Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM

DASAR-DASAR PEMULIAAN TANAMAN



KARAKTERISASI DAN IDENTIFIKASI VARIETAS
TANAMAN CABAI










Disusun oleh:






LABORATORIUM PEMULIAAN TANAMAN DAN GENETIKA
JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2014

Nama : Muhammad Darussalam Teguh
NIM : 12/331585/PN/12696
Gol./Kel. : A5/ 1
ACARA I
KARAKTERISASI DAN IDENTIFIKASI VARIETAS TANAMAN CABAI

A. Hasil Pengamatan
Tabel 1: Identifikasi tanaman cabai secara keseluruhan
KEL Varietas Bentuk tanaman Umur tanaman (Hst) Bentuk kanopi
1 Sembiring Berkayu 84 Kompak
2 Payakumbuh Perdu tegak 84 Kompak
3 Ginting
Tanaman perdu 86 Kompak
4 Lokawar Tanaman perdu
8790 Kompak
5 Sembiring Tegak lurus 84 Kompak
6 Payakumbuh Semak/Setengah Perdu 8090 Tegak

Tabel 2: Identifikasi fase vegetatif tanaman cabai
KEL Varietas
Diameter
Batang
(cm)
Tinggi
Tanama
n (cm)
Karakter
akar
Jumlah
daun
P & L
Daun
Warna
Batang
1 Sembiring 0,37 36,7 Tunggang 56 P: 8 L: 3 Hijau
2 Payakumbuh 0,3 33 Tunggang 44 P:9 L:3 Hijau
3 Ginting 0,4 48 Serabut 63 P: 4 L: 2,5 Hijau gelap
4 Lokawar 0,5 15 Serabut 40 P: 5 L: 3 Hijau gelap
5 Sembiring 0,3 25 Tunggang 23
P:9,33
L:2,76
Hijau tua
6 Payakumbuh
0,3 (literatur
1,21,5)
30
(literatur
120150)
Tunggang 44 P:11 L: 4 Hijau






Tabel 3: Identifikasi fase generatif (pembungaan)
KEL Varietas
Warna Bagian Bunga
Jumlah
Kotak sari
Kelopak Tangkai Mahkota Kotak sari Kepala putik
1 Sembiring Hijau muda Hijau Putih Ungu Kuning 67
2 Payakumbuh Hijau Hijau Putih Ungu Putih 5 6
3 Ginting Hijau Hijau Putih Ungu Kuning 45
4 Lokawar Hijau Hijau Putih Ungu
Kuning
Kehijauan
56
5 Sembiring Hijau muda Hijau Putih Ungu Kuning 67
6 Payakumbuh Hijau Hijau Putih Ungu Putih 56

Tabel 4: Identifikasi buah cabai
KEL Varietas
P & L
buah (cm)
Karakter kulit
buah
Tebal kulit
buah (mm)
Ukuran buah (cm)
Diameter Panjang
1 Sembiring P: 20 L:0,8
Halus, mengkilap,
kutikula tebal dan
keriting.
0,9 0,8 20
2 Payakumbuh P:30-33 L:1 Halus mengkilap. 12 1,01,2 2833
3 Ginting P: 20 L: 1 Halus mengkilap. 1,5 1 18
4 Lokawar P: 20 L:1 Mengkilap, halus. 2 1 20
5 Sembiring P:20 L:0,8
Halus, mengkilap,
kutikula tebal dan
keriting.
0,9 0,8 20
6 Payakumbuh
P: 28-33
L: 1,0-1,2
Halus mengkilap. 12 1,0 1,2 2833








Tabel 5 : Identifikasi buah dan biji cabai
KEL Varietas
Warna Buah Biji
Bentuk Buah
Tua Muda Warna Ukuran (cm)
1 Sembiring Merah cerah Hijau Kuning
0,3
Bulat panjang
dengan ujung
lancip.
2 Payakumbuh Merah Hijau tua Kuning 0,3
Bulat panjang
ujung sebagaian
melengkung.
3 Ginting Merah gelap Hijau gelap Kuning 0,32
Bulat panjang
dengan ujung
lancip.
4 Lokawar Merah gelap Hijau gelap Kuning
0.34
Bulat lonjong
dengan ujung
runcing.
5 Sembiring Merah cerah Hijau Kuning
0,29
Bulat panjang
dengan ujung
lancip.
6 Payakumbuh Merah Hijau tua Kuning
0,2
Bulat panjang
ujung sebagaian
melengkung.

B. Pembahasan
Tumbuhan berupa terna atau setengah perdu, dengan tinggi 45-100 cm, biasanya
berumur hanya semusim. Bunga tunggal dan muncul di bagian ujung ranting, posisinya
menggantung; mahkota bunga berwarna putih, berbentuk seperti bintang. Kelopak seperti
lonceng. Buah tunggal pada setiap ruas, bervariasi dalam ukuran, bentuk, warna dan tingkat
kepedasan; bentuk buah seperti garis, menyerupai kerucut, seperti tabung memanjang, seperti
lonceng atau berbentuk bulat; warna buah setelah masak bervariasi dari merah, jingga, kuning
atau keunguan; posisi buah menggantung. Biji berwarna kuning pucat (Djarwaningsih, 2005).
Tanaman cabai merah termasuk jenis sayuran yang relatif gampang dibudidayakan,
bahkan jika perawatannya baik tanaman ini mampu berbuah lebih dengan masa panen yang
panjang. Meskipun banyak varietasnya semua cabai besar termasuk perdu semusim.
Tanamannya berbatang tegak dengan ketinggian tanaman dewasa mencapai 65-120 cm,
daunnya mencapai panjang 4-10 cm, lebar 1,5-4 cm dengan panjang tangkai 1,5-4,5 cm,
posisi bunga menggantung dan panjang tangkai 1-2 cm, warna mahkota putih dengan 5-6
helai sepanjang 1-1,5 cm dan lebar 0,5 cm (Pracaya, 1995).
Menurut Pracaya (1995), Tanaman tanaman cabai, secara botani diklasifikasikan
sebagai berikut :
Divisio : Spermatophyta
Subdivio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Subkelas : Sympetele
Ordo : Tubiflorae
Famili : Solanaceae
Genus : Sapsicum
Spesies : Capsicum annuum L (besar) Capsicum frustescens L (kecil)
Bila terlalu banyak hujan, pertumbuhan cabai kurang baik, terbentuknya buah kurang
dan banyak buah yang rontok. Tanah yang tergenang air walaupun dalam waktu yang tidak
terlalu lama dapat menyebabkan rontoknya buah.Penanaman pada cabai pada waktu musim
kemarau dapat tumbuh dengan baik, asal mendapat penyiramaan cukup. Curah hujan pada
waktu pertumbuhan tanaman sampai akhir pertumbuhan yang baik sekitar 600 - 1250 mm,
bila curah hujan berlebihan dapat menimbulkan penyakit, kekurangan hujan dan tidak ada
pengairan juga dapat membuat tanaman cabai menjadi kerdil (Pracaya 1995).
Setiap varietas mempunyai adaptasi yang berbeda-beda terhadap lingkungannya, baik
unsur iklim maupun terhadap media tumbuh. Setiap varietas terdiri dari sejumlah genotipe
yang berbeda, dimana masing-masing genotipe mempunyai kemampuan tertentu untuk
beradaptasi dengan lingkungan tempat tumbuhnya. Selain varietas, faktor media tumbuh juga
merupakan hal yang sangat penting dalam menunjang pertumbuhan dan hasil cabai merah.
Media tumbuh yang baik adalah media yang memiliki sifat fisik, kimia dan biologi yang
sesuai (Marliah, dkk, 2011).
Menurut Direktorat Budidaya Tanaman Rempah dan Penyegar (2008), bagian-bagian
utama tanaman cabai meliputi akar, batang, cabang, daun, bunga, serta buah dan biji.
Akar
Akar tanaman cabai merupakan akar tunggang yang sangat kuat., terdiri atas akar
utama (primer) dan lateral (sekunder). Akar tersier merupakan serabut-serabut akar yang
keluar dari akar lateral. Panjang akar primer sekitar 35-50 cm dan akar lateral sekitar 35-45
cm.


Batang
Batang cabai tumbuh tegak, berwarna hijau tua dan berkayu. Pada ketinggian batang
tertentu akan membentuk percabangan seperti huruf Y. Batangnya berbentuk silindris,
berukuran diameter kecil dengan tajuk daun lebar dan buah cabai yang lebat. Batang cabai
umumnya berwarna hijau tua dan berkayu. Panjang batang berkisar 30-37,5 cm dan
berdiameter 1,5- 3 cm. Jumlah cabangnya, yakni antara 7-15 per tanaman. Panjang
cabangnya sekitar 5-7 cm dengan diameter 0,5-1 cm. Di daerah percabangan terdapat tangkai
daun dan daun. Tangkai daun berfungsi untuk menopang daun. Ukuran tangkai daun sangat
pendek, yakni hanya 2-5 cm.
Daun
Daun cabai adalah daun tunggal. Daun muncul di tunas-tunas samping yang berurutan
di batang utama yang tersusun spiral. Umumnya berwarna hijau dan hijau tua. Bentuk daun
ada yang deltoid, ovate (oval), dan lanceolate (lanset).
Bunga
Bunga cabai bersifat tunggal dan muncul di ujung ruas tunas. Mahkotanya berwarna
putih, kuning muda, kuning, ungu dengan dasar putih, putih dengan dasar ungu, atau ungu
tergantung varietas. Alat kelamin jantan dan betina terletak di satu bunga sehingga termasuk
bunga sempurna. Setiap bunga cabai mempunyai satu putik. Kepala putik berbentuk bulat.
Putik bunga berukuran panjang 0,5 cm, berwarna putih dengan kepala berwarna hijau.
Jumlah benang sari antara 5-8 helai dan berbentuk lonjong. Posisi bunga cabai ada yang
menggantung, horizontal, dan tegak.
Buah
Buah cabai memiliki rongga dengan jumlah berbeda-beda sesuai dengan varietasnya.
Di dalam buahnya terdapat plasenta sebagai tempat biji melekat. Daging buah cabai
umumnya renyah dan kadang-kadang lunak. Buah cabai ukurannya beragam, mulai dari
pendek sampai panjang dengan ujung runcing atau tumpul. Pada dasarnya bentuk buah cabai
di bedakan menjadi panjang, bulat, segitiga, campanulate, dan blocky. Bentuk pangkal buah,
tepi buah, dan ujung buah cabai pun juga beragam.
Biji
Biji cabai terdapat di dalam buah dan menempel di sepanjang plasenta. Warnanya juga
beragam, mulai dari putih hingga kuning jerami. Bagian terluarnya terdapat lapisan keras.
Biji inilah yang berperan untuk menghasilkan bibit tanaman yang baru.
Walaupun tanaman cabai dapat ditanam pada berbagai keadaan topografi tanah, mulai
dari topografi berbukit hingga topografi datar tetapi harus tetap memperhitungkan segi biaya
eksploitasi maupun keamanan-nya. Pada lahan dengan lokasi berbukit, akan membutuhkan
biaya yang lebih besar dibanding lahan dengan topografi datar, terutama dalam pengangkutan
hasil ke lokasi penampungan. Tanaman cabai akan tumbuh baik dan menghasilkan produksi
buah yang maksimal, maka tanaman cabai menghendaki keadaan kondisi yang diinginkan
tanaman itu sendiri.
Tanaman cabai tidak menghendaki curah hujan yang tinggi karena tidak tahan
terhadap guyuran air hujan secara terus-menerus, terutama pada periode pembungaan
(banyak bunga yang gugur). Curah hujan yang dikehendaki tanaman cabai antar 600-1250
mm yang tersebar merata disepanjang masa pertumbuhan (Samadi, 1997).
Menurut Harpenas dan Dermawan (2010), beberapa kondisi ekologis yang perlu
dipenuhi untuk tanaman cabai adalah sebagai berikut :
a. Keadaan iklim
Cabai dapat ditanam pada dataran rendah hingga daerah ketinggian 1.300 m dpl.
Penanaman di dataran tinggi memerlukan teknik budidaya tersendiri serta pemilihan
benih yang adaptif terhadap lingkungan dataran tinggi. Cabai membutuhkan iklim yang
tidak terlalu dingin dan tidak pula terlalu lembab. Cabai dapat beradaptasi dengan baik
pada temperatur 25-30
o
C dan untuk pembentukan buah pada kisaran 16-23
o
C. Setiap
varietas cabai hibrida mempunyai daya penyesuaian tersendiri terhadap lingkungan
tumbuh.
b. Tanah
Hampir semua jenis tanah yang cocok untuk budidaya tanaman pertanian cocok pula
bagi tanaman cabai. Tanaman cabai dapat ditanaman pada tanah sawah maupun tegalan.
Untuk mendapatkan kuantitas dan kualitas hasil yang tinggi, cabai menghendaki tanah
yang subur, gembur, kaya bahan organik, tidak mudah becek (menggenang), bebas
cacing (nematoda) dan penyakit menular. Kisaran pH tanah yang ideal adalah 6,5-6,8.
Pada pH di bawah 6,5 atau diatas 6,8 pertumbuhan cabai akan terhambat yang berakibat
rendahnya produksi. Pada tanah yang tergenang seringkali menyebabkan gugur daun dan
tanaman mudah terserang penyakit layu.



Kesimpulan
1. Bagian-bagian utama tanaman cabai meliputi akar, batang, cabang, daun, bunga, serta
buah dan biji.
a) Akar tanaman cabai merupakan akar tunggang.
b) Batang cabai tumbuh tegak, berwarna hijau tua dan berkayu.
c) Daun cabai adalah daun tunggal.
d) Bunga cabai bersifat tunggal dan muncul di ujung ruas tunas.
e) Buah cabai ukurannya beragam, mulai dari pendek sampai panjang dengan ujung
runcing atau tumpul.
f) Biji cabai terdapat di dalam buah, berwarna kuning.
2. Beberapa kondisi ekologis yang perlu dipenuhi untuk tanaman cabai adalah keadaan iklim
dan Tanah.



















Daftar Pustaka
Direktorat Budidaya Tanaman Rempah dan Penyegar. 2008. Budidaya Cabe yang Baik dan
Sehat. Melalui <http://ditjenbun.deptan.go.id .htm> Diakses pada 01 Juni 2014.
Djarwaningsih, T. 2005. Capsicum spp. (Cabai) : Asal, Persebaran dan Nilai Ekonomi. Jurnal
Biodiversitas. Vol 6 : 292 - 296
Harpenas, A dan R. Dermawan. 2010. Budidaya Cabai Unggul (Cabai Besar, Cabai Keriting,
Cabai Rawit, dan Paprika). Penebar Swadaya, Jakarta.
Marliah A., Mariana Nasution, Armin. 2011. Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas
Cabai Merah pada Media Tumbuh yang Berbeda. Jurnal Floratek. Vol 6 : 84 91.
Pracaya. 1995. Bertanam Lombok. Kanisius, Yogyakarta.
Samadi, B. 1997. Budidaya Cabai Secara Komersial. Yayasan Pustaka Nusatam,
Yogyakarta.


















LAMPIRAN



Tanaman cabai varietas sembiring