Anda di halaman 1dari 67

FORMAT LAPORAN PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN JIWA

Nama : Obi Prasetyo


Tempat Praktik : Ruang perkasa
Waktu Praktik : 28 oktober 2013-04 november 2013
Metode : Wawancara, observasi, study dokumentasi, pemeriksaan fisik
Sumber Data : Klien, tim kesehatan, rekam medik


A. PENGKAJIAN

1. Identitas
a. Klien
Nama : Tn B
Umur : 48 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Agama : Katolik
Alamat : Candirejo, tonggalan, Klaten
Pendidikan :
Pekerjaan : Wirausaha
Suku : Jawa
b. Penanggung Jawab
Nama : Ex. Alimularso
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Wiraswasta
Agama : Katolik
Hub dg Klien : Kakak kandung
Alamat : Candirejo, tonggalan, Klaten

No CM : 01.42.18
Diagnosa Medis : Scizofrenia residual
Tanggal Masuk : 17 oktober 2013
Tanggal Pengkajian : 28 oktober 2013

2. Riwayat Penyakit
a. Alasan Masuk rumah sakit
2 hari sebelum rumah sakit klien bingung, sering marah-marah dengan
orang lain, pasien mencurigai orang-orang di sekitarnya. Pasien mengalami
halusinasi pendengaran dan pengelihatan, pasien putus obat selama 7 bulan
MK : resiko menciderai diri sendiri dan orang lain

b. keluhan utama
klien mendengar suara bisikan-bisikan dan melihat sosok yesus, klien
mudah marah, klien sering mondar-mandir, dan senyum-senyum sendiri.
MK : gangguan persepsi sensori : halusinasi

c. Riwayat Penyakit Sekarang
Paseien sering mendengar suara-suara bisikan yang mengajaknya
untuk menjadi seorang pastur, klien juga mengatakan sering melihat sosok
yesus, dan menganggap dirinya mempunyai kekebalan karena ada yesus
di dalam tubuhnya yang melindunginya.
MK : Gangguan persepsi sensori : halusinasi
Waham kebesaran

d. Riwayat Penyakit Dahulu
Klien sebelmnya juga pernah opname di RSJD Dr.RM Soedjarwadi,
klien 8X keluar masuk di rumah sakit jiwa, pasien putus obat selama 7
bulan Klien mendegar suara bisikan-bisikan selama 26 tahun, pasien pernah
mengalami cedera kepala sebelumnya.
MK : Regiment terapeutik tidak efektif

e. Riwayat penyakit Keluarga
-
f. Diagnosa Medis pada saat MRS
Diagnosa Medis :
Axis 1 : Skizofrenia residual
Axis 2 : Kepribadian premorbid
Axis 3 : Penyakit organic yang menyertai post trauma kepala
Axis 4 : Stress psikososial
Axis 5 : -

g. Catatan penanganan kasus (sejak Klien masuk sampai pengambilan kasus)
Terapi aktivitas kelompok
Terapi rehabilitasi
Terapi modalitas
Terapi obat
Halloperidone (HPD) 2 X 2mg
Respheridol (RPD) 2 X 2 mg
Tryhexipenidile (THP) 2X 2mg

3.Pengkajian Psikososial

a. Genogram (minimal 3 generasi)














Keterangan :
= Laki-laki
= Perempuan
= Klien
= Meninggal
= Garis perkawinan




= Tinggal satu rumah
= Garis keturunan

b. Konsep Diri
1) Gambaran Diri
Klien mengatakan senang dengan semua anggota tubuhnya dan klien
bersyukur dengan semua bagian anggota tubuh yang dimiliki
MK : -

2) Identitas Diri
Klien adalah seorang laki-laki anak ke 7 dari 9 bersaudara, klien mempunyai
seorang istri dan 2 orang anak.
MK :-
3) Peran Diri
Klien merupakan anak ke 7 dari 9 bersaudara, klien seorang kepala
keluarga yang mempunyai seorang istri dan 2 orang anak.Klien bekerja
sebagai wirausahawan untuk memenuhi kebutuhan rumahan rumah tangganya
Di dalam suatu masyarakat klien sering berperan aktif mengikuti kegiatan
kemasyarakatan
MK :-

4) Ideal Diri
Klien mengatakan pernah mendaftarkan untuk melakukan pendidikan pastur
tetapi gagal, dan pasien selalu memikirkannya.
Sekarang klien bercita-cita untk menjadi wirausahawan
MK :-

5) Harga Diri
Klien mengatakan minder karena tetangganya tau klien pernah di rawat di
rumah sakit jiwa, tetapi klien hanya mendiamkannya (cuek)
MK : harga diri rendah
c. Hubungan social
a. Saat di rumah
Klien menganggap keluarga adalah nomer satu di dalam hidupnya.
Istri klien jarang menjenguk klien di RS, tetapi saat keluar dari RS Klien
Klien kurang aktif dalam kegiatan kelompok masyarakat (gotong
royong)

b. Saat di rumah sakit
Interaksi klien dengan Klien di RS yang lain sangat baik, namun klien
kebanyakan waktu di gunakan untuk sendiri. Klien jarang berinteraksi
dengan teman-temannya.
Hubungan klien dengan tenaga kesehatan di RS juga sangat baik dan
koopratif .
MK : Isolasi sosial
d. Spiritual/Keyakinan
1) Nilai dan Keyakinan
Klien beragama katolik,
2) Kegiatan Ibadah
Saat di RS klien selelu aktif berdoa
MK :-

4. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan Umum
KU Klien baik
b. Tingkat Kesadaran
Composmentis

5. Tanda Vital
TD : 140/90
N : 80X / menit
S : 36,5
0
C
6. Ukur
BB : 65 kg
TB : 170 cm
7. Keluhan Fisik
Klien tidak mempunyai keluhan fisik

5. Status Mental
a. Penampilan
Penampilan klien rapih, klien selalu menjaga kebersihan dirinya.
Kuku klien sedikit panjang tetapi bersih.
Rambut kurang tertata rapi/sedikit acak-acakan.
Gigi klien tampak bersih
MK :-
b. Pembicaraan
Saat berbicara klien tampak lancer akan tetapi sering melantur kemana-mana,
klien mudah di ajak bicara, volume suara keras dan jelas,saat berbicara klien
sering menguap.
MK : gangguan komunikasi vebal

c. Aktivitas Motorik
Klien tampak aktiv, kontak mata saat komunikasi terjaga. klien tampak gelisah
MK: koping individu tidak efektif

d. Alam Perasaan
Klien mengatakan sering melihat sosok yesus yang selalu mendatanginya dan
melindunginya. Klien mengatakan sering mendengar bisikan-bisikan yang
menyuruh klien utuk menjadi seorang pastur.
MK : gangguan persepsi sensori:halusinasi

e. Afek
Ada perubahan dalam roman muka klien saat ada stimulus menyenangkan atau
menyedihkan yang di berikan oleh perawat.
MK : -

f. Interaksi Selama Wawancara
Pada saat dikaji, pasien kadang-kadang mengalihkan pembicaraan dengan kata
kata ngelantur dan tidak nyambung.
MK : kerusakan komunikasi verbal

g. Persepsi Sensori
klien mengatakan sering melihat sosok yesus dan sering mendengar bisikan-
bisikan suara. Klien mengatakan mendengar bisikan dan melihat yesus pada saat
Klien bengong/pikirannya sedang kosong, suara bisikan dan yang dilihat klien
muncul terus menerus
MK : gangguan perseps sensori :halusinasi

h. Proses Pikir
Klien masuk dalam kriteria fligh of idea yaitu bicaranya berpindah-pindah,
berbelit-belit.
MK : kerusakan komunikasi verbal.
i. Isi Pikir
Klien mempunyai keyakinan kalau klien mempunyai kekebalan, Klien
mengatakan sering melihat yesus, klien mengaku bahwa yesus berada di dalam
tubuhnya sehingga klien meyakini mempunyai ilmu kekebalan di dalam
tubuhnya.
MK: Waham kebesaran

j. Tingkat kesadaran
Orientasi waktu, tempat, dan orang masih jelas saat klien di berikan pertanyaan.
MK:-

k. Memori
Daya ingat klien cukup bagus, tetapi klien kurang dapat mengingingat nama-
nama orang yang baru berinteraksi dengan klien. Klien dapat mengingat anggota
keluarganya, alasan klien masuk rumah sakit jiwa, aktivitas yang sering di
lakukan di rumah.
MK:-



l. Tingkat konsentrasi dan berhitung
Klien dapat berkonsentrasi dengan baik pada suatu hal, akan tetapi klien sering
melamun sendiri. Klien dapat menghitung dengan baik dan benar saat di berikan
pertanyaan tentang hitung-hitungan angka..
MK:-

m. Kemampuan Penilaian
Klien mengatakan bahwa ibadah dapat meningkatkan keimanan nya, oleh karena
itu klien selalu berdoa pada Tuhan nya untuk menyembuhkannya, melindungi
dirinya dan keluarganya.
MK:-

n. Daya Tilik Diri
Klien mengatakan dirinya di guna-guna oleh tetangganya sehingga dia sering
mengalami halusinasi seperti sekarang dan di bawa ke rumah sakit. Klien juga
menuduh tetangganya sengaja memasukkannya ke rumah sakit jiwa. Klien tidak
menyadari bahwa dirinya mengalami suatu halusinasi, klien menganggap yang di
alami adalah sebuah kenyataan.
MK: gangguan proses pikir
koping individu tidak evektif

5. Mekanisme Koping
a. Jenis Mekanisme Koping
Cara klien mengatasi masalahnya hanya dengan berdiam,klien blum tau
bagaimana caranya mengatasi masalahnya sendiri, klien tampak gelisah
MK: koping individu tidak efektrif

b. Sumber Mekanisme Koping
Dari dalam dirinya sendiri





6. Kebutuhan Persiapan Pulang

No Aspek yang Dinilai
Tingkat
Kemampuan
0 1 2
1 Makan
a. Kemampuan menyiapkan makanan
b. Kemampuan membersihkan alat makan
c. Kemampuan menempatkan alat makan dan
minum ditempatnya





2 BAB/BAK
a. Kemampuan mengontrol BAK/BAB di WC
b. Kemampuan membersihkan WC
c. Kemampuan membersihan diri
d. Kemampuan memakai pakaian/celana





3 Mandi
a. Kemampuan dalam mandi
b. Kemampuan dalam menggosok gigi
c. Kemampuan dalam keramas
d. Kemampuan dalam potong kuku dan rambut





4 Berpakaian/berdandan
a. Kemampuan memilih pakaian
b. Kemampuan memakai pakaian.
c. Kemampuan mengatur frekuensi ganti
pakaian
d. Kemampuan mencukur jenggot (laki-laki)
e. Kemampuan berhias (perempuan)
f. Kemampuan menyisir rambut








5 Istirahat dan Tidur
a. Kemampuan untuk mengatur waktu tidur
b. Kemampuan merapikan sprei dan selimut
c. Kemampuan untuk tidur dengan bantuan




obat
6 Penggunaan Obat
Kemampuan pengaturan penggunaan obat


7 Pemeliharaan Kesehatan
a. Perawatan Lanjutan (Puskesmas, RS, RSJ,
Perawat, dokter)
a. Perawatan Pendukung (keluarga, pengawas
minum obat)





8 Kegiatan di Dalam Rumah
a. Kemampuan mempersiapkan makanan
b. Kemampuan menjaga kerapihan rumah
b. Kemampuan mencuci pakaian
c. Kemampuan pengaturan keuangan





9 Kegiatan Di Luar Rumah
a. Kemampuan berbelanja
b. Kemampuan transportasi




10 Lain-lain (jelaskan) :
.................................................................................
.................................................................................
................................................................................


Ket :
0 : Bantuan Total
1 : Bantuan Minimal
2 : Mandiri

Penjelasan :
Klien dapat melakukan semua aktivitas sehari-hari secara mandiri, tanpa bantuan
dari orang lain







7. Pemeriksaan Penunjang
Tanggal Test Hasil Nilai Normal Satuan
a. Laboratorium

17
oktober
2013

Lemak
Cholesterol total
HDL cholesterol
LDL cholesterol
Trygliseride

Gula darah
Gula darah puasa
Gula darah 2 jam PP
Gula darah sewaktu

Faal ginjal
Ureum
Creatinin
Asam urat


Hati
SGOT
SGPT
Bilirubine total
Bilirubine direk
Bilirubine indirek










147,3


57,2
1,2




26,4
13,4


<220
>35
L:50-172 P:63-167
51-200


75-115
<140
<180


10,0-50,0
L:0,6-1,1 P:0,5-0,9
L:3,7-7,0 P:2,4-5,7



L:0,0-37 P:0,0-31
L:0,0-42 P:0,0-32
0,2-1,0
0,1-0,3
<0,7


mg/dl
mg/dl
mg/dl
mg/dl


mg/dl
mg/dl
mg/dl


mg/dl
mg/dl
mg/dl



u/l
u/l
mg/dl
mg/dl
mg/dl


8. Terapi Medis
Tanggal Nama Obat Dosis/Rute Indikasi Keterangan
Halloperidone


Thirexyphenidyl


Risperidone


2x5mg/oral


2x2mg/oral


2x2mg/oral






PENGELOMPOKAN DATA
a. Data Subyektif
Klien mengatakan sering mendengar suara-suara bisikan yang mengajaknya
untuk menjadi seorang pastur, klien juga mengatakan sering melihat sosok
yesus .
Klien mengatakan mendengar bisikan dan melihat yesus pada saat Klien
bengong/pikirannya sedang kosong, suara bisikan dan yang dilihat klien muncul
terus menerus
Klien mengatakan mempunyai kekebalan pada tubuhnya
Klien menganggap dirinya mempunyai kekebalan karena ada yesus di dalam
tubuhnya yang selalu melindunginya.
klien mengatakan saat mengalami halusinasi klien hanya diam, klien tidak tau
bagaimana cara mekanisme koping untuk menghilangkan halusinasinya


b. Data Obyektif
Klien mendengar suara bisikan
Klien medengar bisikan dan melihat sosok yesus
Klien tampak sedikit gelisah
Klien sering melamun
Klien kadang tersenyum sendiri
Klien menganggap dirinya kebal
Klien meyakini dirinya mempunyai kekebalan
Klien selalu bercerita ke orang-orang bahwa dirinya mempunyai kekebalan
klien hanya diam saat terjadi halusinasi
klien tidak tau koping untuk mengatasi masalah
klieh tampak pendiam
klien sering melakukan kegiatan sendiri
klien selalu menuduh tetangganya yang menyebabkan dirinya seperti ini



B. ANALISA DATA

NO Data Masalah Keperawatan
1.

DS :
Klien mengatakan sering
mendengar suara-suara bisikan
yang mengajaknya untuk
menjadi seorang pastur, klien
juga mengatakan sering melihat
sosok yesus .
Klien mengatakan mendengar
bisikan dan melihat yesus pada
saat Klien bengong/pikirannya
sedang kosong, suara bisikan
dan yang dilihat klien muncul
terus menerus
DO:
Gangguan persepsi sensori
berhubungan dengan halusinasi
pendengaran dan pengelihatan
Klien mendengar suara-suara
bisikan
Klien sering melihat sosok yesus
Klien kadang tersenyum sendiri
Klien tampak sedikit gelisah
Klien sering melamun
2. DS:
Klien mengatakan mempunyai
kekebalan pada tubuhnya
Klien menganggap dirinya
mempunyai kekebalan karena
ada yesus di dalam kepalanya
yang melindunginya.
DO :
Klien menganggap dirinya kebal
Klien meyakini dirinya
mempunyai kekebalan karena
ada yesus di tubuhnya
Klien selalu bercerita ke orang-
orang bahwa dirinya mempunyai
kekebalan
Waham kebesaran berhubungan
dengan halusinasi
3. DS :
klien mengatakan saat
mengalami halusinasi klien
hanya diam, klien tidak tau
bagaimana cara mekanisme
koping untuk menghilangkan
halusinasinya
DO :
klien hanya diam saat terjadi
halusinasi
klien tidak tau koping untuk
mengatasi masalah
klien selalu gelisah
klieh tampak pendiam
klien sering melakukan kegiatan
sendiri
klien selalu menuduh
tetangganya yang menyebabkan
dirinya seperti ini
Koping individu tidak efektif
berhubungan dengan gangguan
proses pikir

C. POHON MASALAH






KOPING INDIVIDU TIDAK EFEKTIF
GANGGUAN PERSEPSI SENSORI
HALUSINASI
Waham kebesaran EFEK
CAUSA
CORE PROBLEM
D. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Gangguan persepsi sensori berhubungan dengan halusinasi pendengaran dan
pengelihatan
2. Waham kebesaran berhubungan dengan halusinasi
3. Koping individu tidak efektif berhubungan dengan gangguan proses pikir

F. RENCANA KEPERAWATAN
Diagnosa Tujuan Kriteria hasil Intervensi
Gangguan
persepsi sensori
berhubungan
dengan halusinasi
pendengaran dan
pengelihatan

Setelah 4X pertemuan
pasien mampu :
Mengenali
halusinasi yang
di alaminya
Klien dapat
mengontrol
halusinasi yang
di alami
Mengikuti
program
pengobatan
secra optimal
Setelah 1x pertemuan
klien dapat
menyebutkan :
Isi, waktu,
frekuensi,
pencetus,
perasaan
Mampu
memperagakan
cara dalam
mengontrol
halusinasi


SP I
Bina hubungan saling
percaya
Bantu klien
mengenali halusinasi
:
Isi
Waktu terjadi
Frekuensi
Situasi
pencetus
Perasaan saat
terjadi
halusinasi
Latih mengontrol
halusinasi dengan
cara menghardik
Tahapan tindakannya
meliputi :
Jelaskan cara
menghardik
halusinasi
Peragakan cara
menghardik
Minta klien
memperagakan
ulang
Pantau penerapan
cara ini, beri
penguatan
perilaku klien
Masukan cara kontrol
halusinasi dengan
menghardik dalam
jadwal harian klien
Setelah 1x pertemuan
klien mampu :
Menyebutkan
kegiatan yang
sudah di
lakukan
Klien dapat
bercakap-
cakap dengan
orang lain
untuk
mengalihkan
perhatian
SP II
Validasi maslah dan
latihan sebelumnya
Latih bicara/
bercakap-cakap
dengan orang lain
saat halusinasi
muncul
Masukan cara kontrol
halusinasi dengan
cara berbincang-
bincang dengan
orang lain dalam
jadwal harian klien
Setelah 1x pertemuan
klien mampu :
Menyebutkan
kegiatan yang
sudah
dilakukan
Membuat
SP III
Validasi maslah dan
latihan sebelumnya
Latih klien cara
mengontrol
halusinasi dengan
kegiatan harian agar
jadwal
kegiatan
sehari-hari dan
mampu
memperagakan
nya.
halusinasi tidak
muncul
Tahapannya :
Jelaskan pentingnya
aktifitas yang teratur
untuk mengatasi
halusinasi
Diskusikan aktifitas
yang biasa dilakukan
oleh klien
Latih klien
melakukan aktifitas
Susun jadwal
aktifitas sehari-hari
sesuai dengan
aktifityang telah di
latih(dari bangun
pagi sampai tidur
malam)
Pantau pelaksanaan
jadwal kegiatan,
berikan pengaturan
terhadap perilaku
pasien yang positif
Masukan cara kontrol
halusinasi dengan cara
kegiatan sehari-hari
dalam jadwal harian
klien
Setelah 1x pertemuan
klien mampu :
Menyebutkan
kegiatan yang
sudah
dilakukan
Menyebutkan
manfaat dari
program
pengobatan
SP IV
Validasi maslah dan
latihan sebelumnya
Jelaskan cara
mengontrol
halusinasi dengan
teratur minum obat
Tahapannya :
Jelaskan manfaat
penggunaan obat
pada pasien
dengan
gangguan jiwa
Jelaskan akibat
bila tidak di
gunakan sesuai
program
Menyarankan
pada klien untuk
melakukan
control jika obat
yang di berikan
telah habis
Masukan cara kontrol
halusinasi dengan
cara teratur minum
obat dalam jadwal
harian klien
Waham
kebesaran
berhubungan
dengan
halusinasi

Setelah 3X pertemuan
diharapkan klien
mampu :
Membantu Orientasi
realita
klien dapat
mengidentifikasi
kemampuan dan
asfek positif yang
dimiliki
klien dapat memiliki
kemampuan yang
dapat digunakan
klien dapat
menetapkan
kegaitan sesuai
dengan kemampuan
yang dimiliki
Setelah 1X pertemuan
di harapkan klien
mampu :
klien dapat
berhubungan
dengan realita
klien dapat
mengidentifiks
ai kebutuhan
yang tidak
terpenuhi
SP I
1. Bina hubungan saling
percaya
2. Bantu orientasi realita
Tahapannya :
Berikan Support
pada klienklien,
tidak boleh
menyalahkan
klien
3. Bantu klien
memenuhi
kebutuhannya
4. Anjurkan klien
memasukkan dalam
jadwal kegiatan
harian klien.

Setelah 1x pertemuan
di harapkan klien
mampu :
klien dapat
memiliki
kemampuan
yang dapat
digunakan
SP II
1. Evaluasi jadwal
kegiatan harian klien
2. Berdiskusi tentang
kemampuan yang di
miliki
Tanyakan
kemampuan yang
di miliki klien
diskusikan
3. Latih kemampuan
yang di miliki
Setelah 1x pertemuan
di harapkan klien
mampu :
Menyebutkan
kegiatan yang
sudah dilakukan
Menyebutkan
manfaat dari
program
pengobatan
SP III
1. Evaluasi jadwal
kegiatan harian klien
2. Berikan pendidikan
kesehatan tentang
menggunakan obat
yang teratur
Jelaskan manfaat
penggunaan obat
pada pasien
dengan
gangguan jiwa
Jelaskan akibat
bila tidak di
gunakan sesuai
program
Menyarankan
pada klien untuk
melakukan
control jika obat
yang di berikan
telah habis
3. Anjurkan klien
memasukkan dalam
jadwal kegiatan harian
klien
Koping individu
tidak efektif
berhubungan
dengan
gangguan proses
pikir
Setelah 3x pertemuan di
harapkan klien mampu :
Mengenali koping
yang tidak efektif
klien mampu
menghilangkan
Setelah 1 x pertemuan
diharapkan klien
mampu :
Berbicara
terbuka dengan
orang lain
SP I
1. Bina hubungan saling
percaya
2. Bantu pasien mengenal
koping yang tidak efektif
3. Anjurkan kooping
masalah dengan
cara berinteraksi
dengan orang lain
klien mampu
menghilangkan
masalah dengan
melakukan
kegiatan


Klien tidak
menyalahkan
orang lain
klien
menerima
kondisinya
seperti
sekarang tanpa
menyalahkan
orang lain

konstruktif: bicara
terbuka dengan orang
lain
jelaskan manfaat
bicara terbuka
dengan orang lain
4. Masukkan ke jadwal
harian klien
Setelah 1x pertemuan
klien mampu :
menghilangkan
masalah dengan
melakukan
kegiatan
klien melupakan
masalah yang di
alami
SP II
1. Bina hubungan saling
percaya
2. Evaluasi jadwal kegiatan
sebelumnya pada klien
3. Mengajarkan koping
konstruktif: melakukan
aktivitas
Jelaskan pentingnya
aktifitas yang teratur
untuk mengatasi
halusinasi
Diskusikan aktifitas
yang biasa dilakukan
oleh klien
Latih klien
melakukan aktifitas
Susun jadwal
aktifitas sehari-hari
sesuai dengan
aktifityang telah di
latih(dari bangun
pagi sampai tidur
malam)
Pantau pelaksanaan
jadwal kegiatan,
berikan pengaturan
terhadap perilaku
pasien yang positif
4. Masukkan ke jadwal
harian klien
Setelah 1x pertemuan
klien mampu :
Melakukan koping
masalah dengan
latihan fisik/ olahraga
SP III
1. Evaluasi jadwal kegiatan
sebelumnya pada klien
2. Ajarkan koping
konstruktif: latihan
fisik/olah raga
3. Masukkan ke jadwal
harian klien




G. CATATAN PERKEMBANGAN

Tanggal/J
am
Diagnosa Implementasi Evaluasi
Senin 28
oktober
2013
Pukul :
10.30
Gangguan
persepsi sensori
berhubungan
dengan
halusinasi
pendengaran
dan
pengelihatan

10.30
SP I
Memantu klien
mengenalui halusinasi :
Isi
Waktu terjadi
Frekuensi
Situasi pencetus
Perasaan saat
terjadi
halusinasi
Melatih mengontrol
halusinasi dengan cara
menghardik
Tahapan tindakannya
meliputi :
Menjelaskan cara
menghardik
halusinasi
Memperagakan cara
menghardik
Meminta klien
memperagakan ulang
Memantau penerapan
cara ini, beri
penguatan perilaku
klien
Memasukan cara
13.30
SP I
S : klien mengatakan
mendengar suara bisikan-
bisikan untuk menyuruhnya
menjadi pastur dan pasien
sering melihat yesus.
halusinasi muncul saat klien
bengong, klien sering
mengalami halusinasi (terus
menerus), klien
mendiamkan halusinasi
yang terjadi.
O :
Melatih klien cara
menghardik
Klien dapat
memperagakan
ualang cara
mengontrol
halusinasi dengan
cara menghardik
halusinasi yang
muncul.
Klien koopratif
Klien mundah
menerima masukan
dari perawat
kontrol halusinasi
dengan menghardik
dalam jadwal harian
klien

( Obi Prasetyo )
A : SP I dapat teratasi
P : lanjutkan intervensi
SP II
Latih bicara/
bercakap-cakap
dengan orang lain
saat halusinasi
muncul



( Obi Prasetyo )
Selasa 29
oktober
2013
pukul :
12.00
Gangguan
persepsi sensori
berhubungan
dengan
halusinasi
pendengaran
dan
pengelihatan

10.30
SP II
Mengvalidasi maslah
dan latihan sebelumnya
Melatih bicara/
bercakap-cakap dengan
orang lain saat
halusinasi muncul
Menjelaskan
manfaat
berbincang/
berinteraksi dengan
orang lain untuk
mengalihkan
halusinasi pada
klien
Memasukan cara
kontrol halusinasi
13.30
SP II
S :
klien mengatakan dapat
melakukan cara
mengontrol halusinasi
dengan menghardik
halusinasi tersebut
klien mengatakan
halusinasinya masih
sering terjadi
O :
Klien dapat
mempraktekan cara
mengontrol halusinasi
dengan cara
menghardik
Melatih klien
berbincang dengan
dengan cara
berbincang-bincang
dengan orang lain
dalam jadwal harian
klien


( Obi Prasetyo )
orang lain untuk
mengalihkan
halusinasi yang di
alani.
Pasien dapat
berbincang-bincang
dengan orang lain
dengan baik
Klien koopratif
Interaksi klien dengan
orang lain baik baik
Komunikasi klien
baik
A : SP II dapat teratasi

P : Lanjutkan intervensi
SP III
Latih klien cara
mengontrol
halusinasi dengan
kegiatan harian agar
halusinasi tidak
muncul


( Obi Prasetyo )
Rabu 30
oktober
2013
Gangguan
persepsi sensori
berhubungan
dengan
10.30
SP III
Mengvalidasi maslah
dan latihan sebelumnya
13.30
SP III
S :
klien mengatakan
halusinasi
pendengaran
dan
pengelihatan

Melatih klien cara
mengontrol halusinasi
dengan kegiatan harian
agar halusinasi tidak
muncul
Tahapannya :
Menjelaskan
pentingnya aktifitas
yang teratur untuk
mengatasi halusinasi
Mendiskusikan aktifitas
yang biasa dilakukan
oleh klien
Menyusun jadwal
aktifitas sehari-hari
sesuai dengan
aktifityang telah di
latih(dari bangun pagi
sampai tidur malam)
Memasukan cara kontrol
halusinasi dengan cara
kegiatan sehari-hari
dalam jadwal harian
klien


( Obi Prasetyo )
saat halusinasi
muncul, klien
melakukan interaksi
dengan teman
sekamarnya untuk
mengontrol
halusinasinya.
klien mengatakan
saat melakukan
interaksi halusinya
dapat berkurang

O :
Membuatkan jadwal
kegiatan untuk klien.
Klien paham
pentingnya aktifitas
untuk
menghilangkan
halusinasi
Klien koopratif
Klien mau
melakukan aktifitas
yang di jadwalkan.
Klien mampu
melakukan kegiatan
aktifitas yang di
jadwalkan.
A : SP III dapat teratasi

P : Lanjutkan intervensi
SP IV
Jelaskan cara
mengontrol
halusinasi dengan
teratur minum obat



( Obi Prasetyo )
Kamis 31
oktober
2013
Gangguan
persepsi sensori
berhubungan
dengan
halusinasi
pendengaran
dan
pengelihatan

10.30
SP IV
Memvalidasi maslah
dan latihan sebelumnya
Menjelaskan cara
mengontrol halusinasi
dengan teratur minum
obat
Tahapannya :
Menjelaskan manfaat
penggunaan obat pada
pasien dengan
gangguan jiwa
Menjelaskan akibat
bila tidak di minum
sesuai program
Menyarankan pada
klien untuk
melakukan control
jika obat yang di
berikan telah habis
Masukan cara kontrol
halusinasi dengan cara
teratur minum obat
13.30
SP IV
S : klien mengatakan sudah
melakukan kegiatan sesuai
yang di jadwalkan bersama-
sama. Klien mengatakan
halusinasi tidak sering
muncul saat klien
melakukan kegiatan.
O :
klien jelas
pentingnya obat
yang di berikan di
rumah sakit
klien mengetahui
akibatnya jika tidak
meminum obat
sesuai program
klien dapat
menyebutkan
manfaat terapi obat
yang di berikan
klien koopratif
klien mau
dalam jadwal harian
klien


( Obi Prasetyo )
melakukan saran
yang di berikan.
A : SP IV dapat teratasi
P : lanjutkan intervensi
Optimalkan
konsumsi obat
(teratur minum obat)
Anjurkan untuk
kontrol ke RS saat
obat habis



( Obi Prasetyo )
13.30
S : klien mengatakan
halusinasi yang di alami
klien sudah jarang muncul,
jika halusinasi muncul lien
sudah tau bagaimana
caranya mengontrol
halusinasi tersebut agar
dapat menghilang.

O :
Klien koopratif
Halusinasi jarang
terjadi
Klien tampak lebih
tenang
Interaksi dengan
orang lain bagus.
klien melakukan
aktivitas seperti yang
di jadwal
Klien sudah paham
manfaat minum obat
teratur
Klien tau jika obat
habis harus segera
kontrol ke RS

A : Gangguan persepsi
sensori berhubungan dengan
halusinasi pendengaran dan
pengelihatan dapat teratasi

P : lanjutkan intervensi
optimalkan minum
obat yang teratur
control ke RS jika
obat telah habis.


( Obi Prasetyo)
Senin, 28
oktober
2013
waham
kebesaran
berhubungan
dengan
halusinasi
10.30
SP I
1. Membina hubungan
saling percaya
2. Membantu orientasi
realita
Tahapannya :
Memberikan
13.30
SP I
S : Klien mengatakan
mempunyai kekebalan
pada tubuhnya. Klien
menganggap dirinya
mempunyai kekebalan
karena ada yesus di
dalam tubuhnya yang
Support pada klien,
tidak boleh
menyalahkan klien
3. Menganjurkan klien
memasukkan dalam
jadwal kegiatan harian
klien.



( Obi Prasetyo )
melindunginya.
O :
Bicara sering
melantur
Menjelaskan realita
tentang yang di alami
klien
Klien masih
mempercayai bahwa
dirinya mempunyai
kekebalan

A : SP I teratasi sebagian

P : lanjutkan SP I
Membantu orientasi
realita


( Obi Prasetyo )
Selasa 29
oktober
2013
10.30
SP I
1. Membantu orientasi
realita
Tahapannya :
Jelaskan pada
klien kalau yang
di alami klien
tidak di miliki
2. Menganjurkan klien
memasukkan dalam
jadwal kegiatan harian
SP I
S : klien mengatakan
dirinya masih mempunyai
kekebalan, klien meyakini
yesus yang ada di tubuhnya
selalu melindunginya jadi
dirinya kebal

O :
saat bicara masih
melantur
komunikasi terarah
saat di jelaskan klien
klien.


( Obi Prasetyo )
selalu menyangkal
hari ke 2 klien masih
membicarakan
dirinya mempunyai
kekebalan


A : SP I teratasi sebagian

P : lanjutkan intervensi
SP I
Membantu orientasi
realita




( Obi Prasetyo )
Rabu 30
oktober
2013
SP I
1. Membantu orientasi
realita
Tahapannya :
Jelaskan pada klien
kalau yang di alami
klien tidak di miliki
orang normal
2. Menganjurkan klien
memasukkan dalam
jadwal kegiatan harian
klien.


SP I
S : klien mengatakan
dirinya masih mempunyai
kekebalan, klien meyakini
yesus yang ada di tubuhnya
selalu melindunginya

O :
bicara masih
melantur
saat bercerita masih
menceritakan
tentang
kekebalannya yang
di miliki
( Obi Prasetyo ) saat di jelaskan klien
selalu menyangkal

A : SP I teratasi sebagian

P : lanjutkan intervensi
Optimalkan
konsumsi obat
(teratur minum obat)
Anjurkan untuk
kontrol ke RS saat
obat habis


( Obi Prasetyo )
S : klien mengatakan
mempuyai kekebalan, klien
mempunyai kekebalan
karena terdapat yesus di
tubuhnya sehingga
menjadikan tubuhnya kebal

O :
selama 3x pertemuan
klien selalu
menyangkal saat di
jelaskan tentang
kekebalannya
klien selalu bercerita
tentang
kekebalannya
klien bicara melantur
tentang
kekebalannya
komunikasi terarah

A : waham kebesaran
berhubungan dengan
halusinasi teratasi sebagian

P : lanjutkan intervensi
bantu orientasi
realita tentang
waham yang di
alami klien



( Obi Prasetyo)
Senin 28
oktober
2013
Koping individu
tidak efektif
berhubungan
dengan
gangguan proses
pikir
SP I
1. Membina hubungan
saling percaya
2. Membantu pasien
mengenal koping yang
tidak efektif
3. Menganjurkan kooping
konstruktif: bicara
terbuka dengan orang
lain
menjelaskan manfaat
bicara terbuka dengan
orang lain
4. Memaasukkan ke jadwal
SP I
S :
klien mengatakan
belum tau
bagaimana cara
untuk mengatasi
masalah (halusinasi)
yang di alami, klien
hanya diam saat
masalahnya muncul
klien mengatakan
tetangganya yang
mengguna-gunanya
sehingga menjadi
harian klien


( Obi Prasetyo )
seprti sekarang
O :
klien koopratif
komunikasi terarah,
tetapi kadang
melantur
klien mau berbicara
terbuka dengan
orang lain
klien tau manfaat
berbicara terbuka
dengan orang lain
A : SP I dapat teratasi
P : lanjutkan SP II
Mengajarkan koping
konstruktif: melakukan
aktivitas


(obi prasetyo)
Selasa 29
oktober
2013
SP II
1. Mengevaluasi jadwal
kegiatan sebelumnya
pada klien
2. Mengengajarkan
koping konstruktif:
melakukan kegiatan
Menjelaskan
pentingnya aktifitas
SP II
S :
klien mengatakan
tau cara mengatasi
masalah dengan
berbicara dengan
orang lain.
Klien mengatakan
lebih plong saat
yang teratur untuk
mengatasi halusinasi
Mendiskusikan
aktifitas yang biasa
dilakukan oleh klien
Menyusun jadwal
aktifitas sehari-hari
sesuai dengan
aktifitas yang telah
di latih
3. Memaasukkan ke
jadwal harian klien


( Obi Prasetyo )
berbicara terbuka
dengan orang lain.
O :
klien koopratif
klien mau berdiskusi
untuk mengatasi
masalahnya dengan
beraktivitas
klien tau manfaat
aktifitas untuk
mengatasi
masalahnya
A : SP II dapat teratasi
P : lanjutkan intervensi
Mengajarkan koping
konstruktif: latihan
fisik/olah raga


( Obi Prasetyo )
Rabu 30
oktober
2013
SP III
1. Mengevaluasi jadwal
kegiatan sebelumnya pada
klien
2. Mengajarkan koping
konstruktif: latihan
fisik/olah raga
3. menjelaskan manfaat
latihan fisik/olah raga
SP III
S : klien mengatakan sudah
melakukan kegiatan yang
telah di jadwalkan untuk
mengatasi masalahnya
O :
Klien setiap pagi
olahraga
Klien melupakan
untuk mengatasi
masalahnya
4. Memasukkan ke jadwal
harian klien

( Obi Prasetyo )
masalahnya saat
kegiatan
Klien koopratif
Klien tau manfaat
olahraga untuk
menghilangkan
masalahnya
A : SP III dapat teratasi
P : lanjutkan intervensi
Optimalkan aktivitas
klien untuk
mengatasi masalah
klien


( Obi Prasetyo )
S : klien mengatakan tau
bagaimana cara megatasi
masalahn ya dengan cara
berbicara terbuka dengan
orang lain, dengan
beraktivitas, dan dengan
latihan fisik/olah raga
O :
klien koopratif
klien lebih tenang
klien tau cara
mengatasi
masalahnya sendiri
klien sudah tidak
menyalahkan
tetangganya lagi
klien sudah
menerima
keadaannya
sekarang dengan
ikhlas
A : koping individu tidk
efektif berhubungan dengan
gangguan proses piker
teratasi sebagian.
P : lanjutkan intervensi
Optimalkan
mekanisme-mekaisme
koping yang
konstruktif

(Obi Prasetyo)
STRATEGI PELAKSANAAN (SP)
SP 1 P
Pertemuan ke 1

Masalah Utama : Gangguan persepsi sensori berhubungan dengan halusinasi
A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien:
Klien sedikit gelisah
Klien mengatakan mendengar suara yang menyuruhnya menjadi pastur dan melihatsosok
yesus.
2. Diagnosa keperawatan:
Gangguan persepsi sensori: halusinasi dengar dan pengelihatan
3. Tujuan
a. Klien dapat membina hubungan saling percaya
b. Klien dapat mengenal halusinasinya
c. Klien dapat mengontrol halusinasinya
4. Tindakan
a. Sapa klien dengan ramah sambil berjabat tangan, tanyanakan nama lengkap
dan nama panggilan yang disukai.
a. Observasi tingkah laku klien terkait dengan halusinasi.
b. Diskusikan dengan klien tentang isi, frekwensi, waktu, respon dan perasaan
saat timbul halusinasi.
c. Diskusikan dengan klien tentang cara mengontrol halusinasi.
d. Ajarkan cara mengontrol halusinasi dengan menghardik.
e. Masukkan dalam jadwal harian.


B.STRATEGI KOMUNIKASI TINDAKAN KEPERAWATAN
ORIENTASI:
1. Salam Terapeutik
Selamat pagi bapak, perkenalkan nama saya Obi prasetyo biasa di panggil Obi saya
Mahasiswa keperawatan dari AKPER Notokusumo Yogyakarta yang akan merawat bapak .
Nama bapak siapa?Bapak Senang dipanggil apa
2. Evaluasi/validasi
Bagaimana perasaan bapak hari ini? Apa keluhan bapak saat ini
3. Kontrak
* Topik
Baiklah, bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang suara dan yang di lihat oleh bapak
selama ini?
* Tempat
Di mana kita duduk? Di ruang tamu?
* Waktu
Berapa lama? Bagaimana kalau 30 menit
KERJA:
Apakah bapak mendengar suara tdan melihat sesuatu yang tidak di dengar atau di lihat
oleh orang lain?Apa yang dikatakan suara itu?sosok apa yang bapak lihat itu?
Apakah bapak mendengar dan melihatnya terus-menerus atau sewaktu-waktu? Kapan
yang paling sering dengar suara dan di lihat bapak? Berapa kali sehari bapak alami? Pada
keadaan apa suara dan pengelihatan itu muncul? Apakah pada waktu sendiri?
Apa yang bapak rasakan pada saat mendengar suara dan melihat sosok itu?
Apa yang bapak lakukan saat mendengar suara dan melihat sosok itu? Apakah dengan
cara itu suara-suaradan yang dilihat bapak itu hilang? Bagaimana kalau kita belajar cara-
cara untuk mencegah suara-suara dan yang dilihat bapak itu muncul?
bapak , ada empat cara untuk mencegah halusinasi itu muncul. Pertama, dengan
menghardik suara dan pengelihatan tersebut. Kedua, dengan cara bercakap-cakap dengan
orang lain. Ketiga, melakukan kegiatan yang sudah terjadwal, dan yang ke empat minum
obat dengan teratur.
Bagaimana kalau kita belajar satu cara dulu, yaitu dengan menghardik.
Caranya sebagai berikut: saat suara-suara dan pengelihatan itu muncul, langsung bapak
tutup telinga dan mata kemudian bilang, pergi saya tidak mau dengar, Saya tidak mau
dengar. Kamu suara palsu. Begitu diulang-ulang sampai suara itu tak terdengar lagi. Coba
bapak peragakan! Nah begitu, bagus! Coba lagi! Ya bagus bapak B sudah bisa

TERMINASI:
1. Evaluasi Subyektif
Bagaimana perasaan bapak setelah peragaan latihan tadi?
2. Evaluasi obyektif
Kalau suara-suara dan pengelihatan itu muncul lagi, silakan coba cara tersebut !
3. RTL
bagaimana kalu kita buat jadwal latihannya. Mau jam berapa saja latihannya? (Saudara
masukkan kegiatan latihan menghardik halusinasi dalam jadwal kegiatan harian pasien).
4. Kontrak
* Topik
Bagaimana kalau kita bertemu lagi untuk belajar dan latihan mengendalikan suara-suara
dengan cara yang kedua?
* Waktu
Jam berapa pak?Bagaimana kalau besok? Berapa lama kita akan berlatih?
* Tempat
Dimana tempatnya
Baiklah, sampai jumpa.


STRATEGI PELAKSANAAN (SP)
SP 2P
Pertemuan ke 2

Masalah Utama : Gangguan persepsi sensori: halusinasi dengar dan pengelihatan
A.PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien:
Klien sudah dapat membina hubungansaling percaya dengan perawat.
Klien dapat mengenal halusinasinya.
2. Diagnosa keperawatan: Gangguan persepsi sensori: halusinasi dengar
3. Tujuan : Klien dapat mengontrol halusinasinya
Tindakan
a. Evaluasi/validasi
b. Ajarkan cara mnengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap dengan orang lain,
c. Masukkan dalam jadwal harian.


B.STRATEGI KOMUNIKASI TINDAKAN KEPERAWATAN

Orientasi:
1. Salam terapeutik
Selamat pagi bapak Bagaimana perasaan bapak hari ini?
2. Evaluasi/validasi
Apakah suara-suara dan pengelihatannya masih muncul ? Apakah sudah dipakai cara yang
telah kita latih?Berkurangkan suara-suara dan pengelihatannyanya? Bagus !
3. Kontrak
* Topil
Sesuai janji kita tkemarin saya akan latih cara kedua untuk mengontrol halusinasi dengan
bercakap-cakap dengan orang lain.
* Waktu
Kita akan latihan selama 20 menit.
* Tempat
Mau di mana? Di sini saja?
Kerja:
Cara kedua untuk mencegah/mengontrol halusinasi yang lain adalah dengan bercakap-
cakap dengan orang lain. Jadi kalau bapak mulai mendengar suara-suara dan melihat sosok
yang bapak katakan, langsung saja cari teman untuk diajak ngobrol. Minta teman untuk
ngobrol dengan bapak Contohnya begini; tolong, saya mulai dengar suara-suara dan
melihat sosok yesus. Ayo ngobrol dengan saya! Atau kalau ada orang dirumah misalnya
istri,anak bapak katakan: bu, ayo ngobrol dengan bapak, bapak sedang dengar suara-suara
dan melihat sosok. Begitu bapak Coba bapak lakukan seperti saya tadi lakukan. Ya, begitu.
Bagus! Coba sekali lagi! Bagus! Nah, latih terus ya bapak!

Terminasi:
1. Evaluasi Subyektif
Bagaimana perasaan bapak setelah latihan ini? Jadi sudah ada berapa cara yang bapak
pelajari untuk mencegah suara-suara itu? Bagus,
2. Evaluasi Obyektif
cobalah kedua cara ini kalau bapak mengalami halusinasi lagi.
3. RTL
Bagaimana kalau kita masukkan dalam jadwal kegiatan harian bapak. Mau jam berapa
latihan bercakap-cakap? Nah nanti lakukan secara teratur serta sewaktu-waktu suara itu
muncul!
4. Kontrak
* Topik
Besok siang saya akan ke mari lagi. Bagaimana kalau kita latih cara yang ketiga yaitu
melakukan aktivitas terjadwal?
* Waktu
Mau jam berapa? Bagaimana kalau jam 12.00 setelah makan siang?
* Tempat
Mau di mana/Di sini lagi? Sampai besok ya. Selamat pagi

STRATEGI PELAKSANAAN (SP)
SP 3 P
Pertemuan ke 3


Masalah Utama : Gangguan persepsi sensori: halusinasi dengar dan pengelihatan
A.PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien:
Klien sudah mengetahui cara- cara yang dapat digunakan untuk memutus atau
menghilangkan halusinasi
2. Diagnosa keperawatan: Gangguan persepsi sensori: halusinasi dengar dan pengelihatan
3. Tujuan : Klien dapat mengontrol halusinasinya
4. Tindakan
a. Evaluasi/validasi
b. Ajarkan cara mnengontrol halusinasi dengan melakukan aktivitaS
c. Masukkan dalam jadwal harian.

B.STRATEGI KOMUNIKASI TINDAKAN KEPERAWATAN
Orientasi:
1. Salam Terapeutik
Selamat pagi bapak .....
2.Evaluasi/validasi
Bagaimana perasaan bapak hari ini? Apakah suara-suaranya masih muncul ? Apakah sudah
dipakai dua cara yang telah kita latih ? Bagaimana hasilnya ? Bagus !
3. Kontrak
* Topik
Sesuai janji kita, hari ini kita akan belajar cara yang ketiga untuk mencegah halusinasi yaitu
melakukan kegiatan terjadwal.
* Tempat
Mau di mana kita bicara? Baik kita duduk di ruang tamu.
* Waktu
Berapa lama kita bicara? Bagaimana kalau 30 menit? Baiklah.
Kerja:
Apa saja yang biasa bapak lakukan? Pagi-pagi apa kegiatannya, terus jam berikutnya
(terus ajak sampai didapatkan kegiatannya sampai malam). Wah banyak sekali kegiatannya.
Mari kita latih dua kegiatan hari ini (latih kegiatan tersebut). Bagus sekali bapak bisa
lakukan. Kegiatan ini dapat bapak lakukan untuk mencegah suara tersebut muncul. Kegiatan
yang lain akan kita latih lagi agar dari pagi sampai malam ada kegiatan.
Terminasi:
1. Evaluasi Subyektif
Bagaimana perasaan bapak setelah kita bercakap-cakap cara yang ketiga untuk mencegah
suara-suara dan pengelihatan bapak? Bagus sekali! Coba sebutkan 3 cara yang telah kita
latih untuk mencegah suara-suara dan pengelihatan sosok yang bapak lihat.
2. Evaluasi Obyektif
Coba bapak ulangi cara tersebut.....Bagus sekali...
3. RTL
. Mari kita masukkan dalam jadwal kegiatan harian bapak Coba lakukan sesuai jadwal
ya!(Saudara dapat melatih aktivitas yang lain pada pertemuan berikut sampai terpenuhi
seluruh aktivitas dari pagi sampai malam)
4. Kontrak
* Topik
Bagaimana kalau besok setelah makan siang, kita membahas cara minum obat yang baik
serta guna obat.
* Waktu
Mau jam berapa? Bagaimana kalau jam 12.00 pagi?
* Tempat
Di aula saja ya pak! Sampai jumpa pak!


STRATEGI PELAKSANAAN (SP)
SP 4 P
Pertemuan ke 4


Masalah Utama : Gangguan persepsi sensori: halusinasi dengar dan pengelihatan
A.PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien:
Klien sudah mengenal pengertian dan gejala halusinasi.
Klien sudah mengetahui cara menghindari munculnya kembali suara suara.
2. Diagnosa keperawatan:Gangguan persepsi sensori: halusinasi dengar dan pengelihatan
3. Tujuan : Klien dapat mengontrol halusinasinya
4. Tindakan
a. Evaluasi/validasi
b. Diskusikan dengan klien tentang nama obat,dosis, efek dan efek samping dan
cara pemberian
c. Diskusikan dengan klien 5 B prinsip minum obat
d. Masukkan dalam jadwal harian.

B.STRATEGI KOMUNIKASI TINDAKAN KEPERAWATAN

Orientasi:
1. Salam Terapeutik
Selamat pagi bapak ....
2. valuasi/validasi
Bagaimana perasaan bapak hari ini? Apakah halusinasi yang bapak alami masih muncul ?
Apakah sudah dipakai tiga cara yang telah kita latih ? Apakah jadwal kegiatannya sudah
dilaksanakan ? Apakah pagi ini sudah minum obat?
3. Kontrak
* Topik
Baik. Hari ini kita akan mendiskusikan tentang obat-obatan yang bapak minum.
* Waaktu
Kita akan diskusi selama 20 menit sambil menunggu makan siang.
* Tempat
Di sini saja ya bapak?

Kerja:
bapak adakah bedanya setelah minum obat secara teratur. Apakah halusinasi
berkurang/hilang ? Minum obat sangat penting supaya halusinasi yang bapak dengar dan
bapak lihat yang mengganggu bapak selama ini tidak muncul lagi. Berapa macam obat yang
bapak minum ? (Perawat menyiapkan obat pasien) . Ini yang putih (THP)2 kali sehari jam
nya pagi hari saat sarapan pagi dan sore hari setelah makan/ 12 jam sekali, gunanya untuk
rileks dan tidak kaku. Ini yang merah jambu (HPD) 2kali sehari jam nya sama gunanya
untuk pikiran biar tenang. Sedangkan yang putih ini lagi (HPD) 2kali sehari jamnya sama,
gunanya untuk menghilangkan kecemasan dan halusinasi. Kalau halusinasi sudah hilang
obatnya tidak boleh diberhentikan. Nanti konsultasikan dengan dokter, sebab kalau putus
obat, bapak akan kambuh dan sulit untuk mengembalikan ke keadaan semula. Kalau obat
habis bapak bisa minta ke dokter untuk mendapatkan obat lagi. bapak juga harus teliti saat
menggunakan obat-obatan ini. Pastikan obatnya benar, artinya bapak harus memastikan
bahwa itu obat yang benar-benar punya bapak Jangan keliru dengan obat milik orang lain.
Baca nama kemasannya. Pastikan obat diminum pada waktunya, dengan cara yang benar.
Yaitu diminum sesudah makan dan tepat jamnya bapak juga harus perhatikan berapa
jumlah obat sekali minum, dan harus cukup minum 10 gelas per hari

Terminasi:
1, Evaluasi Subyektif
Bagaimana perasaan bapak setelah kita bercakap-cakap tentang obat?
2. Evaluasi Obyektif
Sudah berapa cara yang kita latih untuk mencegah suara-suara? Coba sebutkan! Bagus!
(jika jawaban benar).
3. RTL
Mari kita masukkan jadwal minum obatnya pada jadwal kegiatan bapak Jangan lupa pada
waktunya minta obat pada perawat atau pada keluarga kalau di rumah. Nah makanan sudah
datang.
4. Kontrak
* Topik
Besok kita ketemu lagi untuk melihat manfaat 4 cara mencegah suara yang telah kita
bicarakan.
* Waktu
Mau jam berapa? Bagaimana kalau jam 12.00 lagi.
* Tempat
Mau dimana......di teras?? sampai jumpa.

STRATEGI PELAKSANAAN (SP)
SP I
Pertemuan ke I
Masalah keperawatan : Waham kebesaran
Tujuan Khusus : Membantu Orientasi realita
Tujuan Umum
1. Bina hubungan saling percaya
2. Membantu klien kembali ke realita
3. Mendiskusikan kebutuhan yang tidak terpenuhi
4. Membantu pasien memenuhi kebutuhannya
5. Membantu klien menyusun kegiatan harian

B.Strategi komunikasi tindakan keperawatan (SP1)
orientasi
Salam Terapeutik
Selamat pagi bapak, perkenalkan nama saya Obi prasetyo biasa di panggil Obi saya
Mahasiswa keperawatan dari AKPER Notokusumo Yogyakarta yang akan merawat bapak .
Nama bapak siapa?Bapak Senang dipanggil apa
2. Evaluasi/validasi
Bagaimana perasaan bapak hari ini? Apa keluhan bapak saat ini
3. Kontrak
* Topik
Bagaimana kalau kita berbincang-bincang tentang apa yang bapak rasakan sekarang?
* Tempat
Di mana kita duduk? Di ruang tamu?
* Waktu
Berapa lama? Bagaimana kalau 30 menit
KERJA:
Saya mengerti bapak merasa bahwa bapak mempunyai ilmu kekebalan, tapi sulit bagi saya
untuk mempercayainya karena setahu saya orang biasa itu tidak ada yang mempunyai
kekebalan seperti yang di rasakan bapak tersebut.,
bisa kita lanjutkan pembicaraan yang tadi terputus bapak?
bapak ada ditempat yang aman, saya dan keluarga bapak akan selalu menemani bapak
Apa saja yang Bapak harapkan selama ini, bisa Bapak ceritakan kepada saya?
Bagus sekali, Bapak dapat menceritakan harapan Bapak
TERMINASI
Bagaimana perasaan Bapak setelah berbincang-bincang dengan saya?
Apa saja tadi yang telah kita bicarakan? Bagus
Bagaimana kalau saya datang kembali ke ruangan Bapak besok?
pukul berapa sebaiknya saya datang kembali?jam 12.00 saja
Dimana enaknya kita bercakap-cakap nanti?
bsok kita bincang-binbcang tentangyang bapak rasakan lagi ya
baiklah pak sampai jumpa besok ya?


STRATEGI PELAKSANAAN (SP)
SP I
Pertemuan ke 2
Masalah keperawatan : Waham kebesaran
Tujuan Khusus : Membantu Orientasi realita
Tujuan Umum
1. Bina hubungan saling percaya
2. Membantu klien kembali ke realita
3. Mendiskusikan kebutuhan yang tidak terpenuhi
4. Membantu pasien memenuhi kebutuhannya
5. Membantu klien menyusun kegiatan harian

B.Strategi komunikasi tindakan keperawatan (SP1)
orientasi
Salam Terapeutik
Selamat pagi bapak, masih ingat dengan saya tidak?iya pak benar
2. Evaluasi/validasi
Bagaimana perasaan bapak hari ini? Apa keluhan bapak saat ini
3. Kontrak
* Topik
Bagaimana kalau kita berbincang-bincang tentang apa yang bapak rasakan sekarang?
* Tempat
Di mana kita duduk? Di teras?
* Waktu
Berapa lama? Bagaimana kalau 30 menit
KERJA:
apakah bapak masih memikirkan masalah bapak yang mempunyai kekebalan?
bapak tau tidak kerugian kalau seumpama bapak mempraktekkan kekuatan bapak ini?
kerugiannya kalau orang lain melihatnya pasti takut,dan bapak kan punya anak bagaimana
kalau anak bapak menirukan yang bapak lakukan?
bagaimana bapak?sudah tau belum kerugiannya jika bapak melakukan tindakan yang
bapak katakan tadi?
TERMINASI
Bagaimana perasaan Bapak setelah berbincang-bincang dengan saya?
Apa saja tadi yang telah kita bicarakan? Bagus
Bagaimana kalau saya datang kembali ke ruangan Bapak besok?
pukul berapa sebaiknya saya datang kembali?jam 12.00 lagi saja
Dimana enaknya kita bercakap-cakap nanti?
bsok kita bincang-binbcang tentangyang bapak rasakan lagi ya
baiklah pak sampai jumpa besok ya?

STRATEGI PELAKSANAAN (SP)
SP I
pertemuan ke 3
Masalah keperawatan : Waham kebesaran
Tujuan Khusus : Membantu Orientasi realita
Tujuan Umum
1. Bina hubungan saling percaya
2. Membantu klien kembali ke realita
3. Mendiskusikan kebutuhan yang tidak terpenuhi
4. Membantu pasien memenuhi kebutuhannya
5. Membantu klien menyusun kegiatan harian

B.Strategi komunikasi tindakan keperawatan (SP1)
orientasi
Salam Terapeutik
Selamat pagi bapak, masih ingat dengan saya tidak?iya pak benar
2. Evaluasi/validasi
Bagaimana perasaan bapak hari ini? Apa keluhan bapak saat ini
3. Kontrak
* Topik
Bagaimana kalau kita berbincang-bincang tentang apa yang bapak rasakan sekarang?
* Tempat
Di mana kita duduk? Di teras?
* Waktu
Berapa lama? Bagaimana kalau 30 menit
KERJA:
apakah bapak masih merasakan mempunyai kekebalan?
bapak kan sudah tau apa kerugian dari yang bapak rasakan tersebut jika bapak
memraktekkannya
jadi sebaiknya bapak coba lupakan yang bapak rasakan tentang kekebalan bapak itu,
karena itu bisa merugikan buat bapak dan orang lain yang ad di sekitar bapak
bagaimana bapak?sudah tau belum kerugiannya jika bapak mempraktekkan yang bapak
rasakan tersebut?
sebaiknya bapak jangan coba-coba mempraktekkan hal-hal ang dapat merugikan tersebut
ya pak
TERMINASI
Bagaimana perasaan Bapak setelah berbincang-bincang dengan saya?
Apa saja tadi yang telah kita bicarakan? Bagus
Bagaimana kalau saya datang kembali ke ruangan Bapak besok?
pukul berapa sebaiknya saya datang kembali?jam 12.00 lagi saja
Dimana enaknya kita bercakap-cakap nanti?
bsok kita bincang-binbcang tentangyang bapak rasakan lagi ya
baiklah pak sampai jumpa besok ya?


STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPARAWATAN
Masalah : Koping Individu tidak Efektif
Pertemuan : 1
A. Proses keperawatan
1. Kondisi klien
Klien kurang mampu memulai pembicaraan, klien tampak duduk diam di depan
ruang perawatan.
2. Diagnosa keperawatan
Koping individu tidak efektif
3. Tujuan
TUM : Klien dapat memiliki koping yang efektif
TUK 1 :
Klien dapat membina hubungan saling percaya
klien tau manfaat koping konstruktif : bicara terbuka dengan orang lain

4. Rencana tindakan keperawatan
SP I
1. Bina hubungan saling percaya
2. Bantu pasien mengenal koping yang tidak efektif
3. Anjurkan kooping konstruktif: bicara terbuka dengan orang lain
4. Masukkan ke jadwal harian klien

B. Strategi Komunikasi Keperawatan Tindakan Keperawatan
1. Fase Oreinetasi
a. Salam Terapeutik
Selamat pagi pak, perkenalkan nama saya obi prasetyo, bisa dipanggil obi,
kalau nama bapak siapa? Suka dipanggil apa?
b. Validasi
Bagaimana perasaan bapakak hari ini?
c. Kontrak
1) Topik
masalah yang di alami apak dan bagaimana cara mengatasi masalah bapak
tersebut
2) Tempat
Bapak mau dimana kita ngobrolnya? Disini saja bagaimana pak?
3) Waktu
Mau berapa lama ? 10 menit bagaimana pak?
2. Fase Kerja
coba bapak ceritakan dengan saya apa yang menyebabkan bapak seperti ini?

Baik, bapak, saya dengar bapak ada masalah ya dengan tetangga bapak?yang
membuat bapak seperti ini apa?

bapak tidak boleh menuduh tetangga bapak sembarangan, kan bapak tidak tau
kenyataannya, jadi bapak tidak boleh menyalahkan orang lain.

coba ya bapak lebih bicara terbuka dengan orang lain, jadi bapak tidak
memendam masalahnya sendirian.kalau bapak cerita ke orang lain kan perasaan
bapak lebih tenang

3. Fase Terminasi
a. Evaluasi Subyektif
Bagaimana perasaan bapak setelah berbincang-bincang, mengungkapkan
perasaan kepada saya?
b. Evaluasi Obyektif
Coba Pak masih ingat tidak apa saja yang kita bicarakan tadi. Kita ulangi
bersama ya pak.
c. Rencana Tindak Lanjut
Nah Pak, sudah merasa plong kan bisa bercerita seperti ini. Besok lagi kalau
bapak merasa ada unek-unek yang mengganjal coba disampaikan kepada
orang terdekat bapakak, supaya bapakak tidak merasa terbebani.
d. Kontrak
1) Topik
Pak, nanti kita ngobrol lagi ya tentang hal-hal yang membuat pak merasa
plong dengan masalah yang dihadapi.
2) Tempat
Pak mau dimana ngobrolnya? Disini saja ya.
3) Waktu
Mau berapa lama pak? 10 menit ya.
Baiklah kalau begitu, sampai jumpa nanti pak.






STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
Masalah : Koping Individu tidak Efektif
Pertemuan : Ke-2
A. Proses Keperawatan
1. Kondisi klien
Klien sedang duduk di depan ruang perawatan bersama klien yang lain. Klien
tampak diam.
2. Diagnosa keperawatan
Koping individu tidak efektif
3. Tujuan
TUM : Klien dapat memiliki koping yang efektif
TUK :
1. Klien dapat mengidentifikasi koping perilaku yang berkaitan dengan
kesadaran yang dihadapi
2. klien mampu mengatasi masalah dengan koping yang efektif
3. klien tau manfaat koping konstruktif :melakukan aktivitas

4. Rencana tindakan keperawatan
Bina hubungan saling percaya
Evaluasi jadwal kegiatan sebelumnya pada klien
Mengajarkan koping konstruktif: melakukan aktivitas

B. Strategi Komunikasi Tindakan Keperawatan
1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik
Selamat pagi Pak B.
b. Validasi
Bagaimana sekarang keadaan Pak setelah mengungkapkan perasaan yang ada
di hati bapak dengan orang lain ?
c. Kontrak
1) Topik
Baik pak, sekarang kita akan bincang-bincang lagi tentang bagaimana
Pak menghadapi masalah dengan melakukan kegiatan ya pak.
2) Tempat
Kita mau bincang-bincang dimana pak? Disini saja ya pak.
3) Waktu
Mau berapa lama kita berbincang-bincang pak? 10 menit saja ya.
2. Fase Kerja
Baiklah pak, sesuai janji kita, sekarang kita berbincang-bincang tentang
bagaimana cara Pak menghadapi masalah dengan melakukan kegiatan aktivitas

bapak kan pernah bilang kalau cara mengatasi masalah hanya dengan diam, itu
sudah bagus ya pak, diam memang salah satu cara yang tepat tetapi bapak juga
harus tetap mengungkapkan perasaan itu supaya Pak tidak terbebani dan bapak
juga dapat melupakan masalah yang di alami bapak dengan melakukan aktivitas.

nanti saya akan buatkan jadwal kegiatan ya buat bapak supaya bapak dapat
melupakan masalah yang di alami bapak dengan melakukan kegiatan
3. Fase Terminasi
a. Evaluasi Subyektif
Nah, setelah bercerita bagaimana sekarang? Apakah Pak merasa baik-baik
saja?
b. Evaluasi Obyektif
Nah, sekarang pak sudah tahu ya, dua cara mengatasi masalah yaitu pertama
dengan berbicara terbuka dengan orang laian dan melakukan kegiatan untuk
melupakan masalah.
c. Rencana Tindak Lanjut
Berhubung bapak kini sudah tahu, jadi apabila bapak memiliki masalah,
sebaiknya bapak mengungkapkan perasaan Pak ke orang terdekat Pak dan
melakukan kegiatan ya pak.
d. Kontrak
1) Topik
Baik pak, waktu sudah habis, kita bincang-bincang lagi bercerita tentang
cara pemecahan masalah dengan cara latihan fisik/olahraga .
2) Tempat
Mau dimana pak kita bincang-bincangnya? Disini saja ya pak.
3) Waktu
Mau berapa lama pak? 10 menit ya pak.
Kalau begitu saya permisi dulu pak.
















STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
Masalah : Koping Individu tidak Efektif
Pertemuan : Ke-3
A. Proses keperawatan
1. Kondisi klien :
Klien sedang duduk di tempat tidur bersama teman sekamarnya, klien tampak
segar.
2. Diagnosa keperawatan
Koping individu tidak efektif
3. Tujuan
TUM : Klien dapat memiliki koping yang efektif
TUK 4 :
klien mampu mengatasi masalah dengan koping yang efektif
Klien dapat mengatasi masalah dengan koping konstruktif : latihan fisik/
olahraga
4. Rencana tindakan keperawatan
Evaluasi jadwal kegiatan sebelumnya pada klien
Ajarkan koping konstruktif: latihan fisik/olah raga
Masukkan ke jadwal harian klien
B. Strategi Komunikasi Tindakan Keperawatan
1. Fase Orientasi
a. Salam Terpeutik
Selamat siang Pak,,
b. Validasi
Sebelum memulai saya ingin bertanya tentang topik tadi ya pak, bagaimana
cara mengahadapi masalah yang benar?
c. Kontrak
1) Topik
Baik pak, sekarang kita akan berbincang-bincang tentang penanganan
masalah yang terakhir yaitu dengan koping konstruktif latihan fisik/ olah
raga.
2) Tempat
Dimana kita akan berbincang-bincang pak? Disini saja ya pak?
3) Waktu
Mau berapa lama pak? 10 menit saja ya.
2. Fase Kerja
Nah Pak, kemarin kan bapak sudah tau dua cara bagaimana mengatasi masalah
bapak,yang pertama dengan bicara terbuka dengan orang lain dan melakukan
kegiatan aktivitas sekarang saya jelaskan cara mengatasi masalah dengan
melakukan kegiatan latihan fisik/ olahraga.

saya jelaskan ya pak manfaat latihan fisik/ olahraga untuk mengatasi masalah
bapak

waktu masalah bapak muncul bapak bias melakukan latihan fisik/ olahraga di
kamar bapak,tujuannya agar bapak lupakan masalah yang bapak alami,kan kalau
waktu bapak melakukan latihan fisik bapak tidak lagi ingat masalah yang bapak
alami.

iya ini seperti cara yang ke dua dengan melakukan aktivitas tetapi ini dengan
cara melakukan kegiatan latihan fisik, bapak juga bias memasukkan latihan
fisik/olah raga ini dalam jadwal kegiatan harian bapak, gunanya untuk melupakan
masalah yang bapak alami

3. Fase Terminasi
a. Evaluasi Subyektif
Bagaimana Pak setelah bincang-bincang? Apakah jelas atau menjadi
bingung?
b. Evaluasi Obyektif
Nah coba sekarang kegiatan apa saja yang masuk ke dalam daftar jadwal?
Ya, bagus ya pak.
c. Rencana Tindak Lanjut
Jadwal yang sudah dpakat dilaksanakan ya pak, dipatuhi supaya bapak tidak
bosan.
d. Kontrak
1) Topik
Baik Pak, waktu sudah habis, kita akan bincang-bincang lagi tentang hal-
hal yang membuat Pak untuk mencapai tujuan yang realistik.
2) Tempat
Dimana kita akan berbincang-bincang pak? Disini saja ya.
3) Waktu
Mau berapa lama pak kita bincang-bincangnya? Sekitar 10 menit ya pak.

besok saya akan mengevaluasi apakah yang saya ajarkan pada bapak
dapat berguna bagi bapak dan dapat mengurangi masalah yang bapak
alami.
baiklah pak sampai jumpa lagi besok ya pak