Anda di halaman 1dari 22

Resusitasi Bayi Baru Lahir

Dr. Elizeus Hanindito SpAn KIC KAP


Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga RSU dr.
Soetoo
TATALAKSANA RESUSITASI BAYI BARU LAHIR.
1. Pendahuluan.
Mengapa ketrampilan resusitasi penting dikuasai ole tenaga medis!paramedis terutama
"ang tugasn"a #erkaitan dengan persalinan dan kelairan #a"i $
%ata& dari 'H( )*++,- menun.ukkan *+/ dari , .uta kematian #a"i #aru lair!taun
diseluru dunia dise#a#kan ole as0iksia.
Kematian aki#at as0iksia ini se#enarn"a dapat di1ega dengan tindakan& resusitasi "ang
#akan searusn"a suda dimulai se.ak #a"i masi didalam kandungan misaln"a
penanggulangan s"ok ipo2olemik i#u amil "ang mengalami perdaraan antepartum.
Se#agian #a"i as0iksia #erat "ang tidak dilakukan tindakan resusitasi se1ara #enar akan
meninggal atau mengalami gangguan sistim s"ara0 pusat misaln"a 31ere#ral pals"4
5kelainan .antung misaln"a tidak menutupn"a 3du1tus arteriosus4 )6%A-.
Apaka #a"i #aru lair selalu memerlukan resusitasi $
Kira& *7/ #a"i #aru lair memerlukan #antuan untuk memulai perna0asan saat lair5dan
sekitar */ sa.a "ang memerlukan resusitasi lengkap mulai dari pem#ersian .alan na0as
ingga pem#erian o#at& darurat ) A8B898%-. Se#agian #esar #a"i an"a memerlukan
sedikit atau #akan tidak memerlukan #antuan untuk memulai perna0asan "ang
e0ekti0!normal. Meski persentase #a"i "ang perlu resusitasi sedikit5 .ika tidak dilakukan
sesuai pedoman akan #eraki#at #erat pada #a"i misaln"a retardasi mental dan kelainan
.antung aki#at as0iksia.
Untuk praktisn"a5setiap menolong #a"i "ang #aru lair ada : pertan"aan "ang
menentukan apaka resusitasi di#utukan ;
*. Apaka 1ukup #ulan $
&. Apaka ketu#an .erni $
<. Apaka #erna0as atau menangis $
:. Apaka tonus otot #aik $
=ika semua pertan"aan .a>a#ann"a "a5maka #a"i tidak memerlukan resusitasi.Namun
.ika satu sa.a dari lima pertan"aan terse#ut .a>a#ann"a tidak5#a"i memerlukan resusitasi?
Urutan langka& resusitasi #a"i #aru lair sama dengan langka& resusitasi pada
umumn"a "aitu ;
A @ Air>a" artin"a mem#e#askan5mem#ersikan .alan na0as.
Ba"i #aru lair muda ipotermi5ole karena itu arus di1ega dengan mem#erikan
keangatan serta men1ega keilangan panas tu#un"a.
B @ Breating support artin"a .ika perna0asan tidak adek>at atau tidak ada )apnea-5 kita
arus mem#erikan perna0asan #uatan dengan oksigen *77/.
9 @ 9ir1ulation support artin"a .ika den"ut .antung #a"i tidak men1ukupi untuk mem#a
>a oksigen ke .aringan!organ 2ital8otak5.antung8kita arus menekan dada untuk
memompa .antung seingga sirkulasi dara ke organ tu#u men1ukupi ke#utuan.
% @ %rugs "aitu mem#erikan o#at& darurat.6ada #a"i5o#at darurat di#erikan melalui 2ena
um#ili1us atau instilasi melalui pipa endotrakeal ke paru&.
2. Fisiologi.
Se#elum lair5 seluru ke#utuan oksigen #a"i di1ukupi i#u melalui plasenta82ena
um#ilikus8#a"i. 6aru #elum mengem#ang5al2eoli #erisi 1airan paru .anin5dan kapiler
disekitar al2eoli masi konstriksi. Hampir seluru dara dari .antung kanan tidak keparu&
tapi ke du1tus arteriosus masuk ke aorta mem#a>a dara #ersi dari plasenta untuk
disalurkan keorgan& tu#u "ang sedang tum#u.
Setela lair5 paru mengem#ang dan 1airan paru .anin terdorong keluar selan.utn"a
kapiler disekitar al2eoli "ang tela terisi udara!oksigen mengalami 2asodelatasi.Seingga
dara "ang tadin"a ke du1tus arteriosus akan mengara ke paru& karena taanan sirkulasi
paru& menurun aki#at 2asodelatasi kapiler al2eoli terse#ut. %u1tus arteriosus akan
o#literasi!menutup.(ksigenasi dara #a"i di1ukupi sendiri ole paru #a"i.
Bila #a"i mengalami as0iksia maka #a"i akan terangsang untuk memulai perna0asan
)meskipun masi didalam uterus-5#e#erapa saat kemudian perna0asan terse#ut akan
#erenti )apneu primer-.
=ika #a"i lair saat mengalami apneu primer5rangsangan taktil akan mem#uat #a"i
#erna0as. =ika apneu primer #erlan.ut didalam uterus5 apneu primer diikuti dengan
perna0asan "ang tidak teratur makin lama makin lema akirn"a #erenti lagi )apneu
sekunder-.
=ika #a"i lair saat apneu sekunder5rangsangan tidak akan mem#uat #a"i #erna0as. Han"a
na0as #uatan se1ara akti0 "ang dapat mengilangkan as0iksian"a. (le se#a# itu5setiap
#a"i "ang lair dengan apneu5le#i #aik kita anggap se#agai apneu sekunder seingga
kita tidak keilangan #an"ak >aktu dan kesempatan untuk segera melakukan resusitasi.
%alam per.alanan as0iksia terse#ut5tekanan dara dan 0rek>ensi .antung akan menurun
)ipotensi A #radikardi-.
Mengapa nilai Apgar tidak digunakan sebagai pedoman memulai resusitasi ?
Nilai Apgar merupakan metode o#"ekti0 untuk menilai kondisi #a"i #aru lair "ang
menggam#arkan kondisi #a"i se1ara keseluruan dan dinilai setela * menit #a"i
lair.Sedangkan resusitasi arus segera dilakukan #egitu : pertan"aan menun.ukkan
indikasi #a"i perlu tindakan pen"elamatan.
3. Persiapan menghadapi persalinan.
Kita arus melakukan antisipasi teradap keadaan& "ang meningkatkan kemungkinan
depresi #a"i5dan agar resusitasi tidak terlam#at5tenaga )S%M- "ang trampil resusitasi
arus disiapkan 5 peralatan arus lengkap dan siap digunakan
3.1. Faktor Antepartum & Intrapartum.

Ri>a"at antepartum dan intrapartum di#a>a ini meningkatkan kemungkinan ter.adin"a
depresi!as0iksia #a"i #aru lair.
Baktor Antepartum Baktor Intrapartum
Usia i#u C*D atau E<, taun
%ia#etes maternal
Hipertensi
Anemia!isoimunisasi
Ri>a"at kematian .anin
6erdaraan trimester kedua!ketiga
In0eksi maternal
I#u 8 pen"..antung5gin.al5paru5tiroid
6oliidramnion!oligoidramnion
Ketu#an pe1a dini
Keamilan le>at >aktu!ganda
Berat .anin tdk sesuai usia gestasi
I#u pengguna o#at #ius!narkotik
Mal0ormasi .anin
Tanpa pemeriksaan antenatal
Berkurangn"a gerak .anin
Terapi o#at&;#8#loker5Mg5Li8kar#onat
Beda kaesar darurat
Ekstraksi 2akum
Letak sungsang!presentasi a#normal
Kelairan prematur
6ersalinan presipitatus
Ketu#an pe1a lama)E*F .am-
6artus lama )E&: .am-
Kala& lama )E& .am-
Bradikardi .anin
6enggunaan anestesi umum
Narkotika dalam : .am se#elum lair
Air ketu#an i.au kental G mekonium
6rolaps tali pusat
Solusio plasenta
6lasenta pre2ia
Tetani uterus
Brek>ensi .antung .anin tidak teratur
Mengapa #a"i kurang #ulan merupakan kelompok resiko tinggi $
Se1ara antomis dan 0isiologis5#a"i prematur #er#eda dengan #a"i aterm.
Karakteristik #a"i prematur ;
6aru& #a"i prematur kekurangan sur0aktan5seingga le#i sukar dikem#angkan
dan sering mengalami kesulitan 2entilasi.
6erkem#angan otak #a"i imatur seingga kurang kemampuan memi1u perna0asan
seingga sering mengalami apneu.
Kulit #a"i prematur le#i tipis dan permia#le.Lemak su#kutis sedikit dan luas
permukaan tu#u relati0 #esar. Semua itu mem#uat #a"i prematur le#i muda
keilangan panas tu#u seingga muda ipotermi.
Le#i rentan teradap in0eksi.
6em#ulu dara kapiler otak rapu dan muda pe1a .ika #a"i mengalami
as0iksia atau peru#aan tekanan dara "ang mendadak. Ini akan #eraki#at pada
perdaraan otak.
Semua kondisi terse#ut arus men.adi peratian "ang kusus pada >aktu menolong #a"i
prematur.
DIAGAM A!" #$"$I%A$I &#'&A%"$
LAHIR
Ya
Tidak
Berna0as
B= E *77
Kemeraan
Sianosis
Apneu Kemeraan
B= C *77!menit
Sianosis menetap
Hentilasi e0ekti0
B= E *77
Kemeraan
B=CD7!menit B=ED7!menit

B= C D7!menit
B=CD7!menit
I Intu#asi endotrakeal #isa dipertim#angkan pada #e#erapa taap
resusitasi5tergantung
tu.uan melakukan intu#asi )untuk mengisap mekonium5untuk HT65atau untuk mema
sukkan o#at& darurat tertentu-.
: 6ertan"aan
Beri keangatan.
6osisikan8HisapI
Keringkan8Rangsang8Reposisi
Beri oksigen
E2akuasi na0as
0rek>ensi .antung
>arna kulit.
Lakukan HT6I
Lakukan HT6 A
Kompresi dada
Berikan Epine0rinI
<
7

d
e
t
i
k
<
7

d
e
t
i
k
<
7

d
e
t
i
k
6era>atan Rutin;
Hangatkan.
Bersikan .alan na0as
Keringkan
6era>atan o#ser2asi
6era>atan 6as1a
Resusitasi
Beri oksigen
3.2. %indakan (ang harus dilakukan setelah resusitasi.
Ba"i "ang memerlukan resusitasi mempun"ai resiko mengalami gangguan atau masala
setela dinilai tanda8tanda 2italn"a normal. (le se#a# itu5 diperlukan tindakan8tindakan
paska resusitasi.
Perawatan Rutin :
Hampir +7/ #a"i lair #ugar tanpa 0aktor resiko5 mereka tidak perlu dipisakan dari
i#un"a. 6engangatan tu#u dilakukan dengan kontak kulit #a"i dengan i#un"a.
Mem#ersikan .alan na0as dilakukan .ika memang diperlukan. Kemudian dilakukan
pengamatan teradap usaa na0as 5 >arna kulit dan akti2itas.
Perawatan Observasi :
Ba"i "ang memiliki resiko prenatal dan intrapartum5 terdapat mekonium pada air
ketu#an5 ada gangguan perna0asan 5 sianosis 5 memerlukan penga>asan "ang le#i ketat
setela di#ersikan .alan na0asn"a 8 diangatkan 8 dirangsang taktil 8 di#eri oksigen dan
tern"ata mem#aik. Ba"i8#a"i ini tetap mempun"ai resiko mem#uruk5 seingga arus
dio#ser2asi le#i sering dan 1ermat. 'alaupun demikian orangtua dii.inkan untuk
meliat 5 men"entu dan memegang #a"in"a tergantung dera.at sta#ilitas #a"i.
Perawatan Pasca Resusitasi :
Ba"i "ang memerlukan 2entilasi tekanan positi0 )na0as #uatan- atau tindakan "ang le#i
lan.ut 5 memiliki resiko gangguan "ang #erulang dan #eresiko tinggi untuk mendapatkan
pen"ulit pada masa transisi. Ba"i ini arus ditangani diruang "ang kusus dimana #isa
dilakukan pemantauan "ang terus menerus se1ara intesi0. (rangtua diperkenankan untuk
meliat.
3.3. $umber da(a manusia.
Setiap persalinan arus didampingi * tenaga keseatan "ang mampu segera
memulai resusitasi #a"i "ang akan lair.
Harus ada tenaga kedua "ang arus #isa segera adir dan mampu melakukan
resusitasi secara lengkap termasuk dapat melakukan intu#asi endotrakeal dan
pem#erian o#at& darurat.
=ika kemungkinan #esar #a"i mengalami depresi!as0iksia )misaln"a ada 0aktor
ante!intrapartum-5arus disiapkan & orang "ang akan #eker.a se#agai tim untuk
segera melakukan resusitasi #a"i.
6ada persalinan multipel disiapkan * tim untuk masing& #a"i )#a"i kem#ar perlu
: orang tenaga untuk resusitasi #a"i-. Bakan < sampai : orang dengan #er#agai
tingkat kemampuan diperlukan untuk meresusitasi #a"i "ang mengalami as0iksia
#erat.
Tidak #ole ada keterlam#atan dalam memulai resusitasi5seingga tenaga "ang
#ertanggung.a>a# teradap #a"i arus selalu #erada dikamar #ersalin!kamar
#eda dan #ukan tenaga "ang menolong!mera>at i#u.
3.). Peralatan.
6eralatan dan o#at& darurat arus selalu diperiksa kelengkapan dan 0ungsin"a
setiap mengadapi persalinan atau pem#edaan.
Kamar #ersalin arus di.aga suun"a relati0 angat.
6emanas #a"i arus suda diangatkan se#elumn"a.
Handuk!selimut angat mem#antu men1ega keilangan panas tu#u #a"i.
Peralatan (ang dibutuhkan pada resusitasi ba(i baru lahir *
Perlengkapan penghisap*
Bul# s"ringe.
6engisap mekanik dan pipa!salurann"a.
Kateter pengisap ,B 5 DB 5 FB 5 *7B atau *&B.
6ipa lam#ung FB dan semprit &7 ml.
6engisap mekonium.
Peralatan balon dan sungkup*
Balon resusitasi neonatus dengan katup pelepas tekanan atau manometer
)#alon arus dapat mem#erikan oksigen +7/ 8 *77/-.
Sungkup ukuran #a"i aterm dan #a"i prematur )dian.urkan "ang memiliki
#antalan pada pinggirn"a-.
Sum#er oksigen dengan pengatur aliran!0lo>meter )ukuran ingga *7
L!menit-.
Peralatan intubasi*
Laringoskop dengan daun lurus no 7 )#a"i prematur- dan no * )#a"i aterm-.
Lampu dan #aterei 1adangan laringoskop.
6ipa endotrakeal no &., 8 <.7 8 <., 8 :.7 mm diameter internal.
Stilet.
Junting.
6lester.
Kapas alkool.
Alat pendeteksi 9(& dan sungkup larings )#ila tersedia-.
Sungkup larings )#ila tersedia-.
'bat+obatan*
Adrenalin!Epine0rin *;*7.777 )7.* mg!ml- @ dalam semprit < ml.
Kristaloid isotonik @ Na9l 7.+/ atau Ringer laktat *77 atau &,7 ml.
Natrium#ikar#onat :.&/ ), mEK!*7 ml- @ dalam semprit *7 ml.
Nalokson idroklorida 7.: mg!ml @ dalam spuit * ml atau * mg!ml @dalam
semprit & ml.
%eLtrose *7/ &,7 ml.
Larutan Na9l 7.+/ untuk #ilas.
6ipa orogastrik ,B )#ila tersedia-.
Kateterisasi 2ena um#ilikalis @ sarung tangan steril5s1alpel5gunting5larutan
.odium5plester um#ilikal5kateter um#ilikal <.,B 5 ,B 5 tree8>a" stop1o1k.
Semprit * 5 < 5 , 5 *7 5 &7 5 ,7 ml.
=arum &,J 5 &*J 5 *FJ atau alat penusuk lain .
!ain+lain*
Sarung tangan dan pelindung lain.
Alat peman1ar panas atau sum#er panas!pengangat lainn"a.
=am.
Kain angat.
Stetoskop.
6lester M atau N in1i.
Monitor .antung dan pulse oLimeter.
=alan na0as oro0arings ) 7 5 77 5 777 atau pan.ang <7 5 :7 5 ,7 mm-.
). !angkah+langkah resusitasi ba(i baru lahir,neonatus.
*. Langka a>al resusitasi @ pengelolaan .alan na0as A pen1egaan ipotermi.
&. 6enggunaan #alon dan sungkup resusitasi @ pem#erian na0as #uatan.
<. Kompresi dada @ pem#erian na0as #uatan dan kompresi dada )pi.at .antung luar-.
:. Intu#asi endotrakeal @ untuk pem#ersian .alan na0as5na0as #uatan le#i e0ekti0 dan
pem#erian o#at darurat .ika .alur intra2ena tidak!#elum ada.
,. 6em#erian o#at8o#atan @ epine0rin 5 1airan penam#a 2olume dara 5 nalokson H9l 5
natrium #ikar#onas.
).1. !angkah A-al esusitasi .
6ela.aran Langka a>al meliputi;
6enentuan apaka neonatus memerlukan resusitasi.
Mem#uka .alan na0as dan men1ega ipotermi
Bagaimana .ika ketu#an mengandung mekonium
Mem#erikan oksigen aliran #e#as.
%alam #e#erapa detik setela #a"i lair : pertan"aan arus segera di.a>a#!ditentukan.
Apaka #a"i 1ukup #ulan $
Apaka ketu#an .erni5tidak ada mekonium atau tanda& in0eksi $
Apaka #a"i #erna0as #aik atau menangis $
Apaka tonus ototn"a #aik $
Bila semua .a>a#an YA5#a"i tidak perlu resusitasi.Mungkin an"a pengangatan dan
pem#ersian .alan na0as )mulut dan idung- dari sisa& sekret!air ketu#an.
Bila sala satu sa.a dari pertan"aan diatas ada "ang di.a>a# TI%AK5#a"i memerlukan
resusitasi ? %imulai dengan Langka A>al Resusitasi "aitu;
*. Berikan keangatan.
&. 6osisikan #a"i sedikit ekstensi!tengada.
<. Bersikan .alan na0as.
:. Mengeringkan tu#u dari air ketu#an.
,. Reposisi sedikit ekstensi!tengada.
D. Rangsang taktil.
O. 6em#erian oksigen aliran #e#as.
Memberikan kehangatan:
Ba"i diletakkan di#a>a alat peman1ar panas diatas me.a resusitasi "ang datar. Biarkan
#a"i telan.ang agar panas dari alat peman1ar panas dapat men1apai #a"i dan untuk
mendapat pandangan penu pada #a"i.
Meletakkan bayi dengan sedikit menengadahkan kepalanya:
Ba"i diletakkan terlentang atau miring dengan kepala sedikit tengada )eLtensi-. %engan
demikian posisi 0arings5larings dan trakea dalam satu garis lurus. 6ada posisi ini .alan
na0as ter#uka dan muda dilakukan 2entilasi dengan #alon8sungkup.
Intu#asi endotrakeal .uga dilakukan pada posisi telentang dan sedikit tengada.
Untuk mempertaankan posisi sedikit tengada ini5letakkan gulungan kain!anduk
di#a>a #au.
Bersihkan jalan nafas:
Untuk persalinan dimana ketuban mengandung mekonium:
Bila terdapat mekonium dalam ketu#an5 #a"i dilairkan dan arus segera dinilai bugar
atau tidak bugar )tidak #ugar ; apneu!gasping5tonus otot .elek50rek>ensi .antung C
*77 !menit-.
=ika #a"i tidak #ugar arus dilakukan pengisapan mekonium dari trakea )dengan 1ara
laringoskopi dan intu#asi trakea5kemudian 1a#ut pipa endotrakeal sam#il melakukan
pengisapan-. 6rinsipn"a kita arus mem#ersikan .alan na0as dulu se#elum mem#erikan
na0as #uatan.
Untuk persalinan dimana ketuban tidak mengandung mekonium:
Bila tidak ada mekonium5lairkan #a"i kemudian isap lendir dari mulut #a"i terle#i
daulu 5selan.utn"a pengisapan dilakukan melalui idung kiri8kanan. =angan mengisap
terlalu dalam 5terlalu lama atau terlalu kuat )gunakan kekuatan pengisapan @ *77
mmHg-. 6engisapan terlalu dalam!lama mengaki#atkan #radikardi.
Mulut diisap terle#i daulu se#elum idung5karena pengisapan idung merangsang
#a"i #erna0as dan akan ter.adi aspirasi .ika 0arings #elum #ersi.
Mengeringkan :
6engeringan mem#antu mengurangi keilangan suu tu#u dan .uga merupakan
rangsangan agar #a"i #erna0as!menangis. =ika ada & penolong #isa dilakukan #ersama
tindakan pem#ersian!pem#e#asan .alan na0as )posisi sedikit tengada5pengisapan
sekret-. Handuk "ang digunakan untuk mengeringkan arus diganti dengan "ang
#aru!masi kering dan angat se#agai selimut.
Rangsang taktil :
Setela #a"i di#e#askan!di#ersikan .alan na0asn"a dan dikeringkan tetap apnea!tidak
menangis 5#erikan rangsang taktil agar #erna0as!menangis.
9ara rangsang "ang aman ;
Menepuk atau men"entil telapak kaki.
Menggosok punggung5perut5atau ekstremitas #a"i.
Rangsangan #er#aa"a Aki#at "ang #isa ter.adi
Menepuk punggung
Menekan rongga dada
Menekankan dada ke perut
Mendilatasi s0ingter ani
Kompres dingin5panas
Menggun1ang& tu#u
6erlukaan
6ata tulang5pneumotoraL5distres na0as
6e1an"a ati5limpa
S0ingter ani ro#ek
Hipo!ipertermi
Kerusakan otak
Pemberian oksigen aliran bebas :
6em#erian oksigen tidak dilakukan se1ara rutin pada a>al resusitasi.
=ika #a"i #erna0as tapi penilaian >arna kulit menun.ukkan adan"a sianosis sentral
)mukosa #i#ir5lida ke#iruan- 5#erikanla oksigen aliran #e#as *77/ sampai sianosis
sentral ilang.
Setela mengangatkan5memposisikan5mem#ersikan .alan na0as5mengeringkan5mem#e
rikan oksigen #ila perlu5kita melakukan penilaian untuk menentukan tindakan le#i lan.ut
6enilaian #a"i #aru lair ini meliputi ;
6erna0asan ;
Liat gerakan dada naik turun50rek>ensi dan dalamn"a perna0asan.
Na0as tersengal& #erarti na0as tidak e0ekti0 dan perlu tindakan seperti apneu.
=ika perna0asan tela e0ekti0!menangis 5kita melangka ke penilaian selan.utn"a.
Brek>ensi .antung ;
Brek>ensi den"ut .antung arus E *77!menit. 9ara "ang termuda dan 1epat ada
la mera#a pulsasi pada pangkal tali pusat. 9ara lain dengan stetoskop mende
ngarkan den"ut .antung.Kerugian 1ara ini 5kita arus mengentikan 2entilasi.
Kita mengitung selama D detik )asiln"a dikalikan *7 P 0rek>ensi den"ut .an8
tung selama * menit-. 9ara ini tu.uann"a untuk tidak mem#uang >aktu.
=ika B= )0rek>ensi .antung- C *77!menit5lakukan HT6 )2entilasi tekanan positi0-
meskipun na0as suda spontan. =ika B= E *77!menit kita melangka ke penilaian
selan.utn"a.
'arna kulit ;
Setela perna0asan dan 0rek>ensi .antung #aik 5searusn"a kulit men.adi keme
8raan.
=ika masi ada sianosis sentral5#erikan oksigen aliran #e#as *77/ ingga siano
sisn"a ilang. =ika tidak .uga ilang )sianosis sentral "ang menetap-51o#a lakukan
HT6 G oksigen *77/ ingga sianosis sentral ilang.
).2. Penggunaan balon dan sungkup resusitasi.
Hentilasi tekanan positi0 merupakan langka paling penting dan e0ekti0 dalam resusita
si kardiopulmoner pada #a"i #aru lair "ang mem#utukan #antuan na0as.
Peralatan :
Balon tidak mengem#ang sendiri )#alon anestesi- ;
Mutlak diperlukan aliran oksigen untuk mengem#angkan #alon. %iperlukan lati
an untuk men.aga agar #alon tetap terkem#ang se1ukupn"a agar dapat digunakan
untuk mem#erikan 2entilasi tekanan positi0.
Aliran oksigen ,8*7 liter!menit @ rapatkan sungkup muka pada muka #a"i sedemi
kian seingga tidak #o1or @ atur katup pengontrol aliran seingga #alon terkem
#ang se1ukupn"a.
Keuntungan #alon tidak mengem#ang sendiri;
*. Mem#erikan oksigen *77/ setiap saat.
&. Muda mengetaui apaka lekatan sungkup pada muka #a"i #aik!tidak #o1or.
<. Kekakuan paru terasa #ila #alon diremas.
:. %apat digunakan untuk mem#erikan oksigen aliran #e#as *77/.
Kerugian #alon tidak mengem#ang sendiri;
*. Mem#utukan lekatan ketat antara sungkup dan muka #a"i untuk mempertaan
kan #alon tetap mengem#ang.
&. Mem#utukan sum#er gas untuk mengem#ang.
<. Umumn"a tidak mempun"ai katup pelepas tekanan untuk pengaman. Seingga
perlu dilengkapi dengan alat pengukur tekanan "ang akan menun.ukkan se1ara
langsung #erapa tekanan "ang kita #erikan pada paru& #a"i5seingga #a"i
terindar dari #aa"a pneumotoraL.
Balon mengem#ang sendiri ;
Balon diran1ang se1ara otomatis mengem#ang sendiri setela ditekan untuk na0as
#uatan tanpa memerlukan aliran oksigen.
Terdapat & saluran masuk untuk oksigen!udara luar. Untuk mem#erikan oksigen
*77/5diperlukan reservoir pada saluran masuk udara luar. Tanpa reser2oir terse
#ut 5#alon mengem#ang sendiri an"a mem#erikan oksigen :7/.
Balon mengem#ang sendiri #iasan"a dilengkapi katup pelepas tekanan "ang akan
melindungi paru #a"i dari tekanan "ang #erle#ian )#aa"a pneumotoraL-.
Balon ini mengeluarkan oksigen an"a .ika ditekan!diremas5seingga tidak dapat
digunakan untuk mem#erikan oksigen aliran #e#as.
Keuntungan #alon mengem#ang sendiri;
*. Selalu akan terisi setela diremas 5>alaupun tanpa sum#er oksigen.
&. Katup pelepas tekanan mengurangi tekanan "ang #erle#ian.
Kerugian #alon mengem#ang sendiri;
*. Tetap mengem#ang >alaupun tidak ada lekatan "ang #aik sungkup dan muka.
&. Memerlukan reser2oir oksigen agar kadar oksigen mendekati *77/.
<. Tidak dapat mem#erikan oksigen aliran #e#as *77/.
Sungkup muka.
Sediakan ukuran untuk #a"i 1ukup #ulan dan untuk #a"i kurang #ulan.
Sungkup dengan ukuran "ang tepat5lingkaran tepin"a arus menutup u.ung dagu5
mulut5dan idung dan tidak mengenai mata.
Sungkup terlalu #esar dapat men"e#a#kan 1edera mata selain tidak #isa melekat
dengan #aik. Sungkup terlalu ke1il .uga tidak akan dapat mem#erikan asil HT6
"ang e0ekti0.
Sediakan sungkup dengan ukuran kusus untuk #a"i kurang #ulan.
Ukuran sungkup muka @ no. 7 5 * 5 &.
Prosedur pelaksanaan !P:
Indikasi HT6 ;
6erna0asan ter8sengal& atau apneu.
Brek>ensi den"ut .antung )B=- C *77!menit.
Sianosis sentral menetap meskipun tela mendapat oksigen aliran #e#as *77/.
Tenik HT6;
Lekatkan sungkup menutupi idung5mulut5dan dagu. =angan menekan .aringan
lunak di#a>a dagu ?
Lakukan HT6 dengan 0rek>ensi :78D7 kali!menit 5selama <7 detik.
HT6 a>al untuk #a"i "ang #elum menangis!apneu saat lair <78:7 1mH&(
5selan.utn"a an"a perlu tekanan *,8&7 1mH&(.
HT6 "ang e0ekti0 dinilai dari ;
Inspeksi @ dada terangkat se1ukupn"a.
Auskultasi @ terdengar suara na0as "ang simetris didada kiri dan kanan.
=ika dada tidak terangkat5lakukan langka& koreksi se#agai #erikut ;
Betulkan letak dan lekatan sungkup agar tidak #o1or.
Reposisi kepala @ sedikit ekstensi 5#ila perlu gan.al #au.
Bersikan 0arings dari sekret5dara dengan mengisapn"a.
Tingkatkan tekanan sekitar &78:7 1mH&(.
6asang .alan na0as oro0arings 5atau #ila memungkinkan pasang .alan na0as
orotrakeal )intu#asi endotrakeal-.
=ika HT6 e0ekti05maka kondisi #a"i akan mem#aik ditandai ole ;
6eningkatan 0rek>ensi den"ut .antung.
'arna kulit kemeraan.
6erna0asan spontan!menangis.
Langka selan.utn"a tergantung pada dera.at per#aikan kondisi #a"i. Bila #a"i #erna0as
spontan dan B= tela men1apai tingkat "ang diarapkan5kita dapat mengentikan #antuan
2entilasi selama ke1epatan dan kedalaman perna0asan spontan tela normal. (ksigen
aliran #e#as terus dilan.utkan .ika diperlukan sampai kulit #a"i kemeraan.
6ada #a"i "ang perlu HT6 #e#erapa menit5#esar kemungkinan se#agian oksigen masuk
lam#ung. =ika 1ukup #an"ak oksigen masuk lam#ung52entilasi akan teram#at selain
tim#ul #aa"a munta!regurgitasi "ang dapat men"e#a#kan aspirasi. (le karena itu .ika
tampak a#domen naik setela HT65lakukan dekompresi lam#ung dengan memasang pipa
orogastrik)ukuran FB- dan diisap dengan semprit &7 ml. Kedalaman masuk pipa
orogastrik diitung dengan mengukur pan.ang dari pangkal idung8telinga8Li0oid. =ika
masi diperlukan5lan.utkan HT6 setela pipa orogastrik terpasang.
=ika dengan tindakan& koreksi seperti diatas HT6 tetap tidak e0ekti05perlu dipikirkan
keadaan& se#agai #erikut ;
Atresia 1oana @ diatasi dengan memasang .alan na0as oro0arings
Sindroma Ro#in @ diatasi dengan memasang .alan na0as naso0arings.
Adan"a gangguan 0ungsi paru @ pneumotoraL5ernia dia0ragmatika5ipoplasi
paru&5imaturitas #erat.
Ba"i "ang di1urigai menderita ernia dia0ragmatika arus segera diintu#asi endotrakeal
dan pasang kateter orogastrik *7B untuk mengosongkan isi lam#ung.

).3. .ompresi Dada.
Kompresi dada atau pi.at .antung luar adala penekanan se1ara teratur tulang dada
)sternum- "ang akan menekan .antung ke tulang #elakang )1orpus 2erte#rae- seingga
ter.adi aliran!sirkulasi dara "ang tela dimuati oksigen diparu& )HT6- ke organ 2ital
)otak5.antung-. =adi kompresi dada arus selalu dikom#inasi dengan HT6.
Indikasi kompresi dada;
Kompresi dada arus dimulai .ika B= C D7!menit setela dilakukan HT6
selama <7 detik.
Tenik kompresi dada;
Lokasi; kompresi dada dilakukan pada sepertiga #a>a sternum5di#a>a
garis ima.iner "ang mengu#ungkan papilla mammae. =angan menekan
Li0oid.
Metode i#u .ari; tenik ini dilakukan dengan memegang dada dari
lateral5kemudian tempatkan kedua i#u .ari pada sternum )lokasi pi.atan- dua
i#u .ari #isa #ersusun atau #erdampingan. Tekan sternum dengan u.ung i#u
.ari 5.ari lain men"angga punggung #a"i.
Metode & .ari; menggunakan .ari manis dan .ari tenga atau telun.uk dan .ari
tenga. Tangan "ang #e#as untuk men"angga punggung #a"i.
Kekuatan menekan; gunakan kekuatan se1ukupn"a untuk menekan sternum
sedalam *!< diameter anteroposterior rongga dada. Kemudian lepaskan untuk
mem#eri kesempatan 32enous return4.
Selama kompresi u.ung .ari selalu menempel didada agar lokasi selalu tetap.
Kesalaan lokasi dapat mengaki#atkan laserasi epar5pneumotraL.
Ke1epatan kompresi dada; untuk men1apai 0rek>ensi den"ut .antung #a"i
normal5 searusn"a ke1epatan kompresi dada *&7!menit.
Kom#inasi HT6 dan kompresi dada;
Kompresi dada selalu dikom#inasi HT6.
Untuk #a"i #aru lair 5rasio kompresi dada ; HT6 adala * ; <. Artin"a < kali
kompresi dada diselingi * kali HT6. Kom#inasi ini dalam * menit akan
mengasilkan +7 kali kompresi dada dan <7 kali HT6.
* siklus terdiri dari < kompresi dada G * HT6 ): tindakan- dengan perkiraan
>aktu & detik5maka dari itu dalam * menit akan ada *&7 tindakan "ang terdiri
dari +7 kompresi dada dan <7 HT6 )<7 siklus-. Sedangkan kom#inasi
kompresi dada G HT6 dilakukan selama <7 detik5.adi an"a *, siklus ):,
kompresi dada G *, HT6-.
6enolong "ang melakukan kompresi dada mengitung dengan suara keras
untuk memudakan ker.asama antara kompresi dada dan HT6.
Selama HT6 G kompresi dada5arus dinilai apaka naikn"a dada saat HT6
1ukup$ Apaka oksigen suda *77/$ Apaka kedalaman kompresi 1ukup$
Apaka kompresi dan 2entilasi dilakukan se1ara terkoordinasi dengan #aik$
6enilaian ;
Setela melakukan HT6 G kompresi dada selama <7 detik5 lakukan penilaian kem#ali.
=ika B= E D7!menit5kompresi dada dientikan. =ika B= tetap C D7!menit kita melangka ke
pem#erian o#at& darurat.
).). Intubasi endotrakeal.
Intu#asi endotrakeal dapat dilakukan pada #e#erapa langka resusitasi 5tergantung tu.uan
memasang pipa endotrakeal )untuk mem#ersikan .alan na0as $ untuk na0as #uatan $ atau
untuk memasukkan o#at darurat$-.
=ika tidak ali dalam melakukan intu#asi endotrakeal le#i #aik meminta #antuan
daripada mem#uang >aktu men1o#an"a. Aki#at "ang lain .ika dilakukan ole penolong
"ang tidak terlati dapat #eraki#at 0atal pada #a"i.
Indikasi melakukan intu#asi endotrakeal;
Untuk mengisap mekonium didalam trakea.
Setela dilakukan koreksi& HT6 tetap tidak e0ekti05dada tidak nampak terangkat.
6erlu HT6 .angka pan.ang!lama.
Untuk memasukkan o#at& darurat tertentu.
Ba"i& sangat prematur.
Adan"a ke1urigaan kelainan #a>aan Hernia %ia0ragmatika.
6eralatan ;
Laringoskop G #aterei A lampu 1adangan.
%aun laringoskop no. * untuk #a"i aterm 5no. 7 untuk #a"i prematur 5no. 77 untuk
#a"i sangat prematur. %ian.urkan menggunakan daun laringoskop lurus5 karena
le#i sesuai untuk anatomis .alan na0as atas #a"i.
6ipa endotrakeal ukuran &., 5 <.7 5 <., 5 :.7 mm diameter internal.
Stilet.
6engisap G kateter DB 5 FB 5 *7B 5 *&B.
Balon A sungkup resusitasi.
Aspirator mekonium.
=alan na0as oro0arings
Stetoskop.
6lester M atau N in1i A gunting.
6eralatan untuk memantau 9(&)#ila tersedia-.
Sungkup larings )#ila tersedia-.
Tindakan intu#asi endotrakeal diperlakukan se#agai prosedur steril. 6ipa endotrakeal
dan stilet arus terindar dari kontaminasi!steril.
%aun dan pegangan laringoskop arus di#ersikan setiap a#is digunakan5 tidak perlu
steril.

6edoman pemilian diameter pipa endotrakeal #a"i ;
Ukuran pipa
Mm )diameter interna-
Berat #adan
)gram-
Usia keamilan
)minggu-
&.,
<.7
<.,
<., 8 :.7
C *777
*777 8 &777
&777 8 <777
E <777
C &F
&F 8 <:
<: 8 <F
E <F
6ipa endotrakeal "ang terlalu pan.ang se#aikn"a dipotong ingga tinggal sepan.ang
*<8*, 1m. Ini mempermuda memasukkan pipa ketrakea selain mengurangi
kemungkinan masukn"a pipa terlalu dalam.
6enggunaan stilet .uga mempermuda intu#asi karena pipa le#i kaku. 6eratikan
u.ung stilet tidak keluar dari u.ung pipa endotrakeal.
Se#elum digunakan 5kita arus memeriksa apaka lampu laringoskop 1ukup terang
n"alan"a.
Tenik intu#asi endotrakeal;
6osisi #a"i telentang pada alas datar5 kepala lurus garis tenga dan sedikit
tengada.
(perator #erdiri diatas kepala #a"i5memegang laringoskop dengan tangan kiri.
Masukkan daun laringoskop dise#ela kanan rongga mulut
se1ukupn"a5kemudian geser ketenga sedemikian seingga u.ung daun
laringoskop #erada di 2alle1ula epiglottis.
Angkat gagang!pegangan laringoskop ).angan diungkit ?- seingga tampak
glottis. Kadang& perlu di#antu menekan leer diatas larings untuk
memper.elas pandangan keglottis.
Masukkan pipa endotrakeal diantara pli1a 2o1alis dengan memperatikan
pedoman pita suara dan tanda 1m pada pipa agar tidak masuk terlalu dalam.
6an.ang pipa di#atas #i#ir )1m- P D G #erat #adan )kg-.
6astikan posisi pipa endotrakeal suda tepat ditenga& trakea5 tidak terlalu
dalam masuk ke #ronkus utama 5atau keliru masuk eso0agus.
Tanda posisi pipa suda tepat ;
%ada ikut naik pada setiap na0as )HT6-.
Suara na0as terdengar sama dikedua paru tidak terdengar suara gas
masuk lam#ung. Auskultasi dilakukan pada < lokasi "aitu dada kanan
A kiri dekat aLillae agar tidak keliru mendengar suara udara masuk ke
lam#ung .ika didengarkan didada #agian #a>a. Lokasi ketiga
dia#domen untuk mendengar udara masuk lam#ung pada intu#asi "ang
keliru ke eso0agus.
Lam#ung tidak semakin distensi.
6engem#unan didalam pipa saat eLpirasi.
'arna kulit50rek>ensi den"ut .antung #a"i mem#aik setela
dilakukan 2entilasi G oksigen.
Bila diperlukan 5kon0irmasi dapat dilakukan dengan 0oto rontgen
toraL.
Bayi tidak bugar dan ketuban mengandung mekonium:
Bila tu.uan intu#asi untuk mengisap mekonium dari trakea5setela pipa #erasil masuk
trakea )mutlak arus #isa5 tidak #ole gagal-5 u#ungkan pipa endotrakeal dengan
pengisap kemudian ditarik sam#il dilakukan pengisapan )kekuatan mengisap @*77
mmHg 5>aktu pengisapan sekitar <8, detik-.
Batasi tindakan intubasi endotrakeal tidak lebih dari "# detik $untuk indikasi vtp %&'
(etelah "# detik tidak berhasil memasukkan pipa endotrakeal) segera lakukan oksigenasi
dengan !P * oksigen +##, %
Intu#asi endotrakeal .uga arus dientikan .ika saat melakukan intu#asi kondisi #a"i
mem#uruk )sianosis5#radikardi-.
Alternatif lain dari intubasi :
Sungkup "ang sesuai untuk larings tela ter#ukti se#agai alternati0 "ang #aik untuk
mem#erikan 2entilasi .ika se#elumn"a gagal dengan 2entilasi #alon dan sungkup dan
intu#asi endotrakeal tidak memungkinkan. Tetapi #elum #an"ak data "ang mendukung
penggunaan sungkup larings untuk resusitasi #a"i #aru lair. 6engalaman pemakaian
sungkup larings untuk #a"i kurang #ulan dan #a"i dengan aspirasi mekonium le#i
ter#atas lagi.
6en"ulit tindakan intu#asi endotrakeal ;
Hipoksia @ intu#asi terlalu lama5atau masuk eso0agus.
Bradikardi @ aki#at ipoksia atau re0leL 2agal.
6neumotoraL @ karena tekanan "ang terlalu tinggi.
Trauma @ gusi5lida5epiglottis5pli1a 2o1alis 1edera karena tindakan kasar atau
ukuran alat& "ang tidak sesuai. 6er0orasi eso0agus5trakea aki#at memasukkan
pipa terlalu kasar!dipaksakan dan stilet keluar dari u.ung pipa endotrakeal.
In0eksi @ pipa endotrakeal tidak steril.
)./. 'bat+obatan.
Setela melakukan HT6 G oksigen *77/ dan kompresi dada dengan #aik!#enar selama
<7 detik5tern"ata B= tetap di#a>a D7!menit5kita arus mulai mem#erikan o#at. (#at
pertama "ang di#erikan adala adrenalin!epine0rin.
(#at& darurat pada resusitasi #a"i #aru lair;
+' -drenalin./pinefrin'
Adrenalin!epine0rin adala stimulan .antung5meningkatkan kekuatan dan
ke1epatan kontraksi .antung dan men"e#a#kan 2asokonstriksi peri0er seingga
dara le#i diarakan untuk per0usi organ 2ital )otak dan .antung-.
Konsentrasi epine0rin untuk resusitasi neonatus * ; *7.777 dengan dosis 7.7*87.7<
mg!kg #erat #adan. Atau 7.*87.< ml!kg #erat #adan .ika epine0rin suda
dien1erkan men.adi larutan * ; *7.777. di#erikan se1ara #olus 1epat.Bila perlu
dapat diulang tiap <8, menit.
6em#erian melalui 2ena um#ilikalis 5 pipa endotrakeal ke paru5atau intraosseus.
"' olume e0pander'
Bila ter.adi solusio plasenta5plasenta pre2ia "ang menim#ulkan perdaraan
antepartum i#u atau keilangan dara dari tali pusat5#a"i akan mengalami
ipo2olemi!s"ok. Ba"i akan keliatan pu1at5nadi lema "ang tidak mem#aik
dengan HT6 5kompresi dada 5maupun pem#erian epine0rin.
=enis 1airan "ang dian.urkan untuk menanggulangi ipo2olemi!s"ok adala 1airan
kristaloid isotonik "aitu larutan garam 0isiologis5larutan ringer laktat. Atau dara
(8negati0 #ila perdaraann"a #an"ak. Bila >aktu memungkinkan dilakukan
pemeriksaan reaksi silang dengan dara i#u.
%osis a>al *7 ml!kg #erat #adan dengan ke1epatan ,8*7 menit.
%osis diulang .ika #elum ada per#aikan dari sistim sirkulasi.
6em#erian melalui 2ena um#ilikalis atau intraosseus.
1' 2atrium bikarbonat'
Mem#antu mengurangi asidosis meta#olik aki#at menumpukn"a asam laktat dari
meta#olisme tu#u "ang kekurangan oksigen. Asidosis meta#olik "ang #erat
mengurangi kontraktilitas .antung5konstriksi pem#ulu dara paru seingga
oksigen tidak dapat disalurkan ke dara dan organ 2ital.
=angan mem#erikan natrium #ikar#onat se#elum 2entilasi adek>at ?
%osis & mEK!kg #erat #adan. Atau : ml!kg #erat #adan larutan :.&/ )7., mEK!ml-
dengan ke1epatan tidak le#i dari * mEK!kg #erat #adan!menit.
Larutan natrium #ikar#onat ipertonis dapat merusak .aringan #ila ekstra2asasi.
(le karena itu pem#eriann"a melalui 2ena #esar5dan in0us #er.alan lan1ar.
%ian.urkan melalui 2ena um#ilikalis.
3' 2alokson4hidroklorid'
Indikasi pem#erian nalokson8droklorid pada #a"i #aru lair adala ;
%epresi na0as #erat dengan B= dan >arna kulit normal setela HT6 5 dan
Ri>a"at pem#erian narkotika pada i#u dalam >aktu : .am terakir.
=angan mem#erikan nalokson8idroklorid pada #a"i dimana i#un"a ke1anduan
narkotik. 6em#erian nalokson8idroklorid akan mengaki#atkan #a"i ke.ang&.
%osis nalokson8idroklorid 7.* mg!kg #erat #adan. Konsentrasi "ang dian.urkan
larutan *.7 mg!ml.
9ara pem#erian melalui 2ena um#ilikalis5pipa endotrakeal ke paru5intramuskuler
atau su#kutan.
Masa ker.a narkotik le#i lama di#anding nalokson8idroklorid5ole karena itu
.ika masi depresi na0as5nalokson8idroklorid #ole diulangi.
=ika tela dilakukan tindakan& resusitasi "ang adek>at seperti diatas namun den"ut
.antung tidak ada selama *78*, menit5kita pertim#angkan untuk mengentikan usaa
resusitasi.
/. Pera-atan Paska esusitasi.
Neonatus "ang #erasil diresusitasi arus dipantau ketat kalau perlu dira>at di Neonatal
Intensi2e 9are Unit atau tempat dimana penga>asan dilakukan tenaga& "ang kompeten
dan terlati. 6emantauan meliputi ;
Brek>ensi perna0asan
Saturasi oksigen
Brek>ensi .antung
Tekanan dara
Suu tu#u
6roduksi urine
6emeriksaan la#oratorium ; emoglo#in!ematokrit.5kadar gula dara5analisa gas
dara5rontgen 0oto toraL )tergantung ke#utuan A indikasi-.
Terapi selan.utn"a antara lain ;
Koreksi asidosis 5 ipoglikemi
6em#erian 1airan!dara #ila masi ipo2olemi!anemi
6em#erian 2asopresor )misaln"a dopamin- .ika ada indikasi
6en1egaan dan pengo#atan ke.ang
Nutrisi enteral!parenteral
Ada se#agian ke1il #a"i "ang tidak mem#aik5 meskipun pada a>aln"a tela menun.ukkan
respon teradap resusitasi. Ba"i8#a"i ini mungkin men"andang kelainan #a>aan atau
in0eksi. Atau mengalami pen"ulit kelairan atau pen"ulit aki#at tindakan resusitasi.

Hentilasi e0ekti0
B= E *77
Kemeraan
B=CD7!menit B=ED7!menit

B B= C D7!menit
B=CD7!menit
0. esusitasi 1a(i .urang 1ulan.
Lakukan HT6I
Lakukan HT6 A
Kompresi dada
Berikan Epine0rinI
<
7

d
e
t
i
k
6era>atan 6as1a
Resusitasi
Nilai kem#ali e0ekti2itas ;
Hentilasi
Kompresi dada
Intu#asi endotrakeal
6em#erian epine0rin
6ertim#angkan kemungkinan ;
Hipo2olemia
6ertim#angkan ;
Mal0ormasi .alan na0as
Jangguan perna0asan ;
8 6neumotoraL.
8 Hernia dia0ragmatika
6en"akit .antung #a>aan.
B=CD75sianosis menetap 52tp tidak #erasil
Ba"i kurang #ulan mempun"ai resiko teradap #er#agai pen"ulit setela dilairkan.
Anatomi dan 0isiologi #a"i kurang #ulan #elum sempurna atau imatur. Misaln"a ;
Kulit tipis5 luas permukaan tu#u relati0 le#i #esar dan lemak su#kutan sedikit.
Semua 0aktor terse#ut mem#uat #a"i prematur muda keilangan suu tu#u.
(totn"a lema5 mengaki#atkan kesulitan #erna0as.
Usaa #erna0as kurang karena imaturitas sistim s"ara0 pusat.
6aru8paru kurang sur0aktan men"e#a#kan gangguan 2entilasi!perna0asan dan
muda 1edera karena 2entilasi tekanan positi0.
=aringan imatur rentan teradap kerusakan aki#at oksigen konsentrasi tinggi.
Sistim imunitas imatur mempermuda in0eksi.
Kapiler otak rapu men"e#a#kan muda tim#ul perdaraan otak.
Holume dara sedikit seingga rentan teradap ipo2olemi.
Semua itu men"e#a#kan #a"i kurang #ulan le#i sering memerlukan tindakan resusitasi.
Ke#utuan resusitasi lengkap )termasuk intu#asi endotrakeal- mengaruskan adirn"a
tenaga trampil.
Selain sum#er da"a manusia5 di#utukan tam#aan sarana agar pera>atan #a"i prematur
#isa maLimal5 misaln"a ;
Sarana untuk men.aga suu tu#u @ naikkan suu kamar #ersalin5 angatkan alat
peman1ar panas. Untuk #a"i dengan usia keamilan C &F minggu5 siapkan
kantong plastik. Inku#ator transport menolong men.aga suu tu#u selama
pemindaan keruang pera>atan.
Sum#er udara #ertekanan )1ompressed air- @ untuk mengurangi konsentrasi
oksigen dengan 1ara men1ampurn"a dengan udara.
Blender oksigen @ mempermuda mengatur konsentrasi oksigen "ang kita #erikan
pada #a"i prematur.
6ulse oksimeter @ oksigen diangkut dari paru8paru ke.aringan ole emoglo#in
dalam sel dara mera. Hemoglo#in mengu#a >arna #iru kemera pada >aktu
mengangkut oksigen le#i #an"ak. 6eru#aan ini dapat diukur dengan alat pulse
oksimeter "ang ditempatkan pada tangan atau kaki #a"i. 6ulse oksimeter
mempun"ai rentang nilai 78*77/ dan #erguna dalam menentukan apaka .umla
oksigen dalam dara #a"i 1ukup.
2. #tika dan Pera-atan di Akhir .ehidupan.
Mor#iditas dan mortalitas #a"i #aru lair sangat #er2ariasi tergantung kondisi lokal5
misaln"a tersedian"a sum#er da"a.
Etika medis .uga men"atakan5 keputusan untuk melakukan tindakan resusitasi dan
pera>atan intensi0 ditentukan ole penderita atau >ali )dalam al ini orangtua #a"i #aru
lair- 5 namun tenaga keseatan "ang menolong #a"i .uga mempun"ai ke>a.i#an
mem#erikan pen.elasan tentang keuntungan dan kerugian melakukan tindakan resusitasi
dan pera>atan intensi0 teradap #a"i "ang #aru dilairkan5 persetu.uan setela pen.elasan
atau 3in0ormed 1onsent4 arus #erdasarkan in0ormasi men"eluru dan dapat diper1a"a5
"ang sering #elum sempat di#erikan sampai akir persalinan5 atau #akan sampai
#e#erapa .am setela kelairan. %engan demikian5 keputusan "ang diam#il orangtua
suda tepat.
Be#erapa kelainan #a"i #aru lair dapat didiagnosa dan diramalkan prognosan"a5
seingga pertim#angan untuk tidak melakukan resusitasi #isa di#enarkan.Keputusan ini
.uga arus di.elaskan pada orangtua "ang akan mem#erikan persetu.uann"a.
Situasi dan kondisi #a"i tertentu masi dianggap etis .ika tidak dilakukan resusitasi pada
#a"i terse#ut5 misaln"a pada ;
Neonatus dengan usia gestasi C &< minggu atau #erat lair C :77 gram.
Anen1epali.
Ter#ukti menderita sindrom Trisomi*< atau Trisomi *F.
Tindakan8tindakan dan usaa resusitasi #isa dientikan .ika tidak ada tanda8tanda
keidupan ) .antung tidak #erden"ut dan ada usaa na0as- selama *7 menit disepan.ang
tindakan resusitasi terse#ut.
.epustakaan.
*. Juidelines &77, 0or 9ardiopulmonar" Resus1itation and Emergen1"
9ardio2as1ular 9are o0 6ediatri1 and Neonatal 6atients ; Neonatal Resus1itation
Juidelines. 6ediatri1s &77D Q **OQ *7&+ @ *7<F.
&. TeLt#ook o0 Neonatal Resus1itation5,
t
Edition. &77D.