Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejak jaman dahulu, madu tidak hanya digunakan sebagai pemanis
alami,tetapi juga digunakan sebagai untuk membantu penyembuhan. Banyak
ramuan nasional yang menggunakan madu sebagai bahan dasar utama, untuk
membantu dan mempercepat penyembuhan berbagai penyakit.
Secara umum konsumsi madu di Indonesia baru mencapai 3,2 gram per
kapita per tahun jauh lebih rendah dari Negara-negara Asia. adu hutan dikenal
lebih baik karena banyak mengandung nutrisi dan dapat disimpan lama karena
mengandung kadar air di ba!ah 2" #, salah satu contohnya madu hutan
Sumba!a, berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh, memperlancar urine,
memperkuat $ungsi ginjal, menyembuhkan sakit pinggang, dan memperlancar
$ungsi otak.
%omponen utama dari madu adalah glukosa dan $ruktosa. Senya!a dan
bahan-bahan lain yang terkandung dalam madu adalah protein, asam amino,
en&im, asam-asam organik, mineral, tepung sari bunga, sukrosa, maltose,
mele&itosa, dan oligosakarida lainnya termasuk dekstrin. Secara umum
kelebihan madu Sumba!a dikarenakan kandungan air madu Sumba!a jauh
lebih rendah dibanding madu pada umumnya.
adu merupakan salah satu obat tradisional yang terbukti mengandung &at
antibiotic yang akti$ mela!an serangan berbagai kuman pathogen. 'mpat $actor
yang bertanggung ja!ab terhadap akti(itas antibakteri pada madu yang pertama,
kadar gula madu yang tinggi akan menghambat pertumbuhan bakteri, sehingga
bakteri tersebut tidak dapat hidup dan berkembang. %edua, tingkat keasaman
madu yang tinggi )p* 3,+,- akan mengurangi pertumbuhan dan daya hidupnya,
sehingga bakteri tersebut merana atau mati. %etiga, adanya senya!a radikal
hydrogen peroksida yang bersi$at dapat membunuh mikroorganisme pathogen.
%eempat, adanya senya!a organik yang bersi$at antibakteri. Senya!a organik
tersebut tipenya bermacam-macam, seperti poli$enol,$la(onoid, dan glikosida.
.olongan senya!a-senya!a ini sering dipergunakan sebagai bahan dasar obat-
obatan antibakteri modern.
Antibakteri adalah suatu &at yang mencegah terjadinya pertumbuhan dan
reproduksi bakteri. ikroorganisme dapat dihambat atau dibunuh dengan proses
$isik atau bahan kimia. /ji antibakteri dapat dilakukan untuk mengetahui sejauh
mana akti(itas suatu bakteri terhadap antibakteri.
B. Tujuan
/ntuk mengetahui kadar keasaman pada madu
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Madu
adu merupakan cairan kental seperti sirup be!arna cokelat kuning
muda sampai cokelat merah yang dikumpulkan dalam indung madu oleh
lebah Apis mellifera. %onstituen dari madu adalah campuran dekstrosa dan
$ruktosa dengan jumlah yang sama dan dikenal sebagai gula in(ert ,"-0"#
dari gula yang tidak terin(ersi dan air. adu biasa dipalsukan dengan gula
in(ert buatan, sukrosa, dan glukosa cair perdagangan. adu dapat pula
dipalsukan dengan cara pemberian suatu asupan kepada lebah berupa
larutan gula sukrosa yang bukan berasal dari nektar ).una!an, 2""1-.
2asa manis madu alami sesungguhnya memang melebihi manisnya
gula karena kadar atau tingkat kemanisannya itu sedikitnya bias mencapai 3
4 kali dari rasa gula putih5pasir. Namun, !alaupun begitu rasa manis madu
alami disebut tidak memiliki e$ek-e$ek buruk seperti halnya yang terkandung
didalam gula putih, karena kandungan senya!a utamanya seperti yang
telah disebutkan, adalah karbohidrat )60,7#-, dan air )36#-.
enurut hasil pengkajian dari para ahli, lebih dari 37" macam senya!a
atau unsur dan &at nutrisi yang ada, terkandung di dalam madu alami. 8an
jenis gula atau karbohidrat yang terdapat di dalam madu alami yakni $ruktosa,
yang memiliki kadar yang tertinggi, yaitu sedikitnya bias mencapai 37,, gram
per 3"" gram madu alami. Sementara untuk kadar glukosa, maltosa, dan
sukrosanya rendah. 9ruktosa atau yang sering disebut :e(ulosa merupakan
gula murni atau alami yang berasal dari saripati buah-buahan. Sedangkan
sukrosa merupakan gula hasil olahan manusia yang bahan bakunya berasal
dari batang pohon tebu. ;leh karena itu, sehingga dikenal sebagai sumber
energi yang akan cepat pula tercena dan diserap serta berman$aat sekali untuk
memulihkan kelelahan setelah melakukan berbagai akti(itas berat lainnya.
adu alami juga banyak mengandung en&im, yaitu molekul protein
yang sangat komplek yang dihasilkan oleh sel hidup dan ber$ungsi sebagai
katalisator, yakni < &at pengubah kecepatan reaksi dalam proses kimia yang
terjadi di dalam tubuh setiap makhluk hidup. )=urbajaya, >.2.2""6-.
:ebah madu menghasilkan madu yang dibuat dari nektar se!aktu
musim tumbuhan berbunga. Se!aktu nektar dikumpulkan oleh pekerja dari
bunga, bahan tersebut masih mengandung air tinggi )7"#- dan juga sukrosa
tinggi. Setelah lebah mengubah nectar menjadi madu, kandungan air jadi
rendah dan sukrosa diubah menjadi $ruktosa dan glukosa. )Sihombing, 3006-.
adu tersusun atas beberapa molekul gula seperti glukosa dan $ruktosa
serta sejumlah mineral seperti agnesium, %alium, =otasium, Sodium,
%lorin, Sul$ur, Besi, dan 9os$at. adu juga mengandung (itamin B3, B2,
?, B+ dan B3 yang komposisinya berubah-ubah sesuai dengan kualitas madu
bunga dan serbuk sari yang dikonsumsi lebah. 8isamping itu, didalam madu
terdapat pula tembaga, yodium dan seng dalam jumlah yang kecil, juga
beberapa jenis hormon. )Sar!ono, 2""3-.
=enelitian-penelitian menunjukkan bah!a lebah memilih bunga
penghasil madu, pertama dari !arna dan kedua dari bau bunga. adu dibuat
oleh lebah dari nektar bunga. :ebah mengisapnya dari bunga dan
memba!anya ke sarangnya. Setiap lebah pekerja menumpuk nektar yang
dikumpulkannya dalam suatu kantong khusus didalam tubuh yang disebut
perut madu. Setelah lebah mendepositkan nektar dalam sarang, dibiarkan
sebagian besar airnya menguap sehingga cairan semakin kental )nektar
dapat mengandung sekitar 6"# air se!aktu dipungut, lebah pekerja
mengipasnya dengan sayap sehingga dapat menurunkan kadar air hingga
36#-. )Sihombing, 3006-.

B. Proe Pe!"uatan Madu
adu secara umum dide$enisikan sebagi &at cair yang kental, manis, yang
dibuat oleh lebah dengan jalan proses peragian dari nektar bunga atau
cairan manis yang dihasilkan bagian-bagian lain selain bunga. Nektar adalah
&at yang sangat kompleks yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar nektari$er
dalam bentuk larutan gula dengan konsentrasi yang ber(ariasi berkisar antara
,-6"#, konsentrasi ini dipengaruhi oleh kelembaban udara, tanah, jenis
tanaman dan lain-lain. 8alam proses pengolahan nektar menjadi madu, pada
hakekatnya terdiri dari dua proses yaitu <
3. =roses %imia, dimana dalam proses ini terjadi reaksi yang disebut
in(ertase dimana cairan manis nektar dirobah menjadi gula yang
lebih sederhana strukturnya. In(ertase ini berlangsung secara katalitik
dengan bantuan en&im yang terdapat dalam nektar dan didalam air ludah
lebah sendiri.
2. =roses 9isika, dimana dalam proses ini terjadi pengurangan kadar air
dalam nektar yang telah mengalami in(ertase, untuk proses ini
mengalami dua tahapan yaitu <
a. @ahap pertama adalah membiarkan nektar yang telah mengalami
in(ertase kena udara sehingga sebagian airnya menguap. =ada
saat ini, en&im ditambahlan pula kepada nektar sehingga
disamping proses penguapan, berlangsung pula proses in(ertase.
@ahap pertama ini dikenal pula sebagai manipulasi nektar terhadap
lebah.
b. @ahap kedua adalah penguapan sisa kelebihan air dengan pengipasan
sayap oleh semua lebah didalam stup. @ahap kedua ini dilakukan
setelah nektar disimpan dalam sel-sel madu. =roses ini
dihentikan setelah kadar air tinggal lebih kurang 2"#. %emudian
lebah menutup sel-sel yang sudah penuh madu dengan selapis
malam.
#. Ko!$oii Madu
Aat-&at yang terkandung dalam madu sangatlah kompleks dan kini
telah diketahui tidak kurang dari 373 macam &at yang terkandung dalam
madu. 8ari jumlah tersebut karbohidrat merupakan komponen terbesar yang
terkandung dalam madu, yaitu berkisar lebih dari 6,#. >enis karbohidrat
yang paling dominan dalam hampir semua madu adalah dari golongan
monosakarida yang biasanya terdiri le(ulosa dan dekstrosa. :e(ulosa dan
dekstrosa mencakup 7,#-0"# dari total karbohidrat yang terdapat dalam
madu, sisanya terdiri dari disakarida dan oligosakarida )Sihombing,8.3006-.
%omposisi terbesar kedua setelah karbohidrat adalah air. >umlahnya
biasanya berkisar dari 3,#-2,#. Ber(ariasinya kadar air dalam madu
disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya kelembapan udara, jenis
nektar, proses produksi dan penyimpanan )Suranto, 2""6-. Selain dua
komponen diatas, madu juga mengandung banyak mineral baik yang bersi$at
esensial maupun non esensial. @abel 2.3 berikut merupakan komposisi
kimia dari madu per 3"" gram.
%omposisi %imia adu =er 3"" .ram
Ko!$oii Ju!la%
%alori 327 kal
%adar air 36,2 g
=rotein ",, g
%arbohidrat 72,1 g
Abu ",2 g
@embaga 1,1 - 0,2 mg
9os$or 3,0 - +,3 mg
Besi ","+ - 3,, mg
angan ","2 - ",1 mg
agnesium 3,2 - 3,, mg
@hiamin ",3 mg
2ibo$la(in ","2 mg
Niasin ",2" g
:emak ",3 g
p* 3,0
Asam 13,3 mg
D. Karakteritik Madu
&. Karakteritik 'iik !adu
a. Si'at Higroko$i
adu bersi$at higroskopis, yakni kemampuan suatu bahan untuk
menarik air dari udara sekitarnya hingga mencapai kesetimbangan. Si$at
higroskopis ini dikarenakan madu merupakan larutan gula yang le!at
jenuh )supersaturated solution- dan tidak stabil. Salah satu kend$ala yang
dihadapi oleh negara seperti Indonesia adalah kelembaban relati(e udara )2*-
yang cukup tinggi )sekitar +"-0"#-, sehingga pada umumnya madu di
Indonesia berkadar air tinggi dan pada temperature yang relati(e tinggi,
madu akan menyerap air sehingga makin encer dan mudah ter$ermentasi.
adu yang berada dalam keadaan seperti ini kualitasnya rendah.
". Tekanan (!oi
adu merupakan larutan le!at jenuh )supersaturated
solutions- dari karbohidrat, sehingga dikatakan medium hiperormotik.
Sekitar 71# padatan pada madu adalah campuran dari monosakarida,
yakni $ruktosa dan glukosa. >ika organisme bersel satu masuk ke dalam
medium hiperosmotik ini, maka organisme tersebut dapat terbunuh karena
kehilangan cairan tubuh akibat perbedaan tekanan osmosis yang besar.
@ambahan pula interaksi yang kuat antara molekul-molekul gula da
molekul air menyebabkan sangat terbatasnya ketersediaan air untuk
mikroba. @ekanan osmosis pada madu lebih besar dari 2.""" miliosmols.
). Kadar Air
%adar air madu secara langsung menentukan kualitas madu, jika
kadar air tinggi kualitas madu rendah. %Adar air dalam madu
dipengaruhi oleh iklim, pengelolaan saat panen, dan jenis nectar atau cairan
manis yang dikumpulkan oleh lebah. Air yang terkandung pada sisiran madu
berasal dari nectar yang dimatangkan lebah. %onsentrasinya tergantung dari
pelbagai $actor yang mempengaruhi proses pematangan madu, termasuk
kondisi cuaca, kadar air a!al nectar, laju sekresi dan kekuatan koloni lebah.
E. Si'at*i'at Madu

Agar madu dapat digunakan dengan baik pada industri makanan,
seseorang harus mengenal si$at-si$at madu dengan baik. adu merupakan
larutan gula super jenuh yang mengandung protein dan mineral dalam
jumlah yang kecil. Biskositas madu sangat dipengaruhi oleh kadar air, suhu,
dan jenis $lora bunganya. Biskositas madu menurun kalau suhu atau kadar
airnya meningkat. =engaruh peningkatan kadar air 3# kira-kira setara dengan
peningkatan suhu 3.,
"
?. pada suhu yang sama, misalnya 2,
"
? madu dengan
kadar air 3+.,#, yang berasal Cflora sageD, mempunyai (iskositas 33, poise.
adu dengan spesi$ikasi sama, tetapi berasal dari Csweet cloverD
(iskositasnya hanya sekitar 76., poise.
adu bersi$at menurunkan titik beku. Suatu cairan 3,# madu akan
menjadi beku pada 3.12 E 3.,3
"
?, sedang larutan +7# akan beku sekitar E32
"
?.
Sebagai larutan super jenuh senya!a glukosanya akan cenderung
mengkristal dari dalam larutan. :aju kritalisasi sangat tergantung pada rasio
air5gula dan adanya CintiD untuk pembentukan kristal.
:aju kristalisasi paling cepat pada suhu 31
"
?. dalam kemasan tahap
udara, madu harus disimpan pada suhu antara 2" dan 26
"
?. pada suhu mana
jarang sekali proses kristalisasi dapat terjadi pada madu jernih. =roses
kristalisasi menjadi terbalik bila madu dipanaskan. Sebagian madu yang
digunakan oleh industri pangan adalah madu yang jernih bukan madu CsetD
)tidak jernih-.
adu CsetD dibuat dengan cara memasukkan inti kristal dengan
ukuran tertentu ke dalam produk. Bahan tersebut kemudian dijaga dengan
pengendalian keadaan, suhu dan lain-lain untuk menjaga agar kristal yang
dibentuk memiliki ukuran yang benar seperti yang dikehendaki. Si$at produk
akhir sangat tergantung dengan ukuran kristal.
Berat jenis madu sangat tergantung pada kadar air, sedang jenis
sumber bunga sedikit sekali pengaruhnya terhadap berat jenis madu. =ada suhu
2"
"
? berat jenis madu dengan kadar air 3,# adalah 3.13, dan 3.136 )37#-,
dua jenis kadar air yang ditemui di pasaran. Akti$itas air sangat tergantung
dari kadar air dan suhu, meskipun ada juga pengaruh asam madu
terhadap si$at ini. 8ata-data yang biasa dijumpai di laboratorium pada
suhu antara 1 E 36
"
? pada kadar air 3+# adalah "., dan pada kadar air
37.3# adalah ".+.
Farna madu merupakan parameter mutu madu yang baik. Secara
alamiah !arna madu dari jernih sampai !arna amber yang gelap. Farna
dari madu segar sangat dipengaruhi oleh sumber nektarnya serta oleh
kandungan mineralnya. =ada dasarnya semakin terang !arna madu
mengandung mineral yang sedikit daripada madu yang ber!arna gelap.
Keaa!an
adu dapat digolongkan kedalam kelompok makanan asam, karena
p* nya yang cukup rendah, yakni 3.1-+.3. Adu yang kaya mineral akan
memiliki nilai p* yang tinggi. Nilai p* yang cukup rendah dari madu ini
sebabkan oleh beberapa kandungan asam organik yang terdapat dalam
madu. Asam-asam utama yang berhasil dide$inisikan dalam madu antara lain
asetat, butirat, $ormat, glukonat, laktat, maleat, oksalat, pyroglutamat, sitrat,
suksinat, glikolat, G-ketoglutarat, piru(at, 253-$o$ogliserat, G5H-glisero$os$at
dan glukosa-+-$os$at. Asam glukonat adalah asam yang utama dalam madu,
dihasilkan oleh dektrosa melalui en&im yang ditemukan dalam madu )glukosa
oksidase-.
Per+aratan !utu
!adu No
Jeni uji Satuan Per+aratan
3
Akti$itas en&im
diastase, min.
8N 3
2
*idroksimetil$ur$ural
)*9-, maks.
mg5kg ,"
3 Air, maks. # b5b 22
1
.ula pereduksi
)dihitung sebagai
glukosa-, min.
# b5b +,
, Sukrosa, maks. # b5b ,
+ %easaman, maks.
ml Na;*
3 N5kg
,"
6
=adatan yang tak
larut dalam air, maks.
# b5b ",,
7 Abu, maks. # b5b ",,
0
?emaran logam
@imbal )=b-, maks
@embaga )?u-, maks.
mg5kg
mg5kg
3,"
,,"
3" ?emaran arsen )As-, mg5kg ",,
maks.
$H !eter
Instrumen p* meter adalah peralatan laboratorium yang digunakan
untuk menentukan p* atau tingkat keasaman5kebasaan dari suatu larutan.
@ingkat keasaman5kebasaan dari suatu &at,ditentukan berdasarkan
keberadaan jumlah ion hidrogen dan ion hodroksida dalam larutan.
%euntungan dari penggunaan p* meter dalam menentukan tingkat keasaman
suatu senya!a adalah pemakaiannya bisa berulang-ulang, dan nilai p* terukur
relati$ cukup akurat. Instrumen yang digunakan dalam p* meter dapat
bersi$at analog maupun digital. Sebagaimana alat yang lain, untuk
mendapatkan hasil pengukuran yang baik, maka diperlukan pera!atan dan
kalibrasi p* meter. =ada penggunaan p* meter, kalibrasi alat harus
diperhatikan sebelum dilakukan pengukuran.
BAB III
MET(DE KE,JA
a. Prini$
Netralisasi asam dengan basa
". Alat Dan Ba%an
3. Alat
a. Batang pengaduk
b. Beaker gelas < ,"ml, 3""ml dan 2,"
c. Buret
d. ?a!an porselin 3,ml dan ,"ml
e. 'rlenmeyer 2,"ml
$. .elas ukur < 3"ml, ,"ml dan 3""ml
g. =erkamen
h. =ipet tetes
i. Sendok tanduk
j. Stati$ dan klam
k. @issue
2. Ba%an
a. Air suling bebas ?;
2
b. Indikator $eno$talein
c. %alium bi$talat )%*=-
d. adu
e. Na;* ",3 N bebas ?;
2
$. p* meter
#. Proedur kerja
3. Pe!"uatan larutan "aku Na(H -.& N
a. @imbang 3,""+ gr Na;*
b. :arutkan dalam 2," ml aIuadest
2. Pe!"akuan Na(H -.& N /0I edii III &1213
a. @imbang seksama 2," mg %alium Bi$talat yang sebelumnya telah
diserbukan dan dikeringkan pada suhu 3",
"
c selama 2 jam.
b. 8itambahkan 3"ml air bebas ?;
2
= untuk melarutkan kalium
bi$talat
c. 8itambahkan indikator $eno$talein 3 tetes
d. @itrasi dengan larutan Na;* hingga terjadi perubahan !arna
menjadi merah jambu mantap.
3. Uji keaa!an dala! !adu /SNI -&*4565*2--63
a. @imbang dengan teliti 3"," g madu, masukkan kedalam erlenmeyer
2," ml kemudian larutkan dengan 6, ml air suling dan tambahkan
1 sampai , tetes indikator ==.
b. @itar dengan larutan Na;* ",3 N sampai titik akhir yang tetap
selama 3" detik.
c. ?atat (olume Na;* ",3 N yang digunakan untuk titrasi.
d. Sebagai alternati$, dapat digunakan p* meter dan contoh dititar
sampai p* 7,3
e. *itung keasaman dalam madu.
BAB I7
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hail
3. =embuatan Na;* ",3 N
2,"
J
1,""3 K 3."""
3"""
Lang di timbang < 3.""+ gr
=enimbangan kalium bi$talat untuk pembakuan
N; %ertas M sampel %ertas M Sisa Sampel Btat
3 ",+61 gram ",120 gram ",21, gram 3",0 ml
2 ",+++ gram ",13" gram ",2,+ gram 33 ml
2. =erhitungan Normalitas Na;* ",3 N
2umus <
N =
N =
N
3 K
K
K
K ",33 N
N
2
K
K
K ","0+ N
N K N
I
M N
2
2
K ",33 N M ","0+ N
2
K ",3 N
3. =enetapan kadar keasaman madu
N; Fadah M sampel Fadah M sisa Sampel )gram- B
@A@
3 30,171 gram 20,771 gram 0,+ gram 3,0 ml
2 30,171 gram 20,771 gram 0,+ gram 3,0 ml
=erhitungan kadar keasaman <
2umus <
I K
I K
K 1" ml Na;* ",3 N5kg
K 1 ml Na;* 3 N5kg
II K
K 1" ml Na;* ",3 N5kg
K 1 ml Na;* 3 N5kg
%adar rata-rata K
K 1 m: Na;* 3 N5%g
>adi, %adar keasaman sampel madu yang di uji adalah 1 m: Na;* 3 N5%g.
B. Pe!"a%aan
%ualitas madu dapat dilihat dari keasamannya. =ada umumnya madu
memiliki rasa yang sedikit asam yang di dapat dari $ermentasi dan akti(itas
en&ym. =ada proses $ermentasi ini glukosa dipecahkan menjadi etanol dan
karbondioksida, kemudian alkohol mengalami reaksi lagi dan berubah menjadi
asam asetat. =eningkatan kadar asam dalam madu juga akibat akti(itas en&ym
glukosa oksidase yang akan mengikat kandungan asam glukonat yang diubah
dari glukosa )%oot.307"-
=ada praktikum kali ini dilkukan uji kadar keasaman madu dengan metode
alkalimetri dan mendapatkan hasil 3",6+"7 m: Na;* 3 N5kg. =rinsip yang
digunakan adalah reaksi netralisasi asam-basa dan standardisasi larutan-larutan
standard sekunder, reaksi pembentukan garam dari asam dan basa ) netralisasi -.
etode dalam percobaan ini adalah titrasi asidi-alkalimetri yang menggunakan
indikator phenolphtalien )pp-. >ika dibandingkan dengan Nilai standar Nasional
Indonesia )SNI- Nomor "3-3,1,-3001 yang merupakan standar yang telah
ditetapkan oleh Badan Standarisasi Nasional )BSN- mengenai syarat dan mutu
madu dengan nilai total keasaman madu maksimal ," m: Na;* 3 N5kg. aka
madu yang diuji memenuhi standar dan dapat dikatakan baik untuk dikonsumsi.
BAB 7
PENUTUP
A. Kei!$ulan
=ada praktikum kali ini dilakukan pengujian Alkalimetri
keasaman madu yang dibandingkan dengan nilai standar SNI dan didapatkan
hasil total keasaman sampel madu adalah 1 m: Na;* 3 N5%g.
Berdasarkan kadar tersebut, dapat disimpulkan bah!a adu tersebut
masih layak dikonsumsi.
DA0TA, PUSTAKA
Ardilles,;.@.S. 2"33. Identifikasi Dan Karakterisasi Sifat Fisika Dan Kimia
Madu
Asli Dan Madu Yang Dijual Dari Berbagai Sumber /S/.
Al >amili S. 2""1. K!asiat Madu Dalam Al"#ur$an % Sunna!. >akarta <
=enerbit ?endekia Sentra uslim.
Bird, @., 3003. %imia 9isika /ntuk /ni(ersitas. ?etakan ke-2. =enerbit =@.
.ramedia =ustaka /tama < >akarta.
?rane, '. 3073. &!e arc!aeolog' of Beekeeping. :ondon < 8uck!orth /%.
>ar(is .8.2""2. K!asiat Sari Apel dan Madu. ?etakan =ertama.
>akarta < =enerbit =restasi =ustaka.
.una!an 8. O .S. 2""1. Ilmu (bat Alam. >ilid I . >akarta < =enebar S!adaya.
artoharsono, S. 3007. Biokimia. >ilid 3. Logyakarta < .adjah ada /ni(ersity
=ress.
urdijati, .. 3002. Ilmu pangan )engantar ilmu pangan* nutrisi
dan mikrobiologi. Logyakarta< .adjah ada /ni(ersity =ress.
=urbaya, >.2. 2""6. Mengenal dan Memanfaatkan K!asiat Madu
Alami. Bandung < =enerbit =inonir >aya.
=oedjiadi, A. 3001. Dasar"Dasar Biokimia. >akarta. /I =ress. =enerbit
/ni(ersitas Indonesia
Sadikin, . 2""2. Biokimia +n,im. >akarta < Fidya edika.
Sar!ono B. 2""3. Kiat Mengatasi )ermasala!an )raktis -eba! Madu.
?etakan =ertama. >akarta < =@ . Agro edia =ustaka.
Sihombing,8. 3006. Ilmu &ernak -eba! Madu. Logyakarta < .adjah
ada /ni(ersitas =ress.
Standar Nasional Indonesia "3-3,1,-3001

Anda mungkin juga menyukai