Anda di halaman 1dari 40

KURIKULUM

SMP MUHAMMADIYAH BANJARBARU


TAHUN PELAJARAN 2013/2014
DOKUMEN 1








MAJELIS DIKDASMEN MUHAMMADIYAH BANJARBARU
SMP MUHAMMADIYAH BANJARBARU
TERAKREDITASI A
Jalan A.Yani Km 33,700. Telp.(0511) 4774315 Loktabat Kecamatan Banjarbaru Selatan
Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan

2013


LEMBAR VALIDASI


Setelah memperhatikan pertimbangan dari satuan pendidikan dan komite sekolah, maka
dengan ini Kurikulum SP Muhammadiyah Banjarbaru disahkan untuk diberlakukan pada tahun
pelajaran 2013/2014





Banjarbaru, 2013
Pengawas Pembina,



Dra. Puspaningsih, S.Pd, MM
NIP. 19591110 198403 2 013






















LEMBAR PENGESAHAN

Setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah, dan diketahui Dinas
Pendidikan Kota Banjarbaru, dengan ini Dokumen Kurikulum SMP Muhammadiyah Banjarbaru
Tahun Pelajaran 2013/2014 ditetapkan/disahkan untuk diberlakukan.


Banjarbaru, 2013
Komite Sekolah Kepala Sekolah

Drs. H. APLAN TSABIT Hj. SRI WURYAN UTAMI, S.Pd,M.Pd
KTAM: 902019 R NIP. 195906211991122001


Ketua Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Pengawas Pembina
Kota Banjarbaru


Ahmad Zainal Mustafa,A.Md.Pd Dra.Puspaningsih,S.Pd,MM
NBM. 1115441 NIP. 19591110 198403 2 013

MENGETAHUI :
KEPALA DINAS PENDIDIKAN
KOTA BANJARBARU


Drs. H.Ahmadi Arsyad,M.Pd
NIP. 19620715 198503 1 015


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena dengan petunjuk dan
hidayahNya Kurikulum SMP Muhammadiyah Banjarbaru Tahun Pelajaran 2013/2014 selesai
kami susun.
Kurikulum 2013 ini merupakan kurikulum pendidikan dasar yang disusun oleh Tim
Pengembang Kurikulum SMP Muhammadiyah Banjarbaru yang isinya memuat tentang Tujuan
Pendidikan, Visi, Misi, Tujuan SEkolah, Struktur dan Muatan Kurikulum, Mata pelajaran Wajib,
Ektrakurikuler, Pengaturan Beban Belajar, Ketuntasan Beban Belajar, Penilaian, Kriteria
Kenaikan Kelas dan Kelulusan, Kalender Pendidikan, dengan harapan dapat dijadikan pedoman
dan pegangan untuk pendidik dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah
Kurikulum SMP Muhammadiyah Banjarbaru Tahun Pelajaran 2013/2014 penyusunannya
berpedoman pada Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pengelolaan
Pendidikan serta Panduan Penyusunan Kurikulum 2013 yang disusun oleh BSNP.
Kepada semua pihak yang terlibat dan berpartisipasi aktif dalam Pengembangan
Kurikulum SMP Muhammadiyah Banjarbaru ini, kami sampaikan penghargaan dan ucapan
terima kasih.
Akhirnya kami menyadari bahwa Kurikulum SMP Muhammadiyah Tahun Pelajaran
2013/2014 9n9 jauh dari sempurna, oleh sebab itu saran-saran yang konstruktif dan kritik untuk
perbaikan sangat kami harapkan. Semoga Kurikulum 2013 ini bermanfaat bagi kita semua.
Amin.



Banjarbaru, .. 2013
Kepala SMP Muhammadiyah
Banjarbaru


Hj. Sri Wuryan Utami, S.Pd.M.Pd
NIP 19590621 199112 2 016






DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Judul
Lembar Validasi ..
Halaman Pengesahan . i
Kata Pengantar .. iii
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang . 1
B. Landasan ...
C. Tujuan Penyusunan Kurikulum
BAB II TUJUAN PENDIDIKAN, VISI, MISI DAN TUJUAN SEKOLAH
A. Tujuan Pendidikan Nasional
B. Tujuan Pendidikan Dasar
C. Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah ...
BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
A Struktur Kurikulum .
B. Muatan Kurikulum .
BAB IV KALENDER PENDIDIKAN ..........................................
A. Pengertian .......................................................................................
B. Alokasi Waktu .. .........................................................

I
ii
iii
iv
1
1
4
5
6
6
6
7

8
8
14







BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan
bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dalam
pelaksanaan Kurikulum 2013, Departemen Pendidikan Nasional telah menetapkan
kerangka dasar Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Kompetensi Inti (SKI), dan
Kompetensi Dasar (KD).
Kurikulum disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.
Pengembangannya harus berdasarkan satuan pendidikan, potensi daerah, atau
karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik.
Pemberlakuan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang
Pemerintah Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi
dalam penyelenggaraan pendidikan. Pengelolaan pendidikan yang semula bersifat
sentralistik berubah menjadi desentralistik. Desentralisasi pengelolaan pendidikan
dengan diberikannya wewenang kepada satuan pendidikan untuk menyusun
kurikulumnya mengacu pada Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional, yaitu Pasal 3 tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional dan
Pasal 35 mengenai standar nasional pendidikan.
Desentralisasi pengelolaan pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan
dan kondisi daerah harus segera dilaksanakan. Bentuk nyata desentralisasi pengelolaan
pendidikan adalah diberikannya kewenangan kepada satuan pendidikan untuk
mengambil keputusan berkenaan dengan pengelolaan pendidikan, seperti dalam
pengelolaan kurikulum, baik dalam penyusunan maupun pelaksanaannya di satuan
pendidikan.
Satuan pendidikan merupakan pusat pengembangan budaya. Kurikulum SMP
Muhammadiyah Banjarbaru Tahun Pelajaran 2013/2014 mengembangkan nilai-nilai
budaya dan karakter bangsa sebagai satu kesatuan kegiatan pendidikan yang terjadi di
sekolah. Nilai-nilai yang dimaksud di antaranya: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja
keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah
air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial dan
lingkungan, serta tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut tidak diajarkan sebagai mata
pelajaran tertentu tetapi diintegrasikan pada setiap pembelajaran maupun kegiatan
pengembangan diri. Strategi penyampaiannya tidak bersifat informatif tetapi lebih
bersifat keteladanan. Pendidik sangat menentukan keberhasilan pengembangan nilai-
nilai budaya dan karakter bangsa di SMP Muhammadiyah Banjarbaru.
B. Keadaan dan Potensi Sekolah
1. Lingkungan Sekolah
SMP Muhammadiyah terletak ditengah-tengah kota Banjarbaru, tepatnya
di jalan A. Yani Km 33,700 Loktabat. Lokasi sekolah yang terletak di sisi jalan besar
memudahkan akses transportasi khususnya angkutan kota sehingga memudahkan
masyarakat memasukkan anaknya ke SMP Muhammadiyah Banjarbaru. Di samping
itu di depan gedung sekolah berdiri mesjid Istiqomah/mesjid Muhammadiyah yang
mana kegiatan keagamaan sering diadakan di mesjid tersebut sehingga kegiatan nya
menjadi lebih bermakna. Kurikulum SMP Muhammadiyah Banjarbaru yang berbasis
Islami juga merupakan daya tarik tersendiri seperti pembelajaran Bahasa Arab.,
Kemuhammadiyahan (KMD), budaya banjar juga termasuk pada pelajaran muatan
lokal. Sekolah juga mewajibkan seluruh peserta didiknya mengikuti kegiatan shalat
jenazah dan pencak silat tapak suci yang termasuk pada kegiatan pengembangan
diri serta mewajibkan seluruh siswanya untuk melaksanakan shalat dzuhur
berjemaah di mesjid Istiqomah.
2. Keadaan Sekolah
a. Sarana dan Prasarana
Tanah dan halaman
Tanah sekolah sepenuhnya milik Yayasan, luas areal seluruhnya 5.242 m
2
sekitar
sekolah dikelilingi pagar sepanjang 217 m. Status milik sendiri, luas tanah 5.242
m
2
, luas bangunan : 692 m
2
,
Gedung Sekolah
Bangunan sekolah pada umumnya dalam kondisi baik. Jumlah ruang kelas untuk
menunjang kegiatan belajar mengajar memadai.
Keadaan Gedung Sekolah SMP Muhammadiyah Banjarbaru
Luas Bangunan : 692 m
2
Ruang kepala Sekolah : 1 Baik
Ruang TU : 1 Baik
Ruang Guru : 1 Baik (perlu rehab lantainya)
Ruang Kelas : 10 ruang dalam keadaan baik
Ruang Lab. IPA : 1 Baik
Ruang Lab. Bahasa : 1 dalam tahap rehab
Ruang Perpustakaan : 1 Baik
Ruang UKS : 1 Baik
Ruang Keterampilan : 1 ruang, dipakai ruang kelas
Ruang Koperasi Sekolah : 1 Baik
Aula : 1 Baik
Pembiayaan perasional Sekolah
Pembiayaan operasional sekolah didanai dari dana BOS, BOPDA dan dari Komite
(orang tua peserta didik). Adapun untuk pembangunan gedung- gedung baru atau
rehabilitasi gedung SMP Muhammadiyah mendapatkan bantuan dari Pemerintah
daerah maupun Pemerintah Pusat. Rincian penerimaan dana empat tahun terakhir
dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tahun
Pelajaran
Bos reguler Bos APBD Dana
Partisipasi
Komite
Sekolah
Jumlah
(Rupiah)
2010/2011 159.276.000 17.448.000 64.910.000 102.396.000 344.030.000
2011/2012 193.776.000 17.448.000 156.405.000 140.016.000 507.645.348
2012/2013 230.595.400 17.448.000 82.700.000 148.500.000 483.595.000
2013/2014 213.707.592 17.448.000 86.650.000 244.440.000 566.445.592

3. PERSONIL SEKOLAH
SMP Muhammadiyah Banjarbaru yang merupakan sekolah swasta yang berbasis Islami
dari sejak berdirinya pada tahun 1985 memiliki pimpinan sekolah yang pernah bertugas
di SMP Muhammadiyah Banjarbaru sebagai berikut :

NAMA PERIODE TUGAS
1. H. M. Nuryasin, AA 1985-1997
2. Dra. Hamdiah 1997-1999
3. Hj. Sri Wuryan utami, S. Pd M. Pd 1999-sekarang

Jumlah seluruh personil sekolah ada sebanyak 31 orang terdiri atas 24 orang
guru/karyawan Tata Laksana 7 orang.

Keadaan Personil Sekolah
No NAMA JABATAN STATUS
1 Hj. Sri Wuryan Utami, S. Pd M. Pd Kepala Sekolah PNS
2 Nooraini Kaur Sapras PNS
3 Musfiyatun Wali Kelas GTT
4 Faujiah Herlina,M.Pd Kaur kurikulum PNS
5 M. Syamani, S. Pd Kaur Kesiswaan PNS
6 Suwartini, S. Pd Wali Kelas PNS
7 H. Abdul Karim Syekhman Kaur Humas GTT
8 Ir. Erna Noordayanti Wali Kelas GTT
9 Muhammad Alimi, S. Pd Wali Kelas GTT
10 Lisa Rahmawati, A. Md Wali Kelas GTT
11 Eko Dharmo, S. Pd Wali Kelas GTT
12 Radli Kurniawan, S. Pdi Wali Kelas GTT
13 Dian Ambarwati, S. Pd Wali Kelas GTT
14 Suprapti Ningsih, S. Pd Wali Kela GTT
15 Saiyid Ahmad Azhari, S. Hi Guru GTT
16 Ir. Titi Triastuti Guru GTT
17 Said Rahman Guru GTT
18 Ardiah, S. Pd Guru GTT
19 H. Gogo Permadi, S. Pd Guru PNS
20 M.Fauzie,S.Pd Guru PNS
21 Bambang Purwanto Guru GTT
22 Tatag Kuvita Khuri Berliana,SPd Guru GTT
23 Pawit,S.Pd Guru GTT
24 Bakhjat,M.Pd Guru PNS
25 Yunidar Hanum, S. Sos Ka.Tata Usaha Honor
26 Erwan Aspani,S.Kom TU Honor
27 Nashiratun Amanah,ST TU Honor
28 Rizki Aristianti Penjaga
Perpustakaan
Honor
29 Sutikno Penjaga Malam Honor
30 Suliyah Petugas
Kebersihan
Honor
Pendidik di SMP Muhammadiyah Banjarbaru rata-rata usia produktif dengan kualifikasi
Sarjana (S1) dan S2. Pendidik yang sudah tersertifikasi 60 % dan hampir semua pendidik
bertempat tinggal di wilayah Banjarbaru, sehingga transportasi sangat lancar


4. Keadaan Peserta Didik
Jumlah peserta didik
Jumlah peserta didik pada tahun pelajaran 2013/2014 seluruhnya berjumlah 303 orang.
Persebaran jumlah peserta didik antar kelas merata. Peserta didik di kelas VII ada
sebanyak 3 rombongan belajar, peserta didik di kelas VIII sebanyak 3 rombongan
belajar. Di kelas IX ada 4 rombongan belajar. Peserta didik sebagian besar dari
lingkungan sekolah tetapi ada juga dari Landasan Ulin, dan Kab.Banjar.
Jumlah Peserta Didik Tahun 2013/2014
Kelas Jumlah Jumlah
Laki-laki Perempuan
VII A 14 15 29
VII B 15 14 29
VII C 13 15 28
VIII A 17 12 29
VIII B 19 11 30
VIII C 19 9 28
IX A 20 13 33
IX B 18 15 33
IX C 20 13 33
IXD 20 13 33

Keadaan tidak naik kelas dan putus sekolah/droup out
Tahun
Pelajaran
Kelas Jumlah Tidak Naik Putus
Sekolah/DO
2011/2012 VII 108 3 -
VIII 90 - -
IX 89 - -
2012/2013 VII 90 - -
VIII 135 - -
IX 103 Lulus 100% -
Untuk mengatasi kendala ekonomi, sekolah telah mengupayakan berbagai
bantuan dari berbagai pihak. Pada tahun pelajaran 2012/2013 lebih dari 20%
peserta didik mendapatkan bantuan biaya berupa beasiswa miskin.
Prestasi yang pernah diraih/dicapai.
No. Jenis Lomba Tahun Hasil Keterangan
1. Bidang
Akademis
2010 Juara I Olimpiade Sains IPS Tingkat Kota Banjarbaru
2. Bidang Non
Akademis
2007 Juara II Lomba Cerdas
Cermat
HUT PONPES Al- Falah
Banjarbaru
2008 Juara III Lomba Kesatuan
Baris Berbaris (LKBB)
HUT Kota/Kab.
Banjarbaru
2008 Juara I PINRU Terbaik
2008 Juara II Lomba PMR Rangka HUT Kota
Banjarbaru
2008 Juara II Putri PMR Rangka HUT Kota
Banjarbaru
2008 Juara II Lomba LKBB
Galang SMP
2009 Juara II Lomba Lukis Rangka FLSN Kota
Banjarbaru
2009 Juara I, II Lomba Balugu HAORNAS
2010 Juara II Seni Baca Al-
Quran
Rangka FLSN Kota
Banjarbaru
2010 Juara I Menulis Puisi Festival Sastra
DISBUDPAR Kota
Banjarbaru
2010 Juara II Menulis Puisi Festival Sastra
DISBUDPAR Kota
Banjarbaru
2010 Juara III Bulu Tangkis Seleksi O2SN
2010 Juara III Pencak Silat Tingkat Kota Banjarbaru
2010 Juara III Hasta Karya Seleksi O2SN
2010 Juara II Lomba Melukis Seleksi O2SN
2010 Juara I Lomba Cipta
Cerpen
Pekan Sastra
2010 Juara II Tendanisasi Lomba PMR
2011 Juara III Balogo Tingkat
SLTP se-Kota Banjarbaru
Museum lambung
Mangkurat
2012 Harapan I Bakisah Bahasa
Banjar
Tingkat Prov.
Kal-Sel Hut MAN 2
Model Banjarmasin
2012 Juara II Liga Pendidikan
Indonesia
Tingkat Se-Kota
Banjarbaru
2012 Juara Harapan III Baca
Puisi Jenjang SLTP
Kegiatan Tadarus puisi
ke-9 1433H Kota
Banjarbaru

2012 Juara Harapan II Baca Puisi
Jenjang SLTP
Kegiatan Tadarus puisi
ke-9 1433H Kota
Banjarbaru
2012 Juara Harapan III Baca
Puisi TK, SMP/MTS
Kantor Pustarda Kota
Banjarbaru
2012 Juara III Permainan
Tradisional Bakiak
Rangka Haornas ke-29
Tingkat Kota Banjarbaru
Berpasangan
2012 Juara I Permainan
Tradisional Bakiak
Berpasangan
Rangka Haornas ke-29
Tingkat Kota Banjarbaru
2012 Juara1 Lomba Olimpide
Sains
Kota Banjarbaru

2012 Juara 2 Lomba Seni Baca
Al-Quran
Kota Banjarbaru
2012 Juara 1 Lomba Baca Puisi Tingkat SMP se Kota
Banjarbaru
2012 Juara 2 Lomba Tendanisasi Kota Banjarbaru

2013 Juara 1 Bela Diri Tapak
Suci/Pencak Silat
Olimpiade Olahraga Tk
Kota B.Baru
2013 Juara 3 Lomba Renang
Putra
Olimpiade Olahraga Tk
Kota B.Baru
2013 Juara 1 Catur Putri Olimpiade Olahraga Tk
Kota B.Baru
2013 Juara 2 Tinju Putri Olimpiade Olahraga Tk
Kota B.Baru

5. Program
SMP Muhammadiyah mempunyai program-program unggulan yang tidak dimiliki oleh
setiap sekolah negeri disekitarnya misalnya :
Program religius
Program ini merupakan bentuk implementasi dari Visi sekolah. Adapun kegiatan
kegiatan yang dilaksanakan adalah sholat dhuhur berjamaah, sholat dhuha yang wajib
diikuti seluruh peserta didik, tadarus Alquran, dan doa bersama setiap pagi sebelum
jam pelajaran pertama dumulai. Seluruh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan
yang perempuan muslim wajib memakai berjilbab.
6. Pengembangan SDM
Pengembangan SDM diikuti oleh tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan yang
dilaksanakan oleh Lembaga Pendidikan maupun sekolah berupa Bintek atau Workshop,
serta melaksanakan Lesson Study pada masing-masing Mata Pelajaran
7. Komite Sekolah
Komite sekolah yang ada di SMP Muhammadiyah Banjarbaru keberadaannya benar-
benar bermanfaat bagi Sekolah, sebagi mitra Komite Sekolah sangat banyak membantu
memberi masukan kepada sekolah dalam menyusun program mapun membantu
mengawasi pelaksanaan program tersebut sehingga apa yang sudah diprogramkan
dapat berjalan dengan baik
C. Landasan Penyusunan Kurikulum SMP Muhammadiyah Banjarbaru
1. Landasan Filosofis
Sekolah sebagai pusat pengembangan budaya tidak terlepas dari nilai-nilai budaya yang
dianut oleh suatu bangsa. Bangsa Indonesia memiliki nilai-nilai budaya yang bersumber
dari Pancasila, sebagai falsafah hidup berbangsa dan bernegara, yang mencakup
religius, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Nilai-nilai ini dijadikan
dasar filosofis dalam pengembangan kurikulum sekolah.
Kondisi sosial budaya masyarakat sekitar sekolah dan kebanyakan orang tua siswa
sudah memiliki pengetahuan yang cukup meskipun ekonomi orang tua kebanyakan
menengah kebawah. Setiap warga sekolah memiliki hubungan yang sangat baik,
bersahabat dan akrab dan agamis. Lingkungan sekolah secara fisik sudah mencukupi
dan memenuhi syarat bagi peserta didik untuk mengembangkan olah raga, olah pikir,
dan olah rasa. Kekuatan dan kelemahan dari hal-hal ini akan menjadi pertimbangan
dalam penentuan Struktur Kurikulum SMP Muhammadiyah Banjarbaru.
2. Landasan Yuridis
Secara yuridis Kurikulum SMP Muhammadiyah ini dikembangkan berdasarkan:
Undang-undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat (5), Pemerintah memajukan ilmu
pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan
persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia
dan Pasal 32 ayat (1), Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di
tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam
memelihara dalam mengembangkan nilai-nilai budayanya.
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II
Pasal 3, Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik
seutuhnya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi
warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pasal 36 ayat (2),
Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dengan prinsip diversifikasi
sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Pasal 38
ayat (2), Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai
dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite
sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor
departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk
pendidikan menengah.
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
Pasal 17 ayat (1), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SD/MI/SDLB,
SMP/MTs./SMPLB, SMA/MA/SMALB/SMK/MAK, atau bentuk lain yang sederajat
dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah/karakteristik
daerah, sosial budaya masyarakat setempat, peserta didik.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 6 Tahun 2007 tentang Perubahan
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional dan nomor 24 Tahun 2006 tentang
pelaksanaan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, Satuan pendidikan
dapat mengadopsi atau mengadaptasi model Kurikulum Tingkat Satuan Pedidikan
Dasar dan Menengah yang disusun oleh Badan Penelitian dan Pengembangan
Departemen Pendidikan Nasional bersama unit terkait.
Beberapa Permendiknas yang terkait dengan Standar Nasional Pendidikan
D. Tujuan Penyusunan Kurikulum SMP Muhammadiyah Banjarbaru
Kurikulum SMP Muhammadiyah Banjarbaru disusun sebagai pedoman bagi semua warga
sekolah dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik
sekolah, tujuan pendidikan nasional, dan prinsip-prinsip pendidikan serta tujuan sekolah
baik jangka pendek, menengah, maupun panjang.
E. Prinsip Pengembangan Kurikulum 2013
Pengembangan Kurikulum SMP Muhammadiyah ini berpedoman pada prinsip-prinsip
berikut ini.
1. Berpusat pada potensi perkembangan kebutuhan dan kepentingan peserta didik
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki
posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pada setiap awal
tahun pelajaran dilakukan beberapa kegiatan antara lain: 1) melakukan pengukuran
intake, 2) perhitungan KKM, 3) pilihan pengembangan diri 4) angket sosial ekonomi
orang tua 5) analisis strategi pembelajaran sesuai perkembangan peserta didik. Untuk
menunjang hal tersebut peran guru BK, Wali Kelas, dan Staf dimaksimalkan.
2. Beragam dan terpadu
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta
didik, kondisi daerah, jenjang dan menghargai dan tidak diskriminatif terhadap
perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.
Pada sebagian besar pembelajaran dilakukan secara berkelompok dengan
memperhatikan keragaman dan kelompok selalu berubah-ubah untuk melatih
kecerdasan interpersonal. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib
kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam
keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. Muatan
wajib sesuai dengan aturan Nasional.
3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan seni
Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi,
dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi
kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan
memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Fasilitas WIFI
selama waktu tertentu selalu ada, Studi Wisata menuju tempat berteknologi, alamiah,
dan bernuasa seni senantiasa menjadi kewajiban bagi semua peserta didik. Semua itu
merupan pengembangan nilai kecerdasan, cinta ilmu, dan keingin tahuan.
4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan
(stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan,
termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh
karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan
sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.
Pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas senantiasa mengembangkan strategi
Kontekstual, kebermaknaan bagi peserta didik sesuai dengan budaya di
masyarakatnya.
5. Menyeluruh dan berkesinambungan
Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian
keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara
berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. Pengembangan kompetensi
dilakukan meliputi aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek Psikomotor yang seimbang.
Implikasinya kriteria kelulusan maupun kenaikan kelas tidak hanya unsur akademik
tetapi juga afektif (kepribadian, kelakuan, ketertiban). Penerapan poin reward dan
punishmen yang meliputi unsur kedisiplinan, kejujuran, ketaatan beragama, cinta
tanah air dilakukan setiap saat oleh semua warga sekolah.
6. Belajar sepanjang hayat
Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan
pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum
mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan
informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu
berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. Setiap peserta didik
membuat jurnal belajar yang intinya merefleksi belajar setiap hari, program wajib baca
Al Quran sebagai perwujudan penanaman nilai religius.
7. Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan
kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan
memberdayakan sejalan dengan motto Bhinneka Tunggal Ika dalam kerangka Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sesuai dengan Standar Isi dikembangakan
Kelompok mata pelajaran Pendidikan Agama dan Akhlak Mulia, Pendidikan
Kewarganegaraan dan Kepribadian, dan Kelompk Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
sebagai pengembangan nilai-nilai kebangsaan (nasionalisme). Struktur kurikulum
terdapat muatan lokal disamping mata pelajaran dan yang bersifat nasional.





BAB III
TUJUAN PENDIDIKAN, VISI, MISI DAN TUJUAN SEKOLAH
A. Tujuan Pendidikan Nasional
Tujuan Pendidikan Nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar
menjadi manusia yang: beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab.
B. Tujuan Satuan Pendidikan
Penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang dinyatakan dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Pendidikan bertujuan membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik
agar menjadi manusia yang:
a. beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan
berkepribadian luhur;
b. berilmu, cakap, kritis, kreatif, dan inovatif;
c. sehat, mandiri, dan percaya diri; dan
d. toleran, peka sosial, demokratis, dan bertanggung jawab.

C. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah
Perkembangan dan tantangan masa depan seperti : perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi, globalisasi yang cepat, era informasi dan berubahnya kesadaran masyarakat
dan orang tua terhadap pendidikan memicu sekola untuk merespon tantangan sekaligus
peluang itu. SMP Muhammadiyah yang memiliki citra sekolah islami memandang perlu
menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa datang yang diwujudkan dalam
Visi sekolah berikut :

VISI SMP MUHAMMADIYAH BANJARBARU
Berprestasi, Beriman dan Bertaqwa, serta Terampil

Visi tersebut di atas mencerminkan cita-cita sekolah yang berorientasi ke depan dengan
memperhatikan potensi kekinian, sesuai dengan norma dan harapan masyarakat.
Untuk mewujudkannya, sekolah menentukan langkah-langkah strategis yang dinyatakan
dalam Misi berikut :
MISI SMP MUHAMMADIYAH BANJARBARU
TUJUAN SEKOLAH
1. Nilai rata-rata Ujian Akhir Nasional mencapai 7,85
2. 70% lulusan diterima di sekolah favorit/sekolah negeri
3. 45% siswa menguasai baca tulis Al-Quran dengan lagu
4. Memiliki tim shalat jenazah minimal 100 orang
5. 50% siswa terampil menjahit dan membuat pakaian
6. Memiliki regu Pramuka/Kepanduan, Sains, lomba Cipta Cerpen yang meraih juara
tingkat Kabupaten/Kota.
7. Memiliki tim/regu beladiri Tapak Suci yang meraih Juara tingkat wilayah
Muhammadiyah/Propinsi.

1. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif, sehingga setiap siswa
dapat berkembang secara optimal, sesuai potensi yang dimiliki
2. Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif kepada seluruh warga
sekolah
3. Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut dan juga budaya
bangsa, sehingga menjadi sumber kearifan dan berakhlak mulia dalam bertindak
4. Menerapkan manajemen partisipasi dengan melibatkan semua warga sekolah.
BAB III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. Struktur Kurikulum
Struktur kurikulum menggambarkan konseptualisasi konten kurikulum dalam bentuk mata
pelajaran, posisi konten/mata pelajaran dalam kurikulum, distribusi konten/mata
pelajaran dalam semester atau tahun, beban belajar untuk mata pelajaran dan beban
belajar per minggu untuk setiap siswa. Struktur kurikulum adalah juga merupakan aplikasi
konsep pengorganisasian konten dalam sistem belajar dan pengorganisasian beban
belajar dalam sistem pembelajaran. Pengorganisasian konten dalam sistem belajar yang
digunakan untuk kurikulum yang akan datang adalah sistem semester sedangkan
pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran berdasarkan jam pelajaran
per semester.
Struktur kurikulum juga gambaran mengenai penerapan prinsip kurikulum mengenai
posisi seorang siswa dalam menyelesaikan pembelajaran di suatu satuan atau jenjang
pendidikan. Dalam struktur kurikulum menggambarkan ide kurikulum mengenai posisi
belajar seorang siswa yaitu apakah mereka harus menyelesaikan seluruh mata pelajaran
yang tercantum dalam struktur ataukah kurikulum memberi kesempatan kepada siswa
untuk menentukan berbagai pilihan.
Struktur Kurikulum 2013 SMP Muhammadiyah yang penerapannya hanya pada kelas VII
adalah sebagai berikut
MATA PELAJARAN ALOKASI WAKTU BELAJAR
PERMINGGU
VII VIII IX
Kelompok A
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 - -
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaan 3 - -
3 Bahasa ndonesia 6 - -
4 Matematika 5 - -
5 Lmu Pengetahuan Alam 5 - -
6 Ilmu Pengetahuan Sosial 4 - -
7 Bahasa nggris 4 - -
Kelompok B
1 Seni Budaya 3 - -
2 Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan 3 - -
3 Prakarya 2 - -
Jumlah Alokasi Waktu Perminggu 38

A. MUATAN KURIKULUM
Selain kegiatan intrakurikuler seperti yang tercantum di dalam struktur kurikulum diatas,
terdapat pula kegiatan ekstrakurikuler SMP/MTs antara lain Pramuka (Wajib), Organisasi
Siswa Intrasekolah, Usaha Kesehatan Sekolah, dan Palang Merah Remaja.
Mata pelajaran Kelompok A adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya
dikembangkan oleh pusat. Mata pelajaran Kelompok B yang terdiri atas mata pelajaran Seni
Budaya, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, dan Prakarya adalah kelompok mata
pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi dengan konten lokal
yang dikembangkan oleh pemerintah daerah.
Satuan pendidikan dapat menambah jam pelajaran per minggu sesuai dengan kebutuhan
peserta didik pada satuan pendidikan tersebut.
Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial dikembangkan sebagai mata pelajaran
integrative science dan integrative social studies, bukan sebagai pendidikan disiplin ilmu.
Keduanya sebagai pendidikan berorientasi aplikatif, pengembangan kemampuan berpikir,
kemampuan belajar, rasa ingin tahu, dan pengembangan sikap peduli dan bertanggung
jawab terhadap lingkungan sosial dan alam. Disamping itu, tujuan pendidikan Ilmu
Pengetahuan Sosial menekankan pada pengetahuan tentang bangsanya, semangat
kebangsaan, patriotisme, serta aktivitas masyarakat di bidang ekonomi dalam ruang atau
space wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ilmu Pengetahuan Alam juga ditujukan
untuk pengenalan lingkungan biologi dan alam sekitarnya, serta pengenalan berbagai
keunggulan wilayah nusantara.
Seni Budaya terdiri atas empat aspek, yakni seni rupa, seni musik, seni tari, dan seni teater.
Masing-masing aspek diajarkan secara terpisah dan setiap satuan pendidikan dapat memilih
aspek yang diajarkan sesuai dengan kemampuan (guru dan fasilitas) pada satuan pendidikan
itu.
Prakarya terdiri atas empat aspek, yakni kerajinan, rekayasa, budidaya, dan pengolahan.
Masing-masing aspek diajarkan secara terpisah dan setiap satuan pendidikan
menyelenggarakan pembelajaran prakarya paling sedikit dua aspek prakarya sesuai dengan
kemampuan dan potensi daerah pada satuan pendidikan
Selain itu SP Muhammadiyah juga melaksanakan program ektrakurikuler Pengembangan
diri yang dilaksanakan setiap hari Rabu yang diasuh oleh guru pembina, yaitu :
3.1 Kepanduan Hizbul Wathan (wajib bagi semua siswa)
3.2 Shalat jenazah (wajib bagi semua siswa)
3.3 kegiatan ekstra kurikuler dilaksanakan sore hari yaitu setiap hari Selasa, Rabu dan jumat
berupa : 1. Teater/Drama/mamanda 5. Paskibraka/PBB
2. Bahasa Inggris (English Club) 6. Seni Baca Puisi
3. Seni tari/kesenian 7. HW (Hizbul Wathan)
4. Tapak Suci/Karate 8. Drumband
B. BEBAN BELAJAR
Beban belajar di SMP/MTs untuk kelas VII, VIII, dan IX masing-masing 38 jam per minggu,
sedangkan waktu belajar satu kali pertemuan adalah 40 menit.
Beban Belajar Peserta Didik
Kelas Satu jam
tatap muka
(menit)
Jumlah jam
pembelajaran
per minggu
Minggu
efektif
pertahun
ajaran
Waktu
pembelajaran
per tahun
Jumlah jam
per tahun
(@60
menit)
VII s.d IX 40 38 38 1968 jam pel 816 menit

.
C. PENILAIAN
PETUNJUK TEKNIS PENGELOLAAN PENILAIAN
Penilaian setiap mata pelajaran meliputi kompetensi pengetahuan, kompetensi
keterampilan, dan kompetensi sikap. Kompetensi pengetahuan dan kompetensi
keterampilan menggunakan skala 14 (kelipatan 0.33), yang dapat dikonversi ke dalam
Predikat A - D sedangkan kompetensi sikap menggunakan skala Sangat Baik (SB), Baik
(B), Cukup (C), dan Kurang (K), seperti pada Tabel 1 di bawah ini.
Tabel 1 : Konversi Kompetensi Pengetahuan, Keterampilan, dan Sikap
PREDIKAT NILAI KOMPETENSI
PENGETAHUAN KETERAMPILAN SIKAP
A 4 4 SB
A- 3.66 3.66
B+ 3.33 3.33 B
B 3 3
B- 2.66 2.66
C+ 2.33 2.33 C
C 2 2
C- 1.66 1.66
D+ 1.33 1.33 K
D 1 1

Penilaian yang dilakukan untuk mengisi laporan hasil belajar ada 3 (tiga) macam, yaitu:
1. Penilaian Kompetensi Pengetahuan
a. Penilaian Kompetensi Pengetahuan dilakukan oleh Guru Mata Pelajaran
(Pendidik)
(49,2menit)
b. Penilaian Pengetahuan terdiri atas:
1) Nilai Harian (NH)
2) Nilai Ulangan Tengah Semester (UTS)
3) Nilai Ulangan Akhir Semester (UAS)
c. Nilai Harian (NH) diperoleh dari hasil ulangan harian yang terdiri dari: tes tulis,
tes lisan, dan penugasan yang dilaksanakan pada setiap akhir pembelajaran satu
Kompetensi Dasar (KD).
d. Nilai Ulangan Tengah Semester (NUTS) diperoleh dari hasil tes tulis yang
dilaksanakan pada tengah semester. Materi Ulangan Tengah Semester mencakup
seluruh kompetensi yang telah dibelajarkan sampai dengan saat pelaksanaan UTS.
e. Nilai Ulangan Akhir Semester (NUAS) diperoleh dari hasil tes tulis yang
dilaksanakan di akhir semester. Materi UAS mencakup seluruh kompetensi pada
semester tersebut.
f. Penghitungan Nilai Pengetahuan diperoleh dari rata-rata Nilai Proses (NP),
Ulangan Tengah Semester (UTS), Ulangan Akhir Semester (UAS)/Ulangan
Kenaikan Kelas (UKK) yang bobotnya ditentukan oleh satuan pendidikan.
g. Penilaian Kompetensi pengetahuan dapat menggunakan rentang nilai seperti pada
tabel 2 untuk membantu guru dalam menentukan nilai.
Tabel 2 : Rentang Nilai Kompetensi Pengetahuan
No. Nilai Predikat
1 0,00 Nilai 1,00 D.
2 1,00 < Nilai 1,33 D+
3 1,33 < Nilai 1,66 C-.
4 1,66 < Nilai 2,00 C
5 2,00 < Nilai 2,33 C+
6 2,33 < Nilai 2,66 B-
7 2,66 < Nilai 3,00 B
8 3,00 < Nilai 3,33 B+
9 3,33 < Nilai 3,66 A-
10 3,66 < Nilai 4,00 A

h. Penghitungan Nilai Pengetahuan adalah dengan cara :
1) Menggunakan skala nilai 0 sd 100.
2) Menetapkan pembobotan dan rumus.
3) Penetapan bobot nilai ditetapkan oleh satuan pendidikan dengan
mempertimbangkan karakteristik sekolah dan peserta didik.
4) Nilai harian disarankan untuk diberi bobot lebih besar dari pada UTS dan UAS
karena lebih mencerminkan perkembangan pencapaian kompetensi peserta
didik.

5) Rumus:
6) Contoh : Pembobotan 2 : 1 : 1 untuk NH : NUTS : NUAS (jumlah
perbandingan pembobotan = 4
Siswa A memperoleh nilai pada Mata Pelajaran Agama dan Budi pekerti
sebagai berikut:
NH = 70,
NUTS = 60,
NUAS = 80
Nilai Rapor = {(2x70)+(1x60)+(1x80)} : 4
= (140+60+80) : 4
= 280: 4
Nilai Rapor = 70
Nilai Konversi = (70 :100) x 4 = 2,8 = Baik
Deskripsi = sudah menguasai seluruh kompetensi dengan baik namun masih
perlu peningkatan dalam .... ( dilihat dari Nilai Harian yang kurang baik atau
pengamatan dalam penilaian proses ).
2. Penilaian Keterampilan
a. Penilaian Keterampilan dilakukan oleh Guru Mata Pelajaran (Pendidik).
b. Penilaian Keterampilan diperoleh melalui penilaian kinerja yang terdiri atas:
1) Nilai Praktik
2) Nilai Portofolio
3) Nilai Proyek
c. Penilaian Keterampilan dilakukan pada setiap akhir menyelesaikan satu KD.
d. Penentuan Nilai untuk Kompetensi Keterampilan menggunakan rentang nilai
seperti penilaian Pengetahuan pada tabel 2
e. Penghitungan Nilai Kompetensi Keterampilan adalah dengan cara:
1) Menetapkan pembobotan dan rumus penghitungan
2) Menggunakan skala nilai 0 sd 100.
3) Pembobotan ditetapkan oleh Satuan Pendidikan dengan mempertimbangkan
karakteristik sekolah dan peserta didik.
4) Nilai Praktik disarankan diberi bobot lebih besar dari pada Nilai Portofolio
dan Proyek karena lebih mencerminkan proses perkembangan pencapaian
kompetensi peserta didik.

5) Rumus:

6) Contoh Penghitungan
Pembobotan 2 : 1 : 1 untuk Nilai Praktik : Nilai Portofolio : Nilai Proyek
(jumlah perbandingan pembobotan = 4). Siswa A memperoleh nilai pada
Mata Pelajaran Agama dan Budi pekerti sebagai berikut :
Nilai Praktik = 80
Nilai Portofolio = 75
Nilai Proyek = 80
Nilai Rapor = (2x800 + (1x75) + (1x80) X 4
400
= (160+75+80) X 4
400
Nilai Rapor = (315:400) X 4
Nilai Konversi = 3,15 = B+
Deskripsi = sudah baik dalam mengerjakan praktik dan
proyek, namun masih perlu ditingkatkan kedisiplinan merapikan tugas-
tugas dalam satu portofolio.





3. Penilaian Sikap
a. Penilaian Sikap (spiritual dan sosial) dilakukan oleh Guru Mata Pelajaran
(Pendidik)
b. Penilaian Sikap diperoleh menggunakan instrumen:
1) Penilaian observasi
2) Penilaian diri sendiri
3) Penilaian antar peserta didik
4) Jurnal catatan guru
c. Nilai Observasi diperoleh dari hasil Pengamatan terhadap Proses sikap tertentu
pada sepanjang proses pembelajaran satu Kompetensi Dasar (KD)
d. Untuk penilaian Sikap Spiritual dan Sosial (KI-1danKI-2) menggunakan nilai
Kualitatif seperti pada tabel 3 sebagai berikut:
Tabel 3 : Rentang Nilai Kompetensi Sikap
No. Nilai Predikat Nilai Sikap
1 0,00 Nilai 1,00 D
KURANG 2 1,00 < Nilai 1,33 D+
3 1,33 < Nilai 1,66 C-.
CUKUP 4 1,66 < Nilai 2,00 C
5 2,00 < Nilai 2,33 C+
6 2,33 < Nilai 2,66 B-
BAIK 7 2,66 < Nilai 3,00 B
8 3,00 < Nilai 3,33 B+
9 3,33 < Nilai 3,66 A- SANGAT
BAIK 10 3,66 < Nilai 4,00 A

e. Penghitungan Nilai Sikap adalah dengan cara :
1) menentukan Skala penilaian sikap dibuat dengan rentang antara 1 - 4, contoh
:
1. = sangat kurang;
2. = kurang konsisten;
3. = mulai konsisten;
4. = konsisten;

2) Menetapkan pembobotan dan rumus penghitungan
3) Pembobotan ditetapkan oleh Satuan Pendidikan dengan mempertimbangkan
karakteristik sekolah dan peserta didik
4) Nilai Proses atau Nilai Observasi disarankan diberi bobot lebih besar dari
pada Penilaian Diri Sendiri, Nilai Antarteman, dan Nilai Jurnal Guru karena
lebih lebih mencerminkan proses perkembangan perilaku peserta didik yang
otentik.
5) Contoh : Pembobotan 2 : 1 : 1 : 1 untuk Nilai Observasi : Nilai Penilaian
Diri Sendiri : Nilai Antarteman : Nilai Jurnal Guru (jumlah perbandingan
pembobotan = 5.
6) Rumus penghitungan:





Siswa A dalam mata pelajaran Agama dan Budi Pekerti memperoleh :
Nilai Observasi = 4
Nilai diri sendiri = 3
Nilai antarpeserta didik = 3
Nilai Jurnal = 4
Nilai Rapor = {(2x4)+(1x3)+(1x3)+(1x4)} : 20 x 4
= (18:20) x 4 = 3, 6
Nilai Konversi = 3,6 = Sangat Baik
Deskripsi = Memiliki sikap Sangat Baik selama dalam proses pembelajaran,.

D. KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)
a. KKM ditentukan oleh Satuan Pendidikan dengan mempertimbangkan : karakteristik
kompetensi dasar, daya dukung, dan karakteristik peserta didik.
b. KKM tidak dicantumkan dalam buku hasil belajar, melainkan pada buku penilaian guru.
c. Peserta didik yang sudah mencapai atau melampaui KKM, diberi program Pengayaan.


Jumlah nilai (Observasi,diri sendiri,antar teman,jurnal)
-------------------------------------------------------------------- x 4
Jumlah Nilai maksimal

d. Keterangan ketuntasan :
1) Kompetensi pengetahuan dan keterampilan dinyatakan tuntas apabila mencapai nilai 2.66
2) Kompetensi sikap spiritual dan sosial dinyatakan tuntas apabila mencapai nilai Baik
e. Implikasi dari ketuntasan belajar tersebut adalah sebagai berikut.
1) Untuk KD pada KI-3 dan KI-4: diberikan remedial individual sesuai dengan
kebutuhan kepada peserta didik yang memperoleh nilai kurang dari 2.66;
2) Untuk KD pada KI-3 dan KI-4: diberikan kesempatan untuk melanjutkan
pelajarannya ke KD berikutnya kepada peserta didik yang memperoleh nilai 2.66
atau lebih dari 2.66; dan
3) Untuk KD pada KI-3 dan KI-4: diadakan remedial klasikal sesuai dengan kebutuhan
apabila lebih dari 75% peserta didik memperoleh nilai kurang dari 2.66.
4) Untuk KD pada KI-1 dan KI-2, pembinaan terhadap peserta didik yang secara
umum profil sikapnya belum berkategori baik dilakukan secara holistik (paling
tidak oleh guru matapelajaran, guru BK, dan orang tua).
f. Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas apabila terdapat minimal salah satu kompetensi dari
tiga mata pelajaran tidak tuntas.

E. PETUNJUK TEKNIS PENGISIAN RAPOR SMP
1. Buku laporan hasil belajar diisi dengan tulisan yang rapi dan jelas.
2. Nama peserta didik di halaman judul, data Satuan Pendidikan di lembar 1, dan peserta didik
siswa di lembar 2 ditulis menggunakan huruf kapital yang jelas dan rapi.
3. Lembar 2 yang berisi data peserta didik, dilengkapi dengan foto peserta didik terbaru berukuran
3 x 4.
4. Lembar CAPAIAN kompetensi semester 1 diisi dengan:
a. Identitas Satuan Pendidikan dan identitas peserta didik.
b. Pada kolom Pengetahuan dan Keterampilan didisi dengan perolehan nilai dari tiap guru
mata pelajaran yang berupa angka Predikat D sd A. seperti pada Tabel2
c. Untuk kolom Sikap Spiritual dan Sosial (KI 1 dan KI 2), dalam kolom Mapel diisi dengan
predikat seperti pada Tabel 3
SB = Sangat Baik
B = Baik
C = Cukup
K = Kurang
d. Untuk kolom Sikap Spiritual dan Sosial (KI 1 dan KI 2) antarmapel diisi dengan deskripsi
kesimpulan dari sikap peserta didik secara keseluruhan dalam mata pelajaran. Kesimpulan
tersebut diperoleh melalui koordinasi bersama dengan guru mata pelajaran pada kelas
yang sama (lihat contoh dalam lampiran).

CONTOH PENGISIAN
Nama Sekolah : SMP . Kelas : VII
Alamat : Semester : 1 (Satu)
Nama : Tahun Pelajaran : 2013/2014
Nomor Induk/NISN : 000065

CAPAIAN

MATA PELAJARAN
Pengetahuan
(KI 3)
Keterampilan
(KI 4)
Sikap Spiritual dan Sosial (KI
1dan KI 2)
Mata
Pelajaran
Antar-
Mata Pelajaran
Kelompok A









1
Pendidikan Agama dan
Budi Pekerti
A A- SB
Faris menunjukkan
sikap konsisten dan
sungguh-sungguh
dalam menerapkan
sikap spiritual, jujur
, dan kerjasama,
terutama dalam
mapel Pendidikan
Agama dan Budi
pekerti, Bahasa
Indonesia dan
bahasa Inggris.
2
Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan
A-
B+ B
3 Bahasa Indonesia A A SB
4 Matematika A- B B
5 Ilmu Pengetahuan
Alam
B+ B+ B
6
Ilmu Pengetahuan
Sosial
B
B B
7 Bahasa Inggris A- A- SB
Kelompok B

1 Seni Budaya B+ B+ B
2
Pendidikan
Jasmani,Olah Raga,dan
Kesehatan

A

A

SB
3 Prakarya

B-

C B
e. Kegiatan ekstrakurikuler diisi dengan nilai kualitatif (A = sangat memuaskan, B =
memuaskan, C = cukup memuaskan, dan K = kurang memuaskan) dilengkapi
dengan keterangan nilai masing-masing ekstra kurikuler. Nilai dan keterangan kegiatan
ekstra kurikuler diperoleh dari guru pembina/pelatih ekstrakurikuler.
Contoh :
Tabel 4 : contoh Pengisisan Capaian Nilai Ekstrakurikuler
Kegiatan Ekstrakurikuler Nilai Keterangan
1. Praja Muda Karana A

Sangat Memuaskan. Juara LT
I tingkat Provinsi
2.Usaha Kesehatan Sekolah
(UKS)
B Memuaskan, aktif dalam
setiap kegiatan

f. Kolom ketidakhadiran diisi dengan rekap kehadiran peserta didik (sakit, izin, dan
tanpa keterangan) .
Contoh:
Tabel 5 : Contoh pengisisan kolom ketidakhadiran
Ketidakhadiran



Sakit : 1 hari
Izin : - hari
Tanpa Keterangan : - hari

5. Lembar catatan deskripsi kompetensi mata pelajaran diisi dengan :
a. Identitas Satuan Pendidikan dan identitas peserta didik.
b. Catatan deskripsi pengetahuan, keterampilan, sikap spiritual, dan sikap sosial tiap mata
pelajaran diperoleh dari guru mata pelajaran.
c. Catatan deskripsi Pengetahuan, Keterampilan, sikap spiritual, dan sosial tiap mata
pelajaran ditulis dengan jelas dan rapi.
d. Contoh pengisisan lembar catatan deskripsi :











6. T
e
k
n
i
k

p
e
g
i
s
i
a
n

l
e
m
b
a
r

penilaian laporan hasil belajar semester 2 (dua) sama dengan teknik pengisian lembar
penilaian laporan hasil belajar semester 1 (satu).
7. Kriteria kenaikan kelas ditentukan oleh Satuan Pendidikan, dengan ketentuan minimal
sebagai berikut :
a. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam dua semester pada tahun
pelajaran yang diikuti.
No. Mata Pelajaran Kompetensi Catatan
Kelompok A.
7.. Bahasa Inggris Pengetahuan Sangat Baik, sudah memahami seluruh
kompetensi, terutama dalam memahami
tujuan, dan susunan teks namun perlu
lebih teliti dalam menggunakan unsur
kebahasaan yang baik dan benar
Keterampilan Sudah terampil dalam menggunakan
ungkapan-ungkapan yang telah dipelajari,
namun perlu lebih berani lagi dan percaya
diri
Sikap
Spiritual dan
Sosial

Sudah konsisten menunjukkan sikap
beriman bertaqwa, jujur, disiplin,
kerjasama namun perlu peningkatan rasa
percaya diri.
Kelompok B
2
Pendidikan
Jasmani,
Olahraga dan
Kesehatan

Pengetahuan Sudah memahami semua konsep
keterampilan, kecuali
konsep gaya hidup sehat untuk mencegah
berbagai penyakit. Perlu lebih disiplin
dalam memahami konsep gaya hidup
sehat. .
Keterampilan Sudah menguasai permainan dan olah
raga, terutama mempraktikkan teknik
dasar Dapat diikutsertakan dalam lomba
OSN tingkat kota.
Sikap
Spiritual dan
Sosial
Sudah menunjukan usaha maksimal dalam
setiap aktivitas gerak jasmani, sportif
dalam bermain, perlu peningkatan dalam
menghargai perbedaan. perlu terus
dikembangkan sikap , sportif dalam
bermain dan menghargai perbedaan
b. Mencapai tingkat kompetensi yang dipersyaratkan, minimal sama dengan KKM.
c. Mencapai nilai sikap untuk semua mata pelajaran minimal baik.
d. Tidak terdapat nilai kurang dari KKM maksimal pada tiga mata pelajaran.
e. Ketidakhadiran siswa tanpa keterangan maksimal 15 % dari jumlah hari efektif.
8. Keterangan pindah/keluar Satuan Pendidikan diisi dengan:
a. Tanggal ditetapkannya keluar dari Satuan Pendidikan.
b. kelas yang ditinggalkan pada saat keluar dari Satuan Pendidikan.
c. Alasan keluar dari Satuan Pendidikan.
d. Tanggal penandatanganan pengesahan oleh Kepala Sekolah dan tanda tangan kepala
sekolah dibubuhi stempel.
e. Pengesahan kepindahan keluar Satuan Pendidikan dikuatkan dengan tanda tangan
orang tua/wali peserta didik.
9. Keterangan pindah/masuk satuan pendidikan diisi dengan :
a. Nama peserta didik yang masuk ditulis dengan huruf kapital.
b. Identitas peserta didik ditulis apabila pindah masuk ke sekolah baru (mutasi dari luar
ke dalam Satuan Pendidikan).
c. Tanggal penandatanganan pengesahan oleh Kepala Sekolah dan tanda tangan kepala
sekolah dibubuhi stempel.
d. Pengesahan kepindahan keluar Satuan Pendidikan dikuatkan dengan tanda tangan
orang tua/wali peserta didik.
10. Catatan prestasi yang pernah dicapai diisi dengan :
a. Identitas peserta didik.
b. catatan prestasi yang menonjol pada bidang kurikuler (akademik), ekstrakurikuler
(nonakademik), dan catatan khusus lainnya yang berhubungan dengan sikap serta hal-
hal yang selain kurikuler dan ekstrakurikuler (misalnya memenangkan kejuaraan
dalam ajang pencarian bakat, dan sebagainya).








BAB IV
KALENDER PENDIDIKAN

Kalender pendidikan disusun dan disesuaikan setiap tahun oleh sekolah untuk mengatur waktu
kegiatan pembelajaran. Pengaturan waktu belajar mengacu kepada Standar Isi dan disesuaikan
dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat, serta
ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah.

Pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran adalah
sebagai berikut :

A. PERMULAAN TAHUN PELAJARAN
Permulaan tahun pembelajaran dimulai pada hari Senin minggu ketiga bulan Juli, atau
apabila hari tersebut merupakan hari libur, maka permulaan tahun pelajaran dimulai pada
hari berikutnya yang bukan hari libur.
Hari-hari pertama masuk sekolah berlangsung selama 3-5 (tiga-lima) hari dengan pengaturan
sebagai berikut :
- Kelas VII melaksanakan Masa Orientasi Sekolah (MOS)
- Kelas VIII dan IX persiapan KBM (1-2) hari.

B. WAKTU BELAJAR
Waktu belajar menggunakan sistem semester yang membagi 1 tahun pelajaran menjadi
semester 1 (satu) dan semester 2 (dua).
Kegiatan pembelajaran dilaksaksanakan selama 6 (enam) hari, yaitu :
HARI WAKTU BELAJAR
SENIN 07.30-13.40
SELASA 07.30-13.40
RABU 07.30-13.00
KAMIS 07.30-13.00
JUMAT 07.30-11.20
SABTU 07.30-08.00 Senam Pagi
08.00-09.20 Belajar
09.30-11.30
Kegiatan Pengembangan Diri
Sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah, waktu pembelajaran efektif belajar
ditetapkan sebanyak 34 minggu untuk setiap tahun pelajaran.

C. KEGIATAN TENGAH SEMESTER
Kegiatan tengah semester direncanakan selama 5 (lima) hari. Kegiatan tengah semester akan
diisi oleh para peserta didik untuk mengadakan Ulangan bersama tengah Semester.

D. LIBUR SEKOLAH
Hari libur sekolah adalah hari yang ditetapkan oleh sekolah, pemerintah pusat, provinsi dan
kabupaten/kota untuk tidak diadakan proses pembelajaran di sekolah.
Penentuan hari libur memperhatikan ketentuan berikut ini :

Sekolah mengambil kebijaksanaan hari libur sebagai berikut ini :
Libur Semester 1
Libur Semester 2

Hari libur yang ditentukan oleh Peraturan Pemerintah Pusat antara lain :
Tahun baru
Tahun baru imlek
Tahun baru hijriah
Hari raya nyepi
Maulid Nabi Muhammad SAW
Wafat Isa Al Masih
Hari raya waisak
Kenaikan Isa Al Masih
Hari kemerdekaan RI
Isra Miraj Nabi Muhammad SAW
Libur puasa Ramadhan
Idul Fitri dan cuti bersama nasional
Hari Raya Idul Adha
Hari Raya Natal













BAB IV

PENUTUP

Kurikulum 2013 ini merupakan kurikulum pendidikan dasar yang disusun oleh Tim
Pengembang Kurikulum SMP Muhammadiyah Banjarbaru yang isinya memuat tentang Tujuan
Pendidikan, Visi, Misi, Tujuan SEkolah, Struktur dan Muatan Kurikulum, Mata pelajaran Wajib,
Ektrakurikuler, Pengaturan Beban Belajar, Ketuntasan Beban Belajar, Penilaian, Kriteria
Kenaikan Kelas dan Kelulusan, Kalender Pendidikan, dengan harapan dapat dijadikan pedoman
dan pegangan untuk pendidik dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah
Kurikulum SMP Muhammadiyah Banjarbaru Tahun Pelajaran 2013/2014 penyusunannya
berpedoman pada Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pengelolaan Pendidikan
serta Panduan Penyusunan Kurikulum 2013 yang disusun oleh BSNP.
Kurikulum 2013 SMP Muhammadiyah Banjarbaru ini diperuntukkan kepada semua warga
sekolah, terutama peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan. Kurikulum 2013 SMP
Muhammadiyah merupakan serangkaian kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembelajaran yang
lebih berorientasi pada peserta didik, dan penilaian yang bersifat komprehensif. Perencanaan di
tingkat satuan pendidikan pada intinya adalah melakukan penguatan dalam penyusunan
kurikulum di tingkat SMP Muhammadiyah Banjarbaru, seperti menetapkan visi, misi, tujuan,
melihat potensi sekolah, peluang dan tantangan struktur kurikulum dan muatan kurikulum,
pengelolaan penilaian, penentuan KKM, petunjuk pengisian rapor, criteria kenaikan kelas,
kelulusan dan kalender akademik. Keseluruhan perencanaan sekolah yang bertitik tolak dari
melakukan analisis kekuatan dan kebutuhan sekolah akan dapat dihasilkan program pendidikan
yang lebih terarah yang tidak semata-mata berupa penguatan ranah pengetahuan dan
keterampilan melainkan juga sikap prilaku yang akhirnya dapat membentuk ahklak budi luhur.

Penyajian pembelajaran yang bernuansa belajar aktif menjadi perhatian terutama dalam
membelajarkan peserta didik. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami
harapkan dari semua pihak pemerhati, pelaksana pendidikan untuk kesempurnaan yang akhirnya
dapat memberikan pencerahan pelaksanaan di tingkat sekolah. Selanjutnya diharapkan kualitas
produk peserta didik yang memiliki ahklak budi mulia sebagai pencerminan bangsa yang besar.