Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN

PRAKTIKUM FISIKA DASAR 2


Percobaan O
1
: Lensa Positif dan Negatif

Pelaksanaan Praktikum
Hari : Jumat Tanggal : 6 Juni 2014 Jam : 13.00 14.40 WIB










Oleh:
INDAH YULIYANDINI
081311433056
Dosen Pembimbing :
Asisten Pendamping :

LABORATORIUM FISIKA DASAR
FAKULTAS SAINS & TEKNOLOGI
UNIVERSITAS AIRLANGGA
A. Tujuan
Menentukan panjang fokus lensa positif dan negatif dengan metode pembentukan
bayangan obyek oleh lensa dan pengukuran menggunakan spherometer.

B. Alat dan Bahan
1. Landasan lensa
2. Statif dan klem
3. Lampu objek
4. Layar
5. Mistar
6. Lensa Positif
7. Lensa Negati
8. Spherometer dan kaca datar

C. Dasar Teori
Lensa atau kanta adalah medium pembias tembus pandang yang dibatasi oleh
permukaan lengkung (spheris). Berdasarkan permukaan-permukaan pembatasnya, lensa
digolongkan dalam beberapa jenis yaitu : lensa datar cembung (plan - konveks) , lensa
datar cekung (plan - konkav), lensa cekung-cembung (konkaf-konveks), lensa cembung-
cembung (bikonveks), lensa cekung cekung (lensa bikonkaf). Dua lensa terakhir disebut
lensa positif dan lensa negatif yang masing masing bersifat mengumpulkan (konvergen)
dan menyebarkan (divergen) berkas cahaya yang melewatinya. Jika ketebalan kedua lensa
tersebut kecil, keduanya disebut lensa tipis karena obyek dan bayangan yang dihasilkan dari
proses pembiasan berada di luar lensa.
Proses pembentukan bayangan oleh lensa tipis, baik lensa positif maupun lensa
negatif mengikuti persamaan berikut:

(1)
Dengan ketentuan s , s , dan f masing-masing adalah jarak obyek terhadap lensa , jarak
bayangan terhadap lensa dan jarak fokus lensa. Hubungan antara jarak fokus dengan kedua
jari jari lensa dinyatakan oleh persamaan 2 berikut:

) (2)
Dengan n adalah indeks bias bahan lensa.
Untuk lensa positif, jika jarak obyek (di depan lensa) lebih besar daripada jarak fokus
lensa, maka bayangan yang dihasilkan bersifat nyata (dapat terbentuk pada layar yang
berada di belakang lensa). Sedangkan untuk lensa negatif, bayangan yang dihasilkan selalu
bersifat maya (tidak dapat terbentuk pada layar yang berada di belakang lensa). Karena itu,
agar bayangan yang dibentuk lensa negatif bersifat nyata, maka obyeknya harus semu yaitu
berada di belakang lensa. Untuk menghasilkan obyek semju bagi lensa negatif, maka lensa
negatif harus diletakkan di antara lensa positif dan bayangan nyata lensa positif. Ketika lensa
negatif berada diantara lensa positif dan bayangan nyata yang dihasilkan lensa positif, maka
bayangan nyata lensa positif menjadi obyek semu bagi lensa negatif karena obyek tesebut
berada di belakang lensa negatif. Proses pembentukan obyek semu bagi lensa negatif dapat
dijelaskan pada gambar 1.










Gambar 1. (a) Pembentukan bayangan nyata oleh lensa positif dan (b) Pembentukan obyek
maya bagi lensa negatif.