Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Proses penuaan pasti terjadi baik perempuan maupun laki-laki, juga
pada semua makhluk hidup. hingga kini belum ditemukannya cara untuk
mencegah proses penuaan. Penyebab penuaan adalah mulai berkurangnya
proses pertumbuhan, pembelahan sel, dan berkurangnya proses metabolisme
tubuh. Akibatnya, terjadi gangguan terhadap kulit, selaput lendir, tulang,
sistem pembuluh darah, aliran darah, metabolisme vitamin, dan fungsi otak.
Masalah kesehatan yang berhubungan dengan gangguan sistem
endokrin terjadi sepanjang siklus kehidupan. Sistem endokrin penting untuk
mempertahankan dan mengatur fungsi vital tubuh, misalnya stress, tumbuh
kembang, homeostasis, reproduksi, dan metabolisme energi. Salah satu
penyakit yang terdapat pada sistem endokrin yaitu diabetes militus. Diabetes
melitus DM! merupakan keadaan yang seringkali dikaitkan dengan
meningkatnya risiko kesakitan dan kematian. "anjut usia lansia! yang
menderita DM seringkali juga mengalami penyakit lainnya, ketidakmampuan
fisik, gangguan psikososial dan fungsi kognisi, serta meningkatnya pelayanan
kedokteran. Pada akhirnya, komplikasi yang terjadi akan mempengaruhi
kualitas hidup lansia.
Prevalensi DM sebesar #$,%& didapatkan pada kelompok usia '(-)(
tahun dan lansia *anita memiliki prevalensi lebih tinggi dari lansia pria.
+ata-rata skor domain kondisi lingkungan lebih tinggi pada lansia yang tidak
menderita DM dan rata-rata skor kesehatan fisik lebih tinggi pada lansia yang
menderita obesitas. Semakin besar indeks massa tubuh maka skor domain
kesehatan fisik akan semakin meningkat secara drastis.
1
B. Rumusan Masalah
#. ,agaimanakah perubahan fisik sistem endokrin-metabolik pada lansia.
B. Tujuan
#. Mengetahui perubahan fisik sistem endokrin-metabolik pada lansia.
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Proses Menua paa S!stem Enokr!n
/ampir semua proses dan pengeluaran hormon dipengaruhi oleh
en0im dan en0im ini dipengaruhi oleh proses menua. ,erdasarkan klirens
hormon yang melambat dapat ditemukan kadar hormon naik meskipun tak
diikuti gejala maupun tanda klinik 1reen, #2%$!.
Sama dengan sel lain, kelenjar endokrin dapat mengalami kerusakan
yang bersifat age-related cell loss, fibrosis, infiltrasi limfosit, dsb. Perubahan
karena usia pada reseptor hormon, kerusakan permeabilitas sel, dapat
menyebabkan perubahan respon inti sel terhadap kompleks hormon-reseptor.
Semua jenis penyakit hormonal dapat terjadi pada usia lanjut namun
bentuk disfungsi ini tidak sekhas seperti pada orang muda atau de*asa. 3ustru
inilah yang harus kita kenali /odkinson, #2)'!.
Pada manusia, defisiensi 1/ Grouth Hormon! atau pada proses
menua akan ditandai dengan penurunan sintesis protein, penurunan Lean
Body Mass dan Bone Mas, dan kenaikan presentase kenaikan tubuh. sekresi
1/, kadar 415-# dan 415,P-6 menurun dengan usia. ,agaimana
hubungannya secara pasti belum diketahui. Pemberian 1/ pada usia lanjut
dengan 415-# rendah akan meninggikan kadar 415-#, retensi nitrogen, Lean
Body Mass, mengurangi lemak tubuh tetapi tak mempengaruhi densitas
tulang. 7ntuk *aktu sekarang pemberian jangka pendek hanya ditolerin pada
usia lanjut yang menderita penyakit katabolik, salah makan, kebakaran, cach
e8ia, dsb 9orpas, #226!.
:rgan-organ yang berperan dalam sistem endokrin adalah ;
#. /ipotalamus
3
<. =elenjar hipofisis
6. =elenjar tiroid
>. =elenjar paratiroid
$. Pankreas
'. =elenjar adrenal
). 1onad testis dan ovarium!
B. Struktur S!stem Enokr!n
=elenjar eksokrin melepaskan sekresinya kedalam duktus pada
permukaan tubuh seperti kulit, atau organ internal, seperti lapisan traktus
intestinal. =elenjar endokrin termasuk hepar, pankreas kelenjar eksokrin dan
endokrin!, payudara, dan kelenjar lakrimalis untuk air mata. Sebaliknya,
kelenjar endokrin melepaskan sekresinya langsung ke dalam darah.
". Peru#ahan S$stem Enokr!n paa Lans!a
#. Produksi dari hampir semua hormon menurun.
<. Pituitari; Pertunbuhan hormon ada tetapi lebih rendah dan hanya didalam
pembuluh darah, berkurangnya produksi dari A9?/, ?S/, 5S/, dan "/.
6. Menurunnya aktifitas tiroid, menurunnya ,M+ Basal Metabolic Rate!,
dan menurunnya daya pertukaran 0at.
>. Menurunnya sekresi hormon kelamin, misalnya; progesteron, estrogen,
dan testoteron.
$. Penurunan kemampuan mendeteksi stres.
'. =onsentrasi glukosa darah meningkat dan tetap naik lebih lama
dibandingkan dengan orang yang lebih muda.
). 5ungsi paratiroid dan sekesinya tak berubah.
%. Penurunan kadar esterogen dan peningkatan kadar follicle stimulating
hormone selama menopause, yang menyebabkan thrombosis dan
osteoporosis.
2. Penurunan kadar aldosteron serum sebanyak $(&.
#(. Penurunan laju sekresi kortisol sebanyak <$&.
4
D. %angguan Enokr!n $ang umum terja! paa Lans!a
&. Menopouse
Dalam ,a0iad <((6!, menopouse adalah berhentinya haid.
Menopouse menurut pengertian a*am adalah perubahan masa muda ke
masa tua. ,erhentinya haid sebagai akibat tidak berfungsinya ovarium
merupakan peristi*a dan bukan satu periode *aktu. Di 4ndonesia
monepouse terjadi antara >2-$( tahun. Periode mendahului menopouse
ditandai oleh perubahan somatif dan psikologik. /al tersebut
mencerminkan perubahan normal yang terjadi di ovarium. Meskipun ada
gejala atau keluhan, periode ini sering dilupakan oleh pasien maupun
dokter. 1ejala yang paling sering terjadi pada masa transisi pra-menopouse
ini adalah haid yang tidak teratur.
Menopause dibagi menjadi <, yaitu ;
- Menopause dini ; Menopause yang terjadi sebelum usia >( tahun.
- Menopause buatan ; Merupakan akibat dari campur tangan medis yang
menyebabkan berkurangnya atau berhentinya pelepasan hormon oleh
ovarium.
a. @tiologi menopause
- Alami; semakin tua, folikel *anita makin resisten terhadap stimulasi
hormon gonadotropin dan reaksi umpan balik negatif terhadap
hipotalamus. Akibatnya 5S/ dan "/ di darah akan naik dan
berakibat stimulasi stromal terhadap ovarium. =adar estrogen dan
progesteron pun menurun. Akhirnya terjadi feedback negatif dengan
peningkatan 5S/ dari kalenjar hipofise. ?ubuh pun bereaksi dengan
menopause.
- ,uatan; Akibat tindakan bedah surgical menopause! atau
pengobatan kanker medical menopause) Sehingga perlu dilakukan
operasi pengangkatan indung telur- ovarium.
5
b. 1ejala-gejala menopause
- /ot flashes; Merupakan perasaan panas yang muncul sebentar dan
membuat *ajah serta leher memerah. Selain itu, bisa juga
menyebakan munculnya bintik merah di dada, punggung dan lengan.
=ondisi ini kemungkinan diikuti oleh keringat dan perasaan dingin.
- Aagina menjadi kering.
- 1ejala psikis dan emosional.
- Pusing, kesemutan, dan jantung berdebar.
- /ilangnya kendali terhadap kandung kemih.
- Peradangan kandung kemih atau vagina.
- Penyakit jantung dan pembuluh darah.
'. (steoporos!s Pr!mer
:steoporosis primer sering menyerang *anita paska menopause
dan juga pada pria usia lanjut dengan penyebab yang belum diketahui.
a. :steoporosis postmenopausal terjadi karena kekurangan estrogen
hormon utama pada *anita!, yang membantu mengatur pengangkutan
kalsium ke dalam tulang pada *anita. ,iasanya gejala timbul pada
*anita yang berusia di antara $#-)$ tahun, tetapi bisa mulai muncul
lebih cepat ataupun lebih lambat.
6
b. :steoporosis senilis kemungkinan merupakan akibat dari kekurangan
kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan
diantara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang yang
baru. enilis berarti bah*a keadaan ini hanya terjadi pada usia lanjut.
Penyakit ini biasanya terjadi pada usia diatas )( tahun dan < kali lebih
sering menyerang *anita. Banita seringkali menderita osteoporosis
senilis dan postmenopausal.
). Anropouse
Dalam ,a0iad <((6!, pada laki-laki tua, testis masih berfungsi
memproduksi sperma dan hormon testosteron meskipun jumlahnya tidak
sebanyak usia muda. Pada laki-laki dengan meningkatnya usia produksi
testosteron turun perlahan-lahan, sehingga membuat definisi andropouse
pada laki-laki sedikit sulit. =adar hormon testosteron sampai dengan usia
$$-'( tahun relatif stabil dan baru setelah usia '( tahun terjadi penurunan
yang berarti.
Meskipun kadar testosteron darah turun, keluhan tidak segera
muncul. =eluhan dapat muncul setelah beberapa tahun kemudian.
Dalam ,a0iad <((6!, 1ejala klinis andropouse antara lain;
a. 1ejala vasomotorik; gejolak panas, berkeringat, susah tidur, gelisah,
dan takut.
b. 1ejala yang berkaitan dengan aspek virilitas; kurang tenaga,
berkurangnya massa otot, bulu-bulu rambut seksual berkurang,
penumpukan lemak di perut, dan osteoporosis.
7
c. 1ejala yang berhubungan dengan fungsi kognitif dan suasana hati;
mudah lelah, menurunnya aktivitas tubuh, rendahnya motivasi,
berkurangnya ketajaman mental-intuisi, depresi hilangnya rasa percaya
diri dan menghargai dirinya sendiri.
d. 1ejala yang berhubungan dengan masalah seksual; turunnya libido,
menurunnya aktivitas seksual, kualitas orgasme menurun, berkurangnya
kemampuan ereksi, dan berkurangnya volume ejakulasi.
*. D!a#etes Mel!tus
Diabetes melitus merupakam suatu penyakit kekurangan atau
resistensi insulin yang kronis. Diabetes mellitus ditandai dengan gangguan
metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Peranan insulin di tubuh
adalah untuk mengangkut glukosa ke dalam sel untuk bahan bakar atau
simpanan glikogen.
=arena insiden DM meningkat seiring pertambahan usia, profesional
pera*atan kesehatan yang mera*at lansia harus memiliki pemahaman
yang lengkap mengenai penyakit ini.
Diabetes terbagi dalam < bentuk ;
- Diabetes tipe # ; yang tergantung pada insulin.
- Diabetes tipe < ; yang tidak tergantung pada insulin, pada lansia
diabetes tipe < terhitung sebanyak 2(& kasus.
Diabetes Melitus tipe <
Seiring pertambahan usia,sel-sel tubuh menjadi lebih resisten
terhadap insulin, yang mengurangi kemapuan lansia untuk memetabolisme
glukosa. Selain itu pelepasan insulin dari sel beta pancreas berkurang dan
melambat. /asil dari kombinasi proses ini adalah hiperglikemia. Pada
lansia konsentrasi glukosa yang mendadak dapat meningkatkan dan lebih
memperpanjang hiperglikemia.
8
a. ?anda dan gejala
#! Penurunan berat badan dan kelelahan tanda dan gejala klasik pada
lansia!.
<! =ehilangan selera makan.
6! Penurunan penglihatan.
>! +etinopati atau pembentukan katarak. !atatan " lansia mungkin
tidak mengalami polidipsi karena mekanisme haus lansia kurang
efektif.
+. T!rotoks!kos!s
/ipertiroidisme adalah produksi dan pelepasan hormon tiroid yang
berlebihan. 4stilah yang hampir sama, tirotoksikosis, menunjukkan
kompleks biokimia dan fisiologi yang terjadi ketika jaringan memiliki
jumlah hormon tiroid yang berlebihan. Prevalensi tirotoksikosis pada
lansia adalah sekitar <&. Sekitar#$& dari semua pasien tirotoksikosis
berusia lebih dari '( tahun.
Patofisiologi hipertiroidisme pada lansia tidak terlalu berbeda, tetapi
beberapa manifestasi klinis mungkin lebih tertutupi atau bahkan berbeda
secara dramatis. :rang yang lebih muda yang mengalami tirotoksikosis
mengalami peningkatan kadar ?
6
dan ?
>
, yang pada lansia mungkin
memiliki peningkatan kadar ?
6
atau

?
6
yang terisolasi. :rang yang berusia
'( tahun atau lebih dapat mengalami hipertiroidisme apatetik. "ansia
tersebut tidak memiliki motifasi untuk makan, bergerak, atau berinteraksi
dengan orang lain. Sayangnya, banyak orang dengan tirotoksikosis aptetik
salah didiagnosa bah*a ia mengalami depresi berat.
1ejala yang muncul diantaranya;
a. ?akikardia
b. Peningakatan kecepatan respirasi dan dispnea
c. 4kterus
d. "abilitas emosional
e. 4ntoleransi glukosa akibat meningkatnya metabolisme insulin
9
,. -r!s!s T!rotoks!k
Pera*at harus *aspada terhadap kemungkinan krisis tirotoksik atau
badai tiroid. /al ini merupakan eksaserbasi yang eksterm dari hipertiroid
berat. /al ini biasanya terjadi pada pasien yang belum didiagnosis dan
pada mereka dengan tirotoksikosis yang tidak di tangani. Pasien yang tidak
dapat atau tidak akan menggunakan obat-obat anti tiroid secara rutin
berisiko tingi. =risis tirotoksis dapat terjadi akibat peningkatan jumlah
hormon tiroid dan katekolamin.
Stresor fisiologis umum, yang dapat memicu kondisi tersebut
termasuk infeksi, diabetik ketoasidosis, ddan masalah psikososial seperti
masalah keluarga dan pekerjaan. =risis tirotoksik dapat terjadi sebagai
komplikasi sebagai hipertiroid apatetik ketika lansia yang apatetik dan
anoreksia dengan takikardia mengalami gagaljantung kongestif, menjadi
somnolen dan jatuh kedalam koma.
.. H!pot!ro!!sme
=ondisi klinis yang disebut hipotiroidisme berasal dari suatu
defisiensi produk hormon tiroidm ?
6
dan ?
>,
yang kemungkinan disebabkan
oleh hilangnya atau atrofi jaringan tiroid. /ipotiroidisme meningkat
seiring penuaan dan lebih umum terjadi pada *anita. Sekitar >$& kelenjar
tiroid dari *anita yang berusia lebih dari '( tahun menunukkan tanda-
tanda tiroiditis. /ipotiroidisme mungkin juga berhubungan dengan
stimulasi tiroid yang tidak mencukupi sebagai akibat dari penyakit
hipotalamus. =urangya thiroidreleasing hormone ?+/! yang diekresikan
dari hipotalamus, yang mengurangi jumlah ?S/.
Patologi hipofisis anterior juga dapat menyebabkan pengurangan
?S/. =arena banyak tanda dan gejala hipotiriod tidak spesifik, pengenalan
dini terjadi kurang seringa pada lansia. /ipotiroidisme merupakan
penyakit akibat peniuaan yang lebih sering terjadi pada usia lanjut. "ansia
mungkin tidak siap didiagnosis karena banyak sekali masalah yang terjadi
10
pada usia lanjut kehidupan yang dapat dikacaukan oleh penuaan yang
normal atau penyakit lain yang terjadi karena penuaan. :leh karena itu,
semua orang yang berusia lebih dari $( tahun harus melakukan penapisan
ketidak normalan.
1ejala yang muncul diantaranya;
a. +ambut kering dan rapuh
b. =uku rapuh
c. Miksedemia penampilan *ajah yang gemuk!
d. =aku dan nyeri otot karena infiltrasi otot-otot oleh cairan
e. =eterlambatan reflek tendon
f. @fusi pleura akibat dari peningkatan mukopoli sakarida
g. /ipoglikemia
h. "etargi dan somnolen
i. anemia
11