Anda di halaman 1dari 6

Eksperimen Mikrokontroler

Kapasitansi meter digital


(Versi manual)
Zainal Abidin1)
1)
Divisi Sistem Mikrokontroler, PLATOGEOSAINS
Meteorologi, FITB – ITB – Indonesia

Kamis, 19 November 2009

Kapasitansi meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kapasitansi (listrik) suatu
bahan. Kapasitansi (listrik) suatu bahan menunjukkan kemampuan bahan tersebut dalam
menyimpan muatan listrik. Semua bahan/material yang mempunyai kemampuan tersebut disebut
kapasitor. Aplikasi dari alat ini adalah sebagai pengukur kapasitansi kapasitor dan pengukur
kapasitansi sensor kapasitif.

Kapasitansi meter digital yang akan dibuat pada eksperimen ini masih dalam versi
manual. Ini berarti untuk mendapatkan nilai kapasitansi suatu bahan/kapasitor, kapasitansi meter
ini harus dilakukan pengaturan terlebih dahulu secara manual (kendali manusia masih berperan
pada proses pengukuran). Kapasitansi meter digital versi manual tersebut hanya dapat mengukur
kapasitansi sebanyak satu kali. Jika menginginkan pengukuran kembali terhadap kapasitor (yang
sama), kapasitor tersebut harus dihubung-singkat terlebih dahulu, yaitu kutub positif (+)
kapasitor dihubungkan dengan ground.

Terdapat beberapa metode pengukuran kapasitansi. Metode integrasi waktu merupakan


salah satunya. Metode ini dipilih karena sederhana dan menguntungkan. Beberapa
keuntungannya yaitu: data digital dapat diperoleh secara langsung karena metode ini berdasarkan
pengukuran waktu menggunakan timer mikrokontroler, rangkaian analog yang akurat tidak
diperlukan dan kalibrasi dapat dilakukan dengan mudah menggunakan mikrokontroler.

Pengukuran kapasitansi menggunakan metode integrasi waktu berhubungan dengan


peristiwa pengisian dan pengosongan muatan (listrik) kapasitor. Arus pada kapasitor mengecil
terhadap waktu sehingga dinamakan arus transien, yaitu arus yang hanya timbul sebentar.
Rangkaian utama kapasitansi meter ini adalah sebagai berikut:

PLATOGEOSAINS | Eksperimen Mikrokontroler 1


Gambar 1 Rangkaian kapasitansi meter digital versi manual
dengan metode integrasi waktu

C (Farad) adalah kapasitor yang ingin diketahui nilainya, sedangkan R (Ω)


( merupakan
resistor yang mengatur lamanya pengisian kapasitor. Rangkaian RC tersebut dihubungkan
dengan sumber tegangan Vcc (= 5.09 Volt). Arus akan mengisi muatan (listrik) ke kapasitor.
Pada suatu saat t,, kapasitor yang mula-mula
mula mula kosong terisi penuh dengan muatan mengikuti
formula berikut:

PLATOGEOSAINS | Eksperimen Mikrokontroler 2


t
Vc tVcc 1-e-RC  Volt,

dimana t waktu (detik). Vc tegangan kapasitor (Volt) dan e bilangan Napier (~2.72).

t
Menurut formula diatas terlihat bahwa ketika t = (RC) detik, Vc RCVcc 1-e-RC  Volt.

Vc RC ini dapat digunakan sebagai acuan (Vref), jadi Vref = Vc(RC) Volt. Sehingga jika Vc
dihubungkan dengan input membalik, yaitu pin 2 dari LF353P dan tegangannya melebihi Vref,
maka output komparator analog tersebut low (0). Output komparator analog mula-mula bernilai 1
(high) akibat Vref > Vc. Perubahan kondisi ini dapat digunakan sebagai pemicu timer pada
mikrokontroler.

Penulis ingin mengetahui berapa lama waktu yang diperlukan kapasitor untuk mencapai
t
tegangan Vc Vcc 1-e-RC  Volt. Hal ini berarti mengukur waktu antara Vcc (0) hingga Vcc (RC).

Untuk mempermudah eksperimen, penulis membuat program berikut:


FLOWCHART KODE

Mulai #include (mega8535.h)


#include (stdio.h)
unsigned long int count = 0;
interrupt [TIM0_OVF] void timer0_ovf_isr(void)
{
count++;
}
void main (void)
{
//PORTA
Deklarasi variabel PORTA=0×00;
Konfigurasi port DDRA=0×00;
……………….
//USART
UCSRA=0x00;
UCSRB=0x18;
UCSRC=0x86;
UBRRH=0x00;
1 UBRRL=0x0C;
……………….
#asm("sei")

PLATOGEOSAINS | Eksperimen Mikrokontroler 3


while (1)
1 {

PA0=1? while (PINA.0 = = 1);


T

Y
Timer 0 TCCR0 = 0×01;
dihidupkan

PA0=0?

T while (PINA.0 = = 0);

Menampilkan printf(“%d:%d\r\n”,count,TCNT0);
count dan TCNT0

Timer 0 TCCR0 = 0×00;


dimatikan

TCNT0 = 0×00;
Reset Timer 0

};
};

Pada eksperimen ini, penulis memilih menggunakan resistor yang berukuran kecil dengan daya
V2 52
lesap maksimum 0.25 Watt. Sehingga jika Vcc = 5.09 Volt, maka R P
 0.25 100 Ω. Hasil

eksperimen mikrokontroler sebelumnya (timer) menunjukkan bahwa tmaks timer 0 = 4.18 detik,
jadi C maksimum yang dapat terukur oleh sistem mikrokontroler sebesar
 .
 Farad  41.800 µF.
 
()* +,- .,/. .012 34
Sedangkan ketelitian kapasitansi meter ini adalah  Farad  25 pF.
 

PLATOGEOSAINS | Eksperimen Mikrokontroler 4


Selanjutnya kapasitansi meter diuji fungsinya menggunakan beberapa kapasitor. Sebelum
dilakukan pengujian, kapasitor-kapasitor tersebut dipastikan dalam keadaan baik (tidak bocor).
Kebocoran kapasitor dapat diketahui dari dua jenis pengujian, yaitu:
1. Pengujian resistansi (“self discharging”)
a) Pengosongan kapasitor dengan mempertemukan kedua kaki kapasitor selama 5-10 detik.
Khusus untuk kapasitor elektrolit yang bertegangan besar, gunakan resistor 100 Ω supaya
tidak muncul loncatan bunga api.
b) Hubungkan kapasitor dengan Ohmmeter. Kapasitor yang masih dalam keadaan baik, nilai
resistansinya menuju tak terhingga dan tidak turun.. Untuk kapasitor non-polar lakukan
secara bolak-balik dan sesuai kutubnya untuk kapasitor polar.
2. Pengujian muatan
a) Hubungkan kapasitor dengan sumber tegangan.
b) Ukur tegangan kapasitor dengan Voltmeter. Ketika Vkapasitor ≤ Vsumber tegangan, lepas
kapasitor dan Voltmeter.
c) Ukur kembali tegangan kapasitornya, jika kapasitor masih dalam keadaan baik
Vkapasitor ≤ Vsumber tegangan.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 9 kapasitor uji, sekarang saatnya


membandingkan hasil perhitungan dengan pengukuran yang ditampilkan pada Tabel 1.

Tabel 1 Hasil perhitungan dan pengukuran terhadap kapasitor uji


Perhitungan Pengukuran
No. Cbadan (F) R (Ω) t (dtk) No. count TCNT0 t (dtk) C (F)
1 4.7E-11 100 4.7E-09 1
2 1.00E-10 100 1E-08 2
3 1.00E-09 100 0.0000001 3
4 1.00E-07 100 0.00001 4
5 1.00E-06 100 0.0001 5
6 1.00E-08 100 0.000001 6
7 1.00E-07 100 0.00001 7
8 1.00E-06 100 0.0001 8
9 2.20E-06 100 0.00022 9

PLATOGEOSAINS | Eksperimen Mikrokontroler 5


Bersambung ……

PLATOGEOSAINS | Eksperimen Mikrokontroler 6