Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG

Dalam kegiatan pembelajaran di kelas, banyak sekali masalah- masalah yang
dihadapi guru maupun siswa. Masalah tersebut antara lain dapat berupa masalah yang
berhubungan dengan proses dan hasil belajar siswa yang tidak sesuai dengan harapan
guru, juga termasuk hal hal yang berkaitan dengan cara guru mengajar maupun
perilaku siswa.
Siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran merupakan tujuan utama program
pengajaran. Guru merasa bangga apabila siswanya dapat berhasil dalam
pembelajaran. Jika dalam pembelajaran siswa tidak berhasil, guru dituntut untuk
melakukan perbaikan pembelajaran melalui PTK.
Seperti yang penulis alami dalam pembelajaran Matematika kelas III tentang
Bangun Datar. Dari 20 siswa yang nilai tuntas 5 siswa, sedangkan yang tidak tuntas
15 siswa. Atas dasar inilah penulis merefleksi apakah penyebab permasalahan
tersebut dan penulis berdiskusi dengan teman sejawat, sehingga penulis merasa perlu
untuk melaksanakan penelitian tindakan kelas. Kegiatan ini dimulai dari pengamatan,
refleksi diri, perencanaan perbaikan, sampai melakukan tindakan perbaikan.
Suatu kebanggaan bagi guru apabila siswanya dapat berhasil dalam
pembelajaran, hal ini dapat dikatakan bahwa sasaran utama program pengajaran
adalah tercapainya tujuan pembelajaran oleh siswa seperti yang tersebut di atas yaitu
tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran biasanya dinyatakan dengan nilai.
Tujuan perbaikan ini adalah untuk memperbaiki proses pembelajaran agar
siswa lebih mudah memahami materi yang di ajarkan guru sehingga hasil belajar
siswa sesuai dengan yang diharapkan.


B. RUMUSAN MASALAH

Dengan memperhatikan dan bertitik tolak dari latar belakang masasah di atas
maka rumusan masalah yang timbul dalam penelitian ini sebagai berikut :
1. Bagaimana cara meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Bangun
Datar dalam hal ini membuat ciri ciri persegi dan persegi panjang melalui
penggunaan alat peraga, variasi metode dan peningkatan pengelolaan kelas?



2. Bagaimana cara membangkitkan minat dan motivasi siswa dalam
pembelajaran Matematika?
3. Bagaimana cara menciptakan siswa selalu aktif dalam pembelajaran?


C. TUJUAN PENELITIAN

1. Meningkatkan pemahaman siswa pada pembelajaran matematika khususnya
tentang Bangun Datar.
2. Meningkatkan minat siswa pada pembelajaran matematika.
3. Mampu menciptakan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.


D. MANFAAT PENELITIAN

1. Bagi guru memperbaikai proses pembelajaran, membantu guru
berkembang secara professional, meningkatkan rasa percaya diri guru, dan
memungkinkan guru secara aktif mengembangkan pengetahuan dan
ketrampilan.
2. Bagi siswa meningkatkan kemampuan hitung matematika, dan
menumbuhkan rasa senang pada setiap proses pembelajaran.
3. Bagi sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan, untuk memperoleh
ketercapaian belajar tuntas, keberhasilan dalam pembelajaran akan
meningkatkan nama sekolah, dan sebagai bahan evaluasi untuk kemajuan
sekolah.

















BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Hakekat Matematika
Salah satu unsure pokok dalam pembelajaran matematika termasuk di
SDadalah matematika itu sendiri. Seorang guru SD yang tentunya akan mengajarkan
matematika kepada para siswanya haruslah mengetahui obyek yang akan diajarkan
itu, yaitu matematika. Dalam mempelajari matematika tentinya wajar kalau diantara
kita atau mungkin diantara siswa kita ada yang bertanya Apakah matematika itu ?
Istilah matematika berasal dari bahasa Yunani matheim atau matheinein
yang artinya mempelajari. Namun diduga itu erat pula hubungannya dengan kata
sansekerta medha atau widya, yang artinya kepandaian, ketahuan, atau intelejensi
(Nasution, A.H, 1980, hal 12).
Matematika itu terorganisasikan dari unsure-unsur yang tidak didefenisikan,
definisi-definisi, aksioma-aksioma, atau dalil-dalil, dimana dalil-dalil setelah
dibuktikan kebenarannya berlaku secara umum, karena itulah matematika sering
disebut ilmu deduktuif (Ruseffendi, 1989, hal 23).
Dalam kamus matematikannya mengatakan bahwa matematika adalah ilmu
tentang logika mengenai bentuk, susunan,besaran atau konsep-konsep yang saling
berhubungan satu sama lainnya dalam jumlah yang banyaknya terbagi kedalam tiga
bidang ; aljabar, analisis, dan geometri (James, 1976).

B. Ruang Lingkup Pembelajaran Matematika di SD.
Pembelajaran matematika pada satuan pendidikan SD / MI dapat dijelaskan
sebagai rangkuman garis besarnya meliputi aspek-aspek sebagai berikut :
1. Unit Aritmatika (berhitung).
Unit aritmatika dasar atau berhitung mendapat porsi dan penekanan utama.
Sebagian besar dari kajian matematika SD adalah berhitung yaitu bagiandari
matematika yang membahas bilangan dengan operasinya beserta sifat-sifatnya.
Dalam pengenalan bilangan tidak digunakan pendekatan himpunan seperti
padakurikulum sebelumnya.
2. Unit Pengantar Aljabar.
Unit pengantar aljabar adalah pereluasan perluasan terbatas dari unit
aritmatika dasar. Dengan dasar pemahaman tentang bilangan , dilakukan rintisan
pengenalan aljabar. Variabel (peubah) dalam bentuk () atau yang serupa itu.
Dikelas yang lebih tinggi secara bertahap diperkenalkan huruf seperti n, x, a sebagai
pengganti titik-titik dalam kotak.



3. Unit Geometri.
Unit geometri mengutamakan pengenalan bangun datar dan bangun ruang.
Namun di SD, istilah geometri sendiri tidak diperkenalkan melalui proses nonformal,
kongret dan diawali bangun-bangun yang sering dijumpai para siswa dalam
kehidupan sehari-hari.
4. Unit Pengukuran.
Pengukuran diperkenalkan sejak kelas I sampai dengan kelas VI dan diawali
dengan pengukuran tanpa menggunakan satuan baku. Adapun konsep-konsep yang
diperkenalkan dalam pengukuran panjang, keliling, luas, berat, volume, sudut, dan
waktu dengan satuan-satuan ukurannya.
5. Unit Kajian Data.
Yang dimaksud kajian data adalah pembahasan materi statistic secara
sederhana di SD. Dalam topik kajian data hanya kegiatan pengumpulan data,
menyusun data, dan menyajikan data secara sederhana, serta membaca data yang
telah disajikan dalam bentuk diagram.

C. Bangun Datar
1. Persegi
Ciri ciri persegi :
1. Mempunyai 4 sisi yang masing masing sama panjang.
2. Mempunyai 4 buah sudut siku siku.
2. Persegi Panjang
Ciri ciri persegi panjang :
1. Mempunyai 4 buah sisi dimana sisi sisi yang berhadapan sama panjang dan
sejajar.
2. Mempunyai 4 buah sudut siku siku.














BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN

A. SUBYEK PENELITIAN
1. Lokasi dan waktu penelitian
Penulis melaksanakan penelitian bidang study Matematika dengan materi
Bangun Datar, Kelas III di SDN Lengkonglor I, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten
Nganjuk dengan rincian jadwal sebagai berikut :
a. Pelaksanaan pembelajaran awal
b. Pelaksanaan perbaikan pembelajaran
2. Mata pelajaran Matematika
3. Kelas dan karakteristik siswa
Kelas III : Laki laki = 12 siswa
Perempuan = 8 siswa
Rata rata umur 9 tahun, anak sekitar usia tersebut masih dalam tahap berpikir
konkrit.

B. DESKRIPSI PER SIKLUS
SIKLUS I
Pada siklus I rencana dan pelaksanaannya mengacu pada rencana pembelajaran
(terlampir)
a. Rencana
Langkah langkah yang ditempuh dalam pembelajaran Matematika
1. Kegiatan awal memberi salam dan menyampaikan tujuan dan kegiatan
2. Memberikan pengertian atau penjelasan tentang materi Bangun Datar.
3. Melakukan evaluasi.
b. Pelaksanaan belum dapat terlaksana sesuai dengan rencana
c. Pengumpulan Data
Diperoleh melalui tes harian dengan hasil nilai terlampir
d. Refleksi
Dari observasi dan pengumpulan data diperoleh kekurangan kekurangan
sebagai berikut :
1. Tidak adanya apersepsi
2. Penggunaan metode hanya ceramah
3. Topik yang dibahas tidak dikaitkan dengan kehidupan siswa.
4. Kurangnya guru melibatkan murid dalam pembelajaran.
5. Kurangnya alat peraga yang mendukung materi.



6.Kurangnya motivasi belajar dan perhatian siswa ketika pelajaran berlangsung.
7. Siswa kurang aktif dalam pembelajaran.
8. Kurangnya contoh contoh dalam latihan.
Oleh sebab itu pada Siklus II akan diadakan perbaikan pada metode dan media.

SILKUS II
Pada siklus ke II rencana pelaksanaan mengacu pada rencana perbaikan
pembelajaran ( terlampir )
a. Rencana
Langkah langkah pembelajaran
1. Kegiatan awal melakukan apersepsi. Guru dan siswa mengadakan tanya
jawab tentang hal hal yang berhubungan dengan materi yang akan
dipelajari.
2. Guru memberikan penjelasan tentang ciri ciri bangun datar, sehingga siswa
lebih jelas dan memahami tentang materi yang diajarkan.
3. Tanya jawab tentang ciri ciri bangun datar.
4. Siswa berdiskusi dalam kelompok.
5. Melakukan evaluasi.
b. Pelaksanaan dapat terlaksana sesuai rencana.
c. Pengumpulan data
Diperoleh melalui tes tertulis dengan nilai terlampir.
d. Refleksi
Dari observasi dan pengumpulan data, ternyata dengan adanya perbaikan pada
metode dan media hasil perolehan nilai meningkat.
















BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. HASIL PENELITIAN
Perolehan data antara sebelum dan sesudah pelaksanaan perbaikan sebagai
berikut
- Sebelum perbaikan dari 20 ( dua puluh dua ) siswa yang dapat mencapai nilai rata
rata adalah 45 %.
- Sesudah perbaikan dari 20 (dua puluh dua ) siswa yang dapat mencapai nilai rata
rata adalah 70 %
Berdasarkan hasil diskusi dengan teman sejawat dan supervise, pembelajaran
yang kami laksanakan sudah ada peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya
siswa yang dapat mengerjakan soal soal dengan baik.
Perbaikan yang terjadi dalam pembelajaran yaitu pada pembelajaran I tidak
ada apersepsi dan alat peraga kurang menarik. Sedangkan pada pembelajaran II
mengguanakan apersepsi dan alat peraga yang menarik, memberikan bimbingan pada
siswa dalam mengerjakan soal soal membuat anak lebih memahami materi.























B. DESKRIPSI TEMUAN HASIL REFLEKSI

Dari hasil evaluasi nilai rata - rata 45 setelah diadakan perbaikan nilai rata
rata menjadi 70.
Tabel Evaluasi Pembelajaran Matematika
No. Nilai Formatif Awal Nilai Formatif Setelah Perbaikan
1. 30 60
2. 40 60
3. 40 70
4. 20 50
5. 50 70
6. 50 70
7. 40 70
8. 50 60
9. 20 50
10. 50 80
11. 40 70
12. 40 70
13. 60 80
14. 50 80
15. 60 90
16. 50 70
17. 70 90
18. 50 70
19. 40 80
20. 50 60
Rata-rata 45 70


C. PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran yang kami laksanakan banyak
mengalami peningkatan. Pada pembelajaran I hanya memperoleh nilai rata rata 45,
setelah melaksanakan perbaikan pembelajaran memperoleh nilai rata rata 70.
Peningkatan ini disebabkan karena guru dalam melaksanakan perbaikan
pembelajaran menggunakan alat peraga dan variasi metode serta banyak memberikan
latihan latihan soal. Siswa yang kurang mampu dalam menguasai materi diberi
tugas di papan tulis dengan bimbingan guru.









BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Ternyata setelah kami adakan perbaikan hasil pembelajaran, prestasi belajar
anak meningkat dan anak lebih aktif karena mereka dapat menggunakan alat peraga
yang murah tapi bermanfaat tinggi, serta dapat meningkatkan kemampuan seorang
guru untuk berkreatif.

B. SARAN

Laporan Penelitian Tindakan Kelas ini jauh dari sempurna. Masih banyak
kekurangan baik dari segi materi maupun praktik. Oleh karena itu kami mengharap
saran dan kritik yang bersifat membangun demi kesempurnaan laporan ini.

























DAFTAR PUSTAKA


Karso, dkk. 2006. Pendidikan Matematika I. Universitas Terbuka : Jakarta

Depdikbud. 2004. Kurikulum Berbasis Kompetensi Tahun 2004 Matematika.
Jakarta : Depdikbud.

Ruseffendi, E. T dkk. 1993. Pendidikan Matematika 3. Universitas Terbuka :
Jakarta.

Dr. I.G.A.K. Wardani dkk. 2004. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Universitas
Terbuka.

Andayani, dkk. 2007. Pemantapan Kemampuan Profesional. Jakarta : Universitas
Terbuka.

Suyati, Khafid. 2002. Pelajaran Matematika 3. Jakarta : Erlangga.