Anda di halaman 1dari 27

PENGERINGAN ZAT PADAT

A. Tujuan Percobaan
Untuk mengeringkan bahan padat dengan mengalirkan udara panas dan menentukan laju
alir pengeringan
B. Alat yang digunakan
1. Plate dryer 1 buah
2. Higrometer 1 buah
3. Termometer bola kering 1 buah
4. Termometer bola basah 1 buah
5. Water bath 1 buah
!. "eraa analitik 1 buah
C. Bahan yang digunakan
1. #erupuk
D. Daar Teori
$rying adalah suatu proses pemisahan sejumlah keil air atau %at laninya darei bahan
padatan& sehingga mengurangi kandungan sisa air yang masiih terikat pada %at padat tersebut.
Pengeringan ini merupakan salah satu langkah do'nstream dari suatu proses yang hasilnya
merupakan produk dari proses tersebut.
Pada umumnya pengeringan ini dilakukan pada slurry yang memiliki (isositas yang
sangat tinggi dapat dikeringkan dengan ara mengalirkan udara panas yang tidak jenuh pada
bahan yang akan dikeringkan. )ebagai onth lain adalah pengeringan air pada kayu& kapas&
kertas dan lainnya. Pada bahan tersebut mengandung air yang terikat yaitu air yang ada pada
suatu bahan yang sulit dipisahkan& 'alaupun sudah dipisahkan tetap ada. *ond dry adalah
suatu bahan yang tidak mengandung %at air lagi.
Pada proses drying tidak merusak %at atau senya'a yang dikeringkan. +(aporasi
memiliki jumlah air diupakan lebih besar dari tadah medium pemba'a air. )edangkan drying
memiliki jumlah air diuapkan lebih sedikit karena sudah terjadi e(aporasi pada a'alnya
,untuk mendapatkan yang lebih pekat-.
#lasi.ikasi
/lat pengering dapat diklasi.ikasikan dalam 3 kelempok0
1. *erdasarkan proses
Proses bath yaitu material dimasukkan ke dalam pengering dan dikeringkan sampai
'aktu tertentu yang diinginkan.
Proses ontinue yaitu materila dimasukkan ke dalam pengering dan bahan kering
diambil seara sinambung.
2. *erdasarkan sistem kontak
Pengeringan adiabatik yaitu bahan bersentuhan langsung dengan media pengering uap
air yang terbentuk dipindahkan oleh udara.
Pengeringan nonadiabatik yaitu perpindahan kalor berlangsung dari suatu medium
diluar penyaring.
Pengering adiabatik dan nonadiabatik yaitu kombinasi antara pengering adiabatik dan
nonadiabatik.
3. *erdasarkan keadaan .isik bahan yang dikeringkan0
Pengering hampa yaitu pengeringan pada tekanan rendah dan proses penguapan
berlangsung epat.
Pengering beku ,.ree%ing drying- yaitu air disublimasikan dari bahan yang dibekukan
sebgai ontohnya "
2
air dan seperti silika gel tetapi menjaga bahan tetap beku agar
bahan tidak rusak seperti protein yang rentang terhadap suhu.
Pengeringan dan /plikasinya
$alam pengeringan adiabatik %at padat itu bersentuhan dengan gas menurut salah satu ara
berikut0
1. 1as ditiupkan menlintas %at permukaan hamparan atau lembaran %at padat atau
melintas satu atau kedua sisi lembaran atau .ilm sinambung. Proses ini dapat disebut
juga pengeringan dengan sirkulasi silang.
2. 1as yang ditiupkan melalui hamparan %at padat butiran besar yang ditempatkan diatas
a'ak pendukung.
3. 2at padat disiramkan disiram ke ba'ah melalui suatu arus gas yang bergerak
perlahan3lahan ke atas& terkadang dalam hal ini terdapat pemba'a ikutan yang tidak
dikehendaki dari partikel halus oleh gas.
4. 1as dialirkan melalui%at padat dan dengan keepatan yang ukup membuat bahan
ter.luidisasikan.
5. 2at padat seluruhnya diba'a ikut dengan arus gas keepatan tinggi dan diangkat
seara pneumatik dari piranti perampuran ke pemisah mekanik.
Pengeringan adiabatik dibedakan menurut %at padatnya itu berkontak dengan permukaan
panas sumber kalor lainnya. 2at padat dihamparkan diatas permukaan bersama dengan
permukaan hori%ontal& yang stasioner atau bergerak lambat dan dimasak hingga kering.
)edangkan yang satu lagi yaitu %at padat tersebar diatas permukaan panas biasanya berbentuk
silinder dengan batuan pengaduk.
/da beberapa 4aktor yang berpengaruh terhadap laju pengeringan diantaranya adalah sebagai
berikut0
)i.at .isika dari bahan yang dikeringkan
Pengaturan geometris bahan pada permukaan alat atau media perantara perpindahan
panas
)i.at .isik lingkungan pengering.
5perasi pengeringan %at padat yang mengandung airan ,dalam hal ini air- dapat
dilakukan pada alat3alat pengering dengan udara sebagai media pengeringan. 5perasi ini
dapat ditempatkan di dalam alat itu sendiri atau di luar alat pengering. Untuk pekerjaan ini
diapai tray dryer dengan sumber energi udara panas dari eletri heater yang dipasang diluar
alat perobaan& sebagai penghembus udara dipakai blo'er yang terpasang satu unit dengan
eletri heater itu. /lat itu memakai 6 tray yang nantinya untuk menempatkan %at yang akan
dikeringkan seara bath. )aat pengeringan berlangsung& permukaan kontak antara permukaan
dengan udara yang selalu basah dengan airan sampai airan habis teruapkan seluruhnya.
$eskripsi /lat
/lat yang digunakan0
1. /lat Pengering ,7otary $ryer-
2. /lat pemanas sebagai sumber udara panas ,eletri heater-
#edua alat ini dihubungkan satu sama alain dengan pipa agar udara panas dapat masuk pada
ruang tray drier. Tray dryer terdiri dari 4 tray yang diisi %at padat yang akan dipanaskan dan
diletakkan di dalam ruang dryer tersebut. )kema alat tersebut sebagai berikut 0
1ambar 1. Tray $ryer
Perlengkapan lain yang dibutuhkan0
1. Timbangan yang diteliti
2. #rus porselen lengkap dengan tutup
3. )endok pengambil sampel
4. 5(en atau .urnae untuk penguapan air sisa.
8aju Pengeringan Periode #onstan
)elama periode konstan laju pengeringan persatuan luas adalah 0
kg 9 jam m
2
,persamaan 1-
*ila udara panas mengalir sejajar permukaan %at padat maka koe.isien perpindahan panas ,h-
adalah 0
h : ;&;2;4!
;&<
,persamaan 2-
dimana& h : W9m
o
=
g : kg 9jam m
2
humid (olume udara panas dapat ditaksir dengan persamaan
(h : >2&<3 . 1;
33
?4&5! .1;
33
.H @ T ,persamaan 3-
density udara ,A1-
A1: kg 9m
3
,persamaan 4-
keepatan massa
1 : B. A1 kg9 jam m
2
,persamaan 5-
Waktu pengeringan selama periode konstan
Daar Teori Ta!bahan
*ahasa ilmiah pengeringan adalah penghidratan& yang berarti menghilangkan air dari
suatu bahan. Pengeringan adalah suatu peristi'a perpindahan massa dan energi yang terjadi
dalam pemisahan airan atau kelembaban dari suatu bahan sampai batas kandungan air yang
ditentukan dengan menggunakan gas sebagai .luida sumber panas dan penerima uap
airan Pengeringan juga dapat berlangsung dengan ara lain yaitu dengan memeahkan ikatan
molekul3molekul air yang terdapat di dalam bahan. /pabila ikatan molekulmolekul air yang
terdiri dari unsur dasar oksigen dan hidrogen dipeahkan& maka molekul tersebut akan keluar
dari bahan. /kibatnya bahan tersebut akan kehilangan air yang dikandungnya. =ara ini juga
disebut pengeringan atau penghidratan. Untuk memeahkan ikatan oksigen dan hidrogen ini&
biasanya digunakan gelombang mikro. $rying merupakan salah satu proses pengambilan
sejumlah airan yang terkandung didalam suatu bahan ,padatan- dengan menggunakan
medium berupa gas atau udara yang dile'atkan melalui bahan tersebut sehingga kandungan
airan menjadi berkurang karena menguap ,*adger&1C55-.
$rying banyak digunakan dalam berbagai maam industri& baik industri besar maupun
keil. Tujuan dari proses pengeringan ini berbeda antara lain adalah untuk menga'etkan suatu
bahan& menghilangkan uap beraun& mengurangi biaya pengangkutan& membuat bahan dengan
kandungan air tertentu& membunuh mikroorganisme dalam bahan dan memperingan bahan.
)ebagian besar industri yang menghasilkan produk padatan menggunakan proses drying&
antara lain 0 Dndustri pigmen& kertas& polymer& eramik& kulit& kayu& dan makanan
,E#etta&1C<3-.Proses pengeringan sangat erat hubungannya dengan alat pengering.
Pemilihan alat pengering berdasarkan pertimbangan kondisi operasi& kebutuhan energi& biaya
pera'atan& hasil yang diinginkan& kapasitas& bahan yang diolah& jenis sumber energi alat&
e.isiensi energi serta pertimbangan3pertimbangan ekonomis ,E#etta&1C<3-
Pengeringan merupakan salah satu proses pengolahan pangan yang sudah lama
dikenal. Tujuan dari proses pengeringan adalah 0 menurunkan kadar air bahan sehingga bahan
menjadi lebih a'et& mengeilkan (olume bahan sehingga memudahkan dan menghemat biaya
pengangkutan& pengemasan dan penyimpanan.
"lai#ikai $engering
Pengering yang terdapat di pasaran sangat banyak maam ragamnya. Perbedaan satu
sama lain terutama terletak dalam hal ara memindahkan %at padat di dalam %one pengeringan
dan dalam ara perpindahan kalor. /da pengering yang beroperasi seara kontinyu
,sinambung- dan ada pula yang seara tumpak ,bath-. Pada beberapa pengering& %at padatnya
ada yang diaduk tetapi ada pula yang %at padatnya boleh dikatakan tidak diaduk. Untuk
mengurangi suhu pengeringan& beberapa pengering beroperasi dalam (akum. *eberapa
pengering dapat menangani segala maam jenis bahan& tetapi ada pula yang sangat terbatas
dalam hal umpan yang dapat ditanganinya
Prini$ Daar Pengeringan
Proses pengeringan pada prinsipnya menyangkut proses pindah panas danpindah
massa yang terjadi seara bersamaan ,simultan-. Pertama3tama panas harus ditrans.er dari
medium pemanas ke bahan. )elanjutnya setelah terjadi penguapan air& uap air yang terbentuk
harus dipindahkan melalui struktur bahan ke medium sekitarnya. Proses ini akan menyangkut
aliran .luida dimana airan harus ditrans.er melalui struktur bahan selama proses
pengeringan berlangsung.
Fadi panas harus disediakan untuk menguapkan air dan air harus mendi.usi melalui
berbagai maam tahanan agar supaya dapat lepas dari bahan dan berbentuk uap air
yang bebas. 8ama proses pengeringan tergantung pada bahan yang dikeringkan dan ara
pemanasan yang digunakan. $engan sangat terbatasnya kadar air pada bahan yang telah
dikeringkan& maka en%im3en%im yang ada pada bahan menjadi tidak akti. dan
mikroorganisme yang adapada bahan tidak dapat tumbuh.
$i samping itu en%im tidak mungkin akti. pada bahan yang sudah dikeringkan& karena
reaksi biokimia memerlukan air sebagai medianya. *erdasarkan hal tersebut& berarti kalau kita
bermaksud menga'etkan bahan melalui proses pengeringan& maka harus diusahakan kadar air
yang tertinggal tidak mungkin dipakai untuk akti(itas en%im dan mikroorganisme. Eekanisme
keluarnya air dari dalam bahan selama pengeringan adalah sebagai berikut0
3 /ir bergerak melalui tekanan kapiler.
3 Penarikan air disebabkan oleh perbedaan konsentrasi larutan disetiap bagian bahan.
3 Penarikan air ke permukaan bahan disebabkan oleh absorpsi dari lapisan3lapisan permukaan
komponen padatan dari bahan.
3 Perpindahan air dari bahan ke udara disebabkan oleh perbedaan tekanan uap.
4aktor3.aktor yang berpengaruh dalam keepatan pengeringan tersebut adalah0
a. %ua Per!ukaan
/ir menguap melalui permukaan bahan& sedangkan air yang ada di bagian tengah akan
merembes ke bagian permukaan dan kemudian menguap. Untuk memperepat pengeringan
umumnya bahan pangan yang akan dikeringkan dipotong3potong atau di iris3iris terlebih dulu.
Hal ini terjadi karena0 ,1- pemotongan atau pengirisan tersebut akan memperluas permukaan
bahan dan permukaan yang luas dapat berhubungan dengan medium pemanasan sehingga air
mudah keluar& ,2- potongan3potongan keil atau lapisan yang tipis mengurangi jarak dimana
panas harus bergerak sampai ke pusat bahan pangan. Potongan keil juga akan mengurangi
jarak melalui massa air dari pusat bahan yang harus keluar ke permukaan bahan dan
kemudian keluar dari bahan tersebut
.
b. Perbedaan &uhu dan 'dara &ekitarnya
)emakin besar perbedaan suhu antara medium pemanas dengan bahan pangan makin
epat pemindahan panas ke dalam bahan dan makin epat pula penghilangan air dari bahan.
/ir yang keluar dari bahan yang dikeringkan akan menjenuhkan udara sehingga
kemampuannya untuk menyingkirkan air berkurang. Fadi dengan semakin tinggi suhu
pengeringan maka proses pengeringan akan semakin epat. /kan tetapi bila tidak sesuai
dengan bahan yang dikeringkan& akibatnya akan terjadi suatu peristi'a yang disebut G=ase
HardeningG& yaitu suatu keadaan dimana bagian luar bahan sudah kering sedangkan bagian
dalamnya masih basah.
c. "ece$atan Aliran 'dara
Udara yang bergerak dan mempunyai gerakan yang tinggi selain dapat mengambil uap
air juga akan menghilangkan uap air tersebut dari permukaan bahan pangan& sehingga akan
menegah terjadinya atmos.ir jenuh yang akan memperlambat penghilangan air. /pabila
aliran udara disekitar tempat pengeringan berjalan dengan baik& proses pengeringan akan
semakin epat& yaitu semakin mudah dan semakin epat uap air terba'a dan teruapkan.
d. Tekanan 'dara
)emakin keil tekanan udara akan semakin besar kemampuan udara
untuk mengangkut air selama pengeringan& karena dengan semakin keilnya tekanan berarti
kerapatan udara makin berkurang sehingga uap air dapat lebih banyak tetampung dan
disingkirkan dari bahan pangan. )ebaliknya jika tekanan udara semakin besar maka udara
disekitar pengeringan akan lembab& sehingga kemampuan menampung uap air terbatas dan
menghambat proses atau laju pengeringan.
(eni) (eni Pengeringan
a. Pengeringanan alami
Penjemuran merupakan proses pengeringan yang sederhana dan murah karena sinar matahari
tersedia sepanjang tahun dan tidak memerlukan peralatan khusus.
)arana utama yang dibutuhkan untuk penjemuran adalah lantai penjemur atau lamporan
berupa lantai semen atau lantai plesteran batubata.
Pengeringan dengan ara penjemuran mempunyai beberapa kelebihan antara lain 0
a-. tidak memerlukan bahan bakar sehingga biaya pengeringan rendah&
b-. dapatmemperluas kesempatan kerja& dan
-. sinar in.ra merah matahari mampu menembussel3sel bahan.
)edangkan kekurangannya adalah 0
a-. suhu pengeringan dan 7H tidak dapat dikontrol dengan baik&
b-. memerlukan tempat yang luas&
-. #emungkinan terjadinya susut bobot tinggi karena mungkin ada gangguan ternak
dan burung&
d-. hanya dapat berlangsung bila uaa baik&
e-. kebersihan bahan tidak terjamin&
.-. 'aktu pengeringan lama& dan
g-. proses pengeringan tidak dapat berjalan seara konstan karena intensitas sinar
matahari tidak tetap.
b. Pengering mekanis
$ibedakan menjadi 2 tipe yaitu 1. pengering adiabatis dimana panas di ba'a ke dalam
pengering oleh gas yang panas. 1as memberikan panas kepada air di dalam bahan pangan dan
memba'a ke luar uap air yang dihasilkan. 1as panas dapat merupakan hasil pembakaran atau
pemanasan udara. 2.Pengeringan panas melalui permukaan padat dimana panas dipindahkan
melalui suatu plat logam yang juga memebaa produk tersebut. Produk biasanya diletakkan
dalam suatu ruangan hampa dan uap air dikeluarkan dengan suatu pompa hampa. $alam
beberapa hal produk dikenai udara yang dipakai dan uap air dikeluarkan dengan mengadakan
sirkulasi udara tersebut. Pengering mekanis telah menggunakan teknologi3teknologi untuk
memudahkan pengeringan dengan sebuah alat.
c. Pengering adiabatic Pengering kabinet
Pengering ini terdiri dari suatu ruangan dimana rigen3rigen produk yang dikeringkan
dapat diletakkan di dalamnya. $i dalam pengering yang berukuran besar rigen3rigen
pengering disusun di atas kereta untuk memudahkan penanganannyaH didalam unit yang
berukuran keil& rigen3rigen pengering dapat disusun di atas suatu penyangga yang tetap di
dalam pengering tersebut. Udara dihembuskan dengan menggunakan kipas angin melalui
suatu pemanasan ,biasanya koiluap bersirip- dan kemudian menembus rigen3rigen pengering
yang berisi bahan yangdikeringkan.
*erbagai Tipe pengering abinet pengering kabinet biasanya merupakan pengering
yang paling murah pembuataanya& mudah peneliharaannya& dan sangat lu'es penggunaannya.
Pada umumnya pengering ini digunakan untuk penelitian3peneitian dehidrasi sayuran
dan buah3buahan di dalam laboratorium& dan di dalam skala keil dan digunakan seara
komersial yang bersi.at musiman.
d. Pengering Terowongan
Eerupakan pengering yang sangat umum digunakan dalam dehidrasi buah3buahan dan
sayuran. Pengering ini dapat mengurangi biaya buruh dan hasil yang seram namun diperlukan
instalasi dan in(estasi yang sangat besar Prinsip kerjanya adalah bahan diletakkan dalam
kereta yang berisi rigen3rigen panjang tero'ongan berkisar 35 sampai 5; kaki. Udara panas
dimasukkan melalui rigen searah dengan gerakan produk. "amun dapat juga udara panas di
hembuskan berla'anan dengan gerakan produk hal ini akan menimbulkan produk yang sangat
kering.
e. Pengering Tungku
Pada umumnya pengering ini terdiri dari suatu bangunan bertingkat dua. 8antai atas
tersusun oleh kerai yang berelah sempit& dimana produk bahan yang akan dikeringkan
dihamparkan diatasnya. 1as yang panas dihasilkan oleh suatu tungku atau perapian yang
berada pada lantai pertama kemudian mengalir melalui produk seara kon(eksi alami atau
dengan bantuan kipas angin. *ahan harus selalu dibalik dan diaduk& dan untuk mengeringkan
diperlukan 'aktu yang relati. lama. Pengeringan tungku ini digunakan untuk mengeringkan
produk3produk seperti irisan apel& hop& dan seringkali mengeringkan kentang.
Pe!ilihan (eni Alat Pengering
*entuk bahan yang akan dikeringkan0 air& pasta& sluri& pulp& airan kental& agregat
besar atau keil
)i.at bahan0 sensiti. terhadap oksidasi& peka terhadap suhu& dll
)i.at produk yang diinginkan0 bubuk& instan& bentuk tidak berubah
Harga produk akhir0 murah& sedang& mahal
E. Proedur Percobaan
1- Eengeringkan %at padat dengan ukuran tebal tertentu dalam o(en selama 2 jam
hingga tidak mengandung air lagi& dinginkan dan timbang beratnya& ini merupakan
massa %at padat kering tulang
2- Eerebus %at padat dalam air mendidih I 15 menit& dinginkan hingga temperatur
runag& timbang beratnya
3- )elisih berat %at padat basah dengan %at padat kering merupakan kadar air a'al %at
padat yang akan dikeringkan
4- Eenyiapkan alat pengering& menghidupkan blo'er dan elemen pemanas hingga
temperatur konstan !;
o
=
5- Eenatat relati(e humidity temperatur bola basah udara panas masuk ruang
pengering& menentukan de' point udara dengan menggunakan humidity hart
!- Eembaa tekanan uap air dari tabel tekanan uap dengan mengguanakan humidity
hart
J- Tekanan uap air pada kondisi ini : tekanan parsial uap air uadara mula3mula
<- Eenatat laju alir udara
C- Eenentukan laju alir udara kering masuk ruang pengering dengan menggunakan
persamaan 0


1;- ,"t3"H
2
5-6 *E merupakan massa udara kering masuk ruang pengering
11- )etiap selang 'aktu 15 menit atat relati(e humidity& temperatur udara keluar
runag pengering
12- Eengulangi perobaan diatas untuk tebal material berbeda
13- 8aju alir udara dan temperatur pengering selama perobaan dijaga konstan
*. Data Penga!atan
Waktu
,menit-
Temp. *ola kering
,
o
=-
Temp. *ola basah
,
o
=-
H :kg H
2
o9kg dry out
; 52 3; ;&;1<
15 5! 31 ;&;1C
3; 5! 32 ;&;21
45 55 32 ;&;215
!; 55 32 ;&;215
J5 55 32 ;&;215
C; 55 32 ;&;215
- Temperatur pengeringan : !;
o
=
:
- *erat a'al saampel 1 : !&! gr
*erat setelah dikeringkan : 4&2 gr
#adar air : 2&4 gr
- *erat a'al sampel 2 : !&2 gr
*erat setelah dikeringkan : 3&C gr
#adar air : 2&3 gr
G. Perhitungan
a. Eenari nilai air moisture
Pada t : ; menit
$ik : berat a'al sampel 1 : ;&;;!! kg
*erat sampel 1 setelah dikeringkan : ;&;;42 kg
*erat a'al sampel 2 : ;&;;!2 kg
*erat sampel 2 setelah dikeringkan : ;&;;3C kg
)ampel 1 : Kt : ,;&;;!! L ;&;;42-kg 9 ;&;;!! kg : ;&3!3!
kg h2o
9
kg bahan kering
Ko : Kt L K
M
: ;&3!3! L ;&;5 : ;&3113!
kg h2o
9
kg bahan kering
)ampel 2 : Kt : ,;&;;!2 L ;&;;3C-kg 9 ;&;;!2 kg : ;&3J;C
kg h2o
9
kg bahan kering
Ko : Kt L K
M
: ;&3J;C L ;&;5 : ;&32;C
kg h2o
9
kg bahan kering
Pada t : 15 menit
$ik : B udara kering : J&5 mph 6 ,;&44;3 m9s 9 1 mph- : 3&35 m9s
$iameter erobong : ;&;21 m
N udara : 1&22 kg9m
3
O : B 6 /
: 3&35 m9s ,3&14 6 ;&;1;5
2
- : 1&1! 6 1;
33
m
3
9s
*erat udara kering9jam: O 6 A udara
: 1&1! 6 1;
33
m
3
9s 6 1&22 kg9m
3
: 1&4152 6 1;
33
kg9s 6 ,3!;; s9 1 jam-
: 5&;C4J kg9jam
*erat udara kering : 5&;C4J kg9jam ,1jam9!;menit- 6 15 menit
: 1&2J3!<kg
#g H
2
5 : H 6 *erat udara kering
: ;&;1C
kg h2o
9
kg udara kering
6 1&2J3!< kg udara kering
: ;&;242 kg H
2
5
)ampel 1 : P
1
: ;&;;!! kg L ;&;;42 : 3;&;1J! kg
K
t
P
1
: ,P
1
L )
11
-9)
11
: ,3;&;1J! L ;&;;42- 9 ;&;;42 : 35&24;4
kg h2o
9
kg bahan kering
KP
1
: K
t
P
1
L KM : 35&24;4 L ;&;5 : 35&1C;4
kg h2o
9
kg bahan kering
)ampel 2 : P
2
: ;&;;!2 kg L ;&;;242 : 3;&;1< kg
K
t
P
2
: ,P
2
L )
22
-9)
22
: ,3;&;1< L ;&;;3C- 9 ;&;;3C : 35&!153
kg h2o
9
kg bahan kering
KP
2
: K
t
P
2
L KM : 35&!153 L ;&;5 : 35&!!53
kg h2o
9
kg bahan kering
Pada t : 3; menit
$ik : *erat udara kering9jam: 5&;C4J kg9jam
H : ;&;21
kg h2o
9
kg udara kering
*erat udara kering : 5&;C4J kg9jam ,1jam9!;menit- 6 3; menit
: 2&54J35kg
#g H
2
5 : H 6 *erat udara kering
: ;&;21
kg h2o
9
kg udara kering
6 2&54J35kg udara kering
: ;&;534 kg H
2
5
)ampel 1 : P
1
: ;&;;!! kg L ;&;534 : 3;&;4!< kg
K
t
P
1
: ,P
1
L )
11
-9)
11
: ,3;&;4!< L ;&;;42- 9 ;&;;42 : 312&142<
kg h2o
9
kg bahankering
KP
1
: K
t
P
1
L KM : 312&142< L ;&;5 : 312&1C2<
kg h2o
9
kg bahankering
)ampel 2 : P
2
: ;&;;!2 kg L ;&;534 : 3;&;4J2 kg
K
t
P
2
: ,P
2
L )
22
-9)
22
: ,3;&;4J2 L ;&;;3C- 9 ;&;;3C : 313&1;25
kg h2o
9
kg bahankering
KP
2
: K
t
P
2
L KM : 313&1;25 L ;&;5 : 313&1525
kg h2o
9
kg bahankering
Pada t : 45 menit
$ik : *erat udara kering9jam: 5&;C4J kg9jam
H : ;&;215
kg h2o
9
kg udara kering
*erat udara kering : 5&;C4J kg9jam ,1jam9!;menit- 6 45 menit
: 4&42<5 kg
#g H
2
5 : H 6 *erat udara kering
: ;&;215
kg h2o
9
kg udara kering
6 4&42<5kg udara kering
: ;&;C52 kg H
2
5
)ampel 1 : P
1
: ;&;;!! kg L ;&;C52 : 3;&;<<! kg
K
t
P
1
: ,P
1
L )
11
-9)
11
: ,3;&;<<! L ;&;;42- 9 ;&;;42 : 322&;C52
kg h2o
9
kg bahankering
KP
1
: K
t
P
1
L KM : 322&;C52 L ;&;5 : 322&1452
kg h2o
9
kg bahankering
)ampel 2 : P
2
: ;&;;!2 kg L ;&;C52 : 3;&;<C kg
K
t
P
2
: ,P
2
L )
22
-9)
22
: ,3;&;<C L ;&;;3C- 9 ;&;;3C : 323&<2;5
kg h2o
9
kg bahankering
KP
2
: K
t
P
2
L KM : 323&<2;5 L ;&;5 : 323&<J;5
kg h2o
9
kg bahankering
Pada t : !; menit
$ik : *erat udara kering9jam: 5&;C4J kg9jam
H : ;&;215
kg h2o
9
kg udara kering
*erat udara kering : 5&;C4J kg9jam ,1jam9!;menit- 6 !; menit
: 5&;C4J kg
#g H
2
5 : H 6 *erat udara kering
: ;&;215
kg h2o
9
kg udara kering
6 5&;C4Jkg udara kering
: ;&1;C5 kg H
2
5
)ampel 1 : P
1
: ;&;;!! kg L ;&1;C5 : 3;&1;2C kg
K
t
P
1
: ,P
1
L )
11
-9)
11
: ,3;&1;2C L ;&;;42- 9 ;&;;42 : 325&5
kg h2o
9
kg bahankering
KP
1
: K
t
P
1
L KM : 325&5 L ;&;5 : 325&55
kg h2o
9
kg bahankering
)ampel 2 : P
2
: ;&;;!2 kg L ;&1;C5 : 3;&1;33 kg
K
t
P
2
: ,P
2
L )
22
-9)
22
: ,3;&1;33 L ;&;;3C- 9 ;&;;3C : 32J&4<J1
kg h2o
9
kg bahankering
KP
2
: K
t
P
2
L KM : 32J&4<J1 L ;&;5 : 32J&53J1
kg h2o
9
kg bahankering
Pada t : J5 menit
$ik : *erat udara kering9jam: 5&;C4J kg9jam
H : ;&;215
kg h2o
9
kg udara kering
*erat udara kering : 5&;C4J kg9jam ,1jam9!;menit- 6 J5 menit
: !&3!<3 kg
#g H
2
5 : H 6 *erat udara kering
: ;&;215
kg h2o
9
kg udara kering
6 !&3!<3kg udara kering
: ;&13!C kg H
2
5
)ampel 1 : P
1
: ;&;;!! kg L ;&13!C : 3;&13;3 kg
K
t
P
1
: ,P
1
L )
11
-9)
11
: ,3;&13;3 L ;&;;42- 9 ;&;;42 : 332&;23<
kg h2o
9
kg bahankering
KP
1
: K
t
P
1
L KM : 332&;23< L ;&;5 : 332&;J3<
kg h2o
9
kg bahankering
)ampel 2 : P
2
: ;&;;!2 kg L ;&13!C : 3;&13;J kg
K
t
P
2
: ,P
2
L )
22
-9)
22
: ,3;&13;J L ;&;;3C- 9 ;&;;3C : 334&512<
kg h2o
9
kg bahankering
KP
2
: K
t
P
2
L KM : 334&512< L ;&;5 : 334&5!2<
kg h2o
9
kg bahankering
Pada t : C; menit
$ik : *erat udara kering9jam: 5&;C4J kg9jam
H : ;&;215
kg h2o
9
kg udara kering
*erat udara kering : 5&;C4J kg9jam ,1jam9!;menit- 6 C; menit
: J&!42 kg
#g H
2
5 : H 6 *erat udara kering
: ;&;215
kg h2o
9
kg udara kering
6 J&!42 kg udara kering
: ;&1!43 kg H
2
5
)ampel 1 : P
1
: ;&;;!! kg L ;&1!43 : 3;&15JJ kg
K
t
P
1
: ,P
1
L )
11
-9)
11
: ,3;&15JJ L ;&;;42- 9 ;&;;42 : 33<&54J!
kg h2o
9
kg bahankering
KP
1
: K
t
P
1
L KM : 33<&54J! L ;&;5 : 33<&5CJ!
kg h2o
9
kg bahankering
)ampel 2 : P
2
: ;&;;!2 kg L ;&1!43 : 3;&15<1 kg
K
t
P
2
: ,P
2
L )
22
-9)
22
: ,3;&15<1 L ;&;;3C- 9 ;&;;3C : 341&53<5
kg h2o
9
kg bahankering
KP
2
: K
t
P
2
L KM : 341&53<5 L ;&;5 : 341&5<<4
kg h2o
9
kg bahankering
b. Eenari Bh
Bh : , 2&<3 6 1;
33
? 4&5! 6 1;
33
, H - T
3 Padat t : ;
Bh : , 2&<3 6 1;
33
? 4&5! 6 1;
33
, ;&;1< - 333
o
#
: ;&C!CJ
3 Padat t : 15
Bh : , 2&<3 6 1;
33
? 4&5! 6 1;
33
, ;&;1C - 333
o
#
: ;&CJ12
3 Padat t : 3;
Bh : , 2&<3 6 1;
33
? 4&5! 6 1;
33
, ;&;2 - 333
o
#
: ;&CJ42
3 Padat t : 45
Bh : , 2&<3 6 1;
33
? 4&5! 6 1;
33
, ;&;215 - 333
o
#
: ;&CJ5;
3 Padat t : !;
Bh : , 2&<3 6 1;
33
? 4&5! 6 1;
33
, ;&;215 - 333
o
#
: ;&CJ5;
3 Padat t : J5
Bh : , 2&<3 6 1;
33
? 4&5! 6 1;
33
, ;&;215 - 333
o
#
: ;&CJ5;
3 Padat t : C;
Bh : , 2&<3 6 1;
33
? 4&5! 6 1;
33
, ;&;215 - 333
o
#
: ;&CJ5;
. Eenari
g
, densitas udara - dan Harga 1
g :
kg
9 m
3
1 : ( .
g
kg
9
jam m
2
/sumsi B : 1&;2
m
9 j
am

3 Pada t : ;
g :
kg
9 m
3
: 1&;4C<

kg
9 m
3
1 : 1&;2 6 1&;4C<
: 1&;J;<
kg
9
jam m
2
3 Pada t : 15
g :
kg
9 m
3
: 1&;4C2

kg
9 m
3
1 : 1&;2 6 1&;4C2
: 1&;J;2
kg
9
jam m
2
3 Pada t : 3;
g :
kg
9 m
3
: 1&;4<;

kg
9 m
3
1 : 1&;2 6 1&;4<;
: 1&;!C;
kg
9
jam m
2
3 Pada t : 45
g :
kg
9 m
3
: 1&;4J!

kg
9 m
3
1 : 1&;2 6 1&;4J!
: 1&;!<!
kg
9
jam m
2
3 Pada t : !;
g :
kg
9 m
3
: 1&;4J!

kg
9 m
3
1 : 1&;2 6 1&;4J!
: 1&;!<!
kg
9
jam m
2
3 Pada t : J5
g :
kg
9 m
3
: 1&;4J!

kg
9 m
3
1 : 1&;2 6 1&;4J!
: 1&;!<!
kg
9
jam m
2
3 Pada t : C;
g :
kg
9 m
3
: 1&;4J!

kg
9 m
3
1 : 1&;2 6 1&;4J!
: 1&;!<!
kg
9
jam m
2
d. Eenari h , heat trans.er -
h : ;&;2;4 , 1 -
;&<
3 Pada t : ;
h : ;&;2;4 , 1&;J;< -
;&<
: ;&;2155
3 Pada t : 15
h : ;&;2;4 , 1&;J;2 -
;&<
: ;&;2153
3 Pada t : 3;
h : ;&;2;4 , 1&;!C; -
;&<
: ;&;2152
3 Pada t : 45
h : ;&;2;4 , 1&;!<! -
;&<
: ;&;2151
3 Pada t : !;
h : ;&;2;4 , 1&;J;< -
;&<
: ;&;2155
3 Pada t : J5
h : ;&;2;4 , 1&;J;< -
;&<
: ;&;2155
3 Pada t : C;
h : ;&;2;4 , 1&;J;< -
;&<
: ;&;2155
e. Eenari interpolasi '
3 31
y : y ? , y
2
L y
1
-
: 2!25&4 ? , 2!31&! L 2!25&4 -
: 2!2!& 2<5J
3 32
y : y ? , y
2
L y
1
-
: 2!25&4 ? , 2!31&! L 2!25&4 -
: 2!2J& <4
.. Eenari 7 , laju pengeringan -
7 :
3 Pada t : ;
7 :
: ;&<<!5
kg
9
jam

m
2
3 Pada t : 15
7 :
: ;&<55<
kg
9
jam

m
2
3 Pada t : 3;
7 :
: ;&<254
kg
9
jam

m
2
3 Pada t : 45 & !; & J5 & C;
7 :
: ;&<25;
kg
9
jam

m
2
g. Eenari T
T :
3 Untuk sampel 1 : , !&! L 4&2 - gr
: 2&4 gr
: 2&4 6 1;
33
kg
3 Untuk sampel 2 : , !&2 L 3&C - gr
: 2&3 gr
: 2&3 6 1;
33
kg
3 Pada t : ;
)ampel 1 : T :
:
: J&<245 jam
)ampel 2 : T :
:
: J&4C<4 jam
3 Pada t : 15
)ampel 1 : T :
:
: <&1;51 jam
)ampel 2 : T :
:
: J&J!J4 jam
3 Pada t : 3;
)ampel 1 : T :
:
: <&4;31 jam
)ampel 2 : T :
:
: <&;535 jam
3 Pada t : 45 & !; & J5 & C;
)ampel 1 : T :
:
: <&4;JJ jam
)ampel 2 : T :
:
: <&;5J4 jam
+. Analia Percobaan
$ari perobaan yang dilakukan yaitu pengeringan %at padat& dimana %at atau bahan
padatan itu berupa kerupuk. $ari perobaan yang dilakukan dapat dianalisis hal3 hal sebagai
berikut0 pengeringan %at padat atau drying merupakan suatu proses pemisahan sejumlah keil
air dari bahan padat. )ehingga terjadi penguraian kadar sisa air yang masiih terikat pada %at
tersebut. Pengeringan %at padat dilakukan dengan mengalirkan uadara masuk ke dalam ruang
pengering& dimana udara panas ini dialirkan oleh blo'er yang bersumber dari listrik.
$ari perobaan ini didapat data yaitu kadar air dengan mengurangi masa kerupuk yang
dio(en dan masa kayu yang direbus. )ehingga didapat total moisture. )edangkan laju periode
pengeringan konstan didapat berdasarkan perhitungan sebesar ;&<25; kg9 jam m
2
yang mana
keadaan konstan berada di 'aktu 45&!;&J5 dan C; . Untuk humidity dan kelembaban didapat
dari perpotongan dari temperatur bola basah dan bola kering. Untuk relati( humidity ,7h-
didapat dari juga dari alur garis (ertikal yang miring keatas berdasarkan atau disesuaikan
terhadap perpotongan antara temperatur bola basah dan bola kering.
Humidity berhubungan dengan udara lembab ,de' point-& karena humidity
menjelaskan tentang kuantitas air yang terkandung dalam udara lembab. )erta di dapatkan
juga heat trans.er konstan yang berada pada 'aktu 45&!;&J5& dan C; yaitu ;&;2151. 4aktor
yang mempengaruhi laju pengeringan pada proses pengeringan %at padat tersebut yaitu
temperature& ukuran sampel dan jenis sampel.
I. "ei!$ulan
8aju pengeringan dapat di pengaruhi oleh temperature& ukuran sampel dan jenis
sampel
Pengeringan %at padat dilakukan dengan mengalirkan udara panas dari sumber listrik
/pabila temperature tinggi maka 'aktu yang dibutuhkan untuk pengeringan suatu
sampel sedikit .
8aju periode pengeringan konstan sebesar ;&<25; kg9 jam m
2
DA*TAR P'&TA"A
Tim 8ab )atuan 5perasi 2. 2;14.QPetunjuk praktikum )atuan 5perasi 2 ,Pengeringan
2at Padat- R . Politeknik "egeri )ri'ijaya 0 Palembang
http099eprints.undip.a.id932J2919makalah seminar. /hmad *anadip.pd.
PerrySs =hemial +ngineering Handbook Jth. +dition
http099id.'ikipedia.org9'iki9pengeringan
http099btagalerry.blogspot.om92;1;9;29blog3spotT12.htmlUm:1