Anda di halaman 1dari 17

Asuhan Keperawatan anak pada TBC :

A. DEFINISI
` Tuberkulosis paru adalah suatu penyakit menular langsung yang disebabkan oleh
kuman TBC (Depkes RI, 2002) De!inisi lain menyebutkan bah"a Tuberkulosis paru adalah
suatu penyakit in!eksi menahun yang menular yang disebabkan oleh mybacterium
tuberculosis (Depkes RI, #$$%) &uman tersebut biasanya masuk ke dalam tubuh manusia
melalui udara (pernapasan) ke dalam paru &emudian kuman tersebut menyebar dari paru ke
organ tubuh yang lain melaui peredaran darah, kelen'ar lim!e, saluran na!as, atau penyebaran
langsung ke organ tubuh lain (Depkes RI, 2002)
B. ETIOLOGI
( Tuber)ulosis merupakan penyakit paru yang disebabkan my)oba)terium tuber)ulosis
ditemukan oleh Robert &o)h (#%%2)
( &uman berbentuk batang, mempunyai si!at khusus yaitu tahan terhadap asam pada
pe"arnaan, oleh karena itu disebut pula sebagai Basil Tahan *sam (BT*), kuman TB )epat
mati dengan sinar matahari langsung
( Basil tuber)ulosis dapat hidup dan tetap +irulen beberapa minggu dalam keadaan kering
tetapi dapat mati pada suhu ,0 dera'ad C dalam #- . 20 menit
C. KLASIFIKASI
Tuberkulosis dibedakan men'adi dua yaitu tuberkulosis primer dan tuberkulosis post
primer /ada tuberkulosis primer penularan tuberkulosis paru ter'adi karena kuman
dibatukkan atau dibersinkan keluar men'adi droplet nuclei dalam udara Dalam suasana gelap
dan lembab kuman dapat bertahan berhari0hari sampai berbulan0bulan Bila partikel ini
terhisap oleh orang yang sehat maka akan menempel pada 'alan na!as atau paru &ebanyakan
partikel ini akan mati atau dibersihkan oleh makro!ag yang keluar dari )abang trakheo0
bronkhial beserta gerakan silia dengan sekretnya 1edangkan Tuber)ulosis /ost /rimer
dari TBC primer akan mun)ul bertahun0tahun lamanya men'adi TBC post /rimer /ost
/rimer ini dimulai dengan sarang dini yang berlokasi di sebagian api)al posterior atau
in!erior pada paru (1oeparman, #$$02 1nielt3er, 2000)
D.PATOFISIOLOGI
Bakteri 'uga dapat masuk melalui luka pada kulit atau mukosa tetapi 'arang sekali
ter'adi Bila bakteri menetap di 'aringan paru, akan tumbuh dan berkembang biak dalam
sitoplasma makro!ag Bakteri terba"a masuk ke organ lainnya Bakteri yang bersarang di
'aringan paru akan membentuk sarang tuber)ulosis pneumonia ke)il dan disebut sarang
primer atau e!ek e!ek primer 1arang primer ini dapat ter'adi di bagian0bagian 'aringan paru
Dari sarang primer ini akan timbul peradangan saluran getah bening hilus (lim!angitis lokal),
dan diikuti pembesaran kelen'ar getah bening hilus (lim!adenitis hilus) 1arang primer,
lim!angitis lo)al, lim!adenitis regional disebut sebagai kompleks primer (1oeparman, #$$02
1nielt3er, 2000)
&ompleks primer selan'utnya dapat men'adi sembuh dengan meninggalkan )a)at atau
sembuh dengan meninggalkan sedikit bekas berupa garis0garis !ibrotik, kalsi!ikasi di hilus
atau kompleks (sarang) 4hon, ataupun bisa berkomplikasi dan menyebar se)ara
perkontinuitatum, yakni menyebar ke sekitarnya, se)ara bronkhogen pada paru yang
bersangkutan maupun paru di sebelahnya Dapat 'uga kuman tertelan bersama sputum dan
ludah sehingga menyebar ke usus, se)ara limfogen, se)ara hematogen, ke organ lainnya
(1oeparman, #$$02 1nielt3er, 2000)
E. TANDA DAN GEJALA
4e'ala0ge'ala klinis yang mun)ul pada klien TBC paru adalah sebagai berikut 5
demam yang ter'adi biasanya menyerupai demam pada in!luen3a, terkadang sampai 6006#
0
C
Batuk ter'adi karena iritasi bron)hus, si!at batuk dimulai dari batuk non produkti! kemudian
setelah timbul peradangan men'adi batuk produkti! &eadaan lan'ut dapat ter'adi hemoptoe
karena pe)ahnya pembuluh darah Ini ter'adi karena ka+itas, tapi dapat 'uga ter'adi ulkus
dinding bron)hus 1esak na!as ter'adi pada kondisi lan'ut dimana in!iltrasinya sudah setengah
bagian paru 7yeri dada timbul bila sudah ter'adi in!iltrasi ke pleura sehingga menimbulkan
pleuritis 8alaise dengan ge'ala yang dapat ditemukan adalah anore9ia, berat badan menurun,
sakit kepala, nyeri otot, keringat malam hari (1oeparman, #$$02 :eitkemper, 2000)
F. CAA PEN!LAAN
/enyakit TBC menular melalui udara yang ter)emar dengan bakteri
my)oba)terium tuber)ulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk,
dan pada anak0anak sumber in!eksi umumnya berasal dari penderita TBC
de"asa
Ba)teri bia masuk dan terkumpul dalam paru0paru akan berkembang biak
men'adi banyak (terutama daya tahan tubuh yang rendah), dan dapat menyebar
melalui pembuluh darah atau kelen'ar getah bening ;leh sebab itu in!eksi
TBC mengin!eksi hamper seluruh organ tubuh sesperti5 paru0paru, otak, gin'al,
saluran pen)ernaan, tulang, kelen'ar getah bening
<a)tor lain adalah kondisi rumah lembab karena )ahaya matahari dan udara
tidak bersirkulasi dengan baik sehingga bakteri tuber)ulosis berkembang
dengan baik dan membahayakan orang yang tinggal didalam rumah
G. PENEGAKAN DIAGNOSIS TBC
Diagnosis tuberkulosis paru ditegakkan berdasarkan ri"ayat penyakit, pemeriksaan
!isik, !oto thoraks, u'i tuberkulin, laboratorium, dan pemerikasaan patologi anatomi (/*) Di
Indonesia sebagai standar untuk penegakan diagnosis tuberkulosis paru adalah pemeriksaan
mikroskopis /emeriksaan mikroskopis sangat )o)ok dengan kondisi /uskesmas dalam
menegakkan diagnosis tuberkulosis paru (Depkes RI, 2002) ;leh karena itu untuk deteksi
kuman TBC digunakan pemeriksaan mikroskopis dalam menetapkan diagnosis dan
pengobatan
". PENGOBATAN
/engobatan Tuberkulosis /aru mempunyai tu'uan 5 #) 8enyembuhkan klien dengan
gangguan seminimal mungkin2 2) 8en)egah kematian klien yang sakit sangat berat2 =)
8en)egah kerusakan paru lebih luas dan komplikasi yang terkait2 6) 8en)egah kambuhnya
penyakit2 -) 8en)egah kuman TBC men'adi resisten2 ,) 8elindungi keluarga dan
masyarakat terhadap in!eksi (Cro!ton, 7orman > 8iller, 2002)
1istem pengobatan klien tuberkulosis paru dahulu, seorang klien harus disuntik dalam
"aktu #02 tahun *kibatnya klien men'adi tidak sabar dan bosan untuk berobat 1istem
pengobatan sekarang, seorang klien di"a'ibkan minum obat selama , bulan ?enis obat yang
harus diminum harus disesuaikan dengan kategori pengobatan yang diberikan (Depkes RI,
#$$@)
Terapi obat yang dilakukan sekarang dengan terapi 'angka pendek selama enam bulan
dengan 'enis obat I7: atau Isoniasid (:), Ri!ampi)in (R), /ira3inamid (A), Btambutol (B),
dan 1treptomisin (1oeparman, #$$0) /aduan obat anti tuberkulosis tabel # adalah paduan
yang digunakan dalam program nasional penanggulangan tuberkulosis dan dikemas dalam
bentuk paket kombipak (Depkes RI, 2002) /aduan pengobatan terbaru dengan menggunakan
FDCs (Fix Dose Combinations) yaitu kombinasi dari obat anti tuberkulosis dalam satu
kemasan (C:;, 2002)
&*TB4;RI /B74;B*T*7 &DIB7 TBC /*RE
/aduan ;bat
&ategori Tahap Intensi! Tahap Dan'utan Entuk &lien Tuberkulosis
I 2:RAB 6:=R=
TBC /aru baru BT* (F)
TBC /aru BT* (0) Ro (F) dengan
kerusakan 'aringan paru yang luas
TBC ekstra paru sakit berat
II 2:RAB1 atau
#:RAB
-:=R=B=
TBC paru BT* (F), kambuh
TBC paru BT* (F), gagal
TBC paru BT* (F), pengobatan ulang
karena lalai berobat
III 2:RA 6:=R= TBC paru BT* (0) Ro (F)
TBC ekstra paru
&eterangan 5
: 5 I7:2 R 5 Ri!ampi)in2 B 5 Btambutol2 A 5 /irasinamid2 1 5 1treptomisin (Depkes, RI, 2002)
*ngka yang berada di depan menun'ukkan lamanya minum obat dalam bulan,
sedangkan angka di belakang huru! menun'ukkan berapa kali dalam seminggu obat tersebut
diminum 1ebagai )ontoh 2:RA artinya I7:, Ri!ampi)in dan /irasinamid diminum dalam
'angka "aktu 2 bulan dan minumnya setiap hari 6:=R= artinya I7:, Ri!ampi)in diminum
selama 6 bulan dan diminum = kali dalam seminggu (Depkes RI, 2002)
B!ek samping yang ditimbulkan dari obat0obat tersebut adalah 5 I7: 5 :epatotoksik
Ri!ampi)in dapat ter'adi sindrom !lu dan hepatotoksik /ada 1treptomisin dapat
mengakibatkan ne!rotoksik, gangguan ner+us GIII )ranial /ira3inamid dapat mengakibatkan
hepatotoksik dan hiperurisemia Btambutol dapat mengakibatkan neurosis optika,
ne!rotoksik, skin rash atau dermatitis B!ek samping dari obat anti tuberkulosis yang tersering
ter'adi pada klien adalah pusing, mual, muntah0muntah, gatal0gatal, mata kabur dan nyeri otot
atau tulang (Depkes RI, 2002) *gar pengobatan berhasil, e!ek samping dapat terdeteksi
se)ara dini dan dapat segera diru'uk ke !asilitas pelayanan terdekat, maka diperlukan
penga"as minum obat karena ketidakteraturan minum obat dapat menyebabkan resistensi
terhadap obat
Epaya untuk men)egah ter'adinya resistensi, terapi tuberkulosis paru dilakukan
dengan memakai paduan obat, sedikitnya 2 ma)am obat yang bakterisid Dengan memakai
obat ini, kemungkinan resistensi a"al dapat diabaikan karena 'arang ditemukan resistensi
terhadap 2 ma)am obat atau lebih, dan pola resistensi yang terbanyak ditemukan ialah I7:
(1oeparman, #$$02 Depkes RI, 200#) /eran pera"at komunitas untuk menghindari
ter'adinya resistensi obat adalah dengan selalu memantau pengobatan dengan kun'ungan
rumah dan memberikan penyuluhan akibat ketidakteraturan minum obat
1elain menggunakan ;*T1 ada metode lain yang dapat digunakan yaitu5
Dire)tly ;bser+ed Treatment 1hort)ourse (D;T1)
*dalah nama suatu strategi yang dilaksanakan di pelayanan kesehatan dasar di dunia untuk
mendeteksi dan menyembuhkan pasien TB paru 1trategi ini terdiri dari lima komponen
yaitu5
a Dukungan politik para pemimpin disetiap 'en'ang sehongga program ini men'adi salah satu
prioritas dan pendanaan oun akan tersedia
b 8ikroskop sebagai komponene utama untuk mendiagnosa TB paru melalui pemeriksaan
sputum langsung pasien tersangka dengan penemuan se)ara pasi!
) /enga"asan minum obat (/8;) yaitu orang yang dikenal dan diper)aya baik oleh pasien
maupun petugas kesehatan yang akan ikut menga"asi pasien minum obat seluruh obatnya
sehngga dapat dipastikan bah"a pasien betul minum seluruh obat dan diharapkan
kes"embuhan pada akhir masa pengobatannya
d /en)atatan dan pelaporan dengan baik dan benar sebagai bagian dari sistem sur+eilans
penyakit ini sehingga pemantauan pasien dapat ber'alan
e /anduan obat anti TB paru 'angka pendek yang benar, termasuk dosis, dan 'angka "aktu
yang tepat sangat penting untuk keberhasilan pengobatan
I. KO#PLIKASI
TB laring
/leuritis eksudati!
/neumotorak
*bses paru
J. PENCEGA"AN
Gaksinasi BC4
/embrian BC4 meninggikan daya tahan tubuh terhadap in!eksi oleh basil tuber)ulosis
yang +irulen Imunitas timbul enam sampai delapan minggu setelah pemberian BC4
Imunitas yang ter'adi tidaklah lengkap sehingga masih mungkin ter'adi super in!eksi
meskipun biasanya tidak progresi! dan menimbukan komplikasi yang berat
8empertahankan sistem imunitas seluler dalam keadaan optimal dengan
sedapat mungkin menghindarkan !aktor0!aktor yang dapat melemahkan seperti
kortikosteroid dan kurang gi3i
8enghindari kontak dengan penderita akti! TB
8enggunakan obat obatan sebagai langkah pen)egahan pada kasus beresiko
tinggi
8en'aga stHndar hidup yang baik, kasus baru dan pasien yang berpotensi
tertular interprestasi melalui penggunaan dan interprestasi tes kulit tuber)ulin
yang tepat imunisasi BC4
K. POGNOSIS
( Dengan pengobatan yang tepat dan disiplin $-I dapat diatasi
AS!"AN KEPEA$ATAN KO#!NITAS
A. Pen%ka&'an
# /engka'ian Inti
a Esia 5 semua rentang usia memiliki resiko untuk terkena penyakit TB paru
b ?enis kelamin 5 baik laki . laki maupun perempuan dapat terkena penyakit TB paru
) 1uku bangsa 5 semua suku bangsa bisa terkena TB paru
d &eluhan yang dirasakan masyarakat 5 adanya salah satu "arga atau beberapa orang "arga
yang memiliki tanda0tanda TB /aru seperti batuk yang lama, demam tinggi, BB menurun,dll
e /engka'ian <isik meliputi tanda0tanda +ital, pemeriksaan dahak, pemeriksaan darah, status
nutrisi
! *ngka kematian penderita TB /aru di Indonesia men)apai angka 2-0 'uta kasus baru
diantaranya #60 ribu menyebabkan kematian
2 /engka'ian Instrumen
a Dingkungan !isik
( /emukiman 5 daerah pada penduduk
( 1anitasi 5 0 penyediaan air bersih
0 peneyediaan air minum
0 pembuangan sampah
0sumber polusi
b /elayanan kesehatan dan so)ial
J( /elayanan kesehatan 5
0 Dokasi sarana kesehatan 5 bisa di'angkau oleh masyarakat
0 1umber daya yang dimiliki 5 adanya kader atau tenaga kesehatan yang terlatih
0 ?umlah kun'ungan 5 presentase 'umlah penderita TB /aru yang berkun'ung ke pelayanan
kesehatan
0 1istem ru'ukan 5 memiliki system ru'ukan ke pelayanan kesehatan yang lebih tinggi
( <asilitas so)ial ( pasar, took, s"alayan )
0 Dokasi 5 dalam komunitas apakah bisa di'angkau oleh masyarakat
0 &epemilikan 5 !asilitas dimiliki oleh pribadiKindi+idu atau pemerintah
0&e)ukupan 5 dapat memenuhi kebutuhan masyarakat
) Bkonomi
( ?enis peker'aan 5 peker'aan masyarakat setempat, biasanya petani dan tukang, buruh
( ?umlah penghasilan rata0rata per bulan 5
( ?umlah pengeluaran rata0rata per bulan 5 LRp 200000,00
d /endidikan
( Tingkat pendidikan komunitas 5 rata0rata lulusan 18*
( <asilitas pendidikan yang tersedia 5 !ormal atau non !ormal
( ?enis bahasa yang digunakan 5 bahasa Indonesia dan bahasa daerah setempat
e &ebi'akan dan /emerintahan
( /enyediaan tempat rehabilitasi TB /aru
( /elatihan /8; (/enga"as 8inum ;bat)
B. Ana('sa Data
7o Data 1ub'ekti! Data ;b'ekti! Btiologi /roblem
# 08asyarakat
mengatakan
sering meludah
disembarang
tempat
08asyarakat
0Tidak ada
pengkhususan
alat tenun dan alat
makan antara
penderita dengan
orang yang sehat
&urangnya
pengetahuan
masyarakat
tentang penyakit
TB paru
Ter'adinya
penularan TB paru
mengatakan
tidak tahu
mengenai
penyakit TB
paru
0 -0 && dari #000
&& menderita
penyakit TB paru
ditandai dengan
masyarakat
terlihat batuk
terus menerus,
lemas, letih
2 08asyarakat
mengatakan
malas dan sering
lupa minum obat
karena harus
meminum obat
se)ara rutin
dalam 'angka
"aktu yang
lama
08asyarakat
mengatakan
kurangnya
penga"asan
dalam minum
;*T
060I dari
masyarakat desa
M masih banyak
yang menderita
TB paru
0Tidak adanya
penga"as ;*T
0kurangnya
/8; di
komunitas
0ter'adi kegagalan
pengobatan (drop
out) di desa M
= 08asyarakat
yang menderita
08asyarakat
terlihat kurus,
1tatus ekonomi
rendah
4angguan nutrisi
TB paru
mengatakan
na!su makan
menurun
lemah, letih, dan
lesu
C. DIAGNOSA PEA$ATAN
# 4angguan pertukaran gas berhubungan dengan adanya !aktor resiko 5
Berkurangnya kee!ekti!an permukaan paru, atelektasis
&erusakan membran al+eolar kapiler
1ekret yang kental
Bdema bron)hial
2 Resiko in!eksi dan penyebaran in!eksi berhubungan dengan 5
Daya tahan tubuh menurun, !ungsi silia menurun, sekret yang menetap
&erusakan 'aringan akibat in!eksi yang menyebar
8alnutrisi
Terkontaminasi oleh lingkungan
&urang pengetahuan tentang in!eksi kuman
= &urangnya pengetahuan keluarga tentang kondisi, pengobatan, pen)egahan, berhubungan
dengan 5
Tidak ada yang menerangkan
Interpretasi yang salah, tidak akurat
In!ormasi yang didapat tidak lengkap
Terbatasnya pengetahuan K kogniti!
6 /erubahan kebutuhan nutrisi, kurang dari kebutuhan berhubungan dengan 5
&elelahan
Batuk yang sering, adanya produksi sputum
Dyspnoe
*noreksia
/enurunan kemampuan !inansial (keluarga)
D. INTE)ENSI KEPEA$ATAN DAN ASIONAL
1. # 4angguan pertukaran gas berhubungan dengan adanya !aktor resiko 5
Berkurangnya kee!ekti!an permukaan paru, atelektasis
&erusakan membran al+eolar kapiler
1ekret yang kental
Bdema bron)hial
a. intervensi
# &a'i dyspnoe, takipnoe, bunyi perna!asan abnormal 8eningkatnya respirasi, keterbatasan
ekspansi dada dan !atiNue
TB paru dapat menyebabkan meluasnya 'angkauan dalam paru0paru yang berasal dari
bron)hopneumonia yang meluas men'adi in!lamasi, nekrosis, pleural e!usion dan meluasnya
!ibrosis dengan ge'ala0ge'ala respirasi distress
2 B+aluasi perubahan tingkat kesadaran, )atat tanda0tanda sianosis dan perubahan kulit,
selaput mukosa dan "arna kuku
*kumulasi sekret dapat mengganggu oksigenasi di organ +ital dan 'aringan
= DemontrasikanKan'urkan untuk mengeluarkan na!as dengan bibir disiutkan, terutama pada
klien dengan !ibrosis atau kerusakan parenkhim
8eningkatnya resistensi aliran udara untuk men)egah kolapsnya 'alan na!as dan mengurangi
residu dari paru0paru
6 *n'urkan untuk bedrestKmengurangi akti+itas
8engurangi konsumsi oksigen pada periode respirasi
b &olaborasi
- 8onitor B4*
8enurunnya oksigen ( /a;2 ), saturasi atau meningkatnya /aCo2 menun'ukkan perlunya
penanganan yang lebih adekuat atau perubahan therapi
, 8emberikan oksigen tambahan
8embantu mengoreksi hipoksemia yang se)ara sekunder mengurangi +entilasi dan
menurunnya tegangan paru
2 Resiko in!eksi dan penyebaran in!eksi berhubungan dengan 5
Daya tahan tubuh menurun, !ungsi silia menurun, sekret yang menetap
&erusakan 'aringan akibat in!eksi yang menyebar
8alnutrisi
Terkontaminasi oleh lingkungan
&urang pengetahuan tentang in!eksi kuman
Inter*ens'
# Re+ie" patologi penyakit !ase akti!Ktidak akti!, menyebarnya in!eksi melalui bronkhus
pada 'aringan sekitarnya atau melalui aliran darah atau sistem lim!e dan potensial in!eksi
melalui batuk, bersin, terta"a, )iuman atau menyanyi
8embantu klien agar klien mau mengerti dan menerima terhadap terapi yang diberikan untuk
men)egah komplikasi
2 8engidenti!ikasi orang0orang yang beresiko untuk ter'adinya in!eksi seperti anggota
keluarga, teman, orang dalam satu perkumpulan
8emberitahukan kepada mereka untuk mempersiapkan diri untuk mendapatkan terapi
pen)egahan
= *n'urkan klien menampung dahaknya 'ika batuk
&ebiasaan ini untuk men)egah ter'adinya penularan in!eksi
6 4unakan masker setap melakukan tindakan
Entuk mengurangi resiko penyebaran in!eksi
- 8onitor temperatur
<ebris merupakan indikasi ter'adinya in!eksi
, Ditekankan untuk tidak menghentikan terapi yang di'alani
/eriode menular dapat ter'adi hanya 2 . = hari setelah permulaan kemoterapi tetapi dalam
keadaan sudah ter'adi ka+itas atau penyakit sudah berlan'ut sampai tiga bulan
+. K,(a+,ras'
@ /emberian terapi untuk anak
a I7:, Btambutol, Ri!ampisin
I7: adalah obat pilihan bagi penyakit TB primer dikombinasikan dengan obat0obat lainnya
/engobatan 'angka pendek I7: dan Ri!ampisin selama $ bulan dan etambutol untuk 2 bulan
pertama
b /yra3inamid ( /A* ) K aldinamide, /araamino 1ali)yl ( /*1 ), 1y)loserine, 1treptomysin
;bat0obat sekunder diberikan 'ika obat0obat primer sudah resisten
) 8onitor sputum BT*
&lien dengan = kali pemeriksaan BT* negati!, terapi diteruskan sampai batas "aktu yang
ditentukan
= &urangnya pengetahuan keluarga tentang kondisi, pengobatan, pen)egahan, berhubungan
dengan 5
Tidak ada yang menerangkan
Interpretasi yang salah, tidak akurat
In!ormasi yang didapat tidak lengkap
Terbatasnya pengetahuan K kogniti!
Inter*ens'
# &a'i kemampuan bela'ar klien misalnya 5 tingkat ke)emasan, perhatian, kelelahan, tingkat
partisipasi, lingkungan yang memungkinkan klien untuk bela'ar, seberapa banyak yang telah
diketahui, media yang tepat dan siapa yang diper)aya
&emampuan bela'ar berkaitan dengan keadaan emosi dan kesiapan !isik &eberhasilan
tergantung pada sebatasmana kemampuan klien
2 8engidenti!ikasi tanda0tanda yang dapat dilaporkan pada dokter misalnya 5 hemoptisis,
nyeri dada, demam, kesulitan na!as, kehilangan pendengaran, +ertigo
8engindikasikan perkembangan penyakit atau e!ek samping dari pengobatan yang
membutuhkan e+aluasi se)epatnya
= 8enekankan pentingnya asupan diet T&T/ dan intake )airan yang adekuat
8en)ukupi kebutuhan metabolik, mengurangi kelelahan, intake )airan yang memadai
membantu mengen)erkan dahak
6 Berikan in!ormasi yang spesi!ik dalam bentuk tulisan untuk klien dan keluarga misalnya 5
'ad"al minum obat
In!ormasi tertulis dapat mengingatkan klien tentang in!ormasi yang telah diberikan
/engulangan in!ormasi dapat membantu mengingatkan klien
- 8en'elaskan dosis obat, !rek"ensi, tindakan yang diharapkan dan perlunya therapi dalam
'angka "aktu lama 8engulangi penyuluhan mengenai potensial interaksi antara obat yang
diminum dengan obat K subtansi lain
8eningkatkan partisipasi klien dan keluarga untuk mematuhi aturan therapi dan men)egah
ter'adinya putus obat
, ?elaskan tentang e!ek samping dari pengobatan yang mungkin timbul, misalnya 5 mulut
kering, konstipasi, gangguan penglihatan, sakit kepala, peningkatan tekanan darah
Dapat men)egah keraguan terhadap pengobatan dan meningkatkan kemampuan klien untuk
men'alani terapi
@ 8eru'uk pemeriksaan mata saat memulai dan men'alani therpi etambutol
B!ek samping utama etambutol adalah menurunkan keta'aman penglihatan dan 'uga
mengurangi kemampuan untuk mempersepsikan "arna hi'au
% 8emberikan dorongan pada klien dan keluarga untuk mengungkapkan
ke)emasanKkeprihatinannya serta memberikan 'a"aban yang 'u'ur atas pertayaannya ?angan
berusaha menyangkal pernyataanya
8emberikan kesempatan untuk mengubah pandangannya yang salah dan meredakan
ke)emasannya /enyangkalan terhadap perasaannya akan memperburuk mekanisme koping
yang merugikan kesehatannya
$ Re+ie" tentang )ara penularan TB ( misalnya 5 umumnya melalui inhalasi udara yang
mengandung kuman, tapi mungkin 'uga menular melalui urine 'ika in!eksinya mengenai
sistem urinaria ) dan resiko kambuh kembali
/engetahuan yang )ukup dapat mengurangi resiko penularan K kambuh kembali &omplikasi
yang berhubungan dengan tidak adekuatnya penyembuhan TB meliputi 5 !ormasi abses,
empisema, pneumothorak, !ibrosis, e!usi pleura, empyema, bronkhiektasis, hemoptisis,
ul)erasi 4I, !istula bronkopleural, TB laring, dan penularan kuman
6 /erubahan kebutuhan nutrisi, kurang dari kebutuhan berhubungan dengan 5
&elelahan
Batuk yang sering, adanya produksi sputum
Dyspnoe
*noreksia
/enurunan kemampuan !inansial (keluarga)
Inter*ens'
&a'i dan komunikasikan status nutrisi klien dan keluarga seperti yang dian'urkan 5
# Catat turgor kulit
2 Timbang berat badan
= Integritas mukosa mulut, kemampuan dan ketidakmampuan menelan, adanya bising usus,
ri"ayat nausea, +omiting atau diare
Digunakan untuk mende!inisikan tingkat masalah dan inter+ensi
6 8engka'i pola diet klien yang disukaiKtidak disukai
8embantu inter+ensi kebutuhan yang spesi!ik, meningkatkan intake diet klien
- 8eonitor intake dan output se)ara periodik
8engukur kee!ekti!an nutrisi dan )airan
, Catat adanya anoreksia, nausea, +omiting, dan tetapkan 'ika ada hubungannya dengan
medikasi 8onitor +olume, !rek"ensi, konsistensi B*B
Dapat menentukan 'enis diet dan mengidenti!ikasi peme)ahan masalah untuk meningkatkan
intake nutrisi
@ *n'urkan bedrest
8embantu menghemat energi khususnya ter'adinya metabolik saat demam
% Dakukan pera"atan oral sebelum dan sesudah terapi respirasi
8engurangi rasa yang tidak enak dari sputum atau obat0obat yang digunakan untuk
pengobatan yang dapat merangsang +omiting
DAFTA P!STAKA
Carpenito, Dynda ?uall 200# Buku 1aku Diagnosa &epera"atan, Bdisi % B4C ?akarta
Doengoes, 8B 2000 Ren)ana *suhan &epera"atan B4C ?akarta
ID*I dan // ID*I E&& /ulmonologi 2000 Tatalaksana 8utakhir /enyakit Respiratorik
/ada *nak2 Dalam Temu *hli Respirologi *nak0*nak ?akarta
7elson 2000 Ilmu &esehatan *nak2 Golume 2 Bdisi #- B4C ?akarta
7gastiyah #$$@ /era"atan *nak 1akit B4C ?akarta
1oeparman #$$$ Ilmu /enyakit Dalam2 ?ilid I <&EI ?akarta
1ta! /enga'ar Ilmu &epera"atan *nak <&EI #$%- Buku &uliah 2 Ilmu &esehatan *nak
<&EI ?akarta