Anda di halaman 1dari 40

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kemajuan teknologi komunikasi menunjukkan perkembangan yang sangat
pesat,khususnya komunikasi wireless. Komunikasi ini membutuhkan antena untuk mengirimkan
dan menerima sinyal informasi.Salah satunya adalah antena Ultra Wide Band (UWB) merupakan
sebuah perangkat yang mempunyai emisi/daya pancar yang lebih besar daripada 0.2 atau lebih
besar daripada 1,5 GHz.
Antena Ultra Wideband untuk wifi (Wireless Fidelity), Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk
penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak
digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan
kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan
internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat. Wi-fi dirancang
berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Saat ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu 802.11a,
802.11b, 802.11g, dan 802.11n.Spesifikasi wifi sebagai berikut:







Sehingga dalam perancangan antena tersebut diharapkan dapat bekerja di rentang frekuensi 2,4
2,5 GHz tang sesuai dengan spesifikasi wifi , gain tinggi,bandwidth lebar,jangkauan yang
luas,VSWR (antara 1-2),koefisien refleksi,dan returnloss bernilai rendah (kurang dari -10dB),dan
memperoleh antena praktis. Antena tersebut menggunakan bahan alumunium dengan konstanta
dielektrik
r
= 2 ,dengan ukuran tinggi 44 mm dan lebar 40 mm.Karena bentuknya yang mirip
dengan bentuk baju maka antena tersebut dinamakan antena baju.

1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana menentukan dimensi antenna agar dapat dibandingkan dengan antenna yang
telah ada.
2. Mengetahui VSWR, return loss, gain, directivty dan pola radiasi antena Ultra Wideband
agar diketahui unjuk kerja dari antena.

1.3 Tujuan
Mensimulasikan antena Ultra Wideband dengan bentuk baju yang mempunyai dimensi fisik yang
berbeda menggunakan software simulasi antena IE3D.

BAB II
DASAR TEORI
2.1 Konsep Dasar Antena
Antena merupakan instrumen yang penting dalam suatu sistem komunikasi radio. Antena
adalah suatu media peralihan antara ruang bebas dengan piranti pemandu (dapat berupa kabel
coaxial atau waveguide) yang digunakan untuk menggerakkan energi elektromagnetik dari
sumber pemancar ke antena atau dari antena ke penerima. Berdasarkan hal ini maka antena
dibedakan menjadi antena pemancar dan antena penerima (Balanis,1982 : 17).
Perancangan antena yang baik adalah ketika antena dapat mentransmisikan energi atau
daya maksimum dalam arah yang diharapkan oleh penerima. Meskipun pada kenyataannya
terdapat rugi-rugi yang terjadi ketika penjalaran gelombang seperti rugi- rugi yang terjadi ketika
penjalaran gelombang seperti rugi-rugi pada saluran transmisi dan terjadi kondisi tidak matching
antara saluran transmisi dan antena. Sehingga matching impedance juga merupakan salah satu
faktor penting yang harus dipertimbangkan dalam perancangan sebuah antena.
2.2 Parameter Antena yang Diamati
2.2.1 VSWR (Voltage Standing Wave Ratio)
VSWR adalah pengukuran dasar dari impedansi matching antara transmitter dan antenna.
Semakin tinggi nilai VSWR maka semakin besar pula mismatch dan semakin minimum VSWR
maka antenna semakin matching.
Kondisi yang paling baik adalah ketika dicapai nilai VSWR = 1. Nilai VSWR = 1 berarti
semua sinyal keluaran transmitterdipancarkan oleh antena dan tidak ada sinyal yang terpantul.
Namun kondisi ini pada praktiknya sulit didapat. Oleh karena itu standar VSWR adalah 1
. Rumus VSWR dapat didefinisikan sebagai berikut (Punit,2004:19):


2.2.2 Return Loss (RL)
Return Loss adalah parameter yang mengindikasikan banyaknya daya yang hilang karena
terserap oleh beban dan tidak kembali sebagai gelombang pantul. Return Loss berhubungan
dengan VSWR, yaitu mengukur daya dari sinyal yang dipantulkan oleh antena dengan daya yang
dikirim ke antena. Antena yang baik akan mempunyai nilai return loss dibawah -10dB, yaitu
90% sinyal dapat diserap, dan 10%-nya terpantulkan kembali. Return loss didefinisan sebagai
(Punit,2004:19):
Return loss = -20 log dB
Dengan:
= Koefisien pantul
Untuk matching sempurna antara transmitter dan antenna, maka nilai = 0 dan RL =
yang berarti tidak ada daya yang dipantulkan, sebaliknya jika = 1 dan RL = 0 dB maka semua
daya dipantulkan.

2.2.3 Penguatan (Gain)
Penguatan sangat erat hubungannya dengan directivity. Penguatan mempunyai pengertian
perbandingan daya yang dipancarkan oleh antena tertentu dibandingkan dengan radiator isotropis
yang bentuk pola radiasinya menyerupai bola. Secara fisik suatu radiator isotropis tidak ada, tapi
sering kali digunakan sebagai referensi untuk menyatakan sifat sifat kearahan antena.
Penguatan daya antena pada arah tertentu didefinisikan sebagai 4p kali perbandingan
intensitas radiasi dalam arah tersebut dengan daya yang diterima oleh antena dari pemancar yang
terhubung (Balanis, 1982: 43). Apabila arahnya tidak diketahui, penguatan daya biasanya
ditentukan dalam arah radiasi maksimum, dalam persamaan matematik dinyatakan sebagai
(Stutzman, 1981: 37) :


2.2.4 Impedansi

Impedansi masukan adalah perbandingan (rasio) antara tegangan dan arus. Impedansi masukan ini
bervariasi untuk nilai posisi tertentu.


di mana Zin merupakan perbandingan antara jumlah tegangan (tegangan masuk dan tegangan
refleksi (V)) terhadap jumlah arus (I) pada setiap titik z pada saluran, berbeda dengan karakteristik
impedansi saluran (Z0) yang berhubungan dengan tegangan dan arus pada setiap
gelombang.Impedansi antenna juga dapat diketahui dengan mengetahui koefisien pantul dengan
persamaan ( Balanis,1982:729):
|

|
Dengan :
Z
A
= impedansi antena (ohm)
Z
A
= impedansi antena (ohm)
= koefisen pantul

2.2.5 Bandwidth

Bandwidth suatu antena didefenisikan sebagai rentang frekuensi di mana kinerja antena yang
berhubungan dengan beberapa karakteristik (seperti impedansi masukan, polarisasi, beamwidth,
polarisasi, gain, efisiensi, VSWR, return loss) memenuhi spesifikasi standar. Bandwith dapat dicari
dengan rumus berikut ini :

(

)
Dengan:
f
2
= frekuensi tertinggi
f
1
= frekuensi terendah
f
2
= frekuensi tengah

2.2.6 Axial Ratio
Axial Ratio Bandwidth adalah rentang frekuensi di mana polarisasi (linier atau melingkar) masih
terjadi. Nilai axial ratio untuk polarisasi melingkar adalah kurang dari 3 dB.

2.2.7 Keterarahan (Directivity)
Keterarahan dari suatu antena didefinisikan sebagai perbandingan antara intensitas
radiasi maksimum dengan intensitas radiasi dari antena referensi isotropis. Keterarahan dari
sumber nonisotropis adalah sama dengan perbandingan intensitas radiasi maksimumnya di atas
sebuah sumber isotropis (Balanis, 1982: 29). Keterarahan pada antena secara umum dinyatakan
dari persamaan (Balanis, 1982: 494) :

= directivity (dB)

= intensitas radiasi maksimum (watt)

= daya radiasi total (watt)


2.2.8 Efisiensi
Efisiensi (e) didefinisikan sebagai perbandingan dari daya yang teradiasi terhadap total
daya masukan pada antena,


2.2.9 Pola Radiasi
Pola radiasi suatu antena didefinisikan sebagai Gambaran secara grafik dari sifat-sifat
radiasi suatu antena sebagai fungsi koordinat ruang. Dalam banyak keadaan, pola radiasi
ditentukan pada pola daerah medan jauh dan digambarkan sebagai fungsi koordinat koordinat
arah sepanjang radius konstan, dan digambarkan pada koordinat ruang. Sifat sifat radiasi ini
mencakup intensitas radiasi, kekuatan medan (field strenght) dan polarisasi (Balanis, 1982: 17).
Sedangkan untuk pola radiasi antena mikrostrip mempunyai fenomena yang sama dengan pola
radiasi antena konvensional.











BAB III
PERANCANGAN STRUKTUR ANTENA BAJU BARU
DENGAN ANSOFT HFSS 11.0
1. Instalasi Program Ansoft
A. Klik File Autorun.exe, sehingga muncul dialog box. Pilih Install Sofware

B. Kemudian Klik Next

C. Klik Next sampai pada window dibawah ini. Isikan nama dan nama organisasi
sesuai keinginan anda.








D. Pilih Lokasi Instalasi Program. Pada kondisi default adalah
C:\Program Files\Ansoft13

E. Klik Next sampai pada dialog pengisian license key. Pilih I have new licence key.

F. Klik Browse, kemudian arahkan pada folder master ansoft berada. Pada folder
tersebut terdapat file licence.lic, kemudian pilih file tersebut dan klik Ok.










G. Kemudian proses instalasi berlangsung

H. Klik Finish jika instalasi telah selesai

I. Copy file pada folder Crack. Untuk file licence.lic paste pada folder C:\Program
Files\Ansoft13\admin. Untuk file Ansoftfix.exe dan Patch.exe paste pada
C:\Program Files\Ansoft13\HFSS13.0, kemudian double klik kedua file untuk
melakukan proses patching.

J. Program Ansoft telah siap dijalankan.








1. Struktur Dasar Antena Bola

No. Simbol Ukuran (mm)
1 A1 14
2 A2 15
3 A3 10
4 A4 18
5 A5 30
6 B1 15
7 B2 70
8 B3 15
9 B4 80

2. Spesifikasi Bahan Konduktor
Bahan Konduktor yang digunakan adalah sebagai berikut :
1. Bahan Tembaga dengan karakteristik Aluminium (Pada Ansoft 11 tertulis Aluminum)
Konstanta Dielektrik (

) ,000021
Ketebalan dielektrik (h) = 1 mm.
Konduktifitas Alumunium () (1)
2. Substrat layer/ bahan pelapis substrat pada antenna mikrostrip ini adalah Teflon dengan
Konstanta Dielektrik = 4.4
3. Impedansi karakteristik saluran 50.



3. Langkah-langkah Simulasi Antena Mikrostrip dengan Ansoft HFSS versi 11
Langkah-langkah simulasi pada Ansoft
1. Berdoa kepada Tuhan YME, agar pada saat simulasi berjalan lancar dan tidak error
2. Klik shortcut HFSS 13.exe , kemudian pilih File New

4. Menggambar port, dengan mengklik tanda Draw cylinder, kemudian masukkan
ukuran Center Position : 0,0,0 ; Radius 3 mm ; Height 7.5 mm

5. Beri nama sebagai port_luar.
6. Atur jenis material dengan memilih tanda Material pada Properties. Pilih jenis
Aluminium

7. Klik pada Edit untuk pengaturan warna dari object yang kita buat











8. Kita juga dapat melakukan pengaturan transparency pada object yang kita buat
dengan mengklik tombol Transparent

9. Setelah kita membuat port bagian luar(jacket), maka dilakukan perpotongan untuk
menentukan ukuran lapisan isolator tengah dari port. Draw cylinder, jenis material
tidak perlu diatur dan masukkan ukuran sebagai berikut :








10. Kemudian tahan tombol Ctrl sambil mengklik kedua cylinder yang telah kita buat.
Setelah keduanya terpilih, klik tombol substract untuk melakukan perpotongan.


11. Pada pilihan substract, Blank Parts adalah object yang akan dipotong. Sedangkan
Tool Parts adalah bentuk/pola object yang digunakan untuk memotong

12. Sehingga hasil perpotongan dari kedua bangun diatas seperti gambar di bawah. Pada
bagian tengah dapat kita lihat berlubang(hollow). Warna kuning dan transparency
dapat diatur seperti langkah no.7 dan no.8

13. Kenudian bentuk cylinder untuk port bagian tengah. Masukkan ukuran dibawah ini,
beri nama cylinder2 dan jenis material tidak perlu diubah(vacuum).

14. Langkah selanjutnya adalah menggambar ground plane. Draw box, atur jenis material
seperti pada langkah no.6 dengan jenis aluminium, kemudian beri nama sebagai
ground_plane dan masukkan ukuran pada gambar di bawah ini:

15. Dengan menahan tombol Ctrl, klik pada properties window untuk ground_plane dan
cylinder2. Kemudian klik substract. Pada blank parts atur ground_plane dan pada tool
parts atur cylinder2

16. Sehingga bila kita melakukan rotate dengan tombol Rotate Around model center
maka dapat dilihat ground_plane dan port_luar berlubang.

17. Kemudian draw box untuk menentukan reflector. Masukkan ukuran seperti gambar di
bawah ini, atur jenis material aluminium dan beri nama reflektor









18. Kita dapat mengatur visibility dari masing-masing object yang telah kita buat dengan
mengklik tanda mata. Hal ini digunakan utnuk memudahkan dalam melakukan
pembentukan object yang baru. Hilangkan tanda centang pada ground_plane dan
reflector


19. Langkah berikutnya adalah menyelesaikan port yang belum jadi. Klik draw cylinder,
kemudian masukkan ukuran seperti gambar dibawah. Beri nama port_tengah dan atur
jenis material Teflon.




20. Kemudian draw cylinder, masukkan ukuran seperti gambar di bawah ini. Untuk nama
dan jenis material tidak perlu diatur.

21. Langkat berikutnya adalah melakukan substract pada port_tengah dengan cylinder
yang telah kita bentuk pada langkah no.20. Tahan tombol Ctrl, kemudian pada
properties window klik port_tengah dan cylinder3. Lalu klik substrack

22. Pada window substract, isi blank parts sebagai port_tengah dan tool parts sebagai
cylinder3

23. Sehingga setelah dilakukan substract dapat kita lihat object yang telah terbentuk
seperti gambar di bawah ini.

24. Kemudian draw cylinder, masukkan ukuran seperti gambar di bawah ini. Beri nama
port_dalam dan atur jenis material sebagai aluminium.











25. Kemudian Rotate dan Zoom In (memperbesar) pada bagian bawah port. Hal ini
digunakan untuk menentukan sumber tengangan input antenna atau sebagai Lumped
Port pada ansoft

26. Kemudian draw circle 2 dimensi dan masukkan ukuran seperti gambar di bawah ini










27. Kemudian klik kanan pada circle yang baru saja kita buat, pilih Assign Excitation
Lumped Port.

28. Nama lumped port biarkan default, kemudian klik next.

29. Kemudian pilih new line dan klik next

30. Kemudian kita drag kursor mouse dari pinggir circle sampai ke tengah circle. Setelah
selesai maka pada lumped port akan berubah menjadi Defined. Klik next

31. Kemudian pilih Renormalized all modes dan klik Finish

32. Sehingga setelah kita rotate, maka port secara 3 dimensi akan tampak seperti gambar
di bawah ini

33. Kemudian tampilkan kembali ground_plane dan reflector dengan mengklik tanda
mata, sehingga tampak seperti gambar di bawah ini

34. Langkah berikutnya adalah menggambar element peradiasi antenna. Ubah sumbu
koordinat dari XY ke ZY. Kemudian draw cylinder dan masukkan ukuran seperti
gambar dibawah ini. Atur jenis material aluminium.








35. Gambar lingkaran kedua. Masukkan ukuran seperti gambar dibawah ini, kemudian
atur jenis material aluminium.

36. Gambar box. Masukkan ukuran seperti gambar dibawah ini, kemudian atur jenis
material aluminium.

37. Gambar lingkaran ketiga. Masukkan ukuran seperti gambar dibawah ini, kemudian
atur jenis material aluminium.

38. Gambar lingkaran keempat. Masukkan ukuran seperti gambar dibawah ini, kemudian
atur jenis material aluminium.

39. Gambar lingkaran kelima. Masukkan ukuran seperti gambar dibawah ini, kemudian
atur jenis material aluminium.

40. Gambar lingkaran kelima. Masukkan ukuran seperti gambar dibawah ini, kemudian
atur jenis material aluminium.

41. Kemudian tahan tombol Ctrl, dan klik semua object yang telah kita buat di atas. Lalu
klik unite.

42. Lalu lakukan unite dengan port_dalam yang telah kita buat sebelumnya. Sehingga
tampak seperti gambar di bawah ini











43. Kemudian draw box lagi dan masukkan ukuran dibawah ini. Box ini digunakan untuk
radiation boundary yang membatasi gelombang elektromagnetik hilang ke ruang
angkasa. Atur nama sebagai radiation_boundary dan material vacuum

44. Atur transparency ke 0.7 agar tidak menghalangi pandangan kita ke antenna utama.
Setelah itu klik kanan pada radiation_boundary, pilih Assign Boundary Radiation

45. Nama radiation default sebagai Rad1Kemudian klik OK.

46. Kemudian klik HFSS Analysis Setup Add Solution Setup. Isi dengan Solution
Frequency 5.5 Ghz, Maximum Number Of Passes 20 dan Maximum Delta S 0.02

47. Kemudian isi dengan Sweep Type Fast, Type Linear Step, Start 1 Ghz, Stop 13 Ghz
dan Step Size 0.5





48. Klik symbol Validate untuk memeriksa semua element pemodelan sudah
berjalan dengan baik




49. Kemudian klik symbol Validate All untuk melakukan proses Validasi semua
element antenna. Proses ini memakan waktu kurang lebih 17 menit (Memakai PC
dengan Processor AMD Athlon X2 Dual Core dan memory utama DDR2 2 Gb)




























BAB IV
ANALISA DATA HASIL SIMULASI

1. Grafik Return Loss


2. Grafik VSWR













3. Grafik Group Delay

4. Grafik Axial Ratio

5. Grafik Gain Total


6. Grafik Directivity Total



7. Grafik 3D LHCP












8. Grafik 3D RHCP


















9. Tabel VSWR
No Freq.(GHz) VSWR
1 1 3.030734878
2 1.5 2.103576086
3 2 1.676928054
4 2.5 1.462718253
5 3 1.370149559
6 3.5 1.354705773
7 4 1.382768266
8 4.5 1.430656975
9 5 1.484576225
10 5.5 1.515812449
11 6 1.36005019
12 6.5 1.554840924
13 7 1.366650774
14 7.5 1.462818647
15 8 1.431709642
16 8.5 1.342925729
17 9 1.296486346
18 9.5 1.293701793
19 10 1.308561361
20 10.5 1.328428558
21 11 1.349443798
22 11.5 1.370759951
23 12 1.392375073




0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
3.5
0 2 4 6 8 10 12 14
VSWR
VSWR
Garis merah merupakan batas VSWR yang baik,yaitu <2
Dan antena bola ini dapat bekerja pada frekuensi kerja yang direncanakan yaitu 3Ghz
11 Ghz dengan nilai VSWR sesuai batas .
Maka ketika VSWR berada pada range VSWR yang baik, didapatkan data sebagai
berikut :
- fl (frekuensi lower) : 2 GHz
- fu (frekuensi upper) : 13 GHz
- fc (frekuensi centre) : 6 GHz

Maka, didapatkan BW (bandwidth) = fu fl = 13 GHz 2 GHz = 11 GHz
Selain itu dikarenakan pada frekuensi 3 GHz - 11 GHz, VSWR yang dihasilkan
kurang dari 2 maka antena ini adalah antena UWB. Dan pada frekuensi 2,4 GHz,
VSWR yang dihasilkan adalah dibawah 2 maka antena ini adalah antena WIFI.

10. Tabel Return Loss
No Freq.(GHz) Ret.Loss(dB)
1 1 -5.954620108
2 1.5 -8.981202317
3 2 -11.94188373
4 2.5 -14.52196195
5 3 -16.12797029
6 3.5 -16.44136784
7 4 -15.88291765
8 4.5 -15.03184376
9 5 -14.19780446
10 5.5 -13.76372885
11 6 -16.33116389
12 6.5 -13.26390755
13 7 -16.19763143
14 7.5 -14.52043169
15 8 -15.01439937
16 8.5 -16.69116902
17 9 -17.7811834
18 9.5 -17.85260713
19 10 -17.47999762
20 10.5 -17.01244008
21 11 -16.55175446
22 11.5 -16.11589532
23 12 -15.70255718


Garis merah adalah batas return loss yang baik, yaitu < -10dB
Return loss adalah perbandingan antara amplitudo dari gelombang yang direfleksikan
terhadap amplitudo gelombang yang dikirimkan. Return loss dapat terjadi karena
adanya diskontinuitas di antara saluran transmisi dengan impedansi masukan beban
(antena). Pada rangkaian gelombang mikro yang memiliki diskontinuitas
(mismatched), besarnya return loss bervariasi tergantung pada frekuensi seperti yang
ditunjukkan oleh



Nilai dari return loss yang baik adalah di bawah -9,54 dB, nilai ini diperoleh untuk
nilai VSWR 2 sehingga dapat dikatakan nilai gelombang yang direfleksikan tidak
terlalu besar dibandingkan dengan gelombang yang dikirimkan atau dengan kata lain,
saluran transmisi sudah matching. Nilai parameter ini menjadi salah satu acuan untuk
melihat apakah antena sudah dapat bekerja pada frekuensi yang diharapkan atau tidak.
Berdasarkan hasil pengukuran, dapat diketahui antena bola ini memiliki nilai return
loss yang berbeda-beda pada setiap perubahan frekuensinya. Pada frekuensi kerja WiFi
-20
-18
-16
-14
-12
-10
-8
-6
-4
-2
0
0 5 10 15
Return Loss
Return Loss
2,4 GHz (frekuensi kerja WiFi), antena memiliki nilai return loss sebesar -14.5dB. Dan
pada rentang frekuensi kerja antara 3 GHz-11 GHz (frekuensi kerja Ultra Wide Band),
nilai return loss di bawah batas yang diijinkan yakni < -9.54dB.
11. Tabel Axial Ratio
No Freq.(GHz) Axial Ratio
1 1 1.073668738
2 1.5 1.698563736
3 2 1.879825874
4 2.5 1.122751957
5 3 1.384286929
6 3.5 1.372707434
7 4 0.965268525
8 4.5 0.664793234
9 5 0.745742948
10 5.5 1.390553543
11 6 2.814234635
12 6.5 2.115908005
13 7 1.709284138
14 7.5 0.947938041
15 8 0.610586483
16 8.5 2.204019255
17 9 1.949634717
18 9.5 2.881004657
19 10 2.341429866
20 10.5 2.588277142
21 11 0.974103694
22 11.5 0.759591604
23 12 1.370116546











Garis merah menunjukkan batas Circular Polarization, yaitu < -3dB
Nilai Axial Ratio menentukan polarisasi sebuah antena. Axial Ratio merupakan
perbandingan antara

dan

. Untuk polarisasi sirkular, perbandingan nilai


antara

dan

tidak boleh lebih besar dari 2. Sehingga batasan toleransi


Axial Ratio dalam dB berada antara 0 < AR(dB) 3 dB
Pada frekuensi 3 GHz 11 GHz, axial rasio yang dihasilkan dibawah 3 db maka
antena bola ini termasuk antena CP(circular polarisation).
12. Tabel Group Delay
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
3.5
0 5 10 15
Axial Ratio
Axial Ratio
No Freq.(GHz) Group Delay
1 1 8.69E-11
2 1.5 9.71E-11
3 2 1.22E-10
4 2.5 1.48E-10
5 3 1.60E-10
6 3.5 1.48E-10
7 4 1.29E-10
8 4.5 1.21E-10
9 5 1.48E-10
10 5.5 -2.67E-11
11 6 7.77E-11
12 6.5 2.11E-10
13 7 1.07E-10
14 7.5 2.25E-10
15 8 2.87E-10
16 8.5 2.85E-10
































-5.00E-11
0.00E+00
5.00E-11
1.00E-10
1.50E-10
2.00E-10
2.50E-10
3.00E-10
3.50E-10
0 5 10 15
Group Delay
Group Delay
17 9 2.35E-10
18 9.5 1.72E-10
19 10 1.24E-10
20 10.5 9.28E-11
21 11 7.32E-11
22 11.5 6.02E-11
23 12 5.49E-11
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Dari hasil simulasi dan analisa diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
Berdasarkan hasil simulasi bahwa didapatkan 1 pada frekuensi 1-12 Ghz maka
didapatkan bandwidth 12 GHz, sehingga antenna tersebut dapat dikategorikan sebgai antenna
yang bekerja pada frekuensi Ultra Wide Band (UWB). Antena baju tersebut pada frekuensi 2.4
GHz VSWR 1.58277, sehingga antena tersebut baik digunakan untuk Wifi. Selain itu, Return
Loss kurang dari -10 dB yaitu sebesar -12 dB.
5.2 Saran
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk simulasi dan fabrikasi antena Ultra Wide
Band ini dikemudian hari yaitu :
1. Perlu dikaji bentuk antena Ultra Wide Band yang lain baik dari tebal substrat, dimensi,
maupun bentuk elemennya, misalnya lingkaran, diamond, dan segitiga. Dan simulasi dan
fabrikasi antena Ultra Wide Band dapat menggunakan bahan lain dengan nilai Konstanta
dielektrik (
r
) yang berbeda.
2. Ketelitian dalam proses simulasi dan fabrikasi antena tersebut, sehingga ketepatan hasil
simulasi serta penguatan antena dapat diperoleh sesuai perancangan. Oleh karena itu
diperlukan alat simulasi yang lebih teliti agar dimensi yang diinginkan dapat terpenuhi dan
menghasilkan koefisien yang lebih kecil sehingga daya yang dipancarkan dapat diterima
secara maksimal.
3. Karena merupakan hasil simulasi sehingga keakuratan pengambilan data masih harus
dibuktikan terlebih dahulu dengan prosedur standar pengukuran antena yang sebenarnya
dengan menggunakan instrumen yang memadahi dan mempunyai presisi yang tinggi.