Anda di halaman 1dari 35

Kementerian Pekerjaan Umum

Republik Indonesia
Outline
1.Pengantar
2.Peraturan Zonasi
3.Perizinan
4.Pemberian Insentif dan Disinsentif
5.Pengenaan Sanksi
6.Peran Penyidik Pegawai negeri Sipil
(PPNS)
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
Penyelenggaraan Penataan Ruang
Pengaturan Pembinaan Pengawasan Pelaksanaan
Perencanaan Pemanfaatan Pengendalian
Perizinan
Insentif &
Disinsentif
Sanksi
Peraturan
Zonasi
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
Sebagai alat pengendali pengembangan wilayah;
Menjaga kesesuaian pemanfaatan ruang dengan
rencana tata ruang;
Menjamin agar pembangunan baru tidak mengganggu
pemanfaatan ruang yang telah sesuai dengan rencana
tata ruang;
Meminimalkan pengunaan lahan yang tidak sesuai
dengan rencana tata ruang; dan
Mencegah dampak pembangunan yang merugikan.
1
3
2
4
5
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
ZONA
KAWASAN atau AREA yang
memiliki fungsi dan karakteristik
lingkungan yang spesifik
ZONING
PEMBAGIAN lingkungan kota ke
dalam zona-zona dan
MENETAPKAN PENGENDALIAN
pemanfaatan
ruang/memberlakukan ketentuan
hukum yang berbeda-beda.
ZONING
REGULATION
KETENTUAN yang mengatur
tentang KLASIFIKASI ZONA,
pengaturan lebih lanjut mengenai
PEMANFAATAN LAHAN, dan
PROSEDUR PELAKSANAAN
pembangunan
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
TUJUAN
MENJAMIN bahwa pembangunan yang akan dilaksanakan dapat mencapai STANDAR
KUALITAS LOKAL MINIMUM (health, safety and welfare)
Melindungi atau menjamin agar PEMBANGUNAN BARU TIDAK MENGGANGGU penghuni atau
pemanfaat ruang yang telah ada.
Memelihara NILAI PROPERTI
Memelihara/memantapkan LINGKUNGAN dan melestarikan kualitasnya
Menyediakan ATURAN yang seragam di SETIAP ZONA
MANFAAT
MEMINIMALKAN penggunaan LAHAN yang TIDAK SESUAI
MENINGKATKAN pelayanan terhadap FASILITAS yang bersifat PUBLIK
MENJAGA KESEIMBANGAN kehidupan masyarakat
MENDORONG pengembangan EKONOMI
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
Sebagai INSTRUMEN PENGENDALIAN pembangunan.
Peraturan zonasi yang lengkap akan memuat prosedur pelaksanaan
pembangunan sampai ke tata cara pengawasannya
Sebagai PEDOMAN penyusunan RENCANA OPERASIONAL.
Ketentuan zonasi dapat menjadi jembatan dalam penyusunan rencana tata
ruang yang bersifat operasional, karena memuat ketentuan-ketentuan tentang
penjabaran rencana yang bersifat makro ke dalam rencana yang bersifat sub
makro sampai pada rencana yang rinci
Sebagai PANDUAN TEKNIS pengembangan/ pemanfaatan lahan.
Ketentuan zonasi mencakup guna lahan, intensitas pembangunan, tata
bangunan, prasarana minimum, dan standar perencanaan
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
INDIKASI ARAHAN
PERATURAN ZONASI
SISTEM NASIONAL
(Dalam RTRWN)
Ps. 151 ayat (1)
INDIKASI ARAHAN
PERATURAN ZONASI
SISTEM PROVINSI
(Dalam RTRWP)
Ps. 152 ayat (1)





RTR KSK/ RDTR
KETENTUAN UMUM
PERATURAN ZONASI
KAB/KOTA
(Dalam RTRW Kab/Kota)
Ps. 153 ayat (1)
Arahan Peraturan Zonasi Sistem Nasional
Ketentuan Zonasi Sektoral pada Sistem Nasional
Ditetapkan oleh masing-masing menteri sesuai
kewenangan
Arahan Peraturan Zonasi Sistem Provinsi
Ketentuan Zonasi Sektoral pada Sistem Provinsi
Ditetapkan dengan Perda Prov
Peraturan Zonasi Kabupaten/ Kota
Ditetapkan dengan Perda Kab/ Kota
PZ utk kabupaten diperuntukan untuk kawasan
perkotaan saja
Dasar dalam pemberian insentif dan disinsentif, izin, dan
pengenaan sanksi
Berdasarkan PP 15 Tahun 2010
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
RTRW
Kab/Kota
Peraturan Zonasi
(Text & Map)
RTRW
Kab/Kota
RDTR
Peraturan Zonasi
(Text & Map)
RTRW
Kab/Kota
RDTR (Map)
Peraturan
Zonasi (Text)
Skala:
1:50.000/ 1: 25.000
Skala: 1:5.000
Skala:
1:50.000/ 1: 25.000
Skala:
1:50.000/ 1: 25.000
Skala: 1:5.000
Skala: 1:5.000
Inefisiensi
waktu dan
dana
Apabila RTRW
direvisi , PZ
perlu
diadaptasi dlm
RTRW baru
Efisiensi waktu
dan dana
Apabila RDTR
direvisi ,maka
PZ perlu
diadaptasi
dalam RDTR
baru.
Inefisiensi
waktu dan
dana
Apabila RDTR
direvisi ,maka
PZ dpt tetap
berlaku
Berdasarkan PP 15 Tahun 2010, Pasal 158
Perda
Terpisah
Perda
Gabungan
Perda
Terpisah
Bila RTRW sdh
skala detail , maka
RDTR tidak
dibutuhkan,
PZ tetap harus ada.
Bila RTRW belum
skala detil, maka
RDTR dan PZ
dibutuhkan
RDTR ada, PZ
melengkapi.
Perda PZ
ditetapkan paling
lama 2 tahun sejak
Perda RDTR.
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
IZIN PEMANFAATAN RUANG adalah izin yang dipersyaratkan
dalam kegiatan pemanfaatan ruang sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan (pasal 1)

Yang dimaksud dengan perizinan adalah perizinan yang terkait
dengan izin pemanfaatan ruang yang menurut ketentuan
peraturan perundang-undangan harus dimiliki sebelum
pelaksanaan pemanfaatan ruang. Izin dimaksud adalah izin
lokasi/fungsi ruang, amplop ruang, dan kualitas ruang
(Penjelasan pasal 37)
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
sebagai sarana yuridis untuk mengendalikan kegiatan dan
perilaku masyarakat.
sebagai sarana hukum administrasi karena izin itu bersifat hukum
publik (bukan perdata namun juga bukan pidana) yang terkait dengan
kepentingan umum, sepihak dan mengikat, sehingga
apabila timbul sengketa hukum dari perizinan maka penyelesaiannya
dilakukan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)
merupakan bentuk ketentuan yang memperbolehkan atau
memperkenankan menurut hukum (sarana pengabsahan
atau legitimasi yuridis) bagi seseorang untuk melakukan sesuatu
sesuai dengan jenis izin yang diterima.
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
Lisensi (license):
izin bagi kegiatan tertentu yang tidak [harus] berkaitan
dengan tata ruang (SIUP, Izin Prinsip, IUT, Izin Trayek, SIM, dll)
Izin (permit):
izin yang berkaitan dengan lokasi, serta pemanfaatan dan
kualitas ruang (Izin Lokasi, Tempat Usaha, IMB, dll)

Izin yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat maupun Provinsi
sifatnya lisensi, tidak ada yang masuk kategori permit.
Izin yang dikeluarkan oleh pemerintah kabupaten/kota berupa
lisensi dan permit.
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
RTRW
Kab/Kota
RDTR Kab/Kota
PZ
Dasar
Pemberian Izin
IZIN PRINSIP
IZIN LOKASI
IZIN
PENGGUNAAN
PEMANFAATAN
TANAH
IZIN
MENDIRIKAN
BANGUNAN
IZIN LAIN
BERDASARKAN
PERATURAN
PER-UU-AN
Diberikan berdasarkan RTRW Kab/Kota
Izin Prinsip belum dapat dijadikan dasar untuk
pelaksanaan kegiatan
Izin Lokasi diperlukan untuk pemanfaatan
ruang > 1 Ha utk non pertanian dan > 25 Ha
utk pertanian
Izin Penggunaan Pemanfaatan Tanah
merupakan dasar untuk permohonan
mendirikan bangunan
Dasar mendirikan bangunan dalam rangka
pemanfaatan ruang
Diberikan berdasarkan peraturan zonasi
Sebagai surat bukti dari Pemda untuk
mendirikan bangunan sesuai fungsi yang telah
ditetapkan
Bentuk izin lain yang dikeluarkan oleh masing-
masing sektor dan/ instansi yang berwenang
Berdasarkan PP 15 Tahun 2010,
Pasal 160 - 167
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
perangkat atau
upaya untuk
memberikan
imbalan terhadap
pelaksanaan
kegiatan yang sesuai
dengan kegiatan
yang didorong
perwujudannya
dalam rencana tata
ruang
INSENTIF
perangkat untuk
mencegah,
membatasi atau
mengurangi
pertumbuhan, agar
tidak terjadi kegiatan
pemanfaatan ruang
pada kawasan lindung
maupun budi daya
yang tidak sesuai
dengan rencana tata
ruang
DISINSENTIF
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
I
N
S
E
N
T
I
F

Sebagai perangkat
untuk mendorong
kegiatan dalam
pemanfaatan ruang
pada promoted area
yang sejalan dengan
rencana tata ruang; dan
Sebagai katalisator
perwujudan
pemanfaatan ruang
D
I
S
I
N
S
E
N
T
I
F

Sebagai perangkat untuk
mencegah,
membatasi
pertumbuhan,
atau mengurangi
kegiatan yang tidak
sejalan dengan
rencana tata ruang
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
INSENTIF DISINSENTIF
KRITERIA
BENTUK
TATA CARA
Kegiatan pemanfaatan ruang
pada kawasan yang didorong
pengembangannya
Menghormati hak orang
Kegiatan pemanfaatan ruang pada
kawasan yang dibatasi
pengembangannya
Menghormati hak orang
Pemberian
keringanan
pajak
Penguranga
n distribusi
Pemberian
kompensasi
Subsidi silang
Kemudahan
perizinan
Imbalan
Sewa ruang
Urun saham
Penyediaan sarpras
Pengahargaan
Publikasi & promosi
Pengenaan
pajak tinggi
Kewajiban
memberi
kompensasi
Persyaratan
khusus dalam
perizinan
Kewajiban
memberi imbalan
Pembatasan
penyediaan
sarpras
Pemerintah
Pemda 1
Pemerintah & Pemda
Fiskal Non Fiskal Fiskal Non Fiskal
Pemerintah
Pemda 1
Pemerintah & Pemda
Ps. 170
Ps. 176
Ps. 171 Ps. 177
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
POLA PENGATURAN
INSENTIF DISINSENTIF
Preventif
Pengusaha yang
membangun industri di
kawasan industri dikenakan
keringanan pajak
Dalam mencegah alih fungsi lahan
perumahan menjadi lahan komersial,
ditetapkan pembatasan daya aliran
listrik
Kuratif
Dalam rangka mengurangi
permukiman kumuh di
bantaran sungai,
Pemerintah memberikan
subsidi yang terkait kinerja
Pemda dalam mengurangi
permukiman kumuh.
Dalam rangka mencegah
berkembangnya permukiman kumuh
di bantaran sungai, Pemda tidak
memberikan prasarana dan sarana
penunjang di kawasan tersebut.
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
Arahan Pengenaan Sanksi adalah arahan ketentuan pengenaan
sanksi kepada pelanggar pemanfaatan ruang, yang akan menjadi acuan bagi
pemerintah daerah provinsi, kabupaten, dan kota.
Sebagai perangkat untuk mencegah, membatasi pertumbuhan atau
mengurangi kegiatan yang tidak sejalan dengan rencana tata ruang; dan
Penertiban pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata
ruang
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
Hasil pengawasan
penataan ruang



Simpangan implementasi
rencana tata ruang






Kesepakatan antar instansi
yang berwenang


Peraturan perundang-
undangan sektor terkait
lainnya
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
BENTUK TATA CARA KRITERIA
a. Peringatan tertulis Penerbitan surat peringatan tertulis
Besar atau
kecilnya dampak
yang ditimbulkan
Nilai manfaat
pemberian sanksi
yang diberikan
Kerugian publik
yang ditimbulkan
b. Penghentian
sementara kegiatan
Penerbitan surat keputusan penghentian kegiatan,
setelah peringatan tertulis diabaikan
c. Penghentian
sementara
pelayanan umum
Penerbitan surat keputusan penghentian sementara
pelayanan umum kepada pelanggar, setelah
pertingan tertulis diabaikan
d. Penutupan lokasi Penerbitan surat keputusan penutupan lokasi,
setelah peringatan tertulis diabaikan
e. Pencabutan izin Penerbitan surat keputusan pencabutan izin, setelah
peringatan tertulis diabaikan
f. Pembatalan izin Penerbitan surat keputusan pembatalan izin, setelah
peringatan tertulis diabaikan
h. Pemulihan fungsi
ruang
Penerbitan surat perintah pemulihan fungsi ruang,
setelah peringatan tertulis diabaikan
i. Denda administratif Dapat dikenakan bersama dengan sanksi lain atau
tersendiri
Berdasarkan PP 15 Tahun 2010
Ps. 182 ayat (3) Ps. 188 - 197
Ps. 187
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
TUR BIN
LAK
WAS
P
e
r
e
n
c
a
n
a
a
n

P
e
m
a
n
f
a
a
t
a
n

P
e
n
g
e
n
d
a
l
i
a
n

PPNS Penataan Ruang



Berdasarkan Ps. 68 UU 26/2007, PPNS Penataan
Ruang melakukan penyidikan atas dugaan adanya
tindak pidana penataan ruang.

Berdasarkan Ps. 205 PP 15/2010, PPNS Penataan
Ruang menerima dan menindaklanjuti hasil
pengawasan yang mengindikasikan adanya tindak
pidana penataan ruang.

Berdasarkan Ps. 05 Permen PU 13/2009, tugas Pokok
PPNS Penataan Ruang adalah :
- Melakukan penyidikan tindak pidana tata ruang;
- Mewujudkan tegaknya hukum dalam pengendalian
pemanfaatan ruang dengan berkoordinasi dengan
penyidik
polri; dan
- Melakukan pembinaan kedalam agar tercipta suatu
kesiapan dalam rangka melaksanakan tugas
penyidikan.


Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
(Permen PU No.13/2010 tentang PPNS)
Tugas Pokok PPNS Penataan Ruang:
1. melakukan penyidikan tindak pidana Penataan Ruang;
2. mewujudkan tegaknya hukum dalam pengendalian
pemanfaatan ruang dengan melakukan penyidikan terhadap
tindak pidana penataan ruang dalam koordinasi dan
pengawasan Penyidik Polri;dan
3. melakukan pembinaan ke dalam agar tercipta suatu kesiapan
dalam rangka melaksanakan tugas penyidikan tindak pidana
penataan ruang.
Fungsi PPNS Penataan Ruang :
Menegakkan hukum dalam penyelenggaraan penataan ruang yang
menyangkut tindak pidana penataan ruang.
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
Undang-Undang
Peraturan Pemerintah turunan UU
Peraturan lainnya sebagai pelaksana
UU/PP/Perda bidang Penataan Ruang
Perda RTRW Provinsi/Kabupaten/Kota
UU No.26 Tahun 2007
(Penataan Ruang)
PP No.15 Tahun 2010
(Penyelenggaraan
Penataan Ruang)
Permen PU No.13
Tahun 2010 (PPNS)
Perda tentang RTRW
Prov/Kab/Kota
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
Tahun
2009
Tahun
2014
JUMLAH
PPNS PR
Per April 2014
26 orang
504 orang
Asumsi Kebutuhan Per Daerah
2 org Atasan Penyidik dan 3 org Penyidik
*) Blm termasuk 20 Calon PPNS 2014 Yang
Belum Menerima SK
0
500
1000
1500
2000
2500
3000
Kebutuhan Ketersediaan Kekurangan
2.630 Orang
504 Orang
2.126 Orang
Atasan
Penyidik
57.74%
Penyidik
42.26%
Proporsi Penyidik dan
Atasan Penyidik
Perbandingan Kebutuhan
dan Ketersediaan PPNS
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
0
50
100
150
200
250
PPNS PUSAT PPNS PROVINSI PPNS KABUPATEN PPNS KOTA
42
144
240
78
Distribusi PPNS Berdasakan Tempat Tugas
Provinsi
Kabupaten
Kota
Ada PPNS
94%
Blm Ada
PPNS
6.06%
Ada PPNS
42.61%
Blm Ada
PPNS
57.39%
Ada
PPNS
85.11%
Blm
Ada
PPNS
14.89%
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
Ditemukan / pengaduan / laporan dugaan
tindak pidana penataan ruang /
hasil pengawasan penataan ruang
Persiapan penyidikan
Pemberitahuan Penyidikan
Pulbaket
Gelar Perkara
Bukan Tindak Pidana
Tindak Pidana
SPRINDIK
PENYIDIKAN
Gelar
Perkara
Lanjutan
Pemberkasan
Serah Berkas
Perkara Ke JPU
Peradilan
Pengehentian
Penyidikan
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia
Mengutamakan kepentingan Negara, Bangsa, dan Masyarakat daripada
kepentingan pribadi atau golongan;
Menjunjung tinggi HAM;
Mendahulukan kewajiban daripada hak;
Memperlakukan semua orang sama di muka hukum;
Bersikap jujur & tanggung jawab dalam melaksanakan tugas;
menyatakan yg benar adalah benar & yg salah adalah salah;
Tidak mempublikasikan nama terang TSK dan saksi-saksi;
Tidak mempubiikasi tata cara aktik dan teknik penyidikan;
Mengamankan dan memelihara BB yg berada dalam penguasaannya karena terkait dgn penyelesaian perkara;
Menjunjung tinggi hukum, norma yang hidup dan berlaku di masyarakat, norma agama, kesopanan,
kesusilaan dan HAM;
Senantiasa memegang teguh rahasia jabatan atau menurut perintah kedinasan harus dirahasiakan;
Menghormati dan bekerjasama dengan sesama pejabat terkait dalam sistem peradilan pidana; dan
Bersikap ikhlas & ramah menjawab pertanyaan tentang perkembangan penanganan perkara
yg ditanganinya kepada semua pihak yg terkait dgn perkara pidana yg dimaksud,
sehingga diperoleh kejelasan tentang penyelesaian.
*) PERMENDAGRI NO.11/2009 tentang Kode Etik PPNS Daerah
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia

LAUNCHING
USULAN P5R.
PEMBAHASAN
KONSEP P5R.
PENYUSUNAN
AKADEMIK PAPER
P5R.
PENYUSUNAN
GRAND DESIGN P5R.

2013
TAHAP PERSIAPAN
2014
TAHAP INISIASI
Penyusunan Rencana
Aksi/Pemantapan Konsep
P5R
Peningkatan Kerjasama dan
Koordinasi dengan Lembaga
terkait dalam Pengawasan
dan Pengendalian di
Pemerintah dan Pemerintah
Daerah
Penguatan Instrumen
Pengawasan dan
Pengendalian
Pilot Project Manajemen
Pengawasan
Pelaksanaan Audit di KSN
Perkotaan
Pelaksanaan Audit di Provinsi
yang sudah memiliki RTRW
Pembinaan Pengawasan dan
Pengendalian pemanfaatan
Ruang
Sosialisasi PPNS Penataan
Ruang

2015-2016
TAHAP PELAKSANAAN
2017-2019
TAHAP PELAKSANAAN
Pemantapan dan
Finalisasi Instrumen
Pengawasan dan
Pengendalian
Tindak Lanjut
Manajemen Pengawasan
Tindak Lanjut
Pelaksanaan Audit di KSN
Perkotaan
Tindak Lanjut
Pelaksanaan Audit di
Provinsi yang sudah
memiliki RTRW
Pembinaan Pengawasan
dan Pengendalian
pemanfaatan Ruang
Sosialisasi PPNS
Penataan Ruang
Sosialisasi NSPK
Pengawasan dan
pengendalian

Tindak Lanjut
Manajemen Pengawasan
Pelaksanaan
Rekomendasi Hasil Audit
di KSN Perkotaan
Pelaksanaan
Rekomendasi Hasil Audit
di Provinsi yang sudah
memiliki RTRW
Pembinaan Pengawasan
dan Pengendalian
pemanfaatan Ruang
Sosialisasi NSPK dan
Pembinaan Pengawasan
dan pengendalian

PENYIAPAN
KONSEP
PELAKSANAAN
P5R
PENYUSUNAN KAJIAN
DAN PILOT PROJ ECT
PELAKSANAAN
PELAKSANAAN,
PEMBINAAN DAN
TINDAK LANJUT
PELAKSANAAN,
PEMBINAAN DAN
TINDAK LANJUT
Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia

Anda mungkin juga menyukai