Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN HEMATOLOGI ANALIZER

(ANALISIS DARAH)





NAMA MAHASISWA :
Latif nur kusnawan




PROGRAM STUDI DIII TEHNIK ELEKTROMEDIK
UNIVERSITAS MUHAMADIYAH
YOGYAKARTA
Hematologi Analizer ( Analisis darah )
Hematologi adalah spesialisasi medis yang berkenaan dengan studi mengenai darah, jaringan
yang menghasilkan darah, dan kelainan, penyakit, dan gangguan yang berkaitan dengan
darah.
Disiplin medis ini relatif modern karena komposisi seluler darah tidak bisa efektif dipelajari
sampai penemuan mikroskop. Studi mikroskopis darah pertama kali dicoba dan
didokumentasikan secara rinci oleh Leeuwenhoek (1632-1723) yang
mengidentifikasi eritrosit. Leukosit dan trombosit ditemukan kemudian, setelah perbaikan
dalam kualitas lensa.
Pemeriksaan Hematologi

Hitung darah lengkap -HDL- atau darah perifer lengkap DPL- (complete blood count/full blood
count/blood panel) adalah jenis pemeriksan yang memberikan informasi tentang sel-sel darah pasien.
HDL merupakan tes laboratorium yang paling umum dilakukan. HDL digunakan sebagai tes skrining yang
luas untuk memeriksa gangguan seperti seperti anemia, infeksi, dan banyak penyakit lainnya.
HDL memeriksa jenis sel dalam darah, termasuk sel darah merah, sel darah putih dan trombosit
(platelet). Pemeriksaan darah lengkap yang sering dilakukan meliputi:
Sel darah merah
anemia
hemoglobinopati
bank darah (sel darah merah dan plasma)
Sel darah putih
leukemia
neutropenia
kelainan mieloproliferatif
sindrom mielodisplasia
limfoma dan penyakit limfoproliferatif
multimieloma
Plasma darah dan pembekuan darah
pendarahan dan kelainan pembekuan darah
trombosis
trombositopenia dan trombositosis



Hasil uji sample
Setiap rujukan mempunyai hasil yan berbeda beda disetiap laboratiorium. Contoh Hematologi dalam hasil
laboratorium menunjukkan hasil uji terhadap sampel darah. Jenis pemeriksaan hematologi antara lain:
Jenis pemeriksaan satuan nilai rujukan
Hematologi rutin (Hb, Lk, hitung jenis, Trb, LED)
Leukosit (WBC) ribu/L 5-10
Hemoglobin g/dL P 12-15
Trombosit (PLT)) ribu/L 150-400
LED (ESR) (Westergren) mm/l jam P<20
Hitung jenis leukosit
Basofil
Eusinofil
Batang
Segmen
Limfosit
Monosit
Hematokrit

%
%
%
%
%
%
%

0-1
1-3
2-6
50-70
20-40
2-8
P 37-43
Masa pendarahan menit 1-6
Masa pembekuan menit 10-15
Masa tromboplastin
P
K

detik
detik

30,3 - 41,1
30,3 - 41,1
Fibrinogen
P
K

mg/dL
mg/dL

200-400
200-400
D-dimer ng/mL < 300

Di laboratorium hematologi pemeriksaan yang dilakukan meliputi sampel darah dan sampel urine. Pada
sampel darah dilakukan pemeriksaan seperti :
1. LED (laju Endop Darah)
2. Hb (Hemoglobin)
3. Ht (Hematokrit)
4. Leukosit (WBC /White Blood Cells)
5. Eritrosit (RBC / Red Blood Cells)
6. Trombosit (PLT / Platelet)
7. Hitung jenis leukosit (Drff Count)
8. MCV (Mean RBC Volume)
9. MCH (Mean RBC Hb)
10. MCHC (Mean RBC Hb concentration)
11. RDW (Red Distribution Width)
12. PDW (Platelet Distribution Width)
13. MPV (Mean Platelet Volume)
Sedangkan pada sampel urine dapat dilakukan pemeriksaan seperti :
1. RBC (NL)
2. Bilirubine (mg / 100 ml)
3. Urabiline (mg / 100 ml)
4. Keton (mg / 100 ml)
5. Protein (mg / 100 ml)
6. Nitrit
7. Glukosa (mg / 100 ml)
8. pH
9. Berat jenis
10. Leukosit (NL)
11. Sedimen eritrosit, lekosit, sel, epitel, silinder, kristal, bakteri, jamur, benang lendir, dll.


A. Sampel Darah
Setiap sampel darah yang akan diperiksa di laboratorium Hematologi harus dihomogenkan terlebih
dahulu dengan alat.
Gallery Mixer AVL
Prisip : darah dengan antikoogulan yang digoyang-goyangkan agar bercampur dengan rata, kurang lebih
selama 1 menit.
Cara kerja :
1. Masukkan steker ke stop kontak
2. Kemudian di on kan
3. Lamanya waktu pengocokan tergantung penggunaanya 1 (menit)
4. Setelah selesai tombol di ofkan dan steker dicabut di stop kontak
Untuk pemeriksaan LED (laju Endap Darah), darah yang sudah homogeny dimasukkan dalam
alat Humased 2.
Prinsip : darah dengan perbandingan 1:4 dihomogenkan dan dimasukkan dalam alat Humased 20, alat
akan secara otomatis mengukur kecepatan pengendapan eritrosit dalam waktu 12 menit.
Cara kerja Humased 20 :
1. Switch on yang ada dibelakang alat
2. Tunggu samapi muncul tanda test
3. Tunggu sampai muncul tanda extract
4. Setelah tanda titik . Pemeriksaan siap dilakukan dengan memasukkan tube ada lubangnya.
5. Setelah 12 menit hasil dapat dilihat untuk 1 jam dan 2 jam, apabila ingin melanjutkan pemeriksaan
dengan tube / pasien lain tunggu sampai muncul tanda titik . Lagi, kemudian tube dimasukkan seperti
sebelumnya (no. 4)
6. Jika ingin mmeatikan, pastikan tombol dalam pososo off

Pemeriksaan Sampel :
1. Sebelummya melakukan pemeriksaan, pastikan data pasien sudah terdaftar di bagian hematologi
sesuai dengan parameter yang akan diperiksa.
2. Sampel darah pasien yang ada dalam tabung vakum diletakkan diatas Gallery Mixer AVL
secukupnya. Hal ini bertujuan untuk menghomogenkan darah dengan anti koagulan.
3. Menuangkan sampel tadi dalam tube LED sampai garis batas, dimana tube LED sudah diberi no sitrar
0,5 ml. perbandingan No Citrat di darah adalah 1 : 4
4. Homogenkan No Citrat dan darah pada tube LED dengan cara membolak-balikkantabung 5 kali.
5. Memasukkan tube dalam Humased 20 selama 12 menit, kemudian akan muncul hasil LED untuk 1
jam dan 2 jam pada layar Humased.
6. Mencatat hasil
Untuk pemeriksaan darah rutin seperti Hb, ht, Difft Count, Trombosit, Eritrosit, Leukosit dll digunakan
alat Hematologi Analyzer POCH 100.
Hematology An mempunyai 3 bagian denngan berbagai pinsip prinsip dasar Hematologu Analyzer
POCH 100 adalah :
DC Detection Method
Sampel didilusi dengan larutan yang memilliki konduktivitas tertentu. Sel dialirkan melalui lubang
dengan ukuran tertentu. Orifice, pada saat yang sama suatu arus listrik dialirkan melalui electrode yang
dipasang di sisi luar dan sisi dalam orifice. Dengan alat ini dapat mengenali jenis-jenis sel menurut
ukuran dan dapat menghitung jumlah selnya.
Light Scattering
Sel melalui sebuah flowcell, dilewatkan sumber cahaya yang difokuskan . cahaya discatterkan pada
semua sel saat melewati beam, fotodetertor merangkap cahaya dari berbagai sudut spesifik yang dapat
membedakan jenis sel darah. Informasi tentang jumlah dan ukuran sel dikonversikan dalam benuk
digital. Instrument yang menggunakan teknologi scatter disebut flow cytometer.

Hb Analysis Method
Prinsip pemeriksaan sama dngna Hb cyanmeth, kecuali sysmex corp menggunakan non cyanide Hb.
Setelah beraksi, dibaca pada panjang gelombang 540 nm.
Cara kerja Hematology Analyzer
1. Hubungkan kabel power ke stabillisator (stavo)
2. Hidupkan alat (saklar on/off ada disisi kanan atas alat)
3. Alat akan self check, pesan please wait akan tampil di layar
4. Alat akan secara otomatis melakukan self check kemudian background check
5. Pastikan alat pada posisi ready
Pemeriksaan sampel
1. Sampel darah harus dipastikan sudah homogen dengan antikoogulan
2. Tekan tombol Whole Blood WB pada layar
3. Tekan tombol ID dan masukkan no sampel, tekan enter
4. Tekan bagian atas dari tempat sampel yang berwarna ungu untuk membuka dan letakkan sampel
dalam adaptor
5. Tutup tempat sampel dan tekan RUN
6. Hasil akan muncul pada layar secara otomatis
7. Mencatat hasil pemeriksaan
B. Sampel Urine
Untuk pemeriksaan urine seperti bilirubin, urobilin, keton, protein, nitrit, glukosa dll digunakan uji carik
celup.
Prinsip : reagen yang terdapat pada carik uji merupakan suatu indicator bila beraksi dengan cat
terkandung di dalam urine.
Cara kerja :
1. Memindahkan sampel urine yang berada di pot urine ke tabung steril bagian
2. Mencelupkan strip dalam urine (carik celup)
3. Perubahan warna pada strip dibandingkan dengan indicator
4. Mencatat hasilnya.



Contoh hasil pemeriksaan pada nomer ID 0438


Darah : - negative
Bilirubin : - negative
Urabilin : - negative
Keton : - negative
Protein : - negative
Nitrit : - negative
Glukosa : - negative
pH : 6,0
Berat jenis : 1.020
Leukosit :
Vit C : - negative


Untuk pemeriksaan endapan endapan urine seperti leukosit, leukosit, epitel, silinder, Kristal, bakteri
dll. Dilakukan pemeriksaan secara mikroskopis menggunakan mikroskop. Untuk menemukan adanya
unsur unsur organic dan anorganik dalam urine secara mikroskopis dilakukan pemeriksaan sediment.
Prinsip : berat jenis unsure-unsur sedimen dan anorganik lebih besar daripada berat jenis urine sehingga
dengna centrifuge unsure-unsur tersebut akan mengendap.
Cara kerja :
1. Menyiapkan tabung reaksi steril sebanyak 2 buah untuk 2 sampel
2. Memasukkan urine bagian pada masing-masing tabung
3. Memastikan bahwa volume pada kedua tabung sama
4. Memasukkan tabung kedalam centrifuge dengan posisi yang seimbang dengan kecepatan 2000
rpm selama 10 menit
5. Buang filtrate pada urine yang telah dicentifuge, sehingga hanya tersisa sediment urinenya.
6. Meneteskan 1 tetes urine pada objek glass, kemudian tutup dengan deck glass (jangan sampai ada
gelembung)
7. Megamati dibawah mikroskop dengan perbesaran sedang dan kecil dengan ketentuan sbb :
Jumlah unsure sedimen yang tampak dilaporkan secara semi kuantatif yaitu jumlah rata-rata per LPK
atau per LPB
Jumlah silinder dilaporkan rata-rata per LPB (objek 10 X)
Jumlah sel sel epitel, bakteri, jamur, Kristal cukup dilaporkan dengan tanda positif / negatif.
8. Mencatat hasil pemeriksaan
Contoh hasil pemeriksaan
Nama : Ny. Desi Kurnia

No. ID : 77083


- Makroskopis
Warna : Kuning
Kejernihan :Agak keruh
pH : 6,0
Bj : 1,020
- Kimia
Protein : -
Reduksi Di laboratorium hematologi pemeriksaan yang dilakukan meliputi sampel darah dan sampel
urine. Pada sampel darah dilakukan pemeriksaan seperti :
1. LED (laju Endop Darah)
2. Hb (Hemoglobin)
3. Ht (Hematokrit)
4. Leukosit (WBC /White Blood Cells)
5. Eritrosit (RBC / Red Blood Cells)
6. Trombosit (PLT / Platelet)
7. Hitung jenis leukosit (Drff Count)
8. MCV (Mean RBC Volume)
9. MCH (Mean RBC Hb)
10. MCHC (Mean RBC Hb concentration)
11. RDW (Red Distribution Width)
12. PDW (Platelet Distribution Width)
13. MPV (Mean Platelet Volume)
Sedangkan pada sampel urine dapat dilakukan pemeriksaan seperti :
1. RBC (NL)
2. Bilirubine (mg / 100 ml)
3. Urabiline (mg / 100 ml)
4. Keton (mg / 100 ml)
5. Protein (mg / 100 ml)
6. Nitrit
7. Glukosa (mg / 100 ml)
8. pH
9. Berat jenis
10. Leukosit (NL)
11. Sedimen eritrosit, lekosit, sel, epitel, silinder, kristal, bakteri, jamur, benang lendir, dll.


A. Sampel Darah
Setiap sampel darah yang akan diperiksa di laboratorium Hematologi harus dihomogenkan terlebih
dahulu dengan alat.
Gallery Mixer AVL
Prisip : darah dengan antikoogulan yang digoyang-goyangkan agar bercampur dengan rata, kurang lebih
selama 1 menit.
Cara kerja :
1. Masukkan steker ke stop kontak
2. Kemudian di on kan
3. Lamanya waktu pengocokan tergantung penggunaanya 1 (menit)
4. Setelah selesai tombol di ofkan dan steker dicabut di stop kontak
Untuk pemeriksaan LED (laju Endap Darah), darah yang sudah homogeny dimasukkan dalam
alat Humased 2.
Prinsip : darah dengan perbandingan 1:4 dihomogenkan dan dimasukkan dalam alat Humased 20, alat
akan secara otomatis mengukur kecepatan pengendapan eritrosit dalam waktu 12 menit.
Cara kerja Humased 20 :
1. Switch on yang ada dibelakang alat
2. Tunggu samapi muncul tanda test
3. Tunggu sampai muncul tanda extract
4. Setelah tanda titik . Pemeriksaan siap dilakukan dengan memasukkan tube ada lubangnya.
5. Setelah 12 menit hasil dapat dilihat untuk 1 jam dan 2 jam, apabila ingin melanjutkan pemeriksaan
dengan tube / pasien lain tunggu sampai muncul tanda titik . Lagi, kemudian tube dimasukkan seperti
sebelumnya (no. 4)
6. Jika ingin mmeatikan, pastikan tombol dalam pososo off

Pemeriksaan Sampel :
1. Sebelummya melakukan pemeriksaan, pastikan data pasien sudah terdaftar di bagian hematologi
sesuai dengan parameter yang akan diperiksa.
2. Sampel darah pasien yang ada dalam tabung vakum diletakkan diatas Gallery Mixer AVL
secukupnya. Hal ini bertujuan untuk menghomogenkan darah dengan anti koagulan.
3. Menuangkan sampel tadi dalam tube LED sampai garis batas, dimana tube LED sudah diberi no sitrar
0,5 ml. perbandingan No Citrat di darah adalah 1 : 4
4. Homogenkan No Citrat dan darah pada tube LED dengan cara membolak-balikkantabung 5 kali.
5. Memasukkan tube dalam Humased 20 selama 12 menit, kemudian akan muncul hasil LED untuk 1
jam dan 2 jam pada layar Humased.
6. Mencatat hasil
Untuk pemeriksaan darah rutin seperti Hb, ht, Difft Count, Trombosit, Eritrosit, Leukosit dll digunakan
alat Hematologi Analyzer POCH 100.
Hematology An mempunyai 3 bagian denngan berbagai pinsip prinsip dasar Hematologu Analyzer
POCH 100 adalah :
DC Detection Method
Sampel didilusi dengan larutan yang memilliki konduktivitas tertentu. Sel dialirkan melalui lubang
dengan ukuran tertentu. Orifice, pada saat yang sama suatu arus listrik dialirkan melalui electrode yang
dipasang di sisi luar dan sisi dalam orifice. Dengan alat ini dapat mengenali jenis-jenis sel menurut
ukuran dan dapat menghitung jumlah selnya.
Light Scattering
Sel melalui sebuah flowcell, dilewatkan sumber cahaya yang difokuskan . cahaya discatterkan pada
semua sel saat melewati beam, fotodetertor merangkap cahaya dari berbagai sudut spesifik yang dapat
membedakan jenis sel darah. Informasi tentang jumlah dan ukuran sel dikonversikan dalam benuk
digital. Instrument yang menggunakan teknologi scatter disebut flow cytometer.

Hb Analysis Method
Prinsip pemeriksaan sama dngna Hb cyanmeth, kecuali sysmex corp menggunakan non cyanide Hb.
Setelah beraksi, dibaca pada panjang gelombang 540 nm.
Cara kerja Hematology Analyzer
1. Hubungkan kabel power ke stabillisator (stavo)
2. Hidupkan alat (saklar on/off ada disisi kanan atas alat)
3. Alat akan self check, pesan please wait akan tampil di layar
4. Alat akan secara otomatis melakukan self check kemudian background check
5. Pastikan alat pada posisi ready
Pemeriksaan sampel
1. Sampel darah harus dipastikan sudah homogen dengan antikoogulan
2. Tekan tombol Whole Blood WB pada layar
3. Tekan tombol ID dan masukkan no sampel, tekan enter
4. Tekan bagian atas dari tempat sampel yang berwarna ungu untuk membuka dan letakkan sampel
dalam adaptor
5. Tutup tempat sampel dan tekan RUN
6. Hasil akan muncul pada layar secara otomatis
7. Mencatat hasil pemeriksaan
B. Sampel Urine
Untuk pemeriksaan urine seperti bilirubin, urobilin, keton, protein, nitrit, glukosa dll digunakan uji carik
celup.
Prinsip : reagen yang terdapat pada carik uji merupakan suatu indicator bila beraksi dengan cat
terkandung di dalam urine.
Cara kerja :
1. Memindahkan sampel urine yang berada di pot urine ke tabung steril bagian
2. Mencelupkan strip dalam urine (carik celup)
3. Perubahan warna pada strip dibandingkan dengan indicator
4. Mencatat hasilnya.



Contoh hasil pemeriksaan pada nomer ID 0438


Darah : - negative
Bilirubin : - negative
Urabilin : - negative
Keton : - negative
Protein : - negative
Nitrit : - negative
Glukosa : - negative
pH : 6,0
Berat jenis : 1.020
Leukosit :
Vit C : - negative


Untuk pemeriksaan endapan endapan urine seperti leukosit, leukosit, epitel, silinder, Kristal, bakteri
dll. Dilakukan pemeriksaan secara mikroskopis menggunakan mikroskop. Untuk menemukan adanya
unsur unsur organic dan anorganik dalam urine secara mikroskopis dilakukan pemeriksaan sediment.
Prinsip : berat jenis unsure-unsur sedimen dan anorganik lebih besar daripada berat jenis urine sehingga
dengna centrifuge unsure-unsur tersebut akan mengendap.
Cara kerja :
1. Menyiapkan tabung reaksi steril sebanyak 2 buah untuk 2 sampel
2. Memasukkan urine bagian pada masing-masing tabung
3. Memastikan bahwa volume pada kedua tabung sama
4. Memasukkan tabung kedalam centrifuge dengan posisi yang seimbang dengan kecepatan 2000
rpm selama 10 menit
5. Buang filtrate pada urine yang telah dicentifuge, sehingga hanya tersisa sediment urinenya.
6. Meneteskan 1 tetes urine pada objek glass, kemudian tutup dengan deck glass (jangan sampai ada
gelembung)
7. Megamati dibawah mikroskop dengan perbesaran sedang dan kecil dengan ketentuan sbb :
Jumlah unsure sedimen yang tampak dilaporkan secara semi kuantatif yaitu jumlah rata-rata per LPK
atau per LPB
Jumlah silinder dilaporkan rata-rata per LPB (objek 10 X)
Jumlah sel sel epitel, bakteri, jamur, Kristal cukup dilaporkan dengan tanda positif / negatif.
8. Mencatat hasil pemeriksaan
Contoh hasil pemeriksaan
Nama : Ny. Desi Kurnia

No. ID : 77083


- Makroskopis
Warna : Kuning
Kejernihan :Agak keruh
pH : 6,0
Bj : 1,020
- Kimia
Protein : -
Reduksi : - / -
- Mikroskopis
Eritrosit : 0 1
Leukosit : 15 20
Epitel : 10 15
Silinder : -
Kristal : -
Bakteri : +
Jamur : +
Mikroskopis
Eritrosit : 0 1
Leukosit : 15 20
Epitel : 10 15
Silinder : -
Kristal : -
Bakteri : +
Jamur : +

Pemeriksaan
Pemeriksaan yang umum dilakukan untuk menyelidiki masalah hematologi terdiri dari:
hitung darah lengkap
film darah
biopsi jaringan tulang

Pengobatan
Pengobatan terdiri dari:
Medikasi
Transfusi darah (untuk anemia)
Veneseksi (untuk hemokomatosis atau polisitemia)
Transplantasi jaringan tulang (untuk leukemia)
Kemoterapi (untuk leukemia)
Radioterapi (untuk leukemia)

fungsi
Transportasi (sari makanan, oksigen, karbondioksida, sampah dan air)
1. Termoregulasi (pengatur suhu tubuh)
2. Imunologi (pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri)
1. Homeostasis (mengatur keseimbangan zat, pengatur pH tubuh)

tujuan:
Mendeteksi kelainan hematologi (anemia dan leukemia) bila timbul dugaan adanya kelainan jumlah dan
fungsi dari sel darah.
2. Kelainan sistemik (hati dan ginjal) yang dapat mempengaruhi sel darah baik bentuk maupun fungsinya.
3. Membantu diagnosis penyakit infeksi dengan melihat kenaikan atau penurunan jumlah leukosit serta hitung
jenisnya.
4. Mendeteksi beberapa penyakit perdarahan yang berkaitan dengan kuantitas dan kualitas trombosit seperti
demam berdarah dan ITP



http://www.hi-lab.co.id/index.php/our-advice/164-hematologi
http://bennyyoherman.blogspot.com/2011/11/hematologi.html
http://semar-septi.blogspot.com/2011/10/laporan-hematologi.html