Anda di halaman 1dari 17

Dekubitus

DEKUBITUS
TUJUAN BELAJAR
TUJUAN KOGNITIF
Setelah membaca bab ini dengan seksama, maka anda sudah akan dapat :
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan dekubitus
1.1 Menceritakan kembali definisi dekubitus
1.2 Mengetahui siapa saja yang perlu mendapat perhatian khusus akan dekubitus
2. Mengetahui penyebab dan faktor resiko dekubitus pada lansia
2.1 Menyebutkan faktor intrinsik dan ekstrinsik dekubitus pada lansia
2.2 Menjelaskan perubahan kulit berkaitan dengan bertambahnya usia
2.3 Mengetahui skala yang dipakai untuk mengidentifikasi pasien-pasien beresiko
terhadap terjadinya dekubitus serta penilaiannya
3. Mengetahui hubungan dekubitus dengan lansia
3.1 Menjelaskan mengenai gambaran morfologik pada kulit menua
. Mengetahui patofisiologi dekubitus
.1 Menjelaskan bagaimana urutan patofisiologi terjadinya dekubitus secara mudah
.2 Mengerti perkembangan serta penampilan klinis dekubitus
!. Mengetahui penatalaksanaan dekubitus
!.1 Mengerti prinsip pencegahan dan pengobatan bila sudah terjadi dekubitus menurut
derajatnya masing-masing
!.2 Mengetahui proses penyembuhan luka dekubitus
!.3 Mengerti mengenai pentingnya langkah pencegahan terhadap mereka yang beresiko
terhadap dekubitus
TUJUAN AFEKTIF
Setelah membaca ini dengan penuh perhatian, maka penulis mengharapkan anda sudah akan
dapat :
1. Mencegah terjadinya dekubitus pada lansia
2. Mencegah komplikasi dekubitus agar tidak bertambah parah
3. Menunjukkan perhatian yang lebih dalam penatalaksanaan dekubitus pada lansia
Kepaniteraan Gerontologi Medik
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti !" #embangunan$ %ibubur
#eriode &' (ktober )''* s+d ') Desember )''*

Dekubitus
I. PENDAHULUAN
"ekubitus dapat terjadi pada setiap tahap umur, tetapi hal ini merupakan masalah
yang khusus dan banyak terjadi pada lanjut usia. #nsiden kejadiannya berkaitan erat dengan
imobilitas. #stilah dekubitus diambil dari bahasa latin $decumbere% yang artinya berbaring.
"ekubitus juga disebut pressure sores atau bed sores, adalah kerusakan&kematian
kulit sampai jaringan di ba'ah kulit, bahkan menembus otot sampai mengenai tulang akibat
adanya penekanan pada satu area yang berlangsung terus menerus atau berulang-ulang
sehingga mengakibatkan peredaran darah setempat terhenti sehingga terjadi nekrosis.
(eparahan suatu dekubitus didasarkan pada kedalaman ulkus. )alaupun semua bagian tubuh
dapat mengalami dekubitus, bagian ba'ah dari tubuh beresiko tinggi dan membutuhkan
perhatian khusus. *agian tubuh yang sering mengalami dekubitus adalah tempat di mana
terdapat penonjolan misalnya daerah sacrum, trokhanter mayor, spina ischiadica anterior
superior, tumit, siku dan kepala bagian belakang.
#mobilitas yang berlangsung lama dapat menyebabkan dekubitus. +erjadinya
dekubitus disebabkan oleh gangguan aliran darah setempat, dan keadaan umum dari
penderita.
"ekubitus merupakan suatu hal yang serius dengan angka morbiditas dan mortalitas
yang tinggi pada penderita lanjut usia. "i negara-negara maju presentase terjadinya dekubitus
mencapai 11, dan terjadi dalam 2 minggu pera'atan.
"ekubitus sangat penting dan merupakan masalah yang serius. -amun dengan
pera'atan yang tepat, hampir sebagian besar dekubitus dapat disembuhkan.
II. ETIOLOGI DAN PATOFISIOLOGI
.da faktor yang telah diterapkan dalam patogenesis dekubitus, yaitu:
1. +ekanan
2. /eregangan dan lipatan kulit
3. 0esekan kulit
. *eberapa faktor predisposisi.
1aktor-faktor ini mengakibatkan terhambatnya aliran darah ke kulit. Selain itu,
gesekan pada kulit menghilangkan stratum korneum epidermis yang berfungsi sebagai
pelindung kulit.
1. Tekanan
+ekanan darah kapiler berkisar antara 12 mm3g - 33 mm3g. (ulit akan tetap utuh
karena sirkulasi darah terjaga bila tekanannya masih berkisar pada batas-batas
tersebut. +etapi, sebagai contoh, bila seseorang menderita imobil & terpancang pada
tempat tidurnya secara pasif dan berbaring diatas kasur busa biasa maka tekanan
daerah sakrum akan mencapai 24-54 mm3g, dan daerah tumit mencapai 34 - !
mm3g. +ekanan ini akan menimbulkan daerah iskemik dan bila berlanjut akan
terjadi nekrosis jaringan kulit.
2. Peregangan dan lipatan kulit
*ila penderita imobil, tidak dibaringkan terlentang mendatar, tetapi pada posisi
setengah duduk, akan terjadi peregangan dan lipatan kulit. .da kecenderungan
tubuh akan meluncur ke ba'ah, apalagi bila keadaannya basah. Seringkali hal ini
dicegah dengan memberikan penghalang, misalnya bantal-bantal kecil atau balok
kayu pada kedua telapak kaki. 6paya ini hanya mencegah pergerakkan kulit, yang
Kepaniteraan Gerontologi Medik
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti !" #embangunan$ %ibubur
#eriode &' (ktober )''* s+d ') Desember )''*

!
Dekubitus
sekarang terfiksasi pada alas, tetapi rangka tulang tetap cenderung maju ke depan.
.kibatnya terjadi garis-garis penekanan atau peregangan pada jaringan subkutan
yang seakan-akan tergunting pada tempat-tempat tertentu, dan terjadi penutupan
arteriole dan arteri-arteri kecil akibat terlalu teregang bahkan sampai robek. +enaga
menggunting ini disebut Shearing forces. .kibat tambahan dari shearing forces ini,
pergerakkan tubuh diatas alas tempat berbaring, dengan fiksasi kulit pada
permukaan alas akan menyebabkan terjadinya lipatan-lipatan kulit 7skin folding8.
+erutama terjadi pada penderita yang kurus dengan kulit yang kendur. 9ipatan-
lipatan kulit yang terjadi ini dapat menarik & mengacaukan dan menutup pembuluh-
pembuluh darah
3. Gesekan
0esekan terjadi saat penderita bergerak maju atau ditarik dari tempat tidurnya
sehingga terjadi gesekan antara kulit dan alas tempat tidur, gesekan ini
menghilangkan stratum korneum epidermis sehingga jaringan di ba'ahnya menjadi
terekspose.
4. Faktor predisposisi
a. Faktor tubuh sen!r! " #aktor !ntr!ns!k $ antara %a!n &
Status gi:i, under'eight atau o;er'eight
.danya hipoalbuminemia mempermudah terjadinya dekubitus dan
memperburuk penyembuhan Sebaliknya bila ada dekubitus akan
menyebabkan kadar albumin darah menurun.
/enyakit-penyakit neurologik, penyakit-penyakit yang merusak pembuluh
darah dan memperburuk dekubitus.
(ulit yang lembab seperti pada penderita dengan inkontinensia, keadaan
hidrasi&cairan tubuh yang kurang.
b. Faktor ekstr!ns!k
(ebersihan tempat tidur
.lat-alat tenun yang kusut dan kotor
/eralatan medik, sehingga penderita terfiksasi pada suatu sikap tertentu
"ekubitus dapat terjadi pada setiap umur, tetapi usia lanjut berpotensi lebih besar.
3al ini disebabkan adanya hubungan antara perubahan pada kulit dengan
bertambahnya usia,yaitu :
a. *erkurangnya jaringan lemak subkutan
b. *erkurangnya jaringan kolagen dan elastin
c. Menurunnya efisiensi kolateral kapiler pada kulit sehingga kulit menjadi lebih
tipis dan rapuh
III. PE'BAGIAN DAN LOKASI TERSERING DEKUBITUS
Mengingat patofisiologi terjadinya ulkus dekubitus, maka perlu diingat bah'a
kerusakan jaringan diba'ah tempat yang mengalami dekubitus adalah lebih luas dari
ulkusnya sendiri. "an sebelumnya perlu dipahami terlebih dahulu tentang lapisan-lapisan
kulit.
Kepaniteraan Gerontologi Medik
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti !" #embangunan$ %ibubur
#eriode &' (ktober )''* s+d ') Desember )''*

2
Dekubitus
/embagian tipe ulkus dekubitus berdasarkan 'aktu yang dibutuhkan untuk
penyembuhannya dan perbedaan suhu dari ulkus dengan kulit sekitarnya dibagi menjadi 3
yaitu :
a. T!(e nor)a%
+ipe ini memiliki beda temperature sampai diba'ah 2,!
<
= dibandingkan kulit
sekitarnya dan akan sembuh dalam pera'atan sekitar 2 minggu. 6lkus ini terjadi
karena iskemia jaringan akibat tekanan, tetapi aliran darah dan pembuluh-
pembuluh darah baik.
b. T!(e arter!osk%erot!k
+ipe ini memiliki beda temperature kurang dari 1
<
= antara daerah ulkus dengan
kulit sekitarnya. (eadaan ini menunjukkan gangguan aliran darah akibat penyakit
pada pembuluh darah 7arteriosklerotik8 ikut berperan untuk terjadinya dekubitus,
disamping faktor tekanan. "engan pera'atan, ulkus ini diharapkan sembuh dalam
12 minggu.
*. T!(e ter)!na%
+ipe ini terjadi pada penderita yang akan meninggal dan tidak dapat sembuh.
*erdasarkan karakteristik pembagian klinis, dekubitus terbagi atas:
a. Dera+at ,. .kan terlihat kulit yang kemerahan atau kulit yang berubah 'arna
menjadi lebih gelap. (ulit belum rusak tetapi meradang dan mungkin sakit, serta
panas saat disentuh. "idapati pula tekstur kulit yang mengeras seperti bunga
karang yang menetap. /erbedaan 'arna dari kulit, panas dan edema, indurasi atau
lecet dan mengeras menjadi tanda-tanda a'al dari dekubitus.
Kepaniteraan Gerontologi Medik
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti !" #embangunan$ %ibubur
#eriode &' (ktober )''* s+d ') Desember )''*

5
Dekubitus
b. Dera+at -. +erlihat tanda-tanda dimana kulit mulai terpecah dan sebagian kulit
yang tipis menghilang mulai dari epidermis, dermis atau keduanya. 6lkus masih
superfisial memperlihatkan gambaran yang abrasi, melepuh dan lubang yang
dangkal dengan tepi ulkus jelas. >aringan sekitar mungkin berbatas merah,
membengkak serta terasa perih.
c. Dera+at .. 9apisan kulit hilang seluruhnya oleh karena kerusakan yang meluas
atau nekrosis dari jaringan subkutan, serta melebar ke ba'ah tetapi tidak
mencapai batas fascia 7pembungkus otot8. 0ambaran klinis dari ulkus berupa
lubang atau ka'ah yang dalam dan menggaung dengan atau tanpa merusak
jaringan yang berdekatan.
Kepaniteraan Gerontologi Medik
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti !" #embangunan$ %ibubur
#eriode &' (ktober )''* s+d ') Desember )''*

?
Dekubitus
d. Dera+at /. (ulit seluruhnya mengalami kerusakan yang lebih lanjut, ada jaringan
yang nekrosis, kerusakan dari otot, tulang atau jaringan pendukung seperti tendon
dan joint kapsul. "erajat ini dapat mengakibatkan infeksi pada tulang atau sendi.
9okasi tersering pada pasien yang berbaring adalah di samping atau belakang
kepala, siku, punggung, panggul, lutut, atau di mana pun bagian yang bersentuhan
dengan tempat tidur dengan jangka 'aktu lama. 3al ini terlihat pada gambar berikut:
Kepaniteraan Gerontologi Medik
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti !" #embangunan$ %ibubur
#eriode &' (ktober )''* s+d ') Desember )''*

@
Dekubitus
/ada pasien yang menggunakan kursi roda dan menghabiskan sebagian besar
'aktunya untuk duduk juga dapat terkena dekubitus, lokasi-lokasi yang sering terkena
dekubitus terlihat pada gambar di ba'ah ini:
I0. FAKTOR RESIKO
/asien-pasien tua yang tidak mampu bergerak 7seperti: stroke, demensia lanjut, patah
tulang panggul8, inkontinensia, malnutrisi, diabetes mellitus, pemakaian urin kateter, fraktur
merupakan pasien-pasien yang berisiko tinggi untuk terkena ulkus dekubitus. *anyak faktor
resiko bagi berkembangnya ulkus dekubitus, namun semua penyakit yang menyebabkan
ketidakmampuan untuk bergerak meningkatkan faktor resiko tersebut. /enelitian pada orang-
orang tua yang dipasang alat penghitung otomatis pada tempat tidurnya ditemukan bah'a
pada pasien dengan A !1 gerakan spontan pada malam hari tidak menyebabkan dekubitus,
namun pada @4 , pasien dengan B 24 gerakan spontan pada malam hari mengalami
dekubitus.
/eningkatan umur meningkatkan angka terjadinya dekubitus. 6mur berhubungan
dengan berubahnya fisiologi di kulit pasien.
>adi faktor risiko dekubitus pada lansia adalah :
D : "elirium, dementia, dependence.
E : Clderly.
K : (ontraktur.
U : 6rinary incontinence.
* : *o'el incontinence.
I : #mmobility.
T : +ension oDygen lo'.
U : 6nder nourishment.
S : Spastic.
Kepaniteraan Gerontologi Medik
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti !" #embangunan$ %ibubur
#eriode &' (ktober )''* s+d ') Desember )''*

14
Dekubitus
Skala -orton sering dipakai untuk mengidentifikasi pasien-pasien dengan risiko
tinggi, dimana pada skala ini menggunakan ! ;ariabel yaitu: kondisi fisik, status mental,
derajat akti;itas, mobilitas, inkontinensia.
Tabe%. I0. ,. Skala -orton 6ntuk Mendeteksi /asien *erisiko
+erkena 6lkus "ekubitus.
Na)a Pas!en Skor
Tan11a%
Kon!s! #!s!k u)u)&
2 *aik
- 9umayan
- *uruk
- Sangat buruk

3
2
1
Kesaaran&
2 =ompos mentis
- .patis
- Sopor&confuse
- Stupor&koma

3
2
1
Akt!#!tas&
2 .mbulan
- .mbulan dengan bantuan
- 3anya bisa duduk
- +idur

3
2
1
'ob!%!tas&
2 *ergerak bebas
- Sedikit terbatas
- Sangat terbatas
- +ak bisa bergerak

3
2
1
Inkot!nens!a&
2 +idak ada
- (adang-kadang
- Sering inkotinensia urn
- #nkotinensia urin dan al;i

3
2
1
Skor tota%
Kepaniteraan Gerontologi Medik
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti !" #embangunan$ %ibubur
#eriode &' (ktober )''* s+d ') Desember )''*

11
"engan penilaian
Skor B 12 E resiko tinggi
Skor 12 F 13 E resiko sedang
Skor A 1 E resiko rendah
Dekubitus
0. KO'PLIKASI
(omplikasi yang terjadi akibat dekubitus adalah :
Sepsis merupakan komplikasi yang paling sering dari dekubitus.
#nfeksi lokal, selulitis, dan osteomielitis.
/yarthrosis atau ulkus yang berpenetrasi ke rongga sendi.
3al ini terjadi pada dekubitus yang terinfeksi sangat dalam.
.myloidosis terjadi pada dekubitus kronik.
3al ini juga menjadi sumber penularan nokosomial di rumah sakit karena
resistensi dari antibiotic.
+anda-tanda mulainya terjadi infeksi dari ulkus adalah :
+erdapat nanah & pus yang ber'arna kuning atau hijau.
+ercium bau tidak enak dari luka.
"i sekitar luka memerah, membengkak dan empuk saat dipegang 7fluktuasi8.
+anda-tanda infeksi tersebut sudah meluas adalah :
Suhu meningkat, tidak bisa konsentrasi, detak jantung cepat dan lemah.
0I. PENATALAKSANAAN
+indakan pencegahan adalah langkah pertama dalam menghindari timbulnya
dekubitus. Selain mengurangi biaya pera'atan, pencegahan terjadinya ulkus dekubitus juga
merupakan langkah yang dapat mempertahankan kualitas hidup pasien. /encegahan untuk
mencegah terjadinya luka dekubitus terdiri dari 3 kategori, yaitu :
1. /era'atan kulit dan penanganan dini
a. "ia'ali dengan mengenal penderita yang beresiko tinggi untuk terjadinya
dekubitus.
b. Meramalkan akan terjadinya dekubitus dengan memakai skor -orton. Skor di
ba'ah 1 menunjukkan adanya resiko tinggi terjadinya dekubitus.
c. Menjaga kebersihan kulit penderita dengan memandikan setiap hari. Sesudah
dikeringkan dengan baik, digosok dengan lotion, terutama di bagian kulit yang
terdapat tonjolan-tonjolan tulang. *isa juga dibubuhkan bedak tabur secara
teratur. Sambil digosok di lakukan masase untuk melancarkan sirkulasi darah
ke kulit.
d. Meningkatkan status kesehatan penderita
6mum : memperbaiki dan menjaga keadaan umum penderita, misalnya
hipoalbuminemia dikoreksi, nutrisi dan hidrasi yang cukup, ;itamin = dan
mineral Gn ditambahkan.
(husus : mengobati penyakit-penyakit yang ada pada penderita, misalnya "M
yang belum terkontrol dengan baik, paru, dsb.
e. Mengurangi & meratakan faktor tekanan yang mengganggu aliran darah
.lih posisi & tidur selang-seling paling lama tiap 2 jam sekali yaitu : 2 jam
miring ke kiri, 2 jam terlentang, 2 jam miring ke kanan.
2. /enggunaan berbagai matras atau kasur
Kepaniteraan Gerontologi Medik
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti !" #embangunan$ %ibubur
#eriode &' (ktober )''* s+d ') Desember )''*

12
Dekubitus
Saat ini telah dikembangkan berbagai macam kasur anti dekubitus yang berisi
sabut kelapa & keset, karena serabut-serabut halus pada keset sabut kelapa tersebut
dapat lebih melancarkan peredaran darah, sehingga oksigenasi ke jaringan-jaringan
tubuh yang iskemik juga dapat diperbaiki. Selain kasur dari bahan sabut kelapa juga
telah banyak dibuat bantal anti dekubitus yang juga terbuat dari bahan sabut
kelapa&keset tersebut.
(asur khusus untuk lebih membagi rata tekanan yang terjadi pada tubuh
penderita. (arena pada kasur tidur busa biasa, berat tubuh pasien hanya
didistribusikan pada beberapa tempat tertentu, sehingga resiko terjadi dekubitus
menjadi besar.
Ga)bar 0I.,. Pener!ta berbar!n1 ter%entan1 ! atas kasur busa b!asa.
*erat tubuh penderita akan didistribusikan pada beberapa tempat tertentu. Hesiko
terjadinya dekubitus besar sekali.
Ga)bar 0I.-. Pener!ta berbar!n1 ter%entan1 ! atas kasur b!asa3 teta(! !bantu
en1an bebera(a banta% ke*!% (en4an11a tubuh.
*erat tubuh berhasil dibagi lebih merata, sehingga resiko terjadinya dekubitus
diperkecil.
Kepaniteraan Gerontologi Medik
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti !" #embangunan$ %ibubur
#eriode &' (ktober )''* s+d ') Desember )''*

13
Dekubitus
Ga)bar 0I...Pener!ta berbar!n1 ! atas kasur khusus "kasur ant! ekub!tus$
en1an )e)aka! s!ste) 1e%o)ban1 uara 4an1 na!k turun ber1ant!an.
*erat tubuh lebih berhasil dibagi merata, resiko dekubitus lebih diperkecil.
Ga)bar 0I./.Pener!ta berbar!n1 ! atas kasur a!r3 en1an te)(eratur a!r
a(at !atur sesua! 4an1 !!n1!nkan.
*eban berat tubuh benar-benar merata pada seluruh bagian tubuh yang kontak dengan
alas, sehingga faktor tekanan sangat diperkecil dan resiko terjadinya dekubitus akibat
faktor ini menjadi minimal.
Hegangan pada kulit dan lipatan kulit yang menyebabkan sirkulasi darah setempat
terganggu, dapat dikurangi antara lain dengan cara:
- Menjaga posisi pasien, apakah dengan ditidurkan rata di tempat tidurnya, atau
didudukkan di kursi.
- Memberi bantalan dari balok penyangga pada kedua kaki, bantal-bantal kecil
untuk menahan tubuh penderita, $kue donat% 7 dekubitus ring 8 untuk tumit, ini semua
dapat mendukung usaha pencegahan dan pengobatan dekubitus.
3. Cdukasi pasien
+im medis yang terlibat didalam edukasi pasien agar menyadari bah'a tindakannya
dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien untuk mencegah
terjadinya luka dekubitus, akan sangat mempengaruhi pasien untuk melakukan
tindakan-tindakan pencegahan terjadinya dekubitus.
Pen1obatan b!%a suah ter+a! ekub!tus
Kepaniteraan Gerontologi Medik
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti !" #embangunan$ %ibubur
#eriode &' (ktober )''* s+d ') Desember )''*

1
Dekubitus
*ila sudah terjadi dekubitus, maka harus ditentukan terlebih dulu derajat dari
dekubitus tersebut. (arena tindakan medisnya akan disesuaikan dengan derajat
tersebut.
a. Dekub!tus era+at I
*ila reaksi peradangan masih terbatas pada epidermis, maka kulit yang kemerahan
dibersihkan hati-hati dengan air hangat dan sabun, lalu diberi lotion, kemudian
dimasase 2-3 kali sehari.
b. Dekub!tus era+at II
/era'atan ulkus & luka yang sudah terjadi harus memenuhi syarat-syarat aseptik dan
antiseptik.
"aerah yang luka digosok dengan es dan dihembus dengan udara hangat bergantian
untuk merangsang sirkulasi. "apat diberikan salep antibiotik topikal untuk
merangsang tumbuhnya jaringan muda&granulasi. /enggantian balutan dan salep
jangan terlalu sering karena dapat merusak pertumbuhan jaringan yang diharapkan.
*. Dekub!tus era+at III
6lkus lebih dalam, ulkus menggaung sampai pembungkus otot dan sudah terinfeksi,
maka diusahakan luka selalu bersih dan eksudat diusahakan dapat mengalir keluar.
*alutan jangan terlalu tebal, sebaiknya transparan sehingga permeabel untuk masuk-
keluarnya udara & oksigen dan penguapan. (elembaban luka dijaga agar tetap basah,
karena dapat mempermudah regenerasi sel-sel kulit. 9uka yang kotor dapat dicuci
dengan larutan -a=l fisiologis dan diberi antibiotik lokal dan sistemik. /ilihan untuk
antibiotik lokal : Salep kloramfenikol 2,. /ilihan untuk antibiotik sistemik :
antibiotik spektrum luas, seperti amoksisilin D !44 mg selama 1!-34 hari , atau
siklosporin 1-2 g&hari selama 3-14 hari.
. Dekub!tus era+at I0
+erdapat perluasan ulkus sampai ke tulang dan sering disertai jaringan nekrotik.
Maka semua langkah-langkah di atas tetap dilakukan dan jaringan nekrotik yang ada
harus dibersihkan, karena akan menghalangi pertumbuhan jaringan & epitelisasi.
Setelah jaringan nekrotik dibuang dan luka bersih, penyembuhan luka dapat secara
alami. *eberapa usaha mempercepat penyembuhan dengan memberikan oksigenasi
pada daerah luka, tindakan dengan ultrasono untuk membuka sumbatan-sumbatan
pembuluh darah dan transplantasi kulit setempat. Setelah ulkus sembuh, harus
diperhatikan kemungkinan timbulnya kembali ulkus di daerah yang sama
Proses (en4e)buhan %uka ekub!tus
/enyembuhan luka dapat dibagi menjadi 3 fase, yaitu :
,. Fase !n#%a)as! "%a1 #ase$
1ase inflamasi berlangsung sejak terjadinya luka sampai kira-kira hari
kelima. /embuluh darah yang terputus pada luka akan menyebabkan perdarahan
dan tubuh akan berusaha menghentikannya dengan ;asokonstriksi, pengerutan
ujung pembuluh yang putus 7retraksi8, dan reaksi hemostatis. 3emostatis terjadi
karena trombosit yang keluar dari pembuluh darah saling melengket, dan bersama
dengan jala fibrin yang terbentuk membekukan darah yang keluar dari pembuluh
darah. Sementara itu terjadi reaksi inflamasi.
Sel mast dalam jaringan ikat menghasilkan serotonin dan histamine yang
meningkatkan permeabilitas kapiler sehingga terjadi eksudasi cairan, penyebukan
sel radang, disertai ;asodilatasi setempat yang menyebabkan udem dan
Kepaniteraan Gerontologi Medik
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti !" #embangunan$ %ibubur
#eriode &' (ktober )''* s+d ') Desember )''*

1!
Dekubitus
pembengkakan. +anda dan gejala klinik reaksi radang menjadi jelas berupa 'arna
kemerahan karena kapiler melebar 7rubor8, suhu hangat 7kalor8, rasa nyeri 7dolor8
dan pembengkakan 7tumor8.
.ktifitas seluler yang terjadi adalah pergerakan leukosit menembus
dinding pembuluh darah 7diapedesis8 menuju luka karena daya kemotaksis.
9eukosit mengeluarkan en:im hidrolitik yang membantu mencerna bakteri dan
kotoran luka. 9imfosit dan monosit yang kemudian muncul ikut menghancurkan
dan memakan kotoran luka dan bakteri ini 7fagositosis8. 1ase ini disebut juga fase
lamban karena reaksi pembentukan kolagen baru sedikit dan luka hanya
dipertautkan oleh fibrin yang amat lemah.
-. Fase (ro%!#eras! "#ase #!bro(%as!a$
1ase proliferasi disebut juga fase fibroplasia karena yang menonjol adalah
proses proliferasi fibroblast. 1ase ini berlangsung dari akhir fase inflamasi sampai
kira-kira akhir minggu ketiga. 1ibroblast berasal dari sel mesenkim yang belum
berdiferensiasi, menghasilkan mukoplisakarida, asam aminoglisin dan prolin yang
merupakan bahan dasar kolagen serat yang akan mempertautkan tepi luka.
/ada fase fibroplasia ini, luka dipenuhi sel radang, fibroblast dan kolagen
membentuk jaringan ber'arna kemerahan dengan permukaan yang berbenjol
halus yang disebut jaringan granulasi. Cpitel tepi luka yang terdiri dari sel basal
terlepas dari dasarnya dan berpindah mengisi permukaan luka. +empatnya
kemudian diisi oleh sel baru yang terbentuk dari proses mitosis. /roses migrasi
hanya bisa terjadi ke arah yang lebih rendah atau datar, sebab epitel tak dapat
bermigrasi ke arah yang lebih tinggi. /roses ini baru berhenti setelah epitel saling
menyentuh dan menutup seluruh permukaan luka. "engan tertutupnya permukaan
luka, proses fibroplasia dengan pembentukan jaringan granulasi juga akan
berhenti dan mulailah proses pematangan dalam fase penyudahan.
.. Fase re)oe%!n1 " #ase resorbs! $
/ada fase ini terjadi proses pematangan yang terdiri dari penyerapan
kembali jaringan yang berlebih, pengerutan sesuai dengan gaya gra;itasi dan
akhirnya perupaan kembali jaringan yang baru terbentuk. 1ase ini dapat
berlangsung berbulan-bulan dan dinyatakan berakhir kalau semua tanda radang
sudah lenyap. +ubuh berusaha menormalkan kembali semua yang menjadi
abnormal karena proses penyembuhan. 6dem dan sel radang diserap, sel muda
menjadi matang, kapiler baru menutup dan diserap kembali, kolagen yang
berlebih diserap dan sisanya mengerut sesuai dengan regangan yang ada. Selama
proses ini dihasilkan jaringan parut yang pucat, tipis dan lemas serta mudah
digerakkan dari dasar.
Lan1kah2%an1kah (okok 4an1 harus !%akukan aa%ah &
1. Melihat adanya faktor resiko atau tidak.
2. /era'atan kulit yang beresiko dan pengobatan sedini mungkin apabila terjadi
tanda-tanda akan timbul luka tekan yaitu kulit tampak kemerahan.
3. Suportif terhadap permukaan kulit dalam pengaturan posisi dan secara mekanik
. /emberian asuhan kepada seluruh tingkat pelaksana ra'at kesehatan pasien,
seperti keluarga, pramurukti dan lain-lain.
Kepaniteraan Gerontologi Medik
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti !" #embangunan$ %ibubur
#eriode &' (ktober )''* s+d ') Desember )''*

12
Dekubitus
PEN5E'BUHAN LUKA DENGAN 'ADU
*eberapa penelitian menunjukkan bah'a madu mempunyai efek
bakterisid 7membunuh kuman8, hal ini mempermudah penyembuhan
secara natural dari ulkus diabetikum, ulkus dekubitus, luka bakar, luka
potong, bisul, kulit retak dan lain-lain. /ercobaan pada tahun 1@@@ F 2444
di Humah Sakit )aikato, 3amilton, -e' Gealand menunjukkan
keberhasilan pengobatan madu pada ulkus yang tidak responsi;e terhadap
pengobatan dan pada luka kronik.
Madu dapat melembabkan luka sehingga memberikan hasil
penyembuhan luka yang baik. 3al ini disebabkan oleh:
1. (eadaan yang lembab mempercepat proses penyembuhan.
/ertumbuhan jaringan baru diperlambat jika luka kering.
2. (eadaan lembab mengurangi terjadinya jaringan parut.
(eropeng 7serum yang mengering8 merupakan usaha natural tubuh untuk menjaga luka
agar tetap lembab. +etapi pertumbuhan sel di ba'ah keropeng tersebut akan
menghasilkan jaringan parut. >adi penggunaan madu dapat mencegah pembentukan
keropeng.
3. Mengurangi rasa sakit terutama jika balutan&kasa diganti.
/ada luka yang kering, keropeng mudah melekat pada balutan&kasa dan hal ini akan
menimbulkan rasa nyeri dan menyebabkan jaringan kulit yang baru akan ikut terlepas.
Madu mampu menyembuhkan luka karena efek bakterisid dari hydrogen peroDide.
(etika madu diberikan pada luka, en:im glukose oDidase yang terdapat pada madu
merangsang pengeluaran antiseptik hydrogenperoDide secara berlahan. /engeluaran ini
sampai pada keadaan dimana cukup efek antibakterinya tetapi tidak merusak jaringan yang
sehat. .kti;itas antibakteri hydrogen peroDide bermacam-macam tergantung :
1. >enis bunga 7ada beberapa nectar yang mengandung catalase yang dapat merusak
hydrogen peroDide8.
2. =ara pemrosesan madu, hal ini disebabkan en:im glucose oDidase yang memproduksi
hydrogen peroDide mudah rusak oleh panas, :at cair&gas, sinar matahari.
3. Cn:im katalase yang terdapat pada jaringan tubuh dan serum dapat merusak hydrogen
peroDide serta mengurangi efek anti bakterialnya.
Madu dapat membantu penyembuhan luka karena :
1. Membersihkan luka
Madu mempunyai efek debridemant, efek osmotik dari madu mampu mengangkat
kotoran dari dasar luka. Cfek osmotik madu mampu menjaga luka agar tetap bersih,
lembab dan mencegah luka melekat pada kasa. (erusakan jaringan dan rasa sakit jadi
berkurang se'aktu kasa&balutan diganti.
2. Madu memberikan nutrisi yang diperlukan oleh jaringan seperti ;itamin, mineral dan
asam amino.
3. Madu merangsang regenerasi jaringan dengan cara :
Kepaniteraan Gerontologi Medik
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti !" #embangunan$ %ibubur
#eriode &' (ktober )''* s+d ') Desember )''*

15
Dekubitus
Merangsang angiogenesis dimana pembuluh darah baru ini akan memberikan
oksigen dan nutrisi pada jaringan.
Merangsang pertumbuhan sel epitel.
. Madu mempunyai efek seperti insulin.
!. Cfek antiradang madu mempercepat penyembuhan, mengurangi rasa sakit dan
bengkak.
2. Madu dapat mengurangi bau pada luka dengan cara membunuh bakteri yang
memproduksi amonia.
5. Madu tidak merusak kulit yang sehat dan dapat mengurangi kebutuhan untuk
transplantasi jaringan.
0II. KESI'PULAN
"ekubitus terjadi akibat seseorang berada pada satu posisi dalam jangka 'aktu yang
panjang dan tanpa adanya perpindahan posisi. +ekanan di kulit yang bersentuhan dengan
alasnya tersebut menyebabkan iskemi jaringan sehingga menyebabkan dekubitus. 1aktor
penyebab dekubitus adalah masalah imobilitas. *ila dapat diusahakan pemerataan kontak
bagian-bagian tubuh dengan permukaan alas tidur akan dapat mengurangi besarnya faktor
tekanan.
3ampir seluruh dekubitus dapat dicegah dengan banyak teknik seperti edukasi, diet,
berpindah posisi setiap 2 jam, kebersihan diri dan rencana perorangan. /engelolaan dia'ali
dengan ke'aspadaan mengenal penderita dengan resiko tinggi terjadi dekubitus, yang dapat
dinilai dengan sistem skor dari -orton. Setelah terjadi dekubitus tindakan medik disesuaikan
dengan derajat & stadium dari dekubitus. Sekarang ini penggunaan madu untuk mera'at luka
dekubitus memberikan hasil penyembuhan yang baik.
Kepaniteraan Gerontologi Medik
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti !" #embangunan$ %ibubur
#eriode &' (ktober )''* s+d ') Desember )''*

1?
Dekubitus
DAFTAR PUSTAKA
"armojo H.*., Martono 3.3., *uku .jar 0eriati, 1(6#, >akarta 1@@@.
"juanda .., /rof., "r., #lmu /enyakit kulit dan (elamin edisi ketiga, 1(6#, >akarta 1@@@.
"oyle "., 3anks 0.).=., Mc "onald -., /alliati;e Medicine Second editior, IDford
6ni;esity, 9ondon 1@@?.
3a::ard ).H., .ndres H., *ierman C.9, /riciples of 0eriatric Medicine and 0erontology 2
ad edition. Jol.1., Mc 0ra' 3ill #nc., -e' Kork 1@@4.
Siregar H.S., /rof., "r., .tlas *er'arna Saripati /enyakit (ulit, C0=, >akarta 1@@2.
'''. .hcpr. go;&clinic. =om
'''. *ed-sores.info&bed sore from. html.
'''. Cpuap.org&grading. html.
'''. 1pnotebook.com
'''. 3ome. cogeco.com
'''. -opressuresores.com
'''. Heposedirect.com&grade.html
'''. Seniorjournal.com
Kepaniteraan Gerontologi Medik
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti !" #embangunan$ %ibubur
#eriode &' (ktober )''* s+d ') Desember )''*

1@
Dekubitus
RANGKU'AN DEKUBITUS
#stilah dekubitus diambil dari bahasa latin $decumbere% yang artinya berbaring.
"ekubitus dapat terjadi pada setiap umur, tetapi hal ini merupakan masalah yang khusus dan
banyak terjadi pada lanjut usia. #ni dikarenakan adanya hubungan antara pertambahan usia
dengan perubahan pada kulit. #nsiden kejadian decubitus ini berkaitan erat dengan imobilitas.
"ekubitus juga disebut pressure sores atau bed sores, adalah kerusakan&kematian
kulit sampai jaringan di ba'ah kulit, bahkan menembus otot sampai mengenai tulang akibat
adanya penekanan pada satu area yang berlangsung terus menerus atau berulang-ulang
sehingga mengakibatkan peredaran darah setempat terhenti sehingga terjadi nekrosis. *agian
tubuh yang sering mengalami dekubitus adalah tempat di mana terdapat penonjolan misalnya
daerah sacrum, trokhanter mayor, spina ischiadica anterior superior, tumit, siku dan kepala
bagian belakang.
.da beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya dekubitus, antara lain :
tekanan, peregangan dan lipatan kulit, gesekan kulit, serta beberapa faktor
predisposisi.
/embagian tipe ulkus dekubitus berdasarkan 'aktu yang dibutuhkan untuk
penyembuhannya dan perbedaan suhu dari ulkus dengan kulit sekitarnya dibagi menjadi 3
yaitu: tipe normal, tipe arteriosklerotik, tipe terminal. .da pula tipe ulkus berdasarkan
karakteristik pembagian klinis, yaitu derajat 1,2,3,. "ekubitus juga dapat terjadi pada pasien
yang sering duduk dikursi roda dalam jangka 'aktu yang lama.
Skala -orton sering digunakan untuk mengidentifikasi pasien dengan faktor risiko
yang tinggi, dimana pada skala ini menggunakan ! ;ariabel yaitu: kondisi fisik, status
mental, derajat akti;itas, mobilitas, inkontinensia.
(omplikasi yang terjadi akibat dekubitus adalah: sepsis, infeksi lokal, selulitis, dan
osteomielitis, pyarthrosis atau ulkus yang berpenetrasi ke rongga sendi dan amyloidosis.
+indakan pencegahan adalah langkah pertama dalam menghindari timbulnya
dekubitus. /encegahan ini meliputi :pera'atan kulit dan penanganan dini , penggunaan
berbagai matras atau kasur, dan edukasi pada pasien.
/engobatan pada ulkus dekubitus berdasarkan pada derajat dari dekubitus tersebut.
Kepaniteraan Gerontologi Medik
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti !" #embangunan$ %ibubur
#eriode &' (ktober )''* s+d ') Desember )''*

24