Anda di halaman 1dari 32

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah


memberikan penulis kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan
MAKALAH tentang SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA
tepat pada waktunya.
Makalah ini tersusun tidak semata upaya penulis tetapi berkat
bantuan dari beberapa pihak, oleh karena itu penulis patut
menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
sehingga Makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya.
Penulis menyadari bahwa Makalah ini masih terdapat kekurangan
dan kesalahan, oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca yang
bersifat membangun sangat diharapkan. Semoga Makalah ini dapat
bermanfaat.


Gorontalo, 31 Oktobe 2013

Nella Marcela Suleman




DAFTAR ISI

Kata Pengantar .................................................................................................................................
Daftar isi...........................................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN ...............................................................................................................
1.1 Latar Belakang ...........................................................................................................................
1.2 Rumusan Masalah ......................................................................................................................
1.3 Tujuan ........................................................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN ...............................................................................................................
2.1 Bukti Transaksi ..........................................................................................................................
2.2 Jurnal ..........................................................................................................................................
2.3 Buku Besar .................................................................................................................................
2.4 Jurnal Penyesuaian .....................................................................................................................
2.5 Laporan Keuangan .....................................................................................................................
1. Neraca ....................................................................................................................................
2. Laporan Laba Rugi ................................................................................................................
3. Laporan Perubahan Modal .....................................................................................................
4. Laporan Arus Kas ..................................................................................................................
2.6 Jurnal Penutup ............................................................................................................................
2.7 Neraca Saldo Setelah Penutupan ...............................................................................................

BAB III PENUTUP ........................................................................................................................
3.1 Kesimpulan ................................................................................................................................
3.2 Saran ..........................................................................................................................................



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Perusahaan Jasa adalah perusahaan yang kegiatan utamanya memproduksi produk tidak
berwujud dengan tujuan mencari laba. Contoh perusahaan jasa : perusahaan jasa penerbangan,
perusahaan jasa telekomunikasi, perusahaan jasa pengacara, usaha reparasi mobil/motor
(bengkel), usaha salon, usaha foto copi, usaha digital printing, usaha pelayanan tiket, warnet, dll.

1.2 Rumusan Masalah
1. Menjelaskan apa yang di maksud dengan
-Buku transaksi -Laporan keuangan
-Jurnal -Jurnal Penutup
-Buku besar -Neraca saldo setelah penutupan
-Jurnal Penyesuaian
2. Memberikan contoh dari 8 pembahasan tersebut

1.3 Tujuan
Pada dasarnya makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas yang telah
diberikan kepada penyusun sebagai syarat kelulusan dalam mata pelajaran ini dan agar kita
semua mengetahui beberapa hal perihal akuntansi perusahaan jasa, seperti siklus
akuntansinya,jurnal umum, buku besar dan neraca saldo.
















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Bukti Transaksi
Macam-macam Bukti Transaksi
Kegunaan utama bukti transaksi adalah menyediakan bukti tertulis tentang transaksi yang telah
dilaksanakan, sekaligus untuk menghindari kemungkinan terjadinya persengketaan di masa yang
akan datang. Bukti transaksi umumnya dihasilkan dari transaksi dengan pihak luar perusahaan
tetapi ada juga bukti transaksi yang diperoleh dari transaksi antar pihak di dalam perusahaan.
Transaksi dengan pihak di luar perusahaan disebut transaksi eksternal sedangkan transaksi antar
pihak di dalam perusahaan disebut transaksi internal.
a. Bukti Transaksi Internal
Bukti transaksi internal adalah transaksi yang terjadi dalam lingkungan perusahaan sendiri.
Bukti transaksi internal antara lain :
1) Memo Antarbagian
Dibuat oleh bagian-bagian yang terdapat dalam perusahaan untuk kepentingan perusahaan itu
sendiri. Biasanya bukti ini digunakan sebagai dasar untuk pencatatan selanjutnya.

Contoh memo antarbagian
PT HARAPAN BARU
Jl. Pahlawan Karangsuko, Trenggalek
Memo Antarbagian
Kepada : Kepala Bagian
Dari : Direksi keuangan
Isi: Sesuai dengan keputusan Dewan Direksi, maka jumlah
penghapusan mobil Toyota Kijang Nomor AG 4290 YH untuk tahun
buku yang berkahir per 31 Desember 2010 adalah 10% dari harga
perolehannya, yaitu Rp50.000.000,00.
Trenggalek, 6 Oktober 2010
Direktur Keuangan

Richardo, S.E., Ak.
Dir. Keu

2) Memorial post
Merupakan bukti yang menunjukkan adanya keputusan, misalnya bagian penanggung jawab
perlengkapan mengenai penggunaan perlengkapan perusahaan

Contoh memorial post
PT MULIA SEJAHTERA
Jl. Indonesia Raya, Jakarta
Jakarta, 1 Desember 2010
MEMORIAL POST

Diputuskan bahwa perlengkapan toko selama bulan Desember
terpakai Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah)
Bagian Sarana
Fredy Purwantoro


b. Bukti Transaksi Eksternal
Bukti transaksi eksternal adalah bukti pencatatan transaksi yang terjadi dengan pihak luar
perusahaan.
Contoh bukti transaksi eksternal :
1) Faktur
Faktur adalah bukti penjualan barang yang dilakukan secara kredit yang dibuat oleh pihak penjual
dan diberikan kepada pihka pembeli.
Faktur dibuat oleh penjual dan diserahkan kepada pihak pembeli bersama-sama dengan barang
yang dijual
Faktur dibuat rangkap, lembar pertama (putih) merupakan bukti bagi penjual, lembar kedua
(kuning) merupakan bukti bagi pembeli, lembar ketiga (merah) digunakan untuk arsip.

Contoh faktur :




2) Kuitansi
Kuitansi adalah bukti transaksi penerimaan uang untuk pembayaran sesuatu
Kuitansi dibuat dan ditandatangani oleh pihak yang menerima uang dan diserahkan kepada pihak
yang melakukan pembayaran
Bagi perusahaan kuitansi yang diterima dari pihak lain merupakan bukti pembayaran
(pengeluaran kas) kepada pihak yang bersangkutan sementara kuitansi yang diserahkan kepada
pihak lain merupakan bukti penerimaan kas (uang) dari pihak yang bersangkutan
Kuitansi harus dibuat sekurang-kurangnya rangkap dua, lembar pertama (lembar asli) harus
dibubuhi materai sesuai ddngan ketentuan UU yang berlaku lembar tersebut diserahkan kepada
pihak pembayar sedangkan lembar kedua digunakan sebagai sumber dan dokumen pencatatan
akuntansi



Contoh kuitansi :


3) Nota Kredit
Merupakan bukti transaksi penerimaan kembali barang yang telah dijual secara kredit (retur
penjualan) atau pengurangan harga faktur karena barang sebgaian rusak atau kualitas yang tidak
sesuai dengan pesanan
Contoh nota kredit :



2. Analisis Bukti Transaksi
Bukti transaksi dianalisis dengan memasukkannya ke dalam pos akun. Akun adalah tempat
mencatat transaksi yang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menunjukkan kenaikan atau
penurunan setiap jenis transaksi.
a. Pengaruh Transaksi Keuangan terhadap Aktiva, Kewajiban, dan Ekuitas
Pengaruh transaksi terhadap persamaan dasar akuntansi yaitu pengaruh terhadap aktiva,
kewajiban, dan ekuitas, meskipun berubah persamaan akuntansi masih tetap dalam keadaan
seimbang artinya jumlah aktiva masih tetap sama dengan sisi pasiva (kewajiban ditambah
ekuitas).
Setiap terjadi transaksi keuangan dibuktikan dengan dokumen sumber sebelum dilakukan
pencatatan lebih lanjut, bukti pencatatan perlu dianalisis lebih dahulu.
Maksud analisis bukti pencatatan ini untuk menetapkan :
Akun apa saja yang terpengaruh oleh transaksi tersebut (aktiva, kewajiban, ekuitas, pendapatan,
dan beban)
Transaksi tersebut menambah ataukah mengurangi akun yang bersangkutan
Akibat penambahan atau pengurangan itu, akun-akun yang bersangkutan harus didebit atau
dikredit
Berapa jumlah pengaruh transaksi tersebut
b. Cara Mendebit dan Mengkredit Akun Aktiva, Kewajiban, Ekuitas, Pendapatan, dan Beban
Karena adanya ketentuan debit dan kredit maka penambahan dan pengurangan yang terjadi dalam
akun dapat dinyatakan dalam debit atau kredit suatu akun
Sisi debit tidak harus berarti adanya penambahan namun dapat pula berarti adanya pengurangan,
demikian juga sebaliknya dengan sisi kredit bisa penambahan ataupun pengurangan tergantung
akun apa yang terpengaruh. Dasar pemikiran yang dipakai adalah persamaan akuntansi yaitu
aktiva sama dengan penambahan kewajiban dan ekuitas
AKUN Debet Kredit
Aktiva + -
Kewajiban - +
Ekuitas - +
Pendapatan - +
Beban + -

Bagaimana suatu transaksi dicatat ke dalam akun dapat diperagakan seperti di bawah ini.
Transaksi 1 : Modal
Tuan Hartawan menyetor uang pribadinya sebesar Rp5.000.000,00 sebagai modal awal untuk
mendirikan perusahaan.
Analisis transaksi :
Setoran uang pribadi Tuan Hartawan menyebabkan harta dan modal pemilik bertambah. Harta
berupa kas bertambah dan modal bertambah dengan jumlah yang sama.
Debet Kas Kredit
Okt 1 investasi Rp5.000.000,00

Debet Modal Hartawan Kredit
Okt 1 investasi Rp5.000.000,00

Transaksi 2 : Sewa Toko
Pembayaran sewa toko untuk enam bulan sebesar Rp1.200.000,00.
Analisis transaksi :
Transaksi diatas menyebabkan akun sewa dibayar dimuka bertambah atau didebet. Di lain pihak,
pembayaran tunai menyebabkan akun kas berkurang dikredit.

Sewa dibayar dimuka
Okt 2 pembyrn sewa Rp1.200.000,00

Kas
Okt 2 pembyrn sewa Rp1.200.000,00








2.2. Jurnal
A. Pengertian Jurnal
Jurnal berasal dari kata journal (bahasa Perancis) yang artinya buku harian.
Jurnal adalah alat yang digunakan untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara
kronologis, dengan menunjukkan akun yang harus di debet dan di kredit beserta jumlahnya
masing-masing.
Jurnal disebut juga book of original entry (buku catatan pertama), karena setiap transaksi yang
terjadi dalam perusahaan harus dicatat dahulu dalam jurnal sebelum dibukukan dalam buku
besar.

B. Fungsi Jurnal
Jurnal memiliki fungsi sebagai berikut:
1. Fungsi mencatat
Jurnal merupakan alat untuk mencatat semua transaksi yang terjadi secara keseluruhan
berdasarkan bukti dokumen yang ada.
2. Fungsi historis
Jurnal merupakan alat untuk mencatat semua transaksi yang terjadi sesuai dengan urutan
waktunya (kronologis).
3. Fungsi analisis
Jurnal merupakan hasil analisis dari bukti-bukti transaksi sehingga jelas letak debet / kredit dari
akun yang akan dicatatkan beserta jumlahnya.
4. Fungsi instruktif
Jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan pemindahbukuan (posting) ke dalam
buku besar.
5. Fungsi informatif
Jurnal memberikan informasi mengenai transaksi yang terjadi sehingga kegiatan perusahaan
terlihat jelas.

C. Bentuk Jurnal
Secara umum bentuk jurnal dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
1. Jurnal Umum
Apabila transaksi perusahaan masih sedikit, jurnal umum dengan dua kolom, debet dan kredit,
sudah cukup sebagai pencatatan pertama akuntansi.
Jurnal umum merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat semua jenis transaksi yang
terjadi, dan apabila perusahaan menggunakan jurnal khusus maka jurnal umum digunakan
mencatat transaksi yang tidak dapat dicatatkan ke dalam salah satu jurnal khusus yang ada.
2. Jurnal Khusus
Apabila transaksi perusahaan makin banyak dan berulang kali terjadi dengan frekuensi yang
tinggi seperti pembelian, penjualan, penerimaan kas, dan pengeluaran kas, diperlukan jurnal
khusus untuk melakukan pencatatan transaksi demikian.
Jurnal khusus merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi yang sejenis dan
berulang kali terjadi.




Bentuk Jurnal Umum



Keterangan:
( 1 ) Kolom tanggal digunakan untuk mencatat tanggal, bulan, dan tahun terjadinya transaksi.
( 2 ) Kolom akun/keterangan digunakan untuk mencatat transaksi yang di debet dan di kredit,
disertai keterangan singkat tentang transaksi tersebut.
( 3 ) Kolom ref. (referensi) digunakan untuk mencatat kode akun ketika ayat jurnal dipindahkan
ke buku besar. Sebelum dipindahkan, kolom ref. tetap dalam keadaan kosong.
( 4 ) Kolom debet digunakan untuk mencatat nilai transaksi.
( 5 ) Kolom kredit digunakan untuk mencatat nilai transaksi.
( 6 ) Halaman digunakan sebagai ref. pada buku besar.
4. Langkah-langkah Menjurnal
Kolom tanggal, diisi sebagai berikut:
a. Tahun terjadinya transaksi, ditulis di bagian atas pada setiap halaman.
b. Bulan terjadinya transaksi, ditulis di bawah tahun pada setiap hlaman,
c. Tanggal terjadinya transaksi, ditulis pada baris pertama yang digunakan untuk mencatat setiap
transaksi.

Kolom akun/keterangan, diisi sebagai berikut:
a. Akun yang harus di debet, ditulis rapat ke garis kolom tanggal.
b. Akun yang harus di kredit, ditulis di bawah akun yang di debet, penulisannya agak ke sebelah
kanan.
c. Penjelasan singkat tentang transaksi. Penjelasan ini dapat ditulis di bawah setiap ayat jurnal.
Untuk setiap transaksi yang sifatnya sudah jelas, penjelasannya ini biasanya ditiadakan.
Kolom ref., diisi dengan kode akun yang bersangkutan. Lajur ini digunakan apabila jumlah debet
dan kredit sudah dibukukan pada buku besar yang bersangkutan.
Kolom debet, diisi dengan jumlah hasil analisis transaksi yang harus dibukukan pada sisi kiri.
Kata debet sering disingkat Dr. yang diambil dari bahasa Latin Debere.
Kolom kredit, diisi dengan jumlah hasil analisis transaksi yang harus dibukukan pada sisi kanan.
Kata debet sering disingkat Cr. yang diambil dari bahasa Latin Credere.


Contoh:
Transaksi:
1 Januari 2009:
Pemilik menyetor uang ke dalam perusahaan sebagai modal awal sebesar Rp500.000,00.
Analisis:
Akun Kas (Harta), bertambah ( debet ) Rp500.000,00
Akun Modal Pemilik (Modal), bertambah ( kredit ) Rp500.000,00
Penjurnalan:



2.3 Buku Besar
A. Pengertian Buku Besar

Buku besar adalah alat yang digunakan untuk untuk mencatat perubahan-perubahan yang terjadi
pada suatu perkiraan tertentu yang disebabkan oleh adanya transaksi keuangan.

Istilah buku besar identik dengan akun, perbedaannya hanyalah dalam penyebutan.

B. Bentuk Buku Besar

Bentuk buku besar yang dipergunakan suatu perusahaan dapat berbeda-beda dan disesuaikan
dengan kebutuhan.

Bentuk-bentuk buku besar terdiri dari:
1. Bentuk T
Bentuk T adalah buku besar berbentuk huruf T. Buku besar ini
merupakan buku besar yang paling sederhana dan paling banyak
digunakan, biasaya untuk keperluan analisis transaksi dan keperluan
menjelaskan mekanisme penggunaan akun dalam pelajaran
akuntansi.

Contoh bentuk buku besar T adalah sebagai berikut:



2. Bentuk Skontro
Bentuk Skontro adalah buku besar berbentuk sebelah-menyebelah
atau disebut 2 kolom. Buku besar ini merupakan buku besar bentuk T
yang lebih lengkap.

Contoh bentuk buku besar 2 kolom adalah sebagai berikut:



3. Bentuk Staffel
Bentuk Staffel adalah buku besar berbentuk halaman dan memiliki
lajur saldo. Buku besar ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu buku
besar 3 kolom (memiliki lajur saldo tunggal) dan buku besar 4 kolom
(memiliki lajur saldo rangkap).
Contoh bentuk buku besar 3 kolom adalah sebagai berikut:


C. Cara Melakukan Posting dari Jurnal ke Buku Besar

Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam proses posting adalah sebagai berikut:
1. Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal ke lajur tanggal pada buku besar yang
bersangkutan.
2. Pindahkan jumlah debet atau jumlah kredit yang ada dalam jurnal ke lajur debet atau kredit
pada buku besar yang bersangkutan. Jika menggunakan buku besar yang ada lajur saldonya maka
langsung dihitung saldonya.
3. Catat nomor kode akun ke dalam lajur referensi sebagai tanda jumlah jurnal telah dipindahkan
ke buku besar.
4. Catat nomor halaman jurnal ke dalam lajur referensi buku besar setiap pemindahbukuan
terjadi.
5. Penjelasan singkat dalam lajur "keterangan" di jurnal, dapat dipindahkan ke lajur yang sama di
buku besar. Kebanyakan penjelasan ini dapat diabaikan.

Proses posting dapat digambarkan sebagai berikut:


Keterangan:
Garis putus-putus bertanda panah adalah proses pemindahan.

2.4 Jurnal Penyesuaian
A. Pengertian Jurnal Penyesuaian

Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan nilai akun-akun setiap buku
besar yang belum mencerminkan jumlah (saldo) yang sebenarnya.

Tujuan penyesuaian :
- Setiap rekening riil, khususnya rekening aktiva dan rekening utang menunjukkan jumlah yang
sebenarnya pada akhir periode
- Setiap rekening nominal, khususnya rekening pendapatan dan beban menunjukkan pendapatan
dan beban yang seharusnya diakui dalam suatu periode

B. Akun-Akun yang Perlu Disesuaikan Pada Akhir Periode Akuntansi

Tidak semua akun memerlukan jurnal penyesuaian pada akhir periode akuntansi. Akun-akun
yang lazim disesuaikan pada akhir periode akuntansi untuk perusahaan jasa adalah sebagai
berikut:

1. Beban dibayar di muka (prepaid expenses)
2. Pendapatan diterima di muka (deferred revenue)
3. Piutang pendapatan (accrued receivable)
4. Beban yang masih harus dibayar (accrued expense)
5. Pemakaian aktiva tetap (depreciation of fixed asset)
6. Pemakaian perlengkapan

C. Pencatatan Jurnal Penyesuaian

1. Beban dibayar di muka

Beban dibayar di muka adalah transaksi yang pada saat terjadinya dikelompokkan sebagai
harta(aktiva), tetapi akan menjadi beban di kemudian hari. Beban ini merupakan harta
perusahaan yang akan memberikan manfaat di masa yang akan datang.

Contoh dari akun beban dibayar di muka adalah sewa dibayar di muka, asuransi dibayar di muka,
iklan dibayar di muka, bunga dibayar di muka, dan sebagainya.

Pencatatan beban dibayar di muka dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
- dicatat sebagai harta
- dicatat sebagai beban

Ilustrasi pencatatan:

Pada tanggal 1 Agustus 2008 perusahaan membayar sewa kantor untuk masa dua tahun sebesar
Rp12.000.000,00.

Jika dicatat sebagai harta, maka ayat jurnal pada tanggal 1 Agustus 2008 adalah:



Misalnya akhir periode akuntansi ditetapkan tanggal 31 Desember 2008, sehingga bagian dari
sewa kantor yang telah menjadi beban sampai dengan akhir periode akuntansi adalah 5 bulan (1
Agustus 2008 - 31 Desember 2008) dengan nilai sebesar Rp2.500.000,00 (5/24 x
Rp12.000.000,00).

Jurnal penyesuaiannya pada tanggal 31 Desember 2008 adalah:



Jika dicatat sebagai beban, maka ayat jurnal pada tanggal 1 Agustus 2008 adalah:




Misalnya akhir periode akuntansi ditetapkan tanggal 31 Desember 2008, sehingga bagian dari
sewa kantor yang belum menjadi beban sampai dengan akhir periode akuntansi adalah 17 bulan
(1 Januari 2009 - 31 Juli 2010) dengan nilai sebesar Rp9.500.000,00 (17/24 x Rp12.000.000,00).

Jurnal penyesuaiannya pada tanggal 31 Desember 2008 adalah:




2. Pendapatan diterima di muka

Pendapatan diterima di muka adalah transaksi yang sejak awalnya dicatat sebagai utang
(kewajiban), tetapi akan menjadi pendapatan di kemudian hari. Pendapatan ini timbul karena
perusahaan telah menerima pembayaran atas suatu pekerjaan, tetapi belum menyelesaikan
pekerjaan tersebut.

Contoh dari akun pendapatan diterima di muka adalah sewa diterima di muka, bunga diterima di
muka, asuransi diterima di muka, dan sebagainya.

Pencatatan pendapatan diterima di muka dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
- dicatat sebagai utang (kewajiban)
- dicatat sebagai pendapatan

Ilustrasi pencatatan:

Tanggal 1 Agustus 2008 diterima sewa toko untuk masa dua tahun sebesar Rp12.000.000,00.

Jika dicatat sebagai utang (kewajiban), ayat jurnal pada tanggal 1 Agustus 2008 adalah:




Misalnya periode akuntansi berakhir pada tanggal 31 Desember 2008, bagian dari sewa yang
telah menjadi pendapatan adalah 5 bulan (1 Agustus 2008 - 31 Desember 2008) sebesar
Rp2.500.000,00 (5/24 x Rp12.000.000,00), ayat jurnal penyesuaiannya pada tanggal 31
Desember 2008 adalah:



Jika dicatat sebagai pendapatan, ayat jurnal pada tanggal 1 Agustus 2008 adalah:




Misalnya periode akuntansi berakhir pada tanggal 31 Desember 2008, bagian dari sewa yang
belum menjadi pendapatan adalah 19 bulan (1 Januari 2009 - 31 Juli 2010) dengan nilai sebesar
Rp9.500.000,00 (19/24 x Rp12.000.000,00), ayat jurnal penyesuaiannya pada tanggal 31
Desember 2008 adalah:




3. Piutang pendapatan / Pendapatan yang masih harus diterima

Piutang pendapatan / Pendapatan yang masih harus diterima adalah pendapatan yang sudah
menjadi hak dilihat dari segi waktu tetapi belum dicatat atau diterima pembayarannya.

Contoh akun pendapatan yang masih harus diterima adalah bunga yang masih harus diterima
(piutang bunga), sewa yang masih harus diterima (piutang sewa), dan sebagainya.

Ilustrasi pencatatan:

Tanggal 1 November 2008 didepositokan uang ke bank sebesar Rp100.000.000,00 untuk tiga
bulan dengan bunga 6% per tahun. Bunga deposito diterima secara bulanan setiap tanggal 1
bulan berikutnya.

Misalnya periode akuntansi berakhir pada tanggal 31 Desember 2008, pendapatan bunga untuk
bulan Desember 2008 sebesar Rp500.000,00 (=Rp100.000.000,00 x 0,5%) yang akan diterima
tanggal 1 Januari 2009 harus dicatat sebagai pendapatan pada periode akuntansi tahun 2008, ayat
jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2008 adalah:





4. Utang beban / Beban yang masih harus dibayar

Utang beban / Beban yang masih harus dibayar adalah beban yang sudah menjadi kewajiban
dilihat dari segi waktu tetapi belum dicatat atau dilakukan pembayarannya.

Contoh akun beban yang masih harus dibayar adalah gaji yang masih harus dibayar, bunga yang
masih harus dibayar, dan sebagainya.

Ilustrasi pencatatan:

Tanggal 1 Maret 2008 perusahaan meminjam uang ke Bank sebesar Rp20.000.000,00 dengan
bunga 12% per tahun. Bunga dibayar di belakang setiap tanggal 1 September dan 1 Maret.

Misalnya periode akuntansi berakhir pada tanggal 31 Desember 2008, maka beban bunga yang
dibebankan untuk periode akuntansi yang bersangkutan adalah selama empat bulan (1 September
2008 - 31 Desember 2008) sebesar Rp800.000,00 (=Rp20.000.000,00 x 4/12 x 12%), ayat jurnal
penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2008 adalah:



5. Penyusutan aktiva tetap

Penyusutan aktiva tetap adalah berkurangnya kemampuan suatu aktiva tetap untuk memberikan
manfaat ekonomis secara berangsur-angsur sejalan dengan perjalanan waktu.

Contoh akun aktiva tetap adalah peralatan kantor, peralatan toko, kendaraan, mesin, gedung,
tanah, dan sebagainya.

Besarnya nilai penyusutan aktiva tetap dicatat sebagai beban penyusutan aktiva tetap (D), tetapi
tidak langsung dicatat pada aktiva tetap yang bersangkutan karena aktiva tetap harus dicatat
sebesar harga perolehannya, akun yang dipakai adalah akumulasi penyusutan aktiva tetap (K)
yang merupakan akun kontra aktiva tetap tersebut.

Ilustrasi pencatatan:

Tanggal 31 Desember 2008 dalam neraca saldo terdapat akun Gedung dengan saldo sebesar
Rp350.000.000,00.

Misalnya pada akhir periode akuntansi diputuskan untuk menyusutkan nilai gedung sebesar 10%,
sehingga besarnya beban penyusutan gedung yang ditetapkan pada periode tersebut sebesar
Rp35.000.000,00 (=Rp350.000.000,00 x 10%), ayat jurnal penyesuaian pada tanggal 31
Desember 2008 adalah:





6. Pemakaian perlengkapan

Perlengkapan adalah barang yang dipergunakan untuk kegiatan perusahaan yang habis terpakai
dalam jangka waktu satu tahun. Pada akhir periode akuntansi harus dihitung berapa
perlengkapan yang sudah terpakai dan berapa perlengkapan yang masih tersisa.

Contoh akun perlengkapan adalah perlengkapan toko, perlengkapan kantor, dan sebagianya.

Pencatatan pemakaian perlengkapan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
a. sebagai harta (aktiva)
b. sebagai beban

Ilustrasi pencatatan:

Tanggal 15 Mei 2008 dibeli perlengkapan kantor seharga Rp2.500.000,00 secara tunai. Pada
akhir periode akuntansi tanggal 31 Desember 2008, perlengkapan yang masih tersisa sebesar
Rp750.000,00.

Jika dicatat sebagai harta (aktiva), ayat jurnal pada tanggal 15 Mei 2008 adalah:




Bagian perlengkapan yang sudah terpakai sebesar Rp1.750.000,00 (=Rp2.500.000,00 -
Rp750.000,00) ditetapkan menjadi beban, ayat jurnal penyesuaiannya pada tanggal 31 Desember
2008 adalah:




Jika dicatat sebagai beban, ayat jurnal pada tanggal 15 Mei 2008 adalah:





Bagian perlengkapan yang masih tersisa sebesar Rp750.000,00 belum menjadi beban, ayat jurnal
penyesuaiannya pada tanggal 31 Desember 2008 adalah:




2.5 Laporan Keuangan
1. Neraca
A. Pengertian Neraca
Neraca adalah suatu bentuk laporan keuangan yang menyajikan informasi mengenai perubahan
posisi keuangan berupa harta, utang, dan modal pada suatu perusahaan untuk satu periode
akuntansi tertentu.

Unsur-unsur neraca:
1. Harta (aktiva)
2. Utang (kewajiban)
3. Modal (ekuitas)

B. Bentuk Neraca
Neraca dapat dibuat dalam dua bentuk, yaitu:
1. Bentuk skontro
Neraca disusun menjadi dua sisi sebelah-menyebelah, sisi kiri (debit) untuk mencatat harta
perusahaan dan sisi kanan (kredit) untuk mencatat utang dan modal perusahaan.
2 Bentuk staffel
Neraca disusun dari atas ke bawah secara berurutan mulai dari harta kemudian diikuti utang dan
modal.

C. Langkah-langkah Penyusunan Neraca
1. Judul Laporan
* Menuliskan nama perusahaan, nama laporan, dan periode laporan di tengah atas halaman
2. Isi Laporan
* Harta disusun berdasarkan tingkat likuiditas, artinya yang paling lancar ditulis terlebih dahulu,
disusul oleh harta yang mudah dicairkan dan akhirnya harta tetap.
* Utang disusun berdasarkan tanggal jatuh tempo, artinya utang yang lebih dahulu jatuh
temponya ditulis lebih dahulu, sedangkan utang jangka panjang ditulis berikutnya.
* Modal disusun berdasarkan lama tidaknya tertanam di perusahaan, artinya modal yang paling
lama tertanam pada perusahaan ditulis paling akhir.







D. Contoh Neraca
1. Bentuk skontro (sebelah-menyebelah)

2.Bentuk staffel (laporan)

2. Laporan Laba-Rugi
A. Pengertian Laporan Laba-Rugi
Laporan Laba-Rugi adalah suatu bentuk laporan keuangan yang menyajikan informasi hasil usaha
perusahaan yang isinya terdiri dari pendapatan usaha dan beban usaha untuk satu periode akuntansi
tertentu.

Unsur-unsur laporan laba-rugi, yaitu:
1. Pendapatan
2. Beban

B. Bentuk Laporan Laba-Rugi
Laporan Laba-Rugi dapat dibuat dalam dua bentuk, yaitu:
1. Bentuk Single Step atau Langsung
Semua pendapatan dikelompokkan tersendiri di bagian atas dan dijumlahkan, kemudian semua beban
dikelompokkan tersendiri di bagian bawah dan dijumlahkan. Jumlah pendapatan dikurangi jumlah
beban, selisihnya merupakan laba bersih atau rugi bersih.
2. Bentuk Multiple Step atau Tidak Langsung
Pendapatan dibedakan menjadi pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha, demikian juga beban
dibedakan menjadi beban usaha usaha dan beban di luar usaha. Pendapatan dan beban usaha disajikan
pertama, pendapatan dan beban di luar usaha disajikan kemudian.

C. Langkah-langkah Penyusunan Laporan Laba-Rugi
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun Laporan Laba-Rugi:
1. Judul Laporan
* Menuliskan nama perusahaan, nama laporan, dan periode laporan di tengah atas halaman
2. Isi Laporan
Bentuk single step:
* Menuliskan semua pendapatan
* Menuliskan semua beban
* Menghitung selisih pandapatan dan beban, jika pendapatan lebih besar dari pada beban maka
selisihnya disebut laba bersih dan jika sebaliknya maka selisihnya disebut rugi bersih.
Bentuk multiple step:
* Menuliskan pendapatan usaha
*Menuliskan beban usaha
* Menghitung selisih pandapatan dan beban usaha, jika pendapatan usaha lebih besar dari pada
beban usaha maka selisihnya disebut laba usaha dan jika sebaliknya maka selisihnya disebut rugi
usaha.
* Menuliskan pendapatan usaha
* Menuliskan beban usaha
* Menghitung selisih pandapatan dan beban usaha, jika pendapatan usaha lebih besar dari pada
beban usaha maka selisihnya disebut laba usaha dan jika sebaliknya maka selisihnya disebut rugi
usaha.
* Menuliskan pendapatan di luar usaha
* Menuliskan beban di luar usaha
* Menghitung selisih pendapatan dan beban di luar usaha, jika pendapatan di luar usaha lebih
besar dari pada beban di luar usaha maka selisihnya disebut laba di luar usaha dan jika
sebaliknya maka selisihnya disebut rugi di luar usaha.
* Menghitung laba (rugi) usaha dengan laba (rugi) di luar usaha, hasilnya disebut laba (rugi)
bersih sebelum pajak.
* Laba bersih sebelum pajak dikurangi dengan pajak penghasilan yang dikenakan dan hasilnya
disebut laba bersih setelah pajak.







D. Contoh Laporan Laba-Rugi
Bentuk Single Step:

Bentuk Multiple Step:






3. Laporan Perubahan Modal
A. Pengertian Laporan Perubahan Modal

Laporan Perubahan Modal adalah suatu bentuk laporan keuangan yang menyajikan informasi
mengenai perubahan yang tejadi pada modal suatu perusahaan untuk satu periode akuntansi
tertentu.

Unsur-unsur laporan perubahan modal:
1. Modal awal
2. Laba (rugi) bersih
3. Setoran (penarikan) pemilik
4. Modal akhir

B. Bentuk Laporan Perubahan Modal

Laporan Perubahan Modal biasanya disusun dalam bentuk staffel.


C. Langkah-langkah Penyusunan Laporan Perubahan Modal
1. Judul Laporan
* Menuliskan nama perusahaan, nama laporan, dan periode laporan di tengah atas halaman

2. Isi Laporan
* Menuliskan besar modal awal
* Menambahkan dengan saldo laba dan tambahan investasi jika ada
* Mengurangi dengan saldo rugi dan pengambilan prive jika ada
* Menghitung dan menuliskan besar modal akhir

D. Contoh Laporan Perubahan Modal



4. Laporan Arus Kas
Arus kas adalah salah satu bagian dari laporan keuangan. Arus kas ini akan menggambarkan
tentang penggunaan kas pada tiga bagian aktivitas dari sebuah perusahaan yang berhubungan
dengan masalah kas.
Laporan arus kas adalah laporan keuangan yang sumbernya dari penggunaan kas. Dalam bentuk
laporan arus kas terdiri atas 3 bagian yaitu :
1.Kas dari aktivitas operasi
2.Kas dari aktivitas Investasi
3.Kas dari Aktivitas Pendanaan
Secara ringkas kami mencoba menjelaskan bagian-bagian tersebut sebagai berikut :
1. Kas dari Aktivitas Operasional
Pada bagian ini, biasanya terdiri atas kegiatan utama perusahaan yang secara langsung
memepngaruhi kas seperti Penerimaan piutang, pembayaran utang, Pembayaran gaji karyawan
dan sebagainya.
2. Kas Dari Aktivitas Investasi
Untuk masalah Kasd dari Aktivitas Investasi adalah hal yang berkaitan atas perolehan penjualan
aktiva tetap dan pembelian aktiva.
3. Kas Dari Aktivitas Pendanaan
Dan untuk masalah kas dari aktivitas pendanaan adalah biasanya pada hal yang berkaitan dengan
penambahan atau pengurangan modal.
Dalam menyusun laporan keuangan Arus kas memerlukan pemahaman konsep yang harus
memadai. Semahami konsep akuntansi yang di gunakan dalam satu perusahaan tentunya harus
ddi pahami dengan baik.
Secara ringkas maka akan kita kami tampilkan sebuah contoh arus kas di bawah ini :

Contoh Laporan Arus Kas
Dari gambar di atas kita melihat bahwa ketiga komponen yang kita telah sebutkan diatas telah
sesuai yaitu, Kas dari aktivitas operasi, Kas dari aktivitas Investasi dan Kas dari Aktivitas
Pendanaan.
Demikian artikel kita kali ini tetang Contoh Laporan Arus Kas sebuah perusahaan. Mudah-
mudahan bisa mendapat pemahaman tetang cara membuat laporan arus kas yang baik dan benar.

2.6 Jurnal Penutup
Akun pendapatan dan beban merupakan akun nominal atau akun sementara yang dibuka untuk
menghitung laba/rugi perusahaan selama satu periode. Akhirnya saldo laba/rugi dipindahkan
(ditutup) ke akun modal, sehingga akun sementara itu bersaldo nol.
Begitu juga dengan akun prive merupakan akun sementara yang digunakan untuk menampung
(mencatat) penarikan modal selama satu periode akuntansi. Saldo prive ini juga dipindahkan
(ditutup) ke akun modal.;
Proses pemindahan akun sementara ke akun modal dicatat dalam jurnal umum yang disebut
dengan jurnal penutup. Setelah selesai jurnal penutup kemudian diposting (dipindahbukukan) ke
dalam buku besar yang sesuai. Sehingga akun buku besar nominal akan benar-benar bersaldo
nol.
Dapatkah Anda mengambil kesimpulan dari uraian di atas?
Jadi jurnal penutup adalah pencatatan pemindahan saldo akun nominal (sementara) berupa
pendapatan dan beban ke akun modal melalui ikhtisar laba/rugi, serta pemindahan saldo akun
prive ke akun modal.
Dengan demikian fungsi jurnal penutup adalah:
a. Menghitung jumlah laba/rugi dari akun pendapatan dan beban.
b. Memindahkan (menolkan) saldo akun sementara ke akun modal untuk pencatatan periode
berikutnya.
c. Menghitung modal akhir periode.
Akun mana saja yang perlu ditutup?
Sebagaimana yang telah Anda ketahui sebelumnya bahwa ada beberapa akun yang biasanya
perlu ditutup pada akhir periode, yaitu:
a. Akun pendapatan.
b. Akun beban.
c. Akun ikhtisar laba/rugi atau saldo laba/saldo rugi.
d. Akun prive.





Contohnya:
a. Akun Pendapatan (bersaldo kredit)
Bila ditutup ke akun Ikhtisar Laba/Rugi, maka akun Pendapatan dicatat sebagai berikut:

Pendapatan xxxx

Ikhtisar
Laba/Rugi

xxxx

b. Akun Beban (bersaldo debet)
Bila ditutup ke akun Ikhtisar Laba/Rugi, maka dicatat sebagai berikut:

Ikhtisar Laba/Rugi xxxx

Beban

xxxx

c. Akun Ikhtisar Laba/Rugi atau Saldo Laba/Saldo Rugi
Bila diketahui ada saldo rugi, maka dicatat sebagai berikut:

Modal xxxx

Saldo Rugi

xxxx
Sebaliknya bila diketahui terdapat saldo laba, maka dicatat:

Saldo Laba xxxx

Modal

xxxx

d. Akun Prive (bersaldo debet)
Akun Prive ditutup ke akun Modal dan dicatat sebagai berikut:

Modal xxxx

Prive

Xxxx


2.7 Neraca Saldo Setelah Penutupan
A. Pengertian Neraca Saldo Setelah Penutupan
Neraca Saldo Setelah Penutupan adalah neraca saldo yang disusun dari akun buku besar
setelah ayat jurnal penutup dicatat.

B. Fungsi Neraca Saldo Setelah Penutupan
Untuk memastikan bahwa buku besar telah seimbang, sebelum melakukan pencatatan untuk
periode akuntansi selanjutnya. Tetapi harus diperhatikan bahwa neraca saldo setelah
penutupan hanya terdiri perkiraan neraca saja.

C. Cara Menyusun Neraca Saldo Setelah Penutupan
Bila digambarkan secara skematis terlihat sebagai berikut:





















BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Perusahaan jasa adalah suatu usaha atau lembaga yang kegiatannya dibidang jasa. Siklus
Akuntansi meliputi tahap pencatatan, pengikhtisaran dan pelaporan. Jurnal adalah alat untuk
mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urutan waktu)
dengan menunjukkan akun yang harus didebet dan dikredit beserta jumlahnya masing-masing.
Jurnal merupakan catatan pertama setelah adanya bukti transaksi sebelum dilakukan pencatatan
dalam buku besar, sehingga jurnal sering dikatakan sebagai the book of original entry. Buku
besar merupakan hasil dari analisis transaksi setelah jurnal. Buku besar adalah kumpulan dari
akunakun yang saling berhubungan dan merupakan suatu kesatuan, misalnya pada semua akun
yang digunakan dalam pembukuan sebuah perusahaan. Neraca Saldo adalah semua transaksi
yang terjadi selama periode berjalan diposting yang berguna untuk memverivikasikan bahwa
saldo debit dan saldo kredit jumlahnya sama dan saldo rekening yang ada diambil langsung dari
saldo rekening buku besar yang belum dilakukan penyesuaian.


3.2. Saran
Diakhir penulisan makalah ini diharapkan kepada pembaca agar lebih memahami dan
mengetahui mengenai akuntansi untuk perusahaan jasa, dimana didalamnya terdapat siklus
akuntansinya, jurnal umum beserta neraca saldonya.