Anda di halaman 1dari 5

ADAPTASI TANAMAN TERHADAP

CEKAMAN SALINITAS
Disusun Oleh:
MIFTAHUL ROHMAH S (11030200!"
ARINA MANA SIKANA (110302022"
M# RIF$U RI%ALD& (11030220'"
DE(& ENNI PRIATNA (110302212"
UNI)ERSITAS NE*ERI SURA(A&A
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PEN*ETAHUAN ALAM
+URUSAN (IOLO*I
PRODI (IOLO*I
201
A# PEN*ERTIAN CEKAMAN SALINITAS
Stres (cekaman) biasanya didefinisikan sebagai faktor luar yang tidak menguntungkan
yang berpengaruh buruk terhadap tanaman (Fallah, 2006).
Menurut idayat (2002), pada umumnya cekaman lingkungan pada tumbuhan
dikelompokkan men!adi dua, yaitu" (#) cekaman biotik, terdiri dari kompetisi intra spesies
dan antar spesies, infeksi oleh hama dan penyakit, dan (2) cekaman abiotik berupa suhu
(tinggi dan rendah), air (kelebihan dan kekurangan), radiasi (ultra$iolet, infra merah, dan
radiasi mengionisasi), kimia%i (garam, gas, dan pestisida), angin, dan suara.
Salinitas adalah salah satu cekaman abiotik utama yang berpengaruh buruk terhadap
produkti$itas dan kualitas tanaman. Stres garam ter!adi dengan terdapatnya salinitas atau
konsentrasi garam&garam terlarut yang berlebihan dalam tanaman. Stres garam ini umumnya
ter!adi dalam tanaman pada tanah salin. Stres garam meningkat dengan meningkatnya
konsentrasi garam hingga tingkat konsentrasi tertentu yang dapat mengakibatkan kematian
tanaman. 'aram&garam yang menimbulkan stres tanaman antara lain ialah (a)l, (aS*
+
,
)a)l
2
, MgS*
+
, Mg)l
2
yang terlarut dalam air (Sipayung, 2006). Stres akibat kelebihan (a
,
dapat mempengaruhi beberapa proses fisiologi dari mulai perkecambahan sampai
pertumbuhan tanaman (Fallah, 2006).
Menurut -etani .ahid (2006), kemasaman tanah merupakan kendala paling inherence
dalam pengembangan pertanian di lahan sulfat masam. /anaman tumbuh normal (sehat)
umumnya pada ph 0,0 untuk tanah gambut dan p 6,0 untuk tanah mineral karena pada p
1200cm dari permukaan tanah. -ada kebanyakan spesies, pengaruh !enis&!enis garam
umumnya tidak khas terhadap tumbuhan tanaman tetapi lebih tergantung pada konsentrasi
total garam.
Salinitas tidak ditentukan oleh garam (a )l sa!a tetapi oleh berbagai !enis garam yang
berpengaruh dan menimbulkan stres pada tanaman. 3alam konteks ini tanaman mengalami
stres garam bila konsentrasi garam yang berlebih cukup tinggi sehingga menurunkan
potensial air sebesar 0,00 4 0,# Mpa. Stres garam ini berbeda dengan stres ion yang tidak
begitu menekan potensial air (5e%it, dalam Sipayung, 2006).
/oleransi terhadap salinitas adalah beragam dengan spektrum yang luas diantara spesies
tanaman mulai dari yang peka hingga yang cukup toleran. Follet et al, (#67# dalam Sipayung,
2006) menga!ukan lima tingkat pengaruh salinitas tanah terhadap tanaman, mulai dari tingkat
non&salin hingga tingkat salinitas yang sangat tinggi, seperti diberikan pada /abel #.
T,-el 1# Pen.,/uh Tin.0,1 S,lini1,s 1e/h,2,3 T,n,4,n
Tin.0,1 S,lini1,s K5n2u01i6i1,s (44h5s" Pen.,/uh Te/h,2,3 T,n,4,n
(on Salin 0 4 2 3apat diabaikan
8endah 2 4 + /anaman yang peka terganggu
Sedang + 4 7 9ebanyakan tanaman terganggu
/inggi 7 4 #6 /anaman yang toleran belum terganggu
Sangat /inggi 2 #6 anya beberapa !enis tanaman toleran yang
dapat tumbuh
9elebihan (a)l atau garam lain dapat mengancam tumbuhan karena dua alasan.
-ertama, dengan cara menurunkan potensial air larutan tanah, garam dapat menyebabkan
kekurangan air pada tumbuhan meskipun tanah tersebut mengandung banyak sekali air. al
ini karena potensial air lingkungan yang lebih negatif dibandingkan dengan potensial air
!aringan akar, sehingga air akan kehilangan air, bukan menyerapnya. 9edua, pada tanah
bergaram, natrium dan ion&ion tertentu lainnya dapat men!adi racun bagi tumbuhan !ika
konsentrasinya relati$e tinggi. Membran sel akar yang selektif permeabel akan menghambat
pengambilan sebagian besar ion yang berbahaya, akan tetapi hal ini akan memperburuk
permasalahan pengambilan air dari tanah yang kaya akan :at terlarut ()ampbell, 200;).
Salinitas menekan proses pertumbuhan tanaman dengan efek yang menghambat
pembesaran dan pembelahan sel, produksi protein serta penambahan biomass tanaman.
/anaman yang mengalami stres garam umumnya tidak menun!ukkan respon dalam bentuk
kerusakan langsung tetapi pertumbuhan yang tertekan dan perubahan secara perlahan. 'e!ala
pertumbuhan tanaman pada tanah dengan tingkat salinitas yang cukup tinggi adalah
pertumbuhan yang tidak normal seperti daun mengering di bagian u!ung dan ge!ala khlorosis.
'e!ala ini timbul karena konsentrasi garam terlarut yang tinggi menyebabkan menurunnya
potensial larutan tanah sehingga tanaman kekurangan air. Sifat fisik tanah !uga terpengaruh
antara lain bentuk struktur, daya pegang air dan permeabilitas tanah.
-ertumbuhan sel tanaman pada tanah salin memperlihatkan struktur yang tidak normal.
-enyimpangan yang ter!adi meliputi kehilangan integritas membran, kerusakan lamella,
kekacauan organel sel, dan akumulasi 9alsium *ksalat dalam sitoplasma, $akuola, dinding
sel dan ruang antar sel. 9erusakan struktur ini akan mengganggu transportasi air dan mineral
hara dalam !aringan tanaman (Maas dan (ieman, dalam Sipayung, 2006). <anyak tumbuhan
dapat berespon terhadap salinitas tanah yang memadai dengan cara menghasilkan :at terlarut
kompatibel, yaitu senya%a organic yang men!aga potensial air larutan tanah, tanpa menerima
garam dalam !umlah yang dapat men!adi racun. (amun demikian, sebagian besar tanaman
tidak dapat bertahan hidup menghadapi cekaman garam dalam !angka %aktu yang lama
kecuali pada tanaman halofit, yaitu tumbuhan yang toleran terhadap garam dengan adaptasi
khusus seperti kelen!ar garam, yang memompa garam keluar dari tubuh mele%ati epidermis
daun ()ampbell, 200;).
(# FAKTOR7FAKTOR &AN* MEMPEN*ARUHI CEKAMAN SALINITAS
9adar garam yang tinggi pada tanah menyebabkan tergganggunya pertumbuhan,
produkti$itas tanaman dan fungsi&fungsi fisiologis tanaman secara normal, terutama pada
!enis&!enis tanaman pertanian. Salinitas tanah menekan proses pertumbuhan tanaman dengan
efek yang menghambat pembesaran dan pembelahan sel, produksi protein, serta penambahan
biomass tanaman. /anaman yang mengalami stres garam umumnya tidak menun!ukkan
respon dalam bentuk kerusakan langsung tetapi dalam bentuk pertumbuhan tanaman yang
tertekan dan perubahan secara perlahan (Sipayung, 200;). 3alam F=* (2000) di!elaskan
bah%a garam&garaman mempengaruhi pertumbuhan tanaman umumnya melalui" (a)
keracunan yang disebabkan penyerapan unsur penyusun garam yang berlebihan, (b)
penurunan penyerapan air dan (c) penurunan dalam penyerapan unsur&unsur hara yang
penting bagi tanaman.
C# RESPON TANAMAN TERHADAP CEKAMAN SALINITAS
/anaman memiliki mekanisme dalam mengatasi stress akibat garam. /anaman yang
toleran memiliki 2 mekanisme dalam mengatasi kelebihan garam yaitu salt includers dan salt
excluders. Salt excluders mencegah agar garam tidak sampai ke ta!uk dalam kosentrasi yang
tinggi. 'aram yang diserap dalam !umlah yang tinggi di reabsorb kembali dari !aringan
>ylem kemudian disimpan atau dikeluarkan kembali ke dalam tanah. Sedangkan salt
includers melakukan mekanismenya dengan menyimpan se!umlah besar garam ke dalam
bagian&bagian tertentu tubuhnya seperti dalam $akuola sel mesofil. 9ebanyakan !enis salt
includers ini adalah tanaman sukulen. <eberapa tanaman !uga memiliki kelen!ar khusus pada
daun yang mampu mengeluarkan garam dalam kosentrasi yang tinggi.
Menurut Sipayung (200;) secara garis besar respon tanaman terhadap salinitas dapat
dilihat dalam dua bentuk adaptasi yaitu dengan mekanisme morfologi dan mekanisme
fisiologi.
Mekanisme morfologi
<entuk adaptasi morfologi dan anatomi yang dapat diturunkan dan bersifat unik dapat
ditemukan pada !enis halofita yang mengalami e$olusi melalui seleksi alam pada ka%asan
huta pantai dan ra%a&ra%a asin. Salinitas menyebabkan perubahan struktur yang
memperbaiki keseimbangan air tanaman sehingga potensial air dalam tanaman dapat
mempertahankan turgor dan seluruh proses bikimia untuk pertumbuhan dan akti$itas yang
normal. -erubahan struktur meliputi ukuran daun yang lebih kecil, stomata yang lebih kecil
per satuan luas daun, peningkatan sukulensi, penebalan kutikula dan lapisan lilin pada
permukaan daun, serta lignifikasi akar yang lebih a%al (aryadi dan ?ahya, #677 dalam
Sipayung, 200;).
Mekanisme Fisiologi
<entuk adaptasi dengan mekanisme fisiologi terdapat dalam beberapa bentuk, antara
lain" osmoregulasi (pengaturan potensial osmose), k543,/1e4en1,si 2,n se0/esi .,/,48
se/1, in1e./i1,s 4e4-/,n#
DAFTAR PUSTAKA
=dinugraha8 H,42,n A24,# 2013# Respon Pertumbuhan Tanaman terhadap Cekaman
Salinitas Tanah. http"@@forestryinformation.%ordpress.com@20#;@0#@#7@respon&
pertumbuhan&tanaman&terhadap&cekaman&salinitas&tanah@. 3iakses pada tanggal
## Maret 20#+.
Firman. 20#;. Makalah Adaptasi Tumbuhan terhadap Cekaman Fisiologis.
http"@@firmanbiotik.blogspot.com@20#;@06@makalah&adaptasi&tumbuhanterhadap&
cekaman&fisiologis.html. 3iakses pada tanggal ## Maret 20#+.