Anda di halaman 1dari 61

MI LI K NEGARA

TI DAK DI PERDAGANGKAN
-6$r#z^
ADMINISTRASI SARANA
DAN PRASARANA PENDIDIKAN
Bahan Aj ar
Di kl at Manaj emen Sekol ah Dasar
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
PUSAT PENGEMBANGAN PENATARAN GURU IPS DAN PMP MALANG
2006
I
I
ADMINISTRASI SARANA
DAN PRASARANA SEKOLAH DASAR
PENYUSUN :
Nani k Sul i styowati , S.Pd.
(SDN Sawoj aj ar Vl l Mal ang)
PEMBAHAS :
Drs. Raml i Raml an
(SDN 37 Kec. Ponti anak Sel atan)
El sye Usman, A.Ma.Pd.
(SDN Lompotoo Kec. Suwawa Kab. Bonebol ango)
Drs. Agus Wahyudi
(SDN Jagakarsa 01 Jakarta)
Ny. Deanne Sal endu P. , S. Pd.
( SDN 116 Manado)
Sel vi W. Senaen, S.Pd.
(SDN 105 Manado)
PENYUNTI NG :
Dra. Hj . Endang Rohayati , M.M.
(PPPG I PS dan PMP Mal ang)
---.
I.
KATA PENGANTAR
Era gl obal i sasi yang di tandai perkembangan yang sangat cepat di bi dang IPTEK
dan seni budaya, tel ah memberi kan dampak bai k posi ti f maupun negati f bagi kehi dupan
t i ap bangsa di duni a t ermasuk bangsa I ndonesi a.
Sal ah satu dampak yang di maksud adal ah adanya tuntutan untuk hi dup ber-
kompeti ti f di tengah-tengah masyarakat duni a. Dan kal au ti dak i ngi n eksi stensi suatu
bangsa tergi l as perj al anan waktu era gl obal , maka penyi apan SDM harus di pri ori taskan.
Suatu bangsa bi sa berkompeti ti f, manakal a SDM bangsa i tu memi l i ki kual i tas
yang bagus. Dan untuk upaya i ni , sal ah satu kata kunci nya adal ah
"guru".
Dengan
kesadaran i ni , maka Pusat Pengembangan Penataran Guru IPS dan PMP Mal ang
sebagai sal ah satu l embaga di kl at sel al u berusaha berperan akti f dal am meni ngkatkan
profesi onal i sme guru.
Sal ah satu wuj ud peran akti f tersebut, Pusat Pengembangan Penataran Guru
IPS dan PMP Mal ang menyusun bahan aj ar di kl at bagi para guru dan tenaga kepen-
di di kan l ai nnya. Bahan aj ar i ni beri si materi yang tel ah di sesuai kan dengan kerangka
dasar dan standar kompetensi yang ada dal am kuri kul um.
Proses penyusunan bahan aj ar i ni di l akukan l ewat beberapa tahap, yai tu:
(1) tahap persi apan, menentukan kri teri a penyusun dan menentukan bahan-bahan yang
akan ditulis; (2) tahap penyusunan bahan ajar, bahan ajar disusun mengacu silabi
di kl at, standar i si , standar kompetensi l ul usan, dan berbagai l i teratur yang terkai t
dengan upaya peni ngkatan kual i tas pendi di kan; (3) pemantapan (sancti oni ng), bahan
aj ar yang tel ah di susun di di skusi kan dengan mel i batkan berbagai pi hak di antaranya
guru, dosen, widyaiswara, dan praktisi pendidikani g) penyuntingan (editing),
penyunti ngan di l aksanakan ol eh edi tor dari Pusat Pengembangan Penataran Guru IPS
dan PMP Malang; dan (5) pencetakan dan penggandaan, diawali pengetikan, per-
bai kan, dan proses produksi sesuai kebutuhan.
V
pppc
lpS dan PMP Malang mengucapkan terima kasih kepada berbagai
pihak
yang telah ikut membantu dan memberikan masukan demi terwujudnya bahan ajar ini.
Lembaga menyadari bahwa naskah bahan ajar yang disusun masih banyak kekurang-
an, untuk itu lembaga sangat berharap atas saran dan kritik yang sifatnya membangun
demi kesempurnaan bahan aj ar di kl at di maksud. Semoga bahan aj ar i ni dapat ber-
manfaat bagi
para pendidik untuk meningkatkan kualitas
pendidikan dan
pembelajaran
di sekol ah.
Mal ang, Desember 2006
a.n. Direktur Jenderal Peningkatan
Mutu
ik dan Tenaga KePendidikan
PG IPS dan PMP Mal ang,
Adi Wi noto, SH., M.Hum.
30819414
,gA
l l Jf
ru
l - t
d\ -
(\
1""
k,
VI
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR . . . . . . . . . .
DAFTAR t St . . . . . . . . . .
DAFTAR LAMPI RAN . . . . . . . . . . . . .
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Bel akang
B. Tuj uan
C. Ruang Li ngkup
BAB I I KEPALA SEKOLAH SEBAGAI ADMI NI STRATOR. . .
A. Pengerti an Kepal a Sekol ah
B. Fungsi Kepal a Sekol ah
BAB III SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH
A. Penger t i an Sar ana dan Pr asar ana Sekol ah . . . . . . . . . .
B. Langkah- l angkah Admi ni st r asi Sar ana dan Pr asar ana Sekol ah . . .
BAB IV STANDARDISASI SARANA DAN PRASARANA
A. Tuj uan St andar di sasi . . . . . . . . . .
B. Li ngkup St andar di sasi . . . . . . . . . .
C. Sasar an St andar di sasi . . . . . . . . . .
D. Pr osedur St andar di sasi . . . . . . . . . .
E. St andar Sar ana dan Pr asar ana . . . . . . . .
BAB V PENGELOLAAN SARANA PRASARANA . . . . . . . . .
A. Perencanaan Sarana Prasarana
B. Pel aksanaan Pengadaan Sarana Prasarana SD
1. Pengadaan Buku
2. Pengadaan Al at Kant or dan Al at Pendi di kan . . . . . . . . . . . . .
3. Pengadaan Perabot
4. Pengadaan Bangunan . . . . . . . . . . . .
5. Penyi mpanan Per l engkapan
Hal aman
vi i
i x
1
1
3
3
4
4
5
7
7
I
11
11
11
11
12
12
16
16
19
19
19
21
21
24
vt l
6. Pengaturan Tata Letak dan Pendayagunaan Perl engkapan
di SD
7. Pemberdayaan Perl engkapan Sekol ah
8. Pengawasan dan Pemel i har aan . . . . . . . .
L Kegi atan yang Di di ndi ngkan
1 0, Pengi nvent ar i sasi an. . , . . . . . . . .
1 1. Pengel ol aan Per spust akaan Sekol ah . . . . . . . . . .
1 2. Pengel ol aan Labor at or i um . . . . . . . . .
BAB VI PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
LAMPTRAN . . . . . . . . . . . .
25
26
27
30
33
42
43
45
46
47
vl l l
Lampi ran 1.
Lampi ran 2.
Lampi ran 3.
DAFTAR LAMPIRAN
Kegi at an Pemel i haraan Bangunan . . . . . . . . .
Format Admi ni strasi Sarana
1. Daftar Pembel i an PeraboVPengadaan Perabot
2. Daf t ar Penggunaan Al at Peraga dan l ai n-l ai n . . . . . . . . . . . .
3. Daftar Penggunaan Ruang Prakti kum/Laboratori um ..........
4. Daf t ar Di st ri busi Buku Pegangan Guru/ Muri d . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
5. Kartu Barang
6. Kartu pemel i haraan mesi n-mesi n kantor
7. Daftar pengel uaran barang-barang/al at-al at pakai
Format Kel engkapan Tata Laksana Perpustakaan .........
1. Buku I nduk Bahan Pust aka
2. Kartu Pemi nj am
3. Kartu Buku
4. Lembar Pengembal i an . . . . . . . . .
5. Bl angko Peri ngatan
Hal aman
47
48
48
48
48
48
49
50
51
52
52
52
53
53
54
IX
E--
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Bel akang
Dal am batang tubuh UUD 1945 pasal
31 di nyatakan bahwa (1) Ti apti ap
warga negara berhak mendapat pengajarani (2) Pemerintah mengusahakan dan
menyel enggarakan
satu si stem pengaj aran
nasi onal yang di atur dengan undang-
undang. Untuk i tu berdasarkan
amandemen UUD 1945 Pasal 31 ayat (3)
di nyatakan bahwa pemeri ntah
mengusahakan
dan menyel enggarakan
satu si stem
pendi di kan
nasi onal yang meni ngkatkan kei manan dan ketakwaan serta akhl ak
mul i a dal am rangka mencerdaskan kehi dupan bangsa yang di atur dengan undang-
undang.
Berdasarkan
Undang-Undang Republ i k Indonesi a No. 20 Tahun 2003 tentang
Si stem Pendi di kan Nasi onal bahwa pendi di kan
nasi onal berfungsi mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat
dal am rangka mencerdaskan kehi dupan bangsa, bertuj uan untuk berkembangnya
potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berakhl ak mul i a, sehat, beri tmu, cakap, kreati f, mandi ri dan
menj adi warga negara yang demokrati s serta bertanggung j awab.
Pendi di kan di sel enggarakan
dengan mengembangkan budaya membaca,
menul i s, dan berhi tung bagi segenap warga masyarakat. Pendi di kan di sel enggara-
kan dengan memberdayakan
semua komponen masyarakat melalui peran serta
dal am penyel enggaraan
dan pengendal i an
mutu l ayanan pendi di kan.
Perkembangan
i l mu pengetahuan,
teknotogi , dan arus gl obal i sasi
tel ah mem-
bawa perubahan
di semua aspek kehi dupan manusi a. Dal am rangka menghadapi
berbagai permasal ahan yang
di ti mbul kannya, persai ngan
gl obal dan proses
demokrati sasi ,
sangat di perl ukan sumber daya manusi a yang berkual i tas mel al ui
peni ngkatan pemahaman
berbagai aspek Admi ni strasi pendi di kan yang merupakan
sal ah satu kemampuan (kompetensi
dasar) yang harus di mi l i ki seti ap kepal a
sekol ah yang sel anj utnya di terapkan dal am menj al ankan tugas pokoknya
sebagai
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
1
I
Admi ni strator, Kepal a Sekol ah di tuntut meni ngkatkan wawasan dal am hal
admi ni strasi pendi di kan pada umumnya dan secara khusus sangat di tuntut untuk
memi l i ki kemampuan dal am hal Admi ni strasi sarana dan prasarana
sekol ah.
Sarana prasarana sekol ah merupakan sal ah satu komponen penti ng
dal am
si stem pendi di kan. Bahkan terkadang masyarakat meni l ai kual i tas pendi di kan suatu
sekol ah dengan mel i hat sarana prasarananya, sekol ah yang memi l i ki gedung yang
besar mentereng, peral atan, dan perl engkapan bel aj ar mengaj ar yang l engkap dan
modern seri ngkal i di pandang sebagai sekol ah yang berkual i tas.
Wal aupun ti dak sepenuhnya benar, ti dak bi sa di pungki ri bahwa keberhasi l an
Proses Belajar Mengajar (PBM) sedikit banyak dipengaruhi kondisi sarana pra-
sarana pendi di kan yang tersedi a. Ji ka sekol ah memi l i ki sarana prasarana pendi di k-
an yang l engkap, guru dapat mel aksanakan pembel aj araan secara opti mal dan
siswa dapat belajar secara maksimal. Sarana prasarana sekolah merupakan faktor
penunj ang yang ti dak bi sa di abai kan
j i ka
mengi ngi nkan l ayanan pendi di kan yang
berkual i tas.
Dal am memberi kan pel ayanan pendi di kan yang berkual i tas pemeri ntah dan
swasta berusaha keras untuk mel engkapi sarana dan prasarana pendi di kan. Dana
yang di perl ukan untuk pengadaan sarana dan prasarana serta pemel i haraannya
sangat besar, sehi ngga pengel ol aan sarana dan prasarana pendi di kan di sekol ah
sangat penti ng agar ti dak terj adi pemborosan
untuk i tu di perl ukan kemampuan
dal am pengel ol aan sarana dan prasarana tersebut.
Sehubungan dengan i tu, pengel ol aan sarana prasarana pendi di kan di
sekolah menjadi sangat penting agar tidak terjadi pemborosan, juga
tidak terjadi
gangguan terhadap kelancaran proses belajar mengajar karena tidak tersedia
fasi l i tas yang di perl ukan ol eh guru dan muri d. Ketersedi aan sarana prasarana untuk
menunj ang PBM i tu terkadang bukan karena kurang dana, mel ai nkan karena tel ah
terjadi kesafahan manajemen (mis management).
Administrasi Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar
2
B. Tuj uan
Penul i san bahan aj ar i ni bertuj uan agar peserta
Di kl at Manaj emen Sekol ah
Dasar memahami dan dapat mel akukan pengel ol aan
sarana prasarana yang ada di
sekol ah agar dapat di gunakan sesuai dengan fungsi nya.
Lebi h operasi onal , setel ah sel esai di kl at peserta
di harapkan:
1. mampu menyusun perencanaan
sarana prasarana
sekol ah;
2. mengetahui prosedur pengadaan
sarana prasarana
sekol ah; dan
3. mampu mel akukan pemel i haraan
sarana prasarana
sekol ah.
C. Ruang Li ngkup
Pokok bahasan mengenai sarana prasarana
i ni mel i puti empat hal , yakni :
1. Kepal a sekol ah sebagai admi ni strator
2. Sarana dan prasarana
sekol ah
3. Standardi sasi sarana dan prasarana
4. Pengel ol aan
sarana prasarana
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
3
I-.
BAts II
KEPALA SEKOLAH SEBAGAI ADM INISTRATOR
A. Pengerti an Kepal a Sekol ah
Kemampuan untuk mengel ol a sarana dan prasarana
sekol ah Dasar
merupakan hal yang sangat penti ng karena kual i tas pendi di kan pada umumnya dan
kual i tas pembel aj aran pada khususnya sangat di tentukan ol eh kual i tas pengel ol aan
sarana dan prasarana sebagai komponen yang sangat menunj ang tercapai nya
tuj uan pembel aj aran pada khususnya dan tuj uan pendi di kan pada umumnya.
Kepal a Sekol ah sangat berperan akti f dal am mengel ol a sarana dan prasarana
secara efektif dan efisien.
Suatu pandangan yang bersi fat umum dari pada p-,;rdangan-pandangan di
atas menyatakan bahwa Admi ni strasi merupakan proses mengi ntegrasi kan sumber-
sumber yang ti dak berhubungan menj adi si stem total untuk mencapai suatu tuj uan.
Yang di maksud sumber di si ni i al ah mencakup orang-orang, al at-al at, medi a bahan-
bahan, uang, dan sarana. Semuanya di arahkan dan di koordi nasi agar terpusat
dal am rangka menyel esai kan tuj uan.
Mengarahkan orang-orang agar mel aksanakan akti vi tas-akti vi tas tertentu
untuk mencapai tuj uan, berarti membuat orang-orang i tu mengatur sarana, bahan,
al at, dan bi aya serta dengan metode tertentu mel akukan akti vi tas mereka masi ng-
masi ng. Kal au orang-orang i ni bekerj a sama dengan atasannya yang mengarahnya
di ri nya maka mereka semua berarti mengi ntegrasi kan sumber-sumber. Dal am
prakti k i ndi vi du yang bertugas mengarahkan orang-orang i tu ti dak hanya memi mpi n,
menghi mbau dengan bi cara saj a, tetapi i kut memi ki rkan strategi atau kebi j akan
mengatur materi al .
Sarana dan prasarana sekol ah, khususnya Sekol ah Dasar memi l i ki peranan
yang sangat penti ng di dal am menunj ang pel aksanaan proses pembel aj aran dal am
upaya tercapai nya tuj uan pembel aj aran maupun tuj uan pendi di kan secara efekti f
dan efi si en. Dal am hal i ni kepal a sekol ah memi l i ki peranan yang sangat domi nan
dal am hal admi ni strasi sarana dan prasarana Sekol ah Dasar yang di l aksanakan
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
4
dengan menggunakan dasar dan standar yang tel ah di tetapkan ol eh undang
undang maupun Peraturan Pemeri ntah.
Dal am prakti knya Kepal a Sekol ah berfungsi dan bertugas sebagai edukator,
manager, administrator, supervisor, leader, dan motivator. Dalam uraian tentang
admi ni strasi sarana dan prasarana Sekol ah Dasar kami membatasi fungsi Kepal a
Sekol ah sebagai admi ni strator, khususnya admi ni strasi di bi dang sarana dan
prasarana Sekol ah Dasar.
B. Fungsi Kepal a Sekol ah
Peranan Kepal a Sekol ah sebagai Admi ni strator pendi di kan bertol ak dari
haki kat admi ni strasi pendi di kan adal ah memberdayakan berbagai sumber yang
terdi ri atas manusi a, sarana dan prasarana, serta berbagai medi a pendi di kan
l ai nnya secara opti mal , rel evan, efekti f dan efi si en guna mencapai tuj uan pendi di k-
an. Sebagai Admi ni strator Kepal a Sekol ah bekerj a sama dengan orang-orang
dal am l i ngkup pendi di kan, i a mel i batkan komponen manusi a dengan berbagai
potensi nya dan
j uga
komponen nonmanusi a termasuk sarana dan prasarana
dengan berbagai
j eni snya.
Semuanya perl u di tata dan di koordi nasi kan atau di daya-
gunakan untuk mencapai tuj uan pendi di kan.
Sebagai admi ni strator pendi di kan modern, kepal a sekol ah harus mengguna-
kan pri nsi p pengembangan dari pendayagunaan organi sasi secara kooperati f dan
akti vi tas-akti vi tas yang mel i batkan kesel uruhan personel dan orang-orang sumber
dal am masyarakat. Secara konkret pel aksanaan ti ndakan dan fungsi admi ni strator
dal am admi ni strasi pendi di kan mencakupi l i ngkup substansi admi ni strasi pendi di kan
(sekolah): (a) kurikulum atau pengajaran; (b) kesiswaan; (c) perlengkapan; (d) keuang-
an; (e) kepegawai an; dan (f) hubungan sekol ah dengan masyarakat (Fl P l Kl P
Mal ang, 1995).
Menurut Gorton (dal am W. Mantj a, 2002) kompetensi yang di perl ukan
admi ni strator menekankan perl unya ti ga kompetensi dasar di kuasai ol eh
admi ni strator, yai tu (a) tekni s; (b) manusi awi ; dan (c) konseptual . Keterampi l an
teknis yang harus diunjukkerjakan oleh administrator sekolah: budgeting schedule,
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
5
staffi ng, dan berbagai tanggung
j awab
admi ni strati f
yang sej eni snya i tu. Keterampi l -
an manusi awi (i nsani ) mengacu pada keterampi l an-keterampi l an konseptual adal ah
kemampual t yang di perl ukan ol eh admi ni strator untuk mel i hat' gambaran kesel uruh-
an' hubungan-hubungannya di ant ara dan di dal am bagi an-bagi an yang berl ai nan.
Dal am hal pengel ol aan sarana dan prasarana Sekol ah, Kepal a Sekol ah
sebagai Admi ni strator di tuntut memi l i ki kemauan dan kemampuan di dal am meng-
gunakan, mengembangkan dan memberdayakan serta memel i hara, sehi ngga
sarana dan prasarana yang di mi l i ki dan akan di mi l i ki dapat di manfaatkan seefi si en
mungki n dal am rangka ketercapai an tuj uan pendi di kan pada umumnya dan tuj uan
pembelajaran pada khususnya secara efektif.
Sebagai seorang Admi ni strator Sekol ah Dasar di era gl obal i sasi saat i ni ,
Kepal a SD di tuntut memi l i ki kreati vi tas dal am mengel ol a sarana dan
prasarana,
utamanya memi l i ki kreati vi tas dal am hal pengadmi ni strasi annya, sehi ngga di harap-
kan mel al ui sarana dan prasarana yang ada akan mampu memberi dukungan
yang
sangat kuat di dal am mewuj udkan tercapai nya tuj uan pendi di kan di sekol ah i tu.
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
6
BAB III
SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH
A. Pengertian Sarana dan Prasarana Sekolah
Secara mendasar pengerti an Sarana dan Prasarana dapat ki ta l i hat pada
Undang Undang No. 20 tahun 2003 tentang Si stem Pendi di kan Nasi onal khususnya
pada pasal 45.
1. Seti ap satuan pendi di kan formal dan nonformal menyedi akan sarana dan
prasarana yang memenuhi keperl uan pendi di kan sesuai dengan pertumbuhan
dan perkembangan potensi fi si k, kecerdasan i ntel ektual , sosi al , emosi onal , dan
kej i waan peserta di di k.
2. Ketentuan mengenai sarana dan prasarana pendi di kan pada semua satuan
pendi di kan sebagai mana di maksud dal am ayat (1) di atur l ebi h l anj ut dengan
Peraturan Pemeri ntah.
Admi ni strasi sarana dan prasarana di l aksanakan dengan berl andaskan
pada:
1. Undang-undang No. 20 Tahun 2003 t ent ang Si st em Pendi di kan Nasi onal :
a. Pasal 35 ayat (1)
Standar nasi onal pendi di kan terdi ri atas standar i si , proses, kompetensi
l ul usan, ketenaga pendi di kan, sarana dan prasarana, pengel ol aan,
pembi ayaan, dan peni l ai an pendi di kan yang harus di ti ngkatkan secara
berencana dan berkal a.
b. Pasal 35 ayat (2)
Standar nasi onal pendi di kan di gunakan sebagai acuan pengembangan
kuri kul um, tenaga kependi di kan, sarana dan prasarana, pengel ol aan dan
pembi ayaan.
2. Peraturan Pemeri ntah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasi onal Pendi di kan
pasal 42 ayat (1) dan (2) dan pasal 43 ayat (1) sampai dengan ayat (6).
3. Keputusan Menteri Pendi di kan Nasi onal No. 0311C.12002 tentang Tugas dan
Tanggung
j awab
Di rektorat Pendi di kan TK dan SD.
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
7
l-_
4. Keputusan Menteri Pendi di kan dan Kebudayaan No. 010a/U/1998 tentang
Penggunaan Buku Pel aj aran Sekol ah.
5. Keputusan Di rj en Pendi di kan Dasar dan Menengah No. 262l Cl Kepl R.1992
tentang Pembakuan Sarana Pendi di kan bagi Sekol ah di l i ngkungan pembi naan
Di rektorat Jenderal Pendi di kan Dasar dan Menengah.
Di ti nj au dari fungsi atau peranannya terhadap pel aksanaan proses bel aj ar
mengaj ar, sarana pendi di kan (sarana materi al ) di bedakan menj adi 3 macam, yakni
(1) Al at pel aj aran; (2) Al at peraga; (3) Medi a pengaj aran.
Sel anj utnya menurut Suharsi mi AK. (1 979) di terangkan bahwa yang termasuk
prasarana pendi di kan adal ah bangunan sekol ah dan al at perabot sekol ah. Pra-
sarana pendi di kan
i ni
j uga
berperan dal am proses bel aj ar mengaj ar wal aupun
secara ti dak l angsung.
Kadang-kadang pengerti an tentang al at pel aj aran,
al at peraga, dan medi a
pendi di kan masi h sukar di bedakan orang. Al at pel aj aran
adal ah al at yang di gunakan
secara l angsung dal am proses
bel aj ar mengaj ar. Al at i ni mungki n berwuj ud buku,
al at peraga, al at tul i s, dan al at prakti k.
Sedangkan pengerti an
al at peraga menurut Anwar Yassi n M.Ed. yang di kuti p
ol eh Dra. Suharsi mi AK. (1979) adal ah al at pembantu pendi di kan dan pengaj aran,
dapat berupa perbuatan-perbuatan
atau benda-benda yang sudah memberi
pengerti an kepada anak di di k berturut-turut dari yang abstrak sampai kepada yang
konkret.
Mengenai medi a pendi di kan
di katakan ol eh Umar Suwi to adal ah sarana
pendi di kan yang di gunakan sebagai perantara
dal am proses bel aj ar mengaj ar, untuk
l ebi h memperti nggi efekti vi tas dan efi si ensi dal am mencapai tuj uan pendi di kan.
Dari segi manaj emen ti nj auan ki ta tentunya l ai n l agi . Yang pal i ng penti ng
bukan pada pengerti an
atau defi ni si -defi ni si tentang sarana pendi di kan i tu,
mel ai nkan bagai mana mengel ol a semuanya i tu sehi ngga dapat membantu
memperl ancar proses pencapai an tuj uan pendi di kan di sekol ah. Mengi ngat di
sekol ah-sekol ah ki ta dewasa i ni bel um terdapat tenaga profesi onal yang menangani
manaj emen dan pemel i haraan
sarana tersebut, maka tugas-tugas dal am hal i ni
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
8
bi asanya di serahkan kepada sal ah seorang atau l ebi h karyawan (pegawai sekol ah)
yang di tunj uk.
B. Langkah-l angkah Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah
Pada gari s besarnya Admi ni strasi sarana dan prasarana menurut PP No. 9
Tahun 2005 mel i put i 5 hal , yakni :
1. Penent uan kebut uhan
2. Proses pengadaan
3. Pemakai an
4. Pencatatan/pengurusan
5. Pertanggungj awaban
Keterangan:
1. Penent uan kebut uhan
Sebel um mengadakan al at-al at tertentu atau fasi l i ti as yang l ai n l ebi h dul u
harus mel al ui prosedur penel i ti an yai tu mel i hat kembal i kekayaan yang tel ah
ada. Dengan demi ki an, baru bi sa di tentukan sarana apa yang di perl ukan ber-
dasarkan kepenti ngan pendi di kan di sekol ah i tu.
2. Proses pengadaan
Pengadaan sarana pendi di kan ada beberapa kemungki nan yang bi sa
di t empuh:
a. Pembel i an dengan bi aya pemeri ntah
b. Bl ock grant
c. Bantuan dari Komi te Sekol ah
d. Bantuan dari masyarakat l ai nnya.
3. Pemakai an
Dari segi pemakai an (penggunaan) terutama sarana al at perl engkapan
dapat di bedakan atas:
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
I
I
a. Barang habi s pakai
Yai tu barang atau bahan yang di gunakan di dal am pendi di kan dan pem-
bel aj aran yang cepat habi s pakai mi sal nya kertas, kapur, al at tul i s dan l ai n-
l ai n.
b. Barang ti dak habi s pakai
Yai tu barang-barang yang bi sa bertahan l ama dal am penggunaannya dal am
pendi di kan dan pembel aj aran mi sal nya gedung, mesi n keti k, komputer dan
l ai n-l ai n.
Penggunaan barang habi s pakai harus secara maksi mal dan di pertang-
gungj awabkan pada ti ap tri wul an sekal i . Sedangkan penggunaan barang tetap
di pertanggungj awabkan satu tahun sekal i , maka perl u pemel i haraan dan
barang-barang i tu di sebut barang i nventari s.
4. Pengurusan dan Pencatatan
Untuk keperl uan pengurusan dan pencatatan i ni di sedi akan i nstrumen
admi ni strasi berupa:
a. Buku l nventari s
b. Buku Pembel i an
c. Buku Penghapusan
d. Kartu Barang
5. Pertanggungj awaban
Penggunaan barang-barang i nventari s sekol ah harus di pertanggung-
j awabkan
dengan
j al an
membuat l aporan penggunaan barang-barang tersebut
yang di tuj ukan kepada i nstansi terkai t.
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
10
BAB IV
STANDARDISAST
SARANA
DAN PRASARANA
Tuj uan
Standardi sasi
standardi sasi
sarana
dan prasarana
bertuj uan
Memberi kan
arahan tekni s
edukati f yang
dapat di j adi kan pegangan
daram penentuan
dan penerapan
per-
syaratan yang
harus
di penuhi
sarana dan prasarana
pendi di kan
sehi ngga
memenuhi
fungsi nya
dal am menunj ang proses pembel aj aran.
Dengan
demi ki an,
sarana dan prasarana
pendi di kan
di harapkan:
-
memenuhi persyaratan
dan bermutu
sesuai tuntutan
kuri kul um yang
bertaku;
-
penggunaannya
dapat opti mar daram proses pemberaj aran;
-
penggunaannya
dapat di pertanggungj awabkan
bai k secara tekni s maupun
edukatif.
Li ngkup
Standardi sasi
Li ngkup
standardi sasi
sarana dan prasarana
mel i puti
uj i kual i tas terhadap
semua j eni s
sarana dan prasarana
pendi di kan
yang
di perl ukan
dal am pada pem-
bel aj aran pada pendi di kan
TK dan SD. Ui i kual i tas
al at petaj aran
meti puti kesesuai -
an dengan kuri kul um
dan aspek tekni s edukati f.
Uj i kual i tas
medi a cetak mel i puti
segi i si /materi ,
bahasa,
keamanan,
dan grafi ka.
C. Sasaran
Standardi sasi
sasaran
standardi sasi
sarana dan prasarana
meri puti
1. Sarana pendi di kan
SD
Mel i puti
al at peraga,
al at pel aj aran,
medi a pembel aj aran
untuk semua bi dang
pengembangan
di TK dan semua mata pel aj aran
di SD.
2. Prasarana
pendi di kan
SD
Mel i puti
bangunan
sekol ah, perabot
sekol ah,
dan sarana Tata Usaha sekol ah.
Admi ni strasi
Sarana dan
prasarana
Sekol ah Dasar
11
A.
B.
D. Prosedur Standardi sasi
1. Penentuan
persyaratan
a. Anal i si s kebutuhan sarana dan prasarana
b. l denti fi kasi ,
pengumpul an, dan pengol ahan data di l apangan serta peng-
kajian terhadap peraturan terkait.
2. Penyusunan naskah standardi sasi
3. Pengesahan standardi sasi
4. Penerapan standardi sasi
a. Pembuatan contoh, model , maket dan l ai n-l ai n
b. Peni l ai an sarana
pendi di kan
c. Pel ati han
pendayagunaan sarana pendi di kan.
E. Standar Sarana dan Prasarana
Berdasarkan Peraturan Pemerintah
2005 tentang Standar Nasi onal Pendi di kan
prasarana di nyatakan:
1. Seti ap satuan Pendi di kan waj i b memi l i ki sarana yang mel i puti perabot, peral atan
pendi di kan, medi a pendi di kan, buku dan sumber bel aj ar l ai nnya, bahan habi s
pakai , serta peral atan l ai n yang di pakai untuk menunj ang proses pembel aj aran
yang teratur dan berkel anj utan.
2. Seti ap satuan
pendi di kan waj i b memi l i ki prasarana yang mel i puti l ahan, ruang
kel as, ruang pi mpi nan, satuan
pendi di kan, ruang pendi di k, ruang tata usaha,
ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit
produksi , ruang kanti n, i nstal asi daya dan
j asa,
tempat berol ah raga, tempat
beri badah, tempat bermai n, tempat berekreasi dan ruang/tempat l ai n yang
menunj ang proses pembel aj aran yang teratur dan berkel anj utan.
Dal am Peraturan Pemeri ntah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar
Nasi onal Pendi di kan, pasal 43 di nyatakan:
1. Standar keragaman
j eni s peral atan l aboratori um l l mu Pengetahuan Al am (l PA),
l aboratori um Bahasa, l abi ratori um konmputer dan peral atan pembel aj aran l ai n
Admrni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
12
Republ i k l ndi onesi a nomor 19 tahun
pasal 42, tentang standar sarana dan
pada satuan Pendi di kan di nyatakan dal am daftar yang beri si
j eni s
mi ni mal
peral atan yang harus tersedi a.
2. Standar
j uml ah peral atan
sebagai mana di maksud dal am ayat (1) di nyatakan
dal am rasi o mi ni mal j uml ah peral atan per peserta di di k.
3. Standar buku perpustakaan di nyatakan dal am
j uml ah j udul
dan
j eni s
buku
perpustakaan di satuan pendi di kan.
4. Standar
j uml ah
buku teks pel aj aran di perpustakaan di nyatakan dal am rasi o
mi ni mal
j uml ah
buku teks untuk masi ng-masi ng mata pel aj aran di perpustakaan
satuan pendi di kan untuk seti ap peserta di di k.
5. Kel ayakan i si , bahasa, penyaj i an, dan kegrafi kan buku teks pel aj aran di ni l ai ol eh
BNSP dan di tetapkan dengan Peraturan Menteri .
6. Standar sumber bel aj ar l ai nnya untuk seti ap satuan pendi di kan di nyatakan
dal am rasi o
j uml ah
sumber bel aj ar terhadap peserta di di k sesuai dengan
j eni s
sumber bel aj ar dan karakteri sti k satuan pendi di kan.
Dal am Peraturan Pemeri ntah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar
Nasi onal Pendi di kan, pasal 44 di nyatakan:
1. Lahan untuk bangunan satuan Pendi di kan, l ahan prakti k, l ahan untuk prasarana
penunj ang dan l ahan pertamanan untuk menj adi kan satuan Pendi di kan suatu
l i ngkungan yang secara ekol ogi s nyaman dan sehat.
2. Standar l ahan satuan pendi di kan di nyatakan dal am rasi o l uas l ahan per peserta
di di k.
3. Standar l etak l ahan satuan pendi di kan memperti mbangkan l etak l ahan satuan
pendi di kan dal am kl aster satuan pendi di kan sej eni s dan sej enj ang, serta l etak
l ahan satuan pendi di kan di dal am kl aster satuan pendi di kan yang menj adi
pengumpan masukan peserta di di k.
4. Standar l etak l ahan satuan pendi di kan memperti mbangkan
j arak
tempuh
maksi mal yang harus di l al ui ol eh peserta di di k untuk menj angkau satuan
pendi di kan tersebut.
5. Standar letak lahan satuan pendidikan mempertimbangkan keamanan, kenyaman-
an, dan kesehatan l i ngkungan.
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
13
Dal am Peraturan Pemeri ntah nomor 19 tahun 2005, pasal 45 di nyatakan:
1. St andar rasi o ruang kel as per pesert a di di k di rumuskan ol eh BNSP dan
di tetapkan dengan Peraturan Menteri .
2. Standar rasi o l uas bangunan per peserta
di di k di rumuskan ol eh BNSP dan
di tetapkan dengan Peraturan Menteri .
3. St andar kual i t as bangunan mi ni mal pada sat uan pendi di kan dasar dan
menengah adal ah kel as B.
4. Standar kual i tas bangunan mi ni mal pada satuan pendi di kan ti nggi adal ah kel as
A.
5. Pada daerah rawan gempa bumi atau tanahnya l abi l , bangunan satuan
pendi di kan harus memenuhi ket ent uan bangunan t ahan gempa.
6. Standar kual i tas bangunan satuan pendi di kan mengacu pada ketetapan Menteri
yang menangani urusan pemeri ntahan di bi dang pekerj aan umum.
Dal am Peraturan Pemeri ntah nomor 19 tahun 2005, pasal 46 di nyatakan:
1. Satuan pendi di kan yang memi l i ki peserta
di di k, pendi di k dan/atau tenaga
kependi di kan yang memerl ukan l ayanan khusus waj i b menyedi akan akses ke
sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
2. Kri teri a penyedi aan sarana dan prasarana yang di maksud pada ayat (1)
di kembangkan ol eh BNSP dan di tetapkan dengan Peraturan Menteri .
Sel anj utnya dal am Peraturan Pemeri ntah nomor 19 tahun 2005 tentang
standar Nasi onal pendi di kan, pasal 47 di nyatakan:
1. Pemel i haraan sarana dan prasarana pendi di kan sebagai mana di maksud dal am
pasal 42 sampai dengan pasal 46 menj adi tanggung
j awab
satuan pendi di kan
yang bersangkutan.
2. Pemel i haraan sebagai mana di maksud dal am ayat (1) di l akukan secara berkal a
dan berkesi nambungan dengan memperhati kan masa pakai .
3. Pengaturan tentang masa pakai sebagai mana di maksud dal am ayat (2) di tetap-
kan dengan Peraturan Menteri.
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
14
Berdasarkan urai an tentang standar asrana dan prasarana yang tertul i s pada pasal
42 sampai dengan 47 Peraturan Pemeri ntah Repi bl i k Indonesi a nomor 1g tahun
2005 dapat di si mpul kan sebagai beri kut:
1' Seti ap satuan pendi di kan
termasuk Sekol ah Dasar harus memi l i ki saran
prasarana yang di perl ukan untuk menunj ang proses pembel aj aran yang teratur
dan berkel anj utan.
2' Standar j uml ah
peral atan
di sekol ah yang
mel i puti standar
j uml ah
buku
perpustakaan
di nyatakan dal am rasi o mi ni mal .
3. Lahan Sekol ah Dasar harus memenuhi standar kenyamanan, kesehatan
l i ngkungan serta
j arak
tempuh mi ni mal dengan peserta
di di k.
4' Juml ah ruang kel as harus menggunakan rasi o ruang kel as per peserta
di di k.
Bi asanya seti ap satu ruangan keras memi l i ki kapasi tas yang sesuai .
Sehubungan dengan hal di atas, maka kepal a sekol ah yang
bekerj a sama
dengan pi hak terkai t senanti asa untuk mengapl i kasi kan pengel ol aan
sarana dan
prasarana
sesuai dengan standar, sehi ngga di harapkan terl aksananya proses
pembel aj aran yang efekti f dan efi si en dengan dukungan sarana dan prasarana yang
standar.
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
15
BAB V
PENGELOLAAN SARANA PRASARANA
Di dal am pengel ol aan
sarana dan prasarana
sekol ah, seorang Kepal a SD
di harapkan memi l i ki kemampuan dal am menerapkan fungsi fungsi manaj emen atau
admi ni st rasi yang mel i put i : perencanaan, pengadaan, penggunaan, pemel i haraan,
dan
pengawasan,
sehi ngga sarana dan prasarana yang ada dapat di manfaatkan seefi si en
mungki n dal am upaya efekti vi tas pencapai an pendi di kan dan pembel aj aran di sekol ah-
nya. Di dal am pengel ol aan
sarana dan prasarana
seorang Kepal a Sekol ah di tuntut
untuk mengacu pada standar pengel ol aan
sarana dan prasarana.
A.
Perencanaan Sarana Prasarana
Perencanaan sarana dan prasarana
sekol ah menri l i ki peranan penti ng di
dal am mewuj udkan efi si ensi dan efekti vi tas pengel ol aan
sarana dan prasarana.
Kepal a sekol ah memegang peranan yang sangat domi nan di dal am perencanaan
i ni , yang tentu saj a harus mel i batkan pi hak-pi hak terkai t dan berkompeten dal am
pengel ol aan sarana prasarana
sekol ah. Perencanaan sarana dan prasarana sekol ah
menurut
j angka
waktunya terdi ri atas perencanaan j angka panj ang (untuk waktu 5
t ahun) dan perencanaan j angka pendek (unt uk wakt u 1 t ahun).
Sarana prasarana perl engkapan sekol ah i al ah semua barang yang di perl u-
kan untuk menunj ang tugas penyel enggara pendi di kan.
Bai k i tu barang bergerak
ataupun barang ti dak bergerak. Barang bergerak di bagi dua:
1. Barang habi s pakai
2. Barang t i dak habi s pakai
Barang ti dak bergerak yai tu perl engkapan yang ti dak dapat berpi ndah-
pi ndah, ant ara l ai n t anah, bangunan. Perencanaan dal am pengel ol aan perl engkap-
an di tekankan pada perencanaan kebutuhan. Sel ai n i tu
j uga perencanaan bi aya.
Dal am menyusun perencanaan
kebutuhan perl u pul a di perhati kan keadaan
i nventari s pada tahun sebel umnya. Rencana kebutuhan di buat
j angka
waktu satu
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
16
tahun anggaran. Kemudi an perencanaan bi aya mel i puti pengadaan, penyi mpanan,
pemel i haraan, pengaturan, penyal u ran, pengi nventari sasi an, penghapusan.
Dengan adanya perencanaan yang matang, maka:
1. kegi atan dapat di l aksanakan dengan bai k sesuai dengan kebutuhan pendi di kan;
2. memudahkan pemeri ntah atau yayasan mengetahui besarnya dana yang
di perl ukan;
3. memudahkan pengel ol a mel akukan pengawasan dan pengendal i an terhadap
kegi atan.
Sarana prasarana di rencanakan pengadaannya i tu bermacam-macam
j eni s-
nya, sesuai dengan karakteri sti knya, prosedur pengadaan masi ng-masi ng barang
tentu berbeda. Untuk mudahnya suatu barang yang di rencanakan tersebut dapat
di bedakan menj adi dua, yai tu barang bergerak dan barang ti dak bergerak.
Perencanaan barang bergerak dapat di bedakan menj adi dua yai tu yang habi s pakai
dan yang ti dak habi s di pakai . Urutan prosedur perencanaan barang yang habi s
di pakai :
1. Menyusun daftar perl engkapan yang di sesuai kan dengan kebutuhan rencana
kegi atan sekol ah ti ap bul an.
2. Menyusun perki raan bi aya untuk pengadaan ti ap bul an.
3. Menyusun untuk tri wul an kemudi an menj adi rencana tahunan.
Untuk bahan yang ti dak habi s pakai :
1. Menganal i si s dan menyusun keperl uan perl engkapan yang masi h ada dan
masi h dapat di pakai .
2. Memperki rakan bi aya dengan memperhati kan standar yang di tentukan.
3. Menetapkan skal a pri ori tas menurut dana yang ada.
Perencanaan pengadaan barang ti dak bergerak mel i puti tanah dan
bangunan dengan prosedur sebagai beri kut:
1. Menyusun rencana l okasi dan l uas tanah untuk keperl uan sekol ah
2. Mel akukan survei untuk menentukan l okasi tanah, dengan memperhati kan
kondi si wi l ayah
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
17
--
Mel akukan
survei ketersedi aan
sarana
i al an,l i stri k, tel epon,
ai r dan trasportasi
Survei harga tanah
Mengaj ukan
rencana
anggaran
kepada satuan
organi sasi yang
di tetapkan
(pemeri ntah,
komi te sekorah, atau yayasan)
dengan merampi rkan
hasi r survei .
Rencana pengadaan
bangunan
1. Membahas
tentang kebutuhan
sekol ah terhadap
adanya bangunan
2. Membuat
rancangan
bangunan
3. Menyusun rencana
anggaran
4' Menyusun pentahapan
rencana
anggaran
bi aya yang
di sedi akan ti ap tahunnya.
Dal am menyusun
rencana
kebutuhan
hendaknya
di perhati kan j uga
keadaan
i nventari s pada
tahun-tahun
seberumnya (penambahan
dan pengganti an),
dan
di perhi tungkan j uga
pegawai
yang
ada (menurut
formasi yang
terah ada), di
sampi ng
adanya kekhususan
tugas yang
ada. Rencana kebutuhan
hendaknya
di buat untuk
j angka
waktu satu tahun anggaran.
setel ah rencana
kebutuhan per-
l engkapan
sel esai di buat, sel anj utnya
di susun perencanaan
bi aya yang
mel i puti
bi aya-bi aya pengadaan,
penyi mpanan,
pemeri haraan,
penyaruran,
pengi nven_
tari sasi an,
dan penghapusan
agar j angan
sampai ada kegi atan yang
terti nggal
dal am penghi tungan
bi aya yang
di perl ukan.
Dal am penyusunan
rencana
sarana-prasarana
sekol ah, khususnya
sekol ah
negeri harus di perhati kan
beberapa persyaratan,
antara rai n:
1' mengi kuti pedoman/pembakuan,
j eni s,
kuanti tas
dan kual i tas perl engkapan
yang
di perl ukan
sekol ah;
2' mengadakan perl engkapan
yang
di perl ukan
sesuai dengan ptafond
(anggaran
yang
di sedi akan);
3. menyedi akan perrengkapan
untuk kegi atan
operasi onar
sekorah;
4' memi l i ki
data atau i nformasi yang
rel ati f akurat dan l engkap tentang
kondi si
sekol ah, antara l ai n tentang j uml ah
si swa, personal ,
i nventari s
sekol ah, dan l ai n
sebagai nya,
agar dapat di buat perki raan
yang
tepat tentang kebutuhan
sarana-
prasarana
sekol ah.
Admi ni strasi
Sarana dan
prasarana
Sekol ah Dasar
18
3.
4.
5.
B. Pel aksanaan Pengadaan Sarana Prasarana SD
Kegi atan pengadaan sarana SD dapat di l akukan sesuai dengan perencana-
an yang matang. Ada beberapa hal yang perl u di perhati kan:
1. Harus sesuai dengan ti ngkat perkembangan anak
2. Bahan yang di pi l i h ti dak membahayakan anak, mi sal nya beracun, mudah
terbakar, mudah pecah.
3. Untuk pengadaan sarana di SD dengan cara membuat, sebai knya bahan yang
di pi l i h mudah di dapat, murah harganya, mudah pembuatannya.
4. Untuk pengadaan sarana di SD harus di pri ori taskan sarana yang penti ng
t erl ebi h dul u.
Pengadaan adal ah kegi atan penyedi aan sarana prasarana penunj ang
pendi di kan:
1. Pengadaan Buku
a. Buku ut ama
b. Buku bacaan
c. Buku sumber
d. Buku perpustakaan dan l ai n-l ai nnya
Pengadaan buku bi sa di l akukan dengan:
a. Membel i
b. Menerbi tkan
c. Meneri mabant uan/ hadi ah
2. Pengadaan Al at Kantor dan Al at Pendi di kan
Yang termasuk al at kantor adal ah:
a. Mesi n t ul i s
b. Mesi n hi t ung
c. Komputer
d. Al at pembersi h dan sebagai nya
Sedangkan al at pendi di kan mel i put i :
a. Alat peraga/perlengkapan di area-area
Administrasi Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar
19
b. Alat praktik/eksperimen
c. Al at ol ahraga
dan sebagai nya
Pengadaan
al at kantor dan al at pendi di kan
dapat di l aksanakan
sesuai
dengan ketentuan yang
berlaku dengan cara:
a. Membel i
1) Pembel i an
al at-al at kantor dan al at pendi di kan
dapat di l akukan
mel al ui
l el ang atau ti dak sesuai dengan peraturan
yang
berraku.
2) Pembel i an
tanpa l el ang, di l aksanakan
mel al ui l angkah-l angkah
sebagai
berikut:
a) Permi ntaan penawaran
kepada pal i ng
sedi ki t
3 rekanan secara
terpi sah.
b) Peni l ai an penawaran
c) Penunj ukan
d) Pesanan
e) Berita acara pemeriksaan
barang
0
Berita acara penerimaan
barang
g) Pembayaran
3) Pembel i an
dengan l el ang mel al ui l angkah-l angkah
sebagai
beri kut:
a) Pembentukan
pani ti a
l el ang
b) Penyusunan
dokumen l el ang (beri si
ketentuan
admi ni strasi
dan tekni s)
c) Pengumuman
pengambi l an
dokumen
d) Undangan penj el asan
e) Penentuan
kri teri a peni l ai an
f) Pel el angan
g) Peni t ai an
h) Penetapan pemenang
i) Persetujuan
atasan yang
berwenang
j )
Pengumuman
pemenang
l el ang
k) Surat pesanan/SpK
l ) Surat perj anj i an j ual
bel i
Admi ni strasi
Sarana dan
prasarana
Sekol ah Dasar
20
m) Berita acara pemeriksaan
barang
n) Berita acara penerimaan
barang
o) Pembayaran
b. Meneri ma Bantuan/Hadi ahi Hi bah
3. Pengadaan Perabot
Perabot adal ah barang bergerak secara ti dak l angsung di pergunakan dal am
kegi atan bel aj ar mengaj ar dan berfungsi sebagai tempat duduk, menul i s,
i sti rahat, penyi mpanan al at. Mi sal nya kursi , mej a, al mari , l ocker dan papan tul i s.
Pengadaan perabot di l akukan sesuai dengan ketentuan yang berl aku dengan
cara:
a. Membel i :
b. Membuat sendi ri
Pengadaan perabot dengan membuat sendi ri hanya berl aku bagi l embaga
pendi di kan dal am rangka prakti k dan dapat di l aksanakan sesuai dengan
kemampuan, yakni :
1) Bi aya yang tersedi a
2) Tenaga ahl i yang di perl ukan
3) Peral atan yang di butuhkan
4) Pel aksanaan tugas yang di bebaskan.
c. Meneri ma bantuan/hadi ah/hi bah
4. Pengadaan Bangunan
Pengadaan bangunan dapat di l aksanakan sesuai dengan ketentuan yang
berl aku dengan cara:
a. Membangun bangunan baru, mel i put i :
1) mendi ri kan, memperbaharui (rehabi l i tasi /renovasi ), memperl uas,
mengubah dengan cara membongkar sel uruh atau sebagi an bangunan
gedung;
Administrasi Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar
21
a
b.
2) pembuatan pagar hal aman,
j al an, pengerasan hal aman, pemasangan
pompa/me nara air,
pengadaan listrik;
3) kegi atan pekerj aan tanah yang di gunakan untuk keperl uan pekerj aan
tersebut di atas antara l ai n pengurugan tanah, perbai kan tanah,
penyel i di kan tanah;
Kegi atan pembangunan bangunan baru mel i puti perencanaan, pel aksanaan,
dan
pengawasan l apangan.
Membel i bangunan
1) Pada pri nsi pnya membel i bangunan yang sudah
j adi
termasuk tanahnya
ti dak di perbol ehkan. Tetapi dal am hal -hal yang l uar bi asa, dapat
di usul kan kepada Menteri Keuangan dan Ketua Bappenas dengan
di sertai al asan-al asan yang kuat mel al ui Menteri Pendi di kan.
2) Setel ah ada persetuj uan dan dananya sudah tersedi a, penawaran harga
dari pemi l i knya perl u di aj ukan kepada Pani ti a Pembebasan Tanah
setempat, yang di bentuk berdasarkan Peraturan Menteri Dal am Negeri
Nomor: 1511975 untuk di tetapkan penaksi ran harganya.
3) Apabi l a antara harga penawaran dan harga penaksi ran pani ti a sudah
ada kecocokan, maka dapat l angsung di sel esai kan akta
j ual
bel i di
depan Notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah, dan selanjutnya diselesai-
kan bai k nama serti fi kat tanah.
Menyewa Bangunan
1) Apabi l a di perl ukan mi sal nya untuk keperl uan gedung sekol ah, gudang
dan sebagainya sesuatu instansi diperkenankan untuk menyewa bangun-
an, tetapi anggaran untuk membayar sewa i tu harus sudah tersedi a l ebi h
dul u.
2) Untuk menetapkan besar sewanya penawaran pemi l i k bangunan perl u
di mi ntakan pengesahan/penetapan l ebi h dul u kepada Pani ti a Sewa
Menyewa atau Kantor Urusan Perumahan setempat.
3) Setel ah di tetapkan sewanya, pemi l i k dengan di buat surat perj anj i an
(kontrak) antara pi hak penyewa j i ka
di anggap perl u dengan Akta Notari s.
Administrasi Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar
22
d.
4) Gedung Sekol ah mi l i k swasta (bersubsi di ) yang dahul u pernah
mendapat subsi di dari pemeri ntah
u.p. Departemen Pendi di kan Nasi onal
apabi l a di pakai ol eh sekol ah negeri , berdasarkan peraturan subsi di yang
sekarang masih berlaku tidak perlu dibayar sewanya, tetapi pemakai
waj i b memel i hara bangunan tersebut sebagai mana mesti nya.
Meneri ma Hi bah Bangunan
1) Departemen Pendi di kan dapat meneri ma hi bah bangunan beri kut tanah
dari pi hak l ai n (Pemeri ntah Daerahi Swasta)
2) Supaya ada dasar hukumnya, sebai knya pel aksanaannya di l akukan
dengan Akta Notari s Pej abat Pembuat Akta Tanah setempat.
Menukar Bangunan
1) Penukaran bangunan atau pemi ndahtanganan barang ti dak bergerak
mi l i k negara pada umumnya, di atur dal am Keputusan Presi den tentang
pel aksanaan APBN, yai tu segal a sesuatu harus mendapat persetuj uan
Menteri Keuangan terl ebi h dul u.
Bangunan mi l i k negara yang ti dak memenuhi fungsi nya l agi , l okasi nya
terl au ramai atau tanahnya terl al u sempi t untuk di adakan perl uasan
bangunan, dapat di usul kan unt uk di t ukarkan dengan bangunan mi l i k
pi hak l ai n, yang sudah
j adi
at au masi h akan di bangun di l okasi l ai n. Usul
penukaran di aj ukan kepada Menteri Pendi di kan dengan di l ampi ri :
a) al asan-al asan penukaran;
b) penaksi ran sementara harga tanah/bangunan l ama;
c) penaksi ran sementara harga tanah/bangunan baru;
d) surat-surat pemi l i kan tanah/bangunan l ama;
e) gambar si tuasi /denah dari tanah/bangunan l ama;
f) gambar si tuasi /daerah dari tanah/bangunan baru.
Catatan: Pada pri nsi pnya usul penukaran i tu menguntungkan negara
dal am arti Pemeri ntah mendapat pengganti an tanah/bangunan
baru yang l ebi h l uas dan memenuhi persyaratan
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
23
I
t
I
I
e.
E-
Setel ah mendapat
persetuj uan dari Menteri Keuangan, maka
perl u
dibentuk Panitia Penaksir yang terdiri atas wakil-wakil dari Departemen
Pendi di kan nasi onal , Departemen Keuangan, Departemen Pekerj aan
Umum, Departemen Dal am Negeri , BPN dan Pemeri ntah Daerah, untuk
menetapkan
penaksi ran harga tanah/bangunan
yang l ama dan harga
tanah/bangunan baru.
Apabi l a kedua penaksi ran i tu sudah di sepakati , maka dapat di sel esai kan
surat perj anj i an penukaran di hadapan Notari s/Pej abat Pembuat Akta
Tanah. Penyerahan tanah/bangunan l ama, baru bol eh di l akukan setel ah
tanah/bangunan baru sel esai di bangun menurut Surat Perj anj i an dan
di teri ma bai k ol eh Departemen Pendi di kan.
Sel anj utnya di sel esai kan bal i k nama serti fi kat tanah/bangunan baru, dan
di sel esai kan
pul a penghapusan tanah/bangunan l ama dari daftar
i nventari s dengan Keputusan Menteri Pendi di kan Nasi onal .
5. Penyi mpanan Perl engkapan
Di sekol ah di tunj uk seorang petugas urusan
perl engkapan yang ber-
tanggung
jawab
kepada Kepala Tata Usaha,
yang selanjutnya bertanggung
j awab
kepada Kepal a Sekol ah. Penyi mpanan mel i puti meneri ma, menyi mpan,
dan mengel uarkan barang, t empat penyi mpanan, gudang:
a. Tempat penyi mpanan hendaknya memperhati kan: tempat mudah di capai
ol eh al at angkut
b. Bebas banj i r dan tak mudah terj adi kebakaran
c. Memungkinkan tersedianya fasilitas yang diperlukan
Macam gudang di bedakan atas:
a. Gudang
pusat i al ah gudang sentral /utama
yang menyi mpan barang-barang
yang akan di sal urkan kepada gudang khusus, gudang pemakai dan
sebagai nya.
b. Gudang
pemakai i al ah gudang untuk menyi mpan barang-barang
yang
l angsung akan di pakai .
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
24
2)
3)
4)
c. Gudang khusus i al ah gudang untuk menyi mpan barang-barang yang khusus
bai k
j eni s
maupun si fatnya seperti bahan ki mi a, bahan pel edak, obat-obatan
dan l ai n-l ai n. Kondi si di sekol ah mungki n keti ga macam gudang i tu terdapat
dal am satu l okasi atau satu gudang mempunyai ti ga macam fungsi .
Di dal am mel aksanakan kegi atan penyi mpanan, khususnya penyi mpanan
barang-barang yang ti dak permanen hendaknya menggunakan tempat atau
al mari khusus yang di sertai dengan data nama
j eni s
barang dan
j uml ahnya
masi ng masi ng di tempat atau al mari tersebut. Hal i ni untuk mempermudah di
dal am mencari kembal i barang barang yang di si mpan di tempat tersebut, serta
sebagai al at kontrol keberadaan barang beserta
j uml ahnya
masi ng masi ng.
6. Pengaturan Tata Letak dan Pendayagunaan Perl engkapan di SD
Pengaturan tata l etak dan tata ruang memi l i ki peranan yang sangat
penti ng dal am rangka menci ptakan kondi si sekol ah yang aman, kondusi f, dan
mempermudah pel aksanaan kerj a dari masi ng masi ng warga sekol ah untuk
mencapai tuj uan pendi di kan.
Dal am ti ap ruangan seyogyanya di tata sedemi ki an rupa, sehi ngga mampu
menunj ang si tuasi kerj a yang mengarah pada tercapai nya tuj uan. Peral atan,
perl engkapan, hi asan, gambar, serta tul i san yang ada di ruangan hendaknya
di sesuai kan dengan kebutuhan dari pengguna ruangan tersebut. Beri kut i ni j eni s
barang yang perl u ada di masi ng masi ng ruangan :
a. Ruang Kepal a Sekol ah
Apa yang perl u ada dan di tata di ruang Kepal a sekol ah.
Contoh: gambar presi den dan waki l presi den, l ambang negara (garuda
Pancasi l a), teks Pancasi l a, bendera merah puti h, dan bendera Kota/
Kabupaten.
b. Ruang Tata Usaha
Contoh barang yang ada di ruang tata usaha adal ah papan stati sti k si swa,
struktur organi sasi TK, daftar guru dan pegawai , denah sekol ah/maket
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
25
sekol ah, kal ender
pendi di kan, kegi atan sekol ah, daftar kegi atan,
j adwal
kegi atan Kepal a Sekol ah, 12 l angkah kepemi mpi nan.
c. Ruang Guru
Contoh barang yang ada di ruang guru adal ah papan pengumuman,
kal ender pendi di kan, papan j adwal
kegi atan, daftar pembagi an tugas guru,
daftar si swa dan sebagai nya
d. Ruang Kel as
Contoh barang
yang ada di ruang kel as adal ah papan absen kel as, daftar
pembagi an tugas kel as, peraturan tata terti b kei as/si swa, hi asan di ndi ng,
papan madi ngi menempel hasi l karya si swa,
perl engkapan kebersi han
e. Ruang-ruang l ai nnya
Ruang-ruang l ai nnya terdi ri atas ruang area-area, ruang bi mbi ngan dan
konsel i ng, ruang ol ahraga, ruang perpustakaan.
Di l engkapi dengan hi asan-hi asan
gambar agar membawa suasana
menj adi i ndah serta menunj ukkan kekhususan dari ruang tersebut. Masi ng-
masi ng ruangan di tata secara teratur. Di tempat-tempat si swa berkumpul (depan
kantor, depan aul a dan sebagai nya). Ini semua akan bermanfaat dan berfungsi
sebagai tempat komuni kasi dan penyal uran bakat para si swa yang memerl ukan
bi mbi ngan dengan bai k.
7. Pemberdayaan Perl engkapan Sekol ah
Perl engkapan perl u di atur
penggunaannya seopti mal mungki n. Khusus-
nya buku-buku/al at
peraga dan al at-al at
yang l ai n. Dal am meni ngkatkan kegi at-
an bel aj ar mengaj ar perl u ada ti ndakan untuk memberdayakan
penggunaan
perlengkapan sekolah secara efektif dan efisien. Kepala sekolah beserta guru
perl u menyosi al i sasi kan
gemar bel aj ar khususnya mel al ui gemar membaca,
gemar berakti vi tas
posi ti f dan kreati f mel al ui pemanfaatan sarana dan
prasarana
yang ada di sekol ah.
Sebel um guru menggunakan sarana dengan kegi atan yang hendak
di l aksanakan
guru hendaknya memperhati kan beberapa hal , yai tu:
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
26
a. Mel i hat satuan kegi atan hari an (SKH) yang di buat
b. Memperhati kan metode yang akan di pakai
c. Memperhati kan pengorgani sasi an kel as (kel ompok, i ndi vi du, atau kl asi kal )
d. Menentukan sarana Sekol ah yang akan di pakai sesuai dengan kebutuhan
e. Menyi apkan atau mengadakan sarana yang tel ah di tentukan.
Dal am penggunaan sarana sekol ah ada beberapa yang perl u
di perhati kan, antara l ai n :
a. Di sesuai kan dengan metode/tekni k penyaj i an
b. Seandai nya sarana prasarana yang di gunakan dapat membahayakan
kesel amatan anak guru harus mengawasi nya.
Sel ama kegi atan berl angsung guru sebai knya memperhati kan kebersi h-
an, kesehatan, kerapi an, dan keamanan.
8. Pengawasan dan Pemel i haraan
Pengawasan dan pemel i haraan sarana dan prasarana sekol ah dapat
di l akukan ol eh guru, karyawan,
j uga
si swa secara terus menerus. Agar sarana
dan prasarana sekol ah teratur dan terpel i hara di perl ukan kreasi pi mpi nan
sekol ah. Bi l a perl u di adakan pembagi an kerj a atau petugas pi ket bagi si swa
atau guru dal am i kut serta memel i hara l i ngkungan sekol ah, yang tentu saj a di
sampi ng tetap ada petugas
atau
pegawai khusus yang memel i hara sarana di
sekol ah
Beberapa sarana dan prasarana sekol ah yang memerl ukan
perhati an
dan penanganan khusus dal am pemel i haraannya antara l ai n:
a. Pemel i haraan Perl engkapan
Pemeliharaan merupakan kegiatan terus-menerus agar barang tetap
dal am keadaan bai k dan si ap pakai . Menurut kurun waktu pemel i haraan
di bedakan menj adi dua, yai tu:
1) Pemel i haraan sehari -hari
2\ Pemeliharaan berkala
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
27
E-
Dal am upaya terpel i haranya sarana dan prasarana sekol ah dengan
baik seyogyanya Kepala Sekolah memberikan wewenang tanggung
jawab
secara khusus kepada anak buahnya di dasarkan pada keahl i an dan bi dang-
nya masi ng-masi ng dengan tugas yang j el as.
Demi ki an
j uga
secara umum
tanggung
j awab pemel i haraan sarana dan prasarana perl u di sosi al i sasi kan
sedi ni mungki n pada sel uruh si swa dan warga sekol ah, budayakan pada
mereka untuk merasa memi l ki , merasa mel i ndungi dan memel i hara sehi ngga
sarana dan prasarana yang ada dapat di manfaatkan secara efekti f dan
efisien.
Perl engkapan sekol ah yang umumnya terdi ri atas perabot, al at
peraga, al at l aboratori um, buku-buku perpustakaan dan l ai n-l ai n perl u
pemel i haraan atau perawatan agar sel al u dapat berfungsi untuk membantu
proses pendi di kan. Karena i tu sel uruh perl engkapan tersebut perl u di peri ksa
bai k secara peri odi k maupun i nsi dental agar sel al u dapat di ketahui tentang
keadaannya. Apabi l a terj adi kerusakan-kerusakan perl engkapan sekol ah
di l aporkan kepada Kepal a Sekol ah. Dengan demi ki an, kepal a sekol ah dapat
menent ukan si kap unt uk perbai kan at au mungki n pul a mengusul kan gant i
rugi perl engkapan yang rusak tersebut kepada atasan yang berurenang.
Kepal a sekol ah sangat berperan dal am menyosi al i sasi kan pada
sel uruh warga sekol ah akan penti ngnya rasa tanggung
j awab
bersama
terhadap pemel i haraan perl engkapan sekol ah pada khususnya serta sarana
dan prasarana pada umumnya.
b. Pemel i haraan Gedung (Bangunan Sekol ah)
Pada dasarnya tugas pemel i haraan gedung sekol ah dan l ai n-l ai n yang
termasuk prasarana pendi di kan adal ah menj adi tanggung
j awab
kepal a
sekol ah. Dal am pel aksanaannya kepal a sekol ah dapat mempercayakan
kepada karyawan yang di tunj uk untuk memel i hara, dal am arti menj aga dan
mengawasi agar bangunan sekol ah i tu tetap terawat bai k dan bersi h,
terhi ndar dari kerusakan-kerusakan.
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
28
Beberapa faktor bangunan yang penti ng untuk sel al u di peri ksa antara
l ai n atap termasuk kerpus, sal uran atau tal ang ai r, eterni t, pi ntu dan
j endel a,
keadaan l ant ai dan di ndi ng, t er masuk cat , sani t asi , kamar mandi dan WC
sekol ah.
Agar perawatan atau pemel i haraan i tu i ntensi f, maka perl u di adakan
pemeri ksaan bangunan secara ruti n mi sal nya 4 bul an sekal i . Di sampi ng i tu,
j uga
harus ada pemeri ksaan sewaktu-waktu secara i nsi dental .
Suatu kesal ahan
j i ka perbai kan bangunan sekol ah i tu di l aksanakan
setel ah keadaannya terl anj ur parah. Dal am hubungannya dengan proses
pendi di kan per bai kan bangunan sekol ah hendaknya di l aksanakan t anpa
mengganggu
j al annya pel aj aran kecual i
j i ka perbai kan i tu bersi fat total .
Pencatatan pemel i haraan bangunan dapat menggunakan format 1
( Lampi r an 1) .
c. Pemel i har aan Hal aman Sekol ah
Pengerti an hal aman sekol ah dapat mel i puti pagar sekol ah, taman,
t empat upacar a sekol ah dan mungki n pul a l apangan ol ahr aga mi l i k sekol ah.
Yang berfungsi sebagai tempat bermai n, berol ahraga dan pengadaan
upacara maupun sebagai medi a pembel aj aran, perl u di atur dengan penuh
kei ndahan, suasana menj adi nyaman dan menyenangkan.
Sebai knya pada hal aman sekol ah, di sampi ng t er sedi a l apangan unt uk
kegi atan ol ahraga, pada hal aman sekol ah
j uga perl u adanya tanaman yang
i ndah. Ti dak semua sekol ah yang hal amannya memi l i ki ber bagai
j eni s
t anaman : bunga, apot i k hi dup dan t anaman l ai nnya yang j uga
bi sa
di gunakan sebagai medi a pembel aj ar an.
Bi asanya seti ap sekol ah mempunyai seorang atau dua orang
"tukang
kebun" atau pesuruh yang j uga
berstatus sebagai pegawai negeri . Tenaga
i ni l ah yang mest i nya di ser ahi t ugas unt uk pemel i har aan hal aman sekol ah i t u,
di sampi ng t ugas
' ser abut an'
yang l ai n t er masuk memel i har a bangunan.
Tentu saj a ti dak hanya di al ah penanggung j awab pemel i haraan i tu, mel ai nkan
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
29
l--
sel uruh warga sekol ah (termasuk guru) harus i kut berparti si pasi dal am usaha
pemel i haraan
sekol ah.
Barangkal i yang menj adi persoal an adal ah sumber dana untuk
pemel i haraan i ni . Untuk i tu sekol ah perl u memusyawarahkannya dengan
Komite Sekolah dan warga masyarakat terdekat. Biasanya halaman sekolah
menj adi tempat yang banyak mengundang para penj ual untuk mencari nafkah
di tempat i tu. Hal i ni memerl ukan penanganan khusus, sehi ngga ti dak
meni mbul kan hubungan yang negati f dengan masyarakat seki tar. Dal am hal
i ni Kepal a sekol ah di tuntut mau dan mampu berperan akti f untuk menci ptakan
suasana aman di sekol ah dengan tetap menj aga hubungan bai k dengan
masyarakat sekitar.
9. Kegi atan yang Di di ndi ngkan
Yang di maksudkan dengan kegi atan i ni i al ah kegi atan pencatatan/
pendataan yang kemudi an hasi l pencatatan tersebut di pasang atau di tempel
pada di ndi ng bai k di ndi ng kel as maupun di ndi ng kantor guru atau kantor tata
usaha sekol ah menggunakan papan data.
Tuj uan dari kegi atan i ni adal ah untuk memudahkan pi hak-pi hak yang
memerl ukan i nformasi yang di papan data tersebut, di sampi ng sebagai
pertanggungjawaban sekolah, sebagai sarana belajar bagi siswa serta sebagai
sarana untuk memperi ndah ruangan di sekol ah.
Di bawah i ni kami kemukakan beberapa hal yang penti ng untuk di di ndi ng-
kan sebagai beri kut:
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
30
tl
)l
a
A. RAPBS
b. Data Guru dan tenaga kependi di kan:
No Nama/Nl P
Tempat /
Tgl . l ahi r
Jabatan
Pangkat
terakhirffmt
Mul ai
bertugas
1
2
3
4
dst
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
31
g
ri
ri
Sumber Dana Penggunaan
No Urai an Juml ah No Urai an Juml ah
Juml ah
Peneri maan
Juml ah
Pengel uaran
c. Struktur
Organisasi
Sekolah
LINGKUNGAN
MASYARAKAT
Admi ni strasi
Sarana
dan
prasarana
Sekol ah
Dasar
32
Kepala
Sekolah
GURU
BAHASA
I NGGRI S
PENJAGA
SEKO-
LAH
SISWA
d. Struktur Organi sasi Komi te Sekol ah
KETUA II
KEPALA
SEKOLAH
e. Hasi l Karya Si swa
Hasi l karya si swa yang di anggap berkual i tas dan tel ah di sel eksi ol eh
guru perl u di pamerkan pada di ndi ng kel as, dal am upaya pembel aj aran yakni
sebagai medi a yang bi sa di gunakan untuk si swa yang mel i hat dan membaca-
nya. Di sampi ng i tu, hasi l karya si swa yang di pamerkan pada di ndi ng kel as
merupakan upaya memberi penghargaan pada si swa yang tel ah berkarya
dengan kual i tas yang patut menj adi tel adan dan memberi moti vasi pada
siswa lainnya untuk ikut serta berkarya dengan baik.
1 0. Pengi nventari sasi an
a. Pengerti an
Yang di maksud dengan i nventari sasi adal ah pencatatan dan pendataan
barang-barang yang dikuasai sekolah secara tertib dan teratur menurut
ketentuan tata cara yang berl aku. Ti ap sekol ah waj i b menyel enggarakan
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
33
l-_
i nventari sasi . Kepal a sekol ah mel akukan dan bertanggung
j awab
atas ter-
l aksananya i nventari sasi .
b. Pengadmi ni strasi an Barang Inventari s
Pel aksanaan kegi atan pengadmi n i strasi a n barang i nventari s d i l akukan
dal am Buku Induk Barang l nventari s, Buku Gol ongan Barang l nventari s, Buku
Catatan Barang Noni nventari s, Daftar Laporan Tri wul an Mutasi Barang
Inventari s, Daftar Rekap Barang l nventari s.
1) Buku Induk Barang l nventari s adal ah buku tempat mencatat semua
barang i nventari s mi l i k negara dal am l i ngkungan sekol ah menurut urutan
tanggal peneri maannya.
2) Buku Gol ongan Barang l nventari s adal ah buku pembantu tempat men-
catat barang i nventari s menurut gol ongan barang yang tel ah di tentukan.
3) Buku Catatan Barang Noni nventari s adal ah buku tempat mencatat semua
barang habi s pakai , seperti kapur, pensi l , penghapus papan tul i s, kertas
keti k, ti nta dan sej eni snya.
4) Daftar Laporan Triwulan Mutasi Barang Inventaris adalah daftar tempat
mencatat
j uml ah
bertambah dan atau berkurangnya barang i nventari s
sebagai aki bat mutasi yang terj adi dal am tri wul an yang bersangkutan.
Daftar i ni tersusun menurut
j eni s
barang pada masi ng-masi ng gol ongan
i nventari s.
5) Membuat Daftar l si an Inventari s
Daftar i si an i nventari s merupakan tempat mencatat semua barang
i nventari s menurut gol ongan barangnya. Daftar i si an i nventari s B3a, Beb,
B3c, B3d dan B3e, di susun berdasarkan data dal am Buku Gol ongan
Barang l nventari s 83. Pembedaan peral atan kantor dari al at tekni s
pendi di kan dapat di l i hat dari l aj ur l okasi Buku Gol ongan Barang Inventari s.
6) Membuat Daftar Rekapi tul asi Barang l nventari s
Daftar rekapi tul asi barang i nventari s merupakan daftar yang menunj ukkan
j uml ah
barang i nventari s menurut keadaan pada tanggal 1 Januari tahun
yang lalu, mutasi barang yang terjadi selama setahun tersebut, dan
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
34
keadaan barang i nventari s pada tanggal 1 Januari tahun anggaran
beri kutnya. Sekol ah waj i b mengi si daftar i si an i nventari s dan membuat
Daftar Rekapi tul asi nya rangkap 2 (dua) untuk di sampai kan 1 set (asti )
kepada uni t kerj a yang membawahi nya dan 1 set (tembusan untuk arsi p
sendi ri ).
Kl asi fi kasi dan kode barang i nventari s
Maksud dan tuj uan mengadakan penggol ongan barang i al ah agar
terdapat cara yang cukup mudah dan efi si en untuk mencatat dan sekal i gus
mencari dan menemukan kembal i barang tertentu, bai k secara fi si k maupun
mel al ui daftar catatan ataupun di dal am i ngatan orang. Sesuai dengan tuj uan
tersebut maka bentuk l ambang, sandi atau kode yang di pergunakan sebagai
pengganti nama atau urai an bagi ti ap gol ongan, kel ompok dan atau
j eni s
barang harusl ah bersi fat membantu/memudahkan pengl i hatan dan i ngatan
orang dal am mendapatkan kembal i yang di i ngi nkan.
Untuk barang pada umumnya, nomor kode i tu terdi ri atas 7 (tuj uh)
buah angka yang tersusun menj adi ti ga dan empat angka, yang di pi sahkan
ol eh sebuah tanda ti ti k. Angka pertama dari susunan ti ga angka di depan
adal ah untuk menyatakan
j eni s
formul i r yang di gunakan. Dua angka beri kut-
nya yakni yang berada sebel um tanda ti ti k, merupakan sandi pokok (mai n
division) untuk kelompok barang menurut ketentuan di dalam masing-masing
formul i r.
Sebagai contoh cara penggunaan angka-angka untuk nomor kode
barang bergerak, dapat di kemukakan sebagai beri kut:
200.0000 Sandi untuk kel ompok barang-barang bergerak
210. 0000 Sandi unt uk al at -al at besar
2200000 Sandi untuk
peralatan laboratorium, peralatan bengkel/workshop,
studi o, percetakan, pabri k dan i nstal asi pembangki t tenaga l i stri k.
221.0000 Sandi untuk kel ompok
"besar" peral atan l aboratori um
222.0000 Sandi untuk kel ompok
"besar" peral atan bengkel /workshop
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
35
l-
224.0100 Sandi untuk sub kel ompok: al at penyusun huruf/setti ng (PTHT),
i ntertype, l BM, kompugrafi k.
224.0200 Sandi untuk subkel ompok al at acuan/mesi n foto kopi
224.0300 Sandi untuk subkel ompok mesi n cetak
224.0301 Sandi untuk
jenis
barang mesin cetak letter press
224.0302 Sandi untuk mesin cetak offset
224.0303 Sandi untuk mesin cetak fotografi
d. Pel aporan l nventari s
Ti ap sekol ah dan uni t pel aksana tekni s waj i b membuat l aporan barang
i nventari s rangkap dua, untuk di sampai kan kepada Kepal a Kantor Di nas
Pendi di kanf/ayasan.
1) Laporan tri wul anan mutasi barang i nventari s
a) Ti ap sekol ah dan uni t pel aksana tekni s waj i b membuat daftar l aporan
tri wul an mutasi barang i nventari s rangkap dua untuk di sampai kan
satu set (asl i ) kepada Kepal a Kantor Di nas Pendi di kan (Kota/
Kabupaten) setempat dan satu set untuk arsi p sendi ri . Laporan
tersebut harus sudah di sampai kan pal i ng l ambat 7 hari setel ah
berakhi rnya tri wul an tahun anggaran berj al an.
b) Kantor Di nas Pendi di kan Kabupaten/Kota membuat rekapi tul asi
l aporan tri wul an yang berasal dari sekol ah/UPT/Kandi ncam dan
Kantor Di nas Pendi di kan Kabupaten/Kota sendi ri untuk di sampai kan
kepada Di nas Pendi di kan Provi nsi setempat u.p. Kepal a Bagi an
Perl engkapan.
2) Laporan Tahunan Inventari s
Ti ap sekol ah waj i b mengi si Daftar l si an Inventari s dan Rekapi tul asi
Barang Inventari s rangkap 2 (dua), Laporan Tahunan Inventari s (yang
membuat Daftar l si an l nventari s dan Rekapi tul asi Barang l nventari s)
di sampai kan 1 set (asl i ) kepada Kepal a Kantor Di nas Pendi di kan
Kabupaten l Kota setempat sel ambat-l ambatnya tanggal 1 5 Januari tahun
anggaran yang sedang berj al an.
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
36
e. Penghapusan Barang Inventari s
Yang di maksud penghapusan adal ah pel epasan suat u barang dan pemi l i kan
dan tanggung
j awab pengurusannya (dari daftar i nventari s). Syarat-syarat
i nventari sasi yang di hapus: 1) keadaan rusak; 2) perbai kan memakan bi aya;
3) secara ekonomi s penggunaan ti dak sei mbang dengan bi aya; 4) Ti dak
sesuai l agi ; 5) hi l ang, musnah aki bat bencana; 6) kategori barang i nventari s
yang dapat di hapuskan; 7) barang-barang yang rusak berat, tua, atau
berl ebi h; 8) gudang kantor sekol ah yang rusak berat; 9) penghapusan barang
yang di curi , hi l ang terbakar.
Tata cara penghapusan:
1) Penghapusan barang yang rusak berat, tua, dan berl ebi h
a) Pengurus barang menyusun daftar barang yang akan di hapus, yang
beri si nomor urut, nomor kode barang, nama barang, merek/ti pe, tahun
pembuatan, harga satuan, dan kondi si barang (rusak berat atau tua).
b) Kepal a Sekol ah mengusul kan penghapusan kepada kepal a kantor
Di nas Pendi di kan Kabupaten/Kota setempat yang di l ampi ri daftar
barang.
c) Kepal a Kantor Di nas Pendi di kan Kabupaten/Kota meneruskan usul
tersebut kepada Di nas Pendi di kan Provi nsi u.p. Bagi an Perl engkapan.
d) Pembent ukan pani t i a penghapusan ol eh Kepal a Di nas Pendi di kan
Provi nsi .
e) Pani ti a menel i ti barang-barang yang akan di hapus.
0
Pani ti a membuat Beri ta Acara Penel i ti an.
g) Kepal a Di nas Pendi di kan Provi nsi mengusul kan kepada Sekretari s
Jenderal Departemen Pendi di kan Nasi onal u.p. Bi ro Perl engkapan.
h) Menteri Pendi di kan nasi onal mengel uarkan keputusan penghapusan,
dengan cat at an di l el ang at au di musnahkan.
i ) Kal au di l el ang, Di nas Pendi di kan Provi nsi membent uk Pani t i a
Pel el angan.
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
37
l-_
(1) Pani ti a pel el angan memi nta bantuan Kantor Lel ang Negara
setempat untuk mel el ang barang yang di hapus
(2) Penj ual an mel al ui Kantor Lel ang Negara dan hasi l nya di setorkan
ke Kas Negara setempat
(3) Pej abat Kantor Lel ang Negara membuat ri sal ah l el ang beri kut bukti
setoran hasi l l el ang kepada Sekj en Departemen Pendi di kan
Nasi onal .
j )
Bi l a barang i tu di musnahkan, Kepal a Di nas Pendi di kan Provi nsi mem-
bentuk Pani ti a Pemusnahan
(1) Pani ti a dengan di saksi kan pi hak kepol i si an setempat mengadakan
pemusnahan dengan cara membakar atau mengubur barang
tersebut
(2) Pani ti a membantu Beri ta Acara Pemusnahan
(3) Beri ta Acara Pemusnahan di sampai kan kepada Menteri Pendi di k-
an Nasi onal
k) Barang yang t el ah di hapus di kel uarkan dari Buku l nduk dan Buku
Gol ongan Barang Inventari s Sekol ah
2) Penghapusan Gedung Kantor/Sekol ah yang rusak berat
a) Kepal a Sekol ah mengusul kan
penghapusan kepada Kepal a Di nas
Pendi di kan Provi nsi mel al ui Kepal a Di nas Pendi di kan Kabupaten/Kota.
b) Pembentukan Pani ti a Penghapusan
pada Di nas Pendi di kan Provi nsi
setempat dengan menyertakan unsur pelaksana teknis dari Departemen
PU atau Di nas PU setempat
c) Pani ti a menel i ti gedung yang akan di hapuskan dan membuat Beri ta
Acara Penel i ti an.
d) Kepal a Di nas Pendi di kan Provi nsi mengusul kan
penghapusan gedung
sekol ah kepada Sekretari s Jenderal Depdi knas u.p. Bi ro Perl engkap-
an.
e) Bi ro Perl engkapan mengadakan penel i ti an dan mel aporkan hasi l
penel i ti annya kepada Sekretari s Jenderal .
Administrasi Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar
38
'a
f) sekretari s Jenderal Depdi knas mengaj ukan permohonan i zi n peng-
hapusan kepada Menteri Keuangan.
g) Menteri Keuangan mengel uarkan i zi n tertul i s penghapusan/ pem-
bongkaran gedung sekol ah.
h) Berdasarkan i zi n tertul i s dari Menteri Keuangan, Menteri Pendi di kan
Nasi onal menerbi tkan sK Penghapusan, dengan catatan bangunan
Eedung
tersebut di l el ang atau di musnahkan.
i ) Apabi l a bangunan gedung tersebut di l el ang, Di nas Pendi di kan Provi nsi
membentuk Pani ti a Pel el angan.
(1) Pani ti a Pel el angan memi nta bantuan Kantor Lerang Negara
setempat untuk mel el ang bangunan gedung yang
akan di bongkar.
(2) Kantor Lel ang Negara mel el ang bangunan gedung dan hasi l nya
di setorkan ke Kas negara serta membuat Ri sal ah Lel ang.
(3) Kepal a Di nas Pendi di kan Provi nsi menyampai kan Ri sal ah Lel ang
beri kut bukti setoran hasi l l el ang kepada Sekretari s Jenderal
Depdi knas.
j )
Ji ka bangunan gedung
t ersebut di musnahkan, Di nas Pendi di kan
Provi nsi membentuk Pani ti a Pemusnahan
(1) Pani ti a pemusnahan
dengan di saksi kan aparat Pemda setempat
mel aksanakan pemusnahan
bangunan gedung
dan membuat
Beri ta Acara Pemusnahan.
(2) Di nas Pendi di kan Provi nsi menyampai kan raporan pemusnahan
k) Sel anj utnya gedung tersebut di hapuskan dari Buku l nduk dan Buku
Gol ongan Barang l nventari s Sekol ah yang bersangkutan.
3) Penghapusan barang yang di curi , hi l ang terbakar
a) Pengurus barang mel aporkan kej adi an-kej adi an (kecuri an, kehi l angan
atau kebakaran) kepada Kepal a Sekol ah
b) Kepal a Sekotah mengadakan penyi di kan
dan membuat Beri ta Acara
c) Kepal a sekol ah mel aporkan kej adi an kepada pi hak
kepol i si an
setempat disertai pembuatan
berita acara
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
39
ti
n
L-_
d) Kepal a Sekol ah mel aporkan kej adi an kepada Di nas Pendi di kan
Provi nsi mel al ui Kepal a Di nas Pendi di kan Kabupaten/Kota di l ampi rkan
berita acara dari pihak kepolisian
e) Kepal a Di nas Pendi di kan Provi nsi mel aporkan kej adi an kepada
sekretari s Jenderal u.p. Bi ro
perrengkapan
dengan mel ampi rkan
Beri ta Acara penyi di kan
dan Beri ta AcararLaporan Kepol i si an
0
Bi ro Perl engkapan menel i ti l aporan dan meneruskan kepada BpK,
Menteri Keuangan, dan Pani ti a Tuntutan Ganti Rugi (pTGR)
g) Pani ti a Tuntutan Ganti Rugi menel i ti masal ah tersebut, kal au terbukti
kecuri an atau kehi l angan di sebabkan atas kel al ai an petugas
maka
setel ah mendapat perti mbangan
BpK, petugas yang
bersangkutan
dikenakan tuntutan ganti rugi
h) Surat Keputusan Ganti Rugi di kel uarkan ol eh Menteri Pendi di kan
Nasi onal setel ah pembayaran
ci ci l an l unas atas persetuj uan
Menteri
Keuangan
i ) Kemudi an barang tersebut di hapuskan dari Buku Induk dan Buku
Gol ongan Barang l nventari s.
4) Penghapusan Rumah Di nas Gol ongan l l l
a) Kepal a sekol ah mengusul kan kepada Kepal a Di nas
pendi di kan
Provinsi melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk
penetapan
status rumah di nas gol ongan l l l
b) Di nas Pendi di kan Provi nsi meneruskan usul tersebut kepada Menteri
Pendi di kan Nasi onal
c) Menteri Pendi di kan Nasi onal menerbi tkan SK Penetapan Status
gol ongan l l
d) Apabi l a rumah di nas tersebut sudah berumur 10 tahun, Kepal a Di nas
Pendi di kan Provi nsi mengusul kan kepada Sekretari s Jenderal
pengal i han
rumah di nas gol ongan l l ke gol ongan l l l dengan di l ampi ri :
(1) Gambar l engger dan si tuasi rumah
(2) SK penetapan gol ongan
i l l
Administrasi Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar
40
(3) Keterangan atas tanah
pekarangan rumah
(4) SK Otori sasi
pembangunan rumah di nas
(5) Surat l zi n Mendi ri kan Bangunan
(l MB)
(6) Surat l zi n Penghuni an (Sl P) rumah
e) Sekretaris Jenderal Depdiknas meneruskan usul tersebut ke Direktorat
Jenderal ci pta Karya untuk di kel uarkan
penetapan gol ongan l l l .
0
Di tj en ci pta Karya menerbi tkan surat Penetapan
gol ongan l l l .
g)
penghuni
mengaj ukan
permohonan pembel i an rumah di nas gol ongan
l l l kepada Di tj en Ci pta Karya Dep. PU.
h) Pani ti a
penaksi r harga menaksi r harga rumah tersebut.
i ) Di adakan kontrak
j ual
bel i antara
penghuni rumah tersebut dengan
Departemen PU dengan cara ci ci l an sel ama 5 tahun.
j )
Setel ah l unas pembayaran sel uruhnya di kel uarkan SK Penj ual an dan
di bal i knamakan atas nama
pembel i .
k)
penghapusan
rumah di nas dari buku i nduk dan buku gol ongan barang
i nventari s setel ah di terbi tkan SK Penghapusan ol eh Menteri
Pendi di kan Nasi onal .
f . Pengurusan dan Pencatatan
Untuk keperl uan
pengurusan dan
pencatatan i ni di sedi akan i nstrumen
admi ni strasi berupa: 1) Buku l nventari s; 2) Buku Pembel i an; 3) Buku Peng-
hapusan; 4) Kartu Barang.
Penggunaan barang-barang i nventari s sekol ah harus di pertanggung-
jawabkan
dengan
jalan
membuat laporan
penggunaan barang-barang
tersebut
yang di tuj ukan kepada i nstansi atasan (Kanwi l ) Departemen Pendi di kan dan
Kebudayaan.
Barang-barang inventaris milik negara yang ada di sekolah bermacam-
macam
j eni snya. Khususnya
yang termasuk saranal
prasarana pendi di kan
antara l ai n: al at-al at
peraga, al at prakti k keterampi l an, al at tekni s
pendi di kan,
l aboratori um, al at transportasi (kendaraan), bangunan sekol ah,
perabot
sekol ah dan l ai n-l ai nnYa.
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
41
I.
Contoh beberapa format Admi ni strasi sarana ada pada l ampi ran 2.
11. Pengel ol aan Perpust akaan Sekol ah
Perpustakaan sekol ah sebagai sarana pendi di kan yang amat penti ng
harus di sel enggarakan secara efekti f dan efi si en. Lebi h-l ebi h
j i ka
ki ta l i hat
perkembangan i l mu pengetahuan dan teknol ogi sekarang i ni i nformasi sangat
kuat dan mutl ak di perl ukan di sekol ah-sekol ah.
Karena i tu, bai k struktural maupun organi sasi onal perpustakaan sekol ah
perl u penanganan l ebi h seri us. Berbi cara tentang manaj emen atau tepatnya
"tata
l aksana" perpustakaan sekol ah dal am kesempatan penul i san i ni ti dak kami
urai kan panj ang l ebar, karena
j ustru
sekarang i ni perpustakaan merupakan
bi dang tersendi ri yang mengandung tugas sangat kompl eks.
Secara gari s besar dapat di kemukakan agar penggunaan perpustakaan
sekol ah dapat berj al an terti b, efekti f, dan efi si en di perl ukan berbagai kel engkap-
an tata l aksana sebagai beri kut: 1) tata terti b perpustakaan; 2) Buku i nduk
anggota perpustakaan; 3) Buku i nduk bahan pustaka; 4) Al mari katal ok; 5) Kartu
buku; 6) Kantong buku; 7) Lembar pengembal i an; 8) Kartu pemi nj am; 9) Label
buku; 10) Bl angko peri ngat an; 11) Kart u kat al og.
Tetapi bagai mana
j uga
ki ta perl u mel i hat kenyataan bahwa dewasa i ni
bel um sel uruh sekol ah di negeri ki ta i ni memi l i ki perpustakaan yang l engkap.
Ada sekol ah yang memang kol eksi perpustakaannya l engkap dan
di sel enggarakan dengan bai k, tetapi l ebi h banyak l agi yang sekarang i ni sedang
dal am permul aan membi na perpustakaannya.
Karena i tu sekol ah-sekol ah yang dal am kondi si terakhi r masi h dal am
taraf mul ai membi na/mengembangkan perpustakaannya ti dak perl u teri kat ol eh
kesebel as kel engkapan tersebut, yang penti ng dal am hal i ni adal ah bagai mana
agar muri d-muri d memi l i ki kegemaran membaca dan mampu memanfaatkan
secara opti mal perpustakaan yang ada betapapun sedi ki tnya kol eksi .
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
42
Bentuk format kel engkapan tata l aksana perpustakaan i tu yang sengaj a
kami pi l i h agar bi sa di terapkan di semua kondi si sekol ah terdapat pada l ampi ran
3.
12. Pengel ol aan Laboratori um
Menurut Peraturan Pemeri ntah nomor 30 tahun 1990, pasal 27
di nyatakan bahwa keberadaan l aboratori um pada suatu sekol ah adal ah sebagai
unsur penunj ang, seperti hal nya dengan perpustakaan.
Tersedi anya l aboratori um di harapkan dapat membantu para Guru dan
si swa untuk dapat mel aksanakan
proses mengaj ar secara efekti f dan efi si en.
Di ti nj au dari fungsi nya, keberadaan l aboratori um pada Sekol ah Dasar
di harapkan dapat :
1. Di gunakan sebagai sarana yang dapat memberi ni l ai tambah bagi pengguna-
nya, terutama dal am meni ngkatkan keterampi l an mel al ui serangkai an
l ati han-l ati han dan
percobaan-percobaan di l aboratori um.
2. Sebagai sarana untuk menggambarkan hal hal yang si fatnya abstrak / teori
untuk di terapkan ke dal am prakti k atau penerapan.
Berkai tan dengan pengel ol aan l aboratori um, terdapat beberapa aspek
pengel ol aan l aboratori um di antaranya adal ah :
1. Penent uan ruangan
Dal am menentukan ruangan l aboratori um hendaknya memperhati kan
tentang persyaratan :
a. Bi dang bi dang stasi un dasar atau peral atan yang mel i puti : mej a, bangku,
ruang pel ayanan yang memadai .
b. Perl engkapan pendukung l aboratori um
c, Rambu-rambu untuk para pengguna.
d. Tempat penyi mpanan barang-barang yang aman.
2. Perencanaan kegi atan l aboratori um
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
43
l-
Dal am membuat
perencanaan kegi atan l aboratori um di perl ukan kecakapan
di dal am menentukan berbagai kebutuhan l aboratori um. Dal am
perencanaan
kegi atan l aboratori um, di perl u kan:
a. Penj adwal an untuk pengguna l aboratori um agar ti dak terj adi tumpang
ti ndi h dengan
j adwal kegi atan l ai nnya sehi ngga konti nui tas antara kegi at-
an yang satu dengan kegiatan yang lain dapat tercapai.
b. Penyusunan kebutuhan
peral atan untuk menunj ang tercapai nya tuj uan
pembel aj aran, serta perl u memperti mbangkan aspek keamanan,
kemudahan di pi ndah,
pengembangan, kual i tas, harga dan kemutakhi ran.
3. Pengorgani sasi an l aboratori um
Pengel ol aan Laboratori um di sekol ah di pi mpi n ol eh seorang Kepal a l abora-
tori um yang berasal dari guru atau l aboran dan bertanggung
j awab kepada
Kepal a Sekol ah. Dal am rangka tercapai nya tuj uan
penggunaan l aboratori um
sebagai sarana penunj ang pembel aj aran maka
perl u di bentuk struktur
organi sasi
pengel ol a l aboratori um.
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
44
I
I
1
I
BAB VI
PENUTUP
Berdasarkan Urai an di atas dapat di si mpul kan:
1. Sarana dan prasarana sekol ah dasar merupakan sal ah satu komponen penti ng
dal am si stem pendi di kan. Sehubungan dengan i tu pengel ol aan sarana dan
prasarana dasar memerl ukan penerapan si stem admi ni strasi yang tepat guna.
2. Peranan Kepal a Sekol ah sebagai admi ni strator pendi di kan bertol ak dari haki kat
admi ni strasi pendi di kan yakni memberdayakan berbagai sumber yang ada terdi ri
atas manusi a, sarana
prasarana yang harus di kel ol a secara efekti f dan efi si en guna
mencapai tuj uan pendi di kan.
3, Admi ni strasi sarana dan prasarana di l aksanakan dengan berl andaskan pada
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Si stem Pendi di kan Nasi onal ,
Peraturan Pemeri ntah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasi onal Pendi di kan
dan Petunj uk Admi ni strasi Sekol ah.
4. Standardi sasi sarana dan prasarana bertuj uan memberi arahan tekni s edukati f yang
dapat di j adi kan pegangan dal am penentuan dan penerapan persyaratan yang harus
di penuhi sarana dan prasarana dal am fungsi nya menunj ang proses pembel aj aran.
5. Standar sarana dan prasarana sekol ah di dasarkan pada Peraturan Pemeri ntah
Republ i k Indonesi a Nomor 19 Tahun 2005 khususnya pasal 42.
6. Pengel ol aan sarana dan prasarana mel i puti : perencanaan, pengadaan, pengguna-
an, pemel i haraan,
dan pengawasan serta i nventari sasi .
7. Perpustakaan dan l aboratori um di sekol ah dasar seyogyanya di berdayakan dan
di akti fkan pemanfaatannya dal am rangka menunj ang pembel aj aran dengan meng-
gunakan si stem admi ni strasi yang profesi onal dan tepat guna.
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
45
--.
DAFTAR PUSTAKA
Depdikbud. 1996. Petunjuk Administrasi Seko/ah Lanjutan Pertama. Jakarla: Ditjen
Di kdasmen.
Depdiknas.2005. Manajemen Peningkatan Mutu Eerbasis Sekolah. Jakarta: Depdiknas.
. 2005. PP RI Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan,
Jakarta: Depdi knas.
. 2005. UU No. 20 Tahun 2Affi Tentang Sisfem Pendidikan Nasional,
Jakarta: Depdi knas.
FIP lKlP. Malang. 1995. Beberapa Pokok Pikiran Tentang Pengembangan Keilmuan
Program Studi. Malang: lKlP.
Ngalim P, dkk. 1981. Administrasi Pendidikan. Jakarta: Mutiara.
Suharsimi, A. 1989. Pengelolaan Material Administrasi Pendidikan. Yogyakarta: lKlP.
Suryo Broto, 8.2004. Manajemen Pendidikan di Sekolah. Jakarla: Rineka Cipta.
W. Mantja. 2002. Manajemen Pendidikan dan Superuisi Pengajaran. Malang: Wineka
Medi a.
Wajdiyah. 2004. Manajemen Sarana dan Prasarana. Malang: PPPG IPS dan PMP.
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
46
LAMPIRAN 1
Kegi atan Pemel i haraan Bangunan
No. Kegiatan Waktu Pel aksanaan Bi aya Keterangan
1
2
3
4
5
6
7
8
q
dst.
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
47
I-
LAMPIRAN 2
FORMAT ADMI N ISTRASI SARANA
1. Daftar Pembel i an PeraboUPengadaan
Perabot
No.
Tanggal
Dari
Nama
Barang
Banyak
nya
Harga
Di pakai
Tanggal
Mul ai
Untuk
Ket.
Teri ma Bel i
2. Daftar Penggunaan Al at Peraga dan l ai n-l ai n
3. DaftarPenggunaan
Ruang Prakti kum/Laboratori um
4. Daftar Di stri busi Buku Pegangan Guru/Muri d
No.
Kel as
Ket.
Seni n Sel asa Rabu Kami s Jumat Sabtu
No. Tanggal Judul Pengarang Ji l i d Banyak
Di teri makan kePada
Ket.
Nama Guru Kel as
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
48
5. Kartu Barang
Kartu i ni hanya berl aku untuk
pencatatan satu
j eni s
barang i nventari s atau al at-al at.
Contoh format sebagai beri kut:
KARTU BARANG/ALAT
Sekol ah:
Nama Barang :
Merek/Ukuran
'.
Penj el asan :
Admi ni st rasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
49
dst. 1981 1980 Tahun
Banyaknya
Satuan
Kurang Tambah Kurang Tambah Perubahan
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Jul i
Agustus
September
Oktober
Nopember
Desember
Juml ah
Si sa
Keterangan
l-
6. Kartu Pemel i haraan Mesi n-Mesi n Kantor
Pemegangl : Al amat :
Penanggung Jawab
KARTU PEMELIHARA.AN MESIN KANTOR
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Macam Mesi n
Merek/Tahun
Nomor Mesi n
Ukuran
Asal Mesi n
Perl engkapan
Mul ai Di pakai
URAIAN
Tanggal Servis/Perbaikan Biaya Keterangan
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
50
7. Daftar Pengeluaran Barang-Barang/Alat'Alat
Pakai
Administrasi Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar
51
----
LAMPIRAN 3
FORMAT KELENGKAPAN TATA LAKSANA PERPUSTAKAAN
1. Buku I nduk Bahan Pust aka
2. Kartu Pemi nj am
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
52
Tanggal
Nomor
l nduk
Pengarang Judul Penerbi t
Tahun
Terbit
Asal Harga Keterangan
Nl ar na Kel as
Nl n Annnnf a Tahr r n
l , l ,
Nomor buku Harus Kembal i Diterima Catatan
I
3. Kartu Buku
Di buat dari karton, untuk mencatat si apa pemi nj am buku pada suatu waktu
dan kapan harus di kembal i kan.
Nama
No. Anggota
KARTU BUKU
Nomor
Anggota
Tanggal harus
kembal i
Nomor
Anggota
Tanggal harus
kembal i
4. Lembar Pengembal i an
Lembar Pengembal i an
Har us Kembal i Di teri ma
Admi ni strasi Sarana dan Prasarana Sekol ah Dasar
53
f-
5. Blangko Peringatan
Peringatan
pertama/kedua/ketiga
No. Anggota :
Kelas
Tahun
Harap mengembal i kan buku-buku di bawah i ni :
1 . . . . . . . . . . . . .
2. . . . . . . . . . . .
3. . . . . . . . . . . .
4. . . . . . . . . . . .
Selambat-lambatnYa
tanggal :
20. . . . . . .
Petugas PerPustakaan Sekolah,
1
I
I
Administrasi Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar
54