Anda di halaman 1dari 23

MACAM-MACAM GAYA BELAJAR

MAKALAH
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik
yang Dibina oleh Dr. Endang Suarsini,M.Ked.

Oleh Kelompok 6 :
. !esi " #
$. %hmad &abibul 'ahid "(()**((+,#
). %sti Se-ita "(()**(*)+.#
*. E/i Kurniasari "(()**((+(#
.. 0rma D1i 2ayanti "(()**((+$#
6. Meisa 3isrina "(()**((+(6#
The Learning University
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
April, 202
BAB I
PENDAHULUAN
A! L"#"r B$l"%"&'
Pendidikan memang telah men4adi penopang dalam meningkatkan
sumber daya manusia 0ndonesia untuk pembangunan bangsa. Oleh karena
itu, kita seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia 0ndonesia
yang tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara 5 negara
lain. Setelah kita amati, nampak 4elas bah1a masalah yang serius dalam
peningkatan mutu pendidikan di 0ndonesia adalah rendahnya mutu
pendidikan di berbagai 4en4ang pendidikan, baik pendidikan /ormal
maupun in/ormal. &al itulah yang menyebabkan rendahnya mutu
pendidikan yang menghambat penyediaan sumber daya menusia yang
mempunyai keahlian dan keterampilan untuk memenuhi pembangunan
bangsa di berbagai bidang.
Setiap manusia se4ak lahir pasti mengalami suatu perubahan.
Perubahan dapat ter4adi akibat adanya proses bela4ar. 6ela4ar merupakan
suatu proses perubahan dari tidak tahu men4adi tahu. Pada umumnya salah
satu tu4uan bela4ar adalah untuk memanusiakan manusia. Proses bela4ar
dianggap berhasil 4ika si pela4ar memahami lingkungannya dan dirinya
sendiri. Sis1a dalam proses bela4arnya harus berusaha agar lambat laun ia
mampu men7apai aktualisasi diri dengan sebaik5baiknya. 6ela4ar ter4adi
bila mempunyai arti bagi indi-idu. 8uru tidak bisa memaksakan materi
yang tidak disukai atau tidak rele-an dengan kehidupan mereka.
6ela4ar dimulai dengan menempatkan kemampuan, pengetahuan,
ataupun keterampilan yang men4adi salah satu tu4uan dalam proses
pembela4aran di pun7ak dari hirarki bela4ar tersebut, diikuti kemampuan,
ketrampilan, atau pengetahuan prasyarat "prerequisite# yang harus mereka
kuasai lebih dahulu agar mereka berhasil mempela4ari ketrampilan atau
pengetahuan di atasnya itu. Dalam proses pembela4aran terdapat ma7am 9
ma7am gaya bela4ar. Ma7am 9 ma7am gaya bela4ar dapat digolongkan
men4adi Somatis, %uditori, :isual dan 0ntelektual atau S%:0. Seorang
guru, sangat penting untuk mempela4ari gaya 9 gaya bela4ar ini, untuk
memperlan7ar kegiatan bela4ar 9 menga4ar. Oleh karena itu, perlu
mengangkat materi mengenai ma7am 5 ma7am gaya bela4ar dalam
makalah ini.
B! R()(*"& M"l"*"+
6erikut ini adalah rumusan masalah pada makalah ini:
. 6agaimanakah karakteristik anak yang memiliki gaya bela4ar
Somatis;
$. 6agaimanakah karakteristik anak yang memiliki gaya bela4ar
%uditori;
). 6agaimanakah karakteristik anak yang memiliki gaya bela4ar :isual;
*. 6agaimanakah karakteristik anak yang memiliki gaya bela4ar
0ntelektual;
C! T(,("&
%dapun tu4uan dari makalah ini sebagai berikut:
.. <ntuk mengetahui karakteristik anak yang memiliki gaya bela4ar
Somatis.
6. <ntuk mengetahui karakteristik anak yang memiliki gaya bela4ar
%uditori.
+. <ntuk mengetahui karakteristik anak yang memiliki gaya bela4ar
:isual.
,. <ntuk mengetahui karakteristik anak yang memiliki gaya bela4ar
0ntelektual.
BAB II
KAJIAN TEORI
8aya bela4ar seorang anak didik dikaitkan dengan persepsi dan indranya.
=ara melihat, mendengarkan, memperhatikan, menyimak, melakukan dan
meniru gerakan tubuh selama bela4ar berpengaruh terhadap peningkatan
kompetensi. 0ndra anak didik yang terlatih dengan baik akan memper7epat daya
tangkap dan mengakti/kan memori 4angka pan4ang. 8aya bela4ar menurut Da-e
Meier dalam bukunya The %77elerated >earning dikenal dengan sebutan
pendekatan S%:0. Pendekatan S%:0 adalah salah satu pendekatan yang
mengintegrasikan unsur somatis, auditori, -isual dan intelektual dalam
pembela4aran. Pendekatan S%:0 ini dapat diterapkan dalam pembela4aran
/aroidh "%nonim

, $((?#
Pendekatan S%:0
S%:0 singkatan dari Somatis, %uditori, :isual dan 0ntektual. Teori
yang mendukung pendekatan S%:0 adalah %77elerated >earning. Pendekatan
S%:0 menganut aliran ilmu kogniti/ modern yang menyatakan bela4ar yang
paling baik adalah melibatkan emosi, seluruh tubuh, semua indera, dan
segenap kedalaman serta keluasan pribadi, menghormati gaya bela4ar indi-idu
lain dengan menyadari bah1a orang bela4ar dengan 7ara57ara yang berbeda.
Mengkaitkan sesuatu dengan hakikat realitas yang nonlinear, nonmekanis,
kreati/ dan hidup. Para pembela4ar sukses, boleh 4adi bela4ar dalam berbagai
7ara yang berbeda tetapi satu hal yang sama5sama mereka miliki adalah
pendekatan akti/ terhadap pembela4aran. Mereka tidak pernah duduk dengan
pasi/ mendengarkan atau memba7a "%nonim

, $((?#.
Menurut Meier "$(($:?# pembela4aran dengan pendekatan S%:0
adalah pembela4aran yang menggabungkan gerakan /isik dengan %kti/itas
0ntelektual dan penggunaan semua indera yang dapat berpengaruh besar pada
pembela4aran "%nonim

, $((?#
Sesuai dengan singkatan dari S%:0 sendiri yaitu Somatis, %uditori, :isual
dan 0ntektual, maka karakteristiknya ada empat bagian yaitu:
# Somatis
Somatis berasal dari bahasa !unani yaitu somatis yang berarti tubuh 9
soma "seperti dalam psikosomatis#. 2ika dikaitkan dengan bela4ar maka dapat
diartikan bela4ar dengan bergerak dan berbuat. 2adi, bela4ar somatis berarti
bela4ar dengan indra peraba, kinestetis, praktis5melibatkan /isik dan
menggunakan serta menggerakkan tubuh se1aktu bela4ar. &al ini dapat diambil
kesimpulan bah1a pembela4aran somatis adalah pembela4aran yang
meman/aatkan dan melibatkan tubuh. Menurut Meier "$((.:?$# pembela4aran
somatis adalah pembela4aran yang meman/aatkan dan melibatkan tubuh "indera
peraba, kinestetik, melibatkan /isik dan menggerakkan tubuh se1aktu kegiatan
pembela4aran berlangsung#. De Porter dkk. "$(((: ,.# 4uga menyatakan
bah1a bela4ar somatis mengakses segala 4enis gerak dan emosi, di7iptakan
maupun diingat "Munir, $((+#
Pada dasarnya komponen somatis ini memberikan kebebasan anak didik
untuk bergerak saat menerima pela4aran, merangsang pikiran dan tubuh di dalam
kelas dalam men7iptakan suasana bela4ar anak didik akti/ se7ara /isik. anak
didik dapat men7iptakan gambar atau men4alankan pelatihan bela4ar akti/,
misalnya dengan simulasi, permainan bela4ar dan yang lainnya "Meier,$((.:?.#
"Munir, $((+#.
Menurut De Porter dkk. "$(((: ,.#, anak didik yang bela4ar se7ara
somatis sering:
a. 6anyak bergerak.
b. 6ela4ar dengan melakukan, menun4uk tulisan saat memba7a, menanggapi
se7ara /isik.
7. Mengingat sambil ber4alan.
%dapun akti-itas yang sesuai dengan gaya bela4ar somatis dalam
pembela4aran adalah sebagai berikut:
. Membuat model dalam suatu proses atau prosedur
$. Membuat suatu kegiatan untuk membuktikan atau mengkostruksi rumus
). Memperagakan suatu proses atau seperangkat konsep
*. Memperagakan alat bantu saat menga4ar untuk menimbulkan rasa ingin
tahu pada anak didik.
.. Men4alankan pelatihan bela4ar akti/ "%nonim

, $((?#.
@Somati7 is learning by mo-ing and doingA. Model bela4ar somatis,
biasanya anak lebih suka bergerak, berpindah dari satu tempat ke tempat lain,
dan praktik "doing# se7ara langsung. Strategi pembela4aran yang baik bagi anak
somatis adalah demonstrasi, role-playing, games, atau strategi5strategi
pembela4aran yang menekankan anak beker4a se7ara akti/ dengan seluruh
tubuhnya. "%ri/in: $(#
Somatis di sini dinamakan dengan BB>earning by mo-ing doingBB "6ela4ar
dengan bela4ar dan bergerak#. 2adi 7ara bela4ar somatis adalah pola pembela4aran
yang menekankan pada aspek gerakan tubuh dalam bela4ar untuk merangsang
pikiran tubuh, 7iptakanlah suasana bela4ar yang membuat orang bangkit dari
tempat duduk dan akti/ se7ara /isik dari 1aktu ke 1aktu. Tidak semua
pembela4aran memerlukan akti/itas bela4ar /isik, tetapi dengan berganti5ganti
men4alankan akti-itas bela4ar akti/ dan pasi/ se7ara /isik, akan membantu
pembela4aran pada setiap peserta didik. 2adi antara tubuh dan otak "pikiran#
adalah satu dan harus saling menggiring, karena tersebar diseluruh tubuh dan
terbukti tubuh tidak akan bergerak 4ika pikiran tidak beran4ak "%ri/in: $(#.
$# %uditori
6ela4ar %uditorial adalah sebuah gaya bela4ar seseorang yang lebih e/ekti/
dengan 7ara mendengarkan in/ormasi yang disampaikan se7ara lisan. Seperti
dalam pidato, 7eramah maupun pembi7araan lain. Pela4ar %uditorial sering
menggunakan kata5kata atau u4aran seperti @kedengarannya bagusA atau @ding
dongA ketika menemukan sebuah penyelesaian. Mereka "pela4ar %uditorial# akan
lebih /okus pada apa yang ia dengar atau apa yang orang bi7arakan "%nonim,
$((,#.
)# :isual
8aya 6ela4ar :isual ":isual >earners# menitikberatkan pada keta4aman
penglihatan. %rtinya, bukti5bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu
agar mereka paham gaya bela4ar seperti ini mengandalkan penglihatan atau
melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa memper7ayainya.
%da beberapa karakteristik yang khas bagi orang5orang yang menyukai
gaya bela4ar -isual ini. Pertama adalah kebutuhan melihat sesuatu
"in/ormasiCpela4aran# se7ara -isual untuk mengetahuinya atau
memahaminya, kedua memiliki kepekaan yang kuat terhadap
1arna, ketiga memiliki pemahaman yang 7ukup terhadap masalah
artistik, keempat memiliki kesulitan dalam berdialog se7ara
langsung,kelima terlalu reakti/ terhadap suara, keenam sulit mengikuti an4uran
se7ara lisan, ketujuh seringkali salah menginterpretasikan kata atau u7apan.
1. =iri57iri gaya bela4ar -isual ini yaitu :
2. =enderung melihat sikap, gerakan, dan bibir guru yang sedang menga4ar
). 6ukan pendengar yang baik saat berkomunikasi
*. Saat mendapat petun4uk untuk melakukan sesuatu, biasanya akan melihat
teman5teman lainnya baru kemudian dia sendiri yang bertindak
5. Tak suka bi7ara didepan kelompok dan tak suka pula mendengarkan
orang lain. Terlihat pasi/ dalam kegiatan diskusi.
6. Kurang mampu mengingat in/ormasi yang diberikan se7ara lisan
+. >ebih suka peragaan daripada pen4elasan lisan
,. Dapat duduk tenang ditengah situasi yang rebut dan ramai tanpa
terganggu
*# 0ntelektual
0ntelektual adalah pen7ipta makna dalam pikiran, sarana yang digunakan
manusia untuk ber/ikir, menyatukan pengalaman, men7iptakan hubungan,
makna, ren7ana dan nilai5nilai dari hubungan tersebut. 0ntelektual adalah bagian
diri yang merenung, men7ipta, meme7ahkan masalah dan membangun makna.
0ntelektual adalah pen7ipta makna dalam pikiran, sarana yang digunakan
manusia untuk ber/ikir, menyatukan pengalaman, men7iptakan 4aringan syara/
baru dan bela4ar. 0ntelektual menghubungan pengalaman mental, /isik,
emosional, dan intuiti/ tubuh untuk membuat makna baru bagi dirinya sendiri
"Doebyarto, $((,#.
8aya bela4ar intelektual ber7irikan sebagai pemikir. Pembela4ar
menggunakan ke7erdasan untuk merenungkan suatu pengalaman dan
men7iptakan hubungan, makna, ren7ana, dan nilai dari pengalaman tersebut.
@0ntelektualA adalah bagian diri yang merenung, men7ipta, meme7ahkan
masalah, dan membangun makna. 0tulah sarana yang digunakan pikiran untuk
mengubah pengalaman men4adi pengetahuan, pengetahuan men4adi pemahaman,
dan pemahaman men4adi keari/an. %spek intelektual dalam bela4ar akan terlatih
4ika kita menga4ak pembela4aran tersebut dalam akti-itas seperti:
. Meme7ahkan masalah
$. Menganalisis pengalaman
). Menger4akan peren7anaan strategis
*. Memilih gagasan kreati/
.. Men7ari dan menyaring in/ormasi
6. Merumuskan pertanyaan
+. Menerapkan gagasan baru pada peker4aan
,. Men7iptakan makna pribadi
?. Meramalkan implikasi suatu gagasan "Doebyarto, $((,#
BAB III
PEMBAHASAN
Pembela4aran dengan pendekatan S%:0 adalah pembela4aran yang
menekankan bah1a bela4ar harus meman/aatkan semua alat indra yang dimiliki
anak didik. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan oleh guru dalam
pembela4aran di kelas adalah dengan menggunakan pendekatan S%:0 "Somati7,
%uditory, :isualiEation, 0ntele7tualy#. Somati7 adalah gerakan tubuh, yang
berarti bah1a bela4ar harus dengan mengalami dan melakukan. %uditory adalah
pendengaran, yang berarti bah1a indra telinga digunakan dalam proses
pembela4aran dengan 7ara mendengarkan, menyimak, berbi7ara, presentasi,
argumentasi, mengemukakan pendapat, dan menaggapi. :isualiEation adalah
penglihatan, yang berarti bah1a bela4ar harus menggunakan mata melalui
mengamatai, menggambar, melukis, mendemonstrasikan media
pembela4aran dan alat peraga. 0ntelektual adalah berpikir, yang berarti bah1a
kemampuan berpikir harus dilatih melalui bernalar, men7ipta, meme7ahkan
masalah, mengkontruksi, dan menerapkan. "&erdian, $((?#.
Perbedaan anak didik dalam menerima in/ormasi terbaik mempunyai 7ara
yang berbeda. Mereka 4uga memiliki proses dan menggunakan in/ormasi terbaik
dengan 7ara yang berbeda pula. =ara memproses dan menggunakan disebut
beberapa ke7erdasan atau bakat. =ara menerima in/ormasi disebut gaya bela4ar.
6eberapa gaya yang berbeda ini merupakanperbedaan anak didik bagaimana
menerima in/ormasi terbaik dengan 7ara yang berbeda. &al ini dapat
mengakibatkan masalah serius di sekolah dan bela4ar rumah. 2ika anak didik
menerima in/ormasi terbaik -isual sedangkan guru atau orang tua memberikan
sebagian besar in/ormasi se7ara lisan, anak didik adalah pada kerugian besar.
%nak didik dapat men4adi korban tidak e/ekti/ penga4aran5penga4aran yang
hanya bergantung pada salah satu 7ara untuk menya4ikan in/ormasi. 6erikut
adalah da/tar sederhana empat besar gaya bela4ar:
. Somatis
6eberapa anak didik, biasanya setidaknya ).F, bela4ar paling
e/ekti/ saat bergerak "kinestetik# atau hal5hal penanganan "sentuhan#.
Tindakan dan keterlibatan tubuh ini membantu mereka untuk memahami
suatu materi. 6ela4ar somatis dapat disebut sebagai bala4ar dengan
menggunakan indra peraba, kinestetis, praktis, dan melibatkan /isik serta
menggunakan dan menggerakkan tubuh se1aktu bela4ar. Dalam
pelaksanaan kegiatan bela4ar pada saat ini otak merupakan organ tubuh
yang paling dominan. Pembela4aran yang dilakukan seperti merupakan
kegiatan yang sangat keliru. %nak5anak yang bersi/at somatis tidak akan
mampu untuk duduk tenang.
Mereka harus menggerakkan tubuh mereka untuk membuat otak dan
pikiran mereka tetap hidup. %nak5anak seperti ini disebut sebagai
@&iperakti/@. Pada se4umlah anak, si/at hiperakti/ itu normal dan sehat.
3amun yang di4umpai pada anak5anak hiperakti/ adalah penderitaan,
dimana sekolah mereka tidak mampu dan tidak tahu 7ara memperlakukan
mereka. %kti-itas anak5anak yang hiperakti/ 7enderung dianggap
mengganggu, tidak mampu bela4ar dan mengan7am ketertiban proses
pembela4aran. Dalam satu penelitian disebutkan bah1a @4ika tubuhmu
tidak bergerak, maka otakmu tidak beran4ak@. 2adi menghalangi gaya
bela4ar anak somatis dengan menggunakan tubuh sama halnya dengan
menghalangi /ungsi pikiran sepenuhnya. Mungkin dalam beberapa kasus,
sistem pendidikan dapat membuat 7a7at bela4ar anak, dan bukan
menggangu 4alannya pembela4aran.
0stilah somatis sama artinya dengan kinestetik. @bela4ar somatis
berarti bela4ar dengan indera peraba, kinestetik, praktis melibatkan /isik
dan menggunakan serta menggerakkan tubuh se1aktu bela4arA. Dalam
lingkup bela4ar somatis tidak menghendaki anak didik hanya duduk di
kursi sambil menuggu sa4ian materi dari guru melainkan dengan bela4ar
somatis anak didik terlibat sepenuhnya dalam pembela4aran. 6ela4ar
somatis ini sesuai untuk anak didik yang memiliki gaya bela4ar kinestetik.
DePorter mengemukakan bah1a pela4ar kinestetik suka bela4ar
melalui gerakan dan sentuhan. Oleh karena itu, seorang guru dituntut
untuk menerapkan pembela4aran kinestetik yaitu dengan 7ara menga4ak
anak didik bergerak akti/ ketika bela4ar sehingga suasana kelas men4adi
lebih hidup dan menyenangkan. DePorter mengemukakan hal5hal yang
perlu diperhatikan guru dalam pembela4aran kinestetik antara lain :
# Menggunakan alat bantu saat menga4ar untuk menimbulkan rasa
ingin tahu dan menekankan konsep5konsep kun7i
$# Men7iptakan simulasi konsp agar anak didik mengalaminya
)# 2ika beker4a dengan anak didik perseorangan, maka perlu diberikan
bimbingan paralel dengan duduk di sebelah mereka
*# Men7oba berbi7ara dengan setiap anak didik se7ara pribadi setiap
hari sekalipun hanya salam kepada anak didik saat meeka masuk
atau saat mereka ke luar kelas
.# Memperagakan konsep sambil memberikan kesempatan anak didik
untuk mempela4ari langkah demi langkah
6# Men7eritakan pengalaman pribadi mengenai 1a1asan bela4ar anda
kepada anak didik, dan dorong mereka untuk melakukan hal yang
sama.
Selain itu, Meier menegaskan bah1a orang dapat bergerak ketika
mereka:
# membuat model dalam suatu proses atau prosedur
$# se7ara /isik menggerakkan berbagai komponen dalam suatu proses
atau sistem
)# memeragakan suatu proses, system atau seperangkat konsep
*# mendapatkan pengalaman baru lalu membi7arakannya dan
mere/leksikannya
.# melengkapi suau proyek yang memerluka kegiatan /isik.
6# men4alankan pelatihan bela4ar akti/ "simulasi, permainan bela4ar dan
lain5lain#
+# melakukan tin4auan lapangan dan membi7arakan tentang apa yang
dipela4ari
,# me1an7arai orang5orang di luar kelas
?# dalam tim, men7iptakan pelatihan pembela4aran akti/ bagi seluruh
kelas.
6erdasarkan uraian di atas, inti bela4ar somatis adalah bela4ar yang
membuat anak didik melakukan akti-itas /isik dalam pembela4aran.
Makin banyak anak didik melakukan akti-itas dalam proses pembela4aran,
maka makin dalam anak didik menguasai materi tersebut. 6anyak hal
yang dapat dilakukan untuk membuat anak didik akti/ dalam
pembela4aran. Misalnya, dengan membimbing anak didik untuk
melakukan simulasi, bermain peran, permainan bela4ar dan lain5lain
sehingga suasana kelas men4adi hidup dan menyenangkan.
Dalam suatu pembela4aran misalnya Matematika, guru harus bisa
membimbing anak didik untuk mengakti/kan kegiatan /isik. Misalnya
anak didik membuat suatu model bangun ruang. anak didik bisa men7ari
atau membuat sendiri modelbangun ruang yang diperintahkan oleh guru.
Misalnya anak didik membuat bangun ruang dari kertas karton atau
menggunakan benda yang ada di sekitarnya yang bentuknya seperti
bangun ruang yang diinginkan. &al ini bertu4uan agar anak didik tidak
hanya menerima pen4elasan dari guru tentang bangun ruang. Setelah
membuat model bangun ruang tersebut anak didik diarahkan untuk
mengidenti/ikasi bangun ruang tersebut, kemudian anak didik bisa
menun4ukkan model bangun ruang tersebut kepada guru atau teman5
temannya. Dalam proses identi/ikasi inilah anak didik akan
berupaya menemukan suatu hal yang baru yang belum pernah dialaminya.
8uru harus memberikan ruang kepada anak didik untuk mengeksplorasi
pengetahuan mereka sendiri dalam menemukan sesuatu yang baru.
$. %uditori
Sis1a yang memiliki tipe bela4ar auditori mengandalkan kesuksesan
bela4arnya melalui telinga "alat pendengarannya#, untuk itu maka guru
sebaiknya harus memperhatikan sis1anya hingga ke alat pendengarannya.
%nak yang mempunyai gaya bela4ar auditori dapat bela4ar lebih 7epat
dengan menggunakan diskusi -erbal dan mendengarkan apa yang guru
katakan. %nak auditori dapat men7erna makna yang disampaikan melalui
tone suara, pit7h "tinggi rendahnya#, ke7epatan berbi7ara dan hal5hal
auditori lainnya. 0n/ormasi tertulis terkadang mempunyai makna yang
minim bagi anak auditori mendengarkannya. %nak5anak seperi ini
biasanya dapat mengha/al lebih 7epat dengan memba7a teks dengan keras
dan mendengarkan kaset "Syukur, $((*#.
Pembela4ar tipe ini suka bela4ar atau beker4a dengan suara dan
musik. Memiliki sensiti/itas dalam nada dan ritme. 6iasanya bisa
bernyanyi, memainkan alat musik, atau mengenali suara dari berbagai
instrumen. Musik tertentu memiliki pengaruh kuat ke emosinya "De
Porter, $(($#.
<ntuk pembela4ar dengan gaya bela4ar auditori gunakan banyak
suara, irama dan musik. 6a7akan materi menggunakan suara yang keras,
membuat sesi tanya 4a1ab, berdiskusi, sambil mendengarkan musik
ataupun beker4a se7ara kelompok. 8unakan mnemoni7 "4embatan keledai#
dengan ritme menarik atau single lagu untuk mengha/alkan sesuatu. Perlu
peman/aatan konten yang menggunakan suara dalam asosiasi dan
-isualisasi. Misalnya suara binatang ketika bela4ar mengenai biologi,
suara mesin ketika bela4ar ke7epatan di /isika, dll "De Porter, $(($#.
Delati/ ke7il 4umlah anak didik, ?F atau lebih. %nak dengan gaya
bela4ar ini lebih suka mendengarkan atau mendiskusikanCberbi7ara sebagai
7ara untuk menerima in/ormasi. Sayangnya, ada ruang kelas di mana
sebagian besar in/ormasi disa4ikan dengan kata yang diu7apkan bahkan
meskipun itu tidak bentuk presentasi yang paling e/ekti/ untuk mayoritas
anak didik.
Menurut De Porter "$(($#, gaya bela4ar %uditori "%uditory >earners#
mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan
mengingatnya. Karakteristik model bela4ar seperti ini benar5benar
menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap in/ormasi atau
pengetahuan. %rtinya, kita harus mendengar, baru kemudian kita bisa
mengingat dan memahami in/ormasi itu. Karakter pertama orang yang
memiliki gaya bela4ar ini adalah semua in/ormasi hanya bisa diserap
melalui pendengaran, kedua memiliki kesulitan untuk menyerap in/ormasi
dalam bentuk tulisan se7ara langsung, ketiga memiliki kesulitan menulis
ataupun memba7a.
%da beberapa 7ara yang bisa dilakukan untuk mengetahui gaya
bela4ar ini. =ara Pertama, adalah dengan menggunakan obser-asi se7ara
mendetail terhadap setiap sis1a melalui penggunaan berbagai metode
bela4ar menga4ar di kelas. Digunakan metode 7eramah se7ara umum,
men7atat sis1a5sis1a yang mendengarkan dengan tekun hingga akhir.
kemudian memperhatikan sis1a5sis1a yang @kuatA bertahan berapa lama
dalam mendengar. Mengklasi/ikasikan mereka sementara dalam golongan
orang5orang yang bukan tipe pembela4ar yang 7enderung mendengarkan.
Dari sini bisa mengklasi/ikasikan se7ara sederhana tipe5tipe sis1a dengan
model5model pembela4ar auditori yang lebih menon4ol.
=ara kedua, adalah dengan memberikan tugas kepada sis1a untuk
melakukan peker4aan yang membutuhkan proses penyatuan bagian5bagian
yang terpisah, misalnya menyatukan model rumah yang bagian5bagiannya
terpisahkan. %da tiga pilihan 7ara yang bisa dilakukan dalam menyatukan
model rumah ini, pertama adalah melakukan praktek langsung dengan
men7oba menyatukan bagian5bagian rumah ini setelah melihat potongan5
potongan yang adaG kedua adalah dengan melihat gambar desain rumah
se7ara keseluruhan, baru mulai menyatukanG dan ketiga adalah petun4uk
tertulis langkah5langkah yang diperlukan untuk membangun rumah
tersebut dari a1al hingga akhir.
Pembela4ar -isual akan 7enderung memulai dengan melihat gambar
rumah se7ara utuh. 0a lebih 7epat menyerap melalui gambar5gambar
tersebut sebelum menyatukan bagian5bagian rumah se7ara keseluruhan.
Pembela4ar auditori 7enderung memba7a petun4uk tertulis mengenai
langkah5langkah yang diperlukan untuk membangun rumah, dan tidak
terlalu mempedulikan gambar yang ada. Sedangkan pembela4ar kinestetik
akan langsung mempraktekkan dengan men7oba57oba menyatukan satu
bagian dengan bagian yang lain tanpa terlebih dahulu melihat gambar
ataupun memba7a petun4uk tulisan. Dari pengamatan terhadap 7ara ker4a
sis1a dalam menyelesaikan tugas ini, kita akan lebih memahami gaya
menga4ar sis1a se7ara lebih mendetail.
=ara ketiga, merupakan 7ara yang lebih komprehensi/ yaitu dengan
melakukan sur-ey atau tes gaya bela4ar. 3amun demikian, alat sur-ey
ataupun tes ini biasanya mengikat pada satu konsultan atau psikolog
tertentu sehingga 4ika kita ingin melakukan tes tersebut harus membayar
dengan se4umlah biaya tertentu, yang terkadang dirasa 7ukup mahal.
3amun demikian, karena menggunakan metodologi yang sudah 7ukup
teru4i, biasanya sur-ey atau tes psikologi sema7am ini mempunyai akurasi
yang tinggi sehingga memudahkan bagi guru untuk segera mengetahui
gaya bela4ar sis1a.
Dari ketiga 7ara mengetahui gaya bela4ar sis1a di atas tergantung
kita untuk menggunakan 7ara yang mana. =ara pertama dan kedua
membutuhkan usaha yang keras dari kita dalam memetakan dan
mengklasi/ikasikan gaya menga4ar sis1a yang terdapat dalam satu kelas.
3amun demikian, kedua 7ara ini tidak membutuhkan biaya yang mahal.
<ntuk lebih akurat, memang 7ara ketiga bisa diambil, namun
konsekuensinya tentu sa4a perlu mengeluarkan biaya untuk sur-ey ataupun
tes gaya bela4ar "Hainudin, $(#.
<ntuk sis1a auditorial, bela4ar melalui mendengarkan kuliah, 7ontoh
dan 7erita serta mengulang in/ormasi adalah 7ara yang mereka sukai. Para
auditorial mungkin lebih memilih merekam suara mereka daripada
men7atat. 0tu karena mereka suka mendengarkan in/ormasi berulang5
ulang. Mereka mungkin meminta guru untuk mengulang materi yang
diberikan, mereka tentu sa4a menyimak, tetapi mereka suka
mendengarkannya lagi.
Pela4ar auditorial lebih suka menyelesaikan tugas atau peker4aan
rumah sambil mendengarkan musik, sementara sis1a lainnya akan merasa
terganggu dengan hal itu. Di luar negeri bahkan menyediakan sound
system di ruang kelasnya sebagai pembantu konsentrasi pembela4aran.
Para guru dapat membuat materi dan hapalan men4adi sebuah lagu dengan
melodi yang sudah dikenal baik. Misal ubahlah lirik lagu @balonkuA
men4adi nama5nama Propinsi atau yang lainnya "%nonim, $((,#.
=iri57iri gaya bela4ar %uditori yaitu :
Mampu mengingat dengan baik pen4elasan guru di depan kelas, atau
materi yang didiskusikan dalam kelompokC kelas
Pendengar ulung: anak mudah menguasai materi iklanClagu di tele-isiC
radio
=enderung banyak bi7ara
Tak suka memba7a dan umumnya memang bukan pemba7a yang baik
karena kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru sa4a
diba7anya
Kurang 7akap dalam menger4akan tugas mengarangC menulis
Senang berdiskusi dan berkomunikasi dengan orang lain
Kurang tertarik memperhatikan hal5hal baru dilingkungan sekitarnya,
seperti hadirnya anak baru, adanya papan pengumuman di po4ok
kelas, dll
Saat beker4a suka bi7aa kepada diri sendiri
Penampilan rapi
Mudah terganggu oleh keributan
6ela4ar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan
dari pada yang dilihat
Senang memba7a dengan keras dan mendengarkan
Menggerakkan bibir mereka dan mengu7apkan tulisan di buku ketika
memba7a
6iasanya ia pembi7ara yang /asih
>ebih pandai menge4a dengan keras daripada menuliskannya
>ebih suka gurauan lisan daripada memba7a komik
Mempunyai masalah dengan peker4aan5peker4aan yang melibatkan
-isual
6erbi7ara dalam irama yang terpola
Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan 1arna
suara
Karakteristik Pela4ar %uditorial:
6aik dalam ber7erita
6iasanya ba1el
Menyelesaikan masalah dengan argumentasi
Memiliki banyak perbendaharaan 7elotehan, seperti @dengerin dongA,
@iya, aku dengarA
Menggerakkan bibir atau berbi7ara dengan dirinya sendiri ketika
/okus menyelesaikan tugas.
Strategi untuk mempermudah proses bela4ar anak auditori :
%4ak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas
maupun di dalam keluarga.
Dorong anak untuk memba7a materi pela4aran dengan keras.
8unakan musik untuk menga4arkan anak.
Diskusikan ide dengan anak se7ara -erbal.
6iarkan anak merekam materi pela4arannya ke dalam kaset dan
dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.
6ergabunglah dengan kelompok bela4ar untuk membantu
mempelahari bahan bahan pela4aran.
Ketika bela4ar sendiri, u7apkan in/ormasi in/ormasinya dengan suara
yang 7ukup di dengar
8unakan alat perekam in/ormasi yang penting , setelah itu lalu
dengarkan kembali untuk mengulang pemahamannya.
). :isual
Setiap orang ditakdirkan berbeda, tak terke7uali dalam bagaimana
seseorang bela4ar. Setiap indi-idu memiliki gaya bela4ar yang berlainan.
6agi seorang guru, sangat penting mengetahui gaya bela4ar sis1anya
sehingga 7ara menga4arnya dapat men7apai hasil yang lebih maksimal
dengan menyesuaikan gaya bela4ar sis1a5nya.
Seringkali guru salah menilai 4ika ada sis1a yang tidak bisa duduk
diam dan tenang. Seringkali malah sis1a tersebut dianggap nakal. 6isa
sa4a sis1a bertingkah seperti itu karena guru memberikan 7ara penga4aran
yang tidak sesuai dengan gaya bela4ar sis1a tersebut sehingga dia susah
memahami pela4aran dan men4adi bosan.
Menurut penelitian, ada banyak kategori gaya bela4ar sis1a. 3amun,
gaya bela4ar yang banyak dibi7arakan dan akan sedikit dibahas disini ada
tiga yaituG -isualCspatial, auditoriCaural dan kinestetikCphysi7al.
Pembela4ar gaya -isual, lebih suka menggunakan /oto, membuat
gambar, bermain 1arna, dan peta untuk menyampaikan in/ormasi dan
berkomunikasi dengan orang lain. Dia suka memba7a, suka menulis, suka
men7oret57oret kertas, lebih menyukai memba7a 7erita dibandingkan
mendengar 7erita, 7epat dalam melakukan pen4umlahan atau perkalian,
pintar dalam menge4a kata, dan sering men7atat segala yang diperintahkan.
Pembela4ar tipe ini dapat dengan mudah mem-isualisasikan benda,
ren7ana dan hasil pikiran mata. 2uga memiliki kemampuan yang baik
tentang tata ruang sehingga mudah memahami peta. <ntuk menga4ar
pembela4ar -isual, digunakan /oto, gambar, 1arna dan media -isual
lainnya untuk membantu bela4ar. Memakai alat tulis "spidol, kapur dll#
minimal empat 1arna. 6anyak menggunakan @kata -isualA dalam
ungkapan. =ontohnya: lihat, gambar, perspekti/, -isual, dan peta.
Menggunakan peta pikiran "mind map# untuk memberikan
pen4elasan atau membuat 7atatan. Menggunakan diagram sistem
membantu mem-isualisasikan hubungan antara bagian5bagian dari sistem.
Memakai teknik ber7erita tertentu dapat membantu pembela4ar tipe ini
untuk mengha/al materi yang tidak mudah untuk @dilihatA"
http:CCedukasiana.7omC;pI)$J#.
6eberapa pro/esi yang sebagian besar menggunakan gaya -isual
adalah seni -isual, arsitektur, /otogra/i, -ideo atau /ilm, desain,
peren7anaan "khususnya yang strategis#, dan na-igasi.
*. 0ntelektual
0ntelektual adalah pen7ipta makna dalam pikiran, sarana yang
digunakan manusia untuk ber/ikir, menyatukan pengalaman, men7iptakan
hubungan, makna, ren7ana dan nilai5nilai dari hubungan tersebut.
0ntelektual adalah bagian diri yang merenung, men7ipta, meme7ahkan
masalah dan membangun makna. 0ntelektual adalah pen7ipta makna dalam
pikiran, sarana yang digunakan manusia untuk ber/ikir, menyatukan
pengalaman, men7iptakan 4aringan syara/ baru dan bela4ar. 0ntelektual
menghubungan pengalaman mental, /isik, emosional, dan intuiti/ tubuh
untuk membuat makna baru bagi dirinya sendiri. 6ela4ar dengan gaya
bela4ar intelektual lebih memperhatikan aspek ber/ikir menghubungkan
suatu masalah dan penyebabnya bahkan membuat hipotesis atas suatu
penelitian. 8aya bela4ar intelektual mengutamakan pula kemampuan
pemahaman anak didik dalam kegiatan bela4ar menga4ar.
8aya bela4ar intelektual ber7irikan sebagai pemikir. Pembela4ar
menggunakan ke7erdasan untuk merenungkan suatu pengalaman dan
men7iptakan hubungan, makna, ren7ana, dan nilai dari pengalaman
tersebut. @0ntelektualA adalah bagian diri yang merenung, men7ipta,
meme7ahkan masalah, dan membangun makna. 0tulah sarana yang
digunakan pikiran untuk mengubah pengalaman men4adi pengetahuan,
pengetahuan men4adi pemahaman, dan pemahaman men4adi keari/an.
%spek intelektual dalam bela4ar akan terlatih 4ika kita menga4ak
pembela4aran tersebut dalam akti-itas seperti:
. Meme7ahkan masalah
$. Menganalisis pengalaman
). Menger4akan peren7anaan strategis
*. Memilih gagasan kreati/
.. Men7ari dan menyaring in/ormasi
6. Merumuskan pertanyaan
+. Menerapkan gagasan baru pada peker4aan
,. Men7iptakan makna pribadi
?. Meramalkan implikasi suatu gagasan "Doebyarto, $((,#.
Di atas merupakan 7ara untuk terlatih dalam gaya bela4ar
intelektual. Meme7ahkan masalah, biasanya diberikan melalui kegiatan
diskusi maupun tanya 4a1ab, menganalisis masalah dapat diberikan
melalui diskusi atau ketika membuat laporan praktikum. Menger4akan
peren7anaan strategis biasa dilatih melalui pembuatan proyek, memilih
gagasan alternati/ dapat ditun4ukkan ketika diskusi,Tanya 4a1ab atau
bahkan ketika u4ian dengan soal essay. Men7ari dan menyaring in/ormasi
dapat ditun4ukkan dengan guru memberikan post test. Merumuskan
pertanyaan dapat ditun4ukkan melalui diskusi maupun Tanya
4a1ab,menerapkan gagasan baru pada peker4aan dapat ditun4ukkan melalui
kegiatan praktikum maupun proyek. Men7iptakan makna pribadi dan
meramalkan implikasi suatu gagasan dapat ditumbuhakan dengan
pembuatan proyek atau praktikum. 8aya bela4ar ini tidak lepas dalam
pembela4aran guru terhadap anak didiknya karena gaya bela4ar ini penting
untuk dapat meningkatkan 7ara berpikir anak didik agar dapat berpikir
kritis atas sesuatu yang ada dan memiliki pemahaman terhadap materi
yang disampaikan guru.
BAB IV
KESIMPULAN
%dapun kesimpulan yang dari makalah ini sebagai berikut:
. %nak yang memiliki tipe gaya bela4ar Somatis yakni anak yang memiliki
karakteristik lebih nyaman bela4ar dengan melakukan suatu tindakan dalam
bentuk apapun.
$. %nak yang memiliki tipe gaya bela4ar %uditori akan lebih mudah menerima
pela4aran dan lebih nyaman bela4ar dalam bentuk mendengarkan.
). %nak dengan gaya bela4ar :isual akan lebih mudah mengerti yang sedang
dipela4arinya 4ika dinyatakan dalam bentuk yang bias dilihatnya.
*. %nak dengan gaya bela4ar 0ntelektual akan lebih mampu menganalisis suatu
masalah dan menyelesaikan masalah tersebut dengan berpikir.
DAFTAR PUSTAKA
%nonim. $((,. Siswa dengan Gaya Belajar Auditorial. "Online#,
"http:CCsdn)bo4onglopang.1ordpress.7omC$((,C(?C()Csis1a5dengan5gaya5
bela4ar5auditorial5bagaimana5menghadapinyaC#, diakses tanggal ) %pril
$($
%nonim

.$((?. Penerapan Model Pembela4aran 3ht dengan Pendekatan Sa-i


dalam Meningkatkan &asil 6ela4ar anak didik. "Online#,
"http:CCabstrak.digilib.upi.eduCDirektoriCskripsiC/pmipaCpend.JilmuJkomput
erC(6(,6+(JpenerapanJmodelJpembela4aranJnht
F$,numberedJheadJtogether
F$?JdenganJpendekatanJsa-iJdalamJmeningkatkanJhasilJbela4arJtikJ
anak didikCbabJii.pd/#, diakses * %pril $($
%ri/in, Hainal. $(. Da-e Meier. "Online#,
"http:CCderiEEain.multiply.7omC4ournalCitemC,+;Ksho1JinterstitialIKuI
F$L4ournalF$Litem#, diakses * %pril $($
De Porter, 6obbi dan &erna7hi, Mike. $(($. Quantum Learning. 6andung:
Kai/a
&erdian. $((?. Model Pembela4aran S%:0. "Online#,
"http:CCherdy(+.1ordpress.7omC$((?C(*C$$Cmodel5pembela4aran5sa-iC#,
diakses * %pril $($
Ma7am5Ma7am 8aya 6ela4arG P-*#$. /01 A.)i& -& D$2$)/$r 20, 20
"+##p344/$l","rp*i%-l-'i!2-)4)"2")-)"2")-'"0"-/$l","r4#
Munir. $((+. 8aya 6ela4ar %nak Styles O/ >earning. "Online#,
"http:CCmunirmisbahul.blogspot.7omC$((+CCgaya bela4ar anak styles o/
learning.html#, diakses tanggal * %pril $($
Doebyarto. $((,. Pendekatan SAV,"Online#,
"http:CCroebyarto.multiply.7omC4ournalCitemC$;Ksho1JinterstitialIKuI
F$L4ournalF$Litem#, diakses 6 %pril $($.
Syukur, Latah dan Drs, M.%g. $((*. !eknologi Pendidikan. Semarang: DaS%0>
Hainudin, %kbar . $(. "engetahui Gaya Belajar Anak. "Online#, diakses
tanggal ) %pril $($ "http:CC111.gayabela4ar.netCmengetahui5gaya5
bela4ar5anak.html#,