Anda di halaman 1dari 8

1

PELAPORAN KEUANGAN SEGMEN



A. Laporan Keuangan Segmen
Pelaporan informasi keuangan menurut segmen diatur melalui PSAK No. 5.
PSAK No. 5 menjelaskan pelaporan informasi keuangan menurut segmen dari suatu
perusahaan, khususnya yang beroperasi dalam industri dan wilayah geografis yang
berbeda. Dalam pelaporan informasi keuangan menggambarkan aktifitas masing-
masing segmen industri dan menunjukkan komposisi masing-masing wilayah
geografis yang dilaporkan.

B. Definisi Segmen
1. Segmen Perusahaan adalah komponen suatu entitas yang aktifitasnya mewakili
kegiatan usaha utama atau kelompok pelanggan. Suatu segmen dapat berbentuk
sebuah anak perusahaan, suatu divisi, departemen, dalam beberapa hal sebuah
joint venture atau anak perusahaan lain bukan investasi.aktiva, kinerja dan
aktifitas segmen tersebut secara jelas dapat dipisahkan secara fisik dan operasional
dari aktiva, kinerja dan aktifitas yang lain dalam entitas yang sama.
2. Segmen Industri adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dan
menghasilkan suatu produk atau jasa yang berbeda menurut pembagian industri,
atau sekelompok produk atau jasa sejenis yang berbeda, terutama untuk para
pelanggan di luar perusahaan.
3. Segmen Geografis adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dan
mempunyai usaha di suatu atau sekelompok negara dalam suatu wilayah geografis
tertentu.
Berdasarkan FSAV Statement No. 14 mengenai pelaporan keuangan segmen
menyatakan bahwa data keuangan konsolidasi dari suatu perusahaan dipisahkan
menurut informasi lini produk dan geografi.

C. Evolusi Persyaratan Laporan Segmen
Di Amerika persyaratan akan pelaporan segmen usaha bermula pada tahun
1964, ketika ada kebutuhan oleh SEC agar perusahaan publik melaporkan usahanya
pada setiap segmen operasi. Tahun 1967, APB mengeluarkan Statement No. 2
2

mengenai A Disclosure of Supplemental Financial Information by Diversified
Companies. Pernyataan ini bukan suatu keharusan namun disarankan.
Standar pelaporan segmen pertama kali ditetapkan dalam (FASB Statement
No. 14) yang berlaku untuk seluruh perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan
lengkap menurut prinsip akuntansi yang berlaku umum. Kemudian pernyataan ini
diubah menjadi (FSAB Statement No. 21). Pengungkapan yang diharuskan meliputi
informasi mengenai operasi pada industri yang berbeda, operasi luar negeri, penjualan
ekspor dan konsumen utama suatu kelompok perusahaan.
Statement No. 14 berpatokan pada prinsip akuntansi yang digunakan untuk
laporan keuangan konsolidasi kecuali informasinya dipisahkan dan transaksi antar
segmen dimasukkan dalam informasi segmen. Pemisahan tidak diharuskan untuk
anak-anak perusahaan yang tidak dikonsolidasi, perusahaan patungan, investasi yang
dipertanggungjawabkan dengan metode ekuitas, namun informasi wilayah geografi
dan industri dimana beroperasi harus dijelaskan.

D. Latar Belakang Laporan Segmen
Laporan keuangan segmen sangat diperlukan karena :
1. Tingkat profitabilitas, kesempatan berkembang, prospek masa depan dan risiko
investasi sangat berbeda diantara segmen industri dan geografi.
2. Para pemakai laporan keuangan segmen dapat mengkaji prospek dan risiko suatu
perusahaan yang didiversifikasi. Informasi ini tidak dapat diperoleh dari data yang
diagregasikan.
3. Tujuan penyajian informasi menurut segmen adalah menyediakan informasi bagi
para pemakai laporan keuangan mengenai skala relatif, kontribusi laba dan trend
pertumbuhan dari berbagai industri dan wilayah geografis perusahaan yang
didiversifikasi untuk memungkinkan para pemakai laporan keuangan membuat
pertimbangan yang lebih baik terhadap perusahaan secara keseluruhan.

E. Pelaporan Yang Disegmen
Untuk beroperasi secara efektif, manajer harus mempunyai informasi
sebanyak-banyaknya yang tersedia baginya yang melebihi dari informasi yang
diberikan oleh laporan rugi-laba semata. Beberapa jenis produk dapat menguntungkan
dan beberapa lainnya tidak dapat memberikan keuntungan, beberapa daerah penjualan
mungkin mempunyai komposisi penjualan yang buruk atau mungkin mengabaikan
3

kesempatan penjualan, atau beberapa divisi produksi mungkin tidak efektif
menggunakan kapasitas dan sumber daya mereka. Untuk membuka masalah ini
manajer membutuhkan laporan yang memfokuskan pada segmen perusahaan.
Segmen dapat didefinisikan sebagai setiap bagian atau setiap aktifitas
organisasi yang mengakibatkan manajer perlu mencari data biaya mengenai bagian
atau aktifitas organisasi tersebut. Contoh : segmen akan meliputi daerah penjualan,
divisi produksi, departemen produksi dan jenis produk.

F. Konsep Alokasi Dasar
Laporan yang disegmen untuk kegiatan intern disajikan secara khusus dalam
bentuk kontribusi. Pedoman penentuan harga pokok yang digunakan dalam penyajian
laporan ini adalah sama seperti pedoman penentuan harga pokok yang digunakan
dalam penyajian laporan jenis kontribusi pada umumnya, kecuali satu hal yang tidak
sama yaitu terletak pada penanganan biaya tetap. Dimana biaya tetap dibagi ke dalam
dua bagian pada laporan yang disegmen yaitu direct fixed cost dan common fixed cost.
Direct fixed cost dapat didefinisikan sebagai biaya tetap yang dapat dikaitkan
langsung pada segmen tertentu dan yang timbul karena adanya segmen. Sedangkan
common fixed cost dapat didefinisikan sebagai biaya tetap yang tidak dapat dikaitkan
langsung pada setiap segmen tertentu tetapi timbul karena aktifitas operasi
keseluruhan.
Singkatnya ada dua pedoman yang diikuti dalam membebankan biaya ke berbagai
segmen organisasi menurut pendekatan kontribusi yaitu :
1. Mengikuti pola perilaku biaya (biaya variabel dan tetap).
2. Mengikuti apakah biaya dapat ditelusuri secara langsung ke segmen yang
bersangkutan atau tidak.
Ringkasnya, pelaporan yang disegmen memberi kemampuan perusahaan untuk
melihat sendiri dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Beberapa cara untuk dapat
menghasilkan data biaya dan profitabilitas meliputi :
a. Per divisi.
b. Per lini produk.
c. Per daerah penjualan.
d. Per daerah desa.
e. Per operasi dalam negeri dan luar negeri.
4

Untuk mengilustrasikan bagaimana penjualan total dapat dibagi ke dalam lebih
dari satu susunan segmen.
G. Lingkup Standar Pelaporan Segmen
Adapun lingkup laporan keuangan segmen adalah sebagai berikut :
1. Pelaporan segmen berlaku bagi perusahaan yang menerbitkan surat-surat berharga
yang diperdagangkan kepada publik.
2. Entitas yang secara ekonoms signifikan, termasuk anak perusahaan adalah entitas
dengan tingkat pendapatan, laba, aktiva atau jumlah tenaga kerja yang signifikan
di negara tempat operasi utama perusahaan dilaksanakan.
3. Apabila yang disajikan meliputi baik laporan keuangan induk perusahaan maupun
laporan keuangan konsolidasi, maka informasi yang dimaksud dalam pernyataan
ini hanya perlu disajikan dalam bentuk informasi yang dikonsolidasi.
4. Apabila laporan keuangan anak perusahaan juga diterbitkan, maka informasi
menurut segmen juga perlu disajikan untuk anak perusahaan.
Statement No. 131 mengartikan segmen usaha sebagai bagian dari suatu
perusahaan :
a. Yang terlibat dalam aktifitas usaha yang menghasilkan pendapatan dan
mengeluarkan biaya, termasuk pendapatan dan beban antar segmen.
b. Dimana hasil usahanya secara berkala ditelaah oleh para pengambil keputusan
di perusahaan.
c. Terdapat informasi keuangan tersendiri. Beberapa segmen usaha dapat
digabungkan jika segmen-segmen tersebut memilik karakteristik ekonomis
yang sama.

H. Dasar Segmentasi
Segmen usaha dapat dilaporkan jika melewati batas materialitas. Suatu segmen
dianggap material jika salah satu dari kriteria di bawah ini meliputi :
1. Penjualan kepada pelanggan yang tidak mempunyai hubungan istimewa, memberi
peluang dasar segmentasi jenis-jenis pendapatan sebesar 10% ke atas.
2. Apabila laba operasi merupakan hal yang penting, maka laba operasi atau rugi
operasi 10% ke atas disajikan terpisah.
3. Apabila penggunaan aktiva adalah penting, maka aktiva segmen berjumlah 10%
ke atas dari jumlah aktiva entitas dilaporkan terpisah.
5

Statement No. 131 mensyaratkan bahwa total pendapatan eksternal dari segmen
yang perlu dilaporkan setidaknya berjumlah 75% dari total pendapatan konsolidasi.
Jika segmen yang dilaporkan tidak memenuhi kriteria ini, maka harus ditambahkan
laporan atas segmen lain, meskipun tidak memenuhi batas kuantitatif.
Informasi segmen harus melaporkan :
1. Penjualan dan operasi pendapatan lainnya, dibedakan antara pendapatan yang
dihasilkan dari pelanggan di luar perusahaan dan pendapatan dari segmen lain.
2. Hasil segmen.
3. Aktiva segmen yang digunakan.
4. Dasar penetapan harga antar segmen.

I. Identifikasi Tanggung Jawab Pelaporan Segmen
Semua perusahaan kecuali perusahaan non-publik wajib mengikuti persyaratan
pelaporan segmen dalam Statement No. 14. Tanggung jawab pelaporan segmen suatu
perusahaan tunggal ditentukan oleh operasinya diberbagai industri dan wilayah
geografi dan oleh penjualannya kepada konsumen utama, atau dengan kata lain oleh
luas diversifikasinya. Dalam Statement No. 14, suatu perusahaan dapat
mengungkapkan salah satu informasi berikut :
1. Operasi pada berbagai industri.
2. Operasi domestik dan luar negeri.
3. Penjualan ekspor.
4. Konsumen yang utama.

J. Contoh Kasus

Soal

PT. Sumber Ukir memiliki empat segmen usaha yang ditetapkan berdasar
industri. Berikut adalah informasi keuangan pada setiap segmen PT. Sumber Ukir :
Pendapatan
Dari
Pelanggan
Eksternal
Pendapatan
Antar Segmen
Aktiva
Segmen
Laba (Rugi)
Usaha
6

Produk Beton
Dan Batu
150.000 200.000 200.000 25.000
Konstruksi 170.000 50.000 250.000 55.000
Produk Kayu 40.000 - 60.000 (10.000)
Bahan
Bangunan
60.000 - 500.000 50.000
Total 420.000 250.000 1.010.000 120.000

Tentukan segmen PT. Sumber Ukir yang perlu dilaporkan berdasarkan uji pendapatan
10%, aktiva 10% dan laba usaha 10% serta apakah ada tambahan segmen laporan
dengan menggunakan pengujian pendapatan 75%?

Jawab

Uji Pendapatan
Uji pendapatan 10% diterapkan dengan menentukan jumlah pendapatan setiap
segmen industri kemudian membandingkannya dengan 10% dari gabungan
pendapatan seluruh segmen industri.
Pendapatan
Dari
Pelanggan
Eksternal
Pendapatan
Antar
Segmen
Nilai Uji
(10% x Rp.
670.000)
Perlukah
dilaporkan?
Produk
Beton Dan
Batu
150.000 200.000 > 67.000 YA
Konstruksi 170.000 50.000 > 67.000 YA
Produk
Kayu
40.000 - < 67.000 TIDAK
7

Bahan
Bangunan
60.000 - > 67.000 YA
420.000 250.000


Uji Aktiva
Uji aktiva dilakukan dengan membandingkan jumlah aktiva masing-masing
segmen dengan 10% dari total aktiva semua segmen usaha.
Aktiva
Segmen
Usaha Yang
Dapat
Diidentifikasi
Nilai Uji
(10% x Rp.
1.010.000)
Perlukah
Dilaporkan?
Produk Beton
Dan Batu
200.000 > 101.000 YA
Konstruksi 250.000 > 101.000 YA
Produk Kayu 60.000 < 101.000 TIDAK
Bahan
Bangunan
500.000 > 101.000 YA
Total 1.010.000

Uji Laba/Rugi Usaha
Dalam penerapan uji laba usaha untuk mengidentifikasi segmen yang perlu
dilaporkan, nilai absolut laba atau rugi operasi suatu segmen dibandingkan dengan
10% dari yang lebih besar antara laba operasi gabungan semua segmen usaha yang
menghasilkan laba atau rugi operasi gabungan semua usaha yang merugi.
Laba
Operasi
Segmen
Rugi
Operasi
Segmen
Nilai Uji
(10% x Rp.
130.000)
Perlukah
Dilaporkan?
8

Usaha Usaha
Produk
Beton Dan
Batu
25.000 10.000 > 13.000 YA
Konstruksi 55.000 - > 13.000 YA
Produk
Kayu
50.000 - < 13.000 TIDAK
Bahan
Bangunan
- - > 13.000 YA
Total 130.000 10.000

Telaah Ulang Perlunya Pelaporan (Uji Pendapatan 75%)
Segmen produk kayu tidak memenuhi kriteria 10% untuk semua jenis
pengujian penentuan segmen yang perlu dilaporkan, sedangkan segmen yang perlu
dilaporkan adalah produk beton dan kayu, konstruksi dan bahan bangunan. Selain itu
segmen yang perlu dilaporkan harus memiliki 75% dari total pendapatn konsolidasi.
Pendapatan eksternal dari segmen produk beton dan kayu, konstruksi dan
bahan bangunan adalah Rp. 380.000 sedangkan nilai ujinya adalah Rp. 315.000
didapat dari Rp. 420.000 x 75%. Karena Rp. 380.000 lebih besar dari 75% x Rp.
420.000, maka tidak ada tambahan segmen yang perlu dilaporkan.