Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Logam adalah segolongan unsur unsur yang berasal dari galian tambang yang mempunyai
kemampuan sebagai penghantar panas dan listrik yang baik. Logam merupakan bahan dalam kedokteran
gigi yang memiliki jenis yang bermacam macam. Baik yang digunakan di laboratorium maupun di
klinik.
Namun beberapa logam ternyata tidak cukup kuat untuk digunakan dalam kedokteran gigi jika
digunakan dalam bentuk murninya, maka dilakukanlah pencampuran dua logam atau lebih membentuk
alloy. Karena merupakan pencampuran dari beberpa logam maka alloy cenderung memiliki kekuatan
yang lebih besar sehingga lebih baik untuk digunakan dala kedokteran gigi. namun karena bersumber
dari logam tentunya sebagian besar sifat alloy pun menyerupai logam pembentuknya.
Alloy sangat banyak digunakan dalam kedokteran gigi antara lain sebagai pengisi inlay, onlay,
mahkota, jembatan, dan lain sebagainya. Untuk dapat mendapatkan hasil yang diinginkan dengan alloy
maka perlu dilakukan percobaan untuk mengetahui sifatsifat alloy, syarat alloy, juga manipulasi alloy.
1.2 Rumusan Masalah
!. Apa saja tipetipe alloy"
#. Bagaimana sifat dan syarat alloy yang digunakan dalam kedokteran gigi"
$. Bagaimana pengaruh elemenelemen yang membangun alloy"
%. Bagaimana perbedaan alloy &o&r dengan alloy Ag&u"
'. Bagaimana penggunaan alloy dalam kedokteran gigi"
1.3 Tujuan
!. (emahami berbagai tipe alloy
#. (emahami sifat dan syarat alloy yang digunakan dalam kedokteran gigi
$. (emahami pengaruh elemenelemen yang membangun alloy
%. (emahami perbedaan alloy &o&r dengan alloy Ag&u
'. (emahami penggunaan alloy dalam kedokteran gigi
BAB II
TINAUAN PU!TA"A
2.1. Pengert#an All$%
Alloy atau aliase adalah campuran dua atau lebih elemen logam) kadangkadang konstitusi
terpantingnya berupa metalloid atau nonlogam, asal campuran elemen tersebut menunjukkan sifatsifat
logam.
*ifatsifat logam tergantung pada perlakuan termis dan mekanis yang dikenakan. *ifatsifat suatu
alloy tergantung tidak hanya kepada kedua factor ini, tetapi juga pada komposisinya. *ifatsifat mekanis
suatu alloy dapat sangat berbeda dengan komponen logam atau metalloid aslinya.
Alloy dapat diklasifikasikan atas binary +terdiri dari # konstitusi,, ternary +$ konstitusi,, -uaternary
+% konstitusi,, dan sebagainya. +&ombe, !..#/ 0'01,
2.2. !#&at's#&at Mekan#s
#.#.!. 2ork 3ardening4 penuaan
*ifatsifat suatu alloy dapat diubah dengan cold 5orking seperti halnya pada logam. Konsekuensi
dari 5ork hardening atau strain hardening adalah /
a, 6erjadi kenaikan kekerasan +hardness,
b, 7ield stress dan ultimate tensile strength lebih besar
c, 8uctility berkurang
#.#.#. *olution 3ardening
9ada suatu substitusi larutan padatan binary atomatom dari dua konstitusi logam mempunyai
ukuran yang berbeda, meskipun perbedaan ukuran ini biasanya kurang dari !':. *ebagai
konsekuensinya adalah kisi kristal dari alloy tersebut dirusak oleh adanya atomatom yang lebih kecil
ataupun yang lebih besar. Kerusakan seperti ini menghalangi gerakan dislokasi sehingga meningkatkan
yield stress.
#.#.$. ;rder 3ardening
9ada suatu kondisi suhu dan komposisi tertentu, dapat terjadi reaksi dalam keadaan padat sekiranya
alloy tersebut dipertahankan pada ele<asi suhu untuk 5aktu yang cukup lama sehingga memungkinkan
terjadinya difusi atomatom. =eaksi yang terjadi disebut ordering.
9embentukan kisi tetragonal dalam struktur kubik dalam jumlah tertentu mengakibatkan terjadinya
kontraksi salah satu dari sumbu kristal) ini menyebabkan timbulnya strainyang bercampur dengan
gerakan dislokasi. Karena itu, yield stress, ultimate tensile strength dan hardness lebih tingga, dan ini
disebut order hardening.
#.#.%. 9recipitation 3ardening
*e5aktu terjasi pengendapan, fase presipitasi ini mengurangi pergerakan dislokasi sehingga
meningkatkan kekuatan dan kekerasan, dan mengurangi kekenyalan.
#.#.'. Alloy >utetic
*ifatsifat umum alloy eutectic adalah /
a. Keras tetapi getas
b. (empunyai titik cair rendah dan dapat digunakan sebagai solder
c. 8aya tahan terhadap korosi mungkin sangat lemah
+&ombe, !..#/ ?%?1,
2.3. Pengaruh'(engaruh Elemen %ang Mem)angun All$%
!, &opper +kuprum,
8apat diamati halhak berikut ini /
>mas dan kuprum membentuk campuran padatan pada segala perbandingan.
Li-uidus dan solidus sangat berdekatan dan bertemu pada sutu titik) alloy seperti ini
menunjukkan tendensi kecil untuk membentuk struktur berinti.
Bila kumprum dialiase dengan emas maka titik cair alloy yang diperoleh lebih rendah dari
titik cair emas.
6erjadi pengerasan campuran dan dapat terjadi order hardening pada alloy yang mengandung
sekitar %@: ??: emas apabila berada pada suhu yang sesuai.
Kumprum juga berfungsi, sbb/
(emberikan 5arna yang kemerahmerahan bila terdapat dalam jumlah yang cukup.
Bersifat mengurangi kekerasan4 densitas alloy.
#, *il<er
8alam KA sil<er mempunyai pengaruh, sbb/
*edikit meningkatkan kekerasan dan kekuatan dengan adanya solution hardening.
8apat terjadi precipitasion hardening jika dalam alloy terdapat kuprum pada kondisi yang
sesuai.
(emungkinkan terjadinya tarnish.
*il<er +perak, cair dapat menyerap gas seperti oksigen sehingga cenderung sebagai penyebab
terjadinya porositas se5aktu penuangan.
&enderung memperputih 5arna alloy serta mengatasi pengaruh 5arna kemerhmerahan yang
ditimbulkan kuprum.
$, 9latinum
(embentuk campuran padatan dengan emas tetapi menigkatkan kecenderungan terjadinya
pembentukan inti.
8apat terjadi presipitasion hardening oleh karena reaksi dengan kuprum.
(eningkatkan titik cair alloy.
(emperbaiki daya tahan alloy terhadap korosi.
%, 9alladium
9engaruhnya terhadap alloy emas untuk KA sama dengan platinum tetapi harganya lebih murah.
', Binc
Binc sebagai sca<enger
1, Nickel dan iridium
Logam iridium bersifat membantu memperhalus struktur serbuk alloy.
+&ombe, !..#/ ?0??,
2.*. en#s All$% %ang +#(ergunakan +alam ",
a, 8ental amalgam dipergunakan untuk bahan tambal gigi, merupakan alloy sil<er dan tin, kadang
kadang diberi sedikit kuprum dan Cinc.
b, Alloy emas dipergunakan untuk inlay, mahkota, dan jembatan. *ebagai pengganti emas dapat
dipergunakan sil<erpalladium, nickelchromium.
c, Alloy yang dipergunakan sebagai landasan gigi tiruan sebagian tuangan, yaitu /
Alloy emas
Alloy cobaltchromium
Alloy sil<erpalladium
Aluminium bronCe
d, *tainless steel dapat dipergunakan sebagai landasan gigi tiruan.
e, Alloy yang dipergunakan dalam bentuk ka5at, adalah /
*tainless steel
Alloy emas
Alloy cobaltchromium
Alloy nickelchromium
Nickeltitanium
Beta titanium
f, Beberapa bahan die yang mengandung polimer dengan bahan pengisi logam. Duga alloy bismuthtin
dapat disemprotkan pada suatu cetakan.
g, *older untuk KA.
+&ombe, !..#/ .!.#,
BAB III
PEMBAHA!AN
Alloy merupakan campuran dua atau lebih logam, atau satu atau lebih logam dengan metaloid
tertentu yang paling larut dalam keadaan meleleh) dibedakan dalam binari +# konstitusi,, ternari +$
konstitusi,, kuaternari +% konstitusi,, dan lainlain tergantung jumlah logam dalam campuran itu. *uatu
alloy dapat pula digolongkan berdasarkan sifatnya bila dipadatkan. +&ombe/!..#,
Alloy dapat diklasifikasikan atas /
binary / terdiri dari dua konstitusi dasar
ternary / terdiri dari tigakonstitusi dasar
-uaternary / terdiri dari empat konstitusi dasar
*uatu system alloy selalu berkaitan dengan semua kemungkinan persentase komposisi logam
dasarnya. *ebagai contoh system gold sil<er dapat terdiri dari !@@: gold sampai !@@: sil<er.
!. Alloy Binary
Bila dua logam yang sedang cair dicampur biasanya diperoleh suatu solusi, yaitu campuran yang benar
benar homogeny.
9ada pendinginan campuran dapat terjadi salah satu dari $ kemungkinan /
6erbentuk sebuah campuran padatan
9ada suatu pencampuran padatannya hanya satu fase. 7ang dimaksud dengan fase adalah perbedaan fisis
yang bersifat hpmpgen yang secara mekanis merupakan system yang terpisah. &ampuran padatan terdiri
dari # tipe yaitu/
*ubstitutional *olid *olution
6erbentuk bila dua tipe atom yang tidak serupa berada dalam posisi yang berbeda pada kisi Kristal yang
serupa
Entertitional *olid *olution
Atom atom yang sangat kecil dapat masuk di sela sela antara atom yang lebih besar
Kedua logam tidak bercampur secara sempurna dalam keadaan padat meskipun kedua hal ini jarang
terjadi
6erjadi pada system bismuth tin, alloy padatnya bersifat heterogen dan mengandung dua fase. (eskipun
pada contohnya yang dikemukakan ini suatu ketidaklarutan yang sempurna tidak pernah dicapai.
Berdasarkan komposisinya, alloy dapat diklasifikasikan menjadi beberapa tipe yaitu/
a. Alloy &o&r +stellite,
*ifatnya/ sangat keras, kaku, tahan korosi
Komposisi/ &obalt +$'1':,, Nikel +@$@:,, (olid 8enum +@0:,, Karbon +@,%:,) dalam jumlah kecil
terdapat bisa terdapat 6ungsen, (anganese, *ilika, dan Besi.
9engaruh/ &o F keras, kaku, kuat
&r G &o F alloy tahan korosi
Ni F &o
(olibdenum, silika F menguatkan dan mengeraskan
b. Alloy emas, terbagi dalam beberapa tipe/
- 6ipe E / pada kasus besar +beban berat,
Au / ?@.@:) terkadang digabungkan dengan Ag +$!#:,
- 6ipe EE / untuk segala tipe inlay
- 6ipe EEE / untuk segala tumpatan dan jembatan
- 6ipe EH / untuk gigi tiruan sebagian
6ipe Ket. Au +:, Ag+:, &u+:, 9t+:, 9d+:, Bn+:,
E Lunak ?@.@ $!# #' sedkit atau 6dk ada
EE *edang 0'0? !#!' 0!' @! !% @!
EEE Keras 1#0? ?#1 ?!! @$ #% !
EH *angat
keras
1@0@ %#@ !!!1 @% @' !#
c. Allloy Ag&u
- &u / 5arna kemerahmerahan, mengurangi kekerasan alloy +dentisitas,, mencegah korosi.
- Ag / meningkatkan kekerasan, presipitation hardening pada suhu yang sesuai, mengurangi 5arna
kemerahmerahan yang ditimbulkan &u.
Alloy merupakan campuran dari beberapa logam, karena itu kebanyakan sifatnya menyerupai logam. *ifat
dan syarat alloy yaitu/
*yarat/
a. *ifat Kimia /
- 6ahan korosi
- 6idak larut dalam cairan =( atau segala cairan yang dikonsumsi
- 6idak luntur
b. *ifat biologi /
- 6idak beracun
- 6idak mengiritasi =( dan jaringan pendukungnya
- 6idak menghasilkan reaksi alergi
- 6idak mutagen dan karsinogen
c. Biokompatibel /
- 6idak mengandung substansi toksik yang larut dalam sali<a
- 6idak membahayakan pulpa dan jaringan lunak
d. (ekanis/
- *esuai dengan tempatnya
- (emiliki yield stress + kemampuan menerima beban, yang tinggi
e. >stetik /
- *esuai dengan perkembangan Caman
f. *yarat lainnya/
- (udah dituang
- Biaya ekonomis
Pengaruh elemen'elemen (em)angun all$%
*ebagai hasil pencampuran dua jenis logam atau lebih tentunya alloy mendapatkan pengaruh dari elemen
eemen yang membangunnya antara lain/
a. Kuprum +&u,
>mas dan kuprum dapat membentuk campuran padatan pada segala perbandingan
Bila kuprum dialiase dengan emas maka titik cair aloy yang diperoleh lebih rendah dari titik cair
emas
6erjadi pengerasan campuran dan dapat terjadi order hardening pada alloy yang mengandung sekitar
%@:??: emas jika berada pada suhu yang sesuai
(emberikan 5arna kemerahan bila terdapat dalam jumlah yang cukup
(engurangi kekerasan atau densitas alloy
b. *il<er +Ag,
*edikit meningkatkan kekuatan dan kekerasan dengan adanya solution hardening
8apat terjadi presipition hardening bila dalam alloy terdapat kuprum serta pada kondisi suhu yang
sesuai
(emungkinkan terjadi tarnis
*il<er dapat menyerap oksigen sehingga cenderung sebagai penyebab terjadinya prositas pada 5aktu
penuangan
&enderung memperputih 5arna alloy serta mengatasi pengaruh 5arna kemerahan yang ditimbulkan
oleh kuprum
c. 9latinum +9t,
(embentuk campuran padatan dengan emas tetapi meningkatkan kecenderungan terjadinya
pembentukan inti
8apat terjadi precipitation hardening oleh karena reaksi dengan kuprum
(eningkatkan titik cair alloy
(emperbaiki daya tahan alloy terhadap korosi
d. 9alladium +9d,
9engaruhnya sama dengan platinum namun harganya lebih murah
e. Besi +Bn,
8isertakan sebagai scavenger
Per)e+aan all$% -$-r. all$% Ag-u
- Batas keseimbangan alloy cobaltchromium lebih kecil dari alloy emas yang telah dikeraskan
- Alloy cobaltchromium mempunyai modulus elastisitas kirakira #I lebih besar dari alloy emas
- Alloy cobaltchromium lebih getas +mempunyai presentase elongasi yang lebih rendah,
- 6itik cair yang lebih tinggi dan kekerasan yang lebih besar
- 9engerutan alloy cobaltchromium adalah sekitar setengah dari densitas alloy emas
A(l#kas# all$% +alam ke+$kteran g#g#/
a. 8ental amalgam / bahan tambal gigi , alloy yang dipergunakan adalah alloy sil<er
b. Alloy emas dipergunakan untuk inlay, onlay, mahkota, dan A6D
c. Alloy Ag 9d, dan alloy Ni &u dipergunakan dalam inlay, onlay, mahkota, jembatan
d. Alloy emas, alloy &o &r, alloy Ag 9d, aluminium bronCe dipergunakan dalam gigi tiruan
sebagian tuangan
e. Alloy emas, alloy &o &r, Alloy Ni &r, beta titanium, dipergunakan untuk bentuk ka5at
f. Alloy &o &r dipergunakan untuk gigi tiruan sebagian tuangan, bedah implant, pisau turbin, dan
busi mobil, yang berkomposisi /
g. Alloy Ag 9d dipergunakan untuk klammer
!IMPULAN
1. Alloy merupakan campuran dua atau lebih logam, atau satu atau lebih logam dengan metaloid tertentu
yang paling larut dalam keadaan meleleh) dibedakan dalam binari +# konstitusi,, ternari +$ konstitusi,,
kuaternari +% konstitusi,, dan lainlain tergantung jumlah logam dalam campuran itu.
#. Alloy memiliki sifatsifat yang mirip dengan logam dan harus memiliki bikompatibilitas yang baik untuk
digunakan dalam kedokteran gigi
$. Berbagai elemen yang membangun alloy memberikan pengaruh tertentu pada alloy seperti &u yang
mengurangi densitas alloy dan *il<er yang memberi 5arna putih pada alloy.
%. Aplikasi alloy dalam kedokteran gigi yaitu untuk inlay, onlay, mahkota, jembatan, dasar gigi tiruan
sebagian tuangan, klamer, sekrup.
DA0TAR PU!TA"A
&ombe, >&. !..#. Sari Dental Material. 9enerjemah / *lamat 6arigan. Dakarta / Balai 9ustaka.