Anda di halaman 1dari 5

Penanganan linggir flabby menggunakan liquid supported denture: laporan

kasus
Linggir flabby biasa terjadi pada pasien tak bergigi. Retensi dan stabilisasi gigi tiruan lengkap
yang tidak baik merupakan masalah yang sering ditemui pada pasien seperti ini. Liquid
supported denture memiliki permukaan jaringan yang fleksibel yang memberikan penyebaran
tekanan yang lebih baik, sehingga memberikan cara perawatan alternatif pada kasus ini.
Laporan kasus ini menunjukkan penggunaan liquid supported denture pada pasien tak bergigi
rahang atas yang memiliki jaringan flabby di daerah anterior dengan rahang bawah yang tak
bergigi sebagian.
Kata kunci: Liquid supported denture, Linggir flabby, Permukaan jaringan fleksibel
PENDAHULUAN
Linggir Fibrous atau flabby merupakan daerah superfisial jaringan lunak bergerak yang
mengenai ridge alveolar rahang atas atau bawah. Ini dapat muncul saat jaringan lunak
hiperplastik menggantikan tulang alveolar dan biasa ditemukan, khususnya pada pengguna
gigi tiruan dalam jangka waktu yang lama. Ridge seperti ini disebabkan karena trauma dari
basis gigi tiruan. Pada pasien tak bergigi, lebih sering ditemukan pada daerah anterior.
Secara histologi, linggir flabby terdiri dari jaringan mukosa hiperplastik dan jaringan ikat
fibrous longgar, serta jaringan ikat kolagen padat. Pada jaringan lunak, tampak sejumlah
besar kartilago dan/atau tulang metaplastik.
Rehabilitasi prostetik pada pasien seperti ini menjadi suatu tantangan. Masalah utama yang
ditemui pada pasien ini yaitu kehilangan stabilitas dan retensi yang kurang baik dari gigi
tiruan. Masalah ini terjadi karena jaringan flabby yang mudah berubah saat pencetakan.
Pilihan perawatan untuk pasien ini meliputi pembedahan, gigi tiruan implan atau prostodontik
konvensional tanpa intervensi bedah. Cara perawatan harus dipilih tergantung pada status
kesehatan dan kebutuhan pasien, luas jaringan flabby, kemampuan finansial, serta
kemampuan dokter gigi. Pada sebagian besar keadaan, intervensi bedah atau penggunaan
implan tidak memungkinkan sehingga penanganan konservatif menjadi pilihan utama.
Pada tahun 1961, Chase memperkenalkan penggunaan bahan cetak elastik untuk mengurangi
trauma jaringan. Tapi ini hanya bisa menjadi persediaan sementara. Selain itu, ini dapat
dengan mudah menyebabkan pertumbuhan candida. Pada keadaan linggir flabby, gigi tiruan
yang ideal harus mampu menahan tekanan pengunyahan dan memiliki permukaan jaringan
yang fleksibel untuk mengurangi jumlah tekanan dan trauma pada jaringan di bawahnya.
Karena itu, liquid supported denture dapat menjadi solusi untuk masalah ini.
Laporan kasus ini menunjukkan penggunaan liquid supported denture pada pasien tak bergigi
rahang atas dengan jaringan flabby di daerah anterior dengan rahang bawah yang tak bergigi
sebagian.
LAPORAN KASUS
Pasien perempuan berusia 52 tahun datang ke Goa dental college and hospital (GDCH) untuk
mengganti gigi yang hilang. Pasien memiliki riwayat menggunakan gigi tiruan lengkap
rahang atas selama 5 tahun. Keluhan utamanya yaitu tidak pasnya gigi tiruan dan terasa
longgar saat makan. Dia juga menggunakan perekat gigi tiruan. Gigi rahang bawah yang
hilang tidak diganti dengan perawatan prostetik. Berdasarkan pemeriksaan intraoral, tampak
rahang atas yang tak bergigi dengan jaringan flabby di daerah anterior (Gambar 1) dan rahang
bawah yang tidak bergigi sebagian (Kelas II Kennedy) (Gambar 2).
Menerima beragam tantangan yang berhubungan dengan kasus ini, tahapan klinis dan
rencana perawatan dimodifikasi untuk bisa cocok dengan kebutuhan pasien. Diputuskan
untuk menggunakan gigi tiruan penuh rahang atas (liquid supported) dengan gigi tiruan
sebagian lepasan kerangka logam pada rahang bawah.
Cetakan pendahuluan dibuat dengan alginate (Zelgan, Dentsply/caulk). Pada model rahang
atas, sendok cetak khusus/individu dibuat dengan dua pegangan posterior. Dilakukan border
moulding dengan menggunakan bahan cetak low fusing (Aslate, India) dan medium body
addition silicone wash impression (Aquasil, Dentsply/caulk). Jaringan flabby ditandai pada
mulut dan dipindahkan pada sendok cetak. Daerah pada sendok cetak dipotong untuk
membentuk jendela untuk mengekspos jaringan flabby. Ini dilakukan pada posisi istirahat
dengan menginjeksi light body addition silicone material (Aquasil, Dentsply/caulk).
Untuk cetakan rahang bawah, model rangka pengganti gigi yang hilang dicoba dan
disesuaikan. Teknik cetak altered cast digunakan untuk mendapatkan cetakan akhir.
Hubungan rahang dicatat. Dilakukan transfer face bow dan model dimasukkan. Gigi dipasang
dan dilakukan prosedur pemasangan waxed denture.
Desain gigi tiruan atas dimodifikasi untuk membuat liquid supported denture. Gigi tiruan
sebagian lepasan bawah dibuat dengan akrilik menggunakan prosedur konvensional.
Tahap pembuatan liquid supported denture:
1) Vacuum heat pressed polyethylene sheet setebal 1 mm diadaptasi pada model kerja.
Lembaran dibuat 2 mm dari sulkus dan tidak meluas ke daerah PPS. Lembaran ini
digabungkan pada gigi tiruan pada saat packing (Gambar 3).
Selanjutnya gigi tiruan lengkap rahang atas (dengan lembaran setebal 1 mm) dan gigi tiruan
sebagian lepasan kerangka logam rahang bawah dipasang setelah melakukan penyesuaian
oklusi. Pasien dipanggil kembali setelah 2 minggu untuk mengubah gigi tiruan menjadi liquid
supported. Ini dilakukan untuk memeriksa tingkat kenyamanan pasien terhadap lembaran
polyethylene.
2) Pada kunjungan ini, lembaran setebal 1 mm yang digunakan sebagai pengatur jarak
dikeluarkan dari gigi tiruan (Gambar 4). Karena pengeluaran lembaran tersebut, terbentuk
celah di sepanjang batas gigi tiruan. Batas-batas ini membantu dalam penempatan aakhit
lembaran setebal 0,5 mm. Addition silicon putty impression dibuat pada permukaan jaringan
gigi tiruan dan dibuat model dari cetakan tersebut (Gambar 5). Ini dilakukan untuk mencatat
batas tepat dari lembaran tersebut pada gigi tiruan. Pada model ini lembaran polyethylene
setebal 0,5 mm di vacuum press yang digunakan menggantikan lembaran setebal 1 mm,
sehingga membuat ruang sebesar 0,5 mm.
3) Lembaran polyethylene dipotong menggunakan putty index sebagai patokan. Batas
lembaran setebal 0,5 mm ditempatkan pada celah yang terbentuk akibat pengeluaran
lembaran setebal 1 mm. Adesif cynoacrylate dan autopolymerising acrylic resin digunakan
untuk menutup batas dan mencegah keluarnya cairan.
4) Ruang yang terbentuk karena penggantian lembaran setebal 1 mm dengan lembaran 0,5
mm diisi dengan glycerine. Ini dilakukan dengan membuat dua lubang pada daerah buccal
flange gigi tiruan dan menginjeksi glycerine melalui lubang ini dan secara bersamaan
memeriksa dimensi vertikal. Lubang tersebut ditutup menggunakan resin akrilik self cure.
Akhirnya, liquid supported denture rahang atas dipasang (Gambar 6-8). Diberikan instruksi
pemeliharaan gigi tiruan pada pasien. Pasien diberitahukan untuk membersihkan permukaan
jaringan menggunakan kain halus. Dijadwalkan kunjungan berikutnya pada 1 hari, 1 minggu,
1 bulan, dan 3 bulan. Pada kunjungan 1 minggu, pasien mengeluhkan perasaan ada yang
mengapung. Tapi, pada kunjungan 3 bulan, pasien sudah nyaman menggunakan gigi tiruan.
Gigi tiruan tersebut dijaga dengan baik.
DISKUSI
Masalah utama yang berhubungan dengan kasus ini yaitu adanya jaringan flabby pada
rahang atas (bagian anterior) dan adanya gigi pada lengkung antagonisnya yang
menyebabkan penyebaran tekanan yang tidak baik yang dapat menyebabkan perubahan
jaringan yang tidak baik. Masalah ini dipecahkan dengan memodifikasi prosedur pencetakan
dan dengan membuat liquid supported denture.
Liquid supported denture berdasarkan teori yaitu saat tekanan yang diaplikasikan pada gigi
tiruan tidak ada, basis menganggap bentuk yang sudah dibuat merupakan bentuk yang sama
saat proses pengunyahan. Tapi saat ada tekanan kunyah, basis menyesuaikan dengan bentuk
modifikasi mukosa karena hydrodynamic dari peningkatan dukungan liquid, retensi dan
stabilitas. Akan ada distribusi tekanan kunyah yang optimal pada daerah yang lebih besar
yang mengurangi kelebihan beban pada jaringan. Pencegahan resa sakit dan peningkatan
tingkat kenyamanan merupakan keuntungan lain liquid supported denture.
Pada kasus ini, digunakan lembaran transparan polyethylene thermoplastic (Biostar vacuum
forming machine, Scheu-dental, Germany) karena kehalusan, fleksibilitas, dan
biokompatibilitasnya. Glycerin digunakan karena terang, kental, dan biokompatibel, juga
telah digunakan sebagai bahan pengangkut dalam obat obatan cair.
KESIMPULAN
Linggir fibrous menjadi tantangan prostodontik dalam mencapai gigi tiruan yang stabil dan
retentif. Pembedahan jaringan fibrous dan protesa implan tidak selalu dapat digunakan pada
semua kasus. Dengan pertimbangan prostodontik konvensional, penggunaan liquid supported
denture dapat terus meningkatkan penerimaan pasien karena penyebaran tekanan yang lebih
merata serta karena peningkatan tingkat kenyamanan.
Gambar 1. Tampak intraoral rahang atas
Gambar 2. Tampak intraoral rahang bawah
Gambar 3. Lembaran setebal 1 mm diletakkan pada model kerja sebelum packing
Gambar 4. Lembaran setebal 1 mm dikeluarkan dari gigi tiruan pada kunjungan lanjutan
Gambar 5. Model stone yang dibuat dari cetakan putty untuk menandai sambungan tepat
lembar polyethylene
Gambar 6. Gigi tiruan lengkap rahang atas liquid supported dan gigi tiruan sebagian lepasan
kerangka logam rahang bawah
Gambar 7. Tampak intraoral gigi tiruan rahang atas dan bawah
Gambar 8. Gambaran skematik tampilan cross sectional gigi tiruan atas dengan lembaran
polyethylene dan glycerin.