Anda di halaman 1dari 66

11

teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011


BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Dalam konstruksi jembatan, gedung, bendungan dan lain-lain perlu
diperhatikan tentang hal-hal yang menyangkut bagaimana mengetahui letak yang
baik dan cocok dengan rencana yang diinginkan, serta bagaimana cara
mendapatkan hasil yang maksimal.
Untuk itu diperlukan ilmu yang mempelajari tentang struktur kayu dan
sambungan kayu serta mengerti akan konstruksi kayu tersebut. Maka dari itu
diperlukan latihan-latihan tentang konstruksi kayu.
1.2. Tujuan dan manfaat
Untuk mendapatkan kekuatan dan konstruksi yang baik dan benar. Dan tujuan
dari pekerjaan tersebut untuk memahami dan mengetahui pekerjaan-pekerjaan
pada kerja kayu.
1.3 Metde !emba"a#an
Metode pembahasan dilakukan dengan menggunakan suatu metode studi
literature, yaitu dengan mengumpulkan data-data dari berbagai macam buku yang
berhubungan dengan permasalahan serta dengan menggunakan metode
pengambilan data-data di lapangan pada saat melaksanakan pekerjaan kayu.
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
BAB II
U$AIAN DA%A$ TE&$I
2.1. PEN'ENALAN BAHAN
Kayu adalah bahan konstruksi yang diperoleh dari tumbuhan di alam, yang
juga tidak hanya merupakan bahan konstruksi pertama, tetapi juga mungkin yang
terakhir dalam suatu konstruksi. Kayu merupakan bahan konstruksi yang dapat
diperbaharui. Melihat dan luas dan pentingnya benda-benda yang terbuat dari kayu
maka diperlukan keahlian dan tehnik-tehnik tertentu dalam proses pembuatan benda-
benda konstruksi kayu tersebut.
Konstruksi kayu memiliki kegunaan antara lain sebagai berikut :
1. sebagai konstruksi berat
misal : jembatan dan bangunan gedung tinggi
2. sebagai konstruksi sedang
misal : bangunan rumah tinggal
. konstruksi komponen bangunan
misal : kusen pintu dan kusen jendela, daun pintu dan jendela dan kuda-kuda
!. konstruksi komponen bangunan
misal : meja, lemari, kursi dan lain-lain
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
"da beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengerjaan konstruksi kayu antara
lain :
a. industri bangunan
b. teknologi kayu dan bahan-bahan
c. alat-alat pengokoh
d. pengetahuan alat-alat perkakas dan peralatan mesin
e. sambungan-sambungan kayu
#. konstruksi rangka atap dan rangka dinding
g. #inshing
$ebagai pengetahuan dasar, ada beberapa hal yang harus diperhatikan guna
kesuksesan dalam pelaksanaan industri bangunan bagi ahli teknik seperti :
a. pemahaman bahan-bahan bangunan yang digunakan
b. pengetahuan praktis tentang konstruksi
c. pengetahuan tentang pelaksanaan
d. kemampuan dalam merencaana
e. menguasai berbagai peralatan yang diperdagangkan di pasaran
Kayu untuk keperluan konstruksi mempunyai si#at yang menguntungkan dan
merugikan yaitu :
Keuntungan kayu antara lain :
a. Mempunyai daya penahan tinggi terhadap pengaruh listrik dan bahan kimia
b. Kekuatan yang tinggi dan berat yang rendah
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
c. Mudah dalam pengerjaan
d. Mudah didapat dalam %aktu yang relati# singkat
e. Murah dan dapat mudah diganti
#. Kayu dapat meredam getaran
g. &idak menghantarkan panas dan listrik
h. Mempunyai tekstur yang bagus
Kerugian - kerugian kayu antara lain :
a. Kurang homogen
b. Dapat memuai dan menyusut
c. Mudah terbakar
d. 'era%atannya lebih sulit
e. Mudah lapuk karena serangga
#. Mudah dimakan rayap
g. (ersi#at kurang a%et dalam keadaan tertentu
h. Mempunyai cacat-cacat kayu
i. Kekuatan kayu tidak seragam %alaupun dari jenis pohon yang sama
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
2.2. (LA%I)I(A%I (A*U
1. Kelas berdasarkan kea%etan
Kelas a%et kayu adalah kemampuan daya tahan kayu tehadap situasi tertentu.
(erikut adalah tabel kelas a%et kayu :
2. Kelas berdasarkan kekuatan atau kelas kuat
kelas kuat ditentukan oleh :
a. berat jeins kering udara kayu tersebut
b. keteguhan lentur mutlak kayu tersebut
K)*"$ "+)& , ,, ,,, ,- -
a. $elalu berhubungan dengan
tanah lembab
. tahun / tahun tahun
$angat
pendek
$angat
pendek
b. 0anya terbuka terhadap angin
dan iklim tetapi dilindungi
terhadap air dan kelemasan.
21 tahun 1/ tahun 11 tahun
(eberapa
tahun
$angat
pendek
c. Di ba%ah atap tidak terkena
dengan tanah lembab dan
dilindungi terhadap kelemasan
&ak
terbatas
&ak
terbatas
$angat
lama
(eberapa
tahun
'endek
d. seperti c, tetapi terpelihara
dengan baik, dicat
&ak
terbatas
&ak
terbatas
&ak
terbatas
21 tahun 21 tahun
$erangan oleh rayap
&idak 2arang
"gak
cepat
$angat
cepat
$angat
cepat
$erangan oleh bubuk kayu kering
&idak &idak
0ampir
tidak
3epat
$angat
cepat
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
c. keteguhan tekan mutlak kayu tersebut
. Kelas berdasarkan berat kayu atau kelas berat
Kelas berat ditentukan oleh #aktor berat jenis kayu dan berat suatu benda
ditentukan oleh massa dan 4olume tertentu.
Kelas berat (erat jenis
a. sangat berat lebih berat dari 1,51
b. berat 1,6/ 7 1,51
c. agak berat 1,85 7 1,6/
d. ringan lebih kecil dari 1,8/
2enis-jenis kayu yang terkenal dalam perdagangan :
1. (a+u jat,
+arna coklat muda jika sudah lama terkena cahaya dan udara, %arnanya menjadi
sa%o matang. (anyak digunakan untuk perabotan rumah tangga dan komponen
bangunan.
2. Merbau
+arnaya coklat muda dan jika telah lama akan menjadi coklat tua. (anyak
digunakan untuk bangunan di luar dan atap karena kuat serta tahan terhadap rayap
dan pengembangan dan penyusutan kecil.
. $a#amala
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
+arnanya merah dan coklat kehitam-hitaman. (anyak digunakan untuik rangka
atap, balok, loteng, tiang-tiang. Kayu ini tahan terhadap rayap dan jika terlindungi
iklim tidak menyebabkan banyak perubahan kadar lengas terhadap bubuk.
!. Mera-an
+arnanya coklat muda yang lama kelamaan menjadi coklat tua. (anyak digunakn
untuk bangunan rumah dan perabotan.
.. Merant,
&erdiri dari dua jenis yakni meranti merah dan meranti putih dan banyak
digunakan untuk kasau, reng, bangunan yang ringan, papan cetakan beton, tiang
papan cetakan.
/. (am!er
(er%arna kuning kemerah-merahan dan banyak digunakan pada bangunan-
bangunan ba%ah atap seperti rangka atap, balok, loteng, papan loteng.
0. 1eug,ng
+arnanya putih dan coklat muda dan banyak digunakan untuk bangunan
sederhana dan baik sekali untuk bangunan dengan konstruksi paku namun kayunya
agak lunak dan kembang susutnya sangat besar dan tahan terhadap rayap.
2.3. TE&$I (A*U
2.3.1. Per#+aratan tekn,# ka+u #e#ua, dengan kegunaann+a
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
Kayu mempunyai si#at yang berbeda-beda seperti tingkat kelenturan, susut
muai, berat, dan si#at-si#at lain. Untuk dapat mengatur, menyesuaikan, dan
menentukan perlakuan kita terhadap kayu yang akan digunakan, kita harus dapat
memperhitungkan untung ruginya, baik secara ekonomis ataupun secara
pengerjaannya.
2.3.2. Metde !engergaj,an ka+u
&ujuan dari penggergajian ini yaitu merubah kayu dolk yang panjangnya
berkisar ! 7/ meter menjadi ukuran-ukuran tertentu.
1. Penggergaj,an lang#ung 2#a-,ng t"rug"3tangun4ut5
Kayu dolk diubah menjadi ukuran papan dengan menggergaji sejajar tanpa
memutar kayu dolk.
Keuntungannya yaitu cara yang cepat, murah dan mudah.
Kerugiannya yaitu papan akan cenderung melengkung.
2. Penggergaj,an memutar 2#a-,ng arund5
Membelah pada kira-kira pada posisi tangensial terhadap lingkaran tahun.
3ara ini menyangkut pemutaran dolk selama proses penggergajian.
Keuntungannya yaitu tidak mudah pecah ketika dipaku dan tekstur serat kelihatan
bagus.
Kerugiannya yaitu cenderung untuk melengkung, cacat kayu kelihatan
melintang dipermukaan kayu serta penyusutan terjadi pada arah melebar.
3. Penggergaj,an #e!erem!at 26uarter #a-,ng5
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
'enggergajian ini bertujuan untuk mendapatkan papan yang terhidar dari
melengkung dan cocok untuk sambungan lidah dan alur.
Keuntungannya yaitu kayu sedikit mengalami perlengkungan.
Kerugiannya yaitu kayu banyak terbuang oleh penggergajian, cenderung
mudah pecah bila dipaku dari permukaan serta tesktur kayu kurang dekorati#.
2.3.3. 7a4at84a4at ka+u
3acat kayu dapat menimbulkan akibat sampingan yang serius terhadap
kekuatan, kekakuan dan keindahan kayu. 'erubahan tersebut karena penyusutan,
dapat kita tinjau dari tiga arah penampang kayu yaitu :
a. Tangen#,al
penampang menyinggung arah melintang tumbuh dengan arah penyusutan
ber4ariasi antara !, 7 1! 9.
b. $ad,al
penampang yang melintang lingkaran tumbuh dengan besar angka penyusutan
antara 2,1 7 1. 9.
4. Ak#,al
penampang dalam arah memanjang kayu dengan besar angka arah penyusutan
antara 1,1 7 1, 9.
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
Macam-macam retakan pada kayu :
a. :etakan cekung
:etakan cekung bisa timbul memeanjang pada kayu. 0al ini
disebabkan oleh benturan yang terjadi se%aktu pohon ditebang;terpaan angin
kencang selagi pohontumbuh. 'ohon sebaiknya ditebang pada musim dingin
se%aktu dahan-dahan sudah melepaskan daunnya,karena dalam keadaan
demikian ia lebih ringan daripada di musim panas dan kerusakan kayu ketika
membentur tanah akan berkurang.
b. :etakan hati kayu
:etakan hati kayu melintari jari-jari teras, hal ini disebakan karena
kayu dibiarkan terlalu lama dalam bentuk gelondongan sebelum dilakukan
pengubahan;karena proses pengurangan yang jelek.
c. :etakan bintang
:etakan bintang timbul jika beberapa retakan hati kayu mulai pada
bagian yang sama pada hati kayu. "danya retakan yang berbentuk bintang
pada sebatang kayu gelondongan menunujakan bah%a kayu tersebut dibiarkan
terlalu lam sebelum dilakukan pengubahan.
d. 3elah-celah
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
3elah-celah di bagian dalam disebabkan oleh cara pengeringan yang
jelek. "da kalanya kayu mengering tanpa menunjukan perubahan lebar asal.
Ketika bagian dalam mengering ia akan menyusut, dan retakan biasa timbul di
bagian dalam.
e. 'ecah-pecah di bagian ujung
'ecah dimulai pada bagian ujung dan menjalar sepanjang permukaan
kayu. 'ecah-pecah ini biasa terjadi pada kayu yang dikeringkan secara alami.
#. 'ecah-pecah pada permukaan
g. 'ecah dangkal meluas sepanjan serat di permukaan pecah ini menyebabkan
tektur permukaan menjadi jelek.
Macam-macam cacat kayu setelah penggergajian akibat penyusutan :
a. $pring yaitu perubahan bentuk melengkung arah memanjang pada bagian
tepi;sisi kayu.
b. (o% <bentuk busur= yaitu perubahan bentuk melengkung arah memanjang
pada bagian permukaan.
c. 3up <bentuk mangkuk= yaitu perubahan bentuk melengkung pada arah
melebar kayu.
d. &%ist <melenting= yaitu pemutiran melenting perubahan kayu berla%anan
arah pada masing-masing ujung.
e. 'ecah permukaan <sur#ace checks= yaitu peceh-pecah dangkal yang meluas
sepanjang serat kayu baik yang dipermukaan kayu maupun di ujung-ujung
kayu.
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
#. 'ecah ujung <end split= yaitu pecah yang mulai dari ujung hingga menjalar
sepanjang pohon.
Macam-macam cacat alami dari pohon :
a. mata kayu sehat yaitu mata kayu yang tidak busuk, penampang keras, tumbuh
kokoh dan rapat pada kayu, ber%arna sama atau lebih gelap dengan kayu
sekitarnya.
b. Mata kayu lepas yaitu mata kayu ayng tidak dapat tumbuh rapat, biasanya
pada proses penggergajian mata kayu mudah lepas dan tidak ada gejala busuk.
c. Mata kayu busuk yaitu mata kayu yang biasanya bergerombol pada bagian-
bagian kayu yang lunak atau rapuh berlainan dengan bagian-bagian kayu
sekitarnya.
d. 0ati rapuh yaitu cacat kayu yang dapat terjadi karena daya tahan yang patah
kemudian patahan ini membusuk dan menjalar terus masuk ke dalam hati.
e. $erangga perusak kayu yaitu cacat kayu yang terjadi oleh binatang perusak
antara lain : serangga, kumbang, ulat dan lebah.
#. 3acat kayu gubal yaitu cacat kayu yang terjadi bila pada saat penebangan
belum cukup umur kemudian dalam jangka %aktu yang lama sedang kulitnya
tidak dikupas.
3acat-cacat kayu tersebut dapat mengakibatkan adanya perlemahan pada kayu.
Untuk mengatasi perlemahan tersebut ada beberapa cara yaitu :
a. Mudah terbakar diatasi dengan diberi pelapis seperti cat dan penyimpanannya
jauh dari api.
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
b. Kembang susut diatasi dengan pemasangan dengan cara berselang-seling.
c. Mudah lapuk karena serangga diatasi dengan merendam dlam suatu bahan
yang dapat menga%etkan serta disemprot dengan cat.
d. &idak homogen diatasi dengan sistem kon4eksi atau dengan pembelahan
kayu.
e. &idak tahan terhadap cuaca diatasi dengan menghindari tempat terbuka yang
terlindungi dari panas dan hujan serta penumpukan yang sesuai dnegan
ketentuan dan syarat-syaratnya.
2.3.9. Pen+,m!anan dan !enga-etan ka+u
Kayu mempunyai kea%etan tinggi bila dapat mempunyai umur yang lama.
"dapun #aktor perusak kayu dapat digolongkan menjadi dua penyebab yaitu :
1. penyebab non makhluk hidup
a. #aktor #isik <suhu udara, panas, air dan sebagainya=
b. #aktor mekanik <pukulan, gesekan, tarikan, tekanan dan sebagainya=
2. #aktor dari makhluk hidup
a. janis jamur < menyebabkan pembusukan dan pelapukan=
b. serangga
$yarat-syarat penyusunan kayu yang baik yaitu :
a. tempat harus datar dan rata yang bebas dari genangan air
b. terlindung dari hujan dan cukup sirkulasi udara
c. sumber hama dan penyakit kayu harus dihilangkan
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
d. untuk papankering ganjalan boleh dipasang setiap delapan lapis dan maksimal
meter.
e. jarak timbunan dari lantai /1 cm untuk sirkulasi udara.
#. antara penumpukan harus ada pembatas untuk lalu lintas udara.
g. "ntara kayu yang satu dengan kayu yang lain harus diberi jarak lebih kurang
2-/ cm.
3ara penumpukan kayu :
a. penumpukan secara 4ertikal
penumpukan standar <end pilling=
penumpukan silang <end raaacking=
b. penumpukan secara hori>ontal
penumpukan sejajar
penumpukan persegi
penumpukan bersilang
penumpukan segitiga
2.3... Tem!at atau lka#, kerja
$yarat-syarat tempat atau lokasi kerja :
a. Kering
&empat pelaksanaan kerja kayu diutamakan tempat yang kering apabila tempat
pelaksanaan lembab atau basah bukan tak mungkin dapat menyebabkan dan
mempengaruhi bahan yang akan dikerjakan.
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
b. atap
&empat pelaksanaan juga diusahakan untuk memiliki atap agar bahan-bahan dan
peralatan yang akan digunakan dapat terjaga dari berbagai kondisi cuaca.
c. sumber listrik
$umber listrik harus sangat diperlukan terutama untuk menjalankan alat-alat yang
berhubungan listrik.
d. "lat bantu <K=
Dalam suatu lokasi kerja harus ada kotak k yang dalam hal ini sangat penting
mengingat bila terjadi suatu kecelakaan.
e. penerangan yang cukup
'enerangan sangat membantu dalam pelaksanaan kerja sehingga hasil pekerjaan
kita rapi dan baik.
#. $irkulasi udara yang baik
Dalam lokasi kerja diperlukan udara yang cukup sehingga orang-orang yang
bekerja di dalam ruangan tidak sukar atau sesak berna#as sehingga dapst bekerja
dengan lancar.
g. &idak menimbulkan suara yang bising
&empat kita bekerja diusahakan untuk tidak mengeluarkan suara bising yang
dapat mengganggu lingkungan sekitar.
h. 'enyedot debu
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
"lat ini sangat diperlukan dalam pekerjaan sehingga udara di dalam ruangan
tempat kita bekerja selalu bersih dan tidak mengganggu perna#asan.
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
M"3"M-M"3"M 3"3"& "*"M, D":, '?0?@
'ecah permukaan
'ecah ujung
3acat getah dalam
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
Mata kayu sehat
Mata kayu lepas
Mata kayu busuk
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
Mata kayu serangga
3acat kayu gubal
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
M"3"M-M"3"M 3"3"& K"AU "K,("&
')@BB):B"2,"@ D"@ ')@AU$U&"@
$':,@B
(?+
M)@BKU@B
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
PE$ALATAN8PE$ALATAN
(E$:A (A*U
A. (erja (a+u Menggunakan Alat8alat Tangan
1. Alat tem!at menukang 2meja kerja5
Digunakan sebagai tempat pengerjaan kayu, seperti penggergajian,
pengetaman, dan pemahatan. Meja ini juga digunakan untuk menyimpan alat-
alat. Ukuran tinggi meja kerja adalah im dan panjang 2./m.
2. 'E$'A:I
1.1. 'ergaj, tangan
Macam-macam gergaji tangan yaitu :
a. Bergaji 'emotong
Bergaji tangan pemotong dipergunakan untuk memotong kayu, dan arah
menggergaji adalah tegak luruns terhadap urat kayu, sedangkan posisi gergaji
berbentuk ! derajat terhadap permukaan kayu.
b. Bergaji 'embelah
Bergaji tangan pembelah dipergunakan untuk membelah kayu dan arah
menggergaji searah dengan arah urat kayu, sedangkan posisi gergaji berbentuk
sudut 81 derajat terhadap permukaan kayu
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
1.2. 'ergaj, Punggung
Bergaji punggung terbuat dari baja yang sangat tipis dan pada bagian atasnya
atau punggungnya diberi tulang. &ulang ini gunanya supaya daun gergaji cukup
kaku. Bergaji punggung sering digunakan pada pekerjaan kayu yang kecil-kecil
dan yang halus-halus, misalnya pada pembuatan purus, membuat serongan !/
derajat terutama pada pembuatan mebel.
3. (ETAM
2.1. (etam !endek ka#ar 2:a4k Plane5
"lat ini berguna untuk menghilangkan permukaan kayu yang kasar bekas
gergajian atau bekas pemotongan.
2.2. (etam !endek "alu#
"lat ini berguna untuk menghaluskan permukaan kayu yang sudah diketam
terlebih dahulu barulah ketam pendek halus.
3.1. (etam !anjang
"lat ini berguna untuk menetam kayu yang panjang-panjang supaya
permukaan kayu itu menjadi lebih kurus
3.2. (etam #!n,ng
Ketam sponing terdapat dua macam yaitu :
a. ketam sponing tetap, besarnya tidak dapat dirubah. :umah ketam sponing
macam ini mempunyai berbagai ukuran besarnya, sesuai dengan mata ketam.
Ketam ini digunakan untuk membuat sponing untuk pada posisi sudut yang
searah dengan arah urat kayu.
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
b. Ketam sponing dapat diatur ber#ungsi sama dengan ketam sponing tetap
3.3. (etam alur3bajak
Ketam alur;bajak tetap tidak mempunyai pengatur lebar , sedangakn ketam
alur dapa diatur mempunyai pengatur lebar dan dalamnya pengetaman.
9. PAHAT
'ahat ialah suatu alat untuk memotong serat kayu. (erdasarkan pekerjaan
pemotongan yang bermacam-macam, maka dibuatlah bentuk-bentuk pahat-pahat
yang disesuikan dengan pekerjaan tersebut antara lain :
3.1. Pa"at tu#uk
- gunanya untuk menusuk kayu.
- sudut penajaman dari 1 hingga / derajat atau dapat juga dengan ketentuan lain
yaitu dua kali tebal pahat.
- sisi penusuk dari mata pahat dibuat lengkung sedikit, menjaga supaya sudut pahat
tidak menusuk ke dalam.
- ukuran pahat tusuk pada sisi lebarnya mulai dari 1;.C hingga /;.C dengan
kenaikan masing-masing 1;.C dan dari DC sampai dengan 2C dengan kenaikan
masing-masing EC
3.2. Pa"at Lubang
- pahat lubang terdiri dari :
a. pahat lubang tipis
b. pahat lubang berpunggung
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
c. pahat lubang besar
- kepala tangkai pahat lubang dibuat demikian bentuknya untuk lebih mudahnya
bila dipukul dengan palu kayu.
- pahat lubang tiis gunanya untuk membuat lubang-lubang yang kecil-kecil, seperti
halnya membuat lubang daun jendela atau pintu.
- sudut mata pahat lubang sama dengan pahat tusuk yaitu 1 derajat sampai dengan
/ derajat.
- pahat lubang berpunggung dan pahat lubang besar, dangkal seperti pekerjaan
membuat lubang ambang kesen pintu atau jendela.
9.1. Pa"at kuku
- Buna dari pahat kuku cekung ialah untuk memahat tusuk sisi yang berbentuk
cekung.
- 'ahat cembung digunakan untuk membersihkan sisi-sisi alur yang dibuat
bundaran buntu atau pekerjaan pemahatan lain.
9.2. Pa"at eng#el
- Bunanya untuk memahat lubang yang sempit-sempit, seperti memasang engsel
bersayap
- 'ahat ini tidak bertangkai.
- (entuk pahat engsel ini mempunyai tiga punggung yang menonjol, sehingga ada
ruangan diatara punggung-punggung itu untuk mengeluarkan sisi pemahatan.
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
9.3. Pa"at !ukul
Digunakan untuk membuat sambungan. 'ada pahat pukul dilengkapi cinicn pada
gagangnya, ini berguna agar %aktu kepala pahat dipukul tidak pecah.
.. Penggerek 2Br5
Macam-macam jenis penggerek yaitu :
9.1. Penggerek !u#at
- &erdapat sebuah pusat <point= yang menjadi titik pusat penggerekan.
- &erdapat pisau muka <spur= sebagai pemotong urat kayu.
- &erdapat sebuah pisau gerek yang mengeluarkan sisa kayu yang digerek.
- Baris tengah batang gurdi lebih kecil daripada garis tengah badan bagian ba%ah
sehingga lubang betul-betul lurus.
- 'isau muka lebih rendah daripada pisau gerek, untuk mempercepat;melancarkan
pengeboran.
- 'emakaian penggerek pusat ini, diputar sambil ditekan untuk mendapatkan
pengeboran terhadap kayu.
9.2. Penggerek !u#at da!at d,atur
- Mempunyai sebuah pusat yang berbentuk ulir sekrup.
- Dilengkapi pisau muka sebagai pemotongan urat dan serat kayu yang terpotong.
- &erdapat pula pisau gerak yang ber#ungsi pengeruk sisa kayu yang digerakkan.
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
..1. Penggerek !,l,n 2Ir-,n Br5
9.3.a. Penggerek !,l,n +ang d,!utar dengan tungkat
- Mempunyai sebuah pusat yang berbentuk ukuran sekrup.
- &erdapat dua buah pisau muka guna memotong urat dan serat kayu.
- &erdapat dua buah pisau gerek untuk mengeruk sisa kayu.
- (atang berbentuk uliran sekrup dan mempunyai batang yang panjang.
- Diameter batang dari atas samai yang paling ba%ah sama agar hasil pengerukan
lubang lurus.
- 'isau muka letaknya lebih rendah dari pisau gerek ber#ungsi sebagai pemotongan
urat kayu.
- (agian atas batang terdapat cincin guna memmasukkan tongkat pemotar.
9.3.b. Penggerek !,l,n +ang d,!utar dengan tangka, !enggerek
- Mempunyai dua buah isau gerek gunanya ntuk mengeruk kayu yang digerek.
- (atangnya berbentuk sekrup.
- Diameter batang dari ats hingga ke ba%ah sama.
- 'isau muka letaknya selalu lebih rendah dari pada pisau gerek, gunanya untuk
mempercepat pengeboran.
..2. Penggerek #endk
- &idak mempunai pusat oleh sebab itu agak sukar juga dalam menentukan suatu
titik yang tepat sesuai dengan yang diinginkan.
- 'emakaian pengegerek semacam ini selalu harus ditekan sambil diputar.
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
- Digunakan untuk membuat lubang yang sangat kecil.
..3. Penggerek l,l,t
- 'engerek ini digunakan untuk membuat lubang pada tempat ayng kecil.
- Mempunyai sebuah pusat sehingga mudah ditempatkan pada suatu titik yang
diingikan.
- $isa kayu hasil penggerek dengan mudah terba%a ke atas, karena mempunyai
batang yang berkelit-kelit.
- Mengasah bor ini dapat dikerjakan pada sisi bagian dalam ataupun pada sisi luar,
terutama pada bagian mata tajamnya.
..9. Penggerek #ekeru!
9./.a. Penggerek #ekru! bertangka,
- 'enggerek ini digunakan untuk menggerek lubang yang ecil-kecil.
- Mempunyai sebuah pusat sehingga mudah ditempatkan terhadap sebuah titi yang
dikehendaki.
- Ditekan sambil diputar dengan tangan.
- $isa kayu hasil pengerekan mudah keluar.
9./.b. Penggerek #eru! t,dak bertangka,.
- (atangnya lebih besar dan digerakkan diputar dengan menggunakan tangkai
penggerek.
- Bunanya untuk menggerek lubang-lubang sambungan pintu dan jendela.
.... Penggerek benam
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
- 'enggerek ini digunakan untuk menggerek serong atau membesarkan lubang
guna menempatkan kepala sekrup sehingga terbenam dan rata pada permukaan
kayu.
- Diputar dengan tangkai penggerek
- Mempunyai pusat sehingga mudah untuk menempatkan titik.
9.;.Tangka, !enggerek
9.;.a. Penggerek lang#ung
- Kepala dan tangannya dibuat dari kayu yang kenyal dan padat. &angaki dan
bagian lainnya dibuat dari besi.
- 'ada bagian ba%ahnya dari tangkai, terdapat alat penjepit penggerek yaitu sebuah
chuck yang bagian dalamnya dilengkapi dengan sebuah tabung sekrup yang
disebut rahang;ra%.
- Untuk membuat lubang bersi#at langsung.
- Untuk membuat lubang yang tegak lurus. &angkai penggerek diputar dalam posisi
yang tegak lurus terhadap bidang kayu yang akan dibor dengan menggunakan
siku-siku.
9.;.b. Tangka, !enggerek berder,k
- Kepala, tangan-tangan dan tangkai sama betuknya dengan tangkai penggerek
langsung.
- &ombol dari tangkai penggerek berderik dipasang daam sebuah aling-aling peluru
yang dapat diatur.
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
- &angkai penggerek berderik dapat diputar ke kanan dan ke kiri.
9.;.4. Tangka, !enggerek ,n4ar3#!,ral
- $elain tangkai penggerek terdapat pula tangkai penggerek incar;spiral yang terdiri
dari satu batang lurus dan bergigi.
- 'enggerek dapat diutar ke kanan dan ke kiri dengan memutar pegengan bolak-
balik.
- &angkai penggerek macam ini dipakai untuk membuat lubang kecil.
9.;.d. Tangka, !enggerek rda g,g,
Keistime%aan penggerek ini mempunyai batang yang berpenampang bulat
dengan lilitan pada bagian ba%ahnya berdiameter sama dengan batangnya dan
mempunyai satu titik pusat. 'enggerek ini disebut juga &%ist Drill.
B. Alat8alat bantu
1. %,ku
"da bermacam-macam jenis siku yaitu :
1.1. %,ku b,a#a
Bunanya untuk menarik garis lukisan pada kayu pekerjaan di atas permuikaan
dengan garis siku <51 derajat= terhadap bidang lain yang telah diberi tanda pating.
2uga untuk memeriksa bidang permukaan kayu yang sedang diketam apa sudah lurus,
rata dan siku erhadap bidang lain.
1.2. %,ku #erng
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
Bunanya untuk menarik garis lukisan pada bidang atas kayu pekerjaan dalam
bentuk garis miring. 2uga untuk alat pemeriksaan suatu pengetaman yang dibaut
miring tehadap bidang tegak.
1.3. %,ku g+ang3!utar
Buna dari siku goyang ini untuk menarik garis lukisan pada bidang
permukaan kayu pekerjaan dalam bentuk garis sudut 1 hingga 1.1 derajat.
2. Meteran
"da bermacam-macam bentuk yaitu :
2.1. Meteran luru#3!lat meter
&erbuat dari baja tipis yang panjangnya 1 cm, pada kedua sisinya terdapat
satuan pengukuran dalam cm, inci. Meteran ini digunakan untuk pekerjaan yang kecil
dan ringan.
2.2. Meteran l,!at
$uatu meteran yang dapat dilipat dalam ! F . lipatan, pada umumnya terbuat
dari kayu tipis dilengkapi dengan lipatan engsel dari abaj atau kuningan, panjangnya
1 F 2 meter. Digunakan untuk pengukuran yang agak panjang dan besar dari dolok
kayu yang akan dikerjakan.
2.3. Meteran gulung3rl meter
$eluruh bagian terbuat dari baja atau plastik, di dalam rumahnya terdapat
pegas sehingga pita meter dapat ditarik dan menggulung kembali secara otomatis.
'anjangnya 2 F / meter. Digunakan untuk ukuran dari segala pekerjaan.
3. Ptlt dan (ra#!en
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
'otlot tukang kayu bentuknya dibuat lain dari potlot menulis biasa. (entuk
penampang potlot ini berbentuk bulat telur, termasuk dalam golongan potlot keras.
Digunakan untuk menggambar;melukis garis konstruksi di atas bidang permukaan
kayu. 3ara meruncingkannya ialah seperti bentuk pahat, sehingga menggaris dalam
satu kali menarik. "daapun kraspen terbuat dari ka%at baja keras daam bentuk
runcing tirus dan diberi tangkai pemegang dari kayu. Kraspen digunakan untuk
menetapkan garsi lukis agar hasil pekerjaan tepat.
9. Palu
"da bermacam-macam jenis palu yaitu :
9.1. Palu ka+u
&erdiri dari dua bagian yaitu kepala dan tangkai. (ahan untuk kepala dan
tangkainya harus dibuat dari kayu yang padat dan kenyal sehingga sukar untuk dapat
belah . palu kayu digunakan untuk memukul benda kerja dari kayu.
9.2. Palu Be#,
Menurut bentuknya terdapat dua jenis yaitu :'alu pantak dan palu kuku atau
disebut palu kaki kambing.
9.3. Palu karet3!la#t,k
.. Peru#ut
'erusut tunggal digunakan untuk melukis satu garis sejajar terhadap sisi
bidang kayu memanjang yang telah diketam, sedangkan perusut kembar dapat
melukis dua garis sejajar sesuai dengan jarak dua garis yang telah ditentukan, seperti
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
menarik garis sponing dengan perusut tunggal sedang lebar lubang sambungan
dengan perusut kembar.
/. &beng
?beng;pemutar sekrup ada bermacam-macam jenisnya yaitu :
/.1. &beng M,n
/.2. &beng kembang3,#t,me-a
Keistime%aan dari obeng macam ini ialah terletak dari bentuk matanya.
?beng ini matanya dibuat semata-mata hanya mempunyai alur silang, sehingga
%aktu obeng diputar tidak akan terpeleset;tergelincir dari alur sekrupnya.
11. :angka
Bunanya untuk melukis lingkaran-lingkaran kecil dan dpat pula digunakan
untuk memindahkan ukuran pada bidang permukaan kayu pekerjaan.
12. (,k,r ka+u
Kegunaannya yaitu untuk mengikir benda-benda pekerjaan yang sulit diketam
ataupun dipahat sehubungan dengan terdapatnya serat-serat kayu yang bolak-balik
atau pada bidang permukaan kayu yang terdapat mata kayu. "lat yang lebih baik dari
kikir kayu ialah ketam parud.
13. Penje!,t atau klem
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
"da macam bentuk klem yaitu :
13.1. Penje!,t !anjang
(erukuran dari G H sampai 2 G H m panjangnya. (lok penahan dapat digeser-
geser dengan dipaksa oleh sepotong besi bulat ke dalam lubang-lubang yang terdapat
pada batang penjepit panjang sedang blok penjepit didorong oleh uliran yang
dipasang pada kepala penjepit dengan diputar menggunakan tangkai pemutar. "lat ini
digunakan untuk merapatkan suatu sambungan kayu yang lebarnya lebih dari 1 m
samapai dengan 2 G m.
13.2. Penje!,t berbentuk "uruf f dan 4
Keduanya ber#ungsi sama sebagai alat penjepit dalam jaraj pendek atau
sambungan 7sambungan pendek terdiri dari blok penahan tetap dan blok penjepit
yang dapat diatur melalui batang ulir yang dihubungkan dengan tangkai pemutar.
19. Pen#,l
(er#ungsi untuk pemberian tanda dores atau penggambarab yang tidak
membutuhkan ketelitian yang detail.
7. ALAT8ALAT ME%IN (A*U
1. Me#,n 'ergaj, Bundar 24,r4ular #a-5
Bunanya :
'ekerjaan pokok :
a. memotong kayu <cross cutting=
b. membelah kayu <ripping=
c. mengiris kayu <resa%ing=
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
'ekerjaan lain-lain :
a. membuat champer atau be4el
b. membuat sponing <rabbet=
c. membuat alur <gro4e=
d. membuat alur memotong urat kayu <dado=
e. membuat tirus
#. membuat purus
g. membuat cekung
Konstruksi :
- rangka badan
- meja
- motor dan sumbunya
'erlengkapan :
- pengantar pembelah <#ence=
- pengantar pemotong <mitter gauge=
- tudung pengaman <sa#ety guard=
- pengantar pembuat purus <tenon jig=
Ukuran :
- ditentukan dengan maksimum garis tengah daun gergaji yang dapat dipasang
- kecepatan tergantung dari garis tengah daun gergaji
2. Me#,n (etam Perata 2#urfa4er5
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
Bunanya :
'ekerjaan pokok :
a. mengetam rata dan lurus permukaan kayu
b. mengetam rata dan lurus, siku-siku sisi tebal kayu
'ekerjaan-pekerjaan lain :
a. mengetam miring
b. mengetam sponing;les
c. mengetam tirus
d. mengetam co%akan
e. mengetam kepala kayu
Konstruksi :
- rangka badan
- meja kayu muka dan belakang
- sumbu ketam
- motor
'erlengkapan
- pengantar
- pengatur naik turun meja
- tudung pengaman
Ukuran : Ditentukan oleh panjang sumbu ketam
3. Me#,n br tekan 2Hll- 4",#el mrt,#er5
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
Bunanya :
1. Membuat lubang bulat.
2. Membuat lubang persegi dengan perlengkapan khusus.
. Mengamplas.
!. Menggerinda.
/. Mengerjakan pro#il pada pinggiran kayu.
Konstruksi :
- tiang dari baja
- meja sebagai alas tempat duduknya
- meja ats tempat meletakkan kayu pekerjaan
- motor
'erlengkapan :
- bermacam-macam sumbu bor untuk disesuaikan dengan jenis pekerjaan
- mata bor serta kunci pemegangan
- perlengkapan lubang persegi
9. :,g#a-
Bunanya :
1. Memotong triplek;kayu tipis
2. Membuat potongan yang berbentuk
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
.. Me#,n ruter
Bunanya :
Membuat sponing
Membuat pro#il
Membuat alur
Membuat co%akan
Membuat sambungan ekor burung
Konstruksi :
- alas sebagai meja
- rangka dipasang pada motor mur kupu-kupu
- motor dengan ujung sumbunya dipasang chuck pemegang pisau
- tutup pisau sekeliling untuk cincin
- cincin penentu dalam motor berulir
- pisau
- penghantar yang mempunyai satu ujung lurus dan satu ujung lagi lengkung
- penentu dalam untuk menentukan keluarnya pisau router dari alas
- acuan
- cincin penghantar yan dipasang pada rangka bagian ba%ah
%ambungan8#ambungan ka+u
Macam-macam sambungan kayu :
1. $ambungan kayu arah memanjang
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
a. sambungan bibir lurus
b. sambungan miring berkait
c. sambungan bibir berkait
d. sambungan pen miring
2. $ambungan kayu arah melebar
a. sambungan alur dan lidah
b. sambungan lidah lepas
c. sambungan dengan sekrup
d. sambungan mulut ikan
. $ambungan kayu arah menyudut
a. sambungan biasa
b. sambungan jari
c. sambungan ekor burung
!. $ambungan kayu bentuk rangka
"lat-alat pengokoh sambungan kayu antara lain :
1. 'aku
2. $ekrup
. Mur dan baut
!. *em
/. "lat pengokoh modern antara lain : cincin, papan paku, do%el dan lain-lain
3ara pemasangan sekrup :
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
1. jika kayu lunak, kayu dibor sebesar a dengan dalam c.
2. jika kayu keras, kayu tersebut dibor sebesar a dengan dalam c lalu dibor kembali
sebesar b dengan dalam lebih kurang dari d.
3ara pemasangan lem :
1. Untuk lem kuning digunakan pengencer thinner lalu dioleskan seluruhnya dan
ditunggu sampai kering kemudian ditempelkan dengan kayu yang telah dioleskan
dan langsung dipress dengan menggunakan klem.
2. Untuk lem putih digunakan pengencer air bening lalu dioleskan seluruhnya
kemudian ditempelkan dengan kayu yang telah dioleskan dan langsung dipress
dengan menggunakan klem.
(u#en
Kusen ber#ungsi sebagai tempat lalu lintas keluar masuk orang atau barang
serta untuk menghubungkan ruangan yang satu dengan ruangan yang lain. Kusen
merupakan bagian suatu bangunan gedung, selain lubang pintu dan jendela kusen
juga diperlukan untuk lubang 4entilasi maupun penerangan.
Kusen dapat terbuat dari aluminium, besi ataupun kayu. Kusen aluminium
banyak dipakai untuk bangunan umum atau bangunan komersial karena
pembuatannya mudah dan rapi serta dapat dipakai pada bangunan bertingkat karena
beratnya ringan dan tahan api. $edangkan kusen kayu hanya dipakai untuk rumah
tinggal karena lebih artistik dan alami.
(agian-bagian kusen :
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
1. "mbang atas ber#ungsi sebagai untuk menahan beban pasangan batu bata
diatasnya.
2. &iang atau ,bu kusen ber#ungsi sebagai pegengan atau tumpuan tempat daun pintu
dipasang melalui engsel.
. "mbang tengah ber#ungsi sebagai lubang 4entilasi diatasnya.
!. "mbang ba%ah ber#ungsi sebagai lubang jendela.
/. Kaki tiang atau duk ber#ungsi sebagai untuk melindungi tiang bagian ba%ah dari
air atau lembab agar tidak lekas lapuk dengan menggunakan adukan 1 '3 : 2 '$
setinggi 11 - 1/ cm.
8. $poning ber#ungsi sebagai untuk merapikan hubungan daun pintu atau daun
jendela dengan kusen agar tidak terjadi celah pada pertemuan keduanya. Ukuran
sponing dalamnya 1 - 1,/ cm sedangkan lebarnya yaitu tebal daun pintu ditambah
mm agar tidak terjadi gesekan pada saat pintu atau jendela dibuka maupun
ditutup sehingga cat tidak cepat rusak.
6. $poning alur kapur ber#ungsi sebagai pengikat antara kusen dengan dinding yang
dibuat berbentuk seperti mulut ikan atau persegi.
.. $poning plesteran ber#ungsi sebagai untuk tidak terjadi celah yang tembus jika
adanya penyusutan serta untuk mempermudah pekerjaan #inishing kusen maupun
pintu.
5. "ngker ber#ungsi sebagai memperkokoh kedudukan kusen terhadap tembok agar
posisinya tidak goyah;berobah se%aktu dipasang daun pintu. "ngker digunakan
besi berdiameter . - 11 mm dengna panjang sama dengan batu bata namun bisa
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
dipasang paku berukuran 11 - 1/ cm dengan jumlah yang banyak. "ngker
dipasang pada tepi tiang bagian luar yang berhubungan dengan tembok dan juga
dipasang pada bagian ujung ba%h tiang untuk memperkokoh hubungan tiang
dengan duk <sepatu tiang=.
),n,#",ng
&ujuan dari #inishing yaitu :
a. Memperindah pekerjaan
b. Melindungi benda kerja terhadap benda cair, cuaca dan sinar.
c. Menarik perhatian bagi yang melihatnya.
&untutan hasil #inishing yang harus dipenuhi antara lain :
a. &ahan terhadap alkohol, air dan asam.
b. &ahan terhadap goresan.
c. &ahan sinar
d. &ahan panas.
'enghalang daya lekat bahan #inishing :
a. Minyak, malam <lilin=, damar.
b. (ahan penga%et.
c. 3at, 4ernis.
d. Kadar air yaang terlalu tinggi.
Iaktor-#aktor yang harus diperhatikan untuk #inishing yang baik :
a. telitilah %arna, serat kayu;#inir yang harus diperhatikan.
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
b. 2ika kita mem#inishing suatu benda kerja yang traans#aran %arna kayu
berbeda, misalnnya kayu gubal hendaknya harus disamakan dahulu.
c. 'erubahan %arna kayu yang sering disebabkan oleh panas, sinar, air, dan
sebagainya, hal ini terjadi pada jenis kayu yang banyak mengandung >at
%arna, untuk mengatasi hal tersebut biasanya dilakukan penutupan dengan
bahan dasar .
&ahap-tahap pekerjaan #nishing :
a. penguasaan permukaan
b. persiapan #inishing
c. proses #inishing
d. hasil akhir
'enghalusan dan pembersihan benda kerja
a. 'engamplasan
'ekerjaan ini bertujuan untuk menghaluskan permukaan, memotong serat-
serat kayu yang terdiri dan mendangkal lobang pori-pori. Dalam
pengamplasan hendaknya kita perhatikan tingkatan dasar halusnya suatu
benda kerja juga sebaliknya kita hindarkan goresan-goresan partikel amplas
tersebut dan sebaiknya dengan kumparan yang lunak.
b. 'embersihan bekas-bekas lem dengan cara menggunakan air hangat, bekas
pensil, kapur dan sebagainya.
c. $etelah pekerjaan pertama selesai baru dimulai dengan proses #inishing.
'emberian %arna
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
'engertian pemberian %arna pada kayu ialah me%arnai benda kerja sesuai
dengna %arna yang diinginkan.
0asil pe%arnaan pada kayu dibagi dua macam :
a. 'ositi# : bah%a gelaaap atau terangnya struktur kayu berla%anan yang telah
di%arnai tetap sama dengan aslinya.
b. @egati# : bah%a terangnya struktur kayu berla%anan dengan aslinya.
(ahan-bahan #inishing :
a. (ahan dasar : cellulosa, getah tumbuh-tumbuhan dan bahan #inishing.
b. (ahan pencair : thinner, a#duner, spritus
c. (ahan tambahan : untuk menimbulkan reaksi buram, pelunak sehingga
lapisan #inishing elastis dan itdak mudah pecah-pecah.
d. (ahan sealer : untuk mempermudah pengamplasan >at %arna.
e. (ahan pengeras
Macam-macam bahan #inishing :
a. cat
bahan pencair a#dunner;terpentin. (ertujuan untuk memberikan %arna pada
permukaan kayu disamping ber#ungsi melindungi permukaan kayu dari air
dan serangga.
b. tek oli
bertujuan untuk menonjolkan serat-serat kayu supaya lebih hidup. tek oil ini
biasanya digunakan untuk pekerjaan yang sederhana.
c. cat ducco
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
bahan pencair thinner, sulit dilakukan dengan kuas maka sebaiknya dengan
cara disemprot karena proses pengeringannya lebih cepat.
d. 'elitur
(ahan dasarnya menggunakan bahan cair spritus dengan perbandingan satu
ons politur dengan satu liter spritus. 'olitur tidak tahan panbas aapi dan
lakohol.
e. 4ernis
bahan dasarnya dari getah dengan menggunakan bahan pencair, a#duner.
(iasanya digunakan untuk pekerjaan yang sederhana. -ernis tidak tahan
terhadap air, panas dan alkohol.
#. 4ernis ducco
(ahan dasarnya sama dengan 4ernis tapi menggunakaan bahan pencair
thinner, jenis ini digunakan untuk #inishing pori-pori terbuka, hampir
menyerupai melamic.
g. Melamic
(ahan dasar dari melamic alkayd dengan bahan pencair thinner, %arnanya
trans#aran, si#atnya buram kilap. Melamic ini terdiri dari beberapa komponen
yaitu :
a. %ood #iller yang ber#ungsi untuk menutup lubang pori-pori sehingga
permukaan yang akan di#inishing rata. +ood #iller ini harus dicampur
dengan additi4e dengan perbandingan 5 : 1.
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
b. $anding sealer yang ber#ungsi sebagai memberi daya lekat yang lebih
baik pada permukaan kayu dengan bahan #inishing berikutnya dan
juga mengikat %ood #iller. 'encampuran sebaiknya dilakukan sekitar
G - 1 jam sebelum digunakan reaksi pencampuran menjadi rata.
c. 3lear dan matt clear be#ungsi sebagai untuk mendapatkan permukaan
yang rata, halus danlicin serta mengkilap atau buram. Melamic
sebelum dipakai dicampur dahulu dengan hardener dengan
menggunakan perbandingan 5 : 1.
'roses pengerjaan :
a. 'olitur
1. penguasaan permukaan
2. didasari dengna ulasan politur dengan menggunakan kuas
. diamplas
!. di pop <dengan menggunakan kaos=
/. pemerataan atau penghalusan dengan cara diamplas basah
8. di pop lagi lalu perataan dan di pop lagi
6. pelapisan akhir
.. mencerahkan
5. di kit
b. -ernis
1. penguasaan permukaan
2. dikuas 1 hingga 2 kali
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
c. tek oil
1. penguasaan permukaan
2. di kuas 1 hingga 2 kali
. diamplas lslu dikuas lagi
d. cat dengan kuas
1. penguasaan permukaan
2. cat dasar
. amplas
!. plamir
/. amplas basah
e. cat ducco
1. penguasaan permukaan
2. cat dasar
. diamplas
!. plamir
/. amplas basah
8. cat ducco
#. melamic
1. #inishing tanpa %ood #iller penutupan pori-pori mengandalkan pada
sanding sealer <menghasilkan %arna lebih cerah=
2. #inishing dengan %ood #iller harus rata dan halus kemudian %ood
#iller atau tidak serta pengamplasan.
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
. sanding sealer dengan menggunakan kaos, kuas serta dengan
disemprot.
3ara kerja dengan piston semprot
Untuk pekerjaan #inishing dengan menggunakan alat piston semprot kita harus
mengetahui teknik dasar penyemprotan dan latihan. Dalam hal ini harus diperhatikan
pera%atan dan kebersihan piston semprot.
Bangguan-gangguan yang menghasilkan penyemprotan tidak baik :
a. bahan #inishing
b. supruyer tersumbat
c. #iskositas terlalu tinggi
d. lubang udara pada tutup tabung tersumbat
'enimbulan yang menyebabkan banyak kabut :
a. bahan terlalu cair
b. tekanan udara terlalu tinggi
c. jarak semprotan terlalu jauh
'enyebab hasil penyemprotan mengalir :
a. bahan terlalu cair
b. gerakan tangan terlalu lambat
c. jarak semprotan terlalu dekat
d. penyemprotan tidak tegak lurus dengan bidang yang disemprot
0asil semprotan seperti kulit jeruk :
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
a. bahan pencair tidak cocok
b. terlalu tinggi atau rendahnya tekanan udara
c. jarak penyemprotan
d. bahan kuran bercampur atau tidak teraduk dengan baik
$yarat-syarat ruang #inishing :
a. penerangan cukup
b. suhu sekitar 1 derajat
c. arah udara menuju ke satu arah dengan menggunakan alat penyedot udara
'engetesan hasil #inishing :
a. reaksi bahan #inishing
b. rekasi unsur-unsur bahan #inishing
c. daya kepekaan bahan
BAB III
U$AIAN P$A(TI(UM
.1. *atihan dasar mengetam, melukis dan menggergaji
&ujuan :
1. "gar mahasis%a mengetahui cara menggunakan peralatan tangan atau manual.
2. "gar mampu mengetam lurus, rata dan siku serta sesuai dengan ukuran yang
diinginkan.
. Mampu melukis atau memberi tanda gores pada benda kerja.
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
!. Mampu memotong dan membelah kayu dengan menggunakan gergaji tangan atau
manual.
'eralatan yang digunakan :
1. gergaji belah 8. Klem I
2. gergaji potong 6. siku-siku
. ketam perata .. perusut
!. mistar kayu 5. obeng
/. pensil
(ahan yang digunakan :
Kayu meranti ukuran /;6 J // cm
*angkah kerja :
1. Mempersiapkan peralatan dan bahan.
2. Mengetam muka kayu , hingga lurus, rata.
. Mengecek muka kayu , dengan mistar siku-siku hingga apabila ditempelkan
dengan muka kayu tidak ada bayangan.
!. Mengetam muka kayu ,, hingga lurus, rata dan siku dengan muka kayu ,.
/. Mengecek muka kayu ,, dengan berpatokan muka kayu , dengan menggunakan
mistar siku-siku.
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
8. Kemudian memberi tanda dengan perusut dengan ukuran 8 cm untuk muka kayu
,,,.
6. Mengetam muka kayu ,,, hingga lurus, rata dan siku terhadap muka kayu ,,.
.. Memeriksa muka kayu ,,, dengan siku-siku dengan berpatokan terhadap muka
kayu ,,.
5. Memberi tanda dengan perusut untuk muka kayu ,- dengan ukuran ! cm
11. Mengetam muka kayu ,- hingga lurus, rata dan siku terhadap muka kayu , dan
muka kayu ,,,.
11. Melukis benda kerja dengan pensil.
12. Menggergaji potong benda kerja dengan menggunakan gergaji potong sampai
batas lukisan, kemudian menggergaji belah benda kerja dengan menggunakan
gergaji belah serta menggegaji miring benda kerja dengan menggunakan gergaji
punggung.

1 1 1 1 1 1 !



11
1,/
2,2
2,2
2,2
Digergaji ukuran bersih
Digergaji punggumg
Ukuran bersih
2
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
!
1,/
!
2,2
2,2
2,2
2,2
1,/
1,/
1,/
1,/

8
1 1 1 1
&. D)'"@ &. "&"$
.2. *atihan pembuatan sambungan bibir miring berkait
&ujuan :
1. "gar mampu menjelaskan jenis dan #ungsi sambungan kayu.
2. Mampu menjelaskan syarat-syarat sambungan kayu.
. Mampu menggunakan peralatan tangan.
!. Mempu membuat salah satu jenis sambungan kayu pada konstruksi kayu.
'eralatan :
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
1. gergaji belah 6. siku-siku
2. gergaji potong .. perusut
. ketam perata 5. obeng
!. mistar kayu 11. palu kayu
/. pensil 11. pahat
8. klem I
(ahan yang digunakan :
1. kayu meranti ukuran /;6 J /1 cm
2. sekrup
*angkah kerja :
1. Mempersiapkan peralatan dan bahan.
2. Mengetam muka kayu , hingga lurus, rata.
. Mengecek muka kayu , dengan mistar siku-siku hingga apabila ditempelkan
dengan muka kayu tidak ada bayangan.
!. Mengetam muka kayu ,, hingga lurus, rata dan siku dengan muka kayu ,.
/. Mengecek muka kayu ,, dengan berpatokan muka kayu , dengan menggunakan
mistar siku-siku.
8. Kemudian memberi tanda dengan perusut dengan ukuran 8 cm untuk muka kayu
,,,.
6. Mengetam muka kayu ,,, hingga lurus, rata dan siku terhadap muka kayu ,,.
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
.. Memeriksa muka kayu ,,, dengan siku-siku dengan berpatokan terhadap muka
kayu ,,.
5. Memberi tanda dengan perusut untuk muka kayu ,- dengan ukuran ! cm
11. Mengetam muka kayu ,- hingga lurus, rata dan siku terhadap muka kayu , dan
muka kayu ,,,.
11. Melukis benda kerja dengan pensil.
12. Menggergaji miring benda kerja mengikuti garis kerja pada benda kerja.
1. Memahat benda kerja dengan menggunakan pahat pukul kemudian dibantu
dengan menggunakan pahat tusuk.
1!. Memasangkan benda kerja " dengan benda kerja ( yang telah dibentuk.
1/. Memeriksa kembali hasil kerja apabila kurang sempurna.



1
;/

1
;/

1
;/ 8

1
;/

1
;/
&. D)'"@

11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
&. "&"$
(UK""@
. Membuat komponen bangunan <kusen pintu=
&ujuan :
1. Dapat menentukan dimensi kusen pintu.
2. Mengetahui sambungan-sambungan pada kusen pintu.
. Menentukan dan mengoperasikan mesin-mesin kerja kayu.
!. Membuat kusen pintu dengan hasil yang baik.
'eralatan yang digunakan :
1. Mesin gergaji bundar. 5. Meteran
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
2. Mesin ketam perata. 11. 'ensil
. Mesin penebal. 11. 'ahat
!. Mesin tekan bor. 12. Mistar siku
/. Mesin pembentuk.
8. Klem I.
(ahan yang digunakan :
1. Kayu ulim /;6.//cm
2. *em putih.
. 'aku.
*angkah kerja :
1. Mempersiapkan peralatan dan bahan.
2. Mengetam muka kayu , hingga lurus, rata dengan menggunakan mesin ketam
perata.
. Mengecek muka kayu , dengan mistar siku-siku hingga apabila ditempelkan
dengan muka kayu tidak ada bayangan.
!. Mengetam muka kayu ,, hingga lurus, rata dan siku dengan muka kayu , dengan
menggunakan mesin ketam perata.
/. Mengecek muka kayu ,, dengan berpatokan muka kayu , dengan menggunakan
mistar siku-siku.
8. Kemudian mengetam kayu dengan menggunakan mesin penabal dengan ukuran
ukuran !cm untuk muka kayu ,,,.
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
6. Memeriksa muka kayu ,,, dengan siku-siku dengan berpatokan terhadap muka
kayu ,,.
.. Kemudian mengetam kayu dengan menggunakan mesin penebal dengan ukuran
ukuran 8cm untuk muka kayu ,-.
5. Melukis benda kerja dengan pensil.
11. Memotong dan membelah kayu sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan.
11. Menggerek benda kerja sesuai dengan lukisan gambar pada benda kerja.
12. Memahat benda kerja dengan menggunakan pahat pukul dengan dibantu pahat
tusuk.
1. Membuat sambungan-sambungan pada kusen seperti sambungan antara tiang
kusen dengan ambang atas.
1!. Menyetel kusen hingga sambungan rapat dan siku seperti yang telah
direncanakan.
1/. Membentuk pro#il-pro#il dengan menggunakan mesin moulder tangan pada papan
jalusi.
18. Membuat alur kapur, alur plesteran dan alur sponing.
16. Merapikan pekerjaan dengan menggunakan bantuan kayu dengan panjang 121 cm
untuk mengikat kedua tiang kusen agar tidak berubah lebarnya.
1.. Mengokohkan kusen dengan lem putih dan paku dengan menggunakan palu besi.
15. Memeriksa benda kerja apabila kurang sempurna.
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011

$poning
"lur kapur
$poning
!;8./
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
&)M'"& '"KU<@",* (?K =
&ujuan :
1. latihan membuat sambunagn ekor burung
2. *atihan membuat sambungan jari
. Menggunakan perkakas yang diperlukan atau di gunakan
"lat :
1. Bergaji tangan pemoton ;pembelah
2. Bergaji punggung
. 'alu kayu;besi
!. ?beng
/. (or tangan
8. Mistar siku;siku 4erstek
6. 'ensil
.. 'erusut
5. Mistar lipat
11. Ketam;sponing
11. :otter
(ahan :
1. Kayu ukuran 2;22 J 82
2. $krub;paku
. *em kayu
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
*"@BK"0 K):2"
1. "mbil papan ukuran ;22 J 8/ cm.
2. Ketam seluruh permukaan rata dan siku.
. 'otong papan dijadikan dua papan ukuran 2./ ; 5 J 6 dua buah dan 2./ ; 5 J
28cm dua buah.
!. ! buah papan dibuat sambungan 4erstek.
/. $poning dengan tinggi 2 cm dengan tebal 1./ cm untu alas kotak paku.
./ Membuat $ambungan )kor (urung dan 2ari
&ujuan :
1. Dapat menggambarkan sambungan ekor burung dan jari
2. Dapat membuat sambungan ekor burung dan jari
'eralatan :
1. gergaji belah 6. siku-siku
2. gergaji potong .. perusut
. ketam perata 5. obeng
!. mistar kayu 11. palu kayu
/. pensil 11. pahat
8. klem I
(ahan yang digunakan :
!. Kayu ulim 2;21.//cm
/. *em putih.
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
*angkah-langkah kerja :
1. Mengetam bahan papan J11J8/cm menjadi ukuran 2./J11J8/cm lurus, rata,
dan siku.
2. Memotong ukuran menjadi panjang 28 cm L 6 cm hingga mendapatkan ! buah
papan.
. Melukis sambungan ekor burung dan sambungan jari pada masing-masing papan.
!. Membentuk dan mengerjakan sambungan ekor burung.
/. Mengerjakan sambungan jari.
8. Melobangi benda kerja untuk mendapatkan pegangan kotak.
6. Mempro#il semua sisi yang perlu untuk di pro#il.
.. Mengetam alur sisi dalam ba%ah kayu sebagai pengikat alas kotak.
5. Merakit semua sambungan sesuai pasangannya.
11. Memeriksa kembali hasil kerja apabila kurang sempurna.
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
11
teknik sipil politenik negeri sriwijaya 2011
BAB I<
PENUTUP
9.1. (E%IMPULAN
a. Mengetahui dan dan dapat menggunakan peralatan kerja baik tangan maupun
mesin dengan baik dan benar.
b. Mengetahui langkah-langkah kerja dalam pembuatan benda kerja kayu.
c. Ketelitian, konsentrasi dan keselamtan harus benar-benar diperhatikan untuk
mencapai hasil yang maksimal.
d. Dalam menggunakan mesin, hasil yang didapat lebih baik dan lebih e#isien.
e. Dalam melayani mesin kerja kayu tidak boleh lepas dari ketelitian dan
kedisiplinan dalam melaksanakan pekerjaan.
9.2.%A$AN
a. 0endaknya dalam bekerja harus mengutamakan keselamatan kerja.
b. ,kutilah prosedur yang telah ditentukan.
c. Kerjakan sesuai dengan instruksi dari instruktur.
d. Didalam bekerja tidak perlu cepat selesai, tetapi kita mengerjakannya dengan
baik, rapi, teliti serta sesuai dengan langkah-langkah kerja yang ditentukan.
e. Dalam melaksanakan praktek kerja kayu jangan ragu-ragu bertanya kepada
instruktur.