Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN TUTORIAL

MODUL BEDAH

TUTORIAL XVI
Fasilitator : dr. Dian Puspita
Anggota :
1. Anisa Guselda 11-151
2. Khumaira alkarimah 11-152
3. Indah fadilah sari 11-153
4. Shiendy 11-154
5. Shinta kartika sari 11-155
6. Kenny samitra 11-156
7. Andry dearson 11-157
8. Fadhel muhammad 11-158
9. Rina ratna sari 11-159
10. Satria utomo 111-160


Trigger
Pak sanul dengan kulit yang menggelembung
seorang pasien nama pak sanul, laki-laki umur 42 tahun, mausk RS dengan luka bakar pada
dada, perut, lengan bagian atas dan leher bagian depan. Dialami pasien 1 jam yang lalu
sebelum masuk RS. Sebelumnya pak sanul memasak dengan kompor kayu karena tak
kunjung membesar api kompor pak sanul menyiramkan bensin kekompor kayunya. Tanpa
diduga api menyembur pakaian pak sanul. Pada pemeriksaan TTV tidak tampak kelainan.
Tampak bagian yang terbakar tampak bula, eksudat dan sebagian yang sudah pecah dengan
dasar pucat, parastesia, bulu-bulu halus tidak ada. Apa yang hendak anda lakukan pada pasien
ini?
Step 1 clarify unfamiliar
a. Bula : gelembung berisi serum dengan diameter > 1 cm
b. Eksudat : campuran serum / sel yang rusak yang keluar dari jaringan biasanya akibat
radang
c. Parastesia : gangguan rasa kulit berupa kesemutan

Step II define problem
1. Kenapa pemeriksaan TTV tidak tampak kelainan?
2. Mengapa pada luka bakar terjadi parastesia?
3. Tindakan apa yang harus dilakukan pak sanul?
4. Termasuk derajat berapakah luka bakar yang dialami pak sanul?
5. Kenapa tampak bula dan eksudat pada luka pak sanul?
6. Kenapa pada bagian luka terdapat dasar pucat dan bulu-bulu halus tidak ada?

Step III hypotesis
1. Karena penanganan yang cepat
2. - Kemungkinan luka belum sampai mengenai saraf
- Kemungkinan sudah mengenai saraf
3. Pendinginan dengan air mengalir + 15 m
Pernban dengan kasa steril
Untuk pertolongan pertama beri codein
Lakukan ABCDE
4. Karena luka bakar sudah sampai dermis . didermis terdapat kel sebasea, kel.
Sudorifera, pembuluh darah.
5. Dasar pucat karena luka bakarsudah mencapai dermis, bulu-bulu halus tidak ada.\
Karena luka bakarmembakar sel-sel rambut di epidermis.
6. 45 %

Step IV
Step V learning objevtive
luka bakar
a. Definisi
b. Etiologi
c. Klasifikasi
d. Patofisiologi
e. Gejala klinik
f. Diagnosis
g. Penatalaksanaan
h. Komplikasi
i. Prognosis

STEP VII share gathering information
a. Definisi Luka Bakar
Luka bakar adalah luka karena kerusakan atau kehilangan jaringan yang
disebabkan kontak dengan sumber panas seperti api, air panas, listrik, bahan kimia,
dan radiasi. Luka yang disebabkan oleh panas api atau cairan yang dapat membakar
merupakan jenis yang lazim kita jumpai dari luka bakar yang parah.
Luka bakar adalah luka yang disebabkan oleh kontak dengan suhu tinggi seperti
api, air panas, listrik, bahan kimia dan radiasinya. Juga oleh sebab kontak dengan suhu
rendah (frost bite). Luka bakar ini dapat mengakibatkan kemahan/akibat lain yang
berkaitan dengan problem fungsi maupun estetika (kapita selekta 2000).

b. Etiologi Luka bakar
Sumber dari luka bakar harus ditentukan terlebih dahulu sebelum dilakukan
evaluasi dan penanganan. Luka bakar dapat dibedakan atas :
1. Luka bakar karena suhu, seperti api, radiasi matahari, atau panas dari api itu sendiri,
uap panas, cairan panas, dan benda-benda panas, serta terpapar oleh suhu rendah
yang sangat ekstrim. Kedalaman luka bakar karena suhu berkaitan dengan temperatur
cairan, lamanya paparan dengan cairan, dan viskositas cairan (biasanya ada kontak
lama dengan cairan lebih kental).
2. Luka bakar karena bahan kimia, seperti berbagai macam zat asam, basa, dan bahan
tajam lainnya. Konsentrasi zat kimia, lamanya kontak dan banyaknya jaringan yang
terpapar menentukan luasnya injuri karena zat kimia ini. Luka bakar kimia dapat
terjadi misalnya karena kontak dengan zat-zat pembersih yang sering dipergunakan
untuk keperluan rumah tangga dan berbagai zat kimia yang digunakan dalam bidang
industri, pertanian dan militer.
3. Luka bakar karena listrik, baik Alternatif Current (AC) maupun Direct Current (DC).
Luka bakar listrik disebabkan oleh panas yang digerakan dari energi listrik yang
dihantarkan melalui tubuh. Berat ringannya luka dipengaruhi oleh lamanya kontak,
tingginya voltage dan cara gelombang elektrik itu sampai mengenai tubuh.
4. Luka bakar inhalasi, seperti keracunan karbon monoksida, panas atau smoke
inhalation injuries.
5. Luka bakar akibar radiasi, yang bersumber dari bahan-bahan nuklir, termasuk sinar
ultraviolet. Luka bakar radiasi disebabkan oleh terpapar dengan sumber radioaktif.
Tipe injuri ini seringkali berhubungan dengan penggunaan radiasi ion pada industri
atau dari sumber radiasi untuk keperluan terapeutik pada dunia kedokteran. Terbakar
oleh sinar matahari akibat terpapar yang terlalu lama juga merupakan salah satu tipe
luka bakar radiasi.

c. Klasifikasi Luka bakar.

1. Derajat luka bakar
Derajat luka bakar ditentukan oleh tingginya suhu dan lamanya pajanan suhu
tinggi. Selain api yang langsung menjilat tubuh, baju yang ikut terbakar juga
memperdalam luka bakar.
Luka bakar derajat satu hanya mengenai epidermis dan biasanya sembuh dalam 5-7
hari; misalnya tersengat matahari. Luka tampak sebagai eritema dengan keluhan rasa
nyeri atau hipersensitivitas setempat.
Luka bakar derajat dua mencapai kedalaman dermis, tetapi masih ada elemen epitel
sehat yang tersisa. Elemen epitel tersebut, misalnya sel epitel basal, kelenjar sebasea,
kelenjar keringat, dan pangkal rambut. Dengan adanya sisa sel epitel ini, luka dapat
sembuh sendiri dalam dua sampai tiga minggu. Gejala yang timbul adalah nyeri,
gelembung, atau bula berisi cairan eksudat yang keluar dari pembuluh karena
permeabilitas dindingnya meninggi.
Luka bakar derajat tiga meliputi seluruh kedalaman kulit dan mungkin subkutis, atau
organ yang lebih dalam. Tidak ada lagi elemen epitel hidup yang tersisa yang
memungkinkan penyembuhan dari dasar luka. Oleh karena itu, untuk mendapatkan
kesembuhan harus dilakukan cangkok kulit. Kulit tampak pucat abu-abu gelap atau
hitam, dengan permukaan lebih rendah dari jaringan sekeliling yang masih sehat.
Tidak ada bula dan tidak terasa nyeri.

2. Luas luka bakar
Luas luka bakar dinyatakan dalam persen terhadap luas seluruh tubuh.
Pada orang dewasa digunakan rumus 9 (rule of nines), yaitu luas kepala dan
keher, dada, punggung, perut, pinggang dan bokong, ekstremitas atas kanan,
ekstremitas atas kiri, paha kanan, paha kiri, tungkai dan kaki kanan, serta
tungkai dan kaki kiri masing-masing 9%, sisanya 1% adalah daerah genitalia.
Rumus ini membantu untuk menaksir luasnya permukaan tubuh yang terbakar
pada orang dewasa.
Pada anak dan bayi digunakan rumus lain karena luas relatif permukaan
kepala anak jauh lebih besar dan luas relatif permukaan kaki lebih kecil.
Karena perbandingan luas permukaan bagian tubuh anak kecil berbeda,
dikenal rumus 10 untuk bayi dan rumus 10-15-20 untuk anak.
Wallace membagi tubuh atas bagian-bagian 9% atau kelipatan dari 9
yang terkenal dengan nama Rule Of Nine atau Rule Of Wallace. 7
Kepala dan leher ... 9%
Lengan (masing-masing 9%)... 18%
Badan Depan ...18%
Badan Belakang 18% ..... 36%
Tungkai (Masing-masing 18%) .. 36%
Genitalia/perineum ... 1%
Total100%
d. Patofisiologi
e. Gejala klinik
1. Luka bakar derajat I
Merupakan luka bakar yang paling ringan. Kulit yang terbakar menjadi merah,
nyeri, sangat sensitif terhadap sentuhan dan lembab atau bengkak. Jika ditekan,
daerah yang terbakar akan memutih belum terbentuk lepuhan.
2. Luka bakar derajat II
Menyebabkan kerusakan yang lebih dalam. Kulit melepuh, dasarnya tampak
merah atau keputihan dan terisi oleh cairan kental yang jernih. Jika disentuh warnanya
berybah menjadi putih dan terasa nyeri.
3. Luka bakar derajat III
Menyebabkan kerusakan yang paling dalam. Permukaannya bisa berwarna
putih dan lembut atau berwarna hitam, hangus, dan kasar. Kerusakan sel darah merah
pada daerah yang terbakar bisa menyebabkan luka bakar berwarna merah terang.
Kadang daerah yang terbakar melepuh and rambut/bulu di tempat tersebut mudah
dicabut dari akarnya. Jika disentuh, tidak timbul rasa nyeri karena ujung saraf pada
kulit telah mengalami kerusakan. Jaringan yang terbakar bisa mati. Jika jaringan
mengalami kerusakan akibat luka bakar, maka cairan akan merembes dari pembuluh
darah menyebabkan pembengkakan. Pada lika bakar yang luas, kehilangan sejumlah
besar cairan karena perembesan tersebut bisa menyebabkan terjadinya syok. Tekanan
darah sangat rendah sehingga darah yang mengalir ke otak dan organ lainnya sangat
sedikit
f. Diagnosis
g. Penatalaksanaan
h. Komplikasi
1. Shock hipovolemik
2. Gagal ginjal akut
3. Gagal napas akut
4. curlings ulcer
5. konvulsi
6. kontrakturdangangguankosmetik

i. Prognosis