Anda di halaman 1dari 8

PENGINDERAAN JAUH

Definisi Pengindaraan Jauh

Penginderaan jauh (inderaja) adalah ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK)


untuk memperoleh, mengolah dan menganalisa data untuk mengetahui karakteristik objek
tanpa menyentuh objek itu sendiri (Lillesand dan Kiefer, 1994). Dengan pengertian ini
bahwa ada beberapa cara yang bisa dilakukan termasuk peralatan yang dipakai untuk
mengamati suatu objek dengan metode penginderaan jauh. Saat ini metode penginderaan
jauh sudah menggunakan satelit yang mengorbit bumi. Sistem inderaja pada prinsipnya
terdiri atas tiga bagian utama yang tidak terpisahkan yaitu ruas antariksa, ruas bumi dan
pemanfaatan data produk ruas bumi. Data yang diperoleh dari sensor penginderaan jauh
menyajikan informasi penting untuk membuat keputusan yang mantap dan perumusan
kebijakan bagi berbagai penerapan pengembangan sumberdaya dan penggunaan lahan.

Data penginderaan jauh digital mempunyai sifat khas yang dihasilkan oleh setiap
sensor. Sifat khas data tersebut dipengaruhi leh sifat orbit satelit, sifat dan kepekaan
sensor penginderaan jauh terhadap panjang gelombang elektromagnetik, jalur transmisi
yang digunakan, sifat sasaran (obyek) dan sifat sumber tenaga radiasinya. Sifat orbit
satelit dan cara operasi sistem sensornya dapat mempengaruhi resolusi dan ukuran piksel
datanya (Purwadhi, 2001)

Monitoring sumber daya alam dan lingkungan mengharuskan penggunaan banyak


data dalam selang waktu observasi tertentu (harian, mingguan, bulanan, tiga bulanan atau
tahunan) yang lebih dikenal dengan analisis multitemporal. Dengan menggunakan data
satelit inderaja maka analisis multitemporal dapat dilakukan dengan lebih mudah, cepat
dan murah. Peran penting analisis multitemporal menggunakan data satelit inderaja akan
semakin nampak untuk daerah perikanan laut lepas atau samudera, karena observasi
untuk perikanan laut lepas selalu memerlukan usaha yang berat, waktu yang lama dan
biaya operasional yang sangat mahal. Sedangkan untuk daerah perairan pantai (coastal
area) bisa dipergunakan untuk mendeteksi perubahan garis pantai, laju sedimentasi dan
perubahan luas hutan bakau.

Sistem ialah serangkaian obyek atau komponen yang saling berkaitan dan bekerja
sama secara terkoordinasi untuk melaksanakan tujuan tertentu. Sistem penginderaan jauh
ialah serangkaian komponen yang digunakan untuk penginderaaan jauh. Rangkaian
komponen itu berupa tenaga, obyek, sensor, data, dan pengguna data.
(1)Sumber Tenaga
Dalam penginderaan jauh harus ada
sumber tenaga, baik sumber tenaga
alamiah (sistem pasif) maupun
sumber tenaga buatan (sistem aktif).
Tenaga ini mengenai objek di
permukaan bumi yang kemudian
dipantulkan ke sensor.Jumlah tenaga
matahari yang mencapai bumi
dipengaruhi oleh waktu (jam,
musim), lokasi, dan kondisi cuaca. Jumlah tenaga yang diterima pada siang hari lebih
banyak bila dibandingkan dengan jumlah pada pagi atau sore hari.Kedudukan matahari
terhadap tempat di bumi berubah sesuai dengan perubahan musim. Pada musim di saat
matahari berada tegak lurus di atas suatu tempat, jumlah tenaga yang diterima lebih besar
bila dibanding dengan pada musim lain di saat matahari kedudukannya condong terhadap
tempat itu. Di samping itu, jumlah tenaga yang diterima juga dipengaruhi oleh letak
tempat di permukaan bumi. Tempat-tempat di ekuator menerima tenaga lebih banyak bila
dibandingkan terhadap tempat-tempat di lintang tinggi.

Kondisi cuaca juga berpengaruh terhadap jumlah sinar yang mencapai bumi.
Semakin banyak penutupan oleh kabut, asap, dan awan, maka akan semkin sedikit tenaga
yang dapat mencapai bumi.

(2)Atmosfer.
Sebelum mengenai obyek, energi yang dihasilkan sumber tenaga merambat
melewati atmosfer. Atmosfer membatasi bagian sektrum elektromagnetik yang dapat
digunakan dalam penginderaan jauh. Pengaruh atmosfer merupakan fungsi panjang
gelombang dan bersifat selektif terhadap panjang gelombang.

(3) Interaksi antara Tenaga dan Obyek


Tiap obyek mempunyai karakteristik tertentu dalam memantulkan atau
memancarkan tenaga ke sensor. Pengenalan obyek pada dasarnya dilakukan dengan
menyidik (tracing) karakteristik spektral objek yang tergambar pada citra.

(4)Sensor
Tenaga yang datang dari objek di permukaan bumi diterima dan direkam oleh sensor.
Tiap sensor mempunyai kepekaan tersendiri terhadap bagian spektrum elektromagnetik.
Di samping itu juga kepekaan berbeda dalam mereka obyek terkecil yang masih dapat
dikenali dan dibedakan terhadap obyek lain atau terhadap lingkungan sekitarnya.
Kemampuan sensor untuk menyajikan gambaran obyek terkecil ini disebut resolusi
spasial. Semakin kecil obyek yang dapat direkam oleh sensor menandakan semakin baik
kualitas sensor tersebut.
Berdasarkan proses perekamannya, sensor dibedakan menjadi sensor fotografik
dan sensor elektronik. Sensor fotografik proses perekamannya berlangsung secara
kimiawi. Tenaga elektromagnetik diterima dan direkam pada lapisan emulsi film yang
bila diproses akan menghasilkan foto. Sedangkan sensor elektronik menggunakan tenaga
elektrik dalam bentuk sinyal elektrik. Sinyal elektrik yang direkam pada pita magnetik ini
kemudian dapat diproses menjadi data visual maupun menjadi data digital yang siap
dikomputerkan.

Lillesand dan Kiefer (1979) mengemukakan beberapa kelebihan sistem fotografik


dan sistem elektronik. Keuntungan sistem fotografik yakni: (1) caranya sederhana, (2)
tidak mahal, (3) resolusi spasialnya baik, dan (4) integritas geometriknya baik. Sistem
elektronik mempunyai kelebihan dalam hal penggunaan spektrum elektromagnetik yang
lebih luas, kemampuan yang lebih besar dan lebih pasti dalam membedakan karakteristik
spektral obyek, dan proses analisis yang lebih cepat karena digunakannya komputer.

Penerapan Teknologi Inderaja Di Bidang Pemetaan


Pemanfaatan foto udara/citra hasil penginderaan untuk kegiatan pemetaan merupakan
kegiatan yang umum dilakukan pada saat sekarang. Kegiatan pemetaan menggunakan
foto udara lebih mudah dilakukan daripada pemetaan secara manual. Beberapa
keunggulan pemetaan menggunakan teknologi inderaja antara lain :

• Hasil inderaja dapat digunakan untuk memetakan daerah yang sangat luas dengan
cepat, pemetaan manual biasanya hanya digunakan untuk memetakan daerah yang
sangat sempit.
• Berbiaya lebih murah.
• Dapat memetakan bermacam-macam peta tematik sekaligus
• Proses pembuatan lebih cepat

Salah satu contoh pemanfaatan teknologi inderaja untuk kegiatan di bidang pemetaan
misalnya untuk pemetaan daerah rawan genangan air di wilayah Jakarta. Untuk membuat
peta ini diperlukan lebih dahulu foto udara wilayah
Jakarta untuk di interpretasi lebih lanjut.

Foto Udara Wilayah Jakarta

Tahapan dalam pemetaan menggunakan hasil


inderaja ini dengan membuat pola dengan
menggunakan data inderaja yang di awali dengan
penggabungan foto udara dalam bentuk mozaik
guna membatasi wilayah yang akan dipetakan.
Dari foto udara wilayah Jakarta misalnya
di interpretasi pada tempat-tempat yang :

• Memiliki ketinggian lebih


rendah/sama dari permukaan air
laut.
• Berbentuk cekungan/basin.
• Terletak di bantaran/pinggiran
sungai.

Permukiman padat
• Tidak memiliki lahan terbuka.
• Tidak memiliki daerah resapan air

Wilayah yang diinterpretasi tersebut kemudian


dideliniasi untuk membedakan dengan wilayah
yang tidak rawan tergenang. Hasil deliniasi
kemudian dapat dibuat dan diproses lebih lanjut
menjadi peta daerah rawan genangan air.

Penerapan Teknologi Inderaja Di


Bidang Kependudukan

Pengeinderaan jauh menghasilkan data yang ringkas tentang lingkungan yan


berkenaan dengan bumi. Salah satu aplikasi yang nyata dari pemanfaatan hasil
pengeinderaan jauh dalam bidang kependudukan adalah untuk memetakan distribusi
spasial penduduk.

Pemanfaatan Inderaja Di Bidang Kependudukan

Selain pemetaan distribusi spasial kependudukan, data inderaja juga dapat dimanfaatkan
untuk meneliti dampak keberadaan manusia dalam lingkungan hidup.

Oleh karena ukuran penduduk terlalu kecil, pola distribusinya hanya dapat diinterpretasi
secara tidak langsung, yaitu berdasarkan pola permukiman penduduk atau bukti lain yang
tampak. Pola permukiman penduduk itu sendiri dapat diketahui dengan
menginterpretasikan bentuk lahan dan
penggunaanya.Pemanfaatan Inderaja Di Bidang
Kependudukan

Penerapan Teknologi Inderaja Di Bidang Meteorologi


dan Klimatologi

Pemanfaatan aplikasi penginderaan jauh untuk bidang meteorologi dan


klimatologi memiliki acuan yang sangat luas. Data yang dihasilkan oleh inderaja penting
untuk diterapkan guna mengetahui keadaan lingkungan atmosfer. Guna memperoleh data
lingkungan tentang atmosfer melalui inderaja, wahana yang diperlukan adalah satelit. Di
antara satelit-satelit yang digunakan untuk informasi lingkungan atmosfer misalnya
Synchronous Meteoroligical Satellite (SMS) yang diluncurkan pada tanggal 17 Mei 1974.
Generasi ke-tiga dari satelit tersebut diganti namanya menjadi Geosyncronous
Operational Environment Satellite (GOES) yang diluncurkan pada 16 Oktober 1975.

Pemanfaatan Satelit MODIS untuk perekaman


kondisi atmosfer secara harian. (Sumber :
www.lapanrs.com)

Aplikasi penginderaan jauh untuk bidang


meteorologi dan klimatologi antara lain
sebagai berikut :

• Melakukan perekaman terhadap pola awan guna mengetahui bidang pergerakan


tekanan udara.
• Melakukan perekaman terhadap tingkat per-awanan dan kandungan air di udara
untuk mengetahui keadaaan cuaca dan iklim.

Dari hasil perekaman seperti yang telah disebutkan di atas kemudian dapat dibuat peta
animasi kondisi cuacanya. Untuk melihat beberapa contoh hasil-hasil penginderaan jauh
dapat anda lihat di situs LAPAN.
Hasil perekaman kondisi atmosfer dapat di buat peta animasinya.

Menurut Hornby (Sutanto, 1994:6), citra merupakan gambaran yang terekam oleh
kamera atau oleh sensor lainnya. Sedangkan Simonett mengutarakan dua pengertian
tentang citra yaitu :
“The counterpart of an object produced by the reflection or refraction of light when
focussed by a lens or a mirror.
Gambaran obyek yang dibuahkan oleh pantulan atau pembiasan sinar yang difokuskan
oleh sebuah lensa atau sebuah cermin.
The recorded representation (cinnibkt as a ogiti unage) if object produced by optical,
electro-optical, opical mechanical, or electrical means. It is generally used when the EMR
menited or reflected from a scene is not directly recpded pm film.
Gambaran rekaman suatu obyek (biasanya berupa gambaran pada foto) yang dibuahkan
dengan cara optik, elektro-optik, optik mekanik, atau elektronik. Pada umumnya ia
digunakan bila radiasi elektromagnetik yang dipancarkan atau dipantulkan dari suatu
obyek tidak langsung direkam pada film.”
(Sutanto, 1994:6)
Benda yang terekam pada citra dapat dikenali berdsarkan ciri yang terekam oleh
sensor. tiga ciri yang terekam oleh sensor adalah ciri spasial, ciri temporal, dan ciri
spektral.
Ciri spasial, adalah ciri yang berkaitan dengan ruan, meliputi : bentuk, ukuran, bayangan,
pola, tekstur, situs, dan asosiasi.
Ciri Temporal, adalah ciri yang terkait dengan umur benda atau waktu saat perekaman.
Ciri Spektral, adalah ciri yang dihasilkan oleh tenaga elektromagnetik dengan benda,
yang dinyatakan dengan rona dan warna.
Citra dapat dibedakan atas citra foto (photographic image) atau foto udara dan
citra nonfoto (non-photographic image). Perbedaan antara citra foto dan citra non foto
dapat dijelaskan dengan tabel berikut :

Citra foto dapat dibedakan berdasarkan :


a. Sistem wahana :
- foto satelit : foto yang dibuat dari perspektif satelit
- foto udara : foto yang dibuat dari persepektif pesawat udara atau balon udara
b. Spektrum elektromagnetik yang digunakan :
- Ultraviolet
- ortokromatik
- pankromatik
- inframerah warna asli (true color) dan
- inframerah warna palsu (false color).
c. Kemiringan sumbu kamera terhadap
permukaan bumi ;
- Foto vertikal atau Foto tegak (Orto
photograph), yaitu citra foto yang dibuat dengan
sumbu kamera tegak lurus terhadap objek di

permukaan bumi
- Foto miring atau Foto condong (Oblique
Photograph), yaitu citra foto yang dibuat
dengna sumbu kamera membentuk sudut

terhadap objek bermukaan bumi.


d. Jenis kamera
- foto dengan kamera tunggal
- kamera jamak (menggunakan lebih
dari satu kamera)
e. Warna yang digunakan
- Foto warna semu, misalnya
vegetasi yang berwarna hijau
nampak berwarna merah karena
menggunakan sinar ultraviolet.- foto
warna asli, misalnya vegetasi yang
berwarna hijau akan terlihat hijau
seperti objeknya.
Citra nonfoto dapat dibedakan:
a. Berdasarkan wahana yang
digunakan
- Citra dirgantara
- Citra satelit
b. Berdasarkan Spektrum
elektromagnetik yang digunakan
- citra radar
- citra inframerah termal
- citra gelombang mikro
c. Berdasarkan sensor yang digunakan
- citra tunggal
- citra multispektral