Anda di halaman 1dari 5

GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN SEMENTARA FLEKSIBEL:

LAPORAN KLINIS

ABSTRAK
Pada gigi yang hilang, penggantian harus dilakukan dan yang paling baik jika gigi tiruan
yang dipakai pasien terasa nyaman. Adanya inovasi gigi tiruan fleksibel, yang memiliki
fleksibilitas yang digabungkan dengan kekuatan, serta ringan menyediakan kenyamanan
penuh dan tampilan yang baik. Keistimewaan gigi tiruan ini yaitu retensi baik, secara estetik
sangat baik dan hampir tidak terlihat, memiliki kekuatan yang baik sekali, mudah dirawat,
tidak menggunakan metal, prosedur non-invasif, serta nyaman. Semua faktor ini menjadi
penting saat membuat protesa sementara jangka panjang saat kasus implan atau restoratif
kompleks, atau saat menggunakan piranti lepasan. Penelitian kasus ini menunjukkan bahwa
pasien dengan kehilangan gigi yang lama di daerah anterior atas dapat dirawat sementara
dengan estetik dan kenyamanan yang baik dengan menggunakan gigi tiruan lepasan fleksibel.
PENDAHULUAN
Saat pencabutan gigi tidak dapat dihindari, hasil kecacatan/kerusakan dapat memberikan
kegelisahan yang besar pada pasien dan cenderung lebih kuat saat tampilan estetik terganggu.
Masalah ini dapat diselesaikan dengan membuat gigi tiruan sementara. Setelah daerah bekas
pencabutan telah sembuh, gigi tiruan sementara ini diganti dengan gigi tiruan permanen. Jika
daerah gigi yang hilang membutuhkan bridge span panjang, pasien dapat dirawat dengan gigi
tiruan lepasan. Terdapat beberapa jenis gigi tiruan lepasan. Semuanya menggunakan gigi
tiruan standar sebagai pengganti untuk gigi asli yang hilang. Perbedaannya yaitu bahan yang
digunakan untuk mendukung gigi tiruan dan menjaganya dalam mulut.
Aplikasi bahan seperti nylon pada pembuatan piranti gigi telah menjadi kemajuan dalam
kedokteran gigi. Bahan ini umumnya menggantikan metal, dan bahan akrilik pink yang
digunakan untuk membuat kerangka gigi tiruan lepasan.
Bahan termoplastik untuk pembuatan protesa, seperti Valplast dan Flexiplast pertama kali
diperkenalkan dalam kedokteran gigi pada tahun 1950-an. Keduanya setingkat dengan
polyamide (plastik nylon). Sejak pengenalannya, terdapat ketertarikan yang berlanjut dalam
bahan termoplastik. Acetal pertama kali dikemukakan sebagai bahan resin termoplastik gigi
tiruan yang tahan pecah pada tahun 1971. Saat periode inilah Rapid Injection Systems
mengembangkan klamer sewarna gigi pertama dengan fluoropolymer termoplastik. Pada
tahun 1992 The Flexite Company mengembangkan dan mempatenkan klamer sewarna gigi
yang dinamakan Clasp-Eze. Produk yang terbuat dari bahan nylon ini, tersedia dalam warna
pink, dan warna terang dan saat ini dijual di seluruh dunia.
Resin termoplastik digunakan untuk berbagai jenis penggunaan dari gigi tiruan sebagian
lepasan fleksibel, klamer gigi tiruan lepasan, gigi tiruan cekat fiber reinforced, crown dan
bridge sementara, obturator, serta piranti terapi bicara, retainer dan bracket ortodontik,
sendok cetak, serta bahan border molding, splint oklusal, piranti sleep apnea, dan abutmen
implan.
Resin dan co-polimer termoplastik memiliki beberapa keuntungan dari resin konvensional.
Beberapa diantaranya meliputi:
1. Elegan secara kosmetik, tidak ada klamer metal dan dapat dikombinasikan dengan
klamer sewarna gigi.
2. Bebas metal, monomer dan akrilik
3. Dapat digunakan untuk pasien alergi terhadap restorasi akrilik konvensional
4. Ringan, kuat dan tahan lama
5. Gigi tiruan fleksibel hampir tidak dapat pecah dan dapat dibuat lebih tipis dari gigi
tiruan akrilik biasa, memberikan kenyamanan dan rasa percaya diri yang lebih pada
pasien
6. Gigi tiruan fleksibel memiliki derajat fleksibilitas yang tepat dan tidak akan miring
atau menjadi rapuh
7. Bahan yang digunakan dapat memberikan translusensi yang bercampur dengan
jaringan asli untuk tampilan yang lebih natural.
Semua faktor ini penting saat membuat protesa jangka panjang sementara pada kasus implan
atau restorasi kompleks, atau saat digunakan untuk piranti lepasan permanen.
Laporan kasus ini menunjukkan gigi tiruan sebagian lepasan fleksibel yang estetik (deflex)
yang digunakan untuk perawatan sementara pasien yang memiliki gigi hilang yang sudah
lama pada daerah anterior atas.
LAPORAN KASUS
Perempuan berusia 24 tahun datang ke Dentistry Faculty (bagian Prostodontik) untuk
mengganti gigi anterior atas yang hilang (Gambar 1). Keluhan utama pasien yaitu rasa malu
yang besar karena gigi anterior yang tidak ada sejak lahir. Foto panoramik menunjukkan
tidak adanya pertumbuhan gigi/benih gigi sulung atau permanen (Gambar 2). Pemeriksaan
klinis dan radiografi menunjukkan tidak terdapat restorasi, karies pada gigi penyangga,
sehingga direncanakan penggunaan protesa cekat implan untuk daerah tak bergigi.
Pasien menjalani operasi implan dan empat implan dipasang pada kedua sisi daerah insisivus
lateral dan kaninus. Dua puluh satu hari setelah operasi, jaringan lunak tampak sehat tanpa
adanya tanda inflamasi. Dilakukan pembuatan cetakan awal rahang atas dan bawah dengan
alginat untuk pembuatan model studi. Gigi tiruan sebagian lepasan sementara dibuat untuk
memberikan hasil estetik langsung, penentuan kembali oklusi dengan penggantian gigi yang
hilang, dan memungkinkan pasien untuk membiasakan diri dengan gigi tiruan lepasan
sebelum pemasangan protesa sementara jangka panjang. Untuk membuat cetakan akhir
rahang atas, pola akrilik ditambahkan pada gigi tiruan immediate sementara yang sementara
dipasang.
Pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan resin termoplastik sementara jangka panjang:
Cetakan awal rahang atas dan bawah dibuat dengan menggunakan bahan cetak hidrokoloid
ireversibel (Kromopan, Sesto Fiorentino, Firenze, Italy) untuk memperoleh cetakan anatomis
pada gips. Cetakan rahang atas digambar batas, dan direncanakan gigi tiruan sebagian lepasan
sementara pada model rahang tersebut. Rest dibuat pada pada gigi rahang atas untuk
mendukung gigi tiruan. Pemeriksaan radiografi gigi penyangga menunjukkan bahwa gigi-gigi
ini memiliki pembentukan akar yang baik dan panjang akar yang cukup untuk dipasangkan
klamer. Setelah memperoleh model kerja, daerah retentif dikurangi. Basis dibuat dengan wax
roll, dan diambil cetakan lengkung fasial. Model rahang atas dipasang pada artikulator,
kemudian model rahang juga dipasang, dan diperiksa hubungan rahang atas dan bawah.
Shade gigi tiruan dipilih, kemudian gigi dipasang di lab. Setelah pemasangan gigi, gigi tiruan
diperiksa secara intraoral. Protesa rahang atas fleksibel sementara dimasukkan dalam
differential metal muffle untuk disesuaikan pada mesin injeksi. Muffle memiliki lubang
dalam strukturnya, sesuai dengan nozzle silinder tempat kapsul aluminium yang mengandung
resin fleksibel dilelehkan.
Setelah protesa dibuat, gigi tiruan ini diperiksa secara intraoral. Penyesuaian oklusal dan
lainnya dilakukan kemudian protesa dikirim ke lab untuk penyelesaian dan pemulasan
(Gambar 3). Pasien sangat menghargai estetik sewarna giginya. Gigi tiruan sebagian acetal
single cast yang warnanya sesuai, bagi pasien merupakan suatu estetik dan fleksibilitasnya
membantu bagi retensi dan kenyamanan. (Gambar 4).
DISKUSI
Resin termoplastik telah digunakan dalam kedokteran gigi selama lebih dari 50 tahun. Saat
itu penggunaannya terus berkembang, ketertarikan dokter gigi dan masyarakat pada bahan ini
juga terus meningkat. Keberhasilan pada pasien tinggi karena piranti ini dapat menjadi sangat
estetik. Resin fleksibel pada dasarnya diindikasikan untuk pembuatan gigi tiruan lepasan di
daerah anterior untuk keperluan estetik seperti translusensi dan tampilan asli. Kita harus ingat
bahwa penting untuk memperhatikan konsep dasar diagnosis dan desain, serta metode lain
desain klamer.
Asetal sebagai homo-polymer memiliki sifat termomakanis pendek yang baik, tapi sebagai
co-polymer memiliki stabilitas jangka panjang. Resin asetal sangat kuat, tahan aus dan
fraktur, serta fleksibel. Ini cukup keras untuk pelayanan klinis dalam waktu yang lama.
Karakteristik penting bahan ini yaitu fleksibilitasnya, yang memungkinkan gigi tiruan sangat
baik dan lebih nyaman saat dipakai. Karakteristik ini membuat bahan ini menjadi bahan ideal
bagi klamer yang dibuat sebelumnya untuk gigi tiruan sebagian, gigi tiruan sebagian
unilateral single pressed, kerangka gigi tiruan sebagian, bridge sementara, splint oklusal, dan
bahkan abutmen implan. Resin asetal tahan keausan oklusal dan tepat untuk menjaga dimensi
vertikal saat terapi restoratif sementara. Namun, resin termoplastik asetal sangat mahal untuk
bahan restoratif sementara.
Ritterbeck menyatakan bahwa tidak adanya porositas yang disebabkan karena pelepasan
monomer dapat meningkatkan kebersihan mulut, karena perlekatan plak dan pembentukan
kalkulus terganggu. Gigi tiruan yang terbuat dari resin fleksibel lebih ringan daripada yang
terbuat dari resin akrilik, sehingga lebih nyaman bagi pasien.
Gigi tiruan sebagian cekat resin bonded dapat digunakan untuk perawatan sementara sebelum
penggantian dengan protesa implan. Gigi tiruan sebagian cekat resin bonded bukan hal yang
baru, namun tetap ada kekhawatiran mengenai daya tahan jenis protesa ini dan ini belum
diuji. Tinjauan mengenai daya tahan klinis dari 60 gigi tiruan sebagian resin bonded
menunjukkan angka ketahanan selama 4 tahun sebesar 74%. Pasien pada laporan kasus ini
memiliki ruang tak bergigi yang terlalu besar di daerah anterior untuk pembuatan gigi tiruan
sebagian sementara resin bonded. Kami tidak menggunakan bridge karena resiko kegagalan
sementasi. Gigi tiruan sebagian lepasan konvensional juga tidak digunakan sebagai protesa
sementara, karena klamer metal yang menyebabkan masalah estetik di daerah anterior.
KESIMPULAN
Pada kasus ini, gigi tiruan sebagian lepasan dengan kerangka fleksibel berhasil menjalankan
tugasnya sampai protesa permanen direstorasi di daerah anterior, serta meningkatkan kualitas
hidup pasien. Dengan adanya perkembangan sifat, elastomer, dan copolymer alloy baru, pasti
akan ada aplikasi tambahan baru untuk resin termoplastik di masa mendatang, untuk
membantu pasien dengan gigi yang rusak atau hilang.

Gambar 1. Gigi anterior rahang atas yang hilang
Gambar 2. Foto panoramik sebelum perawatan implan
Gambar 3. Finishing dan polishing protesa
Gambar 4. Protesa akhir