Anda di halaman 1dari 6

Jurnal Penggunaan Gelelombang Mikro pada Radar Teknik Elektro

Juni 2014 Politeknik Negeri Malang




Page 1


PENGGUNAAN GELOMBANG MIKRO PADA RADAR
Ariska Rahmatillah (10/1241160066) dan Reza Aulia (20/1241160046)
JARINGAN TELEKOMUNIKASI DIGITAL, TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
ABSTRAKSI
Dewasa kini penerapan gelombang mikro sudah banyak berkembang didukung
dengan penemuan baru yang membantu dalam berbagai kebutuhan manusia. Salah satunya
adalah Radar , Radar adalah singkatan dari Radio detection and Ranging teknologi ini
digunakan untuk kebutuhan militer , navigasi dan lain - lain. Radar merupakan obyek sistem
deteksi yang menggunakan gelombang elektromagnetik yaitu gelombang micro untuk
mengidentifikasi jangkauan, ketinggian, arah, atau kecepatan tetap baik bergerak dan objek.
Pantulan / refleksi ketika gelombang radio tersebut mengenai suatu obyek. Jarak dari obyek
tersebut ditentukan. Radar merupakan suatu alat yang dipancarkan ke angkasa akan diterima
kembali setelah suatu benda diangkasa menyebabkan dengan mengukur waktu ketika
gelombang mikro dipancarkan kemudian diterima kembali oleh antena receiver. Konsep
radar adalah mengukur jarak dari sensor ke target. Ukuran jarak tersebut didapat dengan cara
mengukur waktu yang dibutuhkan gelombang elektromagnetik selama penjalarannya mulai
dari sensor ke target dan kembali lagi ke sensor.

Kata kunci : Radar , Gelombang elektromagnetik , gelombang mikro
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendeteksian keberadaan suatu benda
dengan menggunakan
gelombang elektromagnetik pertama kali
diterapkan oleh Christian Hlsmeyer pada
tahun 1904. Bentuk nyata dari
pendeteksian itu dilakukan dengan
memperlihatkan kebolehan gelombang
elektromagnetik dalam mendeteksi
kehadiran suatu kapal pada cuacayang
berkabut tebal. Namun di kala itu,
pendeteksian belum sampai pada
kemampuan mengetahui jarak kapal
tersebut. Di tahun 1921, Albert Wallace
Hull menemukan magnetronsebagai tabung
pemancar sinyal/transmitter yang efisien.
Kemudian transmitter berhasil ditempatkan
pada kapal kayu dan pesawat terbang
untuk pertama kalinya secara berturut-turut
oleh A. H. Taylor dan L. C. Young di
tahun 1922 dan L. A. Hyland dari
Laboratorium Riset kelautan Amerika
Serikat di tahun 1930.
Istilah radar sendiri pertama kali
digunakan pada tahun 1941, menggantikan
istilah dari singkatan Inggris RDF (Radio
Directon Finding), namun perkembangan
Jurnal Penggunaan Gelelombang Mikro pada Radar Teknik Elektro
Juni 2014 Politeknik Negeri Malang


Page 2


radar itu sendiri sudah mulai banyak
dikembangkan sebelum Perang Dunia II
oleh ilmuwan dari Amerika, Jerman,
Prancis dan Inggris. Dari sekian banyak
ilmuwan, yang paling berperan penting
dalam pengembangan radar adalah Robert
Watson-Watt asal Skotlandia, yang mulai
melakukan penelitiannya mengenai cikal
bakal radar pada tahun 1915. Di tahun
1920-an, ia bergabung dengan bagian radio
National Physical Laboratory. Di tempat
ini, ia mempelajari dan mengembangkan
peralatan navigasidan juga menara radio.
Watson-Watt menjadi salah satu orang
yang ditunjuk dan diberikan kebebasan
penuh oleh Kementrian Udara dan
Kementrian Produksi Pesawat Terbang
untuk mengembangkan radar. Watson-
Watt kemudian menciptakan radar yang
dapat mendeteksi pesawat terbang yang
sedang mendekat dari jarak 40 mil (sekitar
64 km). Dua tahun berikutnya, Inggris
memiliki jaringan stasiun radar yang
berfungsi untuk melindungi pantainya.
Pada awalnya, radar memiliki
kekurangan, yakni gelombang
elektromagnetik yang dipancarkannya
terpancar di dalam gelombangyang tidak
terputus-putus. Hal ini menyebabkan radar
mampu mendeteksi kehadiran suatu benda,
namun tidak pada lokasi yang tepat.
Terobosan pun akhirnya terjadi di tahun
1936 dengan pengembangan radar
berdenyut (pulsed). Dengan radar ini,
sinyal diputus secara berirama sehingga
memungkinkan untuk mengukur antara
gema untuk mengetahui kecepatan dan
arah yang tepat mengenai target.
Sementara itu, terobosan yang paling
signifikan terjadi di tahun 1939 dengan
ditemukannya pemancar gelombang
mikro berkekuatan tinggi yang
disempurnakan. Keunggulan dari
pemancar ini adalah ketepatannya dalam
mendeteksi keberadaan sasaran, tidak
peduli dalam keadaan cuaca apapun.
Keunggulan lainnya adalah bahwa
gelombang ini dapat ditangkap
menggunakan antena yang lebih kecil,
sehingga radar dapat dipasang di pesawat
terbang dan benda-benda lainnya. Hal ini
yang pada akhirnya membuat Inggris
menjadi lebih unggul dibandingkan
negara-negara lainnya di dunia. Di tahun-
tahun berikutnya, sistem radar berkembang
lebih pesat lagi, baik dalam hal
tingkat resolusi dan portabilitas yang lebih
tinggi, maupun dalam hal peningkatan
kemampuan sistem radar itu sendiri
sebagai pertahanan militer.

1.2 Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah pada jurnal
penggunaan microwave pada radar ini
adalah :
1.Menjelaskan apa itu pengaruh
microwave pada radar
2.Menjelaskan jenis jenis radar
3.Menjelaskan komponen-komponen yang
ada pada system Radar
4.Prinsip kerja Radar
1.3 Batasan masalah

Batasan masalah pada jurnal Radar dan
Navigasi ini adalah :
Jurnal Penggunaan Gelelombang Mikro pada Radar Teknik Elektro
Juni 2014 Politeknik Negeri Malang


Page 3


Jurnal Penggunaan Microwave pada
Radar ini hanya membahas cara prinsip
kerja tidak disertai analisa pengukuran
1.4 Tujuan

Adapun tujuan dari pembuatan jurnal ini
adalah :
Untuk mengetahui pengertian radar
Untuk mengetahui apa saja komponen
dari system radar tersebut
Apa saja jenis jenis radar
Apa saja kegunaan microwave pada radar
Untuk mengetahui kelebihan dan
kekurangan radar

2. LANDASAN TEORI

1. Gelombang mikro
Gelombang mikro (microwaves)
adalah gelombang radio dengan
frekuensi paling tinggi (superhigh
frequency = SHF:), yaitu di atas 3 GHz (3
x 109 Hz). Jika gelombang mikro diserap
oleh sebuah benda, maka akan muncul efek
pemanasan pada benda itu.
Microwave radio gelombang
dengan panjang gelombang mulai dari
sepanjang satu meter untuk sesingkat satu
milimeter, atau ekuivalen, dengan
frekuensi antara 300 MHz (0,3 GHz) dan
300 GHz. Definisi yang luas ini
mencakup UHF dan EHF. (gelombang
milimeter), dan berbagai sumber
menggunakan batas-batas yang berbeda.
Dalam semua kasus, termasuk
microwave band SHF seluruh (3 sampai
30 GHz, atau 10 sampai 1 cm)
minimal, dengan RF engineering sering
menempatkan batas yang lebih rendah
pada 1 GHz (30 cm), dan bagian atas
sekitar 100 GHz (3 mm). cepat rambat
glombang elektromagnetik c = 3 X 10
8
m/s.
2. Radar
2.1.1 Jenis jenis radar
Radar Berdasarkan bentuk gelombang
dibagi menjadi :
Continuous Wave/CW (Gelombang
Berkesinambungan), merupakan radar
yang menggunakan transmitter dan antena
penerima (receive antenna) secara terpisah,
di mana radar ini terus menerus
memancarkan gelombang elektromagnetik.
Radar CW yang tidak termodulasi dapat
mengukur kecepatan radial target serta
posisi sudut target secara akurat. Radar
CW yang tidak termodulasi biasanya
digunakan untuk mengetahui kecepatan
target dan menjadi pemandu rudal (missile
guidance).
Pulsed Radars/PR (Radar
Berdenyut), merupakan radar yang
gelombang elektromagnetiknya diputus
secara berirama.Frekuensi denyut radar
(Pulse Repetition Frequency/PRF) dapat
diklasifikasikan menjadi 3 bagian,
yaitu PRF high, PRF medium dan PRF
low.
2.1.2 Doppler Radar
Doppler radar merupakan jenis radar
yang mengukur kecepatan radial dari
sebuah objek yang masuk ke dalam daerah
tangkapan radar dengan
menggunakan Efek Doppler. Hal ini
dilakukan dengan memancarkan sinyal
microwave (gelombang mikro) ke objek
lalu menangkap refleksinya, dan kemudian
dianalisis perubahannya. Doppler radar
merupakan jenis radar yang sangat akurat
dalam mengukur kecepatan radial. Contoh
Jurnal Penggunaan Gelelombang Mikro pada Radar Teknik Elektro
Juni 2014 Politeknik Negeri Malang


Page 4


Doppler radar adalah Weather Radar yang
digunakan untuk mendeteksi cuaca.

2.1.3 Bistatic Radar
Bistatic radar merupakan suatu jenis
sistem radar yang komponennya terdiri
dari pemancar sinyal (transmitter) dan
penerima sinyal (receiver), di mana
kedua komponen tersebut terpisah. Kedua
komponen itu dipisahkan oleh suatu jarak
yang dapat dibandingkan dengan jarak
target/objek. Objek dapat dideteksi
berdasarkan sinyal yang dipantulkan oleh
objek tersebut ke pusat antena. Contoh
Bistatic radar adalah Passive radar. Passive
radar adalah sistem radar yang mendeteksi
dan melacak objek dengan proses refleksi
dari sumber non-kooperatif pencahayaan di
lingkungan, seperti penyiaran komersial
dan sinyalkomunikasi.

2.2 Sistem Radar

Ada tiga komponen utama yang
tersusun di dalam sistem radar, yaitu
antena, transmitter (pemancar sinyal) dan
receiver (penerima sinyal)
2.2.1 Antena
Antena yang terletak pada radar
merupakan suatu antena reflektor
berbentuk piring parabola yang
menyebarkan energi elektromagnetik dari
titik fokusnya dan dipantulkan melalui
permukaan yang berbentuk parabola.
Antena radar memiliki du akutub
(dwikutub). Input sinyal yang masuk
dijabarkan dalam bentuk phased-
array (bertingkat atau bertahap). Ini
merupakan sebaran unsur-unsur objek
yang tertangkap antena dan kemudian
diteruskan ke pusat sistem radar.
2.2.2 Pemancar sinyal (transmitter)
Pada sistem radar, pemancar sinyal
(transmitter) berfungsi untuk memancarkan
gelombang elektromagnetik melalui
reflektor antena. Hal ini dilakukan agar
sinyal objek yang berada didaerah
tangkapan radar dapat dikenali. Pada
umumnya, transmitter
memiliki bandwidth dengan kapasitas yang
besar. Transmitter juga memiliki tenaga
yang cukup kuat, efisien, bisa dipercaya,
ukurannya tidak terlalu besar dan tidak
terlalu berat, serta mudah dalam hal
perawatannya.
2.2.3 Penerima sinyal (receiver)
Pada sistem radar, penerima sinyal
(receiver) berfungsi sebagai penerima
kembali pantulan gelombang
elektromagnetik dari sinyal objek yang
tertangkap oleh radar melalui reflektor
antena. Pada umumnya, receiver memiliki
kemampuan untuk menyaring sinyal yang
diterimanya agar sesuai dengan
pendeteksian yang diinginkan, dapat
memperkuat sinyal objek yang lemah dan
meneruskan sinyal objek tersebut ke
pemroses data dan sinyal (signal and data
processor), dan kemudian menampilkan
gambarnya di layar monitor (display).

METODE
Prinsip Kerja Microwave pada Radar
Pada transmitter untuk
memancarkan gelombang elektromagnetik
yaitu gelombang micro melalui reflektor
antena. Hal ini dilakukan agar sinyal objek
Jurnal Penggunaan Gelelombang Mikro pada Radar Teknik Elektro
Juni 2014 Politeknik Negeri Malang


Page 5


yang berada didaerah tangkapan radar
dapat dikenali. Lalu jika gelombang
tersebut mengenai suatu object maka
object tersebut akan memantulkan
gelombang tersebut. receiver memiliki
kemampuan untuk menyaring sinyal yang
diterimanya agar sesuai dengan
pendeteksian yang diinginkan, dapat
memperkuat sinyal objek yang lemah dan
meneruskan sinyal objek tersebut ke
pemroses data dan sinyal (signal and data
processor), dan kemudian menampilkan
contoh gambarnya di
layar monitor (display) gbr 1
Seperti gambar di bawah ini :
gbr 1

Pinsip Pengoperasian Radar
Radar pada umumnya beroperasi
dengan menyebar tenaga elektromagnetik
terbatas di dalam piringan antena yang
bertujuan untuk menangkap sinyal dari
benda yang melintas pada daerah
tangkapan yang bersudut 20o 40o.
Ketika suatu benda masuk dalam daerah
tangkapan antena, maka sinyal yang
ditangkap akan diteruskan ke pusat sitem
radar dan akan diproses hingga benda
tersebut nantinya akan tampakdalam layar
monitor/display.
Kode huruf untuk berbagai pita
(bands) yang aslinya dipilih dengan
sewenangwenang oleh militer untuk
meyakinkan keamanan ketika tahap awal
perkembangan teknologi radar. Mereka
terus meneruS didalam penggunaannya
sebagai masalah konvini (kepercayaan).
Kebanyakan imaging radar dioperasi
pada frekuensi antara 1.25 dan 35.2
GHz (24 cm 0.8 cm). Panjang gelombang
sinyal radar menentukan luas (extent) yang
mana gelombang mikro (microwave)
dilemahkan (attenuated)dan/atau
dibubarkan (disperse) oleh atmosfir.
Atmosferik yang serius (serious
atmospheric) adalah typically confined
dengan panjang gelombang yang lebih
pendek, kurang dari 3 cm. Bahkan
pada wavelength ini didalam banyak
kondisi operasi normal, maka atmosfir
hanya slightly (sedikit) melemahkan sinyal.
Diagram di atas menyediakan sebuah
skematik dari panjang relatif dari radars
bands. Tabel di bawah menggariskan band
yang umum digunakan dalam pengideraan
jauh.


KESIMPULAN
Jurnal Penggunaan Gelelombang Mikro pada Radar Teknik Elektro
Juni 2014 Politeknik Negeri Malang


Page 6


Pada radar digunakan gelombang
elektromagnetik yaitu gelombang mikro
karena cepat rambat di udara yang cepat ,
mempunyai pemantulan yang baik dan
tidak memiliki kebisingan.
DAFTAR PUSTAKA
1.http://id.wikipedia.org/wiki/Gelombang_
mikro
2.http://www.scribd.com/doc/180500470/
Gelombang-mikro
3. http://www.wikipedia.o rg
4.Jurnal Purwoko Adhi, Pusat Penelitian
Elektronika dan Telekomunikasi LIPI