Anda di halaman 1dari 3

Rabu, 23 April 2014 TK2205 13012101

Biomolekul dan Sistem Sel Andreas Dwiputra




ASAM OLEAT


Asam Oleat adalah asam lemak yang digolongkan dalam asam lemak tak jenuh karena memiliki ikatan
rangkap dua yang terdapat di antara atom C9 dan C10. Asam lemak ini sering juga disebut omega 9 karena
ikatan rangkap dua terdapat pada C9 dengan hitungan C1 dari ujung yang berlawanan dari gugus karboksil.
Rumus molekul dari asam oleat adalah CH3(CH2)7CH=CH(CH2)7COOH. Lemak ini juga termasuk salah satu
asam lemak non-esensial karena dapat diproduksi di dalam tubuh.

Gambar 1 Struktur bangun asam oleat
sumber : http://etnarufiati.guru-indonesia.net/artikel_detail-22769.html
Lemak ini memiliki sifat fisik yaitu pada suhu ruang memiliki bentuk cairan kental yang berwarna kuning
pucat atau juga kuning kecokelatan dan juga memiliki aroma yang khas sedangkan sifat kimianya, memiliki
titik lebur 15.3
o
C dan titik didih 360
o
C dan juga tidak larut dalam air.
Gugus spesifik pada asam oleat adalah R-COOOH dengan gugus samping (R) adalah alkena yang
memiliki atom C sebanyak 17 sehingga membuat senyawa ini bersifat nonpolar dan tidak larut dalam air.
Omega-9 memiliki kegunaan untuk membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke, karena
omega-9 dapat meningkatkan HDL (High-Density Lipoproteins) kolesterol, yang dianggap baik untuk
kesehatan, dan juga menurutkan LDL (Low-Density Lipoproteins) kolesterol, yang dianggap buruk untuk
kesehatan, di mana kolesterol ini dapat membantu mengurangi penumpukan plak pada arteri. Karena
omega-9 memiliki manfaat dalam bidang kesehatan, maka hal inilah yang membuat banyak industri yang
memproduksi omega-9 beserta omega-6 dan omega -3 agar dapat dikonsumi oleh konsumen.
Asam oleat ini dapat ditemukan pada alpukat, minyak zaitun, minyak wijen, minyak canola, minya
bunga matahari, kacang tanah, pistachio, dan almond. Dalam memperoleh asam oleat ini dapat dilakukan
dengan beberapa cara, misalnya pada minyak sawait dilakukan dry fractionation, lanza fractionation
(lipofraksinasi), dan fraksinasi menggunakan pelarut. Fraksinasi ini dilakukan karena minyak memiliki
viskositas yang tinggi. Dry fractionation biasanya membperoleh hasil asam oleat sebanyak 70-75%. Lanza
fractionation yang dilakukan pada minyak sawit kasar dengan mendinginkan minyak dalam crystallizer
untuk mendapatkan Kristal dari gliserida dengan titik leleh yang tinggi, ketika suhu yang diinginkan
tercapai, Kristal dicampur dengan larutan deterjen yang berfungsi sebagai elektrolit, pemisahan ini
berlangsung dalam suspense cair yang kemudian disentrifugasi agar membuat fraksi olein dan stearin
terpisah. Fraksi olein dicuci dengan air panas dan dikeringkan dengan vaccum dryer. Olein yang dihasilkan
dengan metode ini sebanyak 80% (Moran dan Rajah, 1994).











Sumber :
http://asgar.or.id/kesehatan-health/berita-kesehatan/mengenali-sumber-jenis-dan-manfaat-dari-
omega-3-omega-6-dan-omega-9/
http://kesehatan.kompasiana.com/makanan/2012/11/29/manfaat-omega-369-dan-efek-buruk-bila-
konsumsi-berlebihan-512126.html
http://www.amazine.co/25661/apa-perbedaan-antara-asam-lemak-omega-3-omega-6-omega-9/
http://karyailmiah.polnes.ac.id/index.php/media-perspektif/terbitan-jurnal/vol-10-nomor-1-juni-
2010/78-proses-perengkahan-katalitik-asam-oleat-basis-minyak-sawit-untuk-menghasilkan-bahan-
bakar-kerosene (Jurnal Proses Perengkahan Katalitik Asam Oleat Basis Minyak Sawit untuk Bahan Bakar
Kerosene oleh Irmawati Syahrir, Staf pengajar jurusan teknik kimia Politeknik Negeri Samarinda)
https://www.academia.edu/3765646/TUGAS_TEKNOLOGI_BAHAN_ALAM_HAYATI_KAJIAN_PROSES_F
RAKSINASI_MINYAK_SAWIT_KASAR_DENGAN_PELARUT_ORGANIK_DALAM_UPAYA_PEMBUATAN_KONS
ENTRAT_KAROTENOID_Disadur_dari_Herher_Hernawati_Oleh_I_Wayan_Agus_Satriadi_0911205004