Anda di halaman 1dari 19

5.2.

Hole Problem Pada Pemboran


Pemboran merupakan salah satu usaha untuk mendapatkan target tertentu.
Untuk mencapai reservoir pahat bor akan menembus berbagai batuan yang ada di
atas reservoir tersebut yang masing-masing memiliki karateristik yang berbeda-
beda. Suatu pemboran pada kenyataannya tidak berjalan lancar sesuai yang
dikehendakai ,macam-macam hambatan sering terjadi, yang bissanya disebut
sebagai Hole Problem
Lubang bor dijaga agar tetap stabil dengan cara menyeimbangkan
tegangan tanah dan tegangan pori di satu sisi dengan tekanan lumpur pemboran
disekitar lubang bor dan komposisi kimia lumpur bor pada stu sisi yang lain.
Setiap kali lesetimbangan diganggu akan timbul masalah yang timbul disekitar
lubang bor. Masalah-masalah pemboran dapat diklasifikasakan kedalam empat
bagian, yaitu :
. Pipa terjepit !pipe stuck).
". Shale problem (sloughing shale).
#. $ilang Lumpur (lost circulation )
%. &ick dan semburan liar.
5.2.1. Pipa Terjepit.(Pipe Stuck).
'efinisi pipa terjepit adalah keadaan dimana bagian dari pipa bor atau
selang bor !drill collar ) terjepit (stuck) di dalam lubang bor.

5.2.1.1. Jenis Dan Sebab Jepitan
(da )iga jenis utama dari pipa terjepit :
1. Caving,Sloughing.
Seperti yang telah dibicarakan dimuka kita sering menembus formasi yang
tidak stabil,terutama pada lapisan shale.
*ejala yang tampak pada problem ini adalah :
)ekanan pompa naik
Serbuk bor bertambah
(danya sangkutan !drag,bridges+
)orsi naik
,it balling
-iskositas naik
(ir filtrasi naik
Gel strength naik
Sebagai cara pencegahan terhadap masalah ini adalah dengan pemakian .mud
practice/ dan .drilling practice/ yang baik seperti telah dibicarakan didepan
pembahasan mengenai shale problem. Usaha 0usaha yang dapat dilakukan untuk
mengatasi masalah ini antara lain dengan sirkulasi yang intensif dan dengan cara
perendaman (spatting+ dengan minyak atau surfactant.
2. Key eat
&ey seat ini dapat terjadi pada 1ubang bor yang miring. $al ini ini terjadi
karena gesekan pipa bor dengan dinding lubangnbor bagian atas dan membentuk
semacam lubang kunci. ,iasanya jepitan terjadi pada saat pencabutan pipa.
Sirkulasi pada 2aktu itu berjalan dengan normal.
Untuk pencegahannya dapat dilakukan dengan menghindari belokan tajam
(dog leg). Pda sumur miring belokan yang disarankan maksimum #
o
344 ft.
ambar 5.11.
!e" Seat
!. "i##erential Pressure
5enis jepitan ini terjadi bila :
6ormasi porous dan permeable
Lumpur terlalu berat sehingga tekanan hidrostatik luimpur jauh
melebihi tekanan formasi
Lumpur kurang stabil !2ater loss tinggi,mud cake tebal+.
'alam hal ini tidak tampak adanya gejala sebelum jepitan. 5epitan ini
dapat terjadi pada sumur miring maupun sumur tegak.
Sebagai tindakan pencegahan antara lain :
&urangi berat lumpur.
&urangi air filtrat
Pelumasan
'apat dipakai oil emulation mud atau oil base mud
'ipakai stabili$er
'ipakai spiral groved drill collar
ambar 5.12.
Di##erential Pressure Sti$%ing
1&'
5.2.1.2. Jenis (perasi dalam Peman$ingan
Sebelum kita mulai operasi pembersihan lubang bor dari fish yang
tertinggal maka kita harus menentukan dulu perincian serta cirri-ciri dari ikan
tersebut, dimana ikan berada serta sebab-sebab mengapa ikan berada didalam
lubang bor.
Sirkulasi merupakan cara yang sering diterapkan untuk membebaskan pipa
yang terjepit, dengan cara :
'engan sirkulasi intensif, dan diberi pelumas pada lumpur bor, bil pipa
bor terjepit karena endapan atau longsoran pair, shale, atau clay
,ila jepitan karena perbedaan tekanan !diferensial pressure sticking+, berat
lumpur dapat dikurangi
Perendaman
,ila pipa terjepit, maka perlu dicari tempat jepitan. ,iasanya jepitan
terjadi karena endapan atau longsoran pasir, shale, atau clay. ,ila demikian dapat
dipompakan cairan perendaman pada lokasi tempat jepitan. Sambil direndam,
pipa dicoba digerakan naik turun atau diputar, 2aktu perendaman dapat dipakai
minyak, oil base mud, in7ert oil emulsion mud, asam !$8L+, atau oil solueble
surfactant !misalnya Pipe La9+ yang dilarutkan dalam diesel oil, dengan jumlah
rata-rata gallon surfactant untuk tiap bareel minyak. 'alam hal ini perlu
diperhitungkan agar caiaran perendam benar-4benar berada di daerah jepitan.
Titi% Jepit
Perlu diketahui pada kedalaman berapa pipa terjepit. (da dua cara yang
dapat dipakai yaitu:
a. Metode tarikan !Strech Method+
Sesuai hukum $ook :
% & '
l & P
(=
::::::::::::::::::::::...
!%.+
'imana :
L ; Panjang pipa yang bebas
P ; <7erload3tarikan
= ; Modulus >oung
( ; Luas Penampang Pipa
L ; ?egangan3pemanjangan
Selanjutnya dengan memanipulasi rumus tersebut ke dalam satuan @nggris
di dapat :
P
) & l &
(
A#B"C%
=
::::::::::::::::::
!%."+
'imana :
L ; Panjang pipa yang bebas
P ; <7erload3tarikan, lbs
D ; ,erat pipa, lbs3ft
l ; Pemanjangan !strech+, inch
b. 6ree Point @ndikator
@ni merupakan jasa dari perusahaan logging seperti Schumberger atau
yang lain. Prinsip kerjanya adalah bah2a pipa yang terjepit diangkat atau
ditarik, maka yang ditarik hanyalah bagian pipa di atas titik jepit. 5adi bila
sensor diturunkan ke dalam pipa bor yang terjepit, kemudian pipa ditarik,
sensor akan memberikan indikasi bila sensor berada di atas titik jepit.
Pekerjaan ini dapat diulangi beberapa kali samapai sensor berada di daerah
jepitan.
)a$%*o## Short dan String Shot
,ila pipa bor yang terjepit tidak dapat dibebaskan, maka adakalanya pipa
bor dilepaskan !back-off+ atau dipotong diatas titik jepit. Pemotongan dapat
menggunakan alat pemotong pipa !pipe cutter+ atau dengan string shot, yaitu suatu
penembakan keliling pada bidang tegak lurus terhadap pipa. Melepas pipa dengan
back-off shot adalah dengan jalan memberikan ledakan pada sambungan yang
akan dibuka. Sebelumnya, pipa bor harus diangkat agar pipa tersebut tidak
mengalami gaya tarik !merupakan titik netral+ dan kemudian diberikan torsi ke
kiri.
Pemboran !urung +,ash (ver'
,ila pipa yang tertinggal di dalam lubang bor karena patah atau dipotong
sekarang dalam keadaan terjepit, maka jepitan harus dibersihkan dahulu sebelum
pipa dapat diangkat. Pembersihan sekiling pipa ini dapat dilakukan dengan jalan
pemboran sekilingnya.
Sidetra$% dan -bandon
,ila pipa yang terjepit tidak bisa dibebaskan, maka terpaksa lubang bor
disumbat dengan semen !plig back+, dan kemudian pemboran dilanjutkan ke
samping !sidetrack+. &emungkinan lain adalah sumur disumbat lalu ditinggalkan.
Pertimbangan .%onomi
,ila ikan tidak dapat dipancing pada usaha-usaha yang pertama, timbul
pertanyan sampai kapan pemancingan akan diteruskan. 'engan pertimbangan
bah2a tidak selalu pemancingan akan berhasil.
$al-hal yang perlu dipertimbangkan bila ikan akan ditinggalkan dan akan
dilakukan sidetrackin antara lain:
$arga atau nilai ikan
,iaya penyumbatan !cement plug+, yang menyangkut 2aktu dan material
,iaya sidetracking, menyangkut 2aktu, jasa pembelokkan, dan biaya
pemboran kembali
'itambah .Eilai kerugian/ karena sumur tidak 7ertikal lagi.
$arga atau seluruh nilai kerugian tadi dapat diperhitungkan sebagai E hari se2a
rig. ,ila ikan akan dipancing, maka biaya pemancingan, terutama akan
menyangkut 2aktu !se2a atau penyusutan harga rig+, serta se2a alat pancing
dalam hal ini perlu dipelajari dan diperbandingkan angka keberhasilan
pemancingan yang pernah ada. ,iasanya pemancingan akan dimulai dengan cara
serta alat yang paling baik atau memungkinkan keberhasilan yang paling tinggi.
<perasi ini biasanya akan memakan 2aktu paling banyak -" hari yang pertama.
,ila usaha ini belum berhasil, kemungkinan akan berhasil pada hari-hari
berikutnya makin mengecil, berarti biaya pemancingan akan dapat lebih besar dari
nilai se2a rig !E hari+, bila dilakukanm sidetracking.
-lat Pan$ing
(lat pancing secara keseluruhan dapat dikelompokan dalam alat pancing
itu sendiri dan alat pembantu untuk melaksanakan operasi pemancingan, termasuk
juga se2a alat keselamatan agar rangkaian pipa pemancingan itu sendiri tidak
terjepit.
(lat pancing pipa : die collar, o7ershot !dari luar+ dan taper tap, pipe spear
!dari dalam+
(lat pancing benda-benda kecil: junk basket, fishing magnet
(lat pancing kabel : cable spear
(lat pemukul : bumper sub, jar !mechanical rotary jar, hydraulic jar,
surface jar, jar accelerator+
(lat pemotong pipa : internal cutter, eksternal cutter
(lat penyelamat : safety joint
Lain-lain : milina shoe
/ang%aian -lat Pan$ing
Untuk pemancingan benda-benda dimana ada kemungkinan tidak dapat
terlepas terutama pipa, maka disarankan agar dalam rangkaian alat pancing
tersebut dipasang :
Safety joint, sebagai pengaman di atas alat pancing
5ar3 bumper sub, untuk memukul, membantu melepaskan jepitan
'rill collar, sebagai pemberat
5ar accelerator, diperlukan bila jepitan tidak dalam.
0.1.2. Shale Problem
hale adalah batuan sedimen yang terbentuk oleh deposisi dan kompaksi
sedimen untuk jangka 2aktu yang sangat panjang. Serpih komposisi utamanya
adalah lempung !clay+, lanau ! silt+, air dan sejumlah kecil Fuart dan feldspar.
,erdasakan kandungan airnya, serpih dapat berupa batuan kompak atau batuan
yang lunak dan tidak kompak,yang biasanya disebut dengan serpih lempung atau
serpih lumpur.
(kibat yang timbul karena lubang bor runtuh atau longsornya shale antara
lain :
Lubang bor membesar
Masalah pembersihan lubang
Pipa bor terjepit
,ridges dan 6ill4up
&ebutuhan Lumpur bertambah
Penyemanan yang kurang sempurna
&esulitam dalam pelaksanaan logging
0.1.2.1. Jenis*Jenis Shale
Shale biasanya merupakan hasil endapan marine basin , terutama dari
lumpur, silts dan clays. 'alam bentuknya yang lunak, biasanya disebut clay, bila
makin dalam, maka tekanan dan temperatur yang tinggi endapan ini akan
mengalami perubahan bentuk (consolidation ),dan disebut sebagai shale. &arena
perubahan proses metamorfosis disebut shale, phylite atau mica shist. ,ila shale
banyak mengadung pasir sisebut dengan arenaceous shale. Sedang yang banyak
mengandung organic material disebut carbonaceous shale.
0.1.2.2. Sebab dan Cara Penanganan Shale Problem
Penyebab masalah shale ini dapat dikelompokkan dari segi lumpur
maupun dari segi drilling practice atau mekanis. ,eberapa penyebab dari
kelompok mekanis yaitu :
=rosi, karena kecepatan lumpur di annulus yang terlalu tinggi.
*esekan pipa bor terhadap dinding lubang bor.
(danya penekanan atau penyedotan pada 2aktu cabut dan amsuk pahat.
(danya tekanan dari dalam formasi.
(danya (ir filtrasi atau lumpur yang masuk dari dalam formasi.
Secara umum dapat dikatakan bah2a pembesaran lubang bor dan masalah
shale berkaitan dengan dua masalh poko yaitu tekanan formasi dan kepekaan
terhadap lumpur atau air filtrasi.
1. Pressure Shale
Shale merupakan batuan endapan, yang biasanya terdapat pada daerah
yang luas. &arena proses geologi, terjadi penekanan batuan tersebut oleh lapisan-
lapisan yang mengendap berikutnya (overbuden pressure). Pada proses
pemadatan ini, maka cairan yang berada dalam batuan tersebut tertekan keluar
dan masuk kedalam batuan yang porous dan permeable, biasanya pasir .akibat
terperangkap dan tertekan di dalam pasir dan tekanan dapat mencapai tekanan
yang relatif tinggi, bahkan dapat menyamai tekanan overbuden itu sendiri.
Selanjutnya pada lapisan tersebut dibor, bias terjadi tekanan lumpur lebih
kecil daripada tekanan formasi. Perbedaan ini dapat mengakibatkan runtuhnya
dinding lubang bor pada 2aktu pemboran berlangsung.
8ara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menaikkan tekanan pada
dasar lubang bor, dalam hal ini menaikkan berat lumpur. $al lain yang prlu
dilakukan adalah menjaga agar lubang tetap terisi penuh oleh lumpur pada 2aktu
masuk dan cabut pahat,serta mengurangi kemungkinan s*abbing dengan jalan
menurunkan 7iskositas dan gel strength.
2. 2ud 2a%ing Shale
5enis lain daripada shale adalah shale yang sangat sensitife terhadap air
atau lumpur.5enis ini meghisap air , yang terutama adalah bentonotic shale. 8ara
menghadapi shale ini adalah dengan memakai fluida pemboran yang tidak
berpengaruh dengan shale. 5enis lumpur yang dapat dipakai antara lain : lime
mud+ gyp mud+ calcium chloride mud+ salt mud dan yang banyak dipakai saat ini
lignosul#onate mud serta oil mud.
1. Stressed Shale
Shale jenis ini tidak banyak bereaksi atau berhidrasi dengan air, tetapi
mundah runtuh . Problem ini akan semakin membesar bila lapisan miring dan
ditambah lagi bila menjadi basah oleh air atau lumpur.
0.1.2.1. ejala*gejala 3ang Timbul Pada Saat Shale Problem
*ejala-gejala yang timbul sering tampak bila sedang mengalami masalah
shale antara lain:
Serbuk bor bertambah banyak
(ir filtrasi bertambah
Lumpu bor menjadi kental
,it balling
)orsi bertambah besar
0.1.2.0. 4saha 2enaggulangi Shale Problem
'ari penjelasan diatas dapat disimpulkan bah2a usaha-usaha untuk
menanggulangi masalah shale problem antara lain :
Lumpur bor yang baik ! S* cukup untuk menehan tekanan formasi, p$
sesuai, sekitar G,B 0C,B filtrasi rendah +
Mengurangi kecepatan di annulus
Pipa bor dalam keadaan tegang
Menghindari atau mengurangi kemiringan lubang bor
Menghindari s2abbing dan pressure surge pada 2aktu cabut dan masuk
pahat
.
0.1.1. Hilang 5umpur
$ilang lumpur adalah peristi2a hilangnya lumpur pemboran masuk
kedalam formasi. $ilang lumpur ini merupakan problem lama di dalam
pemboran, yang meskipun telah banyak penelitian, tetapi masih banyak terjadi
dimana-mana. Serta kedalaman yang berbeda-beda. $ilang lumpur terjadi karena
dua faktor. >akni : faktor mekanis dan faktor formasi.
0.1.1.1. Sebab*Sebab Hilang 5umpur.
0.1.1.1. 6a%tor 2e%anis
$ilang lumpur terjadi jika tekanan hidrostatik lumpur naik sehingga
melebihi tekanan rekah formasi, yang mengakibatkab adanya crack yang
memungkinkan lumpur mengalir kedalamnya. $ilang lumpur ini terjadi jika
lubang pori lebih besar daripada ukuran partikel lumpur pemboran. Pada
praktenya, ukuran lubang pori yang didapat mengakibatkan hilangnya lumpur
berdada pada kisaran 4. 0 .44 mm. Pada lubang bagian permukaan, hilang
lumpur atau hilang sirkulasi dapat menyebabkan 2ashout yang besar, yang dapat
menyebabkan rig pemboran yang digunakan menjadi ambles. Laju penembusan
yang tinngi akan menyebabkan kertatan bor yang banyak dan bila terangkat
dengan cepat akan menyebabkan kenaikan densitas lumpur yang pada akhirnya
akan menaikkan tekanan hidrostatik.
$ilang lumpur juga terjadi sebagai akibat kenaikkan tiba-tiba dari
tekanan hidrostatik lumpur yang disebabkan oleh kenaikkan berat lumpur yang
mendadak atau gerakan pipa. Penurunan pipa yang cepat akan mengakibatkan
fluida memberikan tekanan tambahan di annulus. tekanan total sebagai akibat
dari tekanan surge effect dan tekanan hidrostatik lumpur dalam kedaaan tertentu
akan menjadi cukup tinggi untuk merekahkan formasi yang belum dicasing. Pada
lubang intermediate, kebanyakan kasus hilang lumpur disebabkan karena
memasuki Hona deplesi dimana tekanan reser7oirnya lebih kecil daripada formasi
diatasnya, kenaikkan tiba-tiba dari tekanan hidrostatik lumpur sebagai akibat dari
surging effect dapat merekahkan formasi yang lemah dan akan menyebabkan
hilangnya sirkulasi.
0.1.1.1.2. 6a%tor 6ormasi
a. Coarseley Permeable Formation.
>ang dimaksud dengan coarsealy #ormation adalah formasi permeabel
yang terdiri dari butir-butir penyusun yang kasar. 6ormasi ini menjadi sebab
terjadinya lost, karena butir-butir penyusun yang kasar !berarti terdapatnya ruang
pori yang sangat besar+, maka kemampuan untuk menyerap lumpur juga besar.
(pabila kemudian tekanan hidrostatik dari lumpur melebihi ambang batas
kehancuran formasi, maka terdapat kemungkinan besar formasi tersebut akan
pecah. )erpecahnya formasi akan menyebabkan lumpur mengalir kedalam
formasi. 8ontoh dari formasi ini adalah gra7el dan pasir.
b. Cavernous 6ormation
>ang dimaksud dengan cavernous #ormation adalah formasi yang terdiri
dari ,avern !gua-gua+, sehingga ruang pori yang cukup besar sebagai tempat
mengalirnya fluida pemboran.
$. 6aults
>ang dimaksud dengan -aults adalah patahan di dalam batuan dimana
dapat ditemukan sejumlah perpindahan sepanjang batuan tersebut. -aults dapat
menjadi sebab terjadinya lost karena didalam patahan memungkinkan terdapatnya
ruang akibat adanya perpindahan batuan, sehingga fluida pemboran dapat
mengalir melalui fault tersebut. )erdapat bermacam-macam patahan yang
kesemuanya ini dapat menjadi sebab terjadinya lost. Patahan tersebut diantaranya
adalah patahan normal, naik, tumbuh dan trans7ersal.
0.1.1.1. Tinda%an Pen$egahan Hilang 5umpur
Pengamatan menunjukkan bah2a B4I dari hilang Lumpur terjadi karena
induced #racture. 'alam hal ini lumpur dapat terjadi dimana-mana diba2ah
sepatu casing. Untuk itu sebelum terjadi hilang lumpur diupayakan beberapa
tindakan pencegahan. (da beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah
terjadinya hilang lumpur, anatara lain adalah:
. ,erat lumpur, berat lumpur dijaga agar tetap minimum, sekedar mampu
mengimbangi tekanan formasi. Serbuk bor yang berada di annulus juga
mengakibatkan kenaikkan berat lumpur. 5adi pembersihan lubang bor
harus dilakukan apabila ini terjadi.
". -iskositas dan gel strength. Gel strength dijaga agar tetap kecil, karena
gel strength yang besar memerlukan tenaga yang besar pula untuk
memecah gel tersebut. $al ini sangat berbahaya jika terjadi, karena dapat
mengakibatkan pecahnya formasi. &arena disarankan untuk menggerakkan
meja putar terlebih dahulu sebelum menjalankan pompa.
#. Pada 2aktu masuk pahat agar dihindari kemungkinan terjadinya pressure
surge untuk mencegah terjadinya pecah formasi. 5uga pada saat cabut pipa
supaya dihindari terjadinya s*abbing.
%. ,ila diperkirakan akan terjadi hilang lumpur, lumpur dapat ditambah
dahulu dengan bahan penyumbat !(ost ,irculation .aterial+ (,.+ yang
lembut. Misalnya B lbs3bbl *alnut shells, mika. ,ahan-bahan penyumbat
yang lembut ini dapat disirkulasikan dengan lumpur dan dapat mele2ati
mud screen.
B. Pada saat dilakukan pemakaian casing protekor harus dipastikan bah2a
casing protector tersebut benar-benar dalam keadaan baik, karena
penambahan pressure loss di annulus mengakibatkan bertambahnya
tekanan pada dasar lubang bor.
0.1.1.1. Cara 2engatasi Hilang 5umpur
8ara mengatasi terjadinya hilang lumpur tergantung dari sebab-sebab
terjadinya dan sifat-sifat formasi yang dilalui. 8ara mengatasinya adalah sebagai
berikut :
1. )ahan Pen"umbat
(da beberapa macam bahan penyumbat yang sering digunakan digunakan
dilapangan antara lain :
*ranular material, seperti nut shell+ nut plug+ tu## plug.
-ibrous material, seperti leather #loc+ #iber seal dan cheap sheal
-lakes, seperti mika dan cellophone.
&ombinasi dari jenis bahan-bahan diatas.
Heat '*kspanded material, seperti ekspanded perlite.
,ahan-bahan khusus, seperti High -ilter (oss lurry, /entonite "iesel 0il
lurry atau /entonite "iesel 0il ,ement lurry.
2. Seepage 5oss
eepage (osses adalah apabila lumpur hilang dalam jumlah relatif kecil,
kurang dari B bbl3jam.
Usaha-usaha yang dapat dilakukan :
,or terus dan berat Lumpur dikurangi. 'iharapkan serbuk bor dapat
menyumbat pori-pori tempat hilang lumpur.
'apat ditambah bahan penyumbat yang halus sekitar B lbs3bbl lumpur.
,ahan penyumbat ini dapat le2at screen.
,ila belum berhasil, angkat pahat sampai pada casing shoe, dan dapat
ditunggu sampai sirkulasi. 'alam periode menunggu ini diharapkan
serbuk bor dapat menyumbat.
&urangi tekanan pompa.
1. Partial 5oss
>ang dimaksudkan dengan partial loss adalah hilang lumpur yang agak besar,
lebih dari B bbl3jam.
Usaha-usaha yang dapat dilakukan :
Mengurangi berat Lumpur, mengurangi tekanan pompa dan periode
menunggu.
'apat dicoba dengan bahan penyumbat, dengan .bact method/,
caranya :
o Siapkan bahan penyumbat dengan Lumpur khusus untuk
memba2a bahan-bahan tersebut, sekitar "44bbl.
o ,ahan penyumbat ada dari berbagai macam jenis dan ukuran,
sekitar "B-#B lbs3bbl lumpur.
o ,ila hilang lumpur semakin besar, maka serta bahan ukuran
bahan penyumbat juga diperbesar tetapi masih dapat
dipompakan.
o ,ahan penyumbat dipompakan kedalam lubang bor. Pada
2aktu bahan penyumbat sampai pada pJahat, pemboran dapat
dimulai lagi. 'iharapkan sirkulasi dapat pulih.
0. Complete 5oss (# /eturns
Lumpur yang tidak keluar dari lubang bor, tetapi lubang bor tetap penuh. $al
yang dapat diusahakan antara lain adalah dengan memakai high #ilter loss
slurry seperti di atas, atau dengan menambah .so#t slug/.
5. 5umpur Tida% Sampai %e Permu%aan
&eadaan ini sangat berbahaya, karena berarti pengurangan tekanan hidrostatis
lumpur dapat mengundang *ell kick. Usaha yang harus dilakukan adalah
mengisi lubang annulus dengan air, jumlahnya harus diperhitungkan. (pabila
ternyata lubang bor dapat penuh dan mengingat ketinggian kolom air dapat
dihitung, maka tekanan hidrostatis seluruh cairan dapat dihitung. Selanjutnya
dapat dihitung pula berat lumpur maksimum yang ditahan oleh formasi
tersebut dalam keadaan statis.
( ) [ ] [ ]
"
h1 1 h "
air mud

+
=
ma9
............................................... !%.#+
&eterangan :

ma9
; ,erat lumpur maksimum, lbs3gal

mud
; ,erat lumpur semula, lbs3gal
' ; &edalaman sumur, ft
h ; )inggi kolom cairan, ft
7. )lind Drilling
Pemboran yang menembus formasi dengan tekanan yang sangat rendah,
bahkan diba2ah tekanan hidrostatis air. Untuk mengatasi hal ini antara lain
digunakannya lumpur yang sangat ringan, misalnya aerated mud atau mist
drilling, sampai formasi yang cukup stabil !consolidated+. &emungkinan yang
sulit lagi apabila lumpur tidak dapat mencapai permukaan. &ita dapat
melakukan pemboran tanpa sirkulasi balik !blind drilling+. Eamun hal ini
sangat berbahaya dan harus disiapkan dahulu segala sesuatunya untuk setiap
saat menutup sumur dan melakukan cement plug bila terjadi kick.
0.1.0. !i$% Dan )lo8 (ut
Kick adalah masuknya fluida formasi kedalam lubang sumur. $al ini
dikarenakan lumpur pemboran tidak dapat mengontrol tekanan formasi. Lumpur
pemboran memberikan tekanan hidrostatis kepada tekanan formasi. ,ila tekanan
hidrostatis lebih kecil dari pada tekanan formasi maka terjadilah kick. 6luida
formasi !air, minyak, gas+ yang sudah masuk kedalam lubang sumur ini
mempunyai tekanan yang besar, sehingga fluida ini mengalir ke permukaan jika
tidak dapat dikontrol dengan cepat, maka menyemburlah fluida formasi tersebut
ke permukaan. $al ini disebut blo* out. ,ila yang menyembur minyak dan gas
maka akan sangat berbahaya sekali, karena kalau ada sepercik api saja maka akan
menimbulkan ledakan.
0.1.0.1. Sebab*Sebab ,ell%i$%
Dell kick adalah suatu kejadian dimana fluida formasi masuk ke dalam
lubang bor. ,ila 2ell kick tidak segera ditangani maka akan mengakibatkan
terjadinya semburan liar. Sebab-sebab terjadinya kick, secara garis besar adalah
bila tekanan hidrostatik lumpur lebih kecil daripada tekanan formasi. (dapun
sebab-sebab tekanan hidrostatik lumpur tidak dapat megimbangi tekanan formasi
adalah :
. ,erat jenis lumpur pemboran turun.
'alam hal ini tekanan hidrostatis lumpur lebih kecil daripada tekanan formasi.
Ph ; 4.4B" 9 ' 9 2:::::::::::::::::::!B.%+
'imana :
Ph ; tekanan hidrostatis lumpur, psi.
' ; kedalaman lubang bor, ft.
D ; berat jenis Lumpur, lbs3gal.
,erat jenis lumpur turun diakibatkan bercampurnya fluida firmasi dengan lumpur
bor. 'engan kata lain masuknya fluida formasi ke dalam lubang bor akan
menyebabkan berat lumpur turun. Masuknya fluida lumpur pemboran dapat
disebabkan karena :
a. s*abbing e##ect.
*ab e##ect terjadi apabila pemcabutan rangkaian peralatan pemboran terlalu
cepat, sehingga antara rangkaian peralatan pemboran dan dinding lubang bor
laksana piston. ?uang ba2ah pahat yang ditinggalkan oleh drill string menjadi
kosong dan fluida formasi akn terhisap ke dalam lubang sumur.
'itambah lagi dengan 7iskositas lumpur yang besar !lumpur kental +, maka
gerakan lumpur yang ada di atas pahat terlambat mengisi ruang yang ada di ba2ah
pahat. (kibatnya masuknya fluida formasi masuk ke dalam lubang dan bercampur
dengan lumpur bor, menyebabkan berat jenis lumpur akan turun hil ini dapat
menurunkan tekanan hidrostatik lumpur bor.
b. Menembus formasi gas.
Pada 2aktu menembus formasi gas, serbuk bor yang dihasilkan mengandung gas,
2alaupun pada mulanya tekanan hidrostatik lumpur dapat membendung gas
supaya tidak masuk ke dalam lubang sumur, tetapi gas dapat masuk kedalam
lubang bor. &alu hal ini terjadi, maka tekanan hidrostatik lumpur tidak dapat lagi
membendung masuknya gas ke dalam sumur secara lebih besar.
".)inggi kolom lumpur turun.
,ila formasi pecah atau ada celah-celah pada lapisan di dalam lubang,
maka lumpur bor akan masuk ke dalam lapisan yang pecah atau bercalah tersebut.
(kibat turunnya tinggi kolom di annulus tersebut, maka tekanan hidrostatik
lumpur juga dapat turun.

#. $ilang lumpur.
$ilang lumpur adakalanya terlalu besar sehingga permukaan dalam lubang bor
akan turun, dan tekanan hidrostatik lumpur dapat menjadi kecil daripada tekanan
formasi. $ilang lumpur ini dapat terjadi karena porositas formasi terlalu besar,
formasi yang bergua, mungkin pula karena ada celah-celah atau rekahan di dalam
formasi.
%.%bnormal Pressure.
(dakalanya pemboran menembus formasi dengan tekanan sangat tinggi, dan
melebihi tekanan hidrostatik lumpur.
0.1.0.2. Peralatan Dete%si ,ell%i$%
Peralatan standard 9
. Pit level indicator, dipakai le7el-measuring tranduscer pada setiap tangki
lumpur, sehingga 7olume lumpur di tangki selalu dapat dicatat.
". Pump stroke counter, alat penghitung jumlah langkah pompa ini sangat
perlu untuk pengendalian kick atau semburan liar.
#. -lo* indicator, pada flo2 line untuk mengamati adanya atau besarnya
aliran pada flo2 line.
%. 2rip tank, untuk mengamati jumlah lumpur yang keluar atau masuk lubang
bor pada 2aktu operasi cabut atau masuk pahat.
B. Gas chromatograph, untuk menganalisa gas.
'alam hal ini peralatan sembuaran liar akan berfungsi untuk mengatasi
kick dan semburan liar. Untuk itu diperlukan peralatan yang baik dan mempunyai
tekanan kerja yang sesuai.