Anda di halaman 1dari 79

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb
Salam Sejahtera bagi umatnya .
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Yang Maha Esa atas berkat dan
rahmatnya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Kami pun mengucapkan terima kasih kepada
dr. Lucy sebagai tutr dalam tutrial kami! yang telah memberikan bimbingan dan arahan
sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini adalah sebuah intisari dari hal hal yang telah dipelajari selama tutrial
berlangsung . Makalah ini dibuat supaya kita dapat mengerti lebih dalam tentang bahasan yang
terdapat didalam kasus ke "# dan sebagai acuan pembelajaran kepada kita semua . Semga
makalah ini dapat berman$aat bagi kita semua dan dapat diambil hikmahnya .
Kami sadar makalah ini jauh dari kata % kesempurnaan %! namun mudah mudahan kita
semua dapat meman$aatkannya dengan baik . Kami mengucapkan terima kasih atas perhatiannya
.
April &##'
Penyusun
1
(a$tar )si
Kata Pengantar 1
Daftar isi 2
Anatomi SIstem Reproduksi Wanita 3
Histologi SIstem Reproduksi Wanita 15
Menstruasi 2
Peng!itungan Masa Su"ur 33
#angguan Menstruasi dan Siklusn$a
3%
Hormon&Hormon Seks Wanita 35
'erapi Hormon (strogen 3
D)* 53
Pemeriksaan #inekologi 5+
*leeding 'ime
,
-lotting 'ime +.
'iroid +1
(ndometrial *iopsi ++
H$steros/op$
+
Daftar Pustaka
01
2
Anatomi Sistem Reproduksi Wanita
Organ wanita terdiri: interna dan eksterna
Payudara
Merupakan kelenjar asesris kulit yg ber$ungsi menghasilkan susu
letak * fascia superficialis bag dinding anterior thorax dr costa II-VI beserta cartilagines
costalesnya
+erbentang dr pinggir lateral sternum linea axilaris media
Papilla mammaria kecil! dikelilingi daerah yg gelap , areola mamma - . menggantung
,pendulous-
Setiap payudara memiliki "/0&# lbus tersusun dr radier .berpusat pd papilla mammaria
Saluran utama * ductus lacti$erri! ampulla0papilla mammaria
3
Lbus dipisahkan leh septa $ibrsa dr kulit0$ascia pr$unda ,lapisan pembungkus tt- ber$ungsi
sbg ligamentum suspensrium
. dr glandula mam.dipisahkan leh spatium retrmammaria
1askularisasi*
Arteri berasal dari*
& 2ami intercstalis anterir dari A. +hracica )nterna yakni salah satu cabang A.
Subcla3ia
& A. +hracica Lateralis dan A. +hracacrmialis! yakni cabang A. A4illaris
& A. )ntercstalis Psterir! cabang pars +hracica arta dalam spatial )ntercstalia ))!
)))! dan )1
&
1ena* 1. A4illaris dan 1. +hracica )nterna
Sara$* dari anterir dan lateral cntaneus branches $ )1! 1! 1) dan +hracica! dan akhirnya di
nipel dan arela
Ovarium
5entuk* 3al
%
Si6e* 7 4 & cm
Letak* di depan dinding lateral pel3is! pada lekukan yg disebut $ssa 3arica
(ilekatkan pada bagian belakang ligamentum latum leh mes3arium
5agian ligamentum yang terletak diantara perlekatan mes3arium dan dinding lateral pel3is8 lig.
suspensrium 3arii
93arium juga melekat pada uterus melalui lig. 3arii prpium! yang menghubungkan ujung
prksimal 3arium pad a sudut lateral uterus! tepat kaudal dari tempat masuknya tuba uterina
1askularisasi
Arteri*
& A. 93arica dari pars abdminalis artae melintas ke kaudal dengan menyusuri
dinding abdmen drsal
& (i tepi pel3is A. 93arica menyilang pembuluh iliaca e4terna dan memasuki
Ligamentum Suspensrium 93ari
& A.93arica melepaskan cabang0 cabang ke 93arium melalui Mes3arium dan
melanjut ke medial dalam ligamentum latum uteri untuk memask tube uterine dan
uterus
& Ke dua cabang A. 93arica beranastmis dgn A. :terina
1ena*
1ena meninggalkan 3arium dan membentuk ple4us 3ensus pampini$rmis yang menyerupai
phn anggur dalam ligamentum latum uteri di dekat 3arium dan tuba uterine
Masing0 masing 3ena 3arica berasal dari ple4us 3ensus pampini$rmis dan meninggalkan
pel3is minr bersama arteri 3arica
1ena 3arica kanan naik ke 1. ;a3a )n$erir
1ena 93arica kiri di tamping leh 1. 2enalis kiri
Sara$*
Sara$ dari ple4us 93aricus menurun mengikuti pembuluh 3arica. Pembuluh 93arica
berhubungan dengan ple4us uterine. Serabut parasimpatis dalam ple4us berasal dari ner3us 3agus.
Serabut a$eren dari 3arium memasuki medulla spinalis melalui <. +hracicus =
5
,
Uterus
5entuk * buah pir dan berdinding tebal
Si6e*
0 panjang* > cm
0 lebar* / cm
0 tebal* &! / cm
5agian* $undus! krpus! dan cer3i4
1askularisasi*
Arteri* A. uterine! sebuah cabang dari A. )liaca )nterna! berjalan keatas di sepanjang marg lateralis
uterus di dalam ligamentum !
+
1ena uterine memasuki ligamentum latum uteri bersama A. uterine! membentuk Ple4us 1ensus
:terine,P1:- di kedua sisi ser3i4 uteri. 1ena dari P1: bermuara dalam 1ena )liaca )nterna. Masing0
masing P1: mengadakan hubungan dengan sebuah 1ena 2ectalis Superir! membentuk anastmis
prtal0 sistemik.
Persara$an* ner3i berasal dari Ple4us ?ypgastricus )n$erir,Ple4us Pel3icus-! terutama melalui ple4us
uter3aginalis. Serabut Parasimpatis berasal dari ner3i splanchnia pel3ic ,S&0 S7-. Serabut simpatis
dilepaskan dari Ple4us uter3aginalis. Serabut 3iser0 a$eren terbanyak menaik melalui Ple4us
?ypgastricus dan memasuki medulla Spinalis melalui ner3i thracici =0 =)) dan n. subcstalis ,L"-.
Psisi*
Ante3ersi uterus* sumbu panjang uterus melengkung ke depan terhadap sumbu panjang 3agina
Ante$leksi :terus* sumbu panjang crpus uteri melengkung ke depan setinggi stium
histlgicum uteri internum pada sumbu panjang cer3i4 uteri
Penykng*
0
M. le3atr ani dan ;rpus perineale*
". membentuk lembaran lebar tt di dasar ca3itas pel3is! dan bersama dgn $ascia pel3is yg terdapat
pd permukaan atasnya menjadi penykng e$ekti$ 3iscera pel3is.
&. Sebagian serabut le3atr ani mengadakan inserti pd struktur $ibrmuskular yg dinamakan crpus
perineal.
Tua Uterina
Lkasi*
Letak* pinggir atas lig. Latum
Si6e* panjang sekitar "# cm
Masing0 masing tuba menghubungkan ca3itas peritnealis di regi 3arium dengan ca3as uteri
7 bagian +. uterina*
". )n$undibulum tubae uterinae
&. Ampulla tubae uterinae
@. )smus t. uterinae

7. Pars uterina
Perdarahan*
Arteri* A. uterine merupakan cabang A. )liaca )nterna! sedankan A. 93arica cabang dari arta
abdminalis.
1ena* 3ena tubulus uterine mencurahkan isinya ke dalam 1. :terina dan 1. 93arica.
Persara$an* sebagian dari ple4us 93aricus dan sebagian dari Ple4us :terina. Serabut a$eren di
salurkan ke dalam n. thracici =)0 =))! dan n. lumbalis ".
1.
Ligamentum +rans3ersum cer3icis! Ligamentum Pubser3icale! Ligamentum sarcser3icale*
Ligamenta ini melekat pada ser3i4 dan lekungan 3agina! dan merupakan penykng uterus.
Ligamentum trans3ersum cer3icis * merupakan kndensasi $ibrmuskular $ascia pel3is yg
berjalan menuju cer3i4 uteri dan ujung 3agina dr dinding lateral pel3is.
Ligamentum pubcer3icale * terdiri atas & jar. )kat kuat. Ligamentum ini terletak di kanan.kiri
cllum 3ersicae.
Ligamentum Sacrcer3icale * terdiri dari & pita $ibrmuskular kuat. Ligamen ini membentuk dua
rigi! msing& pd kanan da kiri e4ca3ati rectuterina.
11
!agina dan !u"va
Letak*
Saluran tt yang terbentang ke atas dan ke belakang dari 3ul3a sampai uterus
Panjang* > cm
Paries anterir dan paries psterir
?ubungan*
0 anterir* bagian atas dengan 3esica urinaria dan baAah dengan uretra
0 Psterir* &B@ bgn dgn e4ca3ati rectuterina! "B@ bgn dgn crpus perieale
0 Lateral* bgn dgn ureter! tengah dgn m. le3atr ani dan bag. (gn dia$ragma urgenital
Perdarahan*
Arteri* Pembuluh darah yang mengantar darah kepada bagian cranial 3agina berasal dari A. :terina .
arteri 3aginalis yang memask darah kepada bagian tengah dan bagian 3agina lainnya berasal dari A.
rectalis media dan A. pudenda )nterna.
12
1ena* 1ena 1aginae membentuk Ple4us 1ensus 1aginalis pada sisi 3agina dan dalam membentuk
muksa 3agina. 1ena ini mencurahkan isinya ke dalam 3ena iliaca interna dan berhubungan dengan
Ple4us 1aginalis 1esicalis! Ple4us :terina! dan Ple4us 2ectalis.
Persara$an*
sara$0 sara$ 3agina berasal dari Ple4us :ter3aginalis yang terletak antara kedua lbr ligamentum
latum uteri bersama A. :terina.
Ple4us :ter3aginalis merupakan perluasan Ple4us ?ypgastricus )n$erir ,Ple4us Pel3icus-
Serabut Simpats! Parasimpatis! dan a$eren melintas melalui Ple4us ?ypgastricus )n$erir.
Serabut a$eren terbanyak menaik melalui Ple4us ?ypgastricus ke medulla spinalis melalui <.
+hracica =0=)) dan <. Subcstalis ,+"&-.
13
#isto"ogy Sistem Reproduksi Wanita
1%
93arium
93arium termasuk ke dalam kelenjar ganda!sebab ia mengahsilkan baik getah ekskrin
,sitgenik- maupun getah endkrin. Alat ini berupa bangunan lnjng! menggepeng! berukuran panjang
sekitar 7 cm panjang! lebar & cm! dan ttebal " cm. masing0masing terletak di setiap sisi rahim pada
dinding lateral rngga panggul.satu bagian 3arium melekat pada ligamentum latum melalui sebuah
lipatan peritneal yang disebut mes3arium dan bagian lain lagipada dinding uterus melalui ligamentum
3arii. Permukaaan 3arium diliputi leh selapis jaringan ikat padat yang dinamakan tunika albuginea. (i
baAah tunika albuginea terdapat krteks 3arii. (i bagian dalam terdapat pusat jaringan 3arium yang
sangat 3ascular! yaitu medulla 3arium. +idak ada batas tegas antara krteks dan medulla! dan kedua
bagina ini menyatu. Krteks biasanya dipenuhi leh $likel 3arium dalm berbagai tahap perkembangan!.
15

Pertumbuhan (an Perkembangan Clikel
Clikel primer * sebuah sit diliputi leh selapis sel epitel gepeng.
Lamina basal yang tipis memisahkan $likel dari indung telur.
Sel Dsel $likel membelah membentuk selapis sel kubid ,$likel primer unilaminar-
Sel D sel $likel primer unilaminar berprli$erasi dan membentuk epitel berlapis ,$likel primer
multilaminer-. +erbentuk 6na pelusida! suatu @ lapisan glikprtein yang dihasilkan sit dan sel $likel.
Semakin lama! $likel makin tumbuh! dan mulai terbentuk ruang D ruang berisi cairan! dan ruangan ini
mulai menyatu dan membentuk antrum dan $likel disebut $likel sekunder. +elur dikelilingi leh
sekelmpk sel $likel! terdrng ke salah satu sisi dan membentuk gundukan. Eundukan di tepian ini
dinamakan cumulus $rus. Sel $likel yang langsung berhubungan dengan telur tersusun radier dan
membentukkrna radiata! yang dipisahkan dari telur hany leh 6na pelusida.
Sementara $likel semakin besar! strma disekelilingnya beratur membentuk simpai yaitu teka $likel.
+eka $likel berkembang menjadi & lapisan yaitu lapis dalam dan lapis luar. Lapis dalam terdiri atas sel
strma yang mengembang dan kaya akan pembuluh darah sedangkan lapis luar mengandung serat
klagen yang tersusun padat dan sel berbentuk gelendng yang kemudian tepinya menyatu dengan strma
di sekitarnya
Sebuah $likel de graa$ yang matang bergaris tengah "# mm atau lebih! memenuhi seluruh tebal krteks
indung telur dan menjrk ke medulla. Clikel ini mennjl ke permukaan indung telur. Pada tempat ini!
tunika albuginea dan teka $likel menipis dan disebut stigma. Stigma ini merupakan indikasi 3ulasi
1,
93ulasi
Sel D sel granulsa menghasilkan lebih banyak asam hialurnat dan menjadi lnggar.(inding $likel
menjadi lemah karena degradasi klagen tunika albuginea! iskemia! dan kematian sel ditambah
peningkatan tekanan cairan $likel lalu terjadi 3ulasi.
Setelah terjadi 3ulasi sel0sel $likel yang ditinggal leh sit berubah menjadi krpus luteum. Pada
mulanya! klapsnya dinding $likel sehingga dinding menjadi terlipat. Sejumlah darah masuk! membeku!
disusupi leh jaringan ikat. Lalu Sel granulsa membesar dan disebut sell lutein granulse. Sel teka
interna juga membentuk krpus luteum! dengan menghasilkan sel lutein teka. Lalu terjadi
luteinisasi!luteinisasi yaitu bertran$rmasi membentuk krpus luteum. Sel Dsel $likel berubah menjadi sel
Dsel luteal dengan cara mengalami hipertr$i dan diubah menjadi steridgenik. 5anyak nya simpanan
klesterl di butir0butir lemak di dalam krpus luteum menyababakan jaringan tampak kekuningan.

1+
+ube uterine
Setiap tube uterine panjangnya kurang lebih "& cm dan terbentuk dari 3arium sampai uterus. Satu ujung
tuba uterine bernuara ke dalam uterus! dan ujung lainnya bermuara ke dalam rngga peritneum di dekat
3arium. +ube uterine biasanya dibagi atas 7 bagian*
". )n$undibulum!berbentuk crng di dekat 3arium! dari in$undibulum terjulur tnjlan0tnjlan
mirip jari langsing yang disebut $mbrae yan terdapat dekat sekali pada 3arium.
&. Ampula! bagian terlebar dan terpanjang
@. )smus! lanjutan ampula! langsing dan sempit! menghubungkan ampula dan rahim
7. 5agian interstisial ,intramural-! lanjutan saluran rahim yang menembus dinding rahim
Makin dekat ke rahim! makin tebal dinding buluh sementara itu lumennya makin sempit.
Lapis D lapis dinding buluh rahim *
". Lapis muksa
Lapis muksanya mempunyai banyak lipatan. Epitelnya terdiri atas silindris selapis beberapa sel
bersilia! sedangkan yang lainnya tidak bersilia. Lamina prpia terdiri atas jaringan ikat khusus
yang mengandung tebaran sel berbentuk gelendng. Lapisan ini dipisahkan dari epital leh
lamina basal tipis. Pada bingkai n$undibulum! muksa buluh digantikan leh mestel sersa.
&. Lapis tt
10
Muksa terletak langsung di atas lapis tt yang terdiri atas lapis tt dalam melingkar yang tebal
dan lapis tt luar memanjang yang tipis. Kntraksinya mengahasilkan gelmbang peristaltic!
membantu perpindahan telur menelusuri buluh menuju rngga rahim
@. Sersa
Lipatan peritneum yang terdiri atas jaringan ikat lnggar dengan mestel di permukaannya.
5agian jaringan ikat yang lebih dalam mengandung berkas0berkas lapia tt yang memanjang
Perubahan histlgik selama menstruasi *
+inggi atau tebal epitel pada tube uterina paling besar selama $ase $likular! saat $likel 3arium sedang
mematang dan kadar estrgen yang beredar tinggi.
Sel D sel bersilia hipertr$i! silianya tumbuh. Akti3itas sel sekretris meningkat.
:terus
5agian saluran system reprduksi yang berdinding tebal dan ujungnya mennjl ke dalam bagian atas
3agina.
& bagian utama*
1
". 5agian atas yang melebar disebut badan rahim ,crpus uteri-
&. 5agian baAah yang berbentuk silinder leher rahim ,cer3ik uteri-
5agian leher yang mennjl ke dalam rahim disebut prti 3aginalis. )stilah kubah B $undus digunakan
bagi ujung atas rahim yang membulat! tempat kedua ujung buluh rahim berakhir. )smus adalah bagian
sempit!peralihan dari badan ke leher rahim.
Lapis luar yaitu sersa atau perimetrium
Sersa khas terdiri atas selapis sel mestel ditpang leh jaringan ikat tipis. (i bagian kiri kanan ini
perimetrium ini melanjutkan menjadi ligamentum latum. 5agian setengah baAah permukaan anterir
tempat berhimpitan dengan kandung kemih! tidak mempunyai perimetrium.
Lapis tengah yaitu lapis tt atau mimetrium
(ibedakan @ lapisan tt Aalaupun batas kurang jelas. *
". Lapis tt dalam terutama dibentuk leh serat0serat stratum sub3askular.
&. Lapis tengah yang tebal! seratnya tersusun melingkar dan serng dilengkapi dengan banyak
pembuluh darah disebut stratum 3ascular
@. Lapis tt luar memanjang yang tipis tepat di baAah peritneum disebut stratum supra3askular.
Lapis dalam atau muksa atau endmetrium
+erdiri atas epitel . lamina prpia.
Sel epitel pelapisnya merupakan gabungan selais sel silndris dan sel bersilia.
Faringan ikat lamina prpia kaya akan $ibrblas dan mengandung banyak substansi dasar
& lapisan endmetrium * lapisan basal di bagian basal dan lapisan $ungsinal di dekat lumen. Pada Aanita
tidak hamil! stratum $ungsinale dilepaskan setiap bulan sekali selam menstruasi! menyisakan stratum
basale sebagai sumber sel untuk regenerasi stratum $ungsinale baru.
Paskan arteri ke endmetrium berperan penting selam $ase menstruasi pada siklus haid. Arteri uterine
pada ligamentum latum mencabangkan artei arkuata yang memasuki mimetrium serta berjalan
2.
melingkar. Pembuluh ini dibagi menjadi arteri yang berjalan lurus dan yang berjalan berpilin yang
memask endmetrium. Arteri lurus merupakan arteri pendek dan memask stratum basale endmetrium!
sedangkan arteri spiralis merupakan arteri panjang dan bergelung! dan menuju ke lapisan permukaan
,stratum $ungsinale- endmetrium. 5erbeeda dengan arteri lurus! arteri spiralis sangat sensiti3e terhadap
perubahan kadar hrmne selama siklus menstruasi.
Ser3iks :teri
Lapisan nya terdiri atas epitel selapis sillindris penghasil mukus.
Ser3iks memiliki sedikit serabut tt pls dan terutama jaringan ikat padat
5agian luar ser3iks yang mennjl ke dalam lumen 3agina dilapisi peitel gepeng berlapis
Muksa ser3iks mengandung kelenjar ser3iks! sehingga menghasilkan sekret.

Perubahan ?istlgik uterus selama menstruasiG
Case Prli$erasi
akti3itas mittik sel di lamina prpia meningkat! sehingga lapisan $ungsinal meningkat .
kelenjar uterina berprli$erasi meningkat dan berhimpitan
arteri spiralis mulai tumbuh ke arah permukaan
21
Case Sekresi
endmetrium tetap menebal! menimbun cairan.
kelenjar uterina mengalami hipertr$i dan berkelk
arteri spiralis memanjang dan bergelung
22
Case Menstruasi
3askntriksi! lalu arteri spiralis melebar dan dindingnya pecah! timbul perdarahan ke strma
lapisan $ungsinal terlepas
23
Perubahan ?istlgik Ser3ik :teri Selama menstruasi
Case prli$erasi *
sekresi kelenjar ser3iks uteri encer berair
Case luteal *
sekret kelenjar ser3iks menjadi kental
1agina
Merupakan sarung $ibrmuskular berbatas membrane muksa di permukaannya.
(inding 3agina terdiri atas @ lapisan *
". Lapis muksa
&. Lapis tt
@. Lapis ad3entisia
2%
". Lapis muksa
Muksa mempunyai lipatanmendatar atau ruga dan diliputi epitel berlapis gepeng tanpa
lapisan tanduk. Sel D sel menyintesis glikgen. Epitelnya yang tak dilengkapi kelenjar!
dilumuri lender yang berasal dari ser3iks.
5anyak leuksit dan lim$sit menyebuk epitel teerutama sekitar haid.
(i baAah epitel terdapat lamina prpia! yang merupakan jaringan ikat padat dengan bnayak
serta elastin! leuksit plimr$nukleus! lim$sit dan kadang ndulus lima$atikus.
&. Lapis tt
+erdiri atas berkas tt yang tersusun berjalinan. Lapis dalam tipis dan umumnya berjalan
melingkar. Lapis luar yang tebal berisi serat memanjang.
@. Lapis ad3entisia
Lapis tipis jaringan ikat padat yang berbaur dengan ad3entisia rgan di sekitarnya.
Perubahan ?istlgik 1agina selama Menstruasi
Case $likular * epitel 3agina menebal! akibat stimualsi estrgen
25
Eenitalia Eksterna
+erdiri atas klitris! labia minr! labia mayr!dan beberapa kelenjar yang bermuara ke dalam 3estibulum
Klitris! Labium Mayus! Labium Minr ! 1estibulum
Klitris
+erdiri atas & badan erektil yang berakhir di dalam kepala klitris. (i luarnya diliputi epitel berlapis
gepeng tipis yang dilengkapi dengan ujung sara$ sensrik khusus
Labium Minus
Lipatan muksa yang membentuk dinding lateral 3estibulum. Epitelnya berupa epitel berlapis gepeng dan
bagian tengahnya terdiri atas jaringan ikat yang berlimpah pembuluh darh. Kelenjar sebasea terdapat pada
kedua permukaannya dan tidak berkelengkapan $likel rambut.
Labium Mayus
Lipatan kulit yang menutupi labium minus. Permukaan dalamnya halus tidak berambut. Permukaan
luarnya diliputi epidermis dengan lapisan tanduk dan mempunyai banyak rambut! kelenjar keringa! dan
klenjar sebasea.
1estibulum
+empat bermuara 3agina dan ureter.! dilapisi epitel berlapis gepeng khusus yang mengandung banyak
kelenjar kecil.
Kelenjar Payudara
Kelenjar kulit khusus yang terletak di dalam jaringan baAah kulit. Kelenjar ini sebenarnya di mdi$ikasi
kelenjar keringat dan dikatakan bergetah tipe apkrin.
Kelenjar ini terdiri dari "/0&# lbus yang masing0masing sebenernya merupakan kelenjar mandiri dengan
saluaran keluarnya yang bermuara di puncak nipel .
2,
Sebuah lbus diliputi jaringan interlbaris yang mengandung banyak sel lemak. (uktus intralbular
bermuara ke dalam duktus interlbular yang kemudian bersatu membentuk saluran keluar dari setiap
lbus yang disebut duktus lakti$erus. (uktus lakti$erus berjalan meleAati putting dan melebar di dekat
ujungnya pada puncak putting membentuk sinus lakti$erus.

2+
Perkembangan Payudara
Sebelum pubertas! kelenjar mamae terdiri dari sinus lakti$erus dan cabangnya duktus lakti$erus
Sinus lakti$erus dilapisi epitel berlapis gepeng! berubah menjadi epitel berlapis silindris
Pertumbuhan duktus lakti$erus . penimbunan jar lemak.jar ikat mengakibatkan pembesaran
payudara
Papila mamae ditutupi leh epitel berlapis gepeng dengan lapisan tanduk.
Kulit di sekitar putting membentuk arela mamae
Perubahan ?istlgik Mamae Selama Menstruasi *
bertambahnya cairan jaringan ikat! sehingga menambah besar payudara
20
Menstruasi
Pubertas adalah peride dimana ciri D ciri seks sekunder mulai berkembang dan kemampuan
reprduksi seksual mulai di dapat. Pubertas Aanita dimulai kira0kira pada umur >0"7 tahun. Pd saat
pubrtas! 3arium mulai ber$ungsi di baAah pengaruh hrmn gnadtrpin dari hip$isis dan hrmn
yang dikeluarkan dari releasing $actr.
Secara klinis pubertas mulai dengan timbulnya *
H pertumbuhan badan yang cepat
H timbulnya ciri kelamin sekunder
H menarche
H perubahan psikis
H kemampuan reprduksi
Menurut kamus Dorlan! Menarche merupakan pembentukan atau permulaan $ungsi menstruasi.
Sedangkan menurut at a glance sistem reproduksi istilah yang digunakan untuk menggambarkan nset
siklus menstruasi. Manarche terjadi pada pertengahan masa pubertas. :sia terjadinya menarche
ber3ariasi tiap indi3idu! yaitu antara "#0"I th
Adapun $actr0$aktr yang mempengaruhi usia menarche *
". Caktr keturunan
&. Keadaan gi6i
@. Kesehatan umum
5anyak penelitian yang menunjukan bahAa usia menarche ini menurun &0@ bulan per dekade selama
"/# tahun sebelum perang dunia )) dan kemudian stabil selama /# tahun kemudian. Penuruna usia
menarche ini kembali terjadi pada penelitian akhir0akhir ini! akibat adanya pengaruh nutrisi yang ptimal.
9nset usia menarche sangat berhubungan dengan jumlah presentase lemak di dalam tubuh.
Akhir0akhir ini telah diketahui bahAa terdapat dua tanda metablik yang merupakan penyebab
peristiAa0peristiAa dalam pubertas yaitu )EC dan Leptin.
". )EC , insulin0like grAth $actr-
)EC memuncak pada saat pubertas bersamaan dengan meningkatnya (?EA0S
,dehidrapiandstern sul$at- yang merupakan penanda adrenarke. (?EA0S ini bertanggung jaAab
terhadap aAal dari pertumbuhan rambut pubis dan aksila dan juga pertumbuhan dan sekresi kelenjar
sebasea.
2
&. Leptin
Adalah sebuah hrmn yg bekerja untuk menghambat neurpeptida0Y ,<PY-. (imana <PY ini
ber$ungsi untuk mengntrl akti3itas neurnal En2? di hiptalamus. Fadi peningkatan kadar leptin
akan menghambat <PY! dan selanjutnya akan melepaskan En2?.
Menstruasi adalah Pengeluaran darah!mukus dan debris sel dari muksa uterus secara berkala dan
disertai pelepasan,deskuamasi- endmetrium. Menurut kamus drlan menstruasi adalah Sekret $isilgik
darah dan jaringan muksa serta bersiklus yang melalui 3agina dari uterus tidak hamil ! di baAah
pengendalian hrmne dan pada keadaan nrmal timbul kembali! biasanya dlm inter3al 7 minggu !kec *
selama kehamilan dan laktasi pd peride reprdukti$.
Panjang siklus haid yg nrmal &"0@/ hari. ?aid biasanya berlangsung selama /0J hari setelah
degenerasi krpus luteum bersamaan dengan bag.aAal $ase $likel 3arium. Fumlah darah yg dikeluarkan
rata0rata &#0I#mlBhari.
(alam prses menstruasi tersebut terjadi berbagai macam siklus yang bekerja saling
berkesinambungan ! yaitu siklus 3arium dan siklus endmetrium.
S$K%US O!AR$U&
CASE C9L)K:LA2
Siklus diaAali dengan hari pertama menstruasi! atau terlepasnya endmentrium. CS? merangsang
pertumbuhan beberapa $likel primrdial dalam 3arium. :munya! hanya satu yang terus berkembang
dan menjadi $likel deEra$$ dan yang lainnya berdegenerasi. Clikel terdiri dari sebuah 3um dan dua
lapis sel yang mengelilinginya. Lapisan dalam yaitu * sel0sel granulase menyintesis prgestern yang di
sekresi ke dalam cairan $likuler selama paruh pertama menstruasi! dan bekerja sebagai precursr pada
sintesis estergen leh lapisan sel teka interna yang mengelilinginya.
Estrgen disintesis dalam sel0sel lutein pada teka interna. (alam $likel sit primer mulai menjalani
prses pematangannya pada Aaktu yang sama! $likel yang sedang bekembang menyekresi estergen
lebih banyak kedalam system ini. Kadar estergen yang meningkat menyebabakan pelepasan L? melalui
mekanisme umpan balik psiti$.
3.
CASE L:+EAL
L? merangsang dari sit yang matang. +epat sebelum 3ulasi! sit primer selesai menjalani
pembelahan meisis pertamanya. Kadar estergen yang tinggi kini menghambat prduksi CS?.
Kemudian kadar estergen mulai menurun. Setelah sit terlepas dari $likel deEraa$! lapisan granulase
menjadi banyak mengandung pembuluh darah! kemudian berubah menjadi krpus luteum yang berAarna
kuning pada 3arium. Krpus terus menyekresi sejumlah kecil estergen dan prgestern yang yang
makin lama makin meningkat.
'"uktuasi kadar estrogen dan progesteron menimu"kan perua(an sik"is pada mukus)
Selama siklus 3arium juga terjadi perubahan di ser3iks akibat pengaruh hrmn. (i baAah pengaruh
estrgen selama $ase $likel! mukus yang disekresikan leh ser3iks berjumlah banyak!jernih!dan encer
perubahan ini yang paling jelas ketika kadar estergen berada di puncaknya dan 3ulasi akan terjadi!
mempermudah sperma meleAati kanalis ser3ikalasi. Setelah 3ulasi! di baAah pengaruh prgestern dari
krpus luteum! mukus menjadi kental dan lengket! sehingga pada dasarnya membentuk sumbat yang
menutupi lubang ser3iks. Sumbat ini merupakan mekanisme pertahanan penting untuk mencegah
masuknya bakteri dari 3agina ke uterus yang dapat mengancam kehamilan sekitarnya terjadi knsepsi.
Sperma juga tidak dapat menembus saAar mukus yang tebal ini.
S$K%US EN*O&ETR$U&
CASE P29L)CE2AS)
Segera setelah menstruasi! endmetrium dalam keadaan tipis dan dalam stadium istirahat.
Stadium ini berlangsung kira0kira / hari. Kadar estrgen yangmeningkat dari $likel yang berkembang
akan merangsang strme endmetrium mulai tumbuh dan menebal! kelenjar0kelenjar terjadi hipertr$i dan
berprli$erasi dan pembluh darah menjadi banyak sekali. Kelenjar0kelenjar dan strma berkembang sama
cepatnya. Kelenjar semakin bertambah panjang tetapi tetap lurus dan berbentuk tubulus. Epitel kelenjar
berbentuk thraks dengan sitplasma esin$ilik yang seragam dengan inti ditengah. Strma cukup padat
pada lapisan basal tapi makin kepermukaan semakin lnggar. Pembuluh darah akan mulai berbentuk
spiral dan lebih kecil. Lamanya $ase prli$erasi sangat berbeda pada tiap rang dan berakhir pada saat
terjadinya 3ulasi.
31
CASE SEK2ES)
setelah 3ulasi dibaAah pengaruh prgesterne yang meningkat dan terus diprduksinya! estergen leh
krpus luteum! endmetrium menebal dan menjadi seperti beludru. Kelenjar menjadi lebih besar dan
berkelk0kelk dan epitel kelenjar menjadi berlipat0lipat sehingga memberi gambaran seperti %gigi
gergajiK. )nti sel bergerak kebaAah dan permukaan epitel tampak kusut. Strma menjadi edematsa.
+erjadi pula in$iltrasi leuksit yang banyak dan pembuluh darah makin berbentuk spiral dan melebar.
Lamanya $ase sekresi sama pada tiap perempuan yaitu! "7 hari.
CASE ME<S+2:AS)
Krpus luteum ber$ungsi sampai kira0kira ke &@ B ke &7 pada siklus &> hari dan kemudian mulai
beregresi. Akibatnya terjadi penurunan estrgen dan prgesterne yang tajam sehingga menghilangkan
rangsangan pada endmetrium. Perubahan iskemik terjadi pada arterila dan diikuti dengan menstruasi.
Peng(itungan masa suur
32
Masa subur merupakan masa dimana ada satu sel telur yg siap dibuahi leh sel sperma di saluran
telur,tuba $alppi- yg terjadi satu bulan sekali. Masa subur tersebut dihitung "7 hari sebelum perkiraan
haid berikutnya. Salah satu cara untuk menghitung masa subur adalah dengan system kalender. +etapi
perlu diperhatikan tipe siklus menstruasinya! apakah siklus &> hari! @# hari! atau bahkan termasuk pada
siklus yang tidak teratur.
Siklus 28 hari
?al yang pertama harus dilakukan adalah mencatat siklus menstruasi selama @ bulan terakhir berturut0
turut. :ntuk menentukan pertengahan siklusnya yaitu dengan cara &> * &8 "7! dan untuk mengetahui masa
suburnya! baik batas atas maupun batas baAah yaitu dengan cara! "7L&. Fadi masa suburnya adalah hari
ke "& sBd "I setelah hari terakhir menstruasi.
Siklus 30 hari
Perkiraan menstruasi yg akan datang *
&# $ebruari &##> M @# hari 8&" maret &##>
Perkiraan masa 3ulasi *
&" maret &##>0"7 hari8 J maret &##>
Masa subur batas baAah*
J maret &##>0@ hari87 maret &##>
Masa subur batas atas*
J maret &##>M& hari8' maret &##>
jadi! masa subur di perkirakan pada tanggal 70' maret &##>
Siklus tidak teratur
?al yang pertama harus dilakukan adalah mencatat siklus menstruasi selama I bulan terakhir berturut0
turut. Kemudian tentukan siklus yang terpanjang dan yang terpendek. :ntuk menentukan batas atas masa
subur adalah siklus terpanjang dikurangi ""! sedangkan untuk menentukan batas baAah masa subur adalh
siklus terpendek dikurangi ">. ;nth 1ika siklus terpendek 2, !ari dan siklus terpan2ang 32 !ari3
Perhitungannya*&I0">8> dan @&0""8&".jadi!masa suburnya dari hari ke >0&" setelah hari terakhir
menstruasi.
33
Gangguan menstruasi dan sik"usnya
S)KL:S ?A)(
". ?aid terlalu sering! inter3al N &" hari * P9L)ME<92EA
&. ?aid terlalu jarang! inter3al O @/ hari * 9L)E9ME<92EA
@. +idak terjadi haid * AME<92EA
7. Perdarahan tidak teratur
/. 5ercak ,sptting- di pra haid! pertengahan siklus dan pasca haid
5A<YAK<YA ?A)(
". +erlalu banyak ,ganti pembalut O I kali sehari- * ?)PE2ME<92EA
&. +erlalu sedikit ,ganti pembalut N & kali sehari- * ?)P9ME<92EA
@. Perdarahan bercak ,sptting-
LAMA<YA ?A)(
". 5ila lama O I hari * ME<92AE)A
&. 5ila lama N & hari * 52AK)ME<92EA
@. 5ercak atau sptting pra haid! pertengahan dan pasca haid
7. ?aid abnrmal dan perdarahan haid yang terjadi diluar siklus haid nrmal * ME+292AE)A
3%
?rmn0hrmn Seks Wanita
Estrogen
Ada 3. 2enis estrogen4 tapi $ang dapat diukur ada % 2enis $aitu (14 (24 (34 (%3 (strogen serum
merupakan 2umla! total (14 (24 (34 (%3 Pemeriksaan "ertu2uan untuk sarana memantau
ke!idupan 2anin selama ke!amilan dan mendeteksi adan$a disfungsi o5arium3
6ilai normal dalam serum
Wanita dalam a7al siklus menstruasi 8 ,.&%.. pg9ml
Pertenga!an siklus menstruasi 8 12.&%%. pg9ml
Ak!ir siklus menstruasi 8 15.&35. pg9ml
Pas/a menopause 8 :3. pg9ml
Anak 1&, ta!un 8 3&1. pg9ml
0&12 ta!un 8 :3. pg9ml
Pria 8 %.&115 pg9ml
6ilai normal dalam urine
De7asa 7anita pra o5ulasi 8 5&25 ug92%2am
;ase folikuler 8 2%&1.. ug92%2am
De7asa pria 8 %&25 ug92%2am
Anak :12 ta!un 8 1 ug92%2am
Penurunan estrogen 8 ter2adi pada gangguan fungsi o5arium4 infantil4 !ipogonadisme primer4
sindrom 'urner4 kematian fetal dalam uterus4 menopause4 insufiensi
!ipofisis4 anore<ia ner5osa4 stress psikogenik dan o"at&o"atan terutama
;luotia=in3
Peningkatan (strogen8 terdapat pada tumor o5arium4 tumor adrenokorteks4 testis dan
ke!amilan3
35
Estradiol
Adala! !ormon $ang diproduksi ole! o5arium4 testis dan korteks suprarenal3 (2 merupakan
estrogen kuat di antara (1 dan (33 Pemeriksaan (2 "ertu2uan untuk menemukan disfungsi
gonadotropin dan menge5aluasi masala! kesu"uran dan menstruasi 7anita3
Peningkatan (2 8 ter2adi pada pria dengan tumor testis4 tumor adrenal4 ginekomasti4 gagal
!epar4 gagal gin2al3
Penurunan (2 8 terdapat pada !ipogonadisme4 amenor!oe4 insufisiensi o5arium dan
!ipofisis serta karena o"at&o"atan terutama kontrasepsi oral dan magestrol3
6ilai normal
Pada 7anita fase folikuler 8 2.&12. pg9ml
Siklus pertenga!an 8 +.&3.. pg9ml
;ase lut!eal 8 %5&1+. pg9ml
;ase menopause 8 :2. pg9ml
Pada pria 8 15&5. pg9ml
Anak ,"ulan&1.ta!un 8 :15 pg9ml
P LH (Prolaktin Hormon) Serum
Hormon ini disekresi Adeno!ipofisis "erfungsi untuk pertum"u!an dan perkem"angan kelen2ar
mammae selama laktasi3 P>H ?1..&3.. ng9ml pada 7anita tak !amil dan pria menun2ukan
adan$a ke/urigaan tumor !ipofisis3
Penurunan kadar P>H 8 'erdapat pada infark !ipofisis setela! persalinan4 o"at le5odopa4
ergot4 dan apomorfin3
Peningkatan kadar P>H 8 'erdapat pada ke!amilan4 men$usui4 tumor !ipofisis4 tumor paru4
!ipotiroidisme primer4 endometriosis4gagal gin2al kronis4 kista o5arium4
pen$3Addison@s3
Peningkatan P>H dapat 2uga karena o"at&o"atan antara lain amfetamin4
estrogen4 anti!istamin4 kontrasepsi oral4 fenotia=id4 antidepresan trisiklik4
MAAI4 metildopa4!aloperidol4 simetidin4 prokainamid4 reserpin4 dan I6H3
6ilai normal
Wanita fase folikuler 8 243& 23 ng9ml
3,
;ase lut!eal 8 5&%. ng9ml
Pas/a menopause 8 :12 ng9ml
Wanita !amil 'rimester I 8 :0. ng9ml
II 8: 1,. ng9ml
III 8 : %.. ng9ml
Pria 8 o41&2. ng9ml
Adenoma !ipofisis BtumorC 8 ?1..&3.. ng9ml
FSH (Follicle stimulating hormon)
Hormon gonadotropin $ang diproduksi ole! !ipofisis4 "erfungsi dalam proses pemasakan dan
pertum"u!an folikel a7al dalam o5arium untuk memproduksi estrogen pada 7anita dan
spermatogenesis pada pria3 Pemeriksaan ;SH "ermanfaat untuk mendeteksi adan$a infertilitas3
Penurunan atau peningkatan ;SH menggam"arkan disfungsi !ipofisis3
Penurunan ;SH 8 ter2adi pada neoplasma o5arium4 testis4 adrenal4 kista o5arium dan
!ipopituari3 A"at estrogen4 pil K* dan testoteron dapat 2uga menurunkan
;SH3
Peningkatan ;SH 8 ter2adi pada menopause4 pu"ertas dini4 tumor !ipofisis4 sindrom 'urner4
or/!ie/tomi4 !isterektomi dan kegagalan testikulus primer3
6ilai ru2ukan
Wanita de7asa dalam serum8 fase folikel8 %&3.m)9ml
Siklus pertenga!an 8 1.&. m)9mg
;ase >ut!eal 8 %&3. m)9mg
Menopause 8 %.&25. m)9mg
Pria 8 %&25 Mu9mg
Dalam urine 7anita ;ase folikuler 8 %&25 I)92%2am
Siklus pertenga!an 8 0&,. I)92%2am
;ase lut!eal 8 %&2. I)92%2am
Menopause 8 5.&15. I)92%2am
Pada urine pria 8 %&10 I)92%2am
3+
Anak pu"ertas Serum 8 5&12 m)9ml
)rine 8 :1. I)92%2am
30
Terapi hormonal estrogen8
Hormon steroid se< dengan 10 atom - dan di "entuk dr 1+& ketosteroid D
androstenedion
(strogen 8 estron B(1C
estradiolB(2C $g terpenting
estriol B(3C
Ada estrogen8 alami dan sintetik
I>M) KA6D)6#A6 (D3 2 'H3 2..03
HA6I;A WK61ASAS'RA dan
;ARMAKA>A#I )I D '(RAPI (D3 53
S)>IS'EA FA6 #)6AWA6
(strogen alamia!8
(stradiol
(stron
(stronsulfat
(striol
(stradiol"en=oat
(stradiol 5alerat
3
estriosuksinat
estrogen sintetik8
(tinilestradiol
Mestranol
;armakokinetik8
(stradiol
oral8
a"sor"si /epat dan lengkap
mengalami (>P
Aral8
&etinilestradiol4 /on2ugated estrogen4 ester estron4 dietilstil"estrol4 eGuilin
'ransdermal estradiol8
&>am"at4 kontinu4 distri"usi sistemik4 dan konstan
IM8
A"sor"si estradiol 5alerat lam"at
;armakodinamik8
2 2enis reseptor8 (R&H D (R&I inti sel
(R&H saluran reproduksi 7anita
(R&I men$e"ar ??8 prostat dan o5arium
Ligand- activated transcription factors
atau sintesis mR6A dari gen target
Masuk melalui difusi pasif membran plasma4 !ormon akan terikat (R di inti sel
(R akan terikat estrogen response elements B(R(sC di gen target
Pengga"ungan estrogen dengan reseptorn$a di!am"at ole! o"at golongan
antiestrogen, misaln$a klomifen atau tamoksifen3
%.
(stradiol se"agian di meta"olisme ole! iso=im -EP3A%
Penggunaan "ersama o"at $g dapat merangsang iso=im4 e<8 feno"ar"ital dan
rifampisin4 dapat memper/epat meta"olisme se!ingga menurunkan efek
terapin$a atau mempengaru!i siklus !aid normal
In!i"itor iso=im 3A%4 e<8 eritromisin4 klaritromisin4 dapat meningkatkan kadar
estrogen dara! dan menim"ulkan efek samping
klomifen
Antagonismurni
Pada 2aringan8 terikat
pada ligand- binding
pocket dari (R&H dan
(R&I
Di indikasikan untuk
7anita infertilitas
siklus!aid ano5ulatoar
Aral
dia"sor di sal3 /erna
meta"olism8 !ati
(liminasi terutama8
fesesdan sedikit urin
Siklusentero!epatik
Masa paru!8 5& + !ari
(fek samping
penggunaan 2angka
pan2ang8 kista o5arium4
mual4 munta!4 dll3
tamoksifen
Anti& estrogenik di
kelen2ar mammae
Agonisestrogen di tulang
dan endometrium
Mengantagonis estrogen
di reseptor 2aringan
Wanita pramenopause
dapat menurunkan kadar
prolaktin
Meniadakan efek
!am"atan estrogen
ter!adap prolaktin
Meningkatkan >H
'erapi a2u5an -a3
mammae stad a7al dan
lan2ut
(fek samping8 mual4
trom"osis4 karena angonis
di endometrium-a3 risk
di endometrium
%1
Indikasi8
Kntrasepsi
(R' pada 7anita pas/amenopause
Kontraindikasi8
Wanita !amil
Men$usui
#angguan Hepar
Ri7a$at trom"osis atau em"oli
Hipertensi
Perdara!an 5agina
'umor
;ollo7& up8
13 Kadar -# di urin8 urin pertama pagi !ari3
23 -# dalam plasma8
& : 1.3... mI)9 ml a"ortus
& ? 2.3...mI)9 ml mem"aikn$a kondisi dari an/aman a"ortus
33 (striol dalam urin pertum"u!an 2anin
%3 Progesteron8 memprediksi resiko ke!amilan
&meningkat8 le"i! dr satu 2anin
&menurun8 disfungsi gonadotropin4 an/aman a"orsi4 mati 2anin
P>H8 pertum"u!an D perkem"angan mammae selama laktasi
& ? 1..& 3.. ng9ml ke/urigaan tumor !ipofise
&menurun8 infark !ipofise setela! persalinan
%2
& meningkat8 ke!amilan4 men$usui4 tumor !ipofise4 !ipotiroidisme primer4
endometriosis4 gagal gin2al kronis
HP>8 e5aluasi fungsi plasenta dan kese!atan 2anin
&terdeteksi dalam dara! i"u setela! ke!amilan 5 minggu dan meningkat
terus selama ke!amilan
& : %. ug9 ml atau menurun pada trisemester III retardasi pertum"u!an
2anin4 fetal distres
&peningkatan HP> ter2adi pada ke!amilan multipel4 ke!amilan dengan DM
(strogen8 memantau ke!idupan 2anin dan deteksi disfungsi o5arium
& meningkat8 tumor o5arium4 ke!amilan
& menurun8 gangguan fungsi o5arium4 !ipogonadisme primer4 kematian
fetal dalam uterus
(stronB(1C8
&meningkat8 selama ke!amilan trisemester III
&menurun8 disfungsi o5arium4 ge2ala menopause
(stradiolB(2C8
&meningkat8 pada pria ginekomastia4 tumor testis
& menurun8 !ipogonadisme4 amenor!oe4 insufiensi o5arium
(striolB(3C8
& meningkat8 mulai ter2adi pada 2 "ulan ke!amilan sampai ke!amilan
matang
&menurun8 fetal distres4 DM ke!amilan
(stretol Plasma B(%C8
& meningkat8 pada ke!amilan tua makin tinggi kadarn$a
&menurun8 fetal distres4 kematian 2anin dlm uterus4 malformasi fetal
;SH8 mendeteksi adan$a infertilit$
Pregnanediol )rine8
%3
&meningkat8 kista dan karsinoma o5arium
&menurun8 disfungsi plasenta
PLH
;ase;olikuler8 24 3& 23
ng9ml
;ase>ut!eal8 5& %. ng9 ml
Pas/amenopause8 :12 ng9
ml
'risemester I 8 :0. ng9 ml
II8 :1,. ng9 ml
III8 :%..ng9 ml
Adenoma Hipofise8 ?1..&
3.. ng9 ml
HPL
'idak !amil8 :.45 ug9 ml
Hamil 5& + mg8 1ug9 ml
0& 2+ mg8 :%4 , ug9 ml
20& 31mg8 24 %& , ug9 ml
32& 35 mg8 34 +& +4+ ug9
ml
3, mg& aterm8 5& 1. ug9
ml
estrogen
Nilai normal dalam serum
A7al siklusmens8 ,.& %..
pg9m
Pertenga!an8 12.& %%. pg9
ml
Ak!ir8 15.& 35. pg9 ml
Pas/a menopause8 :3. pg9
ml
Anak8
& 1&, t!8 3& 1. pg9 ml
&0&12 t!8 :3. pg9 ml
Nilai normal dalam urin
De7asa pra& o5ulasi8 5& 25
ug9 2% 2am
;ase;olikuler8 2%& 1.. ug9
2% 2am
Anak :12 t!8 1ug9 2% 2am
%%
estron
;ase;olikel A7al8 14 5& 15 ng9
dl
;3 folikel Ak!ir8 1.& 25 ng9 dl
;3lut!eal8 14 5& 2. ng9 dl
;3 menopause8 14 5& ,4 5 ng9 dl
Anak 1& 1. t!8 :14 5 ng9 dl
estradiol
;asefolikuler8 2.& 12. pg9 ml
Sikluspertenga!an8 +.& 3..
pg9 ml
;3 lut!eal8 %5& 1+. pg9 ml
;3 menopause8 :2. pg9 ml
Anak , "ulan J 1. t!n8 :15
pg9 ml
estriol
n
o
Dalamserum/ minggu
kehamilan
Kadar(ng/dl) Dalamurin/
minggu
kehamilan
Kadar(mg/24
jam)
1 25& 20 25& 1,5 25& 20 ,& 20
2 2& 32 3.& 23. 2& 32 ,& 32
3 33& 3, %5& 3+. 33& 3, 1.&%5
% 3+& 30 +5& %2. 3+& 30 1.& %5
5 3& %. 5& %5.
%5
Estetrol Plasma (E4)
no Minggu kehamilan Kadar estrogen(pg// ml)
1 2.& 2, 1%.& 21.
2 3. 35.
3 3, ..
% %. ?1.5.
FSH
Dalamserum8
;olikel8 %& 3. m)9 ml
Sikluspertenga!an8 1.&
. m)9 ml
>uteal8 %& 3. m)9 ml
Menopause8 %.& 25. m)9
ml
Dalamurin8
;olikuler8 %& 25 I)9 2%
2am
Sikluspertenga!an8 0& ,.
I)9 2% 2am
>ut!ea8 %& 2. I)9 2% 2am
Menopause8 5.& 15. I)9
2% 2am
Pu"ert$8
serum8 5& 12 m)9 ml
)rin8 :1. I)9 2% 2am
%,
Pregnanediol Urin
Wanita de7asa8
f3 proliferasi8 .45& 14 5
mg9 2% 2am
>ut!eal8 2& + mg9 2%
2am
Menopause8 .4 1& 1mg9
2% 2am
Wanita !amil8
& 1.&1 mg8 5& 25 mg9
2% 2am
& 2.&20 mg 8 15& %2 mg9
2% 2am
&20& 32 mg8 25& ?%2 mg9
2% 2am
Anak8 .4 %& 1mg9 2% 2am
Hormonal 'erapi8
Menangani gangguan fungsi reproduksi seorang anita!
Sediaan hormon "ang dipakai s"arat#
Tidak merugikan
Efek samping atau reaksi alergik
$a"a ker%an"a ditentukan
&emurnian kimiain"a dapat di%amin
&esatuan standar biologik
&erusakan, dan harga
'ara pemberian "g mudah
%+
'erapi su"stitusi 'erapi stimulasi 'erapi in!i"isi
'idak "isa di "entuk
!ormondari luar
Mema/u alat tu"u!
meningkatkan
produksi !ormonn$a
Hiperfungsi suatu
kelen2ar endokrin4
atau menekan fungsi
$ang tidak diinginkan
-t!8 pengo"atan siklik
estrogensa2aatau4
(strogen& progesteron
pada 7anita muda
$ang mengalami
menopause"uatan
-t!8 H3 #onadotropin
utk keperluan
diagnosis dan terapi
merangsang o5arium
mem"entuk
!ormon estrogen dan
progesteron
-t!8 in!i"isi o5ulasi
dengan mem"erikan
kom"inasi estrogen&
progesteron pada
kontrasepsi dengan pil
-arapem"erian8
&Aral
&Parenteral
&'opikal
&'ransdermal
I>M) KA6D)6#A6 DA6 ;ARMAKA>A#I
DA6 '(RAPI )I
Pengo"atan se/ara umum8
#annguan dapat ter2adi aki"at8
!ipo!ormonal
Hiper!ormonal
Im"alan/e
pada alat reproduksi
HPA
Meta"olisme !ormon
Pada reseptor target
'erapi gestagen $ang terpenting progesterone
;armakodinamik8
Reseptor tunggalBPRC $g memproduksi 2 isoform4 PR& A dan PR& *
Memiliki ligand- binding domain
%0
Keadaan tanpa ligand4 "erada dalam inti dalam "entuk monomerik terikat inaktif
dgn heat- shock protein
Apa"ila tela! terikat4 progestreon HSP terlepas dan reseptor mengalami
fosforilase dan mem"entuk dimer pada gen target
'er2adi proses transkripsi
Antagonisme Progesteron akan men$e"a"kan dimerisasi reseptor dan
pengikatan dengan D6A
Konformasi antagonis& "ound PR lain dengan agonist& "ound PR
'idak akan men$e"a"kan transkripsi gen
Antagonist antiprogestin8 mifepriston
;armakokinetik8
Aral /epat alami (>P4 "ioa5aila"ilitasn$a renda!
IM
Suppositoria 5aginal
(ksresi 8 urin
Indikasi8
Kontrasepsi
Wanita pas/amenopause
Kom"inasi dengan estrogen4 li!at indikasi estrogen
Kontraindikasi8
Wanita ? %. t!n
'rom"osis atau em"oli
Pen$akit kardio5askular
Sere"ro5askular
Hipertensi
%
Hiperplasia (ndometrium
Antiprogestin8
Antagonist potent reseptor
Antagonist kompetitif pada PR& A dan PR& *
Aral "ioa5aili"ilatas tinggi
Massa paru!8 2.& %. 2am
Meta"olisme8 !ati
(ksresi8 !ati
Indikasi8 terminasi ke!amilan dini pada !amil ektopik4 perdara!an !e"at
Kontrasepsi Hormonal8
'indakan men/ega! ke!amilan
Aral
In2e/t
Implant su"kutan
Penggunaan terus& menerus tidak ada o5ulasi
Kontraindikasi8 7anita ? %. t!4 trom"oli atau em"osis4 kardio5askular4 !iperplasi
endometrium
*ila di gunakan "ersama "ar"iturat4 tetrasiklin perdara!an !e"at
DM meningkatkan ke"utu!an insulin4 memnurunkan tes toleransi glukosa
'erapi Androgen8
;armakokinetik8
Aral di a"sor" dgn /epat
& di meta"8 !epar
IM a"sor" le"i! lam"at4 masa ker2a le"i! pan2ang
Dalam plasma 0K terikat& protein SH*# D al"umin
5.
Waktu paru!8 1.& 2. menit
transdermal meng!indari (>P
(ksresi8 urin???4 feses
;armakodinamik8
'estoteron "e"as masuk ke plasma dgn /ara difusi mll ikatan reseptor androgen
'estoteron DH' $g "erikatan dgn reseptor androgen $g sama ttp dgn afinitas
$g le"i! tinggi
' atau DH' translokasi ke nukleus dan "eriktan spesifik pd kromosom
sintesa protein
Antagonist antiandrogen8 estrogen dan progesteron
Indikasi8
Atlit $g ingin menam"a! massa ototn$a
'erapi pada !ipogonadisme dan !ipopituitarisme
Pada gangguan li"ido
'erapi kortisol8
1enis glukokortikosteroid $g di "uat ole! kelen2ar Adrenal
'ermasuk golongan pregnan $g tdd atas 21 atom kar"on
Pengguna pada penderita Sindrom Adrenogenital
(strogen sintetik $ang tidak memiliki sifat steroid8
Sediaan $g memiliki k!asiat8
estrogen kuat8 stil"estrol4 dienestrol
51
estrogen lema!8 klomifen sitratD siklofenilBindikasi o5ulasiC
Klomifen sitrat8
Peningkatan ;SH dan >H
Memi/u o5ulasi
Siklofenil8
Memi/u sintesis dan sekresi ;SH dan >H memi/u o5ulasi
#estagen antiestrogen
Siklofenil antigestagen
Klomifen sitrat dan tamoksifen antiestrogen
Disfungsional )terus *leeding
D)* adala! Perdara!an $ang ter2adi di luar siklus !aid normal $ang men$erupai
perdara!an !aid dan $ang tidak dise"a"kan ole! se"a" organik3
Pen"ebab#
&egagalan o(ulasi)ano(ulatorik#
Kegagalan ini sering ter2adi pada kedua u2ung usia su"ur pada setiap disfungsi sum"u
!ipotalamus&!ipofisis4$ang dapat men$e"a"kan kele"i!an estrogen $ang mengaki"atkan
endometrium mengalami fase ploliferatif dan tidak diikuti fase sekretorik normal3
Fase luteal tidak adekuat#
Eang mana korpous luteum gagal mengalami pematangan se!ingga tidak "isa
meng!asilkan !ormon progesteron $ang fungsin$a untuk men/iptakan fase sekretorik
endometrium $ang memungkinkan implantasi em"rio3
Perdarahan "ang dipicu oleh kontrasepsi#
-onto!n$a 8kontrasepsi oral model lama $ang mengandung progestin dan estrogen sintetik
$ang dapat memi/u "er"agai respon pada endometrium3
*anguan endometrium#
52
(ndometritis kronik4polip endometrium3
+enis endometrium#
(ndometriun atrofik4endometrium !iperplastik4ploriferatif4dan sekretoris3Dengan
endometrium 2enis nonsekresi merupakan "agian ter"esar3
$,- dibagi men%adi .#
/0$,- usia Perimenars
)sia perimenars sama dengan usia se2ak menars sampai usia reproduktif 3
*erlangsung 3 J 5 t!n setela! menars dan pada umumn$a ter2adi siklus ano5ulatorik 3
10$,- usia reproduksi
Dapat ter2adi siklus o5ulatorik maupun ano5ulatorik 3
.0$,- usia perimenopause
)sia perimenopouse sama dengan usia antara pramenopouse dan pas/amenopouse4
$aitu sekitar menopouse B %.&5. t!n C 3
)mumn$a ter2adi siklus ano5ulatorik 3
Faktor resiko
'er2adin$a gangguan psikis seperti stres maupun faktor emosi se!ingga ter2adi
disregulasi 3
Patologi
S/!rLder pada ta!un 1154setela! penelitian !istopatologik pada uterus dan o5arium
pada 7aktu $ang sama4menarik kesimpulan "a!7a gangguan perdara!an $ang
dinamakn metropatia !emoragika ter2adi karena persistensi folikel $ang tidak pe/a!
se!ingga tidak ter2adi o5ulasi dan pem"entukan korpus luteum3
Aki"atn$a4ter2adila! !iperplasia endometrium karena stimulasi estrogen $ang "erle"i!an
dan terus menerus3
*ambaran klinik
Perdarahan o(ulator #
53
#angguan dianggap "erasal dari faktor neuro4mus/ular4dan !ematologik4$ang
mekanismen$a "elum dimengerti3
Perdara!an ini merupakan kurang le"i! 1.K dari perdara!an disfungsional dengan
siklus pendek BpolimenoreaC atau pan2ang BoligomenoreaC3
)ntuk menegakkan diagnosa perdara!an o5ulator4perlu dilakukan kerokan pada
mendekati masa !aid3

Perdarahan ano(ulator
#angguan dianggap "erasal dari gangguan endokrin3
Stimulasi !ormon estrogen men$e"a"kan tum"u!n$a endometrium3Dengan
menurunn$a kadar estrogen di"a7a! tingkat tertentu4tim"ul perdara!an $ang kadang&
kadang tidak teratur sama sekali3
Siklus 2(ulatorik Siklus 3no(ulatorik
(ndometrium 2enis sekresi (ndometrium 2enis nonsekresi
Perdara!an tdk akut Perdara!an akut
Kasus sedikit Kasus "an$ak
Penanganan l"! muda! Penanganan l"! susa!
$iagnosis
Pem"uatan anamnesis $ang /ermat penting untuk diagnosis3Perlu ditan$akan
"agaimana mula perdara!ann$a4apaka! dida!ului ole! siklus $g pendek atau ole! siklus
$ang pan2ang4sifat perdara!an B"an$ak4atau sedikit&sedikit4sakit atau tidakC4lama
perdara!an4dan se"again$a3
Pemeriksaan pel5is perlu dilakukan untuk meng!ilangkan kemungkinan !amil atau
keadaan patologis3
Pada pemeriksaan umum perlu diper!atikan tanda&tanda $ang menun2uk keara!
kemungkinan pen$akit meta"olik4pen$akit endokrin4pen$akit mena!un4dll3
-erdasarkan umur #
5%
/0 Perimenars
'idak perlu dilakukan diagnosa ano5ulasi dan analisa !ormonal 3
10 4eproduksi
Diperlukan diagnosa ano5ulasi dan analisa !ormonal 3
.0 Perimenopouse
Han$a dilakukan analisa !ormonal3
Analisa Hormonal8
&;SH
&>H
&(stradiol
&Prolaktin
&Progesteron
Penanganan
Pengeluaran dara! pada perdara!an disfungsional sangat "an$ak8dalam !al ini
penderita !arus istira!at "er"aring dan di"eri transfusi dara!3
Perdara!an untuk sementara 7aktu dapat dipengaru!i ole! !ormon steroid3Dapat di"erikan 8
13 (strogen dalam dosis tinggi4agar kadarn$a dalam dara! meningkat dan
perdara!an "er!enti3
23 Progesteron4untuk mengim"angi pengaru! estrogen ter!adap endometrium3
33 Androgen
55
Pemeriksaan #inekologik
Dalam meng!adapi seorang penderita ginekologik4dari sang dokter diperlukan
pengertian4kesa"aran4dan sifat $g menim"ulkan keper/a$aan3
)ntuk mengurangi rasa malu penderita4se"aikn$a saat anamnesis tidak didampingi orang lain3
Sedangkan pada saat pemeriksaan4dokter se"aikn$a didampingi ole! seorang
pem"antu 7anita atau suster3
Simtomatologi pen$kit2 ginekologik untuk "agian ter"esar "erkisar antara 3 ge2ala 8
13 Perdara!an
23 Rasa n$eri4dan
33 Pem"engkakan
3namnesis#
4ia"at pen"akit umum
Ditan$akan apaka! penderita perna! menderita pen$akit "erat4atau pen$akit
'u"erkulosis4pen$akit 2antung4pen$akit gin2al4pen$akit dara!4DM4dan pen$kit 2i7a3
Dan ditan$akan 2uga ri7a$at operasi nonginekologik 2uga perlu diper!atikan3
4ia"at 2bstetrik
3Ditan$akan ri7a$at ke!amilan se"elumn$a4apaka! itu "erak!ir denggan
keguguran4atau "erak!ir dengan persalinanM
Persalinann$a normal4atau diselesaikan dengan tindakan atu operasi Bseksio sesareaC4dan
"agaimana nasi" anakn$a3
4ia"at ginekologik
'an$akan ri7a$at pen$akit9kelainan ginekologik serta pengo"atann$a4apa"ila pasien perna!
diperiksa ole! dokter lain maka4tan$akan 2uga !asil pemeriksaann$a3
4ia"at Haid
Eang ditan$akan adala! menar/!e4siklus !aid teratur atau tidak4"an$akn$a dara! $g
keluar selama !aid4disertai rasa n$eri atau tidak3
Perlu 2uga ditan$akan tanggal !aid terak!ir dan $g se"elumn$a4untuk mengeta!ui apaka!
penderita terlam"at atau tidak3
&eluhan sekarang
5,
Menan$akan kelu!an pasien dengan menggunakan pertan$aan seperti Nuntuk apa
n$on$a datang kemariOP atau Napa kelu!an n$on$aOP
;ungsin$a untuk mem"erikan keterangan keara! diagnosis3
Perdarahan
Perdara!an $g tidak normal sering di2umpai42adi $g perlu ditan$akan adala! perdara!an itu ada
!u"ungann$a dengan siklus !aid atau tidak4"an$akn$a dan laman$a perdara!an3
Misal perdara!an $g dida!ului ole! !aid $g terlam"at "iasan$a dise"a"kan ole! a"ortus3
Flour albus (leukorea)keputihan)
Eang perlu ditan$akan 8 suda! "erapa lama keputi!ann$a4terus menerus atau pada
7aktu tertentu sa2a4"an$akn$a47arnan$a4"aun$a4disertai rasa gatal9n$eri atau tidak3
Se/ara fisiologik keluarn$a geta! $g "erle"i!an dari 5ul5a B"iasan$a lendirCdapat di2umpai
pada 8
13Waktu o5ulasi
23Waktu men2elang dan setela! !aid
33Rangsangan seksual
%3Dalam ke!amilan
4asa n"eri
Rasa n$eri di perut4pinggang4atau alat kelamin luar dapat merupakan ge2ala dari
"e"erapa kelainan ginekologik3
&Dismenorea4$g dapat dirasakan diperut "a7a! atau pinggang4dapat "ersifat seperti mulas&
mulas4seperti ngilu4atau seperti ditusuk&tusuk3
&Dispareunia4rasa n$eri 7aktu "ersenggama3
6$eri perut4sering men$ertai kelainan ginekologik4$g dapat dise"a"kan ole! kelainan letak
uterus4neoplasma4dan terutama peradangan4"aik $ang mendadak atau mena!un3perlu
ditan$akan laman$a4terus menerus atau "erkala4sifatn$a Bsperti
dtusuk24mulas4ngiluC4!e"atn$a4dan lokalisasin$a3
Miksi
Adala! kelu!an dari saluran ken/ing3
5+
Eang perlu ditan$akan adala! rasa n$eri di7aktu ken/ing4seringn$a ken/ing4retensio
urine4ken/ing tidak lan/ar4atau tidak terta!an3
(<8 Inkontinensia urine
$efekasi
Eang !arus ditan$akan4apaka! ada kesulitan defekasi Btumor menekan re/tumC4defekasi
disertai n$eri4atauka! "erakn$a en/er disertai lendir4nana!4atau dara!3
Pemeriksaan umum4Pa$udara4dan Perut
Pemeriksaan umum
Perlu diketa!ui apaka! penderita terlampau gemukBo"esitasC atauka! terlampau kurus
B/a/!e<iaC4dan 2uga "erapa lama keadaan itu3
Diperika nadi4su!u "adan4tekanan dara!4pernafasan4mata Banemia4ikterus C4kelen2ar gonok
BstrumaC4pa$udara4kelen2ar ketiak42antung4paru&paru dan perut3
Pemeriksaan pa"udara
Pemeriksaan pa$udara BmammaC mempun$ai arti penting "agi penderita 7anita4terutama
dalam !u"ungan dengan diagnostik kelainan endokrin4ke!amilan4dan karsinoma mamma3
Pemeriksaan Perut
Penderita !arus tidur terlentang se/ara santai3
Dengan menggunakan % ta!apan pemeriksaan8
13Inspeksi
*entuk4/ekungan9pem"esaran4pergerakan pernafasan4kondisi kulit
Bte"al4mengkilat4keriput4pigmentasi4gam"ar 5enaC4parut4operasi4dll3
23Palpasi
Se"elum pemeriksaan perlu dipastikan da!ulu "a!7a kandung ken/ing dan re/tum
kosong karena apa"ila kandung kemi! dan re/tum terisi akan terasa seperti kista3
Pera"aan perut dilakukan perla!an&la!an dengan seluru! telapak tangan dan 2ari23
Mula2 perut dira"a sa2a Btanpa ditekanC s"g orientasi dengan 1 atau 2 tangan3
Dan kemudian diperiksa dengan tekanan ringan untuk menentukan mana "agian $g sakit9n$eri3
33Perkusi
50
Dengan perkusi dapat mementukan apaka! pem"esaran dise"a"kan ole! tumor
atauka!4ole! /airan "e"as3
Perkusi pada keempat kuadran a"domen
%3Auskultasi
Mendengarkan "ising usus selam 1 menit pada masing&masing kuadran perut3
Pemeriksaan *inekologik
Dalam ginekologi dikenal istila! status ginekologikus4$aitu /atatan&/atatan dari !asil
pemeriksaan $g diperole! dengan /ara k!usus Bpemeriksaan ginekologikC3
Penderita !arus "er"aring dalam posisi tertentu dan diperlukan alat tertentu 2uga3
Letak penderita
Ada 3 ma/am letak pada pemeriksaan ginekologi8
13letak litotomi 8penderita "er"aring diatsn$a sam"il lipat lututn$a diletakkan pda pen$angga
dan tungkain$a dalam keadaan fleksi santai4se!ingga penderita "er"aring dalam posisi
mengangkang3
23>etak miring 8 penderita diletakkan dipinggir tempat tidur miring kese"ela! kiri4sam"il pa!a
dan lututn$a ditekuk dan kedua tungkai se2a2ar3
33>etak sims 8tungkai kiri !ampir lurus4tungkai kanan ditekuk keara! perut4dan lututn$a
diletakkan pada alas Btempat tidurC4se!ingga penggul mem"uat sudut miring dgn alas4lgn kiri
di"elakang "adan D "a!u se2a2ar dgn alas3dengan demikian penderita "er"aring setenga!
tengkurap3
5
3lat5alat dan perlengkapan #
1C Sarung tangan
2C Spekulum sims dan spekulum /o/or "e"ekM
3C -unam kapas BkorentangC
%C Kateter 6elaton dan kateter logamM
5C Kapas su"limat atau kapas lisolM
,C Ka/a "enda
+C Spatel A$re D etil alko!ol 5K u9 sitilogi 5aginal3
0C *otol ke/il "erisi larutan garam fisiologik
C -unam porsio
1.C Sonde uterus
11C -unam "iopsi4dan
12C mikrokuret
,.
Pemeriksaan genitalia eksterna
Dengan inspeksi perlu diper!atikan "entuk47arna4peng"engkakan4peradangan4iritasi
kulit4eksema pada genitalia eksterna4perineum4anus4dan sekitarn$a4dan apaka! ada dara! atau
flour al"us3
Pemeriksaan dengan spekulum
Eang akan diperiksa dinding 5agina Brugae 5aginales4karsinoma4flour al"usC dan porsio
5aginalis ser5isis uteri B"ulat4ter"ela!4melintang4muda! "erdara!4erosio4peradangan4polip4tumor
atau ulkusC4terutama pada karsinoma3
)ntuk 7anita $g "elum perna! mela!irkanB5irgoC4dan anak ke/il dipili! spekulum $g paling ke/il
$g sesuai dengan introitus 5agina3
Pemasangan spekulum 8
Spekulum sims dipasang le"i! da!ulu kedalam 5agina "agian "elakang4mula2 spekulum
dimasukkan agak miring kedalam introitus 5agina4didoronga kedalam sedikit4dan
diletakkan melintang kedalam 5aginaMlalu spekulum ditekan ke"elakang dan didorong
kedalam lagi4se!ingga u2ung spekulum men/apai pun/ak 5agina di5ornik posterior3
Setela! pemasangan spekulum pertama dipasang dan ditekan ke"elakang4maka
pemasang spekulum sims kedua $g !arus le"i! ke/il dari pertama4men2adi sangat
muda!Mu2ungn$a ditempatkan difornik anterior dan ditekan sedikit kedepan3
,1
Pemasangan spekulum /o/or&"e"ek dilakukan dalam keadaaan tertutup spekulum
dimasukkan u2ungn$a kedalam untroitus 5agina sedikit miring kemudian diputar kem"ali
men2adi melintang dalam pun/ak 5agina3lalu spikulum di"uka melelui mekanik pada
tangkain$a3
Pemeriksaan bimanual
Dilakukan dengan kedua tangan42 2ari atau 1 2ari dimasukkan kedalam 5agina4atau 1 2ari
kedalam re/tum4sedang tangan lain "iasa % 2ari diletakkan didinding perut3
Penderita "er"aring dalam posisi litotomi4pasien !arus santai dan tidak "ole!
menegangkan perutn$a4terle"i! da!ulu menggunakan sarung tangan dan pemeriksa
dalam keadaan "erdiri atau duduk didepan 5ul5a3
Se"elum tangan kanan dimasukkan4 5ul5a di"ersi!kan da!ulu dengan kapas su"limat
atau kapas detol3Waktu tangan kanan akan dimasukkan kedalam 5agina42ari telun2uk
dan 2ari tenga! diluruskan kedepan4i"u 2ari lurus keats4dan 2 2ari lainn$a dalam keadaan
fleksi35ul5a di"uka dengan 2 2ari tangan kiri3
Mula2 2ari tenga! dimasukkan kedalam introitus lalu kommisuran posterior ditekan
ke"elakang supa$a introitus men2adi le"ar3"aru kemudian 2ari tasukkan
Perabaan (ul(a dan perineum
Dimulai dengan pera"aan glandula "art!olini dengan 2ari2 dari luar4$g kemudian
diteruskan dengan pera"aan antara 2 2ari didalam 5agina dan i"u 2ari diluar3
Di/ari apaka! ada *art!olinitis4a"ses4atau kista3
Dalam keadaan normal kelen2ar "art!olini tak tera"a3
Perabaan (agina dan dasar panggul
Diperiksa apaka! introitus 5agina dan 5agina sempit atau luasMapaka! didinding 5agina
li/in atau kasar "ergaris&garis melintangMada polipMtumorMdll3
Dengan /ara memasukkan dua 2ari kedalam 5agina3
,2
Perabaan ser(iks
Dilakukan se/ara "erturut&turut8
13Kemana meng!adapn$a9letakn$a
23*entukn$a apaka! "ulat4atau ter"ela! melintang
33*esarn$a dan konsistensin$a
%3Apaka! agak turun ke"a7a!
53Apaka! kanalis ser5ikalis dapat dilalui ole! 2ari4terutama ostium uteri internum3
Ara! atau >etakn$a 8
Ante5ersiofleksio4 maka porsio "agian depan tera"a terle"i! dulu ole! 2ari4 karena porsio
meng!adap agak ke "elakang
Retro5ersiofleksio4 porsio "agian "elakang $g tera"a terle"i! dulu4 karena porsio
meng!adap ke depan
Perabaan korpus uteri
Pemeriksaan korpus uteri dilakukan "imanual dgn peranan tgn luar $g sama
pentingn$a42uga "atas kiri dan kanan uterus perlu dira"a3
,3
13Mula2 2ari dimasukkan sedalam&dalamn$a3Pada uterus dalam ante5ersiofleksio u2ung 2ari
ditempatkan diforniks anterior dan mendorong lekukan uterus keatas "elakang3>alu tangan
luar ditempatkan diperut "a7a!4agak keatas atau agak le"i! 2au! lagi keatas3Dengan
demikian4korpus di/ekap "etul antara kedua tangan dengan tgn luar mendorong korpus
ke"a7a! dan dari "elakang kedepan3
Pada uterus dalam retro5ersiofleksio pera"aan uterus agak le"i! sukar3
23)2ung 2ari ditempatkan diforniks posterior dan tangan luar men/ekap dan mendorong korpus
ke"a7a!3
33Pera"aan "imanual korpus uteri !arus dilakukan se/ara sistematis8
&>etakn$a
&*entukn$a
&*esarn$a dan konsistensin$a
&Permukaann$aMdan
&#erakann$a
#am"ar pera"aan korpus uteri
Perabaan parametrium dan adneksum
Pera"aan daera! disamping uterus "aru dapat dilakukan dgn "aik apa"ila posisi uterus
suda! diketa!ui3
,%
1ari&2ari dimasukkan sedalam&dalamn$aM2ika perlu perineum didorong kedalam4se!ingga u2ung
2ari "isa men/apai 2&5 /m le"i! dalam3
)2ung 2ari ditempatkan diforniks lateral dan didorong keara! "elakang lateral dan atas3tangan
luar diletakkan diperut "a7a!4kanan atau kiri4sesuai dgn letakn$a 2ari di5agina setinggi spina
iliaka anterior superior digaris medio lateral3
Sekarang tangan luar ditekan keara! "elakang4se!ingga u2ung 2ari kedua tangan dapat
diturunkan sedikit dalam posisi $g sama ra"aan disesuaikan dengan irama pernafasan4$akni
7aktu ekspirasi disaat dinding perut le"i! lemas3
Parametrium dan tu"a normal tidak tera"a3
Parametrium
Pene"alan parametrium sampai ketulang panggul $g disertai rasa n$eri merupakan ge2ala
parametritis3
'u"a dan o5arium BadneksumC
Karena tu"a dan o5arium letakn$a sangat "erdekatan4dan dengan pera"aan tidak dapat
di"edakan apaka! suatu proses "erasal dari tu"a atau dari o5arium4maka la=im digunakan
istila! kelainan adneksum3
Pem"esaran o5arum dapat dise"a"kan ole! peradangan4retensi4dan neoplasma3
Pemeriksaan rektal
Dengan menggunakan sarung tangan dan "a!an pelumas4"iasan$a min$ak31ari telun2uk
dimasukkan kedalam rektum3
Pemeriksaan re/to&a"dominal8
)ntuk pemeriksaan menilai keadaan septum retro5aginal8
1ari telun2uk didalam rektum dan i"u 2ari didalam 5agina3
,5
Pemeriksaan rekto5agino&a"dominal8
1ari tenga! dalam rektum42ari telun2uk dalam 5agina4dan di"antu ole! tangan luar3
Pemeriksaan &husus
Pemeriksaan la" "iasa
,,
&Kadar H" diperiksa pada 7anita $g tampak pu/at mengalami perdara!an4pada 7anita !amil3
&Pemeriksaan gula dara!4fungsi !ati4fungsi gin2al4dll3
Pemeriksaan geta! 5ul5a dan 5agina
#eta! uretra diam"il dari A)(4dan geta! ser5iks dari ostium eksternum dengan kapas
lidi atau ose untuk pemeriksaan gonokokus3
Di"uat sediaan usap pada ka/a "enda4$g dikirim ke la" dengan pe7arnaan "iru met!ilen4atau
#iemsa gonokokus dapat dikenal di"a7a! mikroskop3
#eta! 5agina diam"il dgn kapas lidi dan forniks posterior4lalu dimasukkan kedalan "otol ke/il $g
tela! diisi deengan larutan garam fisiologis4sediaan diperiksa untuk menemukan 'rikomonas3
P< sitologi
Kolposkopi
*iopsi
Sonografi
,+
+"eeding time , masa perdara(an
merupakan salah satu uji yang digunakan untuk mengetahui kelainan pada prses hemstasis.
Pemendekan Aaktu perdarahan dari rata0rata meningkatkan risik terjadinya trmbsis dengan
berbagai macam penyakit yang disebabkan seperti serangan jantung! kelumpuhan! embli paru! dll.
Merkk merupakan $aktr risik yang kuat untuk terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah
melalui mekanisme gangguan hemdinamik dan peningkatan respn sara$ simpatis.
Sebaiknya dilakukan sebelum menjalani perasi atau pada ibu hamil.
;ara )3y
". 5ersihkan lengan 3ler bagian baAah dengan alkhl J#P
dan biarkan sampai kering
&. Kenakan sphygmammeter pada lengan atas dan pmpa pada
tekanan 7# mm?g
@. +egangkanlah kulit lengan baAah dan tusuk dengan lanset darah
pada tempat kira0kira @ jari dibaAah siku dan @mm dalamnya
7. Falankan stpAatch ketika darah mulai keluar
/. )sap darah yang keluar menggunakan kain saring setiap @# detik!
jangan menekan kulit saat mengisap
I. +es dilakukan sampai darah tidak dapat diisap lagi dan catat Aaktunya
;ara (uke
". 5ersihkan anak daun telinga dengan alkhl J#P dan biarkan kering
&. +usuk dengan lanset sedalam &mm
@. Falankan stpAatch ketika darah mulai keluar
7. )sap darah yang keluar menggunakan kain saring setiap @# detik! jangan menekan kulit saat
mengisap
/. +es dilakukan sampai darah tidak dapat diisap lagi dan catat Aaktunya
(engan cara )3y!masa perdarahan nrmalnya antara " D I menit. Apabila leAat dari "# menit darah
masih keluar! hentikan pemeriksaan. Perdarahan leAat dari "# menit menunjukkan adanya kelainan
prses hemstasis dan dapat dilakukan tes0tes lain untuk mengetahui dimana kelainan hemstasisnya.
+etapi perlu diperhatikan juga kemungkinan lain seperti tertusuknya salah satu 3ena! percbaan dapat
diulangi kembali. +usukan harus cukup dalam! menghasilkan bercak darah pada kertas saring berdiameter
/mm atau lebih! kurang dari itu percbaan harus diulangi.
(engan cara (uke! masa perdarahan nrmalnya antara " 0 @ menit . Kurang memberatkan pada
mekanisme hemstasis karena tidak dilakukan pembendungan. Fangan melakukan percbaan (uke pada
ujung jari! hasilnya tidak dapat dipercaya. ;ara (uke sebaiknya dilakukan pada bayi atau anak kecil
karena sulit untuk melakukan ikatan sphygmammeter.
%Penyebab perdarahan yang banyak pada menstruasi memiliki banyak kemungkinan! namun secara
garis besar dibagi menjadi & yaitu hrmnal dan nn hrmnal , hamil! kelainan pada rgan ataupun
,0
penyakit krnis-!untuk yang nn hrmnal! bisa berasal dari perlukaan di rgan kemaluan sampai tumr
seperti myma dan tumr ganas misalnya.
Pengbatannya tergantung dari penyebab tersebut! memang benar kalau penyebab tersebut suatu kelainan
hrmnal! maka pengbatannya adalah mengatur siklus menstruasi! bisa pakai bat K5 pil atau suntik.
+ujuannya adalah utk mencegah supaya tidak kambuh. +api bila gagal mungkin diperlukan pemeriksaan
lebih lanjut apakah penyebabnya mungkin bukan gangguan hrmnal.K
dr. Jimmy Yanuar Annas, SpO dengan peru!ahan seperlunya
-"otting time , masa pemekuan
(igunakan untuk menentukan lamanya Aaktu yang diperlukan darah untuk membeku.
?asilnya menjadi ukuran akti$itas $aktr0$aktr kagulasi darah! terutama $aktr0$aktr yang membentuk
trmbplastin dan yang berasal dari trmbsit dan kadar $ibringen.
Fika terdapat indikasi kelainan! digunakan tes0tes lain serta memeriksa jumlah dan $ungsi trmbsit.
Mdi$ikasi cara Lee dan White
". Sediakan rak berisi 7 tabung berdiameter J 0 >mm
&. Lakukan pungsi 3ena dengan semprit / atau "#ml! saat darah masuk kedalam semprit! jalankan
stpAatch
@. Angkat jarum dari semprit dan alirkan darah perlahan "ml darah ke dalam tiap tabung yang
dimiringkan
7. +iap @# detik tabung pertama digyangkan untuk melihat ada tidaknya pembekuan
/. Setelah darah tabung pertama beku! catat Aaktunya. Eyangkan tabung kedua
I. (ilakukan berturut0turut dengan tabung @ dan 7! catat Aaktunya
J. Masa pembekuan darah ialah masa pembekuan rata0rata tabung &! @! 7 dan dilaprkan dengan
pembulatan sampai Q menit
i0S+A+ Prtable ;linical Analy6er
i0S+A+ ;elite Acti3ated ;ltting +ime
,;eliteA;+-
<ilai nrmal ditentukan tiap0tiap labratrium! labratrium kami ,PK :)- menetapkan masa nrmal '
0"/ menit! jika melebihi &# menit! pasti abnrmal. 5anyak kesalahan teknik memperpendek Aaktu
pembekuan! misalnya darah bercampur trmbplastin jaringan! pungsi yang tidak langsung berhasil!
semprit dan tabung ktr.
,
interpretasi hasil
Melihat kasus <y Mira! bledding timenya & menit @# detik dalam batasan nrmal ," D I menit- sedangkan
cltting time yang didapat yaitu J menit "# detik! termasuk nrmal bila mnggunakan acuan RMedical0
dictnaryS dimana cltting time nrmal / D "/ menit.
Kesimpulan
5anyaknya darah saat <y Mira menstruasi tidak disebabkan kelainan hemstasis maupun gangguan
pembekuan darah.
Penyakit +irid
Kadar hrmn tirid bisa tinggi atau rendah. Kadar tirid yang tinggi menyebabkan suatu kndisi yang
disebut hipertiridiT kadarnya yang rendah menyebabkan hiptiridi. Wanita yang mempunyai riAayat
keguguran atau persalinan prematur atau yang mempunyai masalah sekitar Aaktu melahirkan
kemungkinan mempunyai masalah dengan kadar hrmn tirid mereka.
Eejala penyakit tirid mungkin tertutup dengan kehamilan. Perubahan selama kehamilan yang menjadi
gejala tirid tidak ber$ungsi dengan benar antara lain pembesaran tirid! perubahan denyut nadi!
kemerahan pada telapak tangan dan panas! telapak tangan lembab. Karena kadar tirid dapat berubah
selama kehamilan ,karena kehamilan-.
+irid diperiksa secara primer dengan tes darah ,panel tirid-! yang mengukur jumlah hrmn tirid
yang dihasilkan. +es ini juga mengukur kadar hrmn lainnya! thyrid0stimulating hrmne ,+S?-! yang
dibuat di tak. +es lainnya! studi sinar0= terhadap tirid ,scan radiakti$ idium-! sebaiknya tidak
dilakukan selama kehamilan.
Wanita usia subur ,W:S- termasuk kelmpk yang raAan terkena EAK)! hal ini terkait dengan
meningkatnya kebutuhan idium ketika memasuki peride kehamilan. (alam prgram EAK) psisi W:S
ini paling sentral dan strategis! berkaitan dengan upaya mencegah anak lahir kretin atau hiptirid
kngenital dengan perkembangan tak terganggu.
Studi McMichael ,"'>#- menyimpulkan ibu hamil hiptirid dapat mengakibatkan retardasi mental dan
kelainan kngenital pada bayi. Studi Sunartini ,"''7- di Ygyakarta menemukan pre3alensi ?K sebesar
#!#>P ,permanen- dan #!@JP ,transien-. 2ekmendasi W?9 menyebutkan ?K tidak lebih dari #!#@P
bayi lahir.
Sintesis hrmn tirid diatur leh dua sistem kntrl* autregulasi dan pengaturan sentral melalui +S?
dan +2?. Autregulasi adalah sistem dalam sel tirid yang memungkinkan pengaturan sendiri prses
penangkapan dan penggunaan idida sesuai kebutuhan dan tersedianya idium. Pengaturan ini dapat
terjadi karena akti$itas en6im.
+.
peroksidase yang tergantung pada persediaan idium dalam darah atau di sel tirid. Autregulasi menjadi
dasar adaptasi sintesis hrmn pada kndisi ekses. Pengaturan sentral melibatkan tak ,hiptalamus- dan
hip$isis anterir. Pengaruh hiptalamus terhadap sekresi +S? hanya nyata pada kndisi tertentu. (alam
keadaan nrmal terjadi mekanisme umpan balik negati$ ,negati"e #eed!ack mechanism! yaitu hubungan
terbalik kadar +7 dan +@ dalam sirkulasi darah dengan pengeluaran kadar +S? leh hip$isisT tujuannya
untuk menjaga agar kadar hrmn tirid tetap nrmal- antara C+7 dan +S? tidak dipengaruhi +2?.
5ila kadar hrmn tirid menurun! prduksi +S? leh kelenjar hip$isis anterir akan meningkat!
sebaliknya bila kadar hrmn tirid meningkat! prduksi +S? akan menurun ,Ereenspan! "''7-.
(iagnsis $ungsi tirid
Pada rang sehat kadar hrmn tirid ,+7! +@- dipertahankan dalam batas nrmal
leh +S? yang disekresi pituitari melalui mekanisme umpan balik. Keseimbangan
yang terbentuk dari mekanisme kntrl ini! diman$aatkan secara klinis untuk menilai
$ungsi kelenjar tirid. Penegakan diagnsis $ungsi tirid dapat dilakukan melalui
berbagai cara pemeriksaan labratrium! seperti tirksin ttal ,++7-! C+7! C+7 )ndeks
Pemeriksaan Labratrium
Pemeriksaan kadar hrmn C+7 dan +S?
Cungsi tirid dapat diketahui secara langsung
dengan mengukur hrmn tirid ttal ,++7! ++@-
maupun bebas ,C+7! C+@- dalam darah.
Kelemahan pemeriksaan hrmn ttal adalah
kemungkinan interpretasi hasil keliru akibat perubahan kadar
prtein pengangkut dalam serum.
Pada Aanita hamil atau yang menjalani terapi
estrgen akan menaikkan kadar prtein pengangkut! sehingga dapat meningkatkan kadar hrmn ttal.
PeningkatanBpenurunan +5E juga dapat terjadi pada gangguan $ungsi hati dan pemakaian bat tertentu
,krtiksterid! kl$ibrat-. ?rmn tirid bebas yang akti$ secara bilgis dalam serum ada dalam
keadaan keseimbangandengan yang terikat prtein yang secara bilgis inakti$. Sebanyak ''!'IP +7
terikat prtein pengikat! terutama +5E. Sekitar #!#7P hrmn tirid bebas dalam sirkulasi.
Pemeriksaan hrmn bebas dapat dilakukan secara tidak langsung ,C+7)- tetapi cara
ini sudah jarang dipakai. Pilihan terbaik adalah cara langsung ,C+7-! karena test
tunggal ini secara eknmis lebih murah dan kemampuan diagnstiknya lebih baik.
Menurut Ereenspan ,"''7-! pada penderita hiptirid subklinis sering kadar C+7
nrmal tetapi +S? tinggi! maka pemeriksaan +S? diperlukan. 5atas nrmal C+7 #!>D
&!# ngBdl! disebut rendah jika N #!> ngBdl ,?uman! &##7-.
Cungsi tirid dikntrl leh sistem umpan balik negati$ dari +S? yang disekresi
+1
kelenjar hip$isis anterir! karenanya +S? dapat digunakan untuk memperkirakan
kecukupan hrmn tirid di dalam tubuh. (eAasa ini! penentuan kadar +S? dalam
darah umumnya dilakukan dengan metde EL)SA ,en$ymeDlinked immuno assay-.
Menurut W?9 batas nrmal +S? dalam darah #!@ D /!# U:Bml! dan bila O / U:Bml
disebut tinggi.
Kmbinasi nilai C+7 rendah dan +S? tinggi disebut hiptiridisme!
sebaliknya bila C+7 tinggi dan +S? rendah disebut hipertirid ,Ereenspan! "''7-.
5eberapa kit yang memiliki sensiti3itas cukup baik untuk pemeriksaan hrmn tirid
dan +S? antara lain ?uman! 5iclne! Angen! Merck! dan 5ringer.
(e$inisi
". Wanita usia subur adalah Aanita yang berusia "/07' tahun ,(epkes 2)! "''J-!
tidak hamil dan tidak menyusui. :mur W:S dinyatakan dalam tahun yang
dihitung dari selisih tanggal pengukuran dan tanggal lahir.
&. Cungsi tirid adalah status tirid yang dinilai dari hasil pemeriksaan +S? dan
C+7 secara simultan sesuai rekmendasi A+A ,Eastman! "''I-. Skala rdinal.
Kategri * hiptirid ,kmbinasi +S? dan C+7 adalah ?L! ?<! <L! LL- dan
nrmalBeutirid ,kmbinasi +S? dan C+7 adalah <<-.
,Keterangan* ?8 highT <8 nrmalT L8 lA D dari tabel &-.
Status +S? adalah kategri kadar +S?. Kadar +S? dianalisis dengan metde
EL)SA kit prduksi ?uman. 5atas nrmal +S?* #!@D/!# U:Bml ,Shekhleslami!
dkk! &##/-. Skala rdinal.
Kategri * tinggiBhiper,O #!/ U:Bml-T nrmalT dan rendahBhip,N #!@ U:Bml-.
Status C+7 adalah kategri kadar C+7. Kadar C+7 dianalisis dengan metde
EL)SA kit prduksi ?uman! batas nrmal* #!>D&!# ngBdl. Skala rdinal.
Kategri * rendahBhip ,N #!> ngBdl-! nrmal! tinggiBhiper ,O &!# ngBdl-.
@. Kadar Pb dalam darah ,Pb(- adalah kategri kadar timbal atau plumbum ,Pb-
dalam serum darah. Kadar Pb( diukur dengan metde AAS. 5atas nrmal kadar
Pb(* V /# UgBl ,W?9T Earrettsn! "''#-. Skala rdinal.
Kategri * kadar Pb tinggi ,O /# UgBl- dan kadar Pb nrmal ,V /# UgBl-.
7. Knsumsi idium adalah asupan idium harian yang dinilai dari jumlah idium
dikeluarkan melalui urine. Ekskresi idium urine ,E):- dianalisis dengan metde
Ammonium %ersul#ate Digestion &icroplate ,AP(M-. Skala rasi.
Kecukupan idium adalah tingkat knsumsi idium yang dinilai dari ekskresi
idium urine ,E):- mengacu klasi$ikasi W?9B);;)(( ,&##@-. Sakal rdinal.
+2
Kategri * de$isiensi berat ,E):* N &# UgBl-!
de$isiensi sedang ,E):* &# D 7' UgBl-!
de$isiensi ringan ,E):* /# D '' UgBl-!
nrmal ,E):* "## D &'' UgBl-! dan e4cess ,E):* W @## UgBl-.
interpretasi hasil
Pemeriksaan tirid digunakan untuk mengetahui adanya kelainan pada
prlaktin
Penurunan estrgen menyebabkan prlaktin yang disekresi leh glandula hip$ise
anterir bereaksi pada al3elus payudara dan merangsang prduksi susu. Pada Aanita
yang menyusui kadar prlaktin terus tinggi dan pengeluaran CS? di 3arium ditekan.
Pada Aanita yang tidak menyusul kadar prlaktin turun pada hari ke "7 sampai &"
pst partum dan penurunan ini mengakibatkan CS? disekresi kelenjar hip$ise
anterir untuk bereaksi pada 3arium yang menyebabkan pengeluaran estrgen dan
prgestern dalam kadar nrmal! perkembangan nrmal $likel de graa$! 3ulasi dan
menstruasi., 1 2uth 5! "''I* &@"-
:ji prgestern yang dilakukan leh (a3ajan dkk adalah dengan menyuntikkan "## mg prgestern
dalam larutan minyak atau medrksiprgestern asetat ,pr3era- @# mg perral selama tiga hari. 2espn
pemberian prgestern dinilai &D"7 hari setelah pemberian hrmn tersebut dan diukur kadar L? serum.
Sper$$ melakukan uji prgestern dalam dua pilihan yaitu* pemberian prgestern secara parenteral
dalam larutan minyak ,&## mg- atau secara ral dengan medrksiprgestern asetat "# mg setiap hari
selama lima hari.
(alam &DJ hari setelah pemberian prgestern! pasien kemungkinan terjadi
perdarahan. ?al ini berarti bahAa sistem saluran pengeluaran berada dalam batas
nrmal dan adanya uterus yang endmetriumnya reakti$ terhadap estrgen endgen.
(ari hasil tersebut dapat ditetapkan adanya estrgen! $ungsi yang minimal pada
3arium! hip$isis! dan sistem syara$ pusat. (engan tidak adanya galaktrea! dengan
kadar prlaktin yang nrmal! dan kadar +S? yang nrmal! e3aluasi selanjutnya tidak
diperlukan.
+erdapat dua situasi yang terjadi bersamaan dengan respn yang negati$ Aalaupun
terdapat estrgen endgen yang cukup. Pada kedua situasi! endmetrium mengalami
reaksi desidua! tetapi kemudian tidak terjadi pelepasan mengikuti penghentian secara
tiba0tiba dari pemberian prgestern eksgen. Kndisi yang pertama terdapat reaksi
desidua dari endmetrium sebagai respn adanya kadar androgen yang tinggi. Pada
keadaan kedua merupakan keadaan klinik yang tidak biasa! endmetrium mengalami
reaksi desidua leh karena kadar progesteron yang tinggi yang berhubungan dengan
kekurangan en6im adrenal spesi$ik.
+anpa adanya galaktrea dan jika le3el serum prlaktin nrmal ,kurang dari &#
pgBml-! e3aluasi lanjutan untuk tumr hip$isis tidak perlu. Fika prlaktin meningkat!
e3aluasi dari sella tursika sangat diperlukan. (alam kerangka ini! pernyataan berikut
dapat dijadikan petunjuk praktis klinik* pendarahan psiti$ membutuhkan pengbatan
prgestern! dan tanpa adanya galaktrea serta kadar prlaktin yang nrmal dapat
dijadikan petunjuk bahAa kita dapat mengabaikan adanya tumr hip$isis.
+3
Kenaikan sekresi prlaktin menambah perhatian kita pada keadaan kelenjar
hip$isis. :ntuk menjadi pertimbangan! perlu disampaikan bahAa terdapat lapran
kasus dengan sekresi ektpik dari lapisan hip$isis pada $aring! karsinma brnkus!
karsinma sel0sel renal! gnadblastma! pada serang Aanita dengan amenrea dan
hiperprlaktinemia serta ditemukan juga adanya prlaktinma pada dinding kista
dermid 3arium
L? ?asil 8 0
?asil 2ujukan * "!" 0 ""!I ,phase $llicular-
"J 0 JJ ,midcycle-
N8"7!J ,phase luteal-
N8"& ,perimenstrual MB0 > hari-
""!@ 0 @'!> ,pst menpausal-
N8> ,ral cntracepti-
CS? ?asil 8 "@!7 ):BL
?asil 2ujukan * &!> 0 ""!@ ,$llicular-
@ 0 "7!7 ,$llicular hari ke &0@-
/!> 0 &" ,midcycle-
"!& 0 ' ,luteal-
'!J 0 """ ,pstmenpausal ,E2+- -
&"!J 0 "/@ ,pstmenpausal-
N87!' ,ral cntraceptis-
P29LA;+)< ?asil 8 @!' ngBml
?asil rujukan * "!' 0 &/ ,perempuan-
umumnya tes hrmn CS?!L?!Estradil!Prlaktin dilakukan barengan pada hari haid ke @0/..tapi tidak
masalah jika anda mau melakukan tes estradil dan prlaktin pada masa hari &" haid.bedanya hanya
menilai kadar estradil pada masa menjelang haid ,hari &" -yg nrmal biasanya pada le3el terendah di
baseline..sedangkan pada hari @ haid kadar estradil nrmalnya adalah pada le3el tertinggi..sedangkan
prlaktin bisa dinilai kapan saja! untuk mnilai apakah kadarnya tinggi atau tidak! karena akan
menimbulkan in$ertilitas jika kadar prlaktin terlalu tinggi..
untuk CS? dan L? anda d haid @ sepertinya nrmal! karena nrmalnya kadar CS? "!/0& kali lebih tinggi
dari kadar L?..untuk lebih jelasnya bisa ditanyakan pada (S9E anda..
umumnya rang dengan siklus haid yg teratur tidak terlalu perlu melakukan tes hrmn...
+%
Endometria" +iopsy
*e.enisi
Endmetrial bipsi adalah tindakan yang dilakukan leh dkter dengan mengangkat sebagian kecil
jaringan ,bipsi- yang terlihat abnrmal dan memeriksanya untuk mengetahui adanya kanker! kelainan
pada sel! in$eksi dan keadaan patlgis lain.
Pada prsesnya menggunakan jarum atau pembedahan. Endmetrial bipsi mengambil sampel jaringan
dari uterus ,endmetrium- untuk e3aluasi kelainan! dapat juga mengetahui penyebab perdarahan.
$ndikasi
Siklus menstruasi abnrmal
Perdarahan setelah menpause
Perdarahan setelah terapi hrmn
(icurigai adanya kanker endmetrium
Menegakkan diagnsis Aanita yang tidak dapat hamil! dll
Prses saat tes berlangsung
(imulai dengan pemeriksaan pel3is menggunakan spekulum untuk melihat ser3iks! kemudian
ditahan leh tenakulum.
Pembiusan tidak perlu dilakukan.
5ila saluran ser3iks sulit ditembus! digunakan ser3ikal dilatr.
Membersihkan 3agina dan ser3iks dengan cairan antiseptik.
Memasukkan peralatan plastik steril mirip sedtan ,pipelle-
+arik kaAat halus pada pipelle! menyebabkan pipelle %menyedtK sel0sel uterus.
:ntuk mendapatkan sampel yang baik! biasanya pipelle digerakkan ke depan 0 ke belakang
berulang0ulang.
Seluruh prsedur memakan Aaktu sekitar "# menit.
?asilnya diketahui pada hari ke 7 sampai hari ke J setelah tes.
Rasanya
Peralatan terasa dingin! mungkin terasa sakit saat peralatan memasuki uterus atau pengambilan
jaringan ser3iks
Resiko
Mungkin akan menyebabkan sakit pada tt pel3is selama tindakan dilakukan dan dapat sampai
" atau & hari setelahnya! juga dapat menyebabkan perdarahan kecil pada 3agina. Farang sekali
menyebabkan perdarahan hebat atau in$eksi. Sebaiknya diadakan tes kehamilan sebelum
tindakan diambil karena beresik kecil mengganggu kehamilan.
Tindakan k(usus sete"a( tes
Fika mengalami demam lebih dari "##

C atau mengalami perdarahan 3agina yang lebih lama atau


lebih banyak daripada menstruasi biasanya. (kter juga biasanya menyarankan untuk tidak
melakukan tindakan seksual selama & 0@ hari setelah perdarahan berhenti.
+5
+,
#ysteros/opy
?yterscpy adalah perasi kecil ,minr- yang dapat dilakukan dengan bius lkal! reginal atau tanpa
pembiusan. (ilakukan dengan menempatkan teleskp ,kamera- kecil dan $leksibel menembus 3agina dan
ser3iks untuk melihat ke dalam kanal ser3iks ataupun uterus. Memiliki resik yang kecil.
?yterscpy dapat digunakan untuk menegakkan diagnsa ,dengan melihat ser3iks dan uterus- ataupun
tujuan terapetik! misalnya bipsi! membuang plip atau tumr! dan mencegah pendarahan ,elektrik!
membekukan! dengan panas atau kimia-
biasanya dilakukan sebelum prses dilatasi dan kuret ,(.;-
indikasi
(ilakukan pada Aanita yang kelainan saat pemeriksaan Pap! perdarahan uterine dis$ungsinal atau
perdarahan setelah menpause. (apat menegakkan diagnsis pada kasus in$ertilitas atau keguguran
berulang! plip! $ibrids dan panduan untuk mengubah atau melepaskan ):(.
Resiko
Sama seperti perasi! kmplikasi dapat muncul! misalnya in$eksi! perdarahan! peradangan dan kerusakan
pada uterus ,jarang terjadi-. (apat menyebabkan perdarahan dan nyeri sampai & hari.
See"um prosedur di"aksanakan
0 Felaskan mengenai prsedur hysterscpy dan berikan pasien kesempatan untuk bertanya
0 Mintalah persetujuan ,in$rmed cnsent-
0 +anyakan sejarah medisnya! jika perlu lakukan tes darah! dll
0 Pastikan pasien hamil atau tidak
0 +es alergi bat! idine! late4! dan anestetik
++
0 +anyakan apakah pasien mengknsumsi bat0batan
Selama prsedur hysterscpy
Prsedur dapat berbeda bergantung kndisi dan kemampuan.
Prsesnya*
". +anyakan untuk berkemih
&. 5uka pakaian
@. Pasien berbaring di meja perasi! kedua kaki ditekuk
7. Area 3agina dibersihkan dengan cairan antiseptik
/. Memasukkan hysterscpe ,3agina D ser3iks 0 uterus-
I. ;airan atau gas akan dialirkan untuk mendapat 3isualisasi yang lebih baik
J. (kumentasi 3ide diperiksa! mungkin dilakukan bipsi
>. 5ila ada tindakan tambahan! peralatan masuk melalui hysterscpe
Kapan hysterscpy sebaiknya dilakukan X
Yaitu selama minggu pertama atau setelah menstruasi! untuk mendapatkan gambaran uterus
terbaik.
Pendarahan 0 plip
+0
(a$tar Pustaka
SherAd! Lauralee. Cisilgi Manusia dari Sel ke Sistem. Edisi &. 5uku
Kedkteran E;E.
PraAirhardj! SarAn. )lmu Kandungan. Fakarta. &##>.
AY.Sutedj! SKM* 5uku Saku Mengenal Penyakit Melalui ?asil
Pemeriksaan Labratrium. Edisi 2e3isi. ;etakan ke 7 thn.&##>. Amara
5ks
Anatmi clinic. 2ichard Snell ed. I.
Keith L Mre .Anne M. Agur. Anatmi klinis dasar
9bstetri Williams
PraAirhardj! SarAn. )lmu Kebidanan. Fakarta. &##>.
+