Anda di halaman 1dari 7

Uji Angka Kapang Khamir

Ruang Lingkup
Metode ini digunakan untuk menetapkan angka kapang khamir dalam makanan dan
minuman, obat tradisional dan sediaan kosmetika.
Prinsip
Pertumbuhan kapang/ khamir setelah cuplikan diinokukalisan pada media yang
sesuai dan diinkubasi pada suhu ! "#
!
$.
Pereaksi khusus
%esin&ektan alcohol '!(
Media dan pengencer
Potato %e)trose Agar *P%A+ ,,,catatan - cara pembuatan lihat .armeco&ea
/ndonesia hal 012
Kentang. 3 kg
4ukrosa 3 kg
Agar s5allo5 6 bks
/ndikator uni7ersal
Asam tatrat / asam citrate 6! ( steril
Kertas saring.
Air suling Agar !,!#( *A4A+ steril
Pereaksi
Kloram&enicol 6!! mg/l media.
4ampel - susu kental manis - AKK - maks . 6!

koloni / g
8uah kering, 9 AKK maks #. 6!
6
koloni/g
:eli agar 9 AKK maks 9 6.6!

koloni/ g
4erealia 9 AKK Maks 9 6.6!
1
koloni/g
Alat"alat
LA. *laminar air .lo5+
4tomaker atau blender
Pipet ukur mulut lebar 6! ml
Pipet ukur 6 ml
;abung reaksi tinggi 61 cm diameter 6 cm
$a5an petri diameter 6! cm
Lampu spiritus
$ara kerja
6. Pembuatan media P%A ,,*lihat &armaco&e /ndonesia /<. =al 012+
. =omogenisasi sampel
>. Untuk masing"masing sampel disiapkan > buah tabung reaksi yang masing ?
masing telah diisi @ ml A4A.
1. %ari hasil homogenisasi pada penyiapan contoh yang merupakan pengenceran
6!
"6
dipipet 6 ml kedalam tabung A4A pertama sehingga diperileh pengenceran 6!
"
.
%ibuat pengenceran berikutnya sehingga diperoleh pengenceran sesui batas
maksimum persyaratan masing"masing sampel.
#. 4iapkan $a5an petri steril yang telah diisi P%A kurang lebih 6 ml atau
secukupnya sampai memenuhi permukaan ca5an secara aseptis . 8iarkan
memadat.
2. ;uangkan !,# ml sampel pada permukaan P%A, segera goyangkan dipermukaan
meja pola angka 0 sehingga suspensi tersebar merata dan dibuat duplo. Lakukan
hal yang sama pada sampel pengenceran berikutnya.
'. Untuk mengetahui sterilitas media dan pengencer dilakukan uji blanko.
" Kedalam satu ca5an petri di tuangkan P%A dan dibiarkan memadat
" Kedalam ca5an petri yang lain dituangkan P%A dan pengencer 6 ml kemudian
dibiarkan memadat.
0. 4eluruh ca5an petri diinkubasi pada suhu ! ? #
!
$ dan diamati pada hari ke ">
sampai hari ke "# . Koloni khamir *ragi+ memiliki bentuk bulat kecil, putih, hampir
menyerupai bakteri.
@. :umlah koloni yang tumbuh diamati dan dihitung.
Perhitungan Jumlah Kapang dan Khamir Pada Media PDA
(Potato Dextro Agar)
A. ACARA
Praktikum penentuan jumlah kapang dan khamir dalam sample dengan menggunakan media
PDA (Potato Dextro Agar).
B. PRINSIP
Pertumuhan kapang dan khamir dalam media !ang sesuai" setelah diinkuasikan pada suhu
#$oC atau suhu kamar selama $ hari.
C. %&'&AN
(engetahui jumlah koloni dan identi)ikasi kapang dan khamir !ang terkandung atau terdapat
dalam sample.
D. DASAR %*+RI
Ban!ak istilah !ang dipergunakan untuk men!eut jamur atau )ungi" seperti ,enda-an" kapang"
lapuk atau khamir. 'amur !ang erentuk )ilament diseut kapang" sedangkan khamir iasan!a
untuk seutan !ang uniseluler dan !ang leih men,olok penampilann!a diseut jamur" misaln!a
jamur merang" jamur kelentos" dan jamur hijau. &ntuk mempermudah men!eut digunakan satu
kata nama !aitu )ungi. .ungi erasal dari ahasa !unani !aitu m!kes !ang erarti jamur atau
)ungi.
Berikut merupakan ,iri/,iri )ungi 0
1 (erupakan organisme !ang tidak erkloro)il" oleh karena itu ersi)a heterotro). 2idup seagai
parasit" sapro)it" dan ada pula !ang ersimiosis.
1 Bersi)at eukarion (mempun!ai inti !ang sejati)" !aitu materi inti diungkus olah memran inti.
1 Ada !ang ersel tunggal dan ada pula !ang ersel an!ak" !ang ersel an!ak erentuk
enang atau )ilamen. Berdasarkan si)at terseut ukuran jamur sanga er3ariasi dari !ang
sangat ke,il (mikroskopis) sampai !ang erukuran ,ukup esar (makroskopis).
1 Berkemang iak se,ara 3egetati) dan generati).
1 (en!enangi lingkungan !ang agak asam" kurang ,aha!a" terutama di tempat/tempat lema
!ang mengandung 4at organik. .ungi hidup di dalam tanah" pada tuuh manusia" inatang"
atau tumuhan !ang hidup atau mati" ahkan pada pakaian" sepatu" atau makanan.
.ungi !ang ersel an!ak tuuhn!a tersusun dari enang/enang !ang diseut hi)a" !ang
erdiameter $/56 mikrometer. 2i)a dapat er,aang/,aang mementuk an!aman !ang diseut
miselium. Pada eerapa )ungi" dinding sel atau dinding hi)a mengandung selulosa" tetapi pada
umumn!a terutama terdiri atas nitrogen organik" !aitu kitin.
Pada umumn!a )ungi leih tahan terhadap lingkungan !ang kurang menguntungkan
diandingkan dengan mikroorganisme lainn!a. 7hamir dapat tumuh dalam kisaran suhu !ang
luas" )ungi sapro)it mempun!ai optimum ##/86oC" sedangkan )ungi patogen mempun!ai suhu
optimum 86/89oC. Beerapa spesies )ungi dapat tumuh pada suhu 6oC" dengan demikian
dapat men!eakan kerusakan pada ahan makanan !ang disimpan dalam lemari pendingin.
Beerapa jenis )ungi dapat erman)aat agi kehidupan manusia. (an)aatn!a antara lain dapat
dimakan" seagai ahan pengolahan makanan" menghasilkan antiiotik" dan seagai pengurai
dalam ekosistem. %etapi tidak sedikit spesies )ungi !ang merupakan pen!akit" misaln!a pada
tumuhan" he-an" dan manusia.
*. A:A% DAN BA2AN
1 Alat 0 Ca-an petri Pipet ukur 5 m:
%hermometer Inkuator
Nera,a analitik Pipet ukur #$ m:
;ortex Spatula
(ikropipet %ip
Botol sample Auto,la3e
Pemakar spirtus (agnet stirer
2ot plate Beaker glass
%aung reaksi Bulp
1 Bahan 0 (edia PDA (Potato Dextro Agar)
A<uadest
Sample tepung
1 Bahan untuk memuat media PDA 0 7entang
Asam tartrat
=lukosa
Agar
.. PR+S*D&R
1 (emuat (edia
o (emersihkan kentang dan mengupasn!a" kemudian ,in,ang sampai halus.
o (enimang kentang !ang sudah halus sean!ak 566 gram
o (emasukan kentang !ang sudah ditimang dalam eaker glass" dan mengisin!a dengan
a<uadest. 7emudian reus selama 5 jam
o (en!aring kentang dan air reusan dengan menggunakan kain saring !ang ersih.
o (enamahkan agar dan glukosa ke dalam )iltrat" kemudian memanaskann!a kemali sampai
agar larut.
o (enamahkan a<uadest sampai 3olume semula.
o (enamahkan asam tartrat 56> hingga p2 media men,apai 8"$/?"6
o (emindahkan media !ang sudah jadi terseut ke dalam erlenme!er !ang ersih.
o (ensterilkan media dalam auto,la3e dengan suhu 5#5oC selama 5$ menit
1 Persiapan alat dan ahan
o (en!iapkan taung reaksi !ang erisi a<uadest steril sean!ak @ m: dan otol untuk sample"
!ang erisi a<uadest steril sean!ak ##$ gram
o (en!iapkan alat !ang akan dipergunakan
o (ensterilkan alat !ang akan dipergunakan dan taung reaksi dan otol !ang erisi a<uadest
steril tadi dalam auto,la3e pada suhu 5#5oC selama 5$ menit.
1 Pengen,eran
o (enimang sample tepung sean!ak #$ gram dan memasukann!a ke dalam otol !ang
erisi a<uadest steril ##$ m: steril.
o (engo,okn!a se,ara manual sean!ak A #$ kali sampai homogen
o (emuat pengen,eran dari 56/5 sampai pengen,eran !ang diutuhkan
o (elakukan semua tahap se,ara aseptis
1 Inokulasi
o (emipet hasil pengen,eran dalam taung reaksi masing/masing 5 m:" dan memasukann!a
dalam ,a-an petri steril.
o (enuangkan media PDA steril hangat (suhu sekitar ?$ A 5oC) sean!ak 5$/#6 m:" ke dalam
,a-an petri steril !ang erisi hasil pengen,eran
o (enggerakan petri se,ara memutar atau mementuk angka delapan" sehingga hasil
pengen,eran dan media dapat er,ampur se,ara homogen
o (elakukan setiap tahapan diatas se,ara aseptis
o (emiarkan sampai media dalam ,a-an memeku atau mengeras
o (emasukan ,a-an petri terseut dalam inkoator pada suhu #$oC atau sekitar suhu kamar
selama $ hari" dan posisikan ,a-an petri se,ara teralik.
o (enghitung koloni kapang dan khamir
=. DA%A P*N=A(A%AN
SA(P:* P*N=*NC*RAN '&(:A2 7+:+NI
%epung terigu 56/8 8
56/? 5
56/$ 5
56/B 6
56/9 B
56/C ?
Blanko terkontaminasi
2. P*(BA2ASAN
Sampel !ang dipergunakan saat praktikum pengamatan kapang dan khamir ini adalah tepung"
tepung merupakan salah satu sumer karohidrat dan kerusakan mikroiologis !ang sering
timul pada tepung terigu seagian esar diakiatkan oleh kapang dan khamir.
Selain ertujuan untuk mengidenti)ikasi dan menghitung jumlah koloni kapang dan khamir"
praktikum ini juga ertujuan untuk mengetahui huungan atau keterkaitan mikroa !ang
dianalisa dengan ketahanan pangan. Selain mengakiatkan turunn!a mutu produk !ang
terkontaminasi kapang dan khamir" produk !ang terkontaminasi juga akan mengandung ra,un"
karena ada eerapa jenis kapang dan khamir !ang memiliki si)at toksik.
Bahan pangan !ang mengandung karohidrat ,ukup tinggi iasan!a leih an!ak dirusak oleh
kapang dan khamir daripada jenis mikroa !ang lainn!a" karena karohidrat merupakan
sustrat !ang aik agi pertumuhan kapang dan khamir. akan tetapi meskipun termasuk
dalam )ungi" kapang dan khamir memiliki peredaan lingkungan hidup !ang ,ukup erla-anan.
7apang memutuhkan air !ang leih sedikit daripada khamir.
&ntuk dapat menginokulasikan kapang dan khamir" maka diperlukan media !ang aik dan
sesusai untuk menumuhkann!a. (edia !ang dipergunakan dalam analisa kapang dan khamir
adalah media PDA (Potato Dextro Agar)" media PDA sering dipergunakan untuk menumuhkan
kapang dan khamir.
Sesuai dengan naman!a" media PDA mengandung )iltrat dari hasil reusan kentang" kentang
!ang akan dipergunakan dikupas terleih dahulu dan dipotong ke,il ke,il" kemudian direus
dengan menggunakan a<uadest selama 5 jam. Proses pengupasan dan pemotongan
diusahakan dilakukan se,epat mungkin untuk menghindari terjadin!a reaksi ro-ning
en4imatis. 'ika kentang !ang dipergunakan sudah dalam keadaan ke,oklatan maka media !ang
dipergunakan pun akan er-arna ke,oklatan dan hal ini men!eakan pengamatan kapang
dan khamir menjadi ,ukup sulit dilakukan.
7arena !ang akan dipergunakan adalah )iltrat dari hasil reusan kentang" maka setelah direus
selama 5 jam" reusan terseut disaring. (eskipun karohidrat merupakan sustrat !ang aik
agi kapang akan tetapi karohidrat tidak terlalu diutuhkan oleh khamir" sehingga diperlukan
penamahan sustrat !ang lain !ang diutuhkan oleh khamir" !aitu gula (=lukosa). (aka
setelah )iltrat disaring kemudian ditamahkan agar dan glukosa dan dipanaskan kemali
sampai semua ahan larut dan homogen.Setelah semua larut kemudian ditamahkan asam
tartrat 56>" karena proses pemanasan akan menguapkan seagian esar air" maka perlu
ditamahkan kemali a<uadest untuk mengganti 3olume air !ang hilang" a<uadest ditamahkan
sampai 3olume semula. 7apang dan khamir dapat hidup dengan aik pada p2 asam" sehingga
media !ang dipergunakan perlu diatur p2/n!a sekitar 8"$ sDd ?"6. Seelum dipergunakan media
harus disterilkan terleih dahulu dengan menggunakan auto,la3e pada suhu 5#5oC selama 5$
menit.
Sterilisasi alat dan ahan !ang lain seperti a<uadest sean!ak @ m: !ang dimasukan dalam
taung reaksi serta a<uadest sean!ak ##$ m: !ang dimasukan dalam otol juga
menggunakan auto,la3e dengan suhu 5#5oC selama 5$ menit.
Penimangan sample dilakukan se,ara aseptis" !aitu dengan men!emprotkan atau
mengelapkan alkohol pada nerasa sehingga kontaminasi dari mikroa lain dapat diminimalisir.
Sample !ang diutuhkan adalah #$ gram" sample terseut kemudian dimasukan dalam otol
!ang erisi a<uadest steril sean!ak ##$ m:" a<uadest ini er)ungsi seagai pengen,er.
7emudian diko,ok sean!ak #$ kali se,ara manual.
Proses selanjutn!a adalah proses pengen,eran" !aitu dengan memipet sean!ak 5 m: sample
!ang sudah en,er dalam otol ke dalam taung reaksi !ang erisi a<uadest sean!ak @ m:"
pengen,eran langsung dari otol ini merupakan pengen,eran ke 56/#. Dari pengen,eran 56/#
kemudian dipipet sean!ak 5 m: dan dimasukan ke dalam taung reaksi lain !ang juga erisi
a<uadest steril @ m:" taung reaksi ini merupakan pengen,eran ke 56/8" hal ini dilakukan terus/
menerus sampai 56/C dan dilakukan se,ara aseptis.
Setelah proses pengen,eran selesai" maka tahap selanjutn!a adalah memipet sean!ak 5 m:
dari masing/masing pengen,eran" saat praktikum larutan pengen,er !ang dimasukan ke dalam
,a-an petri dimulai dari pengen,eran 56/8. 7emudian dimasukan ke dalam ,a-an petri steril"
selanjutn!a tamahkan media PDA sean!ak 5$/#6 m:" media !ang ditamahkan harus dalam
keadaan hangat" karena jika dimasukan dalam keadaan !ang sangat panas dikha-atirkan
kapang dan khamir !ang akan ditumuhkan mati" ,a-an petri kemudian digerakan mementuk
putaran atau angka delapan" hal ini dilakukan agar media dan sample hasil pengen,eran dapat
er,ampur se,ara homogen.
Selain dilakukan pengamatan dengan sample" pada pengujian ini juga dilakukan pengujian
lanko" !aitu pengujian tanpa sample. Sehingga han!a ,a-an petri steril !ang ditamahkan
langsung media tanpa sample. Ca-an !ang erisi media dan sample itu kemudian
diinkuasikan dalam inkuator dengan suhu kamar" atau sekitar #$/86oC selama $ hari.
Setelah proses inkuasi selama $ hari" maka tahap selanjutn!a adalah pengamatan dan
identi)iaksi dari kapang dan khamir. Dari hasil pengamatan diketahui ah-a pada pengen,eran
56/8 terdapat 8 koloni" 56/? terdapat 5 koloni" 56/$ terdapat 5 koloni" 56/B tidak ada koloni !ang
tumuh" 56/9 terdapat B koloni" dan terakhir 56/C terdapat ? koloni. Dan pada lanko hasiln!a
terkontaminasi.
7oloni !ang tumuh pada media seagian esar merupakan kapang" ahkan dapat dikatakan
khamir tidak tumuh sma sekali" ketidaksesuaian lingkungan merupakan )aktor utama !ang
men!eakan khamir tidak dapat tumuh" peredaan keutuhan nutrisi juga A- dapat
mempengaruhi tidak tumuhn!a khamir pada media.
Berdasarkan teori" seharusn!a semakin ke,il pengen,eran maka koloni !ang tumuh pun
semakin sedikit. Dari hasil praktikum dapat diketahui ah-a hasiln!a sama sekali tidak sesuai
dengan teori" hal ini dapat diseakan oleh pada saat larutan pengen,eran dipipet ke dalam
,a-an petri" taung reaksi tidak diko,ok terleih dahulu sehingga sample tidak dalam keadaan
homogen.
.aktor/)aktor lain !ang juga dapat men!eakan hal ini terjadi adalah" suasana aseptis !ang
dilakukan tidak maksimal" hal ini diuktikan dari terkontaminasin!a lanko. Pada media lanko
seharusn!a ersih" dalam artian tidak tumuh mikroa apapun juga" akan tetapi pada
praktekn!a terdapat eerapa koloni kapang !ang mengkontaminasi media lanko.