Anda di halaman 1dari 5

ISTIANAH/112110202

LO LBM 2 BLOK 20 (BLEACHING)


INDIKASI BLEACHING
Indikasi perawatannya untuk penderita dengan perubahan warna yang disebabkan
proses penuaan, konsumsi makanan, minuman, obat antara lain tetrasiklin, serta fluorosis.

Meizarini, A., Rianti, D., 2005. Bahan Pemutih Gigi Dengan Sertifikat ADA/ISO. Maj. Ked
Gigi. 38(2) : 73-6.

Indikasi Non vital Bleaching
Beberapa kasus perubahan warna yang disebabkan oleh:
- Perdarahan karena trauma
- Preparasi kavitas ruang pulpa yang tidak baik
- Obat sterilisasi saluran akar
- Bahan pengisi saluran akar
- Bahan tumpatan amalgam
Tamara Yuanita, Bleaching

KONTRAINDIKASI BLEACHING
Kontra indikasi penggunaan bahan pemutih gigi, adalah penderita yang alergi
terhadap komponen bahan pemutih gigi atau bahan sendok cetak, penderita dengan gigi
sangat sensitif, penderita dengan gangguan temporomandibular joints (TMJ), penderita
hamil, penderita dengan restorasi geligi anterior yang berubah warna. Penderita yang terlalu
berharap akan hasil pemutihan gigi juga tidak dianjurkan melakukan hal ini, karena
kemungkinan hasilnya akan mengecewakan secara psikis.

Meizarini, A., Rianti, D., 2005. Bahan Pemutih Gigi Dengan Sertifikat ADA/ISO. Maj. Ked
Gigi. 38(2) : 73-6.

Kontra Indikasi Non Vital Bleaching
- Gigi dengan karies yang besar
- Gigi dengan pengisian saluran akar yang tidak baik
- Gigi dengan pengisian Ag Point
- Kekurangan non vital Bleaching kemungkinan terjadi eksternal cervical root
Resorbtion
- Rediscoloration
Tamara Yuanita, Bleaching

MACAM BLEACHING:
Teknik pemutihan gigi dapat diklasifikasikan menurut vitalitas gigi yaitu pemutihan
gigi vital dan nonvital. Intracoronal bleaching dilakukan pada gigi nonvital yang telah
dirawat endodontik dengan meletakkan bahan bleaching dalam kamar pulpa. Intracoronal
bleaching dapat dilakukan dengan walking bleach dan termokatalitik atau kombinasi kedua
teknik tersebut.
Pemutihan gigi vital dapat dilakukan di klinik dokter gigi (in-office) dan di luar klinik
(home bleaching). Home-bleaching dilakukan sendiri oleh pasien di rumah dibawah
pengawasan dokter gigi dengan menggunakan teknik nightguard vital bleaching. Teknik ini
digunakan pada kasus perubahan warna yang ringan dengan menggunakan alat bantu berupa
tray atau custom fitted tray yang fungsinya untuk menahan karbamid peroksida agar dapat
berkontak dengan gigi selama proses pemutihan.
Pada home-bleaching, tray digunakan pada malam hari saat tidur selama 6-8 jam
karena pada malam hari aktivitas mulut dan aliran saliva paling sedikit. Proses pemutihan
dapat berlangsung 7-14 hari tergantung warna yang dikehendaki. Apabila ada rasa sensitif
pada gigi dan gingiva maka pemutihan dapat dihentikan terlebih dahulu sampai sembuh dan
pemutihan dapat dilanjutkan.
Pada kasus pasien yang tidak` dapat menggunakan prosedur pemutihan di rumah
karena berbagai alasan, misalnya waktu perawatan lama, pemakaian sendok cetak yang tidak
nyaman dan mengiritasi atau rasa tidak enak, iritasi gingiva atau perut karena bahan pemutih.
Pasien disarankan untuk melakukan perawatan di klinik atau office bleaching untuk
mendapatkan hasil pemutihan yang lebih cepat tanpa pemakaian sendok cetak yang lama.
Bahan office bleaching diaplikasikan dengan ketebalan sekitar 1 mm pada permukaan gigi.
Pengaplikasian bahan bleaching karbamid peroksida membutuhkan penggunaan tray.
Pada tray dibuat reservoir pada bagian bukal sebagai tempat bahan bleaching diaplikasikan,
yaitu 1-1,5 mm dari servikal dan 1 mm dari insisal/oklusal. Sedangkan bahan bleaching
hidrogen peroksida diaplikasikan dengan ketebalan 0,5-1 mm pada permukaan gigi yang
diputihkan
Mahari Lestari, FKG USU 2012

PROSEDUR BLEACHING:
1. VITAL BLEACHING (EKSTRAKORONAL):
Teknik ini dilakukan dengan mengaplikasikan oksidator pada permukaan
email gigi yang masih vital. Hasilnya kurang meyakinkan jika dibandingkan dengan
teknik bleaching internal, karena permukaan email gigi kurang permeable dan sedikit
peluangnya bahan mencapai daerah yang berubah warna.

A. HOME BLEACHING
Pertama-tama pasien dicetak untuk mendapatkan tray yang sesuai dengan
rahanganya. Warna gigi pasien sebelum dilakukan perawatan dicatat, agar warna
sebelum dan sesudah aplikasi dapat dibandingkan. Tray ini berfungsi untuk menjaga
bahan bleaching hanya terfokus mengenai gigi saja, dan tidak mengenai jaringan
lunak (gusi dan sekitarnya). Aplikasi bahan at home bleaching ini bervariasi,
tergantung petunjuk pabrik pembuatnya. Biasanya aplikasinya membutuhkan waktu
yang cukup lama, yaitu 2-8 jam per hari selama 2 minggu.
Selain dengan menggunakan tray, at home bleaching juga dapat dilakukan
dengan menggunakan kuas dan biasa disebut paint-on bleaching. Namun biasanya
konsentrasi bahan yang digunakan lebih rendah, jadi hasilnya juga kurang
memuaskan.
Mouthguard Bleaching
Teknik ini biasanya digunakan untuk kasus perubahan warna gigi yang ringan.
Pada dasarnya merupakan Home Bleaching sebagai teknik pemutihan dirumah.
Variasi teknik ini bermacam-macam, baik dari jenis bahannya, frekuensi dan waktu
yang digunakan di rumah maupun di tempat praktik. Sebagian besar terdiri 1,5 10 %
Hidrogen Peroksida atau 10 15 % Karbamid Peroksida.





Teknik Abrasi Pumis Asam
Teknik ini dilakukan secara eksternal dengan menggunakan campuran asam
Hidroklorik 18 % dengan bubuk pumis membentuk pasta yang padat, dan diletakkan
pada permukaan email dan ditekankan dengan gerakan memutar menggunakan spatel
kayu selama 5 detik, kemudian dicuci dengan air dan untuk menetralisir asam
digunakan campuran Natrium Bikarbonat dan air. Isolasi pada gingiva dengan
menggunakan rubber dam.

B. IN-OFFICE BLEACHING
In-office bleaching biasanya menggunakan bahan hidrogen peroksida 35%,
dan dapat dilakukan dengan bantuan penyinaran atau dengan bantuan laser. Hidrogen
peroksida berkonsentrasi tinggi ini jauh lebih efektif daripada karbamid peroksida
yang digunakan di rumah (at-home bleaching) namun harus dilakukan oleh dokter
gigi, karena ia berpotensi untuk menimbulkan iritasi pada jaringan lunak di sekitar
gigi. Dengan adanya bantuan sinar atau panas, reaksi reduksi oksidasi dapat lebih
cepat terjadi. Prosedur perawatan menjadi relatif singkat, yaitu rata-rata 1-2 jam per
kunjungan. Sehingga hasilnya juga lebih memuaskan.

2. NON VITAL BLEACHING (INTRAKORONAL)
Pemutihan gigi intra korona pada gigi non vital dipakai teknik termokatalitik
atau walking bleach. Adanya oksigen yang bebas akan mendorong zat warna keluar
dari tubulus dentin.

Teknik Walking Bleach
Teknik ini dilakukan dengan cara menempatkan pasta campuran superoxol
dan sodium perborat dalam kamar pulpa. Prosedur meliputi pengontrolan warna gigi,
pemolesan permukaan email, aplikasi petroleum jeli pada gingiva dan pemasangan
rubberdam untuk isolasi dan untuk menghindari iritasi, preparasi akses kavitas,
perawatan saluran akar, keluarkan guttap point 2 mm dari orifice dan tanduk pulpa
dibersihkan, beri basis 2 mm diatas guttap, menghilangkan smear layer dengan
menggunakan EDTA, pembilasan dengan sodium hipoklorit & air, mengeringkan
kavitas, masukkan pasta dengan baik, letakkan butiran kapas yang mengandung
superoxol, tutup orifice dengan ZnOP cement/ IRM, pasien kembali 3 sampai 7 hari.

Teknik Termokatalitik
Teknik ini dilakukan dengan bantuan cahaya dan panas. Caranya dengan
meletakkan bahan oksidator Hidrogen Peroksida dalam kamar pulpa dan dipanaskan
dengan menggunakan lampu atau alat yang dipanaskan atau alat pemanas listrik
hingga menghasilkan oksigen bebas yang aktif.
Prosedur yang dilakukan meliputi, persiapan sama dengan teknik walking
bleach, sepotong kapas diletakkan pada labial dan lainnya pada kamar pulpa, kapas
dibasahi superoxol, diberi pencahayaan hingga 6,5 menit, larutan ditambahkan lagi
kapas dengan Superoxol / Sodium Perborat, ditumpat sampai kunjungan lagi

Teknik Pemutihan Intrakoronal dengan Karbamid Peroksida 10%
Cara pertama dengan menggunakan tray yang diisi karbamid peroksida 10%
tetapi akses orifice terbuka dan diisi karbamid peroksida. Pasien tidur dengan
menggunakan tray. Pada pagi hari gigi diirigasi dan ditutup cotton pellet. Proses ini
diulang sampai warna yang dikehendaki, tumpat sementara, penumpatan dengan
komposit setelah 2 minggu
Cara kedua dengan Karbamid Peroksida diinjeksikan setiap 2 jam
Tamara Yuanita, Bleaching