Anda di halaman 1dari 37

LAPORAN KASUS

SEORANG LAKI-LAKI 33 TAHUN DENGAN COMBUTIO DRAJAT II


Untuk memenuhi tugas Kepaniteraan Klinik Bagian Ilmu Bedah
di RSUD Tugurejo Semarang
Pembimbing:
dr. Tomie Hermawan Soekamto, Sp. BP

Disusun Oe! :
etra !ada Su"i#anto
H$%&&'&()
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
"#$%
1
BAB I
PENDAHULUAN
%. *atar Belakang
*uka "akar merupakan +edera #ang +ukup sering dihadapi para dokter. *uka "akar
derajat "erat dapat men#e"a"kan mortalitas dan derajat ke+a+atan #ang relati,e tinggi.
Bia#a #ang di"utuhkan untuk penangann#a pun tinggi.
Di %merika Serikat, kurang le"ih $-&.&&& orng mengalami luka "akar setiap
tahunn#a. Dari angka terse"ut ..$.&&& penderita luka "akar mem"utuhkan tindakan
emergen+# dan sekitar $.& penderita luka "akar meninggal dunia. Di Indonesia, "elum
ada angka pasti mengenai luka "akar, tetapi dengan "ertam"ahn#a jumlah penduduk
serta industri, angka penderita luka "akar makin meningkat.
*uka "akar men#e"a"kan kehilangan integritas kulit dan juga menim"ulkan e/ek
sistemik #ang sangat kompleks. *uka "akar "iasan#a ditentukan dengan derajat #ang
ditentukan oleh kedalaman luka "akar. Beratn#a luka "ergantung pada dalam, luas dan
letak. Selain "eratn#a luka "akar, umur dan keadaan kesehatan penderita se"elumn#a
merupakan /aktor #ang sangat mempengaruhi prognosis.
B. Tujuan
.. Tujuan Umum
!engetahui diagnosis serta penatalaksanaan penderita luka "akar di RSUD
%dh#atma Semarang.
$. Tujuan Khusus
a. !engetahui dan memhami de/inisi, klasi/ikasi, etiologi, pato/isiologi dan
penatalaksanaan penderita luka "akar di RSUD %dh#atma Semarang.
". !engetahui dan mampu mendiagnosis, melakukan pemeriksaan /isik,
pemeriksaan penunjang dan mem"erikan penatakasanaan pada pasien luka "akar
di RSUD %dh#atma Semarang.
2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
DE&INISI DAN ETIOLOGI
*uka "akar adalah suatu "entuk kerusakan atau kehilangan jaringan #ang
dise"a"kan kontak dengan sum"er panas seperti api, air panas, "ahan kimia, listrik, dan
radiasi. *uka "akar merupakan suatu jenis trauma dengan mor"iditas dan mortalitas tinggi
#ang memerlukan penatalaksanaan khusus sejak awal 0/ase s#ok1 sampai /ase lanjut.
*uka "akar dapat dise"a"kan oleh paparan api, "aik se+ara langsung maupun tidak
langsung, misal aki"at tersiram air panas #ang "an#ak terjadi pada ke+elakaan rumah
tangga. Selain itu, pajanan suhu tinggi dari matahari, listrik maupun "ahan kimia juga
dapat men#e"a"kan luka "akar. Se+ara garis "esar, pen#e"a" terjadin#a luka "akar dapat
di"agi menjadi2
Paparan api
o Flame: %ki"at kontak langsung antara jaringan dengan api ter"uka, dan
men#e"a"kan +edera langsung ke jaringan terse"ut. %pi dapat mem"akar
pakaian terle"ih dahulu "aru mengenai tu"uh. Serat alami memiliki
ke+enderungan untuk ter"akar, sedangkan serat sintetik +enderung meleleh
atau men#ala dan menim"ulkan +edera tam"ahan "erupa +edera kontak.
o Benda panas 0kontak12 Terjadi aki"at kontak langsung dengan "enda panas.
*uka "akar #ang dihasilkan ter"atas pada area tu"uh #ang mengalami
kontak. 3ontohn#a antara lain adalah luka "akar aki"at rokok dan alat4alat
seperti solder "esi atau peralatan masak.
Scalds 0air panas1
Terjadi aki"at kontak dengan air panas. Semakin kental +airan dan semakin lama
waktu kontakn#a, semakin "esar kerusakan #ang akan ditim"ulkan. *uka #ang
disengaja atau aki"at ke+elakaan dapat di"edakan "erdasarkan pola luka "akarn#a.
Pada kasus ke+elakaan, luka umumn#a menunjukkan pola per+ikan, #ang satu sama
lain dipisahkan oleh kulit sehat. Sedangkan pada kasus #ang disengaja, luka
umumn#a meli"atkan keseluruhan ekstremitas dalam pola sirkum/erensial dengan
garis #ang menandai permukaan +airan.
Uap panas
3
Terutama ditemukan di daerah industri atau aki"at ke+elakaan radiator mo"il. Uap
panas menim"ulkan +edera luas aki"at kapasitas panas #ang tinggi dari uap serta
dispersi oleh uap "ertekanan tinggi. %pa"ila terjadi inhalasi, uap panas dapat
men#e"a"kan +edera hingga ke saluran napas distal di paru.
5as panas
Inhalasi men#e"a"kan +edera thermal pada saluran na/as "agian atas dan oklusi
jalan na/as aki"at edema.
%liran listrik
3edera tim"ul aki"at aliran listrik #ang lewat menem"us jaringan tu"uh. Umumn#a
luka "akar men+apai kulit "agian dalam. *istrik #ang men#e"a"kan per+ikan api
dan mem"akar pakaian dapat men#e"a"kan luka "akar tam"ahan.
6at kimia 0asam atau "asa1
Radiasi
Sunburn sinar matahari, terapi radiasi.
KLASI&IKASI LUKA BAKAR
Kedalaman luka "akar ditentukan oleh tinggi suhu, laman#a pajanan suhu tinggi,
adekuasi resusitasi, dan adan#a in/eksi pada luka. Selain api #ang langsung menjilat tu"uh,
"aju #ang ikut ter"akar juga memperdalam luka "akar. Bahan "aju #ang paling aman
adalah #ang ter"uat dari "ulu dom"a 0wol1. Bahan sintetis seperti nilon dan dakron, selain
mudah ter"akar juga mudah meleleh oleh suhu tinggi, lalu menjadi lengket sehingga
memper"erat kedalaman luka "akar.
Kedalaman luka "akar dideskripsikan dalam derajat luka "akar, #aitu luka "akar
derajat I, II, atau III2
Derajat I
Pajanan han#a merusak epidermis sehingga masih men#isakan "an#ak jaringan
untuk dapat melakukan regenerasi. *uka "akar derajat I "iasan#a sem"uh dalam -4
7 hari dan dapat sem"uh se+ara sempurna. *uka "iasan#a tampak se"agai eritema
dan tim"ul dengan keluhan n#eri dan atau hipersensiti,itas lokal. 3ontoh luka
"akar derajat I adalah sunburn.
4
Derajat II
*esi meli"atkan epidermis dan men+apai kedalaman dermis namun masih terdapat
epitel ,ital #ang "isa menjadi dasar regenerasi dan epitelisasi. 8aringan terse"ut
misaln#a sel epitel "asal, kelenjar se"asea, kelenjar keringat, dan pangkal ram"ut.
Dengan adan#a jaringan #ang masih 9sehat: terse"ut, luka dapat sem"uh dalam $4(
minggu. 5am"aran luka "akar "erupa gelem"ung atau "ula #ang "erisi +airan
eksudat dari pem"uluh darah karena peru"ahan permea"ilitas dindingn#a, disertai
rasa n#eri. %pa"ila luka "akar derajat II #ang dalam tidak ditangani dengan "aik,
dapat tim"ul edema dan penurunan aliran darah di jaringan, sehingga +edera
"erkem"ang menjadi full-thickness burn atau luka "akar derajat III.
Derajat III
!engenai seluruh lapisan kulit, dari su"kutis hingga mungkin organ atau jaringan
#ang le"ih dalam. Pada keadaan ini tidak tersisa jaringan epitel #ang dapat menjadi
5
dasar regenerasi sel spontan, sehingga untuk menum"uhkan kem"ali jaringan kulit
harus dilakukan +angkok kulit. 5ejala #ang men#ertai justru tanpa n#eri maupun
"ula, karena pada dasarn#a seluruh jaringan kulit #ang memiliki persara/an sudah
tidak intak.
BERAT DAN LUAS LUKA BAKAR
Berat luka "akar "ergantung pada dalam, luas, dan letak luka. Usia dan kesehatan
pasien se"elumn#a akan sangat mempengaruhi prognosis. %dan#a trauma inhalasi juga
akan mempengaruhi "erat luka "akar.
8aringan lunak tu"uh akan ter"akar "ila terpapar pada suhu di atas ;)
o
3. *uasn#a
kerusakan akan ditentukan oleh suhu permukaan dan laman#a kontak. *uka "akar
men#e"a"kan koagulasi jaringan lunak. Seiring dengan peningkatan suhu jaringan lunak,
permea"ilitas kapiler juga meningkat, terjadi kehilangan +airan, dan ,iskositas plasma
meningkat dengan resultan pem"entukan mikrotrom"us. Hilangn#a +airan dapat
men#e"a"kan hipo,olemi dan s#ok, tergantung "an#akn#a +airan #ang hilang dan respon
terhadap resusitasi. *uka "akar juga men#e"a"kan peningkatan laju meta"olik dan energi
meta"olisme.
Semakin luas permukaan tu"uh #ang terli"at, mor"iditas dan mortalitasn#a
meningkat, dan penanganann#a juga akan semakin kompleks. *uas luka "akar din#atakan
dalam persen terhadap luas seluruh tu"uh. %da "e"erapa metode +epat untuk menentukan
luas luka "akar, #aitu2
<stimasi luas luka "akar menggunakan luas permukaan palmar pasien. *uas telapak
tangan indi,idu mewakili .= luas permukaan tu"uh. *uas luka "akar han#a
dihitung pada pasien dengan derajat luka II atau III.
6
Rumus ' atau rule of nine untuk orang dewasa
Pada dewasa digunakan >rumus '?, #aitu luas kepala dan leher, dada, punggung,
pinggang dan "okong, ekstremitas atas kanan, ekstremitas atas kiri, paha kanan,
paha kiri, tungkai dan kaki kanan, serta tungkai dan kaki kiri masing4masing '=.
Sisan#a .= adalah daerah genitalia. Rumus ini mem"antu menaksir luasn#a
permukaan tu"uh #ang ter"akar pada orang dewasa.
Pada anak dan "a#i digunakan rumus lain karena luas relati/ permukaan kepala
anak jauh le"ih "esar dan luas relati/ permukaan kaki le"ih ke+il. Karena
per"andingan luas permukaan "agian tu"uh anak ke+il "er"eda, dikenal rumus .&
untuk "a#i, dan rumus .&4.-4$& untuk anak.
7
!etode *und dan Browder
!etode #ang diperkenalkan untuk kompensasi "esarn#a porsi massa tu"uh di
kepala pada anak. !etode ini digunakan untuk estimasi "esarn#a luas permukaan
pada anak. %pa"ila tidak tersedia ta"el terse"ut, perkiraan luas permukaan tu"uh
pada anak dapat menggunakan >Rumus '? dan disesuaikan dengan usia2
o Pada anak di "awah usia . tahun2 kepala .@= dan tiap tungkai .;=. Torso
dan lengan persentasen#a sama dengan dewasa.
o Untuk tiap pertam"ahan usia . tahun, tam"ahkan &.-= untuk tiap tungkai
dan turunkan persentasi kepala se"esar .= hingga ter+apai nilai dewasa.
8
Lund and Browder chart illustrating the method for calculating the percentage of body surface area affected
by burns in children.
PEMBAGIAN LUKA BAKAR
.. *uka "akar "erat 0major burn1
a. Derajat II4III A $& = pada pasien "erusia di "awah .& tahun atau di atas usia -&
tahun
". Derajat II4III A $- = pada kelompok usia selain dise"utkan pada "utir pertama
+. *uka "akar pada muka, telinga, tangan, kaki, dan perineum
d. %dan#a +edera pada jalan na/as 0+edera inhalasi1 tanpa memperhitungkan luas luka
"akar
e. *uka "akar listrik tegangan tinggi
/. Disertai trauma lainn#a
g. Pasien4pasien dengan resiko tinggi
$. *uka "akar sedang 0moderate burn1
a. *uka "akar dengan luas .- B $- = pada dewasa, dengan luka "akar derajat III
kurang dari .& =
9
". *uka "akar dengan luas .& B $& = pada anak usia C .& tahun atau dewasa A ;&
tahun, dengan luka "akar derajat III kurang dari .& =
+. *uka "akar dengan derajat III C .& = pada anak maupun dewasa #ang tidak
mengenai muka, tangan, kaki, dan perineum
(. *uka "akar ringan
a. *uka "akar dengan luas C .- = pada dewasa
". *uka "akar dengan luas C .& = pada anak dan usia lanjut
+. *uka "akar dengan luas C $ = pada segala usia 0tidak mengenai muka, tangan,
kaki, dan perineum
PATO&ISIOLOGI LUKA BAKAR
%ki"at pertama luka "akar adalah s#ok karena kaget dan kesakitan. Pem"uluh
kapiler #ang terpajan suhu tinggi rusak dan permea"ilitas meninggi. Sel darah #ang ada di
dalamn#a ikut rusak sehingga dapat terjadi anemia. !eningkatn#a permea"ilitas
men#e"a"kan edema dan menim"ulkan "ula #ang mengandung "an#ak elektrolit. Hal itu
men#e"a"kan "erkurangn#a ,olume +airan intra,askuler. Kerusakan kulit aki"at luka
"akar men#e"a"kan kehilangan +airan aki"at penguapan #ang "erle"ihan, masukn#a +airan
ke "ula #ang ter"entuk pada luka "akar derajat II, dan pengeluaran +airan dari keropeng
luka "akar derajat III.
Bila luas luka "akar kurang dari $&=, "iasan#a mekanisme kompensasi tu"uh
masih "isa mengatasin#a, tetapi "ila le"ih dari $&=, akan terjadi s#ok hipo,olemik dengan
gejala #ang khas, seperti gelisah, pu+at, dingin, "erkeringat, nadi ke+il dan +epat, tekanan
darah menurun dan produksi urin #ang "erkurang. Pem"engkakan terjadi pelan4pelan,
maksimal terjadi setelah delapan jam. Pada ke"akaran ruang tertutup atau "ila luka terjadi
di wajah, dapat terjadi kerusakan mukosa jalan napas karena gas, asap atau uap panas #ang
terisap. <dema laring #ang ditim"ulkann#a dapat men#e"a"kan ham"atan jalan napas
dengan gejala sesak napas, takipnea, stridor, suara serak dan dahak "erwarna gelap aki"at
jelaga.
Dapat juga terjadi kera+unan gas 3D atau gas "era+un lainn#a. 3D akan mengikat
hemoglo"in dengan kuat sehingga hemoglo"in tak mampu lagi mengikat oksigen. Tanda
kera+unan ringan adalah lemas, "ingung, pusing, mual dan muntah. Pada kera+unan #ang
"erat terjadi koma. Bila le"ih dari )&= hemoglo"in terikat 3D, penderita dapat meninggal.
10
Setelah .$4$; jam, permea"ilitas kapiler mulai mem"aik dan terjadi mo"ilisasi
serta pen#erapan kem"ali +airan edema ke pem"uluh darah. Ini ditandai dengan
meningkatn#a diuresis.
*uka "akar sering tidak steril. Kontaminasi pada kulit mati, #ang merupakan
medium #ang "aik untuk pertum"uhan kuman, akan mempermudah in/eksi. In/eksi ini
sulit diatasi karena daerahn#a tidak ter+apai oleh pem"uluh kapiler #ang mengalami
trom"osis. Padahal, pem"uluh ini mem"awa sistem pertahanan tu"uh atau anti"iotik.
Kuman pen#e"a" in/eksi pada luka "akar, selain "erasal dari dari kulit penderita sendiri,
juga dari kontaminasi kuman saluran napas atas dan kontaminasi kuman di lingkungan
rumah sakit. In/eksi nosokomial ini "iasan#a sangat "er"aha#a karena kumann#a "an#ak
#ang sudah resisten terhadap "er"agai anti"iotik.
Pada awaln#a, in/eksi "iasan#a dise"a"kan oleh kokus 5ram positi/ #ang "erasal
dari kulit sendiri atau dari saluran napas, tetapi kemudian dapat terjadi in,asi kuman 5ram
negati/, Pseudomonas aeruginosa #ang dapat menghasilkan eksotoksin protease dari toksin
lain #ang "er"aha#a, terkenal sangat agresi/ dalam in,asin#a pada luka "akar. In/eksi
pseudomonas dapat dilihat dari warna hijau pada kasa penutup luka "akar. Kuman
memproduksi enEim penghan+ur keropeng #ang "ersama dengan eksudasi oleh jaringan
granulasi mem"entuk nanah.
In/eksi ringan dan nonin,asi/ ditandai dengan keropeng #ang mudah terlepas
dengan nanah #ang "an#ak. In/eksi #ang in,asi/ ditandai dengan keropeng #ang kering
dengan peru"ahan jaringan di tepi keropeng #ang mula4mula sehat menadi nekrotikF
aki"atn#a, luka "akar #ang mula4mula derajat II menjadi derajat III. In/eksi kuman
menim"ulkan ,askulitis pada pem"uluh kapiler di jaringan #ang ter"akar dan
menim"ulkan trom"osis sehingga jaringan #ang didarahin#a nanti.
Bila luka "akar di"iopsi dan eksudatn#a di"iak, "iasan#a ditemukan kuman dan
terlihat in,asi kuman terse"ut ke jaringan sekelilingn#a. *uka "akar demikian dise"ut luka
"akar septik. Bila pen#e"a"n#a kuman 5ram positi/, seperti sta/ilokokus atau "asil 5ram
negati/ lainn#a, dapat terjadi pen#e"aran kuman lewat darah 0"akteremia1 #ang dapat
menim"ulkan /okus in/eksi di usus. S#ok sepsis dan kematian dapat terjadi karena toksin
kuman #ang men#e"ar di darah.
Bila penderita dapat mengatasi in/eksi, luka "akar derajat II dapat sem"uh dengan
meninggalkan +a+at "erupa parut. Pen#em"uhan ini dimulai dari sisa elemen epitel #ang
masih ,ital, misaln#a sel kelenjar se"asea, sel "asal, sel kelenjar keringat, atau sel pangkal
ram"ut. *uka "akar derajat II #ang dalam mungkin meninggalkan parut hipertro/ik #ang
11
n#eri, gatal, kaku dan se+ara estetik jelek. *uka "akar derajat III #ang di"iarkan sem"uh
sendiri akan mengalami kontraktur. Bila terjadi di persendian, /ungsi sendi dapat
"erkurang atau hilang.
Pada luka "akar "erat dapat ditemukan ileus paralitik. Pada /ase akut, peristalsis
usus menurun atau "erhenti karena s#ok, sedangkan pada /ase mo"ilisasi, peristalsis dapat
menurun karena kekurangan ion kalium.
Stres atau "adan /aali #ang terjadi pada penderita luka "akar "erat dapat
men#e"a"kan terjadin#a tukak di mukosa lam"ung atau duodenum dengan gejala #ang
sama dengan gejala tukak peptik. Kelainan ini dikenal se"agai tukak urling.
Gase permulaan luka "akar merupakan /ase kata"olisme sehingga keseim"angan protein
menjadi negati/. Protein tu"uh "an#ak hilang karena eksudasi, meta"olisme tinggi dan
in/eksi. Penguapan "erle"ihan dari kulit #ang rusak juga memerluka kalori tam"ahan.
Tenaga #ang diperlukan tu"uh pada /ase ini terutama didapat dari pem"akaran protein dari
otot skelet. Dleh karena itu, penderita menjadi sangat kurus, otot menge+il, dan "erat "adan
menurun. Dengan demikian, kor"an luka "akar menderita pen#akit "erat #ang dise"ut
pen#akit luka "akar. Bila luka "akar men#e"a"kan +a+at, terutama "ila luka mengenai
wajah sehingga rusak "erat, penderita mungkin mengalami "e"an kejiwaan "erat. 8adi
prognosis luka "akar ditentukan oleh luasn#a luka "akar.
&ASE PADA LUKA BAKAR
Dalam perjalanan pen#akit, dapat di"edakan menjadi tiga /ase pada luka "akar,
#aitu2
.. Gase awal, /ase akut, /ase s#ok
Pada /ase ini, masalah utama "erkisar pada gangguan #ang terjadi pada saluran na/as
#aitu gangguan mekanisme "erna/as, hal ini dikarenakan adan#a eskar melingkar di
dada atau trauma multipel di rongga toraksF dan gangguan sirkulasi seperti
keseim"angan +airan elektrolit, s#ok hipo,olemia.
$. Gase setelah s#ok "erakhir, /ase su" akut
!asalah utama pada /ase ini adalah Systemic !nflammatory "esponse Syndrome
#S!"S$ dan %ulti-system &rgan 'ysfunction Syndrome #%&'S$ dan sepsis. Hal ini
merupakan dampak dan atau perkem"angan masalah #ang tim"ul pada /ase pertama
dan masalah #ang "ermula dari kerusakan jaringan 0luka dan sepsis luka1
12
(. Gase lanjut
Gase ini "erlangsung setelah penutupan luka sampai terjadin#a maturasi jaringan.
!asalah #ang dihadapi adalah pen#ulit dari luka "akar seperti parut hipertro/ik,
kontraktur dan de/ormitas lain #ang terjadi aki"at kerapuhan jaringan atau struktur
tertentu aki"at proses in/lamasi #ang he"at dan "erlangsung lama
Pem"agian Eona kerusakan jaringan2
.. 6ona koagulasi, Eona nekrosis
!erupakan daerah #ang langsung mengalami kerusakan 0koagulasi protein1 aki"at
pengaruh +edera termis, hampir dapat dipastikan jaringan ini mengalami nekrosis
"e"erapa saat setelah kontak. Dleh karena itulah dise"ut juga se"agai Eona
nekrosis.
$. 6ona statis
!erupakan daerah #ang langsung "erada di luarHdi sekitar Eona koagulasi. Di
daerah ini terjadi kerusakan endotel pem"uluh darah disertai kerusakan trom"osit
dan leukosit, sehingga terjadi gangguam per/usi 0no /low phenomena1, diikuti
peru"ahan permea"ilitas kapilar dan respon in/lamasi lokal. Proses ini "erlangsung
selama .$4$; jam pas+a +edera dan mungkin "erakhir dengan nekrosis jaringan.
(. 6ona hiperemi
!erupakan daerah di luar Eona statis, ikut mengalami reaksi "erupa ,asodilatasi
tanpa "an#ak meli"atkan reaksi selular. Tergantung keadaan umum dan terapi #ang
di"erikan, Eona ketiga dapat mengalami pen#em"uhan spontan, atau "eru"ah
menjadi Eona kedua "ahkan Eona pertama.
INDIKASI RA'AT INAP PASIEN LUKA BAKAR
!enurut (merican Burn (ssociation, seorang pasien diindikasikan untuk dirawat
inap "ila2
.. *uka "akar derajat III A -=
$. *uka "akar derajat II A .&=
(. *uka "akar derajat II atau III #ang meli"atkan area kritis 0wajah, tangan, kaki,
genitalia, perineum, kulit di atas sendi utama1 risiko signi/ikan untuk masalah
kosmetik dan ke+a+atan /ungsi
;. *uka "akar sirkum/erensial di thoraks atau ekstremitas
13
-. *uka "akar signi/ikan aki"at "ahan kimia, listrik, petir, adan#a trauma ma#or
lainn#a, atau adan#a kondisi medik signi/ikan #ang telah ada se"elumn#a
). %dan#a trauma inhalasi
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan penunjang #ang dilakukan2
.. Pemeriksaan darah rutin dan kimia darah
$. Urinalisis
(. Pemeriksaan keseim"angan elektrolit
;. %nalisis gas darah
-. Radiologi B jika ada indikasi %RDS
). Pemeriksaan lain #ang di"utuhkan untuk menegakkan diagnosis SIRS dan !DDS
PENATALAKSANAAN LUKA BAKAR
Pasien luka "akar harus die,aluasi se+ara sistematik. Prioritas utama adalah
mempertahankan jalan na/as tetap paten, ,entilasi #ang e/ekti/ dan mendukung sirkulasi
sistemik. Intu"asi endotrakea dilakukan pada pasien #ang menderita luka "akar "erat atau
ke+urigaan adan#a jejas inhalasi atau luka "akar di jalan na/as atas. Intu"asi dapat tidak
dilakukan "ila telah terjadi edema luka "akar atau pem"erian +airan resusitasi #ang
terlampau "an#ak. Pada pasien luka "akar, intu"asi orotrakea dan nasotrakea le"ih dipilih
daripada trakeostomi.
Pasien dengan luka "akar saja "iasan#a hipertensi. %dan#a hipotensi awal #ang
tidak dapat dijelaskan atau adan#a tanda4tanda hipo,olemia sistemik pada pasien luka
"akar menim"ulkan ke+urigaan adan#a jejas >tersem"un#i?. Dleh karena itu, setelah
mempertahankan %B3, prioritas "erikutn#a adalah mendiagnosis dan menata laksana jejas
lain 0trauma tumpul atau tajam1 #ang mengan+am n#awa. Riwa#at terjadin#a luka
"erman/aat untuk men+ari trauma terkait dan kemungkinan adan#a jejas inhalasi.
In/ormasi riwa#at pen#akit dahulu, penggunaan o"at, dan alergi juga penting dalam
e,aluasi awal.
Pakaian pasien di"uka semua, semua permukaan tu"uh dinilai. Pemeriksaan
radiologik pada tulang "elakang ser,ikal, pel,is, dan torak dapat mem"antu menge,aluasi
adan#a kemungkinan trauma tumpul.
Setelah mengeksklusi jejas signi/ikan lainn#a, luka "akar die,aluasi. Terlepas dari
luasn#a area jejas, dua hal #ang harus dilakukan se"elum dilakukan trans/er pasien adalah
14
mempertahankan ,entilasi adekuat, dan jika diindikasikan, melepas dari eskar #ang
mengkonstriksi.
T()((*s(n( +esusi)(si u*( b(*(+
a. Tatalaksana resusitasi jalan na/as2
.. Intu"asi
Tindakan intu"asi dikerjakan se"elum edema mukosa menim"ulkan mani/estasi
o"struksi. Tujuan intu"asi mempertahankan jalan na/as dan se"agai /asilitas
pemelliharaan jalan na/as.
$. Krikotiroidotomi
Bertujuan sama dengan intu"asi han#a saja dianggap terlalu agresi/ dan
menim"ulkan mor"iditas le"ih "esar di"anding intu"asi. Krikotiroidotomi
memperke+il dead spa+e, memper"esar tidal ,olume, le"ih mudah mengerjakan
"ilasan "ronkoal,eolar dan pasien dapat "er"i+ara jika di"anding dengan intu"asi.
(. Pem"erian oksigen .&&=
Bertujuan untuk men#ediakan ke"utuhan oksigen jika terdapat patologi jalan na/as
#ang menghalangi suplai oksigen. Hati4hati dalam pem"erian oksigen dosis "esar
karena dapat menim"ulkan stress oksidati/, sehingga akan ter"entuk radikal "e"as
#ang "ersi/at ,asodilator dan modulator sepsis.
;. Perawatan jalan na/as
-. Penghisapan sekret 0se+ara "erkala1
). Pem"erian terapi inhalasi
Bertujuan mengupa#akan suasana udara #ang le"ih "aik didalam lumen jalan na/as
dan men+airkan sekret kental sehingga mudah dikeluarkan. Terapi inhalasi
umumn#a menggunakan +airan dasar natrium klorida &,'= ditam"ah dengan
"ronkodilator "ila perlu. Selain itu "ias ditam"ahkan Eat4Eat dengan khasiat tertentu
seperti atropin sul/at 0menurunkan produksi sekret1, natrium "ikar"onat 0mengatasi
asidosis seluler1 dan steroid 0masih kontro,ersial1
7. Bilasan "ronkoal,eolar
@. Perawatan reha"ilitati/ untuk respirasi
'. <skarotomi pada dinding torak #ang "ertujuan untuk memper"aiki kompliansi paru
". Tatalaksana resusitasi +airan
Resusitasi +airan di"erikan dengan tujuan preser,asi per/usi #ang adekuat dan
15
seim"ang di seluruh pem"uluh darah ,askular regional, sehingga iskemia jaringan
tidak terjadi pada setiap organ sistemik. Selain itu +airan di"erikan agar dapat
meminimalisasi dan eliminasi +airan "e"as #ang tidak diperlukan, optimalisasi status
,olume dan komposisi intra,askular untuk menjamin sur,i,alHmaksimal dari seluruh
sel, serta meminimalisasi respons in/lamasi dan hipermeta"olik dengan menggunakan
kele"ihan dan keuntungan dari "er"agai ma+am +airan seperti kristaloid, hipertonik,
koloid, dan se"again#a pada waktu #ang tepat. Dengan adan#a resusitasi +airan #ang
tepat, kita dapat mengupa#akan sta"ilisasi pasien se+epat mungkin kem"ali ke kondisi
/isiologik dalam persiapan menghadapi inter,ensi "edah seawal mungkin.
Resusitasi +airan dilakukan dengan mem"erikan +airan pengganti. %da "e"erapa
+ara untuk menghitung ke"utuhan +airan ini2
3ara <,ans
.. *uas luka "akar 0=1 I BB 0kg1 menjadi m* a3l per $; jam
$. *uas luka "akar 0=1 I BB 0kg1 menjadi m* plasma per $; jam
(. $.&&& ++ glukosa -= per $; jam
Separuh dari jumlah .J$J( di"erikan dalam @ jam pertama. Sisan#a di"erikan
dalam .) jam "erikutn#a. Pada hari kedua di"erikan setengah jumlah +airan hari
pertama. Pada hari ketiga di"erikan setengah jumlah +airan hari kedua.
3ara BaIter
*uas luka "akar 0=1 I BB 0kg1 I ; m*
Separuh dari jumlah +airan di"erikan dalam @ jam pertama. Sisan#a di"erikan
dalam .) jam "erikutn#a. Pada hari kedua di"erikan setengah jumlah +airan hari
pertama. Pada hari ketiga di"erikan setengah jumlah +airan hari kedua.
+. Resusitasi nutrisi
Pada pasien luka "akar, pem"erian nutrisi se+ara enteral se"aikn#a dilakukan sejak
dini dan pasien tidak perlu dipuasakan. Bila pasien tidak sadar, maka pem"erian nutrisi
dapat melalui naso-gastric tube 05T1. utrisi #ang di"erikan se"aikn#a mengandung
.&4.-= protein, -&4)&= kar"ohidrat dan $-4(&= lemak. Pem"erian nutrisi sejak awal
ini dapat meningkatkan /ungsi keke"alan tu"uh dan men+egah terjadin#a atro/i ,ili
usus. Dengan demikian diharapkan pem"erian nutrisi sejak awal dapat mem"antu
men+egah terjadin#a SIRS dan !DDS.
16
Pe+(,()(n u*( b(*(+
Umumn#a untuk menghilangkan rasa n#eri dari luka "akar digunakan mor/in
dalam dosis ke+il se+ara intra,ena 0dosis dewasa awal 2 &,.4&,$ mgHkg dan >maintenance?
-4$& mgH7& kg setiap ; jam, sedangkan dosis anak4anak &,&-4&,$ mgHkg setiap ; jam1.
Tetapi ada juga #ang men#atakan pem"erian methadone 0-4.& mg dosis dewasa1 setiap @
jam merupakan terapi penghilang n#eri kronik #ang "agus untuk semua pasien luka "akar
dewasa. 8ika pasien masih merasakan n#eri walau dengan pem"erian mor/in atau
methadone, dapat juga di"erikan "enEodiaEepine se"agai tam"ahan.
Terapi pem"edahan pada luka "akar
.. <ksisi dini
<ksisi dini adalah tindakan pem"uangan jaringan nekrosis dan de"ris 0debridement1
#ang dilakukan dalam waktu kurang dari 7 hari 0"iasan#a hari ke -471 pas+a +edera
termis. Dasar dari tindakan ini adalah2
a. !engupa#akan proses pen#em"uhan "erlangsung le"ih +epat. Dengan
di"uangn#a jaringan nekrosis, de"ris dan eskar, proses in/lamasi tidak akan
"erlangsung le"ih lama dan segera dilanjutkan proses /i"roplasia. Pada daerah
sekitar luka "akar umumn#a terjadi edema, hal ini akan mengham"at aliran darah
dari arteri #ang dapat mengaki"atkan terjadin#a iskemi pada jaringan terse"ut
ataupun mengham"at proses pen#em"uhan dari luka terse"ut. Dengan semakin
lama waktu terlepasn#a eskar, semakin lama juga waktu #ang diperlukan untuk
pen#em"uhan.
". !emutus rantai proses in/lamasi #ang dapat "erlanjut menjadi komplikasi B
komplikasi luka "akar 0seperti SIRS1. Hal ini didasarkan atas jaringan nekrosis
#ang melepaskan 9burn to)ic: 0lipid protein comple)1 #ang menginduksi
dilepasn#a mediator4mediator in/lamasi.
+. Semakin lama penundaan tindakan eksisi, semakin "an#akn#a proses
angiogenesis #ang terjadi dan ,asodilatasi di sekitar luka. Hal ini mengaki"atkan
"an#akn#a darah keluar saat dilakukan tindakan operasi. Selain itu, penundaan
eksisi akan meningkatkan resiko kolonisasi mikro B organisme patogen #ang akan
mengham"at pemulihan graft dan juga eskar #ang melem"ut mem"uat tindakan
eksisi semakin sulit.
Tindakan ini disertai anestesi "aik lokal maupun general dan pem"erian +airan
melalui in/us. Tindakan ini digunakan untuk mengatasi kasus luka "akar derajat II
17
dalam dan derajat III. Tindakan ini diikuti tindakan hemostasis dan juga 9skin grafting:
0dianjurkan 9split thickness skin grafting:1. Tindakan ini juga tidak akan mengurangi
mortalitas pada pasien luka "akar #ang luas. Kriteria penatalaksanaan eksisi dini
ditentukan oleh "e"erapa /aktor, #aitu2
- Kasus luka "akar dalam #ang diperkirakan mengalami pen#em"uhan le"ih dari
( minggu.
- Kondisi /isik #ang memungkinkan untuk menjalani operasi "esar.
- Tidak ada masalah dengan proses pem"ekuan darah.
- Tersedia donor #ang +ukup untuk menutupi permukaan ter"uka #ang tim"ul.
<ksisi dini diutamakan dilakukan pada daerah luka sekitar "atang tu"uh posterior.
<ksisi dini terdiri dari eksisi tangensial dan eksisi /asial.
<ksisi tangensial adalah suatu teknik #ang mengeksisi jaringan #ang terluka lapis
demi lapis sampai dijumpai permukaan #ang mengeluarkan darah 0endpoint1. %dapun
alat4alat #ang digunakan dapat "erma+am4ma+am, #aitu pisau 5oulian atau Hum"l#
#ang digunakan pada luka "akar dengan luas permukaan luka #ang ke+il, sedangkan
pisau Katson maupun mesin #ang dapat memotong jaringan kulit perlapis 0dermatom1
digunakan untuk luka "akar #ang luas. Permukaan kulit #ang dilakukan tindakan ini
tidak "oleh mele"ihi $-= dari seluruh luas permukaan tu"uh. Untuk memperke+il
perdarahan dapat dilakukan hemostasis, #aitu dengan tourni*uet se"elum dilakukan
eksisi atau pem"erian larutan epinephrine .2.&&.&&& pada daerah #ang dieksisi. Setelah
dilakukan hal4hal terse"ut, "aru dilakukan 9skin graft:. Keuntungan dari teknik ini
adalah didapatn#a /ungsi optimal dari kulit dan keuntungan dari segi kosmetik.
Kerugian dari teknik adalah perdarahan dengan jumlah #ang "an#ak dan endpoint
"edah #ang sulit ditentukan.
<ksisi /asial adalah teknik #ang mengeksisi jaringan #ang terluka sampai lapisan
/as+ia. Teknik ini digunakan pada kasus luka "akar dengan kete"alan penuh 0full
thickness1 #ang sangat luas atau luka "akar #ang sangat dalam. %lat #ang digunakan
pada teknik ini adalah pisau s+alpel, mesin pemotong 9electrocautery:. %dapun
keuntungan dan kerugian dari teknik ini adalah2
- Keuntungan 2 le"ih mudah dikerjakan, +epat, perdarahan tidak "an#ak,
endpoint #ang le"ih mudah ditentukan
- Kerugian 2 kerugian "idang kosmetik, peningkatan resiko +edera pada sara/4
sara/ super/isial dan tendon sekitar, edema pada "agian distal dari eksisi
18
+. Skin grafting
Skin grafting adalah metode penutupan luka sederhana. Tujuan dari metode ini
adalah2
a. !enghentikan e,aporate heat loss
". !engupa#akan agar proses pen#em"uhan terjadi sesuai dengan waktu
+. !elindungi jaringan #ang ter"uka
Skin grafting harus dilakukan se+epatn#a setelah dilakukan eksisi pada luka "akar
pasien. Kulit #ang digunakan dapat "erupa kulit produk sintesis, kulit manusia #ang
"erasal dari tu"uh manusia lain #ang telah diproses maupun "erasal dari permukaan
tu"uh lain dari pasien 0autogra/t1. Daerah tu"uh #ang "iasa digunakan se"agai daerah
donor autogra/t adalah paha, "okong dan perut. Teknik mendapatkan kulit pasien
se+ara autogra/t dapat dilakukan se+ara split thickness skin graft atau full thickness skin
graft. Bedan#a dari teknik B teknik terse"ut adalah lapisan4lapisan kulit #ang diam"il
se"agai donor. Untuk memaksimalkan penggunaan kulit donor terse"ut, kulit donor
terse"ut dapat direnggangkan dan di"uat lu"ang B lu"ang pada kulit donor 0seperti
jaring4jaring dengan per"andingan tertentu, sekitar . 2 . sampai . 2 )1 dengan mesin.
!etode ini dise"ut mess grafting. Kete"alan dari kulit donor tergantung dari lokasi
luka #ang akan dilakukan grafting, usia pasien, keparahan luka dan telah dilakukann#a
pengam"ilan kulit donor se"elumn#a. Pengam"ilan kulit donor ini dapat dilakukan
dengan mesin >dermatome? ataupun dengan manual dengan pisau Hum"l# atau
5oulian. Se"elum dilakukan pengam"ilan donor di"erikan juga ,asokonstriktor
0larutan epine/rin1 dan juga anestesi.
Prosedur operasi skin grafting sering menjumpai masalah #ang dihasilkan dari
eksisi luka "akar pasien, dimana terdapat perdarahan dan hematom setelah dilakukan
eksisi, sehingga pelekatan kulit donor juga terham"at. Dleh karenan#a, pengendalian
perdarahan sangat diperlukan. %dapun "e"erapa /aktor #ang mempengaruhi
ke"erhasilan pen#atuan kulit donor dengan jaringan #ang mau dilakukan grafting
adalah2
- Kulit donor setipis mungkin
- Pastikan kontak antara kulit donor dengan "ed 0jaringan #ang dilakukan
gra/ting1, hal ini dapat dilakukan dengan +ara 2
o 3egah gerakan geser, "aik dengan pem"alut elastik 0"alut tekan1
19
o Drainase #ang "aik
o 5unakan kasa adsor"en
PROGNOSIS
Prognosis dan penanganan luka "akar terutama tergantung pada dalam dan luasn#a
permukaan luka "akar, dan penanganan sejak awal hingga pen#em"uhan. Selain itu /aktor
letak daerah #ang ter"akar, usia dan keadaan kesehatan penderita juga turut menentukan
ke+epatan pen#em"uhan.
Pen#ulit juga mempengaruhi progonosis pasien. Pen#ulit #ang tim"ul pada luka "akar
antara lain gagal ginjal akut, edema paru, SIRS, in/eksi dan sepsis, serta parut hipertro/ik
dan kontraktur.
KOMPLIKASI
Sistemic Inflammator Res!onse Sn"rome -SIRS./ M#lti$sstem Or%an Dsf#nction
Sn"rome &MODS'(0(n Se1sis
Pendahuluan
SIRS adalah suatu "entuk respon klinik #ang "ersi/at sistemik terhadap "er"agai
stimulus klinik "erat aki"at in/eksi ataupun nonin/eksi seperti trauma, luka "akar, reaksi
autoimun, sirosis, pankreatitis, dll.
Respon ini merupakan dampak dari pelepasan mediator4mediator in/lamasi
0proin/lamasi1 #ang mulan#a "ersi/at /isiologik dalam proses pen#em"uhan luka, namun
oleh karena pengaruh "e"erapa /aktor predisposisi dan /aktor pen+etus, respon ini "eru"ah
se+ara "erle"ihan 0mengalami eksagregasi1 dan men#e"a"kan kerusakan pada organ4organ
sistemik, men#e"a"kan dis/ungsi dan "erakhir dengan kegagalan organ terkena
menjalankan /ungsin#aF !DDS 0%ulti-system &rgan 'isfunction Syndrome1 "ahkan
sampai kegagalan "er"agai organ 0%ulti-system &rgan FailureH!DG1.
SIRS dan !DDS merupakan pen#e"a" utama tinggin#a angka mortalitas pada
pasien luka "akar maupun trauma "erat lainn#a. Dalam penelitian dilaporkan SIRS dan
!DDS keduan#a menjadi pen#e"a" @.= kematian pas+a traumaF dan dapat di"uktikan
pula "ahwa SIRS sendiri mengantarkan pasien pada !DDS.
%da - hal #ang "isa menjadi akti,ator tim"uln#a SIRS, #aitu infection, injury,
inflamation, inade*uate blood flow, dan ischemia-reperfusion injury. Kriteria klinik #ang
digunakan, mengikuti hasil konsensus (merican ollege of hest phycisians dan the
Society of ritical are %edicine tahun .''., #aitu "ila dijumpai $ atau le"ih meni/estasi
"erikut selama "e"erapa hari, #aitu2
20
4 Hipertermia 0suhu A (@L31 atau hipotermia 0suhu C ()L31
4 Takikardi 0/rekuensi nadi A '&IHmenit1
4 Takipneu 0/rekuensi na/as A $&IHmenit1 atau tekanan parsial 3D$ rendah
0Pa3D
$
C ($ mmHg1
4 *eukositosis 0jumlah lekosit A .$.&&& selHmm
(
1, leukopeni 0C ;&&&
selHmm
(
1 atau dijumpai A .&= netro/il dalam "entuk imatur 0band1.
Bila diperoleh "ukti "ahwa in/eksi se"agai pen#e"a" 0dari hasil kultur
darahH"akteremia1, maka SIRS dise"ut se"agai sepsis. SIRS akan selalu "erkaitan dengan
!DDS karena !DDS merupakan akhir dari SIRS.
Pada dasarn#a !DDS adalah kumpulan gejala dengan adan#a gangguan /ungsi
organ pada pasien akut sedemikian rupa, sehingga homeostasis tidak dapat dipertahankan
tanpa inter,ensi. Bila ditelusuri le"ih lanjut, SIRS se"agai suatu proses #ang
"erkesinam"ungan sehingga dapat dimengerti "ahwa !DDS menggam"arkan kondisi
le"ih "erat dan merupakan "agian akhir dari spektrum keadaan #ang "erawal dari SIRS.
Pato/isiologi
Perjalanan SIRS dijelaskan menurut teori #ang dikem"angkan oleh Bone dalam
"e"erapa tahap.
-ahap !
Respon in/lamasi sistemik didahului oleh suatu pen#e"a", misaln#a luka "akar atau
trauma "erat lainn#a. Kerusakan lokal merangsang pelepasan "er"agai mediator pro4
in/lamasi seperti sitokinF #ang selain mem"angkitkan respon in/lamasi juga "erperan pada
proses pen#em"uhan luka dan mengerahkan sel4sel retikuloendotelial. Sitokin adalah
pem"awa pesan /isiologik dari respon in/lamasi. !olekul utaman#a meliputi -umor
.ecroti/ing Factor 0TGM1, interleukin 0I*
.
, I*
)
1, inter/eron, olony Stimulating Factor
03SG1, dan lain4lain. </ektor selular respon in/lamasi adalah sel4sel P!, monosit,
makro/ag, dan sel4sel endotel. Sel4sel untuk sitokin dan mediator in/lamasi sekunder
seperti prostaglandin, leukotrien, thrombo)ane, Platelet (cti,ating Factor 0P%G1, radikal
"e"as, oksida nitrit, dan protease. <ndotel terakti,asi dan lingkungan #ang ka#a sitokin
mengakti/kan kaskade koagulasi sehingga terjadi trom"osis lokal. Hal ini mengurangi
kehilangan darah melalui luka, namun disamping itu tim"ul e/ek pem"atasan 0walling off1
jaringan +edera sehingga se+ara /isiologik daerah in/lamasi terisolasi.
-ahap !!
21
Sejumlah ke+il sitokin #ang dilepaskan ke dalam sirkulasi justru meningkatkan
respon lokal. Terjadi pergerakan makro/ag, trom"osit dan stimulasi produksi /aktor
pertum"uhan 00rowth FactorH5G1. Selanjutn#a dimulailah respon /ase akut #ang
terkontrol se+ara simultan melalui penurunan kadar mediator proin/lamasi dan pelepasan
antagonis endogen 0antagonis reseptor I*
.
dan mediator4mediator anti4in/lamasi lain
seperti I*
;
, I*
.&
, I*
..
, reseptor terlarut TG 0-ransforming 0rowth FactorHT5G1. Dengan
demikian mediator4mediator terse"ut menjaga respon in/lamasi awal #ang dikendalikan
dengan "aik oleh down regulating cytokine production dan e/ek antagonis terhadap sitokin
#ang telah dilepaskan. Keadaan ini "erlangsung hingga homeostasis terjaga.
-ahap !!!
8ika homeostasis tidak dapat dikem"alikan, "erkem"ang tahap III 0SIRS1F terjadi
reaksi sistemik masi/. </ek predominan dari sitokin "eru"ah menjadi destrukti/. Sirkulasi
di"anjiri mediator4mediator in/lamasi sehingga integritas dinding kapiler rusak. Sitokin
meram"ah ke dalam "er"agai organ dan mengaki"atkan kerusakan. Respon destrukti/
regional dan sistemik 0terjadi peningkatan ,asodilatasi peri/er, gangguan permea"ilitas
mikro,askular, akselerasi trom"osis mikro,askular, akti,asi sel leukosit4endotel1 #ang
mengaki"atkan peru"ahan4peru"ahan patologik di "er"agai organ. 8ika reaksi in/lamasi
tidak dapat dikendalikan, terjadi s#ok septik, 'isseminated !ntra,ascular oagulation
0DI31, %RDS, !DDS, dan kematian.
!DDS merupakan "agian akhir dari spektrum klinis SIRS. Pada pasien luka "akar
dapat dijumpai se+ara kasar (&= kasus mengalami !DDS. %da ( teori #ang menjelaskan
tim"uln#a SIRS, !DDS dan sepsisF #ang mana ketigan#a terjadi se+ara simultan.
Teori pertama men#e"utkan "ahwa s#ok #ang terjadi men#e"a"kan penurunan
penurunan sirkulasi di daerah splangnikus, per/usi ke jaringan usus terganggu
men#e"a"kan disrupsi mukosa saluran +erna. Disrupsi mukosa men#e"akan /ungsi mukosa
se"agai barrier "erkurangHhilang, dan mempermudah terjadin#a translokasi "akteri.
Bakteri #ang mengalami translokasi umumn#a /lora normal usus #ang "ersi/at komensal,
"eru"ah menjadi oportunistikF khususn#a aki"at peru"ahan suasana di dalam lumen usus
0puasa, pem"erian antasida dan "e"erapa jenis anti"iotika1. Selain kehilangan /ungsi
se"agai barrier terhadap kuman, da#a imunitas juga "erkurang 0kulit, mukosa1, sehingga
mudah dirusak oleh toksin #ang "erasal dari kuman 0endo atau enterotoksin1. Pada kondisi
disrupsi, "ila pasien dipuasakan, maka proses degenerasi mukosa justru "erlanjut menjadi
atro/i mukosa usus #ang dapat memper"erat keadaan.
22
5angguan sirkulasi ke "er"agai organ men#e"a"kan kondisi4kondisi #ang memi+u
SIRS. 5angguan sirkulasi sere"ral men#e"a"kan dis/ungsi karena gangguan sistem
autoregulasi sere"ral #ang mem"eri dampak sistemik 0ense/elopati1. 5angguan sirkulasi ke
ginjal men#e"a"kan iskemi ginjal khususn#a tu"ulus "erlanjut dengan (cute -ubular
.ecrosis 0%T1 #ang "erakhir dengan gagal ginjal 0(cute "enal FailureH%RG1. 5angguan
sirkulasi peri/er men#e"a"kan iskemi otot4otot dengan dampak peme+ahan glikoprotein
#ang meningkatkan produksi .itric &)ide 0D1F D ini "erperan se"agai modulator
sepsis. 5angguan sirkulasi ke kulit dan sitem integumen men#e"a"kan terutama gangguan
sistim imunF karena penurunan produksi lim/osit dan penurunan /ungsi barrier kulit.
Teori kedua menjelaskan pelepasan Lipid Protein omple) 0*P31 #ang
se"elumn#a dikenal dengan burn to)in dari jaringan nekrosis aki"at +edera termis. *P3
memiliki toksisitas ri"uan kali di atas endotoksin dalam merangsang pelepasan mediator
pro4in/lamasiF namun pelepasan *P3 ini tidak ada hu"ungann#a dengan in/eksi. Respon
#ang tim"ul mulan#a "ersi/at lokal, ter"atas pada daerah +ederaF kemudian "erkem"ang
menjadi suatu "entuk respon sistemik.
Teori ketiga menjelaskan keka+auan sistem meta"olisme 0hipometa"olik pada /ase
akut dilanjutkan hipermeta"olik pada /ase selanjutn#a1 #ang menguras seluruh modalitas
tu"uh khususn#a sistim imunologi. !ediator4mediator pro4in/lamasi #ang dilepas ke
sirkulasi se"agai respon terhadap suatu +edera tidak han#a men#erang "enda asing atau
toksin #ang adaF tetapi juga menim"ulkan kerusakan pada jaringan organ sistemik. Kondisi
ini dimungkinkan karena luka "akar merupakan suatu "entuk trauma #ang "ersi/at
imunosupresi/.
Tatalaksana
Penatalaksanaan luka "akar "ersi/at le"ih agresi/ dan "ertujuan men+egah
perkem"angan SIRS, !DDS, dan sepsis.
Pem"erian utrisi <nteral Dini 0<D1 melalui pipa nasogastrik dalam @ jam
pertama pas+a +edera. Selain "ertujuan men+egah terjadin#a atro/i mukosa usus,
pem"erian <D ini "ertitik tolak men+egah dan mengatasi kondisi hipometa"olik pada
/ase akut H s#ok dan mengendalikan status hiperkata"olisme #ang terjadi pada /ase flow.
Pem"erian antasida dan anti"iotika tidak di"enarkan karena akan meru"ah pola H ha"itat
kuman #ang mengganggu keseim"angan /lora usus.
8aringan nekrosis maupun jaringan non ,ital lainn#a #ang dise"a"kan +edera termis
harus segera dilakukan nekrotomi dan debridement, dan dilakukan sedini mungkin 0eksisi
23
dini, hari ketiga4keempat pas+a +edera luka "akar sedang, hari ketujuh4kedelapan pada
luka "akar "erat1, "ahkan "ila memungkinkan dilakukan penutupan segera 0immediate skin
grafting1 untuk mengatasi "er"agai masalah aki"at kehilangan kulit se"agai penutup
0men+egah e,aporati,e heat loss #ang menim"ulkan gangguan meta"olisme1, barrier
terhadap kuman dan proses in/lamasi "erkepanjangan #ang mempengaruhi proses
pen#em"uhan, tidak menunggu jaringan granulasi #ang dalam hal ini mengulur waktu dan
memper"erat stres meta"olisme.
Pem"erian o"at4o"atan #ang "ersi/at anti in/lamasi seperti antihistamin dianggap
tidak "erman/aat. Pem"erian steroid se"elumn#a dianggap "erman/aat namun harus diingat
saat pem"erian serta e/ek sampingn#a.
Pem"erian Eat #ang meningkatkan imunologik seperti Dmega4( akan menjinakkan
leukotrien 0*TB; #ang "ersi/at maligna1 dengan +ara mempengaruhi lypo)ygenase
pathway pada meta"olisme asam arakhidonat, sehingga menghasilkan leukotrien #ang
le"ih "enigna. Pem"erian Dmega4) memiliki e/ek pada cyclo-o)ygenase pathway asam
arakhidonat, sehingga menghasilkan trom"oksan #ang le"ih "enigna menggantikan
trom"oksan 0-hrombo)ane%
$
1 #ang "ersi/at maligna.
Komplikasi
Komplikasi SIRS "er,ariasi tergantung etiologi. Komplikasi #ang mungkin terjadi
pada SIRS adalah gagal napas, (cute "espiratory 'istress Syndrome 0%RDS1, dan
pneumonia nosokomial, gagal ginjal, perdarahan saluran +erna dan stres gastritis, anemia,
Trom"osis ,ena dalam 0'eep 1ein -hrombosisHDNT1, hiperglikemia, dan 'isseminated
intra,ascular coagulation 0DI31
24
BAB III
PEMBAHASAN KASUS
*uka "akar pada pasien ini digolongkan derajat II se"a" kerusakan meliputi
epidermis dan se"agian dermis #ang terlihat dari reaksi in/lamasi akut dan proses eksudasi,
ditemukan "ula, dasar luka "erwarna merah atau pu+at dan n#eri aki"at iritasi ujung sara/
sensorik. *uka "akar pada pasien tidak digolongkan dalam derajat I se"a" pada luka "akar
derajat I kelainann#a han#a "erupa eritema, kulit kering, n#eri tanpa disertai eksudasi.
*uka "akar juga tidak digolongkan dalam derajat III se"a" pada luka "akar derajat III
dijumpai kulit ter"akar "erwarna a"u4a"u dan pu+at, letakn#a le"ih rendah 0+ekung1
di"andingkan kulit sekitar dan tidak dijumpai rasa n#eriHhilang sensasi aki"at kerusakan
total ujung sera"ut sara/ sensoris.
Dari pemeriksaan la"oratorium darah tepi ditemukan peningkatan leukosit.
Peningkatan leukosit ini dise"a"kan oleh reaksi in/lamasi pada /ase akut luka "akar. Pada
pemeriksaan urin ditemukan "an#ak eritrosit. Ditemukan pula peningkatan laktat. Hal ini
perlu dipantau untuk deteksi dini, karena hal ini dapat men#e"a"kan kerusakan tu"ulus
ginjal #ang permanen.
Penatalaksanaan #ang dilakukan adalah resusitasi +airan. Dengan +ara BaIter dapat
dihitung ke"utuhan +airan pasien #aitu2
; I BB I = luka "akar O ; I -- I .. O $.;$& m* H $; jam
Pada @ jam pertama pasien di"erikan ..$.& m*. Kemudian pada .) jam kemudian
di"erikan +airan se"an#ak ..$.& m*. Pada hari kedua di"erikan +airan se"an#ak setengah
+airan pertama #aitu ..$.& m*H$; jam. Pada hari ketiga jumlah +airan kem"ali dikurangi
setengahn#a menjadi )&- m*H$; jam. 8umlah +airan dapat dikurangi "ahkan dihentikan
"ila diuresis pasien memuaskan dan pasien dapat minum tanpa kesulitan.
Untuk menutup luka, digunakan kasa lem"a" steril menggunakan +airan R* atau
salep untuk men+egah penguapan. Balutan dinilai dalam waktu $;4;@ jam. Bula #ang luas
dengan akumulasi transudat, akan men#e"a"kan penarikan +airan ke dalam "ula sehingga
men#e"a"kan gangguan keseim"angan +airan. Dleh karena itu perlu dilakukan insisi. Insisi
ini "ertujuan untuk mengeluarkan +airan transudat tanpa mem"uang epidermis #ang
25
terlepas. Kemudian epidermis #ang terlepas ini dijadikan penutup luka 0biological
dressing1 seperti split thickness skin graft #S-S0$. Setelah itu diletakkan tulle di atas graft
terse"ut dan mem"ungkusn#a dengan kasa lem"a" selama $4( hari, kemudian di"erikan
salep anti"iotik sampai terjadin#a epitelisasi. Pada "ula4"ula #ang ke+il +ukup dilakukan
aspirasi menggunakan semprit dan dilakukan se"agaimana pada "ula #ang luas.
Prognosis ad ,itam pada pasien ini adalah "onam karena pen#akit ini sudah
didiagnosis dan saat ini tidak mengan+am n#awa. Prognosis ad /un+tionam pada pasien ini
adalah "onam karena sesuai dengan luas dan kedalaman luka, pen#em"uhan dapat terjadi
se+ara spontan dan telah dilakukan terapi pengo"atan #ang adekuat terhadap luka "akar.
Prognosis ad sana+tionam pada pasien ini adalah "onam karena /aktor pen#e"a" dapat
dihindari dan tidak ada angka rekurensi.
26
BAB II
ILUSTRASI KASUS
I2 IDENTITAS PASIEN
ama 2 Tn. D
Umur 2 (( tahun
%lamat 2 8l. Kumudasmoro Utara - RT .H RK )
Pekerjaan 2 Kar#awan
%gama 2 Islam
Status 2 !enikah
o 3! 2 .'4);47'
Tanggal masuk 2 $ !ei $&.;
II2 ANAMNESIS
%namnesis dilakukan pada tanggal ( !ei $&.; di Bangsal Dahia ( pukul &7..& KIB
se+ara autoanamnesis.
Keu!(n u)(m(
*uka "akar karena terkena per+ikan api.
Ri,(3() Pen3(*i) Se*(+(ng
Pasien laki4laki usia (( tahun datang ke I5D RSUD Tugurejo Semarang dengan
keluhan luka "akar di wajah, tangan, dada dan leher . hari se"elum masuk I5D RSUD
Tugurejo Semarang. *uka sedikit melepuh setelah pasien terkena per+ikan api #ang
mengenai dan mem"akar "aju saat memotong drum namun semakin lama semakin
"ertam"ah "esar. Setelah terkena api, luka disiram air oleh pasien Se"elum di"awa ke
rumah sakit pasien tidak pingsan.
Saat ini kulit #ang terkena api di"agian leher, dada, perut dan se"agian di lengan
"er"entuk gelem"ung4gelem"ung "erwarna hitam "erisi +airan dan "erwarna kemerahan
disekitar gelem"ung4gelem"ung terse"ut. Kulit mengelupas di"agian dekat "i"ir. *uka
terasa n#eri dan panas. Pasien tidak mengeluh sesak. Keluhan lain seperti demam, mual
dan muntah disangkal pasien.
27
Ri,(3() Pen3(*i) D(!uu
%lergi o"at 2 Disangkal
Hipertensi 2 Disangkal
D! 2 Disangkal
Sakit jantung 2 Disangkal
Ri,(3() 1en3(*i) *eu(+g(
Hipertensi 2 Disangkal
D! 2 Disangkal
Sakit jantung 2 Disangkal
Ri,(3() S4si( E*4n4mi
Pasien merupakan seorang pegawai pa"rik. Bia#a pengo"atan ditanggung sendiri.
Kesan 2 Status ekonomi +ukup.
III2 PEMERIKSAAN &ISIK
A2 P+im(+3 su+5e3
% 2 Be"as, "ulu hidung tidak ter"akar, trauma inhalasi 041
B 2 Spontan, /rekuensi na/as $$IHmenit, reguler, kedalaman +ukup
3 2 %kral hangat, 3RT C $:, tekanan darah ..&H@& mmHg, /rekuensi nadi @;IHmenit,
suhu a/e"ris
D 2 53S .-, <
;
!
)
N
-
, 3omposmentis
B2 Se64n0(+3 su+5e3
a. Ke(0((n Umum 2 tampak kesakitan
b2 7i)( Sign
4 Tekanan Darah 2 ..& H @& mmHg
4 Grekuensi adi 2 @;IHmenit
4 Grekuensi a/as 2 .@ I H menit
4 Suhu 2 (),(
&
3
62 S)()us In)e+nus
28
a1 Status Internus
.1 Kepala 2 kesan meso+ephal
$1 !ata 2
konjungti,a anemis 04H41
pupil isokor ( mm
re/lek pupil 0JHJ1
(1 Hidung 2
napas +uping hidung 041
o"struksi 041
tampak sedikit luka "akar di ujung hidung
"ulu hidung tidak ter"akar
;1 !ulut 2
sianosis 041
Pursed lips4"reathing 041
u,ula simetris 0J1
tampak luka dan kulit mengelupas disekitar mulut
-1 Telinga 2
Sekret 04H41
Serumen 04H41
*aserasi 04H41
)1 *eher 2
Pergerakan otot "antu perna/asan 04H41
Tampak "ula "erwarna hitam dan kulit mengelupas
71 Thoraks
Tampak "ula "erwarna hitam
Pulmo I 2 simetris saat statis dan dinamis
Pa 2 stem /remitus kanan O kiri
Pe 2 sonor seluruh lapangan paru
%u 2 Suara dasar ,esikuler, ronki 4H4, wheeEing 4H4
3or I 2 i+tus +ordis tak tampak
Pa 2 i+tus +ordis tera"a pada SI3 N $ +m medial *inea
29
!id+la,ikularis Sinistra
Pe 2 kon/igurasi jantung dalam "atas normal
%u 2 Suara jantung I4II murni, "ising 041, gallop 041.
%"domen I 2 datar, tampak "ula "erwarna hitam
%u 2 "ising usus 0J1 normal
Pe 2 timpani, pekak sisi 0J1 normal
Pa 2 supel, hepar dan lien tidak tera"a, n#eri tekan041,
de/ans muskuler 041
@1 <kstremitas
Superior In/erior
Kulit
%kral dingin
Dedem
Sianosis
5erak
Tampak "ula "erwarna
hitamH tampak "ula
"erwarna hitam
4H4
4H4
4H4
Dalam "atas normal
-H-
4H4
4H4
4H4
4H4
Dalam "atas normal
-H-
S)()us 4*(is
Kepala dan leher 2 ;,- =
Trunkus anterior 2 .@ =
Trunkus posterior 2 & = "ula "ula "ula
<sktremitas atas kanan 2 ;,- =
<kstremitas atas kiri 2 ;,- =
<kstremitas "awah kanan 2 & =
<kstremitas "awah kiri 2 & =
5enitalia 2 & = J
Total 2 (.,- =
30
Kulit mengelupas
"ula
31
PEMERIKSAAN PENUNJANG
RUTI
NO PEMERIKSAAN HASIL NILAI NORMAL
A2
D(+(! Ru)in -'B
EDTA.
. *ekosit ;.(@ (.@4 .&.)
$ <ritrosit *;..- ;.;4-.'
( Hemoglo"in .;.7& .(.$4.7.(
; Hematokrit *(@.@& ;&4-$
- !3N *7@.)& @&4.&&
) !3H *$-.;& $74(;
7 !3H3 (-.)& ($4()
@ Trom"osit .7' .-&4;;&
' RDK .(.;& ...-4.;.-
.& <osinoil %"solute &.&) &.&;-4&.;;
.. Baso/il %"solut &.&( &4&.$
.$ etro/il %"solute $.$; ..@4@
.( *im/osit %"solute ..7& &.'4-.$
.; !onosite a"solute &,- &..)4.
.- <osino/il H;.'& $4;=
.) Baso/il &.$& &4.
.7 eutro/il -$.;& -&47&
.@ *im/osit $7.$& $-4;&
.' !onosit H.&.(& $4@
*a"orat 2 dalam "atas normal
RESUME
32
Pasien laki4laki usia (( th datang ke I5D RSUD Tugurejo Semarang dengan
keluhan luka "akar di wajah, tangan, dada dan leher. Kulit #ang terkena api "er"entuk
gelem"ung4gelem"ung "erisi +aran dan "erwarna kemerahan disekitar gelem"ung4
gelem"ung terse"ut. *uka terasa n#eri dan panas.
Pada pemeriksaan /isik didapatkan tensi ..&H@& mmHg, nadi @; IHmenit, reguler, isi
dan tegangan +ukup, pernapasan .@ IHmenit, suhu (),(
&
3 0aIiller1. Pemeriksaan status
lokalis didapatkan luas luuka "akar ;-= dan kedalaman luka derajat II%.
DIAGNOSIS
3om"ustio grade II% dengan luas (.,-= e.+ api
INITIAL PLAN
3om"ustio grade II% dengan luas (.,-= e.+ api
IP DI 2 darah rutin, elektrolit, 5DS, ureum, +reatinin
IP TI 2
4 Terapi +airan
(.,-= I )-I ; O @..'& ++H$; jam
Hari I 2 ;.&'- ++ dalam @ jam
;.&'- ++ dalam .) jam "erikutn#a
Hari II 2 ;.&'- ++H$; jam
Hari III 2 R* $& tpm
4 Inj +e/otaIim $I. gr IN
4 Inj ketorola+ $I(& mg IN
4 %spirasi "ula, tutup kasa a3l, "eri salep anti"iotik
4 De"ridement luka
IP !I
4 Keadaan umum dan tanda ,ital
33
4 Keluhan
IP <I
4 !enjelaskan kepada pasien dan keluarga mengenai pen#akit #ang diderita
pasien meliputi de/inisi, pen#e"a", dan gejala.
4 !enjelaskan kepada keluarga untuk ikut memantau kondisi pasien.
4 !enjelaskan kepada keluarga mengenai terapi #ang akan di"erikan, komplikasi
dan prognosis pen#akit pasien.
PROGNOSIS
Puo ad Nitam 2 Bonam
Puo ad Gun+tionam 2 Bonam
Puo ad Sana+tionam 2 Bonam
34
BAB I7
PEMBAHASAN KASUS
*uka "akar pada pasien ini digolongkan derajat II% se"a" kerusakan melputi
epidermis dan se"agian super/isial dari dermis #ang terlihat dari reaksi in/lamasi akut dan
proses eksudasi, ditemukan "ula, dasar luka "erwarna merah atau pu+at dan n#eri aki"at
aki"at iritasi ujung sara/ sensorik. *uka "akar pada pasien ini tidak digolongkan dalam
derajat I se"a" pada luka "akar derajat I kelainann#a han#a "erupa eritema, kulit kering,
n#eri tanpa disertai eksudasi. *uka "akar juga tidak digolongkan dalam derajat III se"a"
pada luka "akar derajat III dijumpai kulit ter"akar "erwarna a"u4a"u dan pu+at, letakn#a
le"ih rendah 0+ekung1 di"andingkan kulit sekitar dan dijumpai rasa n#eriHhilang sensasi
aki"at kerusakan total ujung sera"ut sara/ sensoris.
Pada pemeriksaan la" masih dalam "atas normal. Penatalaksanaan #ang dilakukan
adalah resusitasi +airan. Dengan +ara BaIter dapat dihitung ke"utuhan +airan pasien, #aitu2
; I BB I = luka "akar O (.,-= I )-I ; O @..'& ++H$; jam
Pada @ jam pertama pasien di"erikan ;.&'- ++. Kemudian pada ) jam kemudin di"erikan
+airan se"an#ak ;.&'- ++. Pada hari kedua di"erikan +airan se"an#ak setengah +airan
pertama #aitu ;.&'- ++H$; jam. 8umlah +airan dapat dikurangi "ahkan dihentikan "ila
diuresis pasien memuaskan dan pasien dapat minum tanpa kesulitan.
Untuk menutup luka digunakan kasa lem"a" steril menggunakan +airan a3l atau
salep untuk men+egah penguapan. Balutan dinilai dalam $;4;@ jam. Bula #ang luas dengan
akumulasi transudat akan men#e"a"kan penarikan +airan kedalam "ula sehingga
men#e"a"kan gangguan keseim"angan +airan. Dleh karena itu perlu dilakukan in+isi.
In+isi ini "ertujuan untuk mengeluarkan +airan transudat tanpa mem"uang epidermis.
Kemudian epidermis dijadikan penutup luka 0biologicaldressing$ seperti split thickness
skin graft 0STS51. Setelah itu ditutup dengan kasa lem"a" selama $4( hari, kkemudian
35
di"erikan salep anti"iotik sampai terjadin#a epitelisasi. Pada "ula4"ula #ang ke+il +ukup
dilakukan aspirasi menggunakan semprit dan dilakukan se"agaimana pada "ula #ang luas.
Prognosis ad ,itam pada pasien ini adalah "onam karena pen#akit ini sudah
didiagnosis dan saat ini tidak mengan+am jiwa. Prognosis ad /un+tionam pada pasien ini
adalah "onam karena sesuai dengan luas dan kedalaman luka, pen#em"uhan dapat terjadi
se+ara spontan dan telah dilakukan terapi pengo"atan #ang adekuat terhadap luka "akar.
Prognosis ad sana+tionam pada pasien ini adalah "onam karena /aktor pen#e"a" dapat
dihindari.
DA&TAR PUSTAKA
.. %hmads#ah I, Praset#ono TDH. *uka. Dalam2 Sjamsuhidajat R, de 8ong
K, editor. Buku ajar ilmu "edah. <disi $. $&&-. 8akarta2 Pener"it Buku Kedokteran
<53
$. !oenadjat Q. *uka "akar. <disi $. 8akarta2 Balai Pener"it GKUIF $&&(.
(. R Sjamsuhida#at, Kim De 8ong. $&&7. Buku %jar Ilmu Bedah.
8akarta2<53
;. Djuanda %, HamEah !, %isah S, eds. $&&7. Ilmu Pen#akit Kulit dan
Kelamin -th ed. 8akart2GK UI
-. Split R Gull Thi+kness Skin 5ra/ting. Diunduh dari
http2HHwww."urnsur,i,orsttw.orgH"urnsHgra/ts.html.
36
37