Anda di halaman 1dari 26

TUGAS KEWIRAUSAHAAN

MEMBUAT RENCANA USAHA DAN MENILAI KELAYAKAN RENCANA


USAHA





Disusun oleh :

Novia Jeniceryti 2010.08.0.0069
Elysa Dianriasning 2011.08.0.0012
Christina Edo Natalia 2011.08.0.0016
Pamela Bellatrix Imbiri 2011.08.0.0020
Ita Rachma Sari 2011.08.0.0028
Muhammad Hamim 2011.08.0.0046



UNIVERSITAS HAMG TUAH
SURABAYA
2014

KELAYAKAN USAHA

A. PENGERTIAN KELAYAKAN USAHA
Usaha yang akan dijalankan diharapkan dapat memberikan penghasilan sesuai
dengan target yang telah ditetapkan. Pencapaian tujuan usaha harus memenuhi
beberapa kreteria kelayakan usaha. Artinya, jika dilihat dari segi bisnis, suatu usaha
sebelum dijalankan harus dinilai pantas atau tidak untuk dijalankan. Pantas artinya
layak atau akan memberikan keuntungan dan manfaat yang maksimal.
Agar tujuan perusahaan dapat tercapai sesuai keinginan, apa pun tujuan perusahaan
(baik Profit, social, maupun gabungan dari keduanya), apabila ingin melakukan
investasi, terlebih dahulu hendaknya dilakukan suatu studi. Tujuannya adalah untuk
menilai apakah investasi yang akan ditanamkan layak atau tidak untuk dijalankan
(dalam arti sesuai dengan tujuan perusahaan) atau dengan kata lain jika usaha tersebut
dijalankan, akan memberikan manfaat atau tidak.
Namun, kadang-kadang sekalipun telah dilakukan studi secara baik dan benar
factor kegagalan suatu usaha tetap ada, apalagi yang tampa dilalui studi sebelumnya.
Hal ini terjadi karena untuk mencapai tujuan banyak sekali hambatan yang akan
dihadapi dan resiko yang munkin timbul setelah usaha berjalan.
Untuk menghindari kegagalan, perlu dilakukan studi sebelum proyek tersebut
dijalankan. Studi ini dikenal dengan nama studi kelayakan usaha atau bisnis. Salah satu
tujuan dilakukan studi kelayakan adalah untuk mencari jalan keluar agar dapat
meminimalkan hambatan dan resiko yang mukin timbul dimasa yang akan datang yang
penuh dengan ketidakpastian.
Suatu kegiatan dapat dikatakan layak apabila dapat memenuhi persyaratan tertentu.
Untuk menetukan layak atau tidaknya suatu usaha diperlukan perhitungan dan asumsi-
asumsi sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa dari segi keuangan perusahan ini
layak untuk dijalankan.
Studi kelayakan usaha dilakukan untuk mengidentifikasi masalah dimasa yang akan
datang sehinga dapat meminimalkan kemungkinan melesetnya hasil yang ingin
dicapai dalam suatu investasi. Studi kelayakan usaha memperhitungkan hambatan atau
peluang dari investasi yang akan dijalankan. Jadi, studi kelayakan usaha dapat
memberikan pedoman atau arahan pada usaha yang akan dijalankan.
Dapat disimpulkan bahwa pengertian studi kelayakan usaha adalah :
Suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu kegiatan, usaha,
atau bisnis yang akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau tidak usaha
tersebut di jalankan
Mempelajari secara mendalam berarti meneliti secara sungguh-sungguh data
dan informasi yang ada, kemudian mengukur, menghitung, dan menganalisis hasil
penelitian tersebut dengan menggunakan metode-metode tertentu. Penelitian yang
dilakukan terhadap usaha yang akan dijalankan menggunakan ukuran tertentu sehingga
diperoleh hasil maksimal.
Kelayakan artinya penelitian yang dilakukan secara mendalam bertujuan untuk
menentukan apakah usaha yang dijalankan akan memberikan manfaat yang lebih besar
dibandingkan dengan biaya yang akan dikeluarkan. Dengan kata lain, kelayakan dapat
berakti bahwa usaha yang dijalankan akan memberikan keuntungan financial dan
nonfinansial sesuai dengan tujuan yang mereka inginkan. Layak juga berarti dapat
memberikan keuntungan tidak hanya bagi perusahaan yang menjalankannya, tetapi juga
bagi investor, kreditor, pemerintah, dan masyarakat luas.
Untuk menentukan layak atau tidaknya suatu usaha dapat dilihat dari berbagai
aspek. Setiap aspek harus memiliki standar nilai tertentu. Namun, keputusan penilaian
tidak hanya dilakukan pada salah satu aspek, tetapih pada seluruh aspek yang akan
dinilai.
Ukuran kelayakan masing-masing jenis usaha sangat berbeda, misalnya antara
usaha jasa dan usaha nonjasa. Sebagai contoh pendirian hotel berbeda dengan usaha
pembukaan perkebunan kelapa sawit atau usaha pertenakan berbeda dengan
usaha ,pendidikan. Akan tetapi, aspek-aspek yang digunakan untuk menyatakan layak
atau tidaknya usaha tersebut sama meskipun bidang usahanya berbeda.
Penilaian masing-masing aspek harus dilakukan secara keseluruhan, bukan
berdiri sendiri. Jika aspek yang kurang layak, akan diberikan beberapa saran perbaikan
sehingga memenuhi Kriteria tersebut sebaiknya usaha tersebut tidak dijalankan.
Aspek-aspek yang dinilai dalam studi kelayakan bisnis meliputi aspek hukum,
pasar dan pemasaran, keuangan, teknis/operasional, manajemen, ekonomi dan sosial,
serta dampak lingkungan. Untuk menilai semua aspek tersebut perlu dibentuk semacam
tim yang berdiri dari orang-orang yang berasal dari berbagai bidang keahlian.

B. TUJUAN STUDI KELAYAKAN USAHA
Studi kelayakan sebelum suatu usaha atau proyek dijalankan sangat diperlukan agar
apabila usaha tersebut dijalankan tidak akan sia-sia atau tidak membuang uang, tenaga,
atau pikiran secara percuma serta tidak akan menimbulkan masalah yang tidak perlu
dimasa yang akan datang. Bahkan, adanya usaha atau proyek diharapkan dapatn
memberikan keuntungan serta manfaat kepada berbagai pihak.
Paling tidak ada lima tujuan mengapa sebelum suatu usaha dijalankan perlu
dilakukan studi kelayakan.
1. Menghindar Resiko Kerugian
Studi kelayakan bertujuan untuk menghindari resiko kerugian di masa yang akan
datang yang penuh ketidakpastian. Kondisi ini ada yang dapat diramalkan. Dalam
hal ini fungsi studi kelayakan adalah untuk meminimalkan resiko yang dapat
dikendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan.
2. Memudahkan Perencanaan
Ramalan tentang apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, dapat
mempermudah kita dalam melakukan perencanaan meliputi :
- Berapa jumlah dana yang diperlukan;
- Kapan usaha akan dijalankan;
- Di mana lokasi usaha akan dibangun;
- Siapa yang akan melaksanakannya;
- Bagaimana cara menjalankannya;
- Berapa keuntungan yang akan diperoleh;
- Bagaimana mengawasinya jika terjadi penyipangan.
Dalam perencanaan sudah terdapat jadwal pelaksanaan usaha, mulai dari usaha
dijalankan sampai waktu tertentu.
3. Memudahkan Pelaksanaan Perkerjaan
Berbagai rencana yang sudah disusun sangat memudahkan pelaksanaan usaha. Para
pelaksana bisnis telah memiliki pedoman yang harus dikerjakan. Pengerjaan usaha
dapat dilakukan secara sistematik tepat sasaran dan sesuai dengan rancangan yang
sudah disusun. Rancangan yang sudah disusun dijadikan acuan dalam mengerjakan
setiap tahap yang sudah direncanakan.
4. Memudahkan Pengawasan
Pelaksanaan usaha atau proyek sesuai rencana akan memudahkan perusahaan untuk
melakukan pengawasan terhadap jalannya usaha. Pengawasan ini perlu dilakukan
agar tidak terjadi penyimpangan dari rencana yang ntelah disusun. Pelaksanaan
usaha dapat sunguh-sunguh melakukan perkejaannya karena ada yang mengawasi
sehinga tidak terhambat oleh hal-hal yang tidak perlu.
5. Memudahkan Pengendalian
Adanya pengawasan dalam pelaksanaan perkerjaan dapat mendeteksi terjadinya
suatu penyimpangan sehingga dapat dilakukan pengendalian atas penyimpangan
tersebut. Tujuan pengendalian adalah untuk mengendalikan pelaksanaan perkerjaan
yang melenceng sehingga tujuan perusahaan akan tercapai.

C. PIHAK-PIHAK YANG BERKEPENTINGAN
Hasil penilain melalui studi kelayakan sangat dibutuhkan oleh berbagai pihak,
terutama pihak-pihak yang berkentingan derhadap usaha atau proyek yang akan
dijalankan. Perusahaan melakukan studi kelayakan akan mempertagungjawabkan
hasilnya sehingga pihak-pihak yang berkempentingan yakin dan percaya atas hasil studi
kelayakan tersebut.
Pihak-pihak yang berkepetingan terhadap hasil studi kelayakan tersebut adalah
sebagi berikut:
1. Pemilik usaha
Para pemilik perusahaan sagat berkepentingan terhadap hasil analisis studi
kelayakan yang telah dibuat karena mereka tidak mau jika dana yang ditanamkan
mengalami kerugian oleh sebab itu, hasil studi kelayakan yang sudah dibuat benar-
benar dipelajari oleh para pemilik, apakah akan memberikan keuntungan atau tidak.
2. Lembaga keuangan
Jika modal perusahaan berasal dari dana pinjaman bank atau lembaga keuangan
lainnya, pihak mereka sangatpun sangat berkempentingan terhadap hasil studi
kelayakan yang telah dibuat. Bank atau lembaga keuangan lainnya tidak mau kredit
atau pinjaman yang diberikan macet akibat tidak layaknya usaha atau proyek yang
dijalakan. Oleh karena itu, untuk usaha-usaha tertentu pihak perbankan akan
melakukan studi kelayakan terlebih dahulu secara mendalam sebelum pinjaman
dikucurkan kepada pihak pemijam.
3. Pemerintah
Bagi pemerintah pentingnya studi kelayakan adalah antuk menyakinkan apakah
usaha yang dijalankan akan memberikan manfaat, baik bagi perekonomian secara
umum maupun gaji masyarakat luas, seperti penyedian lapangan perkejaan.
Pemerintah juga berharap usaha yang akan dijalankan tidak merusak lingkungan
sekitarnya, baik terhadap manusia, binatang, maupun tumbuh-tumbuhan.
4. Masyarakat luas
Bagi masyarakat luas, adanya bisnis akan memberikan manfaat, seperti tersedia
lapngan kerja, baik bagi perkerja disekitar lokasi proyek maupun bagi masyarakat
lainnya. Manfaat lain adalah terbukanya wilayah tersebut dari ketertutupan
(terilorasi). Dengan adanya usaha terserdia sarana dan prasarana berupa fasilitas
umum, seperti jalan, jembatan, listrik, telepon, rumah sakit, sekolah, sarana ibadah,
sarana olahraga, taman dan fasilitas lainnya.
5. Manajemen
Hasil studi kelayakan usaha merupakan ukuran kinerja bagi pihak manajemen
perusahaan untuk mejalankan tugasnya. Kinerja terssebut dapat dilihat dari hasil
yang telah dicapai sehingga terlihat prestasi kerja pihak manajemen yang
menjalakan usaha.

D. PROSES DAN TAHAP STUDI KELAYAKAN
1. Tahap Penemuan Ide atau Perumusan Masalah
Tahap penemuan ide adalah tahap dimana wirausaha memiliki ide untuk merintis
usaha barunya. Ide tersebut kemudian dirumuskan dan diidentifikasi, misalnya
kemungkinan kemungkinan bisnis apa saja yang memberikan peluang untuk
dilakukan dan menguntungkan dalam jangka waktu panjang. Banyak kemungkinan,
misalnya bisnis industri, perakitan, perdagangan, usaha jasa, atau jenis usaha
lainnya yang dianggap layak.
Ide/gagasan usaha biasanya dapat timbul melalui serangkaian kegiatan berikut :
a. Melalui bacaan. Bacaan yang banyak kontribusinya adalah bacaan yang
berkaitan langsung dengan bidang yang diminati. Dengan cara ini akan dapat
diketahui sudah seberapa jauh perkembangan bidang usaha tersebut saat ini, apa
saja yang harus dilakukan, teknologi yang sudah digunakan sampai saat
ini. Setelah itu akan muncul pertanyaan untuk melihat apakah masih ada peluang,
jika ada, kira-kira bagaimana caranya untuk merealisasikan peluang tersebut.
b. Melalui survei. Orang sengaja merancang suatu survei secara umum dalam salah
satu bidang usaha. Misalnya melakukan survei ke salah satu pabrik mengamati
apa saja yang dikerjakan oleh pabrik tersebut, kegiatan yang belum dapat
dilakukan oleh pabrik tersebut dengan baik atau adakah limbah pabrik yang
terbuang begiru saja, dan pada saat itu muncul ide/gagasan untuk memanfaatkan
limbah tersebut dan masih banyak lagi ide/gagasan yang muncul untuk
mendirikan dan mengembangkan usaha.
c. Melalui pengalaman kerja. Ide/gagasan muncul setelah orang mengalami sendiri
kegiatan apa saja yang harus dilakukan jika suatu usaha akan menghasilkan
produk atau jasa. Dalam konteks ini proses penciptaan produk/jasa sudah
dikuasai dengan baik, sehingga akan dapat menganalisis apakah masih ada
peluang dan apakah mudah/mungkin baginya untuk memulai usaha sendiri seperti
yang dilakukannya sekarang. Ide/gagasan yang muncul akan terealisasi jika
didukung oleh keinginan atas dasar pengalaman yang sudah dimiliki saat ini.
2. Tahap Memformulasikan Tujuan
Tahap ini adalah tahap perumusan visi dan misi bisnis. Apa visi dan misi yang
hendak diemban setelah bisnis tersebut diidentifikasi. Apakah misinya untuk
menciptakan barang dan jasa yang sangat diperlukan masyarakat sepanjang waktu
ataukah untuk menciptakan keuntungan yang langgeng? Apakah visi dan misi
bisnis yang akan dikembangkan tersebut benar benar menjadi kelayakan atau
tidak? Semuanya dirumuskan dalam bentuk tujuan.
3. Tahap Analisis
Tahap penelitian, yaitu proses sistematis yang dilakukan untuk membuat suatu
keputusan apakah bisnis tersebut layak dijalankan atau tidak. Tahapan ini
dilakukan seperti prosedur proses penelitian ilmiah lainnya, yaitu dimulai dengan
pengumpulan data, mengolah, menganalisis, dan menarik kesimpulan. Kesimpulan
dalam studi kelayak usaha hanya dua, yaitudilaksanakan (go) atau tidak
dilaksanakan (no go). Adapun aspek aspek yang harus diamati dan dicermati
dalam tahap analisis tersebut meliputi:
a. Aspek Pasar
Analisis pasar dalam usaha menentukan besarnya penerimaan dan biaya yang
dibutuhkan untuk memasarkan produk atau jasa yang sudah direncanakan
sebelumny, yaitu mencakup produk yang akan dipasarkan, peluang pasar,
permintaan dan penawaran, harga, segmentasi pasar, pasar sasaran, ukuran pasar,
perkembangan pasar, struktur pasar, dan strategi pesaing.
b. Aspek Teknik Prduksi / Operasi
Analisis teknis ditujukan untuk menentukan mesin dan peralatan, bahan baku,
SDM, prosedur produksi dan sebagainya yang semuanya harus tertuang lengkap
kedalam kebutuhan dan dana yang diperlukan untuk dapat memproduksi barang
atau jasa sesuai dengan rencana. Meliputi lokasi, gedung, bangunan, mesin dan
peralatan, bahan baku dan bahan penolong, tenaga kerja, metode produksi,
lokasi, dan layout pabrik, atau tempat usaha.
c. Aspek Manajemen / Pengelolaan
Tujuan yang ingin dicapai dari analisis ini adalah untuk memastikan dampak
apa yang terjadi jika produksi atau usaha jasa yang sudah direncanakan itu
terlaksana, baik mengenai dampak positif maupun negatif terhadap lingkungan
usaha yang direncanakan. Meliputi organisasi, aspek pengolahan, aspek tenaga
kerja, aspek kepemilikan, aspek yuridis, aspek lingkungan. Aspek yuridis dan
lingkungan perlu menjadi. bahan analisis sebab perusahaan harus mendapatkan
pengakuan dari berbagai pihak dan ramah lingkungan
d. Aspek Finansial / Keuangan
Analisis ini merupakan analisis terakhir yang harus dilakukan dalam studi
kelayakan usaha dan sekaligus sebagai fokus dari seluruh kegiatan mjulai dari
tahap 1 sampai dengan tahap 3. Oleh karena itu, jika data atau informasi yang
diberikan sebagai hasil analisis pada tahap ini kurang dapat dipercaya atau
kurang lengkap maka hasil yang akan dicapai pada tahap ini juga akan menjadi
tidak optimal. Dengan kata lain, baik burknya hasil analisis finansial sangat
tergantung tahap-tahap sebelumnya. Meliputi sumber dana, penggunaan dana,
proyeksi dana, proyeksi pendapatan, proyeksi keuntungan dan proyeksi aliran
kas (cash flow).

4. Tahap Keputusan
Setelah dievaluasi, dipelajari, dianalisis, dan hasilnya meyakinkan, maka langkah
berikutnya adalah tahapan mengambil keputusan apakah bisnis layak
dilaksanankan atau tidak. Karena menyangkut keperluan investasi yang
mengandung resiko, maka keputusan bisnis biasanya berdasarkan beberapa kriteria
investasi, seperti Play Back Period (PBP), Net Present Value (NPV), Internal Rate
of Return, dan sebagainya.

E. ANALISIS KELAYAKAN USAHA
1. Analisis Aspek Pemasaran
a. Kebutuhan dan Keinginan Konsumen
Barang dan jasa apa yang banyak dibutuhkan dan diinginkan konsumen? Berapa
banyak yang mereka butuhkan? Bagaimna daya beli mereka? Kapan mereka
membutuhkan? Jika kebutuhan dan keinginan mereka teridentifikasi dan
memungkinkan terpenuhi berarti peluang pasar bisnis terbuka dan layak bila
dilihat dari kebutuhan / keinginan konsumen.
b. Segmentasi Pasar
Pelanggan dikelompokkan dan diidentifikasi, misalnya berdasarkan geografi,
demografi, dan social budaya dan demografis. Jika segmentasi pasar
teridentifikasi maka pasar sasaran dapat terwujud dan tercapai.
c. Target
Target pasar menyangkut banyaknya konsumen yang dapat diraih.berapa target
yang ingin dicapai? Apakah konsumen loyal terhadap bisnis kita? Sangat
tergantung pada nilai produk dan jasa yang dipasarkan apakah memberikan
kepuasaan atau tidak.jika loyal, maka potensi pasar tinggi.
d. Nilai Tambah
Wirausaha harus mengetahui nilai tambah produk dan jasa pada setiap rantai
pemasaran mulai dari pemasok, agen, sampai pada konsumen terakhir. Nilai
tambah barang dan jasa biasanya diukur dengan harga. Misalnya berapa harga dari
pemasok, berapa harga setelah di agen, dan berapa harga setelah sampai di
konsumen. Dengan mengetahui nilai tambah setiap rantai pemasaran, maka nilai
tambah bisnis akan dapat diketahui tinggi atau rendah.

e. Masa Hidup Produk
Harus dianalisi apakah masa hidup produk dan jasa bertahan lama atau tidak.
Apakah ukuran lama masa produk lebih dari waktu yang dibutuhkan untuk
menghasilkan laba sampai modal kembali atau tidak? Jika masa produk lebih lama
berarti potensi pasar lebih tinggi. Harus dianalisis juga apakah produk industry
baru atau industry lama yang sudah mapan atau produk industry yang sedang
menurun. Jika produk industry baru yang sedang tumbuh, maka potensi pasar
tinggi.
f. Struktur Pasar
Harus dianalisis apakah barang atau jasa yang akan dipasarkan termasuk pasar
persaingan tidak sempurna (seperti pasar monooli, oligopoly, dan monopolistic)
atau pasar persaingan sempirna. Jika barang dan jasa termasuk jenis pasar
persaingan tidak sempurna berarti potensi pasar tinggi, dibandingkan bila produk
termasuk pasar persaingan sempurna.
g. Persaingan dan Strategi Pesaing
Harus dianalisis apakah tingkat persaingan tinggi atau rendah. Jika persaingan
tinggi, berarti peluanng pasar rendah. Wirausaha harus membandingkan
keunggulan pesaing, dilihat dari strategi produk, strategi harga, strategi jaringan
distribusi, dan strategi promosi apakah lebih unggu? Bagaimana tiingkat
teknologinya? jika pesaing lebih unggul berarti bisnis yang akan dirintis atau
dikembangkan akan lemah dalam persaingan. Untuk memenangkan persaingan
tentu saja bisnis tersebut lebih unggul daripada pesaing.
h. Ukuran Pasar
Ukuran pasar dapat dianalisis dari volume penjualan. Jika volume penjualan tinggi
berarti pasar potensial. Misalnya, untuk volume penjualan usaha kecil sebesar Rp.
5 miliar per tahun atau sebesar Rp. 10 juta perhari, berarti ukuran pasar cukup
besar.
i. Pertumbuhan Pasar
Pertumbuhan pasar dapat dianalisis dari pertumbuhan volume penjualan. Jika
pertumbuhan pasar tinggi (misalnya lebih dari 20%), berarti potensi pasar tinggi.
j. Laba Kotor
Apakah perkiraan margin laba kotor tinggi atau rendah? Jika profit margin kotor
lebih dari 20% berarti pasar potensial
k. Pangsa Pasar
Pangsa pasar bisa dianalisis dari selisih jumlah barang dan jasa yang diminta
dengan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Jika pangsa pasar menurut
proyeksi meningkat bahkan setelah lima tahun mencapai 40%, berarti bisnis yang
akan dilakukan atau dikembangkan memiliki pangsa pasar yang tinggi.
2. Analisi Aspek Produksi / Operasi
a. Lokasi Operasi
Untuk bisnis hendaknya dipilih lokasi yang paling strategis dan paling efisien baik
bagi perusahaan itu sendiri maupun bagi pelanggannya. Misalnya dekat ke
pemasok, dekat ke konsumen, dekat ke alat transportasi atau diantara ketiganya.
Di samping itu, lokasi bisnis harus menarik agar konsumen tetap loyal.
b. Volume Operasi
Volume operasi harus relevan dengan potensi pasar dan prediksi permintaan,
sehingga tidak terjadi kelebihan dak kekurangan kapasitas. Volume operasi yang
berlebihan akan menimbulkan masalah baru dalam penyimpangan / penggudangan
yang pada akhirnya mempengaruhi harga pokok penjualan.
c. Mesin dan Peralatan
Mesin dan peralatan harus sesuai dengan perkembangan teknologi masa kini dan
yang akan dating, serta harus disesuaikan dengan luas produksi supaya tidak
terjadi kelebihan kapasitas.
d. Bahan Baku dan Bahan Penolong
Bahan baku dan bahan penolong serta sumber daya yang diperlukan harus cukup
tersedia. Persediaan tersebut harus sesuai dengan kebutuhan, sehingga biaya
bahan baku menjadi efisien.
e. Tenaga Kerja
Berapa jumlah tenaga kerja yang yang diperlukan dan bagaimana kualifikasinya.
Jumlah dan kualifikasi karyawan harus disesuaikan dengan keperluan jam kerja
dan kualifikasi pekerjaan untuk menyelesaikan pekerjaan itu, supaya lebih tepat,
lebih cepat, dan lebih hemat (efisien).
f. Layout
Layout adalah tata ruang atau tata letak berbagai fasilitas operasi. Layout harus
tepat dan prosesnya praktis sehingga efisien.
3. Analisi Aspek Manajemen
a. Kepemilikan
Apakah unit bisnis yang akan didirikanmilik pribadi (perseorangan) atau milik
bersama (persekutuan sperti CV, PT, dan bentuk badan usaha lainnya). Apa saja
keuntungan dan kerugian dari unit bisnis yang kita pilih tersebut ?
Hendaknya dipilih yang tidak beresiko terlalu tinggi dan menguntungkan.
b. Organisasi
Jenis organisasi apa yang diperlukan ? Apakah organisasi lini, organisasi staf, lini
dan staf atau bentuk lainnya. Tentukan jenis yang paling tepat dan efisien.
c. Tim Manajemen
Apakah bisnis akan dikelola sendiri atau melibatkan orang lain secara professional.
Hal ini tergantung pada skala usaha dan kemampuan yang dimiliki wirausaha.
Bila bisnisnya besar, buat tim manajamen yang solid.
d. Karyawan
Karyawan harus disesuaikan dengan jumlah, kualifikasi dan kualitas yang
diperlukan.
4. Analisis Aspek Keuangan
a. Kebutuhan Dana
Yaitu kebutuhan dana untuk operasional perusahaan, misalkannya berapa besar
dana aktiva tetap, untuk modal kerja dan pembiayaan awal.
b. Sumber Dana
Seperti yang telah dijelaskan ada beberapa sumber dana yang layak digali, yaitu
sumber dana internal (misalnya modal disetor, laba ditahan) dan modal eksternal
(misalnya obligasi dan pinjaman)
c. Proyeksi Neraca
Sangat penting untuk mengetahui posisi harta dan kekayaan serta untuk
mengetahui kondisi keuangan lainnya. Misalnya posisi aktiva lancar, aktiva tetap,
pasiva lancar, kewajiban jangka panjang dan kekayaan bersih.
d. Proyeksi Laba Rugi
Proyeksi laba rugi dari tahun ke tahun menggambarkan perkiraan laba atau rugi di
masa yang akan dating. Komponennya meliputi proyeksi penjualan, proyeksi
biaya dan proyeksi laba rugi bersih.
e. Proyeksi Aliran Kas (Cash Flow)
Dari aliran kas dapat dilihat kemampuan perusahaan untuk melaksanakan
kewajiban-kewajiban keuangannya. Ada tiga jenis aliran kas, yaitu :
a) Aliran kas masuk (cash in flow), merupakan penerimaan-penerimaan yang
berupa penjualan atau pendapat.
b) Aliran kas keluar (cash out flow), merupakan biaya-biaya termasuk
pembayaran bunga dan pajak.
c) Aliran kas masuk bersih (net cash in-flow), merupakan selisih dari aliran
kas masuk dan aliran kas keluar ditambah penyusutan dengan
diperhitungan bunga setelah pajak.

F. ASPEK-ASPEK DALAM PENILAIAN
Tahapan-tahapan dalam pebuatan dan penelitian studi kelayakan hendaknya
dilakukan sacara benar dan lengkap. Setiap tahapan memiliki berbagai aspek yang
harus diteliti, diukur dan dinilai sesuai dengan ketentuan.
Ada beberapa aspek yang perlu dikaji untuk menentukan kelayakan suatu usaha.
Masing-masing aspek tidak berdiri sendiri,tetapih saling berkaitan jika satu aspek tidak
tepenuhi, perlu dilakukan perbaikan atau tambahan.
Urutan penilaian aspek mana yang harus didahulukan tergantung pada persiapan
penilai dan kelengkapan data yang ada. Dalam hal ini dengan pertimbangan prioritas
mana yang harus didahulukan dan nama yang berikutnya.
Secara umum prioritas aspek-aspek yang perlu dilakukan dalam penilaian studi
kelayakan adalah sebagai berikut :
1. Aspek Hukum
Dalam aspek ini yang akan dibahas adalah masalah kelengkapan dan keabsahan
dokumen perusahaan, mulai dari bentuk badan usaha sampai surat izin-izin yang
dimiliki. Kelengkapan dan keabsahan dokumen sangat penting karena hal ini
merupakan dasar hukum yang harus dipegang apabila di kemudian hari timbul
masalah. Keabsahan dan kesempurnaan dokumen dapat diperoleh dari pihak-pihak
yang akan menerbitkan atau mengeluarkan dokumen tersebut.
Dokumen yang diperlukan meliputi:
- Bentuk badan usaha serta keabsahannya dan untuk badan usaha tertentu, seperti
perseroan terbatas atau yayasan harus disahkan oleh Departemen Kehakiman;
- Tanda Daftar Perusahaan (TDP);
- Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
Selain dokumen diatas, perusahaan juga harus memiliki izin-izin tertentu sesuai
dengan jenis bidang usaha perusahaan, seperti:
- Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP);
- Surat Izin Usaha Industri (SIUI);
- Izin Usaha Tambang;
- Izin Uasaha Perhotelan dan Pariwisata;
- Izin Usaha Farmasi dan Rumah Sakit;
- Izin Usaha Peternakan dan Pertanian;
- Izin Domisisli, dimana perusahaan atau lokasi proyek berada;
- Izin Gangguan;
- Izin Mendirikan Bangunan (IMB);
- Izin tenaga kerja asing jika perusahaan menggunakan tenaga kerja asing.
Disamping keabsahan dokumen diatas, yang tidak kalah pentingnya adalah
penelitian dokumen lainnya, seperti:
- Bukti diri (KTP atau SIM)
- Sertifikat tanah
- Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB), dan surat-surat lainnya yang
dianggap perlu.
2. Aspek Pasar dan Pemasaran
Setiap usaha yang akan dijalankan harus memiliki pasar yang jelas. Factor ada
tidaknya konsumen yang akan membeli dan besarnya pasar yang ada perlu diketahui
terlebih dahulu. Disamping itu, perusahaan juga harus mengetahui perilaku
konsumen sebagai calon pembeli dan persaingan yang ada, baik saat ini maupun
yang akan datang. Setelah itu, perusahaan mengatur strategi pemasaran yang tepat
untuk meraup komsumen. Dalam aspek pasar dan pemasaran hal-hal yang perlu
dijabarkan adalah:
- Ada tidaknya pasar (konsumen atau calon pembeli);
- Jika ada, seberapa besarkah pasar yang ada (pasar nyata dan pasar potensial);
- Bagaimana peta kondisi pesaing teruama untuk produk sejenis;
- Bagaimana perilaku konsumen (selera dan kebiasaan);
- Strategi apa yang harus dijalankan untuk memenangkan persaingan dan merebut
pasar sekarang dan yang akan datang.
Untuk mengetahui ada tidaknya pasar dan seberapakah besar pasar, maupun perilaku
konsumen, maka perlu diadakan riset pasar. Riset pasar dilakukan dengan cara:
- Terjun langsung kelapangan melalui observasi, wawancara, maupun kuisioner.
- Mengumpulkan data dari berbagai sumber.
Setelah diketauhi pasar nyata dan pasar potensial yang ada barulah disusun strategi
pemasaran yang meliputi:
- Strategi Produk
- Strategi Harga
- Strategi Lokasi dan Distribusi
- Strategi Promosi
3. Aspek Keuangan
Dalam aspek keuangan hal-hal yang perlu digambarkan adalah jumlah investasi,
biaya-biaya, dan pendapatan yang akan diperoleh. Besarnya investasi berakti jumlah
dana yang akan dibutuhkan, baik untuk modal investasi pembelian aktiva tetap
maupun modal kerja. Selain itu, juga biaya-biaya yang diperlukan selama umur
investasi dan pendapatan. Semua ini pada akhirnya dibuat seperti dalam bab
sebelumnya, yaitu menilai jumlah kebutuhan investasi dan pembuatan cash flow.
Setelah itu baru dinilai kelayakan usaha melalui metode penelian investasi.
Metode penelitian yang akan digunakan antara lain :
- Payback Period
- Average Rate of Return
- Net Present Value
- Internal Rate of Return
- Provitability Index
Metode payback period (PP) merupakan teknik penilaian terhadap jangka waktu
(Periode) pengembalian investasi suatu proyek atau usaha. Artinya, seberapa lama
uang yang diinvestasikan itu akan kembali.
Average Rate of Return (ARR) merupakan cara untuk mengukur rata-rata
pengembalian bunga dengan cara membandikan antra rata-rata laba sebelum pajak
(EAT) dengan rata-rata investasi.
Net Present Value (NVF) atau nilai bersih sekarang merupakan perbandingan antara
PV Kas bersih (PV of proceed) dengan PV investasi (capital outlays) selama umur
investasi. Selisih antara nilai kedua PV tersebut dikenal dengan Net Present Value
(NPV).
Internal Rate of Return (IRR) merupakan alat untuk mengukur tingkat pengembalian
hasil intern.
4. Aspek Teknis atau Operasi
Dalam aspek teknis atau operasi yang akan digambarkan secara lengkap adalah
mengenai:
a. Lokasi usaha, baik kantor pusat, cabang, pabrik, atau gudang (penelitian
mengenai lokasi meliputi berbagai pertimbangan, apakah harus dekat pasar,
bahan baku, pemerintahan, tenaga kerja, lembaga keuangan, atau pertimbangan
lainnya);
b. Penentuan layout, gedung, mesin, dan peralatan, serta layout ruangan sampai
pada usaha perluasan selanjutnya;
c. Teknologi yang akan digunakan.
5. Aspek Manajemen atau Organisasi
Dalam aspek manajemen dan organisasi yang perlu diteliti dan dinilai adalah:
a. Pemilik usaha (jumlah dan komposisi modal);
b. Pengelola usaha (manajemen) dengan jumlah serta kualifikasi (pendidikan serta
pengalaman);
c. Struktur organisasi yang ada sekarang, serta gambaran mengenai jabatan;
d. Rencana kerja seperti pencapaian target, sasaran, dan tujuan.
6. Aspek Ekonomi Sosial
Gambaran dalam aspek ekonomi adalah untuk melihat seberapa besar pengaruh yang
ditimbulkan bila proyek tersebut dijalankan. Pengaruh tersebut terutama terhadap
ekonomi secara luas serta dampak sosialnya terhadap masyarakat secara keseluruhan.
Dampak ekonomi menggambarkan:
a. Jumlah tenaga kerja yang tertampung, baik yang bekerja di pabrik maupun
masyarakat di luar lokasi pabrik.
b. Peningkatan pendapatan masyarakat.
Perusahaan juga perlu mencantumkan dampak sosial yang ada dalam hasil penelitian.
Dampak sosial yang muncul akibat adanya usaha berupa tersedianya sarana dan
prasarana antara lain:
a. Pembangunan jalan,
b. Pembangunan jembatan,
c. Penerangan,
d. Sarana Ibadah,
e. Sarana telepon,
f. Sarana air minum,
g. Tempat kesehatan,
h. Lembaga pendidikan,
i. Saran olahraga, dan lain-lain.

7. Aspek Dampak Lingkungan
Aspek dampak lingkungan merupakan analisis yang paling dibutuhkan pada saat ini
karena setiap proyek yang dijalankan akan memiliki dampak sangat besar terhadap
lingkungan di sekitarnya. Dampak lingkungan yang perlu diperhatikan antara lain:
a. Terhadap tanah,
b. Terhadap air,
c. Terhadap udara,
d. Terhadap kesehatan manusia.
Pada akhirnya pendirian usaha akan berdampak terhadap kehidupan fisik, flora, dan
fauna yang ada di sekitar usaha secara keseluruhan.

G. KOMPONEN PERSIAPAN KELAYAKAN USAHA BARU
Seperti telah dikemukakkan, bahwa sebelum suatu usaha baru dimulai terlebih dahulu
harus disiapkan suatu rencana usaha yang baik dan diadakan suatu evaluasi. Suatu
rencana usaha yang baik biasanya berisikan komponen-komponen sebagai berikut:
1) Ringkasan pelaksanaan usaha. Ringkasan usaha berisikan pernyataan singkat tentang :
a) Kegiatan pokok perusahaan dan system pengelolaan
b) Ciri-ciri dari produk/ jasa dan pelayanannya
c) Ukuran pasar dan prospek/ potensi pasar
d) Ringkasan proyeksi keuangan
e) Jumlah dana yang diperlukan dan penggunannya
2) Deskripsi usaha. Deskripsi usaha harus memuat tentang :
a) Visi dan misi perusahaan
b) Tujuan jangka pendek dan jangka panjang
c) Struktur usaha
d) Bentuk perusahaan
3) Produk dan pelayanan-pelayanan yang akan disajikan, yaitu memuat tentang :
a) Produk barang dan jasa apa yang akan disajikan
b) Keunggulan dari barang dan jasa serta pelayanan yang ditawarkan
c) Peluang-peluang pengembangan barang dan jasa
d) Keunggulan dalam pengembangan barang dan jasa

4) Analisis industry. Analisis industri harus memuat :
a) Kecenderungan insdustri yang disenangi
b) Lingkungan insdustri yang berpengaruh
c) Izin dan peraturan untuk membangun industry
d) Ukuran industry yang akan didirikan
e) Keunggulan dan kelemahan industri baru
5) Analisis pasar. Analisis pasar memuat tentang :
a) Target pasar atau pasar sasaran.
b) Kebutuhan pelanggan
c) Potensi/prospek dan perkiraan penjualan untuk setiap target penjualan
d) Perkiraan perolehan pangsa pasar dari suatu usaha yang akan dicapai.
6) Strategi pemasaran, memuat tentang :
a) Lokasi pemasaran
b) Saluran distributsi dan jaringan usaha yang dipilih
c) Personal yang akan melakukan penjualan
d) Kebijaksanaan harga yang sesuai
e) Tujuan-tujuan promosi, sasaran promosi, dan rencana untuk mencapai tujuan
tersebut
7) Pengelolaan, memuat tentang :
a) Penentuan tugas dan tanggung jawab masung-masing
b) Keahlian khusus masing-masing yang diperlukan
c) Bentuk dan struktur organisasi pengelolaan
d) Pemimpinan atau direktur pengelola
8) Operasi usaha, memuat tentang :
a) Pemasok utama
b) Kebutuhan-kebutuhan pegawai/karyawan
c) System dan prosedur operasi
d) Tata ruang dan denah rencana
e) Keperluan peralatan dan biaya
f) Peralatan tetap dan perabot kantor
g) Keperluan persediaan bahan baku
h) Semua biaya operasi yang diperlukan
9) Proyeksi keuangan. Proyeksi keuangan yang lengkap biasanya memuat :
a) Jumlah equity (modal milik sendiri) yang dimiliki
b) Jumlah dan jenis serta sumber keuangan
c) Rencana penggunaan dana
d) Proyeksi aliran kas, proyeksi pendapatan dan proyeksi pendapatan

H. EVALUASI KELAYAKAN USAHA
1. Evaluasi Ringkasan Pelaksanaan
a. Buat ringkasan yang menggambarkan rancangan singkat secara keseluruhan baik
tentang usulan usaha, maupun barang dan jasa yang akan dihasilkan atau disajikan.
b. Identifikasi kecenderungan industry apa yang sedang digemari saat ini.
c. Susun proyeksi laba dan penjualan untuk tahun yangakan dating untuk bisnis baru.
d. Gambarkan tingkat pendidikan dan pengalaman kerja, serta kecakapan yang
diperlukan.
e. Kumpulkan aspek aspek legal seperti perizinan, persetujuan kontrak, hak paten,
dan sebagainya.
2. Evaluasi Misi Bisnis
a. Apa tujuan dari bisnis anda?
b. Produk dan jasa apa yang akan disediakan?
c. Filosofi manajemen bisnis apa yang anda miliki?
3. Evaluasi Lingkungan Bisnis
a. Identifikasi kecenderungan umum seperti budaya, penduduk, perubahan politik,
perubahan teologi, perubahan ekonomi, tingkat bunga, dan perubahan lainnya.
b. Identfikasi jumlah dan jenis perusahaan yang sudah ada baik di tingkat local
maupun nasional
c. Identifikasi kondisi bisnis yang adaseperti harga, tenaga kerja, upah, dan factor
ekonomi lainnya.
d. Identifikasi informasi industry tentang:
- Industry apa yang paling mendominasi saat ini? Apakah industry kecil atau
industry besar?
- Kegagalan apa saja yang dialami industry tersebut
- Apakah ada indutri baru yang tumbuh mantap?
- Industry apa yang cenderung potensial?
e. Identifikasi informasi mark up dan keuntungan setiap industry untuk mengetahui
tingkat markup yang layak

f. Identifikasi informasi local:
- Bagaimana sikap masyarakat terhadap bisnis anda? Positif, negative, atau
netral?
- Apakah ekonomi local kuat atau lemah?
4. Evaluasi Produk dan Jasa
a. Gambaran produk yang dihasilkan, misalnya ukuran, bentuk, ramuan / bahan,
berat, kecepatan barang, pengepakan, dan susunannya.
b. Jasa jasa apa saja yang akan anda sediakan, apakah
- Untuk menarik perhatian public atau individu
- Memberikan jaminan waktu untuk melayani permintaan dengan cepat
- Pengadaan pesanan pesanan pelanggan
- Jaminan pengembalian uang (money back guarantee) dan sebagainya.
5. Evaluasi Pesaing
a. Identifikasi nama pesaing bisnis anda:
- Jika pesaing anda retailer atau jasa, seberapa jauh jarak pesaing dari lokasi
bisnis anda?
- Jika bisnis anda pedagang besar atau industry, bagaimana area bisnis anda
disbanding pesaing?
b. Identifikasi kekuatan dan kelemahan bisnis anda dan bandingkan, bagaimana
pesaing anda adalah hal:
- Pemilihan produk Besar Sedang Kecil
- Pangsa pasar 100% 50% 0%
- Kualitas produk Baik Sedang Kurang
- Kualitas pelayanan Baik Sedang Kurang
- Frekuensi promosi Banyak Sedang Sedikit
- Harga Tinggi Sedang Rendah
- Perputaran karyawan Rendah Sedang Tinggi
- Kondisi keuangan dilihat Sangat tinggi Sedang Kurang
dari kondisi profit
- Kondisi utang Rendah Sedang Tinggi
- Peralatan Baru Sedang Lama / Tua
- Kapasitas produk Penuh Lebih Kurang
6. Evaluasi Harga
a. Apa tujuan yang ingin dicapai dari penetapan harga?
- Apakah untuk mencapai target tingkat tertentu?
- Apakah untuk memperoleh pangsa pasar?
- Apakah untuk mencapai target volume penjualan tertentu?
b. Mark up apa yang anda targetkan?
- Jika retailer: markup biaya dan mark up penjualan
- Jika perusahaan jasa: mark up upah tenaga kerja per jam dan biaya material
lainnya
- Jika perusahaan industry: mark up biaya total dan mark up jumlah barang
yang diproduksi
- Jika pedagang besar: mark up biaya rata rata, mark up barang masuk dan
keluar
- Bagaimna harag dan mark up bisnis anda jika dibandingkan dengan pesaing?
c. Kebijaksanaan apa yang akan anda gunakan? Apakah harga umum?
d. Apakah anda akan menggunakan strategi strategi berikut di bawah ini?
- Harga perkenalan : harga rendah untuk masuk pasar
- Skimming price : harga awal tinggi dan selanjutnya lebih rendah
- Price lining : harga berdasarkan kategori peralatan dan kategori
barang
- Odd ending : harga pada angka ganjil misalnya, Rp. 399.995
Rp. 49.900
- Loss leader : menjual beberapa jenis barang di bawah biaya untuk
menarik pelanggan
- All one price : harga yang sama untuk setiap barang yang sama
- Bunding : harga yang lebih murah untuk barang yang sama tetapi
dijual pada tempat yang berbeda
7. Evaluasi Keunggulan Pesaing
a. Keunggulan bersaing apa yang dimiliki bisnis anda, apakah dalam kualitas, harga,
lokasi, seleksi, pelayanan, atau kecepatan waktu
b. Gambarkan bagaimana anda meraih keunggulan bersaing melalui kualitas, harga,
lokasi, seleksi, pelayanan, dan kecepatan waktu. Apakah lebih baik?
c. Gunakan cara cara untuk memenangkan persaingan sebagai berikut:
- Segera penuhi kebutuhan pelanggan yang belum terpenuhi
- Gunakan pelayanan yang lebih baik
- Buatlah etalase yang lebih baik
- Kualitas yang lebih tinggi dengan harga yang sama
- Kualitas yang lebih murah bagi kualitas yang sama
- Jaminan keamanan produksi yang lebih baik
- Pelayanan kepada penlanggan secara pribadi
- Informasi produk yang lebih lengkap dan baik
- Susunan toko yang lebih menyenangkan
- Lokasi dan kemasan barang yang lebih menarik
8. Evaluasi Pasar dan Pemasaran
a. Identifikasi segmen pasar bisnis anda berdasarkan area geografi, kependudukan,
manfaat bagi pelanggan, dan jaminan barang lainnya bagi konsumen serta gaya
hidup dan tingkat oendapatan pelanggan
b. Identifikasi manajemen pemasaran bisnis anda khususnya tentang iklim bekerja,
system pengupahan, etika, dan budaya kerja
c. Identifikasi dengan kedekatan material, pelanggan, transportasi, fasilitas dan akses
lain, peraturan daerah setempat, dan kualitas kehidupan daerah tersebut
d. Identifikasi tipe tipe promosi yang digunakan, apakah pemasaran langsung,
publisitas, periklanan, dan sales promotion. Termasuk media yang dipilih dan
biaya produksi
e. Identifikasi tujuan promosi anda, apakah:
- Untuk mencapai volume penjualan tertentu
- Untuk meningkatkan penjualan
- Untuk meningkatkan kesadaran konsumen
- Untuk menginformasikan barang dan jasa
- Untuk mengantisipasi pembelian musiman
9. Evaluasi Manajemen dan Personel
a. Identifikasi pendidikan, pengalaman, dan keterampilan pemilik, dan karyawan
b. Identifikasi posisi dan jabatan pekerjaan personalia apakah diperlukan untuk
menduduki jabatan tertentu, part time, full time, system penggajian biasa atau
honorer
c. Identifikasi jaminan jaminan yang akan diberikan pada karyawan
d. Identifikasi jumlah dan kualitas karyawan
e. Lengkapi bisnis anda dengan struktur organisasi, dan time schedule-nya untuk
setiap minggu

10. Evaluasi Mesin dan Peralatan
a. Peralatan kantor:
Jenis Kualitas Harga satuan Jumlah
a. . . Rp. . .
b. . . Rp. . .
dst
b. Mesin dan peralatan:
Jenis Kualitas Harga satuan Jumlah
a. . . Rp. . .
b. . . Rp. . .
dst
Jumlah Rp. .
11. Evaluasi Biaya Awal
a. Perlengkapan Rp. .
b. Peralatan dan perabotan kantor Rp. .
c. Mesin dan peralatan produksi Rp. .
d. Pembayaran di muka
- Garand opening advertising Rp. .
- Biaya pengurusan Rp. .
- Biaya akuntan Rp. .
- Gaji karyawan Rp. .
- Biaya khusus lainnya Rp. .
Jumlah pembayaran di muka Rp. .
e. Sewa bangunan dan renovasi Rp. .
f. Modal kerja ( gaji pemilik, gaji
karyawan, pajak, sewa, periklanan,
telepon, pemeliharaan dan perbaikan,
biaya transportasi, dan biaya perlengka-
pan lainnya) Rp. .
Jumlah biaya awalRp. .



12. Evaluasi Pendanaan
a. Biaya yang sudah anda miliki Rp. .
b. Jumlah yang akan diinvestasikan dari dana perseorangan Rp. .
c. Jumlah dana dari sumber lain yaitu dari:
- Keluarga dan teman Rp. .
- Investor perseorangan Rp. .
- Modal venture Rp. .
- Partner pasif (silent partner) Rp. .
- Investor lain Rp. .
d. Jumlah dana yang akan dipinjam Rp. .
- Teman dan keluarga Rp. .
- Bank Rp. .
- Perusahaan lain Rp. .
- Lainnya Rp. .
13. Evaluasi Break even point
a. Kategorisasikan semua biaya tetap dan biaya variable seperti contoh berikut:
Pembiayaan Tetap Variabel
a. Sewa Rp. 3.000.000,-
b. Bahan baku Rp. 1.200.000,-
c. .
b. Tentukan batas kontribusi bisnis anda:
- Proyeksi penjualan tahun pertama Rp. 200 juta
- Proyeksi Gross Margin tahun pertama Rp. 5 juta
Misalkan: Penjualan Rp. 200.00.000
Gross margin Rp. 50.000.000




- Tentukan Break even point:
a. Biaya tetap total per tahun Rp. 3.000.000
b. Margin kontribusi 0,25


Jadi Break event pada penjualan Rp. 12.000.000

d. Jumlah pelanggan yang dibutuhkan untuk mencapai break even:
a. Break even point Rp. 12.000.000
b. Rata rata pembelanjaan pelanggan Rp. 1.000




Jadi, break event point tercapai pada jumlah pelanggan sebanyak 12.000 orang
per tahun atau sekitar 33 orang per hari
14. Evaluasi resiko yang tidak terkontrol
Identifikasi resiko yang tidak terkontrol yang dapay mempengaruhi bisnis anda
seperti:
- Keadaan ekonomi
- Cuaca
- Teknologi baru
- Perang harga oleh pesaing
- Selera konsumen
- Pesaing baru
Dari masing masing resiko tersebut, identifikasi apa yang akan anda lakukan
untuk meminimalkan kerugian
15. Evaluasi kesimpulan anda
Apakah bisnis anda layak atau tidak