Anda di halaman 1dari 11

SEPARATOR

Nama Anggota:

PITRI YANTI (03121403032}
KARINDAH ADE SYAPUTRI (03121403042)
LISA ARIYANTI (03121403058)
1.Separator
Separator merupakan peralatan awal dalam industri
minyak yang digunakan untuk memisahkan fluida dari sumur
produksi berdasarkan berat jenisnya.
1.1 Klasifikasi Separator
Berdasarkan fasa zat yang dipisahkan:
Separator dua fasa (memisahkan gas darialiran liquid)
Separator tiga fasa (memisahkan gas, minyak,dan air)
Berdasarkan tekanan operasinya:
High pressure separator, tekanan kerjanya 650 1500 psi,
Medium pressure separator, tekanan kerjanya 225 650 psi,
Low pressure separator, tekanan kerjanya 10 225 psi.
Berdasar kan bentuknya:
Separator horizontal
Separator horizontal hampir selalu digunakan untuk aliran yang mempunyai rasio gas
terhadap liquid (Gas-Oil Ratio) yang tinggi, untuk arus yang berbuih, atau untuk liquid yang
keluar dari separator sebelumnya.
Separator vertikal
Separator yang vertical sering dipergunakan untuk aliran fluida yang rasio gas-liquid nya
(Gas-Oil Ratio) rendah sampai sedang dan diperkirakanakan terjadi liquid yang datang secara
kejutan (slug) yang relative sering.
Spherical Separator
Separator bundar biasanya hanya berukuran kecil dan digunakan untuk kapasitas produksi
yang kecil-kecil saja.

2. Prinsip Perancangan
1) Dimensi :Dimensi suatu separator tergantung oleh laju fluida uap dan tekenanan dalam separator.
2) Bentuk :Untuk menentukan bentuk dari separator, faktor-faktor di bawah ini harus diperhatikan:
Rasio maksimum-Minimum antara volume dan luas permukaan
Fungsi daripada bejana
Kemudahan fabrikasi
Mengacu standart
Biaya minimum
3) Inlet dan outlet
4) Toleransi korosi :Penetuan Tolerasi pada separator, dimana akan terjadi erosi, khususnya didaerah
dimana fasa air merubah laju aliran.
5) Material :Meskipun ASME menyarankan penggunaan plat carbon steel untuk pembuatan separator,
nanum berdasarkan pengalaman hanya beberapa plat carbon steel tersedia dan digunakan. Jenis
material yang sering digunakan untuk separator adalah SA-516-70 ataupun SA-240-304SS
6) Flange :Flange dapat didisain berdasarkan ASME, tetapi akan lebih murah dengan membeli Flange
standart. Flange standart berdasarkan ANSI B16.5 hanya sampai ukuran 600 mm, dan Flange jenis
MSS-SP-44 tersedia untuk ukuran besar beedasarkan ANSI B16.5 dnb B31.1. Akan tetapi Flange
jenis API 605 disarankan untuk dipakai, karena lebih ramping dan membutuhkan lebih banyak baut
ukuran kecil dari pada Flange jenis MSS-SP-44.
3. Formula Perancangan
Menghitung V
t
dengan rumus :

Keterangan : Vt = Kecepatan Termina Butiran Liquid (Ft/s)

g
= densitas gas, kg/m
3

l
= densitas liquid, kg/m
3

d
m
= diameter butiran likuid yang ingin dipisahkan,
mikron
Menghitung nilai Re dengan rumus :
Keterangan :
g
= densitas gas, kg/m
3

d
m
= diameter butiran likuid yang ingin dipisahkan,
mikron


= viskositas , cP
V
t
= kecepatan terminal butiran likuid, ft/s

Menghitung nilai C
D
dengan nilai Re yang didapat :

Keterangan : C
D
= koefisien drag

Menghitung kembali Vs dan nilai Re (kembali ke langkah 2) dan iterasi sampai nilai C
D
yang
didapat konstan.


Menghitung d.L
eff

Keterangan :
d = diameter separator,in
L
eff
= panjang efektif separator tempat terjadi pemisahan, ft
T = temperatur operasi,
o
R
Q
g
= laju alir gas, MMSCFD
P = tekanan operasi, Psia
Z = kompresibilitas gas

g
= densitas gas, kg/m
3


l
= densitas liquid, kg/m
3

C
D
= koefisien drag
d
m
= ukuran butiran likuid yang akan dipisahkan, micron
Menghitung Retention Time
Keterangan :
Q
l
= lajualir air, BWPD
t
r
= retention time air yang diinginkan, menit
Menghitung Slenderness Ratio
Keteranagn :
L
eff
= panjang efektif separator, m
L
ss
= panjang seam-to-seam, m
L
ss
/d = slenderness ratio

B. Perancangan Mekanis
1. Ketebalan Dinding shell (Wall Thickness) 3. Berat Shell
Shell weight =
Dimana :
= 0,29 lbs/in
3

Dimana : L = Panjang vessel , inches
T = ketebalan dinding shell, inchi Do = Diameter luar , inches
P = Tekanan desain, psig D
l
= Diameter dalam , inches
Ro = Radius luar
S = Allowable stress, psi 4. Berat Head
E = Efisiensi sambungan las Headweight =
CA = Corrotion allowance (tergantung material) Dimana :
2. Ketebalan Head (Head Tickness) Tk = Ketebalan Head
Do = Diameter luar , inches
D
l
= Diameter dalam , inches

5. Berat Vessel
Vessel Weight= (shellweight) +
(Headweight)
Dimana :
t = ketebalan head , inches
Do = Diameter luar , inches


4. Contoh Kasus
Rancanglah Sebuah saparator yang akan digunakan untuk pemisahan gas dan liquid yang
mempunyai data sebagai berikut :

Jawaban :
tr = 2 min iterasi:
>> untuk CD = 0,4336 >>Untuk CD = 0,4136
Vt = 0,8465 ft/s Vt = 0,8667 ft/s
Re = 2217,5073 Re = 2270,4236
CD = 0,4145 CD = 0,4136
>> Untuk CD = 0,4145
Vt = 0,8658 ft/s
Menghitung nilai CD dengan Re yang didapat Re = 2268,0659
CD = 0,4136

Z = 0,84 (Mc Graw-Hill Second Edition)
Menghitung kembali nilai Vt dengan rumus



i
b. Perancangan Mekanis
Didapatkan data dari design adalah sebagai berikut,
Diketahui :
Design Pressure (P) = 875 psig
Radius Outside (Ro) = 12 inchi
Joint Efficiency (E
j
)

= 1 (fully radiographed)(Plant Design And EconomicFor Chemical
Engineers Max S. Peters)
Allowable Stress(S) = 17.150 psi(Chemical Process Equipment-
Stanley M Walas)
Corrosion Allowance (CA) = 0 inchi (non-corrosive service)
Material = SA-240-304SS

1. Ketebalan dinding Sell (wall thickeness) 2. ketebalan head ( head Thickeness)
menggunakan sell tipe Cyndrical shell menggunakan head tipe ellipsoidal