Anda di halaman 1dari 3

Nama : Wina budiarti

Nim : 013.06.0062
SINTESIS VITAMIN D DALAM TUBUH

Kebutuhan vitamin D dipenuhi melalui diet dan pajanan sinar matahari di kulit. Pajanan sinar
matahari ke kulit menginduksi konversi fotolitik dari 7-dehydrocholesterol menjadi previtamin
D3 yang diikuti oleh isomerisasi termal vitamin D3.
Saat kulit terpajan sinar matahari atau sumber penyinaran artifisial tertentu, radiasi ultraviolet
memasuki epidermis dan menyebabkan transformasi 7-dehydrocholesterol ke vitamin D3
(cholecalciferol). Panjang gelombang 290-315 nm diabsorpsi karbon C5 dan C7-
dehydrocholesterol untuk membuat vitamin D3 yang dibuat beberapa jam setelah pajanan sinar
matahari tersebut.
Pada tahap selanjutnya, senyawa kolekalsiferol ini akan diubah menjadi senyawa calcitriol
[1,25(OH)2D3] yang merupakan vitamin D aktif di dalam tubuh yang berfungsi sebagai
endokrin/parakrin. Calcitriol diproduksi di ginjal yang kemudian akan diedarkan ke bagian-
bagian tubuh yang membutuhkan, terutama di organ tulang dan gigi. Ketika disintesis pada
ginjal, calcitriol beredar sebagai hormon, mengatur konsentrasi kalsium dan fosfat dalam aliran
darah
Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan vitamin D3 diantaranya sinar ultraviolet B
(UVB), ketinggian, letak geografis, waktu dan area terpajan sinar matahari, serta pigmentasi
kulit.
Bayi, orang cacat, dan orang tua mungkin memiliki paparan sinar matahari yang tidak memadai,
karena pertambahan usia menurunkam kemampuan kulit membentuk vitamin D. Kemampuan ini
menurun empat kali lipat setelah usia 70 tahun.
Untuk menanggulanginya, ada beberapa makanan yang dapat dikonsumsi seperti susu, susu
formula, sereal sarapan, dan beberapa makanan lainnya telah diperkaya dengan sintesis vitamin
D2 (ergocalciferol, yang berasal dari iradiasi ergosterol yang ditemukan dalam tanaman, ergot
jamur, dan plankton) atau vitamin D3.
Pajanan sinar matahari menyebabkan eritema ringan dan meningkatkan vitamin D dalam darah
sepadan dengan 10.000 25.000 IU oral ( 1 UI = 0,025 g). Kebutuhan vitamin D usia 51 70
tahun dan >71 tahun adalah 400 dan 600 IU/hari, sedangkan pada anak-anak dan dewasa muda
setidaknya membutuhkan sekitar 600 IU vitamin D setiap hari.
Vitamin D3 diproduksi di kulit oleh reaksi fotolitik dari 7,8-dehydrocholesterol yang diikuti
isomerisasi termal. Vitamin D kemudian dibawa ke hati melalui vitamin D binding protein di
serum, kemudian di dalam hati dikonversi menjadi 25-hydroxyvitamin D3, metabolit sirkulasi
utama dari vitamin D3. Akhir dari langkah aktivasi adalah bekerjanya 1-hydroxylase yang
utamanya terdapat di ginjal membentuk 1,25-dihydroxyvitamin D3, bentuk hormonal dari
vitamin D. Inaktivasi katabolisme dilakukan oleh 24-hydroxylase yang mengkatalisis
serangkaian langkah oksidasi diatas sebagai akhir dari perjalanan vitamin D di dalam tubuh.
(Dusso AS, Brown AJ, Slatopolsky E. Vitamin D. Am J Physiol Renal Physiol. Vol 289. July
2005)
DIGESTI, ABSORPSI, TRANSPORTASI, DAN PENYIMPANAN VITAMIN D
Terlalu lama kulit terpapar sinar matahari tidak menghasilkan sejumlah racun dari vitamin D3
karena photoconversion dari previtamin D3 dan vitamin D3 menjadi metabolit tidak aktif
(lumisterol, tachysterol, 5,6-transvitamin D, dan suprasterol 1 dan 2). Selain itu sinar matahari
menginduksi produksi melanin yang mengurangi produksi vitamin D3 di kulit.
Vitamin D diabsorpsi dalam usus halus bersama lipida dengan dibantu oleh cairan empedu. D-
plasma binding protein (DBP) akan mengangkut vitamin D dari bagian atas usus halus ke tempat
penyimpanan di hati, kulit, otak, tulang dan jaringan lain.
Pada orang tua absorpsi vitamin D kurang efisien bila kandungan kalsium makanan rendah. Hal
ini kemungkinan karena adanya gangguan ginjal dalam metabolisme vitamin D.
Kolekalsiferol akan berdifusi dari kulit ke darah dengan transport -2 globulin vitamin D
binding protein (DBP) atau transkalsiferin yang disintesis oleh hati.
Sebanyak 50% vitamin D yang berasal dari diet akan diabsorpsi bersama dengan misel dan
berdifusi pasif ke dalam sel intestinal. Absorpsi dimulai di duodenum dan paling banyak
diabsorpsi di bagian distal usus halus.
Vitamin D akan terikat kilomikron kemudian menuju sistem limfatik dan ke hati. Sebagian
vitamin D akan terikat DBP dan dibawa ke jaringan ekstrahepatik. Penyimpanannya ada di hati,
kulit, otak, tulang dan jaringan-jaringan lain.
Di hati, D3 atau 25(OH)D3 akan diubah menjadi 25(OH)D3 (kalsidiol) oleh enzim 25
hidroksilase, kemudian akan masuk dalam sirkulasi dengan terikat oleh DBP. Darah merupakan
single pool (storage site) dari 25(OH)D3 dan half-life 3 minggu.
25(OH)D3 merupakan simpanan yang kurang aktif tetapi paling banyak, jumlahnya 1000 kali
lebih
banyak daripada 1,25(OH)2D3. Jadi 25(OH)D3 merupakan indikator vitamin D dalam darah
(1,25(OH)2D3 tidak menjadi indikator vitamin D karena waktu paruh dalam sirkulasi hanya <4
jam).
Bila kadar 25(OH)D3 menurun maka akan terjadi pelepasan kolekalsiferol dari penyimpanannya
di kulit, otot dan jaringan adiposa.