293 612 1208 2392
5 147 286 606 1203 2365
6 156 282 603 1216 2387
7 156 288 613 1212 2389
8 152 287 604 1193 2388
9 155 288 600 1204 2367
10 147 288 601 1208 2380
Rata-Rata 153 289 608 1206 2371



Lampiran 7. Pengukuran Throughput Download File Menggunakan 2 FTP Client

Percobaan
Ke-
Nama dan Ukuran File
File 1. (16 MB) File 2. (31 MB) File 3. (65 MB) File 4. (129 MB) File 5. (256 MB)
IPv4 IPv6 IPv4 IPv6 IPv4 IPv6 IPv4 IPv6 IPv4 IPv6
1 0.535 0.510 0.529 0.516 0.506 0.516 0.532 0.509 0.512 0.510
2 0.549 0.509 0.515 0.510 0.514 0.514 0.516 0.510 0.502 0.512
3 0.523 0.534 0.509 0.522 0.515 0.509 0.517 0.509 0.507 0.505
4 0.512 0.510 0.490 0.498 0.517 0.512 0.504 0.509 0.506 0.509
5 0.519 0.533 0.616 0.512 0.526 0.509 0.522 0.510 0.509 0.509
6 0.519 0.518 0.508 0.512 0.505 0.518 0.503 0.515 0.525 0.496
7 0.516 0.522 0.508 0.518 0.509 0.510 0.514 0.510 0.515 0.509
8 0.502 0.511 0.535 0.510 0.519 0.510 0.512 0.508 0.516 0.509
9 0.515 0.531 0.508 0.554 0.527 0.510 0.507 0.510 0.517 0.509
10 0.511 0.535 0.521 0.509 0.515 0.510 0.508 0.510 0.503 0.509
Rata-Rata 0.520 0.521 0.514 0.516 0.515 0.510 0.513 0.510 0.511 0.508




Lampiran 8. Pengukuran Transfer Time Download File Menggunakan 2 FTP Client

Percobaan
Ke-
Nama dan Ukuran File
File 1. (16 MB) File 2. (31 MB) File 3. (65 MB) File 4. (129 MB) File 5. (256 MB)
IPv4 IPv6 IPv4 IPv6 IPv4 IPv6 IPv4 IPv6 IPv4 IPv6
1 260.090 276.939 511.338 513.644 1120.031 1114.126 2114.122 2239.926 4355.467 4438.164
2 253.527 277.269 524.685 537.918 1101.802 1117.188 2181.616 2239.609 4439.156 4415.398
3 266.338 246.152 530.575 525.257 1100.957 1127.788 2175.157 2240.023 4401.393 4474.738
4 271.993 276.521 551.932 550.592 1096.768 1122.429 2234.700 2239.926 4411.948 4439.161
5 268.194 246.642 524.325 534.956 1077.822 1127.830 2155.378 2239.808 4378.269 4439.186
6 268.194 272.704 513.878 535.727 1121.117 1108.003 2238.086 2216.636 4251.553 4321.238
7 269.655 270.961 532.068 528.853 1112.235 1126.976 2187.723 2239.204 4327.367 4439.208
8 277.198 275.896 505.199 537.603 1090.758 1127.307 2197.186 2246.156 4325.350 4439.380
9 270.478 265.585 531.914 494.962 1074.194 1127.072 2220.068 2239.595 4314.746 4439.188
10 272.384 263.577 518.573 537.986 1100.810 1126.709 2216.795 2239.495 4437.663 4431.167
Rata-Rata 267.805 267.224 524.448 529.749 1099.649 1122.542 2192.083 2238.037 4364.291 4427.682



Lampiran 9. Pengukuran Packet Loss Download File Menggunakan 2 FTP Client

Percobaan
Ke-
Nama dan Ukuran File
File 1. (16 MB) File 2. (31 MB) File 3. (65 MB) File 4. (129 MB) File 5. (256 MB)
IPv4 IPv6 IPv4 IPv6 IPv4 IPv6 IPv4 IPv6 IPv4 IPv6
1 345 372 725 656 1140 1482 2903 2891 6036 5885
2 325 389 686 756 1591 1505 3014 3074 5982 5912
3 342 408 699 725 1461 1508 2974 3037 5920 5914
4 371 360 667 771 1581 1366 3022 3048 5933 6118
5 335 400 770 700 1355 1589 2915 3008 5966 6087
6 335 325 680 762 1444 1555 2893 3023 5619 5966
7 349 411 713 769 1571 1522 3001 3024 5857 6143
8 427 367 769 708 1482 1510 2967 3036 5914 6056
9 340 359 709 684 1528 1449 2971 3018 5830 6053
10 310 389 735 722 1598 1366 3020 3016 5875 6040
Rata-Rata 348 378 715 725 1475 1485 2968 3017 5893 6017


Lampiran 10. Pengukuran Throughput Download File Menggunakan 4 FTP Client, 2 FTP Client IPv4 dan 2 FTP Client IPv6
File
FTP
Client
Percobaan Ke -
Rata-Rata
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1.
(16 MB)
1 IPv4 0.283 0.270 0.266 0.338 0.345 0.309 0.265 0.245 0.347 0.309 0.298
2 IPv6 0.255 0.258 0.255 0.271 0.265 0.392 0.272 0.367 0.345 0.301 0.298
3 IPv4 0.279 0.294 0.281 0.323 0.340 0.268 0.254 0.244 0.251 0.251 0.278
4 IPv6 0.280 0.269 0.288 0.303 0.301 0.339 0.270 0.311 0.334 0.291 0.299
2.
(31 MB)
1 IPv4 0.251 0.275 0.278 0.308 0.312 0.250 0.288 0.327 0.235 0.237 0.276
2 IPv6 0.283 0.307 0.307 0.311 0.308 0.254 0.245 0.247 0.244 0.268 0.277
3 IPv4 0.245 0.255 0.251 0.239 0.171 0.319 0.259 0.251 0.219 0.251 0.246
4 IPv6 0.281 0.271 0.280 0.287 0.288 0.263 0.263 0.213 0.287 0.263 0.270
3.
(65 MB)
1 IPv4 0.222 0.259 0.214 0.258 0.283 0.241 0.262 0.238 0.240 0.247 0.246
2 IPv6 0.256 0.284 0.204 0.224 0.253 0.248 0.250 0.247 0.240 0.242 0.245
3 IPv4 0.224 0.215 0.245 0.220 0.220 0.219 0.235 0.207 0.226 0.206 0.222
4 IPv6 0.265 0.266 0.213 0.243 0.245 0.255 0.202 0.223 0.248 0.248 0.241
4.
(129 MB)
1 IPv4 0.244 0.245 0.244 0.244 0.243 0.258 0.268 0.277 0.261 0.252 0.254
2 IPv6 0.247 0.250 0.248 0.247 0.257 0.260 0.260 0.255 0.275 0.263 0.256
3 IPv4 0.230 0.215 0.197 0.212 0.220 0.211 0.248 0.207 0.211 0.211 0.216
4 IPv6 0.249 0.241 0.248 0.248 0.243 0.255 0.242 0.249 0.253 0.248 0.248
5.
(256 MB)
1 IPv4 0233 0.224 0.230 0.228 0.254 0.250 0.245 0.259 0.259 0.258 0.244
2 IPv6 0.233 0.268 0.240 0.234 0.259 0.232 0.274 0.271 0.268 0.232 0.251
3 IPv4 0.230 0.227 0.234 0.229 0.240 0.254 0.232 0.230 0.217 0.230 0.232
4 IPv6 0.244 0.236 0.236 0.236 0.247 0.252 0.249 0.248 0.246 0.248 0.244



Lampiran 11. Pengukuran Transfer Time Download File Menggunakan 4 FTP Client, 2 FTP Client IPv4 dan 2 FTP Client IPv6
File
FTP
Client
Percobaan Ke -
Rata-Rata
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1.
(16 MB)
1 IPv4 491.552 516.392 523.684 412.241 404.018 450.997 526.119 568.156 400.775 450.997 474.493
2 IPv6 554.742 546.363 554.558 521.129 530.247 560.247 519.645 534.405 408.741 468.915 519.899
3 IPv4 500.048 473.936 495.797 431.107 409.914 520.445 567.971 569.699 554.485 554.682 507.808
4 IPv6 503.447 523.838 489.845 465.176 468.353 416.827 523.027 454.097 422.384 486.003 475.299
2.
(31 MB)
1 IPv4 1077.720 983.668 972.612 879.009 865.705 1093.342 937.594 1008.572 1149.955 991.854 996.003
2 IPv6 1118.712 892.576 892.614 882.190 1027.991 1078.528 982.795 1122.349 1123.836 1022.007 1014.359
3 IPv4 1103.542 1060.850 1077.139 1393.225 1592.947 849.805 1235.052 1078.893 1232.983 1079.179 1170.361
4 IPv6 974.621 1010.240 981.063 953.778 952.906 1043.742 1043.742 1285.694 955.642 1041.904 1024.333
3.
(65 MB)
1 IPv4 2557.877 2185.126 2866.894 2399.710 2197.444 2364.659 2355.101 2383.971 2359.215 2314.368 2398.436
2 IPv6 2426.478 2204.970 2811.876 2566.153 2303.664 2347.589 2306.305 2327.307 2576.258 2405.189 2427.578
3 IPv4 2528.098 5238.733 2361.923 2575.250 5118.593 2869.349 2804.471 5444.468 2511.805 2957.665 3441.035
4 IPv6 2166.121 2164.738 2703.471 2364.087 2349.185 4608.219 2841.318 2851.878 2315.341 2314.543 2667.890
4.
(129 MB)
1 IPv4 4613.773 4602.457 4637.830 4620.621 4643.872 4358.328 4358.366 4064.463 3414.382 4463.022 4377.711
2 IPv6 4632.841 4581.243 4614.855 4627.976 4638.584 4396.598 4370.593 4392.933 4330.893 4353.420 4493.993
3 IPv4 5139.962 5238.733 5724.106 5319.240 5118.593 5325.663 4738.960 5444.468 5338.342 5336.740 5272.480
4 IPv6 4595.790 4730.035 4597.080 4612.356 4703.882 4608.219 4719.618 4595.790 4508.128 4608.360 4627.925
5.
(256 MB)
1 IPv4 9752.533 9758.280 9760.242 9872.336 9015.592 9068.828 9137.173 8631.985 8620.168 8641.441 9225.857
2 IPv6 9871.782 9933.148 9766.916 9796.504 9113.269 9187.518 9278.108 8753.652 9631.243 9271.178 9460.331
3 IPv4 9764.713 9872.973 9765.811 9796.477 9304.186 8989.572 9645.482 9983.351 1029.066 9753.901 8790.553
4 IPv6 11014.748 9596.572 9607.815 9602.337 9730.887 8982.787 9110.270 9192.262 9211.341 9132.025 9518.104



Lampiran 12. Pengukuran Packet Loss Download File Menggunakan 4 FTP Client, 2 FTP Client IPv4 dan 2 FTP Client IPv6
File
FTP
Client
Percobaan Ke -
Rata-Rata
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1.
(16 MB)
1 IPv4 647 641 686 590 620 622 642 562 580 622 621
2 IPv6 594 617 617 601 603 508 619 557 535 635 589
3 IPv4 683 592 684 592 621 463 571 356 573 566 570
4 IPv6 610 666 698 490 696 618 674 607 583 600 624
2.
(31 MB)
1 IPv4 1175 1332 1288 1135 1154 1060 1279 1344 1279 1321 1237
2 IPv6 1339 1281 1241 1190 1276 1340 1265 1101 1300 1380 1271
3 IPv4 1289 1233 1115 1155 1037 1037 1133 1145 1109 1240 1149
4 IPv6 1199 1303 1299 1124 1192 1083 1274 995 1252 1317 1204
3.
(65 MB)
1 IPv4 2230 2469 2510 2463 2473 2637 2585 2389 2478 2693 2493
2 IPv6 2459 2547 2391 2489 2399 2636 2422 2457 2602 2669 2507
3 IPv4 2414 2652 1944 2464 2390 2272 2391 2788 2510 2626 2445
4 IPv6 2479 2609 2717 2631 2587 2578 2256 2430 2607 2764 2566
4.
(129 MB)
1 IPv4 5169 4874 4651 5025 5228 5111 4987 4967 5215 4844 5007
2 IPv6 5156 4849 4797 4987 5427 5161 5037 5038 5413 4844 5071
3 IPv4 4846 4652 4628 4667 4930 5001 4969 4788 5496 4998 4897
4 IPv6 5249 5217 5023 5113 5443 5425 5201 5249 5393 4947 5226
5.
(256 MB)
1 IPv4 8052 8118 7812 9473 8305 8305 7173 10238 9160 5908 8254
2 IPv6 08151 8397 7511 7723 9609 8481 8138 10450 8151 8158 8477
3 IPv4 8150 8397 7511 7723 8838 7490 8160 9753 9945 9121 8509
4 IPv6 8708 8667 9011 8762 1082 9329 9228 10557 9967 10178 8549


Lampiran 13. Pengukuran Throughput Upload File Menggunakan 1 FTP Client IPv4

Percobaan
Ke-
Nama dan Ukuran File
File 1. (16 MB) File 2. (31 MB) File 3. (65 MB) File 4. (129 MB) File 5. (256 MB)
1 1.010 1.011 1.011 1.011 1.012
2 1.010 1.011 1.011 1.012 1.012
3 1.010 1.011 1.012 1.011 1.012
4 1.012 1.011 1.012 1.011 1.012
5 1.010 1.011 1.011 1.011 1.012
6 1.010 1.011 1.012 1.010 1.012
7 1.012 1.011 1.012 1.011 1.012
8 1.010 1.011 1.012 1.011 1.012
9 1.010 1.010 1.012 1.010 1.012
10 1.010 1.011 1.011 1.011 1.012
Rata-Rata 1.010 1.011 1.012 1.019 1.012



Lampiran 14. Pengukuran Transfer Time Upload File Menggunakan 1 FTP Client IPv4
Percobaan
Ke-
Nama dan Ukuran File
File 1. (16 MB) File 2. (31 MB) File 3. (65 MB) File 4. (129 MB) File 5. (256 MB)
1 137.800 267.367 560.103 1114.297 2204.690
2 137.775 267.383 560.102 1114.231 2204.452
3 137.779 267.359 560.098 1114.680 2240.691
4 137.531 267.357 560.106 1114.544 2240.381
5 137.839 267.380 560.407 1114.535 2240.367
6 137.555 267.357 560.099 1114.544 2240.383
7 137.537 267.363 560.104 1114.699 2240.416
8 137.786 267.377 560.093 1114.107 2240.382
9 137.776 267.638 560.099 1114.248 2240.380
10 137.791 267.416 560.378 1114.750 2240.396
Rata-Rata 137.716 267.399 560.159 1114.463 2233.254




Lampiran 15. Pengukuran Packet Loss Upload File Menggunakan 1 FTP Client IPv4
Percobaan
Ke-
Nama dan Ukuran File
File 1. (16 MB) File 2. (31 MB) File 3. (65 MB) File 4. (129 MB) File 5. (256 MB)
1 288 553 1156 2277 4494
2 284 552 1146 2265 4519
3 290 554 1150 2255 4483
4 285 555 1152 2273 4504
5 281 555 1153 2272 4498
6 288 551 1150 2276 4503
7 288 550 1150 2275 4466
8 286 551 1149 2274 4499
9 285 552 1148 2274 4504
10 290 553 1151 2276 4508
Rata-Rata 286 553 1150 2272 4498




Lampiran 16. Pengukuran Throughput Upload File Menggunakan 1 FTP Client IPv6

Percobaan
Ke-
Nama dan Ukuran File
File 1. (16 MB) File 2. (31 MB) File 3. (65 MB) File 4. (129 MB) File 5. (256 MB)
1 1.008 1.010 1.012 1.012 1.012
2 1.008 1.011 1.012 1.012 1.012
3 1.010 1.011 1.012 1.010 1.012
4 1.010 1.010 1.012 1.012 1.012
5 1.010 1.009 1.012 1.012 1.012
6 1.010 1.011 1.012 1.012 1.012
7 1.012 1.011 1.011 1.012 1.012
8 1.010 1.010 1.012 1.012 1.012
9 1.008 1.011 1.012 1.012 1.012
10 1.010 1.010 1.012 1.010 1.012
Rata-Rata 1.010 1.011 1.012 1.012 1.012




Lampiran 17. Pengukuran Transfer Time Upload File Menggunakan 1 FTP Client IPv6

Percobaan
Ke-
Nama dan Ukuran File
File 1. (16 MB) File 2. (31 MB) File 3. (65 MB) File 4. (129 MB) File 5. (256 MB)
1 139.979 271.432 567.910 1127.999 2235.124
2 139.981 271.092 567.916 1128.084 2235.146
3 139.706 271.090 567.887 1127.462 2235.135
4 139.695 271.393 567.880 1127.990 2235.447
5 139.696 271.388 567.893 1127.970 2235.123
6 139.692 271.089 567.905 1127.992 2235.438
7 139.502 271.095 567.205 1127.971 2235.171
8 139.700 271.376 567.900 1127.993 2235.173
9 139.987 271.094 567.905 1127.995 2235.146
10 139.692 271.095 567.883 1127.975 2235.1401
Rata-Rata 139.763 271.214 567.828 1127.943 2235.204



Lampiran 18. Pengukuran Packet Loss Upload File Menggunakan 1 FTP Client IPv6
Percobaan
Ke-
Nama dan Ukuran File
File 1. (16 MB) File 2. (31 MB) File 3. (65 MB) File 4. (129 MB) File 5. (256 MB)
1 285 541 1128 2205 4368
2 283 548 1121 2185 4363
3 283 545 1126 2206 4376
4 283 533 1116 2192 4388
5 283 539 1120 2200 4381
6 286 543 1118 2202 4392
7 282 535 1118 2218 4396
8 283 538 1123 2198 4401
9 277 542 1126 2224 4370
10 281 542 1127 2222 4390
Rata-Rata 283 541 1122 2205 4382



Lampiran 19. Pengukuran Throughput Upload File Menggunakan 2 FTP Client

Percobaan
Ke-
Nama dan Ukuran File
File 1. (16 MB) File 2. (31 MB) File 3. (65 MB) File 4. (129 MB) File 5. (256 MB)
IPv4 IPv6 IPv4 IPv6 IPv4 IPv6 IPv4 IPv6 IPv4 IPv6
1 0.523 0.520 0.503 0.530 0.503 0.518 0.508 0.509 0.503 0.511
2 0.552 0.509 0.503 0.510 0.518 0.510 0.506 0.509 0.510 0.510
3 0.508 0.502 0.520 0.513 0.519 0.509 0.503 0.518 0.512 0.509
4 0.502 0.517 0.502 0.517 0.523 0.511 0.504 0.519 0.503 0.509
5 0.503 0.550 0.504 0.509 0.520 0.511 0.506 0.509 0.512 0.509
6 0.503 0.585 0.504 0.510 0.503 0.514 0.517 0.509 0.504 0.510
7 0.523 0.515 0.502 0.551 0.504 0.509 0.502 0.513 0.503 0.510
8 0.560 0.511 0.538 0.509 0.503 0.509 0.520 0.509 0.512 0.512
9 0.507 0.508 0.521 0.509 0.547 0.509 0.517 0.509 0.502 0.512
10 0.544 0.508 0.518 0.518 0.502 0.512 0.509 0.509 0.506 0.512
Rata-Rata 0.522 0.522 0.515 0.517 0.512 0.514 0.509 0.511 0.507 0.510




Lampiran 20. Pengukuran Transfer Time Upload File Menggunakan 2 FTP Client
Percobaan
Ke-
Nama dan Ukuran File
File 1. (16 MB) File 2. (31 MB) File 3. (65 MB) File 4. (129 MB) File 5. (256 MB)
IPv4 IPv6 IPv4 IPv6 IPv4 IPv6 IPv4 IPv6 IPv4 IPv6
1 266.422 271.674 538.122 517.969 1128.241 1110.378 2214.527 2240.904 4437.948 4421.952
2 252.172 277.364 538.025 538.262 1094.167 1127.681 2227.005 2243.309 4367.789 4440.884
3 173.789 280.470 519.975 534.931 1092.160 1128.196 2239.014 2205.466 4359.830 4442.340
4 277.362 272.854 538.418 530.743 1083.799 1124.999 2234.755 2241.861 4439.567 4442.360
5 277.134 256.729 538.021 538.555 1089.405 1125.760 2225.427 2242.036 4361.533 4443.588
6 276.937 241.291 536.666 538.057 1128.099 1119.316 2177.645 2242.245 4502.795 4489.249
7 266.219 274.291 538.837 497.615 1125.391 1129.060 2242.076 2224.891 4502.925 4459.058
8 248.733 272.343 502.306 538.718 1127.371 1128.066 2166.327 2241.848 4501.322 4012.970
9 274.447 278.156 519.157 538.420 1035.332 1128.874 2178.187 2243.275 4495.380 4504.045
10 256.147 277.768 521.044 528.968 1128.415 1123.418 2211.349 2242.014 4463.481 4503.247
Rata-Rata 256.936 270.294 529.057 530.223 1103.238 1124.575 2211.631 2236.785 4443.257 4415.969



Lampiran 21. Pengukuran Packet Loss Upload File Menggunakan 2 FTP Client

Percobaan
Ke-
Nama dan Ukuran File
File 1. (16 MB) File 2. (31 MB) File 3. (65 MB) File 4. (129 MB) File 5. (256 MB)
IPv4 IPv6 IPv4 IPv6 IPv4 IPv6 IPv4 IPv6 IPv4 IPv6
1 606 652 1275 1224 2631 2575 5178 5263 10269 10221
2 558 604 1217 1234 2532 2640 5095 5210 10072 10224
3 641 623 1194 1239 2553 2596 5143 5080 10127 10305
4 634 624 1257 1231 2505 2604 5109 5149 10288 10212
5 620 594 1234 1245 2508 2584 5170 5140 10105 10308
6 592 542 1196 1251 2620 2610 5030 5171 10213 10321
7 614 634 1266 1138 2576 2575 5191 5098 10249 10203
8 592 645 1156 1210 2591 2609 5021 5213 9395 10381
9 619 631 1180 1226 2357 2599 4993 5223 10172 10159
10 578 620 1221 1230 2595 2597 5142 5281 10099 10182
Rata-Rata 605 617 1220 1223 2547 2599 5107 5183 10099 10252


Lampiran 22. Pengukuran Throughput Upload File Menggunakan 4 FTP Client, 2 FTP Client IPv4 dan 2 FTP Client IPv6
File
FTP
Client
Percobaan Ke -
Rata-Rata
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1.
(16 MB)
1 IPv4 0.242 0.239 0.241 0.258 0.252 0.253 0.242 0.255 0.251 0.244 0.248
2 IPv6 0.252 0.263 0.242 0.261 0.258 0.261 0.252 0.261 0.252 0.248 0.255
3 IPv4 0.256 0.253 0.258 0.225 0.240 0.248 0.256 0.250 0.255 0.253 0.249
4 IPv6 0.246 0.245 0.249 0.242 0.234 0.245 0.221 0.241 0.248 0.238 0.241
2.
(31 MB)
1 IPv4 0.252 0.246 0.252 0.244 0.239 0.240 0.252 0.246 0.250 0.256 0.248
2 IPv6 0.264 0.255 0.258 0.249 0.260 0.259 0.262 0.258 0.266 0.254 0.258
3 IPv4 0.244 0.251 0.255 0.251 0.250 0.256 0.246 0.251 0.239 0.242 0.248
4 IPv6 0.241 0.242 0.264 0.237 0.241 0.260 0.238 0.237 0.234 0.239 0.243
3.
(65 MB)
1 IPv4 0.254 0.256 0.250 0.255 0.240 0.241 0.238 0.240 0.257 0.250 0.248
2 IPv6 0.257 0.265 0.249 0.265 0.242 0.252 0.264 0.241 0.258 0.257 0.255
3 IPv4 0.250 0.209 0.251 0.253 0.258 0.255 0.252 0.252 0.225 0.240 0.244
4 IPv6 0.231 0.265 0.249 0.265 0.261 0.245 0.255 0.259 0.242 0.244 0.252
4.
(129 MB)
1 IPv4 0.255 0.251 0.228 0.255 0.249 0.252 0.246 0.253 0.244 0.249 0.248
2 IPv6 0.256 0.243 0.258 0.234 0.258 0.263 0.257 0.258 0.246 0.250 0.252
3 IPv4 0.221 0.251 0.228 0.255 0.249 0.243 0.251 0.256 0.251 0.251 0.246
4 IPv6 0.225 0.240 0.226 0.240 0.235 0.241 0.252 0.264 0.247 0.249 0.241
5.
(256 MB)
1 IPv4 0.242 0.242 0.254 0.237 0.241 0.251 0.246 0.250 0.244 0.239 0.245
2 IPv6 0.263 0.255 0.256 0.243 0.259 0.264 0.255 0.257 0.249 0.243 0.254
3 IPv4 0.233 0.224 0.237 0.236 0.240 0.244 0.251 0.253 0.251 0.250 0.242
4 IPv6 0.246 0.244 0.249 0.243 0.244 0.241 0.242 0.252 0.247 0.251 0.246



Lampiran 23. Pengukuran Transfer Time Upload File Menggunakan 4 FTP Client, 2 FTP Client IPv4 dan 2 FTP Client IPv6
File
FTP
Client
Percobaan Ke -
Rata-Rata
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1.
(16 MB)
1 IPv4 581.705 589.577 82.868 543.893 559.207 557.059 581.665 551.635 560.520 576.519 518.465
2 IPv6 564.009 543.243 588.445 546.887 552.600 547.762 564.009 547.098 565.599 576.476 559.613
3 IPv4 549.780 556.226 546.523 623.259 586.582 564.868 549.780 561.725 550.745 555.347 564.483
4 IPv6 581.383 581.745 573.178 590.415 611.602 583.000 549.784 592.839 575.447 601.425 584.082
2.
(31 MB)
1 IPv4 1084.500 1108.766 1083.657 1122.498 1138.882 1139.172 1083.929 1112.027 1092.813 1068.079 1103.432
2 IPv6 1052.912 1086.916 1072.377 1112.740 1063.758 1067.329 1057.045 1076.049 1042.315 1088.7352 1072.018
3 IPv4 1118.120 1087.170 1072.721 1090.820 1093.148 1064.153 1112.840 1088.568 1139.650 1125.581 1099.277
4 IPv6 1149.606 1144.090 1683.936 1174.020 1147.328 1734.919 1165.540 1172.551 1183.980 1157.934 1271.390
3.
(65 MB)
1 IPv4 2258.841 2229.308 2292.589 2243.604 2381.485 2441.753 2377.052 2355.988 2353.527 2312.978 2324.713
2 IPv6 2256.824 2188.069 2327.768 2190.931 2404.492 2282.198 2272.891 2354.242 2358.128 2325.828 2296.137
3 IPv4 2287.220 2731.758 2284.837 2258.908 2224.711 2285.055 2331.754 2337.648 2364.402 2341.171 2344.746
4 IPv6 2521.204 2188.069 2327.768 2190.931 2221.864 2464.703 2867.061 2395.519 2440.941 2722.420 2434.048
4.
(129 MB)
1 IPv4 4454.885 4526.231 4984.060 4451.107 4575.539 4594.329 5087.160 4604.628 4474.892 5234.441 4698.272
2 IPv6 4493.390 4748.301 4463.210 4929.667 4484.761 4590.911 5080.260 5220.586 4577.701 5008.822 4759.761
3 IPv4 5089.937 4797.053 4804.234 4371.960 4576.291 4668.583 5089.937 5233.776 4572.100 4991.455 4819.533
4 IPv6 5136.077 4803.826 5097.831 4806.203 4909.309 4734.122 5136.395 5145.323 5380.342 4792.165 4994.159
5.
(256 MB)
1 IPv4 8814.597 9655.284 10271.659 9567.664 9331.920 8970.943 9689.822 9092.798 9005.201 8933.397 9333.392
2 IPv6 9005.869 9537.989 8931.634 9052.993 8861.973 8933.089 8923.541 8895.532 8995.877 9466.131 9060.463
3 IPv4 9709.301 10089.168 9556.973 9610.842 9047.351 9489.573 9006.067 9438.517 8978.895 9504.242 9443.093
4 IPv6 10627.086 9869.231 9847.530 9768.637 10043.934 10035.408 9553.370 9957.238 10192.222 9482.966 9937.762



Lampiran 24. Pengukuran Packet Loss Upload File Menggunakan 4 FTP Client, 2 FTP Client IPv4 dan 2 FTP Client IPv6
File
FTP
Client
Percobaan Ke -
Rata-Rata
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1.
(16 MB)
1 IPv4 938 987 981 934 956 1056 938 970 1025 899 968
2 IPv6 982 1033 969 898 888 1073 982 950 941 961 968
3 IPv4 999 955 898 797 887 996 999 947 956 881 931
4 IPv6 955 930 920 895 865 1020 1020 920 945 865 933
2.
(31 MB)
1 IPv4 1892 1901 1848 1802 1878 1452 1836 1963 1735 1933 1824
2 IPv6 2047 1947 1874 1672 1821 1446 1932 1846 1877 1935 1840
3 IPv4 1786 1859 1891 1735 1832 1406 1842 1920 1629 1823 1772
4 IPv6 1826 1849 1603 1685 1795 1355 1815 1800 1655 1770 1715
3.
(65 MB)
1 IPv4 3989 3266 4184 3011 3973 3953 3145 4082 4188 3545 3733
2 IPv6 3967 3365 4117 3040 3842 4037 3225 3970 4172 3483 3721
3 IPv4 3897 3111 3982 2998 3991 3755 3241 3939 4041 3329 3628
4 IPv6 3368 2997 3995 2679 3842 3729 3053 3895 3990 3352 2490
4.
(129 MB)
1 IPv4 7555 7165 6557 7444 7806 8297 7555 7637 7261 6819 7410
2 IPv6 7381 7335 6628 7286 8103 8298 7381 7775 7491 6967 7464
3 IPv4 7169 6904 6448 6987 7787 7795 7169 7331 6994 6877 7146
4 IPv6 7204 6938 6173 6869 7380 7550 7042 7296 6802 6740 6999
5.
(256 MB)
1 IPv4 12680 13457 14991 13065 14712 14545 14732 14981 14188 14729 14208
2 IPv6 12602 13599 15186 13357 14852 14660 14859 15025 15205 14569 14391
3 IPv4 12462 13226 14018 13074 14138 14006 14379 14234 15074 13764 13837
4 IPv6 11599 12600 13704 12514 13397 13337 13751 13817 14030 13804 13255