Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN
Hipospadia merupakan kelainan abnormal dari perkembangan uretra anterior dimana muara
dari uretra terletak ektopik pada bagian ventral dari penis proksimal hingga glands penis.
Pada abad pertama, ahli bedah dari Yunani Heliodorus dan Antilius, pertama-tama yang
melakukan penanggulangan untuk hipospadia. Dilakukan amputasi dari bagian penis distal dari
meatus. Selanjutnya cara ini diikuti oleh alen dan Paulus dari Argentia pada tahun !"" dan
tahun #"".
Duplay memulai era modern pada bidang ini pada tahun $%&# dengan memperkenalkan
secara detail rekonstruksi uretra. Sekarang, lebih dari !"" teknik telah dibuat dan sebagian besar
merupakan multi-stage reconstruction yang terdiri dari first emergency stage untuk
mengoreksi stenotic meatus jika diperlukan dan second stage untuk menghilangkan chordee dan
recurvatum, kemudian pada third stage yaitu uretroplasti.
'eberapa masalah yang berhubungan dengan teknik multi-stage yaitu membutuhkan operasi
yang multiple, sering terjadi meatus tidak mencapai ujung glans penis, sering terjadi striktur atau
(istel uretra, dan dari segi estetika dianggap kurang baik.
Pada tahun $)*", Hinderer memperkenalkan teknik one-stage repair untuk mengurangi
komplikasi dari teknik multi-stage repair. +ara ini dianggap sebagai rekonstruksi uretra yang
ideal dari segi anatomi dan (ungsionalnya, dari segi estetik dianggap lebih baik, komplikasi
minimal, dan mengurangi social cost.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. DEFINISI
Hipospadia sendiri berasal dari dua kata yaitu ,hypo- yang berarti ,di ba.ah- dan
,spadon, yang berarti keratan yang panjang.

Hipospadia adalah kelainan kongenital dimana
muara uretra eksterna /0123 terletak di ventral penis dan lebih ke pro4imal dari tempat
normalnya /ujung gland penis3. Pada pasien dengan hipospadia yang berat, kadang tampak
seperti ambiguous genitalia yang mengakibatkan stres emosional dan beban psikologis bagi
orang tua, dan menjadi pertanyaan mengenai jenis kelamin anak mereka.
5iga tipe anomali yang terkait dengan hipospadia yaitu 6
$. Pembukaan ektopik meatus urethra yang letaknya diantara glans dan pangkal penis
!. +urvatura ventral /chordee3
7. Preputium yang menutup glans dan kelebihan kulit pada bagian dorsal dan
kekurangan kulit pada bagian ventral penis.
0eatus hipospadik juga bisa ditemukan di daerah preputium dan Chordee sering
dikaitkan dengan hipoplasia korpus spongiosum.
B. INSIDENSI
Hipospadia terjadi $67"" kelahiran bayi laki-laki hidup di Amerika Serikat. 8elainan ini
terbatas pada uretra anterior. Pemberian estrogen dan progestin selama kehamilan diduga
meningkatkan insidensinya. 9nsidensi hipospadia telah meningkat sejak $: tahun yang lalu di
negara-negara barat dengan angka kejadian $ untuk setiap !:" kelahiran bayi laki-laki.
9nsidensi lebih tinggi sekiranya terdapat ri.ayat keluarga dengan hipospadia dengan angka
kejadian $ untuk setiap $"" kelahiran hingga $ untuk setiap %" kelahiran bayi laki-laki.
0eskipun ada ri.ayat (amilial namun hingga saat ini, belum ditemukan ciri genetik yang
spesi(ik.
C. ANATOMI
1retra merupakan tabung yang menyalurkan urin ke luar dari buli-buli melalui proses
miksi. Pada pria organ ini ber(ungsi juga dalam menyalurkan cairan mani.
1retra diperlengkapi dengan s(ingter uretra interna yang terletak pada perbatasan buli-
buli dan uretra, dan s(ingter uretra eksterna yang terletak pada perbatasan uretra anterior dan
posterior. Secara anatomis uretra dibagi menjadi dua bagian yaitu6
$. 1retra pars anterior, yaitu uretra yang dibungkus oleh korpus spongiosum penis, terdiri
dari6 pars bulbosa, pars pendularis, (ossa navikulare, dan meatus uretra eksterna.
!. 1retra pars posterior, terdiri dari uretra pars prostatika, yaitu bagian uretra yang
dilengkapi oleh kelenjar prostat, dan uretra pars membranasea.

D. EMBRIOLOGI
Pada embrio yang berumur ! minggu baru terdapat ! lapisan yaitu ektoderm dan
endoderm. 'aru kemudian terbentuk lekukan di tengah-tengah yaitu mesoderm yang
kemudian bermigrasi ke peri(er, memisahkan ektoderm dan endoderm, sedangkan di bagian
kaudalnya tetap bersatu membentuk membran kloaka. Pada permulaan minggu ke-*,
terbentuk tonjolan antara umbilical cord dan tail yang disebut genital tubercle. Di ba.ahnya
pada garis tengah terbenuk lekukan dimana di bagian lateralnya ada ! lipatan memanjang
yang disebut genital fold.
Selama minggu ke-&, genital tubercle akan memanjang dan membentuk glans. 9ni
adalah bentuk primordial dari penis bila embrio adalah laki-laki, bila .anita akan menjadi
klitoris. 'ila terjadi agenesis dari mesoderm, maka genital tubercle tak terbentuk, sehingga
penis juga tak terbentuk.
'agian anterior dari membrana kloaka, yaitu membrana urogenitalia akan ruptur dan
membentuk sinus. Sementara itu genital fold akan membentuk sisi-sisi dari sinus urogenitalia.
'ila genital fold gagal bersatu di atas sinus urogenitalia, maka akan terjadi hipospadia.
E. ETIOLOGI
Penyebab pasti hipospadia tidak diketahui secara pasti. 'eberapa etiologi dari
hipospadia telah dikemukakan, termasuk (aktor genetik, endokrin, dan (aktor lingkungan.
Sekitar !%; penderita ditemukan adanya hubungan (amilial. Pembesaran tuberkel genitalia
dan perkembangan lanjut dari phallus dan uretra tergantung dari kadar testosteron selama
proses embriogenesis. <aktor lain yang mempengaruhi adalah produksi hormone dari
maternal selama kehamilan terutama pada trimester pertama. jika testis gagal memproduksi
sejumlah testosteron atau jika sel-sel struktur genital kekurangan reseptor androgen atau tidak
terbentuknya androgen converting enzyme /: alpha-reductase3 maka hal-hal inilah yang
diduga menyebabkan terjadinya hipospadia.
F. KLASIFIKASI
5erdapat beberapa klasi(ikasi hipospadia telah diperkenalkan, namun yang sering
digunakan saat ini adalah berdasarkan letak dari meatus uretra 6
$. landular, muara penis terletak pada daerah proksimal glands penis
!. +oronal, muara penis terletak pada daerah sulkus coronalia
7. Penile sha(t
#. Penoscrotal
:. Perineal

=amun, klasi(ikasi berdasarkan letak dari meatus uretra tidak cukup menggambarkan
tingkat keparahan dari mal(ormasi. 8lasi(ikasi lain yang praktis untuk menentukan prosedur
operasi adalah berdasarkan tingkat divisi dari korpus spongiosum 6
$. Glandular Hypospadias. 0eatus terletak pada glans dibelakang tempat meatus normal.
0eatus tampak ketat namun jarang sekali menyebabkan obstruksi aliran urin.
!. Hypospadias dengan divisi pada distal corpus spongiosum, bisa disertai sedikit atau tanpa
chordee.
7. Hypospadias dengan divisi pada proksimal corpus spongiosum. 5ipe ini lebih mudah
ditangani karena teknik operasi untuk mengoreksi chordee dan merekonstruksi uretra
telah lama diperkenalkan.
#. Hypospadias cripples. 5ipe ini terjadi pada pasien yang telah menjalani beberapa
prosedur operasi namun gagal, dan meninggalkan jaringan parut, meatus abnormal,
striktur, (istula dan gangguan kosmetis dan psikologis.
G. DIAGNOSIS
Diagnosis hipospadia biasanya jelas pada pemeriksaan inspeksi. 8adang-kadang
hipospadia dapat didiagnosis pada pemeriksaan ultrasound prenatal. >ika tidak teridenti(ikasi
sebelum kelahiran, maka biasanya dapat teridenti(ikasi pada pemeriksaan setelah bayi lahir.
Pada orang de.asa yang menderita hipospadia dapat mengeluhkan kesulitan untuk
mengarahkan pancaran urin. Chordee dapat menyebabkan batang penis melengkung ke
ventral yang dapat mengganggu hubungan seksual. Hipospadia tipe perineal dan penoscrotal
menyebabkan penderita harus miksi dalam posisi duduk, dan hipospadia jenis ini dapat
menyebabkan in(ertilitas.
'eberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan yaitu uretroskopi dan
sistoskopi untuk memastikan organ-organ seks internal terbentuk secara normal. Excretory
urography dilakukan untuk mendeteksi ada tidaknya abnormalitas kongenital pada ginjal dan
ureter.
H. PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan hipospadia adalah dengan jalan pembedahan. 5ujuan prosedur
pembedahan pada hipospadia adalah 6
$. 0embuat penis lurus dengan memperbaiki chordee
!. 0embentuk uretra dan meatusnya yang bermuara pada ujung penis /uretroplasti3
7. 1ntuk mengembalikan aspek normal dari genitalia eksterna /kosmetik3 dengan
merekonstruksi jaringan yang membentuk radius ventral penis /glans, corpus spongiosum
dan kulit3
Pembedahan dilakukan berdasarkan kondisi mal(ormasinya. Pada hipospadia glanular,
uretra distal ada yang tidak terbentuk, biasanya tanpa recurvatum, bentuk seperti ini dapat
direkonstruksi dengan (lap lokal /misalnya, prosedur Santanelli, <lip (lap, 0AP9 ?meatal
advance and glanuloplasty@, termasuk preputium plasti3.
a. Prinsip Pembea!an
$3 2ksisi chordee
Setelah insisi dari hipospadia telah dilakukan dan (lap telah diangkat, seluruh jaringan
yang dapat mengakibatkan penis menjadi bengkok diangkat dari sekitar meatus dan
diba.ah glans. Setelah itu dilakukan tes ereksi arti(icial. 'ila chordee tetap ada, maka
diperlukan reseksi lanjutan. 8urang dari :; kasus, chordee masih bertahan .alaupun
telah dilakukan dua prosedur tersebut, dan ini membutuhkan plikasi dorsal dari corpus
cavernosa. Sejumlah ahli bedah tidak menyetujui tindakan membebaskan urethal plate
karena dikatakan akan membahayakan aliran darah ke daerah tersebut. 0ereka lebih
memilih untuk melakukan dorsal corporeal plication secara langsung. 8husus buat
kondisi hipospadia yang paling berat, apabila prosedur 8oyanagi yang dipilih, urethral
plate dibagi dua dan diposisikan ke dorsal glans , lalu dipisahkan ke dasarApangkal penis.
Proses pemisahan yang komplit dari jaringan uretra dari aspek ventral corpora laBimnya
cukup untuk meluruskan penis, .alaupun prosedur ini hanya digunakan pada hipospadia
paling parah.
!3 1rethroplasti
Pemilihan urethroplasti tergantung kualitas dan lebar dari urethral plate /pelepasan
mukosa uretra mulai dari meatus uretral ektopik sampai ke glans cap3. Sekiranya urethral
plate cukup lebar dan baik, ia bisa digunakan untuk menkonstruksi salur uretra /prosedur
5hiersch-Duplay3. =amun, jika urethral plate tipis atau sempit, masih terdapat beberapa
opsi. Cpsi yang paling popular saat ini yaitu prosedur Snodgrass, di mana urethral plate
di insisi secara longitudinal dari meatus ektopik sehingga ke glans. Alternati( lain adalah
jaringan dengan empat persegi panjang di pisahkan dan di aplikasi ke urethral plate dan
dijahit di pinggirnya /onlay urethroplasty3. >aringan berbentuk empat persegi panjang ini
diambil dari kulit bagian preputium dan diposisikan pada tepi ventral meatus uretral
ektopik /prosedur 0athieu (lip-(lap3 atau bisa dengan pencakokan jaringan, laBimnya
mukosa buccal atau yang jarang dipakai yaitu mukosa vesika urinaria dan kulit. Dalam
kasus yang jarang, urethral plate tidak dipertahankan, dan substitusi penuh dari uretra
yang hilang harus dilakukan dengan menggunakan tabung mukosa preputium /prosedur
Asopa-Duckett3 atau tabung mukosa buccal /prosedur 8oyanagi3


ambar $." Prosedur 5hiersch-Duplay A" aris insisi. B dan C6 9nsisi dilakukan sepanjang
garis tepi urethral plate dan tubularisasi plate dengan memasukkan kateter ukuran %< /!.*#mm3
hingga $"< /7.7"mm3 D" 0elakukan glansplasti, sirkumsisi /penjahitan kulit pada korona3
ambar $.$ Posedur Cnlay. A" aris insisi B" Diseksi preputium berbentuk segi
empat C dan D6 0ukosa preputium yang sudah didiseksi dipindahkan ke urethral
plate supaya bisa menjadi dasar dan menutup urethral plate. E dan F" Pedicle
dimobilisasi untuk menutup garis suture, dilanjutkan dengan glansplasti, dan
sirkumsisi.


ambar $.! Prosedur 0athieu. A" aris insisi. B" Diseksi Mathieu flap dan
insisi sepanjang tepi urethral plate.C" 0enjahit 0athieu (lap di sepanjang tepi
urethral plate yang telah dimasukkan kateter ukuran %< /!.*#-mm3 hingga $"<
/7.7"-mm3. D" glansplasti, dan sirkumsisi.
Sebagai tambahan kepada prosedur standar diatas, beberapa teknik operasi telah
diperkenalkan, misalnya prosedur pembentukan semula glans /glans reshaping3 untuk
hipospadia yang sangat distal, dikenal sebagai, meatal advancement and glanuloplasty
incorporated (MG!"# procedure yang saat ini sudah kurang popular. Prosedur lain adalah
mobilisasi penuh uretra dan prosedur 5urner-Dar.ick yang memiliki kelebihan tidak
menggunakan jaringan non-uretra untuk merekonstruksi uretra seluruhnya.
$# !enile Covering
Apabila penis telah menjadi lurus dan uretra telah direkonstruksi sempurna, banyak
ahli bedah menganjurkan untuk ditutup neouretra dengan jaringan yang masih sihat,
misalnya dengan menggunakan dua penyangga yaitu spongiosum dan diposisikan di
masing-masing sisi lateral uretra /spongioplasti3 atau jaringan diambil dari bagian dorsum
penis atau skrotum. Eangkah selanjutnya adalah rekonstruksi meatus yang baru
/meatoplasti3, membuat glans bagian ventral /glanuloplasti3, dan pembentukan mucosal
collar disekeliling glans /prosedur <irlit3.

ambar $.7 A" 0ukosa buccal berbentuk empat segi diambil dari bagian dalam bibir
ba.ah F B" 'uccal gra(t /uretroplasti3.

b. Beberapa Te#ni# $an% Serin% Di%&na#an '(e! A!(i Bea!
$3 Hipospadia glanular
Dalaupun hipospadia tipe ini sering disebut hipospadia minor, namun untuk
menatalaksananya adalah sukar karena bagian distal uretra sering mengalami
hipoplastik misalnya tidak dikelilingi oleh korpus spongiosum dan dikarenakan
anomali pada tipe ini keliatan minor, jadi sering dianggap hanya memerlukan
tatalaksana yang minimal. 8ondisi inilah yang menjadi sebab mengapa prosedur
0AP9 oleh Duckett dipilih sebagai prosedur yang paling popular dipakai bertahun-
tahun, sangat sederhana untuk diaplikasi dan mudah untuk belajar. 'agaimanapun,
prosedur 0AP9 belum dapat memberikan kepuasan jangka panjang, jadi teknik
rekonstruksi distal uretra dan ventral glans yang lebih terperinci dan rumit lebih dipilih
saat ini.
!3 Prosedur menggunakan %rethral !late
Pada prosedur 5hiersch-Duplay, penutupan uretra yang telah direkonstruksi dapat
dilakukan jika sayatan yang dibuat pada glans cukup dalam. %rethral plate dibebaskan
dengan cara melakukan insisi secara vertical pada masing-masing pinggirnya.
Selanjutnya urethral plate digulung setelah dimasukkan kateter uretra dan dijahit
dengan menggunakan benang yang dapat diabsorpsi /*-" hingga &-" polidioksanon
atau poliglaktin3.
Prosedur Snodgrass bisa dijadikan alternati( jika distal dari urethral plate terlalu
sempit atau tidak cukup untuk digulung. Satu sayatan secara longitudinal pada garis
tengah dibuat pada urethral plate, yang kemudiannya digulung melingkari kateter,
meninggalkan area kosong didalam uretra dan diharapkan di kemudian hari akan
mengalami epitelisasi. Hasil dari teknik ini adalah baik. Di dalam satu literatur,
dinyatakan angka terjadinya komplikasi cuma )-$"; dengan masing-masing stenosis
meatus /7;3, (istula /:;3, dan striktur uretra /!;3 .
73 Prosedur 8o((
0obilisasi komplit uretra /prosedur 8o((3, adalah teknik lain untuk mereposisikan
meatus uretra ke tempat yang seharusnya .alaupun dikira sangat ekstensi( oleh
beberapa ahli. Pada teknik ini, seluruh uretra dipisahkan dari aspek anterior korpus
kavernosa dan dipindahkan dari dorsal ke depanAventral supaya meatus berada di
ujung glans. Panjang uretra dari : hingga $:mm bisa didapatkan dengan menggunakan
teknik ini. Panjang tersebut bisa lebih sekiranya uretra dibebaskan lebih proksimal
dengan menggunakan prosedur 5urner-Dar.ick .alaupun jarang sekali diperlukan
untuk hipospadia tipe glanular. Prosedur 8o(( bisa menimbulkan komplikasi (istula
yang sangat jarang terjadi, namun terjadinya stenosis meatus bisa mencapai !";
kasus, diduga karena terjadi distal iskemi. 8etiga-tiga prosedur ini menarik karena
tidak menggunakan jaringan non-uretra untuk merekonstruksi uretra.
#3 Prosedur 0athieu
Pada prosedur ini, dilakukan dua insisi secara paralel pada kedua sisi urethral
plate, hingga ke ujung glans dan mendalam ke korpus kavernosa. aris insisi
membatasi a perimeatal s&in flap yang dilipat dan dijahit ke pinggir urethral plate.
Selanjutnya, sisi lateral glans didiseksi dari korpus kavernosa. Angka terjadinya
komplikasi dengan prosedur ini adalah jarang dengan masing-masing striktura distal
/$;3, (istula /#;3, retraksi meatus /".:;3 dan (istula uretrokutaneus /$;3.
Dik.atirkan adalah terjadinya half-moon-shaped dari meatus, namun diseksi ekstensi(
pada dua sayap glans akan menghasilkan granuloplasti yang baik. >adi, secara
keseluruhan, hasilnya masih memuaskan.
ambar $.# Prosedur Asopa-Duckett A" aris insisi. B dan C" Diseksi mukoa preputium
berbentuk empat segi dengan bagian pedikel /kaki3. D" <lap ditubularisasi melingkari kateter
ukuran %< /!.*#-mm3 sampai $"< /7.7"-mm3 dan anastomosis secara sirkular dengan uretra nati(
dibentuk pada bagian proksimal. E dan F" Pedikel /kaki3 menutup garis suture. lansplasti,
sirkumsisi, dan penutupan oleh kulit dilakukan.
ambar $.: Prosedur 8oyanagi A dan B" aris insisi. C" 0ukosa preputium di insisi pada posisi
jam $! supaya membentuk (lap huru( GYH. D" Sisi medial dari dua (laps preputium disambung
dan dijahit membentuk dinding belakang dari neouretra. E" 'eourethral plate di tubularisasi
menutup kateter ukuran %< /!.*#-mm3 sampai $"< /7.7"-mm3. F" (irlit collar, glansplasti,
sirkumsisi dan penutupan dengan kulit dilakukan.
ambar $.* Mucosal ((irlit# collar mengelilingi glans.
:3 Meatal dvancement and Glanuloplasty "ncorporated
Prosedur 0AP9 lebih kearah membentuk kembali /reshaping3 glans dan dalam
hal ini meatus uretra sudah dipindahkan ke ujung penis. 5eknik 0AP9 ini dapat
digunakan untuk pasien dengan hipospadia glanular distal. Setelah penis terlihat lurus
pada tes ereksi arti(isial, insisi sirkumsis dilakukan. )&in hoo& diletakkan pada tepi
ujung dari saluran uretra glanular lalu kemudian ditarik ke arah lateral. erakan ini
dapat meningkatkan transverse band dari mukosa yang nantinya akan diinsisi
longitudinal pada garis tengah. 9nsisi pada dinding dorsal glanular uretra ini nantinya
akan ditutup dengna jahitan transversal dengan chromic catgut *-". Skin hook
ditempatkan pada tepi kulit dari korona pada garis tengah ventral. Dengan traksi distal,
ujung glans ditarik ke depan dan dijahitkan pada garis tengah dengan jahitan
subkutikuler. 2pitel glans ditutup dengan jahitan interrupted . 8elebihan kulit dari
prepusium dorsal dapat dijahitkan untuk penutupan kulit.
*3 Prosedur 0ultistage
Prosedur 0ultistage dilakukan apabila ada indikasi yaitu hipospadia posterior
yang parah dimana urethral plate tidak dapat dipertahankan.'eberapa ahli bedah
plastic seperti 'racka melaporkan hasil yang baik dari segi kosmetik sekiranya
menggunakan prosedur t*ostages yang di ilhami oeh teknik +louteir. Hal yang
dik.atirkan dalam penggunaan prosedur t*o-stages ini adalah pemakaian kulit untuk
memperbaiki uretra. Pada dekade terakhir abad ke !", kulit dikatakan sebagai jaringan
yang kurang baik untuk menggantikan uretra karena angka terjadinya striktur utera
sangat tinggi akibat pemakaian tersebut. Hal ini menjadi alasan mengapa prosedur
t.ostages yang menggunakan mukosa buccal memberikan hasil jangka panjang yang
lebih baik. Dikenal tiga tahapan atau teknik dalam prosedur multistage yaitu 6
a3 Prosedur 'yas
Pada tahap pertama dilakukan chordectomi dan de(ek pada kulit ventral ditutup
dengan menyambungkan kedua belah preputium. 5ahap kedua /uretroplasti3
idealnya dilakukan setelah * bulan atau lebih. Pembuatan neouretra harus
disesuaikan dengan ukuran uretra yang sudah ada.
b3 0odi(ikasi kecil
>ika tidak tersedia kulit yang cukup untuk uretroplasti, penis dapat ditanamkan
pada skrotum. Setelah # bulan penis kemudian dibebaskan dari skrotum, dimana
sebagian dari kulit skrotum telah menutupi bagian ventral penis.
c3 5eknik 'elt-<uIua
Setelah melepaskan chordee dengan insisi buttonhole, preputium selanjutnya di
putar ke ventral dengan ujung glans mele.ati insisi buttonhole yang telah dibuat,
lalu di jahit dengan baik sehingga tersisa sebagian besar kulit pada distal meatus.
2nam bulan kemudian, uretra dibentuk dengan menggunakan kulit preputim yang
tersisa, kemudian dibuat saluranAtero.ongan ke dalam glans.
I. KOMPLIKASI
8omplikasi a.al yang bisa terjadi adalah 6
$. Perdarahan 6 Perdarahan postoperasi jarang terjadi dan biasanya dapat dikontrol dengan
balut tekan. 5idak jarang hal ini membutuhkan eksplorasi ulang untuk mengeluarkan
hematoma dan untuk mengidenti(ikasi dan mengatasi sumber perdarahan.
!. 9n(eksi 6 9n(eksi merupakan komplikasi yang cukup jarang dari hipospadia. Dengan
persiapan kulit dan pemberian antibiotika perioperati( hal ini dapat dicegah.
7. 2dema 6 2dema lokal dan bintik-bintik perdarahan dapat terjadi segera setelah operasi
dan biasanya tidak menimbulkan masalah yang berarti.
#. >ahitan yang terlepas
:. =ekrosis (lap
8omplikasi lanjut yang bisa terjadi adalah 6
$. 8etidakpuasan kosmetis 6 8omplikasi ini biasa terjadi hasil dari penjahitan yang
irregular, gumpalan kulit /s&in blobs3, atau kulit bagian ventral yang berlebihan. >ika
aspek ventral glans pendek dan tidak ada mucosal collar disekeliling glans, hasilnya
adalah mengece.akan. =amun yang harus diingat sering pasien dan ahli bedah masing-
masing mempunyai tanggapan yang beda tentang kosmetis.
!. Stenosis atau menyempitnya meatus uretra karena edema atau hipertropi scar pada
tempat anastomosis. Adanya aliran air seni yang mengecil dapat menimbulkan
ke.aspadaan atas adanya stenosis meatus. Stenosis meatal laBimnya mudah untuk
ditangani dengan melakukan operasi meatal revision. =amun, stenosis di pro4imal adalah
paling parah dan cuma bisa diperbaiki dengan dilatasi uretra, yang mana tidak
memungkinkan untuk dilakukan pada anak.
7. <istula uretrokutan 6 <istula uretrokutan merupakan masalah utama yang sering muncul
pada operasi hpospadia. <istula jarang menutup spontan dan dapat diperbaiki dengan
penutupan berlapis dari (lap kulit lokal. <istula yang kecil dan tidak berhubungan dengan
striktur uretra bisa sembuh secara spontan. Eokasi terjadinya (istula sering di proksimal
corona pada sisi lateral. >ika (istula masih bertahan lebih dari * bulan setelah prosedur
inisial, salurnya harus di eksisi, di jahit, dan ditutup dengan beberapa lapis jaringan.
8ombinasi diantara (istula dan stenosis uretra adalah biasa, justru itu uretroplasti perlu
diperiksa secara berterusan sebelum (istula ditutup. <istula yang letaknya di belakang
corona tidak mudah untuk di tutup dan sering mengalami rekurensi jika eksisi dan
penutupan dengan teknik sederhana dilakukan. >adi, direkomendasikan untuk dilakukan
uretroplasti distal sekali lagi dengan teknik 0athieu (lap.
#. Striktur uretra 6 8omplikasi ini sudah jarang terjadi saat ini, karena ahli bedah telah
mengambil langkah a.al dengan tidak melakukan anastomosis sirkular dan memilih
prosedur uretroplasti secara onlay. angguan aliran urin yang terus-terusan bisa
menyebabkan kerusakan saluran urin dan vesika urinaria karena harus memberikan
tekanan yang kuat untuk mengeluarkan urin. 8eadaan ini dapat diatasi dengan
pembedahan, dan dapat membutuhkan insisi, eksisi atau reanastomosis.
:. Divertikula 6 Divertikula uretra dapat juga terbentuk ditandai dengan adanya
pengembangan uretra saat berkemih. Striktur pada distal dapat mengakibatkan obstruksi
aliran dan berakhir pada divertikula uretra. Divertikula dapat terbentuk .alaupun tidak
terdapat obstruksi pada bagian distal. Hal ini dapat terjadi berhubungan dengan adanya
gra(t atau (lap pada operasi hipospadia, yang disangga dari otot maupun subkutan dari
jaringan uretra asal.
*. Adanya rambut dalam uretra 6 8ulit yang mengandung (olikel rambut dihindari
digunakan dalam rekonstruksi hipospadia. 'ila kulit ini berhubungan dngan uretra, hal
ini dapat menimbulkan masalah berupa in(eksi saluran kemih dan pembentukan batu saat
pubertas. 'iasanya untuk mengatasinya digunakan laser atau kauter, bahkan bila cukup
banyak dilakukan eksisi pada kulit yang mengandung (olikel rambut lalu kemudian
diulang perbaikan hipospadia.
&. 2ktropion mukosa 6 8omplikasi ini sudah jarang terjadi dengan penggunaan teknik
uretroplasti onlay. >ika terjadi, sering berbarengan pseudopolips dan memerlukan untuk
di reseksi. Jekurensi sering, yaitu sebagai stenosis meatal sekunder.
%. 'alanitis 4erotica obliterans /'KC3 6 8omplikasi yang juga jarang terjadi, dikaitkan
dengan in(lamasi kronik dan (ibrosis dari meatus dan glans. 0eatoplasti atau uretroplasti
ulang menggunakan mukosa buccal harus dipertimbangkan jika aplikasi steroid topical
gagal.
). 1retrocele 6 8omplikasi ini dikaitkan dengan perbedaan compliance uretra diantara uretra
nati( dan uretra yang direkonstruksi. >ustru itu, penting untuk menopang uretra dengan
beberapa lapisan jaringan yang bervaskularisasi, untuk mengurangkan perbedaan dari
elastisitas jaringan. Penting juga untuk memeriksa uretrocele tidak berhubungan dengan
stenosis uretra. 8omplikasi ini biasa terjadi pada uretroplasti dengan menggunakan
mukosa kandung kemih. Dalam hal ini, eksisi jaringan uretra yang berlebihan dan
tatalaksana stenosis distal adalah diperlukan.
+,. Meatal -egression or Glanular .ehiscence
$$. +hordee persisten
$!. 8ebocoran traktus urinaria karena penyembuhan yang lama.
J. PROGNOSIS
Secara umum hasil (ungsional dari one-stage procedure lebih baik dibandingkan
dengan multi-stage procedures karena insidens terjadinya (istula atau stenosis lebih sedikit,
dan lamanya pera.atan di rumah sakit lebih singkat, dan prognosisnya baik.
BAB III
KESIMPULAN
Hipospadia merupakan suatu kelainan ba.aan dimana meatus uretra eksternus /lubang
kencing3 terletak di bagian ba.ah dari penis dan letaknya lebih kearah pangkal penis
dibandingkan normal. Hipospadia biasanya disertai bentuk abnormal penis yang disebabkan
adanya chordee dan adanya kulit di bagian punggung penis yang relati( berlebih dan bagian
ba.ah yang kurang.
Cperasi hipospadia sampai saat ini sangat menantang, dengan tingkat komplikasi yang
signi(ikan .alaupun telah diusahakan operasi see(ekti( mungkin. Pera.atan selama preoperati(
dan perioperati( sangat mempengaruhi kesembuhan. Pada abad ini, tantangan utama yang
dihadapi oleh ahli bedah adalah menemukan jaringan yang adekuat untuk menggantikan uretra
yang hilangAtidak cukup /missing urethra3. Hal ini karena kepuasan maksimal belum tercapai
dengan penggunaan jaringan kulit, mukosa buccal atau mukosa kandung kemih sebagai
pengganti. 8ultur sel-sel urotelial mungkin bisa dipertimbangkan mengingat bahan yang mudah
untuk ditangani untuk uretroplasti.
DAFTAR PUSTAKA
$. Pierre D.2. 0ouriIuand, Delphine DemLde, Daniela orduBa, Pierre-Yves
/ !"$"3 )aunders !ediatric %rology /
nd
ed. Hypospadias. Philadelphia 6 2lsevier
9ncF. p. :!*-:#7.
). Ja*# +.M*Anin*!. Smi,!-s .)//01 General Urology 17
th
ed. Disorders
of the Penis & Male Urethra. Ca(i2'rnia " T!e M*Gra34Hi(( C'mpanies5. p.
6)74689.
8. La&ren*e S. Bas#in. .)//61 Cambridge Pediatric Surgery & Urology 2
nd
ed.
y!os!adias . Ne3 :'r# " Cambri%e Uni;ersi,$ Press5. p. 6994690.
<. AO S'3ane= O(a>ie= Sa(a#'. .!"")3 Experience *ith transverse
preputial island flap for repair of hypospadias in "le-"fe, =igeria. A(rican >ournal
o( Paediatric Surgery.F*/$36#"-#7.
:. Antonio 0acedo >r, Jiberto Eiguori, Sergio E. Cttoni. /!"$$3 0ong-term results
*ith a one-stage complex primary hypospadias repair strategy (the three-in-one
techni1ue#. >ournal o( Pediatric 1rology.F&6!))-7"#.
*. 0ary 2. Adelsberger, Daniel D. Smeak /!"")3. -epair of extensive perineal
hypospadias in a 2oston terrier using tubularized incised plate urethroplasty.
1niversity o( Pennsylvania.F:"6)7&M)#!.
&. Sadler 5D /$))*3 Embriologi 3edo&teran 0angman. 2disi ke-&. >akarta6 2+
%. 0iroslav E. Djordjevic, Sava N. Perovic, Ooran Slavkovic, =enad Djakovic.
/!""*3 0ongitudinal .orsal .artos (lap for !revention of (istula after a
)nodgrass Hypospadias !rocedure. 2uropean Association o( 1rology.F:"6:7-:&.
). Amilal 'hat. /!""%3 General considerations in hypospadias surgery. 9ndian
>ournal o( 1rology.F!#/!36$%%-$)#
$". Purnomo '.'. /!"""3 %retra dan Hipospadia4 .alam .asar-dasar %rologi,
0alang,6*,$7&-$7%
$$. Sastrasupena H. /$)):3 Hipospadia4 .alam 3umpulan 3uliah "lmu 2edah4
'inarupa Aksara,>akarta 6#!%-#7:
$!. Snell, Jichard S. /!""*3 natomi 3lini& %ntu& Mahasis*a 3edo&teran Edisi 5.
>akarta 6 2+
REFERAT
HIPOSPADIA
O(e! "
8ristianto Aryo =ugroho ))$7$"#%
Periode 6 $) M !# 0ei !"$#
Pembimbin% "
De3i Har$an,i K&rniasi!=r.= SpBP4RE.K1
KEPANITERAAN KLINIK ILMU BEDAH
FAKULTAS KEDOKTERAN UNS ? RSUD DR MOE+ARDI
)/9<